Stranger’s Handbook Chapter 146

Chapter 146 – Jebakan yang Disebut Adat

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Sumber English :
Oyasumi Reads

“Katalina, pergilah bersamaku. Meril, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan pulang sekarang?”

“Tidak. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda… Bolehkah saya menunggu disini?”

“Baiklah. Aku akan segera kembali setelah pertemuan dengan suster selesai, jadi kau bisa menghabiskan waktumu dan bersantai sampai saat itu.”

Dia duduk disebelah Albert yang masih pingsan; Aku membawa Katalina bersamaku dan pergi ke ruang tamu.
Sendirian bersama suster itu di ruang yang tertutup akan sungguh menakutkan.
Belum lagi fakta bahwa dia adalah paus-sama selanjutnya… Aku senang karena Katalina ada disini.

 

“Maaf kami telah membuatmu menunggu lama. Suster… kau benar-benar menolong kami saat persalinan Bea.”

“Terima kasih atas kebaikanmu-nya.”

Aku berbicara dengan nada sombong tapi mau bagaimana lagi karena aku adalah seorang archduke.
Sebagai gantinya, Katalina lah yang mengucapkan terima kasih.
Jika aku yang mengatakannya, maka hal itu akan menimbulkan masalah.

“Tidak, itu sudah wajar karena itulah yang diinginkan tuhan. Pohon dimana burung-burung kecil berlindung dari hujan tidak mengatakan apapun. Hal itu juga sama dengan pohon besar yang menatap langit cerah. Begitu juga awan hitam yang menurunkan hujan ke daratan… Paduka, Archduke Zest, bagaimana pendapat anda tentang hujan ini?”

Aku bingung dengan apa yang dikatakan oleh si kampret ini.
Selain itu, aku ditanyai sebuah pertanyaan… Aku tidak tau bagaimana harus menjawabnya.
Disampingku, Mata Katalina terbuka lebar. Kelihatannya dia juga tidak memahaminya.

“Benar. Hujan?… Itu membawa berkah, tapi, disaat bersamaan, itu juga membawa bencana. Singkatnya, itu memiliki makna ganda, kan? Suster, apakah kau memiliki nasehat untukku?”

Katalina menatapku dengan terkejut.
Kau terlalu mudah terkejut, kau tau? Aku hanya mengatakannya dengan santai. Aku tidak memahami apa yang dikatakan suster ini, jadi jangan berharap terlalu tinggi.

“Anda sama seperti yang Paus-sama katakan dalam surat… Itu adalah jawaban yang menakjubkan. Sebuah keajaiban lahir dari kuasa tuhan.”

Dia mengatakan hal itu dan melakukan pose berdoa.
Kelihatannya jawabanku benar… Oi, memahami perkataanmu dan memberikan sebuah jawaban kepadamu mengubah hal ini menjadi sebuah keajaiban?
Selain itu, apakah dia menerima surat dari kulkas itu?

“Di sebuah rumah dimana makhluk darat dan makhluk laut hidup berdampingan, perselisihan akan sering terjadi. Penduduk laut tidak bisa selalu memberikan air. Juga, tidak bisa dikatakan bahwa penduduk laut tidak membutuhkan air!”

Ini… aku tidak bisa memahami perkataannya…
Tapi, dia agak kelihatan berbeda hari ini, bukan? Dia terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadaku, tapi aku tidak memahami maksudnya.

“Cobaan, huh?… Katalina, bagaimana menurutmu?”

“Nya!?”

Mungkin karena Suster menatapnya, sambil menunjukkan tatapan serius yang jarang dia tunjukkan. Atau mungkin karena aku tiba-tiba menyeretnya kedalam diskusi ini, bahu Katalina sedikit bergetar.

“Be-Benar-nya. Kita harus segera menangani mereka, paduka.”

“Seperti yang diharapkan dari Katalina. Suster, tolong jangan khawatir.”

“Ahh! Saya merasa sama seperti saat pertama kali memasuki gereja. Angin yang berhembus di atas permukaan air yang tenang dan menggoyangkan dedaunan pasti merasakan hal yang sama. Dengan gembira, pohon-pohon yang ada di hutan menumbuhkan tunas baru. Meskipun itu tidak diperlukan.”

Mendengar jawaban Katalina, suster mengatakan hal itu sambil tersenyum dan mengangguk… Dia mungkin sangat puas… Mungkin.
Apakah ini adalah sesuatu yang harus segera kami tangani? Aku memahaminya dengan jelas.
Karena akhir-akhir ini, aku cukup akrab dengan suster, apakah dia datang untuk memperingatkanku?

“Jadi, apa yang dia katakan? Aku sama sekali tidak memahaminya!”

