Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 3 Chapter 1 A

Arc 3
Chapter 01 – Project Lorelei A

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Beberapa hari setelah terjadinya serangkaian pertempuran. Didalam ruang urusan militer di Istana Van, peta daerah sekitar sedang dibentangkan di atas meja besar, sementara Liscia, Ludwin, Komandan Tertinggi Angkatan Darat sementara, Glaive, Hakuya—yang telah kembali setelah menyelesaikan urusan di Kota Benteng Naga Merah, dan Aku sedang melihat gambar peta itu. Berdasarkan peta, Kerajaan hanya menguasai ibukota musuh 【 Van 】 dan wilayah sekitarnya, jadi perbatasan Kerajaan di bagian barat laut hanya sedikit bergeser kebarat. Setiap tanah diluar wilayah ini saat ini masih menjadi milik Dukedom Amidonia. Aku kemudian bertanya kepada Ludwin.

“Apakah ada gerakan balasan dari sisi Dukedom Amidonia?” (Souma)

“…. Tidak ada Yang Mulia, tidak ada pergerakan yang mencurigakan.” (Ludwin)

Setelah menjawab, Ludwin meletakkan beberapa bidak kecil di kota-kota yang terletak disekitar 【 Van 】 yang masih berada ditangan Amidonia. Itu mungkin adalah posisi penyebaran pasukan Amidonia saat ini.

“Tolong lihat ini, mereka berhenti diposisi ini dan hanya menguatkan pertahanan kota yang mengelilingi Van. Mungkin kerusakan yang mereka derita setelah pertempuran terakhir terlalu parah, sehingga mereka menyerah untuk merebut kembali Ibukota ini dengan kekuatan mereka sendiri….” (Ludwin)

“Jadi mereka menunggu kedatangan Pasukan Kekaisaran, ya?” (Souma)

Selanjutnya, Aku mengalihkan tatapanku kearah Hakuya.

“Ngomong-ngomong, seberapa besar perbedaan kekuatan perang antara Kekaisaran dan Kerajaan?” (Souma)

“Mereka melampaui kekuatan nasional, populasi, jumlah prajurit, teknologi, dan kekayaan yang negara kita miliki. Jika kita hanya menghitung jumlah prajurit, pasukan mereka berjumlah lima kali lipat dari yang kita miliki. Jika jumlah perlengkapan dimasukkan dalam perhitungan, maka bam! Kekuatan mereka akan meningkat dua kali lipat.” (Hakuya)

“Meningkat Bam! Apalagi dua kali lipat! Bukankah itu Kuis Derby?*” (Souma)
*TN: Kuis derby adalah pertunjukan quiz yang dilakukan oleh selebritis versi Jepang. 倍率ドン、更に倍, adalah kalimat yang sering di ucapkan ketika kesulitan pertanyaan terakhir meningkat dua kali lipat.

“? Apa yang Anda maksud?” (Hakuya)

“…… Tidak, bukan apa-apa. Aku paham bahwa mereka adalah negara yang tidak boleh kita jadikan musuh. Kita entah bagaimana mampu melakukan sesuatu sampai sekarang, tapi kita perlu memikirkan tentang apa yang akan kita lakukan mulai daru sekarang.” (Souma)

Aku mengangkat bahu dan Glaive mendesah.

“Fuh, sungguh disesalkan. Meskipun saat ini kita bisa merebut seluruh wilayah Amidonia.” (Glaive)

“Begitukah? Meskipun aku tidak terlalu menginginkannya.” (Souma)

Aku duduk dikursiku dan mengistirahatkan dagu ditanganku.

“Meskipun negara ini memiliki sumber daya pertambangan yang melimpah, negara ini terlalu miskin. Negara kita juga baru saja selamat dari kekurangan pangan. Bagaimanapun, kita masih dapat mengurusnya jika hanya kota ini dan sekitarnya, tapi kita tidak punya sumber daya yang tersisa untuk mendukung seluruh Amidonia. Disisi lain, itu hanya akan menarik permusuhan yang tidak perlu jika kita hanya menyita tambang.” (Souma)

Yah, jika Kekaisaran datang, maka pilihan manapun akan sama saja. Tidak peduli seberapa banyak usaha yang kami lakukan atau wilayah yang kami ambil, saat Kekaisaran muncul, kami tidak punya pilihan lain selain mengembalikan rampasan kami. Itu juga akan sama dengan kota ini, Van.

