Japan Summons Prolog F

Volume 1
Prolog – Kontak Bagian 6

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Satu minggu kemudian,
Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 2, Tanggal 3
Pelabuhan Maihark

Cuacanya cerah.
Awan membumbung tinggi, langit biru membentang luas, dan juga agak dingin.
Delegasi misi diplomatik telah berkumpul di Pelabuhan Maihark.
Di depan kantor Kementerian Urusan Luar Negeri yang menjadi titik pertemuan, seorang pria berpakaian mencolok berbicara kepada mereka.

“Tuan-tuan yang berkumpul di tempat ini, sebuah kehormatan bagi saya untuk menerima misi delegasi ke Jepang hari ini. Saya dikirim untuk pergi bersama kalian dalam kunjungan kali ini, dalam rangka untuk membuatnya menjadi lebih nyaman meskipun hanya sedikit. Saya adalah Tanaka dari Kementerian Luar Negeri Jepang. Jika ada sesuatu yang membuat kalian tidak nyaman, jangan ragu untuk memberitahu saya.”

Semua orang dari delegasi sedikit tercengang pada Tanaka yang sedang tersenyum cerah.
Di antara mereka, ada seorang anggota yang menunjukkan ekspresi depresi.

“Perjalanan laut…”

“Jenderal Hanki, ekspresi anda tidak bagus. Apakah terjadi sesuatu?”

“Ah, Yagou-dono… Untuk sementara aku dipindahkan ke Kementerian Urusan Luar Negeri. Tolong berhenti menambahkan Jenderal pada namaku.”

“Aku paham. Lalu, apakah ada sesuatu yang memberatkan pikiranmu?”

“Tidak, hanya saja, saat aku memikirkan bahwa kita akan melakukan perjalanan menggunakan kapal, itu membuatku merasa depresi… Perjalanan menggunakan kapal bukanlah hal yang bagus. Kita tidak tahu kapan itu akan tenggelam. Itu gelap karena cahaya tidak dapat mencapai bagian dalam kapal, itu kotor dan bau, lalu ada banyak orang yang sakit karena perjalanan panjang, makanannya terasa asin karena itu adalah makanan yang di awetkan. Yang paling penting, sulit untuk mendapatkan air. Bahkan jika kau haus, kau harus menghematnya bagaimanapun caranya…”

Bersamaan dengan helaan nafas Hanki, Yagou juga menundukkan kepalanya dengan murung.
Sebagai seorang pejabat urusan luar negeri, dia sering melakukan perjalanan menggunakan kapal. Dia selalu mengalami pengalaman yang buruk pada saat itu, dan kali ini juga, dia sudah memutuskan bahwa ini akan kurang nyaman.

“Yah, mereka mengatakan bahwa perjalanan ini akan sampai di Jepang dalam 2 hari. Jika hanya 2 hari, maka jika aku menahannya, itu akan segera selesai… Sejujurnya karena itu hanya memakan waktu 2 hari, aku menduga bahwa terjadi semacam kesalahan komunikasi antara Kementerian Urusan Luar Negeri dan Jepang. Melakukan perjalanan laut hanya dalam beberapa hari adalah hal yang tidak mungkin.”

“Aku juga berpikir bahwa itu adalah perkiraan waktu yang aneh. Tapi, Jepang dapat meluncurkan naga besi itu, jadi mungkin mereka dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan di luar akal sehat kita.”

Tak lama kemudian, waktu keberangkatanpun tiba.
Mereka bergerak dari titik pertemuan ke pelabuhan, dan dari bayangan sebuah pulau, sebuah kapal berwarna putih yang memiliki ukuran sebesar pulau muncul.

“Ap-….. Apa itu!!”

“Besar! Selain itu, kapal itu tidak memiliki layar!!”

Kapal itu berhenti di lepas pantai.
Melirik sekilas ke arah anggota delegasi yang sedang tercengang, Tanaka mulai menjelaskan.

“Kali ini kita akan menaiki kapal itu untuk menuju Jepang. Sebenarnya kami ingin berlabuh di pelabuhan ini, tapi sayangnya, kedalaman airnya terlalu dangkal, jadi kita akan berpindah ke kapal itu menggunakan kapal yang lebih kecil.”

Dari bayangan kapal yang ada di lepas pantai itu, ada 3 buah kapal kecil yang muncul, mereka juga bergerak menuju pelabuhan dengan kecepatan yang tidak dapat dipercaya.
Kapal itu juga tidak memiliki layar.
Melihat pemandangan yang sulit dipercaya itu, Hanki mengajukan pertanyaan berturut-turut.

“Tanaka-dono, Tanaka-dono. Itu… kapal-kapal itu, saya tidak dapat melihat satupun layar, tapi bagaimana itu bisa bergerak? Dari mana kapal kecil itu muncul…? Itu sama sekali tidak memiliki dayung, tapi bagaimana mereka bisa bergerak secepat itu? Ja-jangan-jangan, mereka adalah sesuatu seperti kapal sihir dari Wilayah Peradaban Pertama?”

“Saya kurang tahu tentang kapal sihir dari Wilayah Peradaban Pertama itu, tapi kapal itu bergerak menggunakan mesin diesel.”

“Mesin disel?”

“Ya, itulah yang disebut sebagai mesin. Sederhananya, itu menggunakan kekuatan udara yang berasal dari pembakaran minyak untuk memutar bilah turbin, yang melalui beberapa bagian, akan memutar sebuah baling-baling untuk mendorong kapal.”

“Hmm… Saya tidak terlalu paham, tapi itu terdengar luar biasa.”

Kapal-kapal kecil itu berlabuh di dermaga dan kelompok itupun menaiki setiap kapal dan kemudian mereka pergi menuju kapal penumpang yang besar itu.

Ketika mereka naik ke atas kapal penumpang besar itu dan masuk kedalam, anggota misi delegasi itu begitu terkejut sampai-sampai mereka tidak bisa mengatakan apapun.
Kapal itu terang. Mungkin Jepang bahkan sudah mengembangkan roh cahaya milik mereka sendiri.

“Ka… Kapal ini terbuat dari