Japan Summons Prolog H

Volume 1
Prolog – Kontak Bagian 8

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Di dalam Shinkansen Tokaido-Sanyou.

“Masya Allah, saya terkejut. Itu memang sudah disebutkan di dalam laporan, tapi saya benar-benar melihat sihir dengan mata kepala saya sendiri… Sungguh menakjubkan.”

Tanaka memujinya bahkan tanpa memperdulikan sekitarnya.

“Apakah sihir tipe penyembuhan adalah hal yang tidak biasa di Jepang?”

Yagou tidak merasa terganggu meskipun dipuji seperti itu. Karena sampai sekarang pihaknya lah yang selalu menerima kejutan, bisa membuat pihak Jepang terkejut untuk pertama kalinya membuat dirinya ingin sedikit membual tentang hal itu.

“Ya, bukan hanya sihir penyembuhan, tapi sihir itu sendiri tidak ada di Jepang.”

“””EH!?”””

Mendengar jawaban sederhana dari Tanaka, para anggota delegasi berteriak dalam keheranan.
Hanki kemudian bertanya.

“T-… Tapi, jika komunikasi antara pesawat dan daratan bukanlah komunikasi sihir, lalu bagaimana itu bisa dilakukan?”

“Itu dilakukan menggunakan gelombang radio. Prinsipnya sama dengan jam tangan yang saya berikan kepada semua orang… Hmm, bagaimana saya harus menjelaskannya? Sama seperti yang saya katakan sebelumnya, semua teknologi yang ada di Jepang didasarkan pada ilmu pengetahuan.”

“Semuanya… Bahkan udara dingin yang mengisi kulkas itu juga?”

“Ya. Di dunia kami yang sebelumnya, dalam rangka untuk memahami penyebab dari sebuah fenomena, kami telah mendirikan berbagai bidang ilmu pengetahuan. Gelombang radio adalah sesuatu yang dikembangkan dari Fisika, studi tentang penyebab dari segala hal, sementara kulkas itu dikembangkan dari kimia, studi tentang [perubahan] zat. Jepang dengan bebas menggunakan teknologi-teknologi ini untuk meningkatkan kualitas negara.

Konsep ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki oleh Qua-Toyne. Itulah saat dimana anggota delegasi mendengarkan informasi setingkat rahasia negara.

Jika sihir tidak ada di Jepang, maka teknologi sihir yang dipelajari di Kadipaten Qua-Toyne dapat dijadikan sebagai bahan negosiasi.

Kelebihan dari sihir penyembuhan adalah dapat menyembuhkan luka dengan segera.

Contohnya, jika mereka mengusulkan sihir operasi sederhana, maka mereka bisa mendirikan sebuah klinik yang dapat segera menyembuhkan luka kecil atau bahu pegal dan seharusnya akan ada kebutuhan untuk situasi darurat seperti kecelakaan beberapa saat yang lalu. Jika ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan di Jepang, maka mereka juga bisa mengusulkan untuk menelitinya bersama-sama.

Jika mereka membuka akademi sihir dan menyediakan para guru, mereka dapat meningkatkan pekerja dan bahkan mendapatkan mata uang asing. Di sisi lain, mereka juga bisa mengusulkan untuk mengimpor sistem edukasi Jepang ke Kadipaten Qua-Toyne. Jika anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan menggunakan cara pembelajaran milik Jepang, maka itu akan menjadi sebuah berkah.

Ikuti saja arus yang ada.

Mengetahui bahwa Jepang hanya bergantung pada ilmu pengetahuan adalah sebuah penemuan besar.

Di dunia ini, bisa mengumpulkan penyihir dalam jumlah besar akan menjadi sebuah keuntungan dalam perang sehingga penyihir adalah sesuatu yang penting. Namun, terdapat keraguan dalam perkembangan dan personel dalam penelitian teknologi sihir, dan juga perbedaan kualitas pada setiap individu, yang kemudian menghadirkan sebuah tantangan besar dalam mendirikan sebuah divisi penyihir besar yang sejak awal sudah sama-sama kuat.

Dibandingkan denga hal itu, selama seseorang mengetahui dasar ilmu pengetahuan, maka semua orang bisa menjadi prajurit yang kuat dengan mudah. Dengan kata lain, warga Qua-Toyne bahkan bisa melakukannya.

“Tanaka-dono. Apakah kami bisa mengekspor ilmu pengetahuan seperti fisika dan kimia?”

Tanaka sudah menduga pertanyaan itu.

“Beberapa hari yang lalu, negara kami telah menerapkan sebuah undang-undang yang disebut Undang-Undang Pelarangan Penyebaran Teknologi Dunia Baru. Undang-undang ini melarang export teknologi inti, jadi kami tidak bisa secara khusus memberikannya. Namun, jika itu hanyalah ilmu pengetahuan dasar maka itu dijual dalam bentuk buku pelajaran atau sejenisnya yang terdapat di toko buku. Namun… karena studi penerjemahan sama sekali belum menunjukkan kemajuan, jadi saya percaya bahwa akan sulit untuk menerjemahkannya kedalam bahwa kalian.”