“Selain itu, kebencian terhadap Elfrieden di Amidonia terlalu dalam. Kelihatannya ideologi ini telah diajarkan selama beberapa generasi. Bahkan dengan pendudukan militer, akan sulit untuk memerintah tanah ini dengan aman.” (Souma)

“Itu benar…. Kita dapat mengatasinya sampai sekarang karena ada sejumlah besar pasukan disini, tapi kalau di asumsikan bahwa kita akan menempatkan seorang gubernur di wilayah ini di kemudian hari, para warga mungkin tidak akan mematuhi peraturannya.” (Liscia)

Aku mengangguk mendengar apa yang Liscia katakan.

“Ya. Itulah kenapa aku pertama-tama berencana untuk ‘menjinakkan’ kebencian itu.” (Souma)

“Menjinakkan kebencian?” (Liscia)

“Ya. Aku telah memanggil orang-orang berbakat untuk tujuan itu.” (Souma)

Lalu, ada suara ketukan dari pintu ruang urusan militer. Aku berkata, “masuk” dan kemudian seorang wanita cantik berambut biru memasuki ruangan setelah mengatakan, “Permisi”. Hari ini, dia tidak memakai pakaian penyanyi yang biasa ia kenakan di Kafe Lorelei, tapi sebuah seragam Angkatan Laut berwarna putih yang membuatnya tampak seperti wanita militer. Wanita cantik berambut biru itu berdiri didepanku dan bukannya salam resmi dia membungkuk secara elegan.

“Bawahan Admiral Tertinggi Angkatan Laut, Juna Doma, telah datang untuk menjawab panggilan Yang Mulia.” (Juna)

“Baik-baik, Juna-san. Terimakasih telah datang. Penampilanmu dalam seragam terlihat menakjubkan.” (Souma)

“Menunjukan penampilan seperti ini kepada Yang Mulia, Saya merasa malu.” (Juna)

“Tidak-tidak, aku malah ingin kamu menunjukkan berbagai sisi lain yang kamu miliki.” (Souma)

“Ya ampun, Yang Mulia, itu adalah cara bicara yang cukup halus.” (Juna)

“Hahaha.” (Souma)

“Fufufu.” (Juna)

“……. Geez. Kalian berdua tidak pernah lelah melakukan hal ini….” (Liscia)

Kami melakukan percakapan biasa dan Liscia menatap kami dengan mata dingin. Yah, baik, itu adalah sebuah klise. Itu mungkin tidak disukai oleh Liscia, tapi aku merasa percakapan sopan dengan Juna cukup menyenangkan. Bagaimana aku harus mengatakannya, tapi ditegur dengan lembut oleh wanita dewasa itu agak menyenangkan. Meskipun umur kami bahkan tidak berbeda lebih dari satu tahun.

“Jika Juna-san tidak keberatan, maka aku akan terus melanjutkannya.” (Souma)

“Ya. Kapan saja.” (Juna)

“….. Aku bertanya-tanya mengapa? Tapi aku merasa sangat kesal setiap kali melihat kalian berdua seperti ini.” (Liscia)

En-entah bagaimana, untuk pertama kalinya aku melihat aura mengerikan dari Lisca, jadi mari teruskan pembicaraan seriusnya, karena aku tidak memanggil Juna dari wilayah selatan hanya untuk bercakap-cakap seperti ini. Juna-san menunjukkan sebuah senyuman saat dia melihat situasi-ku dan Liscia. Juna-san sangat dewasa…. Yah, tentu saja.

