Stranger’s Handbook Chapter 143

Chapter 143 – Keanehan Bea

Penerjemah : Zen Quarta
Editor: –

Sumber English :
Oyasumi Reads

“Ada apa? Berhenti menunjukkan wajah seperti itu. Meskipun aku sedang sibuk, aku berkata bahwa kita harus berbicara, bukan?”

Dengan menggunakan kipas besi yang ada di tangannya, dia mengangkat daguku.
Ahh, ini adalah teknik favorit milik Mama Lamia… Tapi bukan itu masalahnya.
Ada sesuatu yang aneh, bukan? Tidak ada gunanya dia menekan semua orang yang ada di sekitarnya dengan sikap itu.
Tapi, Bea sedang menyebarkan kekuatan sihir kegelapan ke segala arah… Hmm? Apakah mungkin ini akan berhasil lagi?

“Bea, terima kasih sudah mengurus rumah selama aku pergi. Itu pasti sulit bagimu… Bagaimana kondisi fisikmu?”

Aku bertanya kepadanya, sambil mengaktifkan sihir tertentu.
Itu adalah pertanyaan yang aman bahkan jika dia sedang marah, dan jika semuanya berjalan seperti yang kuduga, maka!

“Perkataan terima kasih tidak diperlukan. Selain itu, aku tidak dapat dipanggil bangsawan jika kondisiku memburuk hanya karena hal seperti ini. Ya ampun, kau hanya mengatakan hal yang sudah jelas… Mungkin kau kurang memiliki kesadaran sebagai seorang bangsawan?”
‘Aww! Karena Zest-sama begitu baik. Aku baik-baik saja, aku sedang penuh dengan energi, kau tau? Selain itu, karena aku adalah istri Zest-sama, menangani hal ini seperti ini adalah sesuatu yang biasa!’

Dia menatapku seolah-olah aku adalah kecoa, saat dia mengatakan hal itu…
Aah, tidak diragukan lagi… dia kembali ke dirinya yang sebelumnya…
Tapi apa yang memicunya? Tidak, pertama kami harus mengungsi ke ruangan pribadi kami, jika tidak. Katalina dan yang lain bisa mati karena tekanan ini.

“Hahaha, kau benar. Kalau begitu, haruskah kita berpindah ke ruangan dimana hanya ada kita berdua disana?”

“Apa yang kau lakukan? Aku bisa berjalan sendiri.”
‘Eh, gen-gendongan tuan putri?… Semua orang sedang melihatnya…’

“Aku ingin melakukan hal ini. Aku sangat kesepian karena aku tidak melihatmu, Bea. Maafkan keegoisanku.”

“… Kalau begitu, mau bagaimana lagi.”
‘Apakah Zest-sama juga merasa kesepian? Ufufu, jika seperti itu, aku akan memaafkanmu.’

Dengan rasa permusuhan di matanya, Bea menutupi separuh wajahnya menggunakan kipasnya, saat aku menggendongnya di lenganku.
Jika orang asing melihatnya, mereka akan menganggap bahwa dia sedang marah… Tapi aku sudah tau.
Dia hanya menyembunyikan rasa malunya.

“Katalina, biarkan aku dan Bea berduaan untuk sementara waktu. Jika ada orang yang mengganggu, aku akan menjadikan mereka makanan para naga.”

“Karena para naga itu mungkin akan mengalami sakit perut, akan lebih baik jika para pengganggu itu dijadikan sebagai mainan mereka saja.”
‘Kau tidak boleh menjadikan para bawahanmu sebagai makanan para naga! Aku akan memperingatkan para naga, jadi maafkanlah mereka hanya dengan sebuah latih tanding, ok?’

Ya, ya. Penerjemahan itu berjalan lancar seperti sebelumnya.
Seperti yang kupikirkan, Bea benar-benar orang yang baik.