“… Saya juga… Saya tidak memahami apa yang dia katakan-nya?”

“……”

“……”

Setelah suster itu pulang, aku dan Katalina saling menatap satu sama lain tanpa mengatakan satu katapun.

 

“Aku tidak bisa mengkritikmu karena aku juga tidak memahaminya, tapi… pasti ada cara lain untuk menjawab pertanyaan itu. Cara yang kau lakukan, itu tampak seperti kita benar-benar memahami situasinya, kau tau?”

“Maafkan saya-nya. Dia tampak berbeda dari biasanya jadi saya merasa gelisah…”

Kami kembali ke kantorku, tapi masalahnya belum terselesaikan.
Dan aku tidak bisa datang kepada suster itu dan kembali menanyakan tentang hal ini… Ini merepotkan.

“Paduka. Anda kelihatannya sedang sibuk jadi jika anda mau kita bisa bicara di lain hari.”

Meril mengatakan hal itu dengan suara rendah.
Tidak, tidak. Karena aku akan kembali ke negara elf, kita harus membicarakannya sekarang, jika tidak aku tidak tau kapan kita bisa melakukannya lagi.

“Itu tidak masalah. Kita akan melakukannya sekarang. Masalah ini tidak akan terselesaikan tidak peduli seberapa banyak aku mengkhawatirkannya, jadi jangan pikirkan itu.”

“Saya paham. Saya mengatakan bahwa saya ingin berkonsultasi dengan anda, tapi sebenarnya ini tentang urusan suami-istri antara saya dan Albert.”

Tanpa pikir panjang, aku menyemburkan teh yang ada dimulutku.
Katalina juga terbatuk.
Urusan suami-istri… Apa yang ingin dia katakan…

“Paduka, apakah anda baik-baik saja?”

“Dengar, Meril. Apakah tidak masalah? Membicarakan tentang urusan suami-istri, kau tau.”

“Jadi ini yang mereka katakan sebagai kegoblokan yang hakiki! Itu menakutkan-nya!”

Dia melongo mendengar perkataanku dan Katalina, tapi kelihatannya dia memahami maksudnya, karena wajahnya langsung memerah.
Dengan bingung, dia terus melambaikan tangannya dan berkata.

“I-Ini berbeda! Saya ingin membicarakan tentang hubungan pernikahan.”

“Hm? Apa bedanya? Kalian berdua menikah karena saling mencintai, kan?”

“Ya, Karena saya adalah seorang manusia, saya sedikit mempelajari tentang adat suku kemonobito, semi dirinya. Namun, saya tidak bisa melakukannya lagi.”

“Ya. Banyak pasangan manusia dan kemonobito di wilayah kita yang juga terlihat tidak terlalu akur-nya.”

Begitukah? Yah, ada banyak pasangan campuran di wilayahku.
Juga, akhir-akhir ini aku mendapat laporan bahwa hal ini mulai melahirkan banyak masalah.
Aku tidak pernah membayangkan bahwa seorang bangsawan seperti Meril akan membicarakan hal ini.

“Yah, untuk sekarang tenanglah. Kenapa kau merasa seperti itu? Apakah Albert selingkuh? Apakah aku harus memotong satu tangannya?”

“Tidak, ini adalah salah saya! Dia tidak melakukan satupun kesalahan!”

Dia berteriak sambil mengeluarkan cambuk dari daerah dadanya.
Seperti yang kukatakan sebelumnya, tempat itu bukan sebuah bagasi.

“Inilah penyebabnya. Saya tidak tahan jika harus mencambuknya lagi. Saya membencinya.”

“… Yah, mereka memiliki adat yang menakutkan.”

“Sebelumnya kau juga tidak terlihat senang, wajahmu terlihat agak murung-nya.”

“Katalina, apa yang akan terjadi jika kalian berhenti menggunakan cambuk? Dari sudut pandang suku kemonobito?”

“Itu… Tetap tidak apa-apa meskipun sedang dicambuk juga merupakan sebuah kebanggaan-nya. Mustahil untuk tidak melakukannya-nya. Tapi, jika bukan cambuk, maka sesuatu yang menyakitkan juga tidak masalah-nya.”

“Begitu… Jadi kau harus memukulnya dengan kuat? Kau tidak bisa melakukannya dengan pelan?”

“Di antara kemonobito, sudah menjadi kesepakatan umum bahwa mereka tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh. Namun, karena manusia biasanya memukul mereka dengan kuat, hal seperti ini sering terjadi-nya.”

“Eeh!? Kau juga bisa memukul mereka dengan pelan!?”

Meril berdiri dan berteriak karena terkejut.