“*Uhuk* Apa yang ingin kukatakan adalah bahwa aku telah memanggil Juna-san. Lalu, un-“ (Souma)

“Untuk memuaskan mata Souma?” (Liscia)

“Berhenti menggodaku. Tentu saja bukan untuk alasan itu.” (Souma)

“Humph.” (Liscia)

Liscia memalingkan wajahnya dengan kasar. Ah…… aku benar-benar membuatnya marah. Semua orang selain Juna-san tersenyum kecut. Setelah ini, aku perlu meminta maaf dengan benar…. Yah, dibandingkan dengan sikapnya dulu, melihatnya berperilaku seperti seorang gadis berumur belasan tahun, membuatku sedikit merasa bahagia.

“Yah, bagaimanapun, alasan kenapa aku memanggil Juna-san adalah untuk melatih rancana yang kubuat.” (Souma)

“Rencana?” (Liscia)

Ketika Liscia bertanya kepadaku, aku menjawab dengan penuh keyakinan.

“Ya. Aku menyebutnya 【 Project Lorelei 】.” (Souma)

***

Kami berpindah dari ruang kantor ke ruang takhta, dimana sudah ada tiga wanita yang berlutut sambil menunggu. Ketiga wanita itu dari berbagai ras, penampilan, dan umur. Salah satunya adalah seorang elf dengan rambut coklat gelap. Satunya lagi seorang gadis dengan penampilan cantik dan imut. Satunya lagi gadis beastkin bertelinga kucing dan bertubuh langsing. Ketiganya memiliki penampilan yang hanya bisa di deskripsikan sebagai wanita cantik (bijo & bishoujo). Setelah melihatku duduk di singgasana, Juna-san mulai memperkenalkan mereka.

“Sesuai dengan keinginan Yang Mulia, Saya telah membawa orang-orang berbakat.”

Aku berkata, “Jangan bertingkah terlalu formal. Santailah.”, dan keempat wanita itu berdiri dan kemudian membungkuk sambil mengucapkan, “””Terima kasih banyak”””. Pada saat itu, Liscia yang berdiri disampingku menunjukan sebuah “senyum indah*” kearahku.
*TN: Senyum Yandere (Apakah saya perlu menunjukkan gambarnya :v )

“Nee-nee, Souma?” (Liscia)

“Ap-, Ada apa?” (Souma)

“Jangan bilang karena kamu sedang berada dalam suasana hati yang bagus setelah 【 Van 】 menyerah, Kamu berpikir untuk melakukan “kyakya-ufufu” dengan gadis-gadis yang ada didepanmu, kan?” (Liscia)

Sial. Wajahnya memang tersenyum, tapi hatinya sama sekali tidak tersenyum.

“Itu salah! Gadis-gadis ini dipanggil hanya karena mereka sangat penting untuk rencana kali ini!” (Souma)

“HU~MPH…..” (Liscia)

“Maksudku, kamu berkata bahwa kamu akan mengizinkan 8 orang sebelumnya, kan?” (Souma)

“Aku memang mengatakan itu, tapi kamu tahu…. Jika itu adalah Aisha dan lainnya, aku tidak keberatan, tapi tindakan mengumpulkan wanita cantik seperti ini menggunakan otoritasmu itu terlalu, kau lihat….” (Liscia)

“Itulah sebabnya aku mengatakan itu salah. Kau tau tentang Pencarian Bakat dimana aku mengatakan “Jika kamu memiliki bakat maka aku akan menggunakanmu” sebelumnya, kan?” (Souma)

Selama Pencarian Bakat, orang yang menerima posisi tinggi hanya lima orang, tapi dibelakang mereka, ada banyak orang yang menerima hadiah mereka dan negara membuat daftar orang-orang itu dan menerbitkannya. Sebagai contoh, orang dengan bakat aritmatika yang hebat akan dipekerjakan sebagai birokrat. Seseorang dari ras turtleman* (dengan umur rata-rata 800 tahun) yang berkata, 【 Aku telah membaca buku-buku selama ratusan tahun. Aku tidak akan kalah kepada siapapun dalam pengetahuan sastra 】 telah ditunjuk sebagai kepala perpustakaan di kota baru yang sedang dibangun.
*TN: Manusia Kura-kura.