“Begitu, kalau begitu kita akan melakukannya. Bagaimanapun Bea adalah orang yang sangat baik.”

Bea berubah menjadi benar-benar merah, saat aku mencium dahinya, dan kemudian kami meninggalkan kantor itu.

“….. Paduka benar-benar menakjubkan-nya. Dia menyebut madam yang saat ini sebagai orang yang baik, dia pasti memiliki tingkat toleransi yang tinggi-nya.”

“Aku bahkan terlalu takut untuk bergerak.”

“Bahkan jika dia tidak memberitahu kita untuk tidak mengganggu, kita juga tidak akan berani mendekatinya…”

Aku mendengar perkataan Katalina dan yang lain dari belakang, saat aku segera menuju ke ruangan pribadiku.

 

“Baiklah, Bea. Bagaimana? Apakah kau memiliki kesadaran diri?”

“Aku memilikinya… bagaimanapun aku bukanlah seorang anak kecil. Aku bisa duduk sendiri.”
‘Aku mengetahuinya dari reaksi semua orang. Tapi kesampingkan hal itu… aku penasaran apakah dia akan mengizinkanku duduk di p-pangkuannya?’

Dengan wajah seperti domino yang berantakan, Bea duduk di pangkuanku dengan ragu.
Karena Bea tsundere, yang hanya kuketahui, telah kembali hidup, ketegangan disini benar-benar tinggi.;
Saat aku mengusap rambutnya yang lembut, aku bertanya dengan selembut mungkin.

“Dengan posisi seperti ini, aku dapat merasakan kehangatanmu, Bea, jadi aku cukup menyukainya. Dan juga, sejak kapan hal ini terjadi?”

“Kalau begitu, mau bagaimana lagi. Biar ku ingat-ingat… Sekitar dua atau tiga hari yang lalu.”
‘Aku merasa malu tapi aku akan menahannya! Zest-sama sungguh anak yang manja!’

“Dua hari yang lalu?… Kau tidak merasa sakit atau sejenisnya, kan?”

“Ya, aku merasa sehat.”
‘Fufu, kau terlalu mengkhawatirkanku.’

Bea tertawa dan wajahnya terlihat seperti dia sedang merencanakan pembunuhanku atau sejenisnya.
Jika orang lain yang tidak mengetahui apa yang kuketahui melihatnya, senyumnya pasti akan terlihat begitu gelap sampai-sampai mereka akan mulai menangis.

Namun, penyebabnya tidak diketahui, huh?… baguslah karena tidak ada masalah dengan kondisi fisiknya… kecuali ini tidak bagus!!
Haruskah aku menanyakan hal ini kepada Toto? Kalau dipikir-pikir, Bea berubah tepat setelah Toto muncul.
Aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir karena bajuku tiba-tiba dibuka.

“Zest-sama? Siapa yang sedang kau pikirkan di depan istrimu?”
‘Aku paham bahwa kau khawatir dengan kondisiku saat ini, tapi kau mengatakannya di depan semua orang, bahwa mereka tidak diizinkan untuk mengganggu kita… aku benar-benar malu setengah mati!’

Kenapa dia merasa malu?
… Ah!! Begitu, kami berdua sedang berada di dalam ruangan yang tidak dapat dimasuki! Perkataanku memiliki arti seperti jangan mengganggu urusan sebuah pasangan… Aku melakukannya kali ini.

“Ma-maaf. Aku tidak melakukannya dengan sengaja, tapi aku membuat mereka salah paham dengan perkataanku.”

“Apakah ini cuma salah paham?”
‘Apa ini cuma salah paham?’

Suara luar dan dalam milik Bea bertanya kepadaku dengan sinkron, dan aku tidak bisa menolaknya.
Saat aku merasakan kehangatan lengannya di sekeliling leherku, Aku dan Bea menjadi satu…

 

 

 

‘Paduka, saya minta maaf karena mengganggu anda saat anda sedang lelah… Toto-sama ingin berbicara dengan anda.”