“Itu benar-nya. Meskipun kelihatannya pasangan mereka memukulnya dengan keras, kesepakatannya adalah mereka tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh-nya. Tapi, seorang kemonobito tidak akan pernah mengatakan hal ini-nya… karena kebanggaan ras kami-nya.”

“Aku tidak mempercayainya… Aku berpikir bahwa rasa sayangku kepada Albert akan dinilai berdasarkan seberapa kuat aku memukulnya…”

“Yah, pria ingin menghormati hal seperti itu-nya. Itu adalah adat yang benar-benar merepotkan-nya.”

“Lalu, mungkin jika kau mengatakan lebih banyak tentang hal itu kepadaku…”

“Orang lain dilarang untuk membicarakan hal itu-nya. Itu adalah pembicaraan pasangan suami-istri, jadi, jika aku mengatakan lebih dari sebuah nasehat, aku akan dianggap seperti ikut campur pada sesuatu yang bukan urusanku.”

Sungguh adat yang merepotkan… itu penuh dengan jebakan…
Kami harus melakukan sesuatu, jika tidak, ini mungkin akan menjadi buruk.

“Kebanggaan, huh?…… Misalnya, jika kita membuat sesuatu seperti ini…”

Aku menjelaskan rencanaku kepada mereka berdua.
Aku melipat selembar kertas dan menjelaskannya, dan kedua wanita itu duduk sambil mendengarkanku.
Setelah aku membuat dan mempraktekkan cara penggunaannya, kegembiraan mereka memuncak sampai max.

“Ini menakjubkan-nya! Kita harus segera memproduksinya secara massal-nya!”

“Dengan ini saya juga akan baik-baik saja! Terima kasih banyak, paduka!”

“Aku tau bahwa aku sendiri yang memikirkan hal ini, tapi apakah ini benar-benar cukup untuk menyelesaikan masalah ini?”

Karena mereka terlihat terlalu senang, aku sedikit mundur kebelakang. Ketegangan para gadis ini sedang berada pada level max.

“Ini adalah penemuan yang membelah lautan-nya. Paduka, ini bisa menjadi harapan bagi semua pasangan campuran-nya!”

“Jika sejak awal saya memiliki hal ini, kami tidak akan menjadi seperti ini… Paduka, tolong berikan izin anda bagi semua pasangan di wilayah anda untuk menggunakan benda ini!”

“Ah, ya. Aku tidak keberatan. Semua orang dapat menggunakannya sesuka mereka. Apakah hanya itu saja? Kalau begitu, aku akan pergi ke tempat Bea dan Wis jika kalian tidak keberatan…”

“Silahkan, silahkan-nya.”

“Kami tidak akan membiarkan satu orangpun mengganggu. Silahkan nikmati waktu anda.”

Dan dengan begitu, aku bisa menghabiskan sisa waktuku disini bersama dengan keluargaku. Ini menyegarkan jiwaku.
Waktu yang kuhabiskan bersama istriku dan menggendong bayi-ku di tanganku… Untuk melindungi kebahagiaan ini, aku harus segera menangani negara elf!
Aku kembali memikirkan hal itu.

Beberapa hari kemudian, saat aku berangkat ke negara elf, barang baru sedang diumumkan dengan megah di seluruh wilayahku.
Pada saat itu. pengumuman selanjutnya disebarkan dan ditujukan kepada semua orang atas namaku, hal itu menyebabkan keributan besar.
Dan… hal ini juga berhubungan dengan kejadian yang akan terjadi nanti…

 

‘Ini adalah pemberitahuan bagi seluruh pasangan campuran

Aku tau tentang adat suku kemonobito untuk menggunakan cambuk kepada pasangan mereka untuk menunjukkan ketulusan dan keberanian.
Kita harus menghargai adat ini dan kita harus menurunkannya kepada generasi selanjutnya.
Namun, memukul pasangan menggunakan cambuk itu masih kurang.
Karena aku telah mempersiapkan senjata dari dunia lain untuk kalian, kalian akan menggunakan benda itu untuk lebih menunjukkan kasih sayang kalian.
Ini bukan berarti kalian harus membuang tradisi kalian. Ini akan menjadi tradisi baru dan adat di seluruh wilayahku. Oleh karena itu, jangan mengkhawatirkan hal itu.
Ambil inisiatif dan gunakanlah semau kalian, sebagai adat di wilayah Tarminal.
Namun, perlu di ingat bahwa saat menggunakannya, akan terdengar suara keras.

Kekaisaran Grun, Archduke, Imperial Mage Peringkat Pertama, Zest-Gaiyus-Tarminal’

 

“Oi, ini berarti akhir bagi kita semua!”