Selain itu, bahkan jika mereka berpartisipasi dalam kompetisi dan kalah melawan orang dengan bakat yang sama ataupun berbeda, selama mereka benar-benar memiliki bakat, maka aku akan merekrut mereka. Sebagai contoh, pemenang dari kompetisi bertarung, 【 Turnamen Bela Diri Nomor Satu Kerajaan 】, adalah Aisha, tapi jika ada orang-orang berbakat diantara para peserta yang dia kalahkan, maka mereka akan diundang untuk masuk kedalam Penjaga Terhormat milik Royal Army langsung dibawah komandoku. Tapi, Penjaga Terhormat saat ini hanya terlihat sebagai unit hiasan, jadi jumlah orang yang benar-benar menerima undangan itu sangat kecil….

Kemudian, gadis-gadis yang dikumpulkan ditempat ini adalah mereka yang telah dikalahkan oleh Juna-san di kontes hiburan, 【 Kerajaan Bakat 】 dan kontes kecantikan 【 Kejuaraan Gadis Cantik Kerajaan 】 dan telah dikonfirmasi memiliki bakat menyanyi dan kecantikan.

“Setelah pengumpulan bakat itu, aku membina gadis-gadis ini melalui Juna-san. Sekarang, bukankah kamu ingat pembicaraan tentang bagaimana aku ingin membuat sebuah acara hiburan menggunakan Siaran Kerajaan?” (Souma)

“Ah…. Ya, kamu mengatakan sesuatu seperti itu.” (Liscia)

Liscia tampaknya ingat hal itu. Sekarang dia akhirnya menghilangkan sikapnya yang tajam, setidaknya aku dapat melanjutkan pembicaraan ini dengan damai.

“Untuk acara hiburan itu, aku ingin memulai dengan sebuah 【 Popular Music Show 】. Karena tidak akan ada orang yang akan berperasaan buruk setelah mendengar suara nyanyian yang indah. Gadis-gadis ini adalah kandidat penyanyi terpilih yang akan tampil pada acara itu. Dari saat mereka dibina sampai saat ini, mereka telah menerima pelajaran dalam hal menyanyi dan menari di 【 Kafe Lorelei 】 dimana Juna-san bekerja.” (Souma)

Yah, jadwal acara ini mungkin pada akhirnya akan bergeser. Awalnya aku ingin memulainya dengan sebuah 【 Kontes Bernyanyi 】 untuk membiasakan warga dengan hal yang disebut 【 Popular Music Show 】. Lalu, saat mereka mulai terbiasa dengan konsepnya, kemudian gadis-gadis ini akan memulai debut mereka sebagai “Idol”. Namun, jika aku menyiarkannya di bawah “situasi saat ini” maka aku harus melangkah ke tingkat selanjutnya dan mengincar dampak pertama. Itulah rencana yang kubuat.

Ngomong-ngomong, apa yang kumaksud dengan “Idol” adalah konsep 【 Wanita Cantik yang Pandai Bernyanyi 】 seperti di era Showa*. Karena saat ini mereka sama sekali tidak memiliki konsep tentang “Idol”, mereka tidak akan mengerti jika aku tiba-tiba membuat sebuah group idol yang melakukan banyak hal. Jika itu adalah penyanyi tunggal, maka warga akan mengenalinya karena disini telah ada konsep serupa seperti penyanyi jalanan, kafe musik atau bar penyanyi.
*TN: Periode Showa (1926-1989) masa pemerintahan Kaisar Hirohito

“Begitu, lalu itu adalah 【 Project Lorelei 】?…. Tapi, kenapa kamu melakukannya sekarang?” (Liscia)

Aku memahami keraguan Liscia. Dia mungkin tidak paham persis mengapa aku ingin memulai sebuah acara hiburan ketika kami baru saja merebut Ibukota Amidonia…. Namun,

“Itu karena sekarang adalah waktu yang tepat. Lalu, Juna-san, mulai perkenalannya.” (Souma)

“Seperti yang Anda inginkan, Yang Mulia.” (Juna)

