Japan Summons Prolog G

Volume 1
Prolog – Kontak Bagian 7

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Keesokan Harinya,
Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 2, Tanggal 6.
Pangkalan Udara Tsuiki Japan Air Self-Defense Force

Hanki dan Yagou sedang berada di kursi pengunjung Festival Udara. Tanaka menemani mereka.

(Sebenarnya, apa yang disebut jalan tol itu menakjubkan, tapi akhirnya aku dapat menyaksikan kemampuan naga logam itu dari jarak dekat.)

Bukan hanya Hanki, Yagou juga tertarik dengan kemampuan naga logam itu. Bagaimanapun, memastikan laporan tentang unit asing itu adalah hal yang diperlukan. Tugas itu diberikan kepada Yagou dari Kementerian Urusan Luar Negeri.
Ketika mereka berdua sedang terdiam karena gugup, Festival Udara itu dimulai.

Bagi warga biasa untuk masuk kedalam markas dan bercengkrama dengan pihak militer adalah sesuatu yang aneh untuk akal sehat Kadipaten Qua-Toyne. Namun, melihat sejumlah besar orang yang datang untuk melihat festival ini, Hanki merasa bahwa pihak militer negara ini dicintai oleh para warga.

[Sekarang, <F-15> akan melakukan sebuah penerbangan akrobatik. Silahkan lihat ke arah langit di sebelah kanan anda. <F-15> akan mendekat dengan kecepatan 850 km/jam]

“Ap-…”

“Apa yang baru saja mereka katakan!? Tanaka-dono! Apakah mereka baru saja mengatakan 850 km/jam? Apakah saya salah dengar!?”

Hanki yang merasa gelisah mulai bertanya kepada Tanaka.

“Tidak, anda tidak salah dengar. Penyiar itu memang mengatakan bahwa kecepatannya adalah 850 km/jam.”

Dari sisi kanan, sebuah objek terbang sedang mendekat dengan sunyi. Lalu saat objek itu mendekati bangku pengunjung, akhirnya mereka mulai mendengar sebuah suara.

“Apa-apaan kecepatan itu!”

Hanki berteriak.

——iiiiiiiiiIIIIIIIIIIIII——

[F-15] yang tertutupi cat gelap itu, mulai meninggi dengan lintasan yang hampir vertikal. Permukaan sayapnya menembus udara, yang kemudian membentuk awan putih, dari atas dan bawah ujung sayapnya, yang kemudian membelah seolah-olah itu adalah ombak sebuah kapal di atas langit.

——Gooooooooooo——

Deru seperti guntur terdengar di sekitar tempat itu. Dari belakang objek itu, ada dua buah api merah yang dapat dilihat. Itu adalah api dari bekas pembakaran. Pesawat itu kemudian menghilang ke langit biru dalam sekejap mata.

“”………””

Hanki dan Yagou, mereka berdua kehabisan kata-kata pada jet tempur yang baru pertama kalinya mereka lihat.

[Silahkan lihat ke arah langit disebelah kiri. <F-15> yang sebelumnya telah kembali.]

“Eh!? Sudah kembali?”

[<F-15> akan mendekat dengan kecepatan 600 km/jam dan kemudian akan berbelok di depan semua orang. Pada saat itu, sang pilot akan mengalami G-force dalam jumlah yang besar.]

[F-15] melakukan belokan tajam di depan bangku penonton.

“Jadi itu memiliki kemampuan manuver sehebat ini…”

Lalu pesawat itu kembali naik ke atas.

“Bahkan dengan posisi seperti itu, objek itu dapat naik lagi?”

Setelah itu, ada berbagai pesawat yang melakukan aksi akrobatik dan dengan aksi akrobatik dari Blue Impulse[1], Festival Udara itu pun mencapai akhirnya.

“… Katakan, Tanaka-dono. Ef… atau sejenisnya itu… naga logam itu, berapa kecepatan yang dapat dia miliki? Tentunya, ini bukan kekuatan penuhnya bukan.”