Dari sudut pandang Jepang, ada banyak hal misterius di dunia ini.

Khususnya hal yang berhubungan dengan bahasa asli, fenomena ‘bahkan jika percakapannya bisa dimengerti, surat tertulis berubah menjadi bahasa dan kalimat yang berbeda’. Jepang telah memulai studi untuk menerjemahkan material-material yang telah di bawa dari Kadipaten Qua-Toyne pada pertemuan pertama, tapi informasi yang dimiliki Jepang tentang dunia ini masih terlalu samar dan jumlah materialnya juga terlalu sedikit sehingga itu adalah tugas yang sangat sulit.

Yagou mengartikan perkataan Tanaka bahwa hal itu dijual di toko buku sebagai “Kami tidak keberatan untuk memberikannya jika itu hanyalah pengetahuan dasar”, jadi dia memutuskan untuk membawa pulang buku tentang fisika dan kimia sebanyak-banyaknya untuk saat ini.

“Bagaimanapun, Hanki-sama, Shinkansen ini cepat bukan?”

“Anda benar. Meskipun berjalan dengan kecepatan seperti ini, bagian dalamnya sama sekali tidak bergoyang, tempat duduknya juga terasa nyaman. Namun, dengan kecepatan seperti ini, akan sangat menakutkan jika terjadi sebuah kecelakaan…”

“Sejak peluncuran Shinkansen, tidak ada satupun penumpang yang meninggal karena kecelakaan. Mereka mengatakan bahwa ini adalah kendaraan paling aman di Jepang.”

“Hmm… Saya mempercayai hal itu. Tapi bahkan setelah mendengarnya, saya masih merasa gelisah.”

Sementara 5 orang yang menaikinya merasakan rasa gelisah di hati mereka, hari ini juga menjadi perjalanan yang aman bagi Shinkansen.

***

Dari Buku Harian Yagou

Setelah melewati beberapa kota besar, Shinkansen yang kami naiki tiba di Ibukota Jepang, Tokyo.

Kota-kota provinsi yang kami lewati selama perjalanan bahkan lebih berkembang dan jauh melampaui ibukota dari negara-negara besar yang memadati Wilayah Peradaban, tapi Tokyo berada pada dimensi yang berbeda. Semuanya bergerak tepat waktu, jumlah populasi penduduk yang besar, dan tinggi dari bangunan pencakar langit yang seolah-olah menembus surga.

Bahkan disini ada sebuah bangunan yang melampaui tinggi Gunung Eiji (539 meter di atas permukaan laut) yang terkenal di negara kami[1].

Bagi diriku sendiri, sebagai anggota dari misi diplomatik yang dikirimkan ke sebuah negara yang dapat membangun bangunan sebesar itu, aku tidak sabar menantikan pertemuan resmi besok.

Demi kepentingan negaraku, aku aka bekerja sebaik mungkin.

Ini adalah sebuah tanggung jawab yang besar, tapi bisa hadir dalam momen bersejarah seperti ini adalah sebuah keberuntungan bagiku.

***

Keesokan harinya,
Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 2, Tanggal 8.
Pertemuan Resmi Qua-Toyne.

Pertemuannya telah dimulai.

Seorang pria langsing mulai menyapa delegasi misi diplomatik dari Kadipaten Qua-Toyne.

“Saya adalah Himura dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Izinkan saya untuk langsung membahas topik utamanya. Saat ini kami menginginkan makanan. Daftar barang-barang yang dibutuhkan—“

Meskipun Jepang telah mempersiapkan dokumen yang menjelaskan berbagai makanan yang dibutuhkan, mereka telah menerima laporan bahwa objek tertulis tidak akan dimengerti oleh pihak lain, jadi Himura membacakan dokumen itu dan menjelaskan masing-masing barang secara lisan, yang isinya membuat anggota delegasi saling melihat satu sama lain.

“Jum-… Jumlah keseluruhan dalam satu tahun adalah 55 juta ton!?”

“Saya diberitahu bahwa negara anda adalah negara agraris yang makmur. Tingkat ketersediaan pangan disana bahkan melebihi 100%. Meski begitu, kami tidak pernah berpikir bahwa negara anda dapat memenuhi jumlah yang kami minta sendirian, tapi kami ingin mengetahui berapa banyak yang mungkin negara anda dapat sediakan. Tentu saja, kami tidak meminta jawabannya segera. Namun, kami tidak memiliki banyak waktu, jadi kami sejujurnya ingin mengetahui hal itu secepat mungkin.”