Mengesampingkan Liscia yang sedang kebingungan untuk saat ini, Juna-san membungkuk dan mulai memperkenalkan gadis-gadis itu. Pertama di bagian paling kiri adalah wanita bertelinga elf dan berambut coklat gelap. Meskipun aku membayangkan elf memiliki rambut pirang, itu mengingatkanku, aku juga pernah melihat elf yang juga memiliki rambut berwarna coklat di sebuah film luar negeri. Dia berkulit putih dan memilki iris berwarna saffron*. Umurnya berdasarkan dengan penampilannya mungkin sekitar pertengahan dua puluhan. Sikapnya juga bermartabat dan memberikan kesan yang sama dengan wanita karier*.
*TN: Kuning Kejinggaan.
*TN: Kyaaa~~…. Elf-onesama… :3

“Dia adalah Chris Tachyon-san. Sama seperti penampilannya, dia adalah setengah elf.” (Juna)

“Salam, Yang Mulia. Saya Chris Tachyon.” (Chris)

Chris memberi salam sambil meletakkan tangan diperutnya dan membungkuk 45 derajat. Sikap seperti orang dewasa itu mengingatkanku pada seorang pramugari. Juna-sann kemudian mulai menjelaskan bakat milik Chris.

“Dia adalah mantan penyanyi dengan suara nyanyian yang indah, tapi dia juga hebat dalam membaca puisi. Suaranya nyaman ditelinga dan dia dapat membaca setiap baris dengan terampil. Puisi yang dibuat olehnya memiliki perasaan yang benar-benar hidup seolah-olah diambil langsung dari kejadian itu sendiri. Saya berpikir bahwa dari pada melakukan debut sebagai penyanyi, dia lebih cocok menjadi seorang pembaca di acara berita, tapi apakah itu di perbolehkan?” (Juna)

“Begitu. Jadi merekrutnya bukan sebagai seorang penyanyi, tapi sebagai penyiar berita.” (Souma)

Memang dia memiliki suara yang nyaman ditelinga dan dia juga mengucapkan perkataannya dengan baik. Karena seorang penyiar juga memiliki sisi yang mirip dengan “idol”, maka bukankah itu adalah sebuah ide menakjubkan yang tak terduga? Aku meminta kertas dan pena dari Hakuya dan menulis kalimat diatas kertas tersebut sebelum menyerahkannya kepada Chris-san.

“Bisakah kamu mencoba membaca kalimat yang tertulis disana sebentar?” (Souma)

“Ini? Umm…. 【 Program ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama orang, organisasi, tempat dan kejadian, sepenuhnya adalah kebetulan 】.” (Chris)

“Hm. Benar-benar suara yang indah. Dia kelihatannya juga dapat membaca naskah, sama seperti yang disarankan Juna-san. Kamu akan di pekerjakan di acara berita.” (Souma)

“Terimakasih banyak.” (Chris)

Chris-san membungkuk sambil tersenyum. Liscia, yang ada disampingku, bertanya dengan nada rendah, “Apa maksud dari kata yang baru saja dia baca?”, jadi aku menjawab, juga dengan nada rendah, “Itu adalah sesuatu yang diwariskan di duniaku. Kamu akan aman selama kamu mengatakan kata-kata ajaib itu”. Sementara kami membicarakan hal itu, Juna-san memperkenalkan orang selanjutnya. Kali ini, adalah gadis berpenampilan imut dan memiliki umur yang hampir sama dengan Tomoe-chan. Pakaian berenda gaya lolita itu sangat cocok dengannya.

“Namanya adalah Pamyu Carol-san dari Ras Youngling.” (Juna)

“Saya Pamyu Carol desu. Salam Kenal desu.” (Pamyu)

Pamyu sedikit membungkuk. Gerakan itu benar-benar imut, tapi….

“Ras Youngling? Seperti Dwarf?*” (Souma)
*TN: 子人族Kohitozoku permainan kata dari 小人族Kohitozoku untuk dwarf. Kesamaan ini tidak ada dalam terjemahan inggris. Karena keduanya terdengar sama, Souma menjadi bingung. Tapi saya tidak dapat menerjemahkannya dengan baik.