“Maksud anda [F-15]? Kecepatan maksimalnya adalah Mach—kecepatan suara, bisa dibilang, dua setengah kali dari kecepatan suara yang dapat ditransmisikan oleh udara. Karena akan ada gelombang kejut yang dihasilkan saat itu melampaui kecepatan suara, untuk penerbangan hari ini, kelihatannya kecepatannya telah diturunkan menjadi hanya 850 km/jam[2].”

“”………””

***

Dari Buku Harian Hanki. Catatan hari itu.

Sebuah kota yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan besar. Lalu jalan besar tertutup yang menggantung di atas udara (mereka menyebutnya jalan tol), sistem transportasi berskala besar yang disebut kereta api. Negara yang disebut Jepang ini, yang dapat membangun struktur yang begitu luar biasa membuatku tercengang.

Selain itu, kota ini bukanlah ibukota Jepang. Kota ini tidak lebih hanyalah sebuah kota provinsi. Aku berharap bahwa adalah kata yang dapat menyampaikan kejutan yang lebih besar dari para syok.

Naga logam tempur dapat terbang dengan kecepatan 2.5 kali kecepatan suara dan kekuatan mengudaranya benar-benar tidak dapat dipercaya. Itu adalah monster yang tidak hanya memiliki kecepatan yang luar biasa, tapi jangkauan operasi tempurnya juga lebih dari 1000 km. Dari sudut pandang mereka, wyvern miliki negara kami mungkin terlihat seperti tidak bergerak sama sekali. Dari apa yang kudengar dari pemandu kami, Tanaka-dono, naga logam itu bahkan dapat digunakan sebagai dukungan udara baik di darat maupun di laut.

Naga logam yang menerobos Maihark sebelumnya memang sebuah ancaman, tapi itu bukanlah kekuatan mereka yang sebenarnya.

Jika itu adalah naga logam tempur, maka mereka dapat menyerang Maihark bahkan tanpa memberi kami kesempatan untuk melakukan apapun. Dengan kata lain, intrusi mereka ke Maihark bisa dianggap sama sekali tidak lebih dari tindakan patroli.

Kami benar-benar harus membangun hubungan dengan Jepang.

Membuat mereka menjadi musuh jauh lebih menakutkan dari pada membuat negara adidaya di Wilayah Peradaban sebagai musuh.

Kami sama sekali tidak boleh menunjukkan rasa permusuhan kepada mereka bagaimanapun caranya.

***

Hotel Shinniko, Suite Room

“Katakan, Yagou-dono.”

“Ada apa?”

“Apa yang kau pikirkan tentang Jepang?”

“Sebentar… Jika aku dapat mengungkapkannya dengan satu kata, maka itu adalah [makmur], sangat mengherankan… Interior hotel ini memiliki suhu yang tetap, sama seperti kapal besar itu. Untuk menghangatkan bangunan sebesar ini, berapa banyak bahan bakar yang mereka gunakan… Selain itu, mereka tidak hanya menghangatkan ruangan yang kita tempati, tetapi juga mengatur suhu yang ada di aula masuk dan bahkan di koridor. Mereka bahkan memiliki alat yang hanya dengan menghidupkannya, air panas akan langsung keluar. Bahkan tanpa perlu membuat api kecil, kita dapat menggunakan air panas. Toiletnya juga sama sekali tidak bau.”

Hanya dengan merasakan keterkejutan dari akomodasi perumahan yang telah dia alami sampai saat ini hampir membuatnya merasa lumpuh.
Namun, meskipun dia menerima dampak dari Festival Udara kemarin seolah-olah kepalanya sedang dipukul, saat dia kembali ke hotel di sore hari, dia bahkan lebih banyak lagi merasakan dunia yang tidak dia ketahui.

“Jika kau pergi keluar ada mesin penjual otomatis, dimana kau bisa mendapatkan minuman dingin atau alkohol tergantung dengan lokasinya. Kau dapat selalu memperoleh makanan yang baru dimasak atau baju dari toko-toko yang buka dimalam hari, bahkan dengan kualitas yang bagus. Tempat penjual makanan di toko-toko besar selalu terisi dengan makanan-makanan baru. Jalanan utama di kota terang-benderang karena disinari oleh lampu jalanan sampai-sampai kau dapat berjalan disana tanpa menggunakan lentera dan ketertiban umum disini sangat bagus. Ini membuatku jengkel tapi perbedaan kekuatan nasionalnya terlalu besar.”

