I Kinda Came to Another World, but Where’s the Way Home? Chapter 11 B

Arc 2
Chapter 11 – Guild Petualang (B)

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Kuma Otou

Kitsune pergi dari penginapan menuju Guild dipandu oleh Finia. Bahkan walaupun itu sudah sore, jalan yang dia lewati masih berisik oleh suara orang yang bercakap-cakap. Banyak toko yang menarik pelanggan, suara besi yang dipukul dari toko-toko yang sedang mengerjakan sesuatu, seseorang yang berbicara dengan temannya, itu adalah suara-suara yang memberikan suasana menyenangkan.

Finia tidak merasa seperti itu saat dia pertama kali melihatnya, tapi bagi Kitsune, dia merasa kagum oleh semua hal itu. Mungkin, toko-toko seperti ini jarang terlihat didunia asalnya.

“Itu sangat berisik, kan!?”

“Ya, aku juga sangat terkejut! Uwaa! Yakitori* itu terlihat enak!”

*TN: Yakitori adalah sejenis ayam bakar (atau mungkin goreng?)

“Yah tidak ada gunanya jika kita tidak memiliki uang untuk membelinya, kan?” (Kitsune)

“Benar juga.”

Kitsune melihat berbagai macam orang saat dia berjalan. Ditengah perjalanan, dia melihat sekelompok petualang laki-laki dan seorang petualang perempuan yang membawa pedang seperti Rishe, Kitsune tidak terlalu memikirkannya karena ini adalah sebuah dunia dengan semacam tema fantasi dimana orang-orang biasa membawa senjata. Berjalan kesana-sini dengan gelisah hanya akan dianggap sebagai perbuatan yang mencurigakan dan hanya akan membuatnya terlihat menonjol.

Setelah dia berjalan dari tempat itu untuk sesaat, ada sebuah bangunan besar yang terlihat mencolok. Itu terlihat mirip dengan bangunan yang sebelumnya dikatakan oleh Finia, jadi kemungkinan bangunan ini adalah 【 Guild Petualang 】, kan? Sebuah papan nama yang terbuat dari besi tebal yang terpasang secara horizontal bertuliskan huruf yang aneh, jadi dia tidak bisa membacanya. Dia menyadari bahwa skill 【 World Language Translator 】 hanya berguna untuk melakukan percakapan dan tidak dalam tulisan.

Dengan perasaan campur aduk, dia menemukan hal yang baru, dia membuka sebuah pintu ganda dari bagian tengahnya.

“Permisi~”

Dengan perkataan itu, dia memasuki bangunan itu, dan diluar imajinasinya, bangunan itu sangat bagus. Bagian dalam, meja resepsionis, papan pengumuman, dll, jika ini adalah dunia fantasi maka tidak ada kekurangan imajinasi seperti itu disini, semuanya ditata dengan indah. Apa yang dia pikirkan sebelumnya adalah sebuah guild petualang yang berantakan, tapi dia memiliki sedikit kesan yang lebih baik pada Guild tersebut.

“Apakah kau… dengan tubuh yang terlihat kurus dan lemah itu… ingin menjadi seorang petualang?”

Kitsune memang terlihat seperti apa yang dikatakan oleh petualang itu. Kesan baik Kitsune tentang tempat ini segera turun.

“Ah ya, aku menginginkan hal itu.”

“hahahahaha!!! Orang ini menarik! Yah semoga beruntung! Bocah!”

“Ya… terimakasih.”

“E..? Ah, aku tahu! Ada seorang peri bersamamu… hee…”

Pria berperawakan besar yang memiliki janggut berantakan dan sudah jelas seorang barbar mengatakan hal itu. Mungkin, mereka berpikir bahwa Kitsune akan menyerah setelah mengambil pekerjaan sebagai petualang. Ada juga para petualang yang menginginkan sesuatu, dan gagal mendapatkannya.

Tapi, sesaat setelah Finia terlihat, ekspresi mirip persetujuan ditunjukan kepada Kitsune. Tidak diketahui apakah seorang peri itu adalah hal yang biasa atau tidak, tapi tanpa memperdulikan perkataan pria itu terlalu banyak, Kitsune mulai berjalan ke meja resepsionis.

“Muuu…. Apa-apaan orang itu! Membuatku ingin mengatakan sesuatu….!!”

“Jangan terlalu marah Finia-chan…. Dan…. Bagaimanapun, apakah peri adalah makhluk yang aneh?”

“Tidak tahu, tapi Rishe terlihat tidak keberatan, kan?”