“Tidak, bukan “Dwarf” tapi “Youngling”. Sama seperti Elf, ada banyak ras yang berhenti menua secara fisik pada umur tertentu, tapi Ras Youngling sangat istimewa, karena saat mereka tumbuh dewasa, penampilan mereka tidak akan berbeda dengan anak berumur 12 tahun. Meskipun Pamyu-san memiliki penampilan seperti ini, dia jauh lebih tua dari pada Saya.” (Juna)

“Benarkah? Jadi dunia ini memiliki Ras seperti ini?” (Souma)

Bukankah itu ras super “shota” dan “lolita”? Bagaimana aku harus mengatakannya, tapi ras ini membuatku sangat khawatir. Mungkin aku harus membuat sanctuary di suatu tempat dan meletakkan sebuah papan peringatan yang berbunyi 【 Lolishota, Yes. Sentuh, No 】 dimana mereka akan dilindungi oleh banyak “gentlemen”. Juga, meskipun aku mengabaikannya sampai sekarang, tapi di dunia ini juga terdapat dwarf. Aku berharap mereka tidak memiliki satupun cincin aneh….*. Saat aku memikirkan hal itu, aku mengirimkan lirikan kepada Juna-san dan dia melanjutkan penjelasannya.
*TN: Dwarf berhubungan dengan banyak cincin di legenda Nordic.

“Dia adalah orang yang memiliki suara nyanyian indah yang mirip lonceng. Dia sangat ahli dalam menyanyikan lagu lucu dengan cara yang lucu…. Karena saya telah lama melewati umur seperti itu, Saya tidak lagi cocok menyanyikan lagu sejenis itu, jadi saya agak cemburu dengan bakatnya.” (Juna)

“Tidak, Saya jauh lebih iri dengan Juna-san desu. Hari ini, saya berencana mengenakan gaun strapless untuk bertemu dengan Yang Mulia, tapi karena aku tidak dapat menahannya pada tempat tertentu, itu sepertinya menjadi hal yang mustahil desu.*” (Pamyu)
*TN: Dengan kata lain…. Dia berdada rata (But Flat is Justice!!!)

Juna-san dan juga Pamyu-san memiliki tatapan jauh dimata mereka. Aku dapat memaklumi jika itu adalah Pamyu-san, tapi kelihatannya juga khawatir dengan penampilan dewasanya. Dari sudut pandang orang biasa, mereka harusnya puas jika mereka memiliki beberapa poin dimana mereka lebih unggul dari orang lain, tapi mungkin ini adalah apa yang mereka sebut “rumput tetangga selalu tampak lebih hijau”. Yang mengingatkanku, dalam film yang pernah ku tonton, ada perkataan seperti ini, “Wanita yang lebih dewasa ingin di perlakukan seperti wanita muda, sementara wanita muda ingin diperlakukan seperti wanita dewasa”. Karena Juna-san sedikit lebih tua dariku, Aku tidak hanya ingin dimanjakan seperti anak kecil oleh kelembutannya, tapi juga ingin sesekali mengandalkannya.

“Orang yang selanjutnya adalah Nanna Kamidzuki-san. Sama seperti penampilannya, dia berasal dari ras Beastkin.” (Juna)

“Ha~llo~ Ini Nanna daze~♪” (Nanna)

Gadis bertelinga kucing itu berkata sambil tersenyum lebar. Mungkinkah dia berusia 15-16 tahun? Dia tidak berpakaian seperti dua lainnya, dan mengenakan sebuah pakaian mirip lampu dan ada garis cat mirip suporter sepak bola di wajahnya. Penampilannya memberikan kesan yang dapat dikatakan sebagai gadis berlatar belakang nelayan. Glaive ingin menegur gadis itu karena sikap blak-blakan nya terhadap keluarga kerajaan, tapi aku mengangkat tanganku untuk menghentikannya. Aku merasakan aksen unik pada perkataannya (karena Kemampuan Pahlawan memberikan terjemahan otomatis di telingaku, aku tidak akan menyadarinya jika itu hanyalah perubahan intonasi).

“Mungkin, dia hanya belum terbiasa dengan Bahasa Elfrieden.” (Souma)

“Itu benar, Yang Mulia. Dia pindah dari Nine Headed Dragons Archipelago* lima tahun yang lalu dan hidup diantara nelayan kuat di desa tepi pantai. Jadi tolong, berikan keringanan pada perilakunya yang tidak sopan.” (Juna)
*TN: Kepulauan Naga Berkepala Sembilan.