Yagou berhenti sesaat dan menggelengkan kepalanya. Di matanya, terlihat sebuah tanda rasa takut.

“… Aku sejujurnya terkejut pada Festival Udara itu. Itu menampilkan perbedaan kekuatan yang terlalu besar, Aku berpikir bahwa kita benar-benar tidak boleh menjadikan Jepang sebagai musuh.”

“Seperti yang diharapkan, kau memiliki kesimpulan yang sama… Di depan naga logam tempur itu, taktik pertempuran udara milik para wyvern tidak akan berguna. Besok kita akan berangkat ke ibukota. Jepang benar-benar buruk untuk jantungku.”

“Aku juga ketakutan dengan hal itu, tapi di sisi lain, aku juga merasa senang. Negara seperti ini yang tiba-tiba muncul di dekat kita, selain itu, negara ini memiliki tingkat peradaban yang lebih tinggi bahkan jika dibandingkan dengan Wilayah Peradaban yang memandang rendah negara lainnya. Dan negara kita adalah negara yang pertama kali mereka hubungi… jika mereka sama sekali tidak memiliki ambisi hegemonik, maka ini adalah sebuah keberuntungan besar bagi kita.”

Yagou dan Hanki melanjutkan percakapan mereka sampai larut malam.

***

Keesokan harinya,
Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 2, Tanggal 7.

Itu adalah sebuah pagi yang dingin. Awan menggantung tinggi dan langit terlihat cerah, dan jarak pandangnya juga bagus.
Karena polusi udara PM 2.5 yang berasal dari China juga sudah menghilang, langit Jepang menjadi semakin cerah dari hari ke hari[3]. Seorang pria yang mengenakan sebuah pakaian stylish—yang disebut jas—sedang berdiri di lobby, menunggu para anggota delegasi.

“Selamat pagi, semuanya. Apakah kalian tidur nyenyak tadi malam?”

Tanaka menyapa anggota delegasi yang telah berkumpul.

“Untuk jadwal hari ini. Setelah sarapan, akan ada penjelasan tentang kegiatan di Tokyo pada jam 10 pagi, lalu kita akan berangkat dari hotel pada pukul 11:30. Pada jam 12 tepat, kita akan menaiki Shinkansen menuju Tokyo yang akan berangkat dari Hakata. Lalui pada jam 17:04 kita akan tiba di Stasiun Tokyo, setelah itu…”

Sambil mendengarkan penjelasan itu, satu hal yang dia rasakan setiap hari setelah kedatangannya di Jepang adalah mereka memiliki konsep waktu yang jelas.

Setiap anggota delegasi telah diberikan sebuah mesin yang disebut jam tangan.

Itu dapat menandai berjalannya waktu dalam detik dan juga dapat dibawa kemana saja, lalu untuk urusan militer, kita mungkin bisa melakukan serangan bersamaan tanpa sedikitpun perbedaan waktu. Dalam konteks efektifitas badan militer, itu sungguh menakjubkan. Apa yang lebih mengejutkan adalah, jam yang diberikan kepada mereka disebut sebagai “jam tenaga surya”, selama ada cahaya, jam itu akan terus bergerak, dan selama itu berada di Jepang, kesalahan perhitungan waktunya hanya berjumlah 1 detik dalam 100.000 tahun.

Dia tidak tau bagaimana menjelaskannya karena dia tidak tau konstruksi jam itu sendiri.
Bukannya menanyakan hal itu, Yagou memiliki sebuah pertanyaan terkait dengan waktu.

“Tanaka-dono saya mendengar bahwa jarak antara Hakata dan Tokyo itu lebih dari 1000 km… Tapi saya telah mendengar penjelasan bahwa kendaraan yang disebut Shinkansen yang akan kita naiki hari ini adalah sebuah kendaraan yang melakukan perjalanan dengan kecepatan tinggi di daratan.”