Yagou menulis jumlah barang yang telah Himura katakan dengan tulisan negaranya sendiri di dalam dokumen yang dia pegang. Sambil melihat hal itu dan mengerutkan alisnya, dia mulai berbicara.

“Produk perikanan adalah hal yang sulit dan saya benar-benar tidak mengetahui tentang [Biji Kopi] ini. Selain itu, saya yakin bahwa kami dapat memenuhi barang lain yang diminta jika hanya sebanyak ini.”

“Apa yang anda katakan!?”

“Selain biji kopi kalian dapat memenuhinya, seberapa besar tingkat output produksi yang kalian miliki……”

Para pejabat kementerian urusan luar negeri Jepang mulai heboh. Sejujurnya, permintaan itu termasuk beberapa barang yang harus di import dari beberapa negara, tapi bagi sebuah negara untuk dapat memenuhi semua itu… Sudah wajar jika mereka terkejut.

“Tentu saja, setelah ini diizinkan oleh negara kami. Hanya saja…”

“Hanya saja?”

“Negara kami tidak memiliki sarana untuk mendistribusikan jumlah sebanyak ini ke negara anda. Ada sebuah wilayah pertanian yang luas di pedalaman, tapi kami tidak memiliki tenaga kerja dan dana untuk mengantarnya ke pelabuhan. Bahkan jika kami bisa mengantarkannya ke pelabuhan, kami juga kekurangan tenaga kerja untuk mengangkut makanan itu. Di atas itu semua, kami kekurangan kapal.”

“Kalau begitu sudah diputuskan, jika anda menerima persetujuan dari Kadipaten Qua-Toyne, maka anda bisa mengekspor makanan itu saat ini?”

“Saya pikir itu bisa dilakukan.”

Karena beberapa kesempatan, kemungkinan untuk menghindari krisis pangan di Jepang telah berhasil mereka lihat.

Delegasi Jepang kembali duduk dan seorang pria tua langsing berambut putih dan memakai kacamata mulai berbicara.

“Saya adalah Maejima dari Kementerian Urusan Luar Negeri. Jika Kadipaten Qua-Toyne tidak keberatan maka kami akan meningkatkan fasilitas yang ada di pelabuhan dan membangun infrastruktur, dengan kata lain sarana transportasi, menuju wilayah pertanian yang ada di Qua-Toyne. Negara kami bisa menyediakan dana dengan dalih Bantuan Pembangunan Resmi untuk membangun jaringan perkeretaapian sehingga negara kami bisa langsung membangunnya. Bagaimana pendapat anda mengenai proposal ini?”

“!?”

Kali ini giliran Delegasi Qua-Toyne yang menjadi heboh. Bagi Kadipaten Qua-Toyne dimana air dan makanan hampir mendekati gratis, negara bisa menjadi lebih kaya hanya dengan mengekspornya dan, selain itu, mereka bahkan akan menerima pelabuhan dan kereta api.

Apakah ada hal yang lebih menguntungkan dari hal ini?

Mereka juga membicarakan beberapa barang lain, dan setelah membicarakan persiapan penandatanganan perjanjian bagi kedua belah pihak dimasa depan, pertemuan itu berakhir dengan baik.

***

Sepuluh hari kemudian,
Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 2, Tanggal 18.

Kadipaten Qua-Toyne dan Jepang telah menyetujui hal-hal ini.

  • Qua-Toyne akan mengekspor makanan yang dibutuhkan oleh Jepang.
  • Jepang akan memperluas Pelabuhan Maihark di Kadipaten Qua-Toyne dan membangun infrastruktur transportasi dari Maihark menuju wilayah pertanian menggunakan dana milik Jepang.
  • Jepang dan Kadipaten Qua-Toyne akan terus berdiskusi satu sama lain untuk membangun hubungan diplomatik.
  • Nilai tukar mata uang akan segera ditetapkan.
  • Sebagai kompensasi pembelian makanan dalam jumlah besar dari Kadipaten Qua-Toyne yang dilakukan oleh Jepang, selama satu tahun, Jepang akan membangun infrastruktur penting (layanan air, listrik, dan gas) di Kadipaten Qua-Toyne.
  • Setelah itu, makanan akan dibeli berdasarkan nilai tukar.
  • Jepang akan melanjutkan pertemuan dengan Kadipaten Qua-Toyne untuk mendiskusikan penandatanganan perjanjian non-agresi.

Jepang dan Kadipaten Qua-Toyne berhasil membangun sebuah hubungan baik. Hubungan pertemanan erat yang akan mereka bangun dimasa depan akan menjadi sebuah kapal dimana kedua negara akan saling berbagi nasib. Sebuah kapal yang menantang arus deras di dunia ini.


Catatan Penerjemah

[1] Tokyo Skytree memiliki tinggi 634 meter.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

One Comment Add yours

  1. Galih Pambudiarto says:

    apakah ini penjajahan secara tidak langsung patrick??

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s