“Ya, sebuah senjata dari dunia lain… aku pasti akan mati…”

“Sampai saat ini kita juga sudah dekat dengan hal itu… Apa yang akan terjadi mulai saat ini…”

Dalam rangka untuk memastikan kegunaan dan kekuatan senjata baru ini, beberapa orang telah dipanggil ke depan mansionku.
Semua orang yang dipilih adalah para kemonobito yang sudah menikah.
Mereka semua memiliki istri dan suami manusia.
Mereka semua berdiri berjajar dengan wajah pucat.
Di depan mereka, ksatria hitam berarmor penuh dan para maid petarung sedang mempersiapkan senjata mereka.

“Apakah kalian sudah siap-nya? Kalau begitu, mulai!”

Mendengar perintah Katalina, mereka semua mengayunkan senjata mereka secara bersamaan.
Mereka semua adalah prajurit elite yang sudah terlatih… Mereka tidak bisa dibandingkan dengan para istri dan suami dari orang-orang yang dikumpulkan disini.
Namun, ini adalah perintah paduka jadi tidak ada seorangpun yang bisa menentangnya… Para partisipan segera menggertakkan gigi mereka.

 

Zbaaan!!

 

Sebuah suara menakjubkan bergema di alun-alun.
Para penonton dan pasangan para partisipan menutupi wajah mereka.
Suara ini… tidak seperti yang pernah mereka dengar sebelumnya.
Para partisipan tidak mungkin baik-baik saja setelah ini…

“…… Hmm?”

“A-aku masih hidup?”

“Eh? Apakah barusan terjadi sesuatu?”

Para ksatria hitam yang memegang senjata itu bergumam kepada para partisipan yang kebingungan.

“Ini adalah senjata asing yang diciptakan oleh paduka. Tidak ada hal yang lebih baik untuk menunjukkan semangat seseorang selain hal ini. Kekuatannya sama seperti yang kalian rasakan. Ini adalah perhatian yang diberikan paduka kepada kalian… Mulai saat ini, inilah yang akan digunakan oleh pasangan kalian.”

Sambil kebingungan, para partisipan menerima senjata baru itu dan mereka secara perlahan mulai memahami situasi yang tak terpikirkan ini.

“Ini tidak sesakit cambuk!”

“Aah, kita bahkan tidak memerlukan belas kasihan dengan ini!”

“Dengan ini kita dapat melindungi kebanggaan kemonobito kita!!”

“Mulai saat ini cambuk dilarang-nya! Senjata baru ini, harizen, akan digunakan untuk adat suku kemonobito-nya!”

 

“”””Paduka Archduke Zest, banzai!!!!!!””””

 

Penyelamat para pasangan campuran… Jika kita menikah, lebih baik kita hidup di wilayah archduke!
Rumor seperti itu tersebar, yang kemudian menjadi pemicu meledaknya pertumbuhan populasi di wilayahku, orang-orang mulai berpindah kemari dari banyak negara.

← PREV | Table of Contents | NEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

14 Comments

  1. Anonymous says:

    Lanjut lagi dong min!!

    Like

  2. Jade says:

    Zen-san kapan update lgi nih

    Like

  3. Zein says:

    Next update kapan min?

    Like

  4. Rustandi says:

    Sebelumnya Inggris juga lama update
    Dan skrng Inggrisnya sudah update kembaki,skrng sudah ch 153

    Like

    1. Anonymous says:

      itu hasil machine translation -_-

      Like

  5. Ly says:

    Bang zennn
    Novel nya lanjutin donkkk 😦
    Cerita nya bagus terjemahannya apalagi
    Sayang kalo berhenti

    Like

  6. Anonymous says:

    Harizen???
    Thanks for chapter zen-san… btw ini masih alive apa ga ya projectnya? Tolong Zen lanjutin 🙂

    Like

  7. Seika Ushizu says:

    Bang Zen kapan update ni LN lagi? dah lama nih gak baca lanjutannya

    Like

  8. Anastasya says:

    Update Chapter Lanjut Kapan??

    Like

  9. kakiindah says:

    dsar kumpulan anjing maso 😂

    Like

  10. BlueSky says:

    Paduka Archduke Zest, banzai!!!!!!

    Like

  11. tre says:

    Harizen kah… Yg kipas itu kan ya??
    Zen-san… Saya mau nagih nih!!!!
    Game… Game… Game…

    Selesai kah? Belum kah?

    Mohon balasannya zen-san!!!

    Like

    1. Zen Quarta says:

      terlalu banyak bug, jadi ngk di rilis..
      ngk ada waktu buat nge-fix bug nya karena lagi skripsi :v :v

      Like

  12. aww cambuk cemeti penuh cinta ceter banyak anak lol

    Like

Comments are closed.