“Itu benar. Apakah ada sesuatu yang membuat anda khawatir?”

“Kita akan tiba pada pukul 17:04, apa maksud dari hal itu? Apakah anda benar-benar dapat menghitungnya bahkan dalam rentang menit?”

“Ya. Kecuali terjadi sebuah bencana atau kecelakaan, itu akan tiba tepat waktu.”

(…… Tampaknya Jepang benar-benar tidak bisa diukur menggunakan akal sehat kami.)

“Saya paham. Terima kasih bany…”

*ckiiit*———*shhhh*——*blam*

Terdengar suara objek yang bertabrakan.
Yagou menatap keluar dan melihat seorang wanita yang roboh dengan darah mengalir dari kepalanya dan sebuah kendaraan aneh berwarna oranye berhenti di sampingnya.

“Jadi terjadi kecelakaan taksi lagi?”

Tanaka berbicara.
Itu adalah sesuatu yang bisa dikatakan sering terjadi di pusat kota Fukuoka, sebuah kecelakaan yang melibatkan taksi.
Wanita korban kecelakaan itu roboh di tanah dengan lemah.

“Gawat! Dia membutuhkan perawatan segera!!”

Yagou berlari keluar.

“Tunggu sebentar, Yagou-dono. Ambulans akan segera tiba ——“

Yagou menghindari Tanaka yang mencoba menghentikannya dan berlari keluar hotel untuk menghampiri wanita yang roboh itu.
Dari sudut pandang Tanaka, anggota misi diplomatik luar negeri seperti Yagou tidak akan dapat merawat orang yang terluka. Dia mengikuti Yagou dan berlari menuju lokasi kecelakaan.
Kerumunan sudah terbentuk disekitar tempat itu, tapi Yagou menerobos orang-orang itu dan melihat ke arah wanita yang terluka itu.
Wanita itu menundukkan kepalanya dan dari luka yang terbuka di kepalanya, darah mengalir deras setiap kali jantungnya berdetak.

“Ini buruk…… [وزرةفشهلاشوخزولاوشكصسخث٤هلشةخهسثخ]……”

Yagou mulai merapal sesuatu dan tangan kanannya yang dia letakkan di atas kepala wanita itu mulai mengeluarkan cahaya samar.

“——!!! Lu… Lukanya!!”

Luka yang ada dikepala wanita itu segera menutup.

“Me-… menakjubkan!! Apakah kau melihatnya!? Hal yang barusan!!”

Seseorang dari kerumunan itu berteriak.

“Lihat! Pria itu merapalkan sesuatu dan lukanya menutup!!”

“Ti-… tidak bisa dipercaya. Itu seperti sihir!!”

Setelah luka wanita itu benar-benar tertutup, Yagou memiringkan kepalanya melihat ekspresi orang-orang yang ada di sekelilingnya.

“? Tentu saja, itu sihir, tapi apakah ada sesuatu yang salah?”

“””Oooooooo”””

Orang-orang itu membuat keributan pada jawaban santai itu.
Yagou yang kebingungan tertelan dalam keramaian itu.


Catatan Penerjemah

[1] Team pertunjukkan aerobatik milik JASDF

[2] Kecepatan suara sekitar 1234,8 km/jam. Mach 2.5 = 3087 km/jam

[3] PM 2.5 adalah zat partikel yang berarti partikel yang berukuran kurang dari 2.5 micrometer. Itu adalah penyebab utama kabut di banyak udara polusi di perkotaan. Polusi udara di China utara sangat buruk sampai-sampai itu menjadi ciri khas China jika dilihat dari luar angkasa. Dan beberapa dari PM 2.5 itu kemudian diterbangkan oleh angin ke arah timur dan mempengaruhi Korea dan jepang, dan bahkan pada saat itu membuat kota-kota di kedua negara mengumumkan peringatan polusi. Kedua negara benar-benar tidak senang dengan hal itu.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

One Comment Add yours

  1. Kaisar Zell says:

    Astaga dragon, barokah juga ya sihirnya :’V

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s