Stranger’s Handbook Chapter 118

Chapter 118 – Epilog – Arc Kedua

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : Yuda Jarkasih
Sumber English : Oyasumi Reads

“Seperti yang saya katakan, ini adalah sebuah kesalahpahaman, ayah mertua.”

Pangeran Mars menjelaskan kepadaku dengan panik.
Bajunya penuh dengan darah.
…… Tentu saja, itu adalah darahnya.

“Kesalahpahaman atau tidak, kamu sudah mencoba merayu Bea. Sekarang sudah terlambat, bukan?”

Aku menyeringai kearahnya dan menyiapkan pedangku.
Bilah pedangku sudah agak tumpul tapi aku masih akan menggunakannya.
Aku masih dapat memotong satu atau kedua tungkainya jika aku menggunakan sihir penguatanku.

“Itu dia! Itu adalah sebuah kesalahpahaman!”

Dia menggelengkan kepalanya, setengah menangis.
Sekarang apa…..

“Saya tidak sedang mencoba merayunya. Itu adalah gaya sapaan milik ras elf.”

“Oooooh, sapaan, katamu?”

Aku melemparkan pedangku dan menatap pangeran itu.
Dengan ekspresi lega, dia kemudian kembali berbicara.

“Itu adalah sapaan biasa diantara para elf, ayah mertua… Seperti yang kuduga, anda tidak akan menolaknya, bukan?”

Pangeran bodoh itu menunjukkan wajah sombong saat ini.
Kelihatannya dia masih tidak memahaminya.

“Aku tidak terlalu tahu tentang kebiasaan para elf. Dan bahkan jika yang kamu katakan itu benar, aku tidak terlalu memperdulikannya. Tapi, jika saja, kamu berbohong kepadaku, kamu akan menerima hukuman. Singkatnya, bagaimanapun aku melihatnya, kamu masih membutuhkan pelatihan.”

Aku mengulurkan tangan kananku dan Bea memberikan senjata kesayangannya, bardiche, kepadaku.
Wajah sombong milik pangeran itu membeku dalam sekejap.

“Ayo, mari kita latih dirimu dengan benar. Mulai saat ini, kita akan melakukan gaya pertarungan sungguhan, ok?”

“Paduka akan bertarung?……… Para ksatria hitam, cepat lindungi madam!”

“Zest-sama, dengan senjata itu kamu dapat menjadi lebih serius dan benda itu tidak akan hancur.”

(Waaaa, aku dapat dengan jelas melihat kekuatan sihirnya. Papa tetap menakjubkan seperti biasa!)

Mendengar suara Albert, Bea, dan yang lain, aku kembali membuka sesi latihan sang Pangeran.

 

 

 

“Anda melakukannya dengan baik, tuan.”

Aku menyelesaikan pelatihan itu dan kembali keruanganku dimana Suu menyambutku.
Dia memakai seragam yang kupersiapkan untuknya kemarin.
Seperti yang biasa diduga, seorang steward yang mengenakan seragam maid akan terlalu merepotkan.
Aku mengganti pakaianku yang penuh dengan percikan darah, dan aku sedang menikmati waktu minum tehku.

“Suu, apakah hal yang biasa bagi para elf untuk berbicara manis kepada wanita sebagai bentuk sapaan?”

“Apa? Apakah itu benar?”

Dia menatapku dengan kosong sambil menyiapkan teh.
Itu benar, bukan? Ini juga pertama kalinya kamu mendengar sesuatu seperti itu, huh.
Namun, penampilannya saat ini terlihat seperti seorang wanita cantik yang menyamar sebagai seorang pria… itu terlihat cukup bagus.

“Untuk jaga-jaga, teliti lah hal itu.”

“Sesuai keinginan anda, jika dia mencoba merayu madam saat tuan tidak ada, itu akan terlalu merepotkan, bukan?”

Jangan katakan itu.
Pada saat seperti ini, kamu harus bisa menipuku dengan terampil.

Bea dan Toto sedang menikmati waktu mandi mereka bersama-sama.
Aku penasaran apakah Albert sebentar lagi akan datang sambil membawa sang pangeran di pundaknya?
Aku meminum sedikit teh saat aku memikirkan hal itu.
Hal ini mengingatkanku, rasa teh ini berbeda…. Meskipun ini hanyalah teh biasa.

Aku menghabiskan teh di cangkirku dan memakan beberapa kue panggang ketika mereka datang.

“Paduka, saya membawanya kembali.”

“Kerja bagus. Albert, keberatan untuk bergabung denganku sebentar?”

“Baiklah. Kalau begitu, saya juga akan ikut minum teh.”

“Air…. Tolong, air…….”

Pangeran itu terlihat seperti sedang terdampar di padang pasir atau sejenisnya, saat Albert memanggulnya di bahunya.
Albert duduk di sofa dan meminum teh yang disiapkan oleh adiknya.

Oi, Albert, jangan malu-malu.
Kenapa kamu terlihat begitu gugup, bukankah dia ada adikmu?

“Ini enak. Ini adalah pertama kalinya saya meminum teh seenak ini, Nona muda.”

“Onii-sama, apakah kepalamu terbentur atau sejenisnya? Apa yang kamu pikirkan, merayu adikmu sendiri?”