“Berhenti mengatakan hal itu. Jika Bea mendengarmu, kau akan menjadi karat di bardiche miliknya! Ok, Albert?”

Beberapa saat telah berlalu sejak kami menyelesaikan urusan kami, dan aku sedang minum teh saat anjing yang sudah bangkit itu datang memberitahuku.
Di saat berharga seperti ini aku merasa berhati besar, jadi aku tidak akan marah karena sesuatu seperti ini.
Dan karena Bea sedang tertidur di ruangan sebelah, Albert aman.

“Kalau begitu bawa Toto kemari. Kebetulan aku juga ingin menanyakan sesuatu kepadanya.”

“Baik pak! Segera!… Apakah anda benar-benar tidak lelah? Seperti yang saya duga, paduka benar-benar memiliki stamina yang luar biasa.”

Hahaha, Albert tertawa, saat dia pergi untuk menjemput Toto.
Apakah dia tidak kata bahaya? Apakah ini adalah ciri suku kemonobito?
Aku harus menyuruh Suu segera menyelesaikan buku panduan itu… Jika tidak, kau tidak akan tau kapan kau menginjak ladang ranjau.
Aku kagum, tapi tetap menuangkan teh untukku sendiri, saat aku menunggu mereka datang.

“Kami telah membuat anda menunggu!”

(Papa, kau sudah bersenang-senang tadi malam, kan!)

Dengan senyum cerah di wajahnya, Toto memberitahuku menggunakan pesan telepati.
Apakah ini perbuatan anjing itu.

“Albert, dasar bodoh, apa yang kau ajarkan kepada Toto!?”

“Paduka, ini kesalahpahaman! Saya tidak melakukan apapun!!”

(Itu bukan anjing ini. Kulkas Garbera itu yang mengajarkannya kepadaku! Bahwa saat Papa dan Mama tidur bersama, aku harus mengatakan hal ini kepadamu.)

Kulkas itu melakukan sesuatu yang tidak perlu… karena dia akan datang ke upacara pernikahan itu, aku akan memberitahu satu atau dia hal kepadanya.
Namun, itu bukan anjing ini… aku telah salah paham kepadanya.

Maaf… tapi perkataan itu tidak pernah keluar.

(Anjing itu berkata kepada para ksatria hitam bahwa jika kau berlatih tiga kali semalam maka itu sempurna dan kau akan bekerja keras sampai pagi tiba! Papa, apa yang mereka latih?)

“Toto, pejamkan mata dan tutup telingamu sebentar.”

(Baiklah! Aku akan menutupnya dengan erat!)

“Albert. Aku sudah bilang kepadamu untuk tidak membawa Toto ke pesta minum mu, kan?”

“Tapi saya tidak melakukannya! Toto-sama sudah ada di antara kami tanpa kami sadar-gyoufu!!!”

Aku memukul anjing itu tepat di lehernya dengan pukulan yang sudah diperkuat dengan seluruh kekuatan sihirku.
Dia mengeluarkan busa dan kejang-kejang, tapi dia masih hidup, jadi itu tidak masalah.
Busa yang keluar dari mulutnya bercampur dengan darah, tapi dia baik-baik saja… Aku meletakkan Toto di bahuku dan mengusap rambutnya, saat dia masih memejamkan matanya.

(Boleh aku membuka mataku sekarang? Selain itu, Papa, apa yang kau latih semalam?)

“…. Ka-Kare… itu adalah masakan Jepang, kau tau?”

Entah kenapa, aku harus membawa istilah kare ke dunia ini.
Aku tidak bisa memikirkan hal lain untuk menjawabnya…

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook

2 Comments Add yours

  1. kakiindah says:

    owh, mereka gatai 😄

    Like

  2. aldzdiv says:

    Yaay… Setelah sekian lama, Jiwa Tsunderenya bea bangkit lagi :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s