“…Hmmm…”

Sambil berbicara dengan Finia, Kitsune tiba di meja resepsionis. Dimeja itu ada seorang wanita yang terlihat sedikit lebih tua yang memasang senyum yang terlihat seperti pembisnis kearah Kitsune saat dia mengambil tempat duduk. Itu adalah wanita dengan kesan lembut dan rambut pirang. Tapi dapat dilihat bahwa dia mengenakan seragam yang sama dengan resepsionis yang lain.

“Oppai besar.”

“yey oppai besar!”

“Selamat datang, pintu keluar disebelah sana.”

Ya, dia memiliki dada yang besar, terlebih lagi seorang wanita cantik, dengan rambut pirang… dan dada yang besar, sangat mengagumkan. Apapaun yang dia katakan, dia memiliki penampilan yang modis.

Kitsune melihat kecantikan itu dengan matanya dan tanpa sadar menggumamkan kata itu, tapi kelihatannya wanita itu tersinggung oleh hal itu.

“Permisi, aku ingin bergabung dengan Guild.”

“Aku diabaikan… bagaimanapun, tolong isi formulir ini. Didaftar oleh orang lain juga tidak masalah, bagaimana menurut anda?”

“Ya, tolong lakukan itu.”

“Mengerti, nama anda akan terdaftar sebagai _____ hentai.”

“Tunggu.”

Entah bagaimana bagi nona resepsionis itu, perkataan Kitsune benar-benar menyakiti perasaannya, sanyum pembisnis yang awalnya dia tunjukan hilang entah kemana.

Kitsune yang tidak bisa membaca tulisan yang ada di formulir itu, memegang tangan wanita itu dan menghentikannya.

“Bisakah anda melepaskan tanganku, hentai-sama…!

“Sama denganku, Kakak ber-oppai besar….!”

(Mereka saling berbicara dengan sopan)

Sambil saling tersenyum, dengan satu tangan digunakan untuk menulis, dan yang lainnya digunakan untuk menggenggam. Tapi nona resepsionis berambut pirang itu menarik nafasnya dan mengumpulkan kekuatannya. Kitsune menyadari hal itu dan melepaskannya.

“Lalu… siapa nama anda?”

“Kitsune.”

“Kitsune-sama… Jenis kelamin—laki-laki, kan?”

“Mengapa kau menanyakan hal itu kepadaku? Apakah aku terlihat seperti seorang wanita?”

“Ada sedikit kemungkinan, jadi itu hanya untu jaga-jaga.”

“Aku laki-laki.”

Saat nona resepsionis itu menulis pada kolom kosong di formulir pendaftaran milik Kitsune. Dia merasa bahwa alasan mengapa mereka tidak perlu mengisi formulir itu sendiri adalah sesuatu yang tidak ingin dia ketahui.

Di tengah-tengah suasana itu, sambil melihat respsionis dan Kitsune yang saling berselisih, Finia tersenyum dan tertawa dengan senang.

Dan kemudian, nona resepsionis itu meletakkan penanya setelah semua formulir selesai diisi, dan menyerahkannya kepada Kitsune dengan sebuah seringai dan senyum bisnis yang menyakitkan.

“Baik, sekarang kami akan membuat Kartu Guild, sampai itu selesai saya akan menjelaskan tentang Guild ini.”

Mendengar perkataan nona resepsionis itu, Kitsune sedikit mengangguk.

“Silahkan, Oppai besar-san.”

“Bisakah anda berhati-hati dengan cara pemanggilan itu, hentai-sama.”

“Itu karena aku tidak tahu namamu.”

Nona resepsionis itu benar-benar terlihat kesal dengan Kitsune yang mengatakan oppai-oppai. Mungkin kesan Kitsune baginya adalah yang terburuk.

Tapi dia berpikir bahwa itu adalah pekerjaan, dan agar pekerjaannya berjalan lancar, nona resepsionis itu mendesah sambil mengatakan namanya.

“… Mia Tigris. Anda dapat memanggil saya Tigris.”

“Senang bertemu denganmu oppai besar-san.”

“Apakah anda ingin mendapatkan sebuah tamparan?”

“Aku minta maaf!!”

Mia, dengan ekspresi yang sangat marah menunjukan tangannya sambil tersenyum, membuat Kitsune menundukkan kepalanya dalam-dalam. Kitsune merasa jika ia menerima bahkan satu pukulan dari wanita itu, dia akan mati.

Mungkin karena permintaan maaf Kitsune, Mia merasa sedikit lebih baik dan mulai menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan guild. Dia mengambil beberapa dokumen, lalu dia mulai berbicara sambil membuka setiap lembar dokumen itu dengan cepat dan teratur.

“Pertama saya akan menjelaskan tentang Guild dan Petualang. Anda mungkin sudah tahu bahwa Guild menerima permintaan dari masyarakat umum, dan memberikan pekerjaan kepada para Petualang. Setelah itu, para petualang akan menerima perintah, menyelesaikannya, dan setelah itu akan diberikan bayaran.”

“Ya.”

“Singkatnya; Kami di sisi Guild akan memberi perintah kepada kalian, dan akan bertanggung jawab untuk hal itu, dan kalian di sisi para petualang akan menerima perintah tersebut, dan menyelesaikannya. Tapi tentu saja, ada beberapa perintah* yang berbahaya.”

*TN: Anggap saja perintah disini sebagai quest.

“Seperti penaklukan Hewan Magis atau sesuatu yang seperti itu, kan?”

“Tepat, untuk perintah penaklukan Hewan Magis, kami tidak bisa mengirimkan Petualang dengan kemampuan yang lemah, karena jika petualang gagal menjalankan quest, itu akan menjadi kesalahan Guild. Jadi, sebagai standar untuk perbedaan perintah di Guild, kami menggunakan sistem kelas bagi setiap petualang.”

Kitsune mengangguk mendengar penjelasan Mia, dan muncul kata-kata 【 Sistem Kelas 】 yang belum pernah dia dengar sebelumnya. Dengan ekspresi penuh pertanyaan yang dimiliki Kitsune, penjelasan itu berlanjut.

“Maksud dari sistem kelas pada dasarnya adalah standarisasi bagi setiap petualang. Apakah mereka memilki kemampuan yang cukup untuk mendapatkan sebuah perintah. Sistem kelas memiliki 9 tingkatan, A/B/C/D/E/F/G/H dan petualang dengan peringkat F kebawah yang diakui oleh Guild, mereka tidak dapat memperoleh perintah penaklukan, tidak peduli seberapa lemah Hewan Magis yang dilawan.”

“Aku mengerti… ngomong-ngomong, bagaimana denganku?”

“Bagi pendaftar baru, tidak peduli seberapa hebat kemampuannya, kalian akan memulai dari peringkat H.”

“Begitu.”

Kitsune merasa sedikit lega mendengar hal itu. Karena peringkat H, tidak masalah bagi mereka untuk tidak mendapatkan perintah penaklukan Hewan Magis. Hal ini hanya untuk mendapatkan uang agar dapat hidup sebagai petualang, sehingga, dia tidak perlu memikirkan tentang peringkat.

Mia bingung saat melihat tingkah laku Kitsune, dan dia melanjutkan penjelasannya.

“Ini hanya akan berlaku setelah anda berada pada peringkat F, tetspi hewan magis juga sama, mereka dipisahkan menjadi beberapa peringkat. Sebagai contoh, anda diberikan pekerjaan untuk mengalahkan Goblin. Goblin ditetapkan sebagai peringkat F. Itu berarti bahwa sekelompok petualang dengan peringkat F mampu mengalahkannya dengan mudah.”

“Dengan kata lain, jika itu peringkat E, maka para petualang dengan peringkat E dapat mengalahkannya?”

“Ya, seperti itu. Pada dasarnya, para petualang dapat mengalahkan Hewan Magis yang memiliki peringkat yang sama dengan mereka.”

“Begitu.”

“Tapi, penaklukan Hewan Magis hanya berlaku sampai peringkat D. Petualang dengan peringkat C keatas tidak hanya bekerja untuk penaklukan hewan magis tapi juga mazoku (ras iblis) yang memiliki 【 kecerdasan 】. Para kelompok mazoku itu adalah lawan bagi para petualang dengan level yang sama, kan?”

Mazoku, lagi-lagi muncul kata yang belum pernah kudengar… Kitsune yang mendengar bahwa ada makhluk lain yang lebih menakutkan dari pada Hewan Magis, hanya bisa menyembunyikan kekhawatirannya. Lebih kuat dari Hewan Magis, berarti lebih kuat dari laba-laba dan serigala besar yang menyerangnya.

Kemudian hanya ada satu hal dipikiran Kitsune. Monster Miasma itu, dia sengaja melepaskan mangsanya dan pergi meninggalkannya. Dia bersenang-senang. Tidak ada tanda-tanda dia ingin membunuh atau bahkan bertarung. Dia hanya ingin bersenang-senang. Dia kelihatannya tertarik kepadaku karena aku tidak menyerah. Aku berhasil menggoresnya dengan sebuah pisau rusak. Darahnya berwarna merah… apakah dia adalah sesuatu yang disebut Mazoku?

“…. Lalu bagaimana mereka menangani permintaan seperti itu?”