Suu menjadi marah dan Albert membeku ditempat.
Bahkan kamu…. Apa-apaan yang sedang kamu lakukan?

“Aku yakin dia hanya ingin memujimu, Suu, karena kamu berubah diluar perkiraannya, Benarkah, Albert?”

“Ya! Itu benar sekali!”

Aku benar-benar tidak ingin memulai pelatihan lagi saat ini.
Aku akan berpura-pura bahwa hal ini tidak pernah terjadi.

Aku berhasil menipu mereka dengan paksa, jadi sekarang aku dapat membicarakan topik utama.

“Jadi, bagaimana dengan kekuatan putra menantu-dono?”

“Ya. Sejujurnya, itu berada dibawah unit maid. Mungkin, melawan unit pengintai, dia juga akan kesulitan menang dalam pertarungan.”

Pangeran itu menundukkan kepalanya dengan malu.
Atau mungkin, dia hanya kelelahan dan tidak dapat bergerak lagi.

“Jika seperti itu, Albert, kamu akan melatih putra menantu-dono, jadi dia dapat bertarung sampai batas tertentu. Dan Jika dia di incar oleh pembunuh saat ini, semuanya akan berakhir. Dia hanya terlalu lemah.”

“Ma-maaf, ayah mertua. Saya lebih terampil dalam menggunakan kepala saya….”

Ya, dia memiliki bakat dalam membuat rencana.
Tapi itu hanya berada dalam standar dari negara tertutup seperti ras elf.

“Lalu, buktikan kepintaranmu kepadaku dan buat sebuah rencana saat ini. Bagaimana caramu untuk menjamin keselamatanmu?”

“Ya! Dengan kekuatan Ayah mertua dan keluarga anda…..”

“Ditolak. Apakah kamu mau aku membawa keluargaku dan seluruh pengikutku untuk menyerbu negara elf?”

Pangeran itu terdiam.

“Selain itu. Karena aku adalah pahlawan yang mencapai spiritification, aku mungkin akan aman. Tapi, kamu tidak, kamu tahu? Jika kamu terbunuh, semuanya akan berakhir. Jika begitu kami tidak akan bisa menolongmu.”

“Lalu, bagaimana dengan meminta bantuan ras Iblis?”

“Itu juga tidak bagus. Mereka tidak mempunyai alasan untuk menolongmu. Selain itu, jika keluarga yang melakukan kesalahan seperti ini masih merupakan keluarga kerajaan, mereka malah akan memiliki alasan yang bagus untuk tidak menolongmu.”

“Tapi, itu adalah ibuku…. Sang Ratu-lah yang bertanggung jawab atas…..”

Yah, aku juga memahami perasaannya.

“Sebagai keluarga kerajaan, agar kamu dapat mengambil alih negaramu….. kamu harus mendapatkan pengakuan dari ras Iblis. Apa yang benar-benar mereka inginkan adalah stabilitas. Apakah kamu pikir mereka akan membantu seseorang yang sepertinya bisa terbunuh kapan saja?”

“Itu…. sama seperti yang anda katakan.”

Pangeran itu menggigit bibirnya karena frustrasi.
Apakah akhirnya dia menyadari betapa berbahaya situasinya saat ini?

“Kamu harus setidaknya menjadi seorang Raja yang dapat melindungi tubuhmu sendiri. Dalam masa damai, tidak masalah untuk menjadi orang yang lemah, tapi ini adalah situasi tidak biasa. Jika kamu bukanlah seorang raja yang kuat, Maka kamu tidak akan dapat memerintah negaramu dengan benar. Tsubaki sudah dapat melindungi dirinya sendiri, dan dia juga dapat bertarung. Yang tersisa sekarang tinggal dirimu.”

“Baiklah, ayah mertua. Saya akan mengandalkan anda!”

Dia mengatakan hal itu dan membungkuk. Mata sang pangeran entah kenapa saat ini terlihat berbeda dengan sebelumnya.
Aku akan bertahan dari hal ini…. Matanya menunjukkan tekad seperti itu.
Fufu, apakah aku juga memiliki mata seperti itu saat guru melatihku?
Aku merasa nostalgia……

“Kamu dapat merasa tenang. Aku pasti akan membuatmu menjadi petarung yang cukup bagus. Itu karena aku tidak ingin putriku menjadi janda muda…. Pertama…”

Ketika aku hendak berbicara, pintu ruangan itu terbuka dengan keras tanpa satupun ketukan.

 

“Sebuah keadaan darurat! Sekelompok naga sedang mendekati ibukota kekaisaran! Atas perintah kekaisaran, Paduka, Duke Zest harus segera dipanggil!”

 

Prajurit itu masuk kedalam ruangan, Dia kehabisan nafas.
dan Wajahnya terlihat muram.

Didalam dongeng, naga adalah binatang yang akan menghancurkan seluruh negara sendirian.
Sekelompok naga seperti itu, yang hanya muncul didalam dongeng, sedang menuju ke ibukota.

Begitulah cara ‘Utusan Penghakiman’ yang telah diceritakan didalam buku sejarah kekaisaran sejak zaman yang tidak diketahui, datang kepada kami.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s