Juna-san segera membelanya dengan sebuah argumen. Begitu, jadi dia adalah seorang imigran dari Nine Headed Dragons Archipelago. Termasuk Elfrieden, banyak negara dibenua ini menggunakan sesuatu yang dapat dianggap sebagai bahasa internasional selain bahasa lokal. Namun, ada banyak negara terisolasi seperti Nine Headed Dragons Archipelago yang hanya menggunakan bahasa asli mereka.

“Jadi, bisakah dia bernyanyi seperti itu?” (Souma)

“Tidak ada masalah dalam hal itu. Ketika dia menyanyikan lagu pelaut saar sedang memancing, suaranya kuat, menggabungkan suara anak perempuan dan laki-laki, dan itu lebih unggul dari pada saya saat menyanyikan lagu yang terdengar keren. Saya percaya dia memiliki afinitas yang bagus pada “Anisong” yang Yang Mulia ajarkan kepada Saya.” (Juna)

“Benarkah?! Bisakah dia menyanyikan sesuatu?” (Souma)

“Ya, Yang Mulia. Saya telah mengajarkan sebuah lagu kepadanya sebagai ujian. Nanna-san, bisakah aku memintamu untuk tampil?” (Juna)

“Ou♪! Serahkan pada Nanna.” (Nanna)

Ketika Juna-san meminta kepadanya, Nanna mulai bernyanyi dengan gembira. Apa yang dia nyanyikan adalah 【 Ah! Reversal King! 】 karya Yamamoto Masayuki. Umm. Juna-san, kenapa kamu memilij lagi ini? Memang ini adalah Anisong, terdengar keren dan benar-benar cocok dengan suara nyanyian Nanna. Tapi kamu tahu, ini…. Aku kemudian bertanya kepada Liscia dengan berbisik.

“Ngomong-ngomong, apakah kamu dan yang lainnya memahami arti lirik itu?” (Souma)

“Aku tidak memahaminya. Ini seperti mendengar lagu dari bahasa asing. Tapi aku paham bahwa ini adalah lagu yang keren.” (Liscia)

“Yah, jika kamu bisa memahami itu, maka itu akan baik-baik saja… mungkin.” (Souma)

Setelah ini, mungkin aku harus meminta seseorang untuk menulis lirik dalam Bahasa Elfrieden. Saat dia selesai bernyanyi, Nanna berbalik kearahku dengan senyum lebar.

“Raja♪! Bagaimana~?” (Nanna)

“…..Ah, itu menakjubkan.” (Souma)

“Maka, itu bagus ze~♪” (Nanna)

Setelah mengatakan hal itu, Nanna berkata “Giliranku berakhir, kan?” dan kembali ke tempatnya dengan langkah cepat…. Benar-benar gadis yang unik. Sikap malu-malunya, sikap cerianya, dan pergerakannya, akan bersinar di layar lebar. Mungkin, dia akan menjadi Idol nomor satu diantara gadis-gadis ini. Lalu, karena setiap orang telah selesai memperkenalkan diri, Aku berdiri dan mulai berbicara kepada Juna-san.

“Kamu telah mengumpulkan orang-orang berbakat bagus seperti ini. Aku berterimakasih kepadamu.” (Souma)

“Perkataan seperti itu tidak layak bagi saya.” (Juna)

Juna-san membungkuk dengan elegan. Baiklah, dengan ini, seluruh bagian telah hadir. Dengan ketiga gadis ini selain Juna-san, yang cocok menyanyikan lagu sedih, kami akan membuat Popular Song Show pertama milik Kerajaan Elfrieden.

Lalu, itu tidak hanya akan di siarkan ke Kerajaan Elfrieden, tapi juga ke “Dukedom Amidonia”.

← PREV | Table of ContentsNEXT →

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Konakona says:

    whatz!!! souma pengen bikin rakyat amidonia jdi ngidol!!!! sungguh jenius

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s