“Pada dasarnya, untuk quest penaklukan peringkat C, setidaknya akan ada satu petualang peringkat B atau diatasnya yang akan ditugaskan dan dibutuhkan untuk menangani hal itu. Dengan seorang petualang peringkat A, kita dapat menanganinya dengan mudah bahkan jika dia pergi sendirian, tapi jika seperti itu para petualang peringkat C tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk berkembang.”

“Masuk akal… Lalu bagaimana dengan mereka yang disebut Mazoku peringkat A? Tidak mungkin ada sekelompok petualang dengan peringkat S yang menanganinya, kan?”

“Tepat, Mazoku peringkat A memiliki ancaman yang sama dengan bencana alam. Mencoba untuk pergi melawannya adalah sebuah kesalahan.”

Kitsune mengangguk. Dan, dia memutuskan untuk bertanya tentang monster miasma yang dia pikirkan.

“Hei, Mia-san.”

“Tolong panggil saya Tigris.”

“Apakah kamu tahu tentang Mazoku yang diselimuti oleh miasma hitam?”

Sesaat setelah Kitsune bertanya, Guild itu menjadi sunyi. Kitsune menyadari hal itu dan mengamati suasana yang terjadi, semua orang melihat kearah Kitsune. Kembali kepada Mia yang juga menatap Kitsune dan dia menunjukan wajah terkejut.

“Apa yang terjadi?”

“Akai Yoru (Red Night)”

“Apa?”

“Mungkin yang anda maksud adalah…. ( Red Night )… seekor mazoku peringkat A… yang bersembunyi dibalik miasma, tidak pernah menunjukan tubuhnya yang sebenarnya kepada semua orang, tapi anda dapat melihat mata berwarna merah didalam miasma itu, jadi dia dijuluki sebagai Red Night.”

Kitsune bermaksud untuk menyembunyikan mata kirinya yang terluka parah saat mendengar hal itu.

“Apa yang anda ingin tahu tentang Red Night?”

“Bukan begitu, aku hanya ingin tahu karena aku telah mendengar tentang hal itu sebelumnya.”

Setelah Kitsune mengatakan hal itu, suasana didalam Guild kembali normal. Mungkin mereka berpikir bahwa hal itu bukan tentang kemunculan Red Night. Nyatanya, mereka merasa lega karena tidak melihatnya sendiri.

Tapi, manusia selalu merasa hidup ketika mereka merasa aman… itulah yang mereka pikirkan.

Dan juga, berkebalikan dengan apa yang dipikirkan orang-orang disekitar Kitsune, Sebenarnya dia baru saja mengalami hal itu, selain hutan, tidak ada seorangpun yang bisa membayangkan hal itu.

Setelah Kitsune mengatakan hal itu, hanya ada sedikit hal lagi yang perlu dijelaskan.

“Baiklah… bagaimanapun, pembagian peringkat dapat dikatakan seperti itu.”

“Ya, aku mengerti.”

“Dan selain itu, tentang penaklukan hewan magis dan bahan-bahan yang didapatkan, hal itu juga dapat dijual di Guild, silahkan menfaatkan hal itu.”

“Ok.”

“Bagus sekali, ini kartu guild milikmu, Kitsune-san.”

Waktu yang sangat tepat, karena kartu guild resmi telah selesai dibuat, benda itu diberikan kepada Kitsune. Disana tertulis nama dan peringkatnya.

“Dengan ini, biaya pendaftarannya adalah 1 koin silver.”

“Ah, Ok.”

“Saya sudah mengkonfirmasi penerimaan uangnya. Saya harap anda berhasil.”

Mia membungkukkan kepalanya dalam-dalam sebagai tanda percakapan telah berakhir. Sambil menyipitkan matanya Kitsune melihat bagian-bagian tertentu dari wanita itu.

“Itu benar-benar, dada yang besar ya….!”

Tepat, itu adalah Oppai besar yang ada diatas meja saat Mia membungkuk.

“Pintu keluarnya disebelah sana Hentai!”

Sambil menahan kemarahannya, Mia kembali menunjukan pintu keluar kepada Kitsune

Nama: Mia Tigris

Jenis Kelamin: Perempuan

Umur: 22 tahun

Catatan: rambut pirang yang cantik, dada besar, gadis resepsionis.

Julukan singkat dari Kitsune “Oppai besar”.

PREV | Table of Content | NEXT

4 Comments Add yours

  1. david says:

    Haha.. kitsune, dasar pengoda. Mencoba peruntungan.

    Like

  2. dickytomat says:

    Kenapa kitsune gak ngasih info kalo red night ada di deket negara itu.
    Yah aku penasaran. Semangat buat lanjutin ya

    Like

    1. david says:

      Ya kan, lvl A bencana alam, kalo di timbangan bicara jujur kalo kitsune udh mlht dn ktmu aplg brtarung gempar tuh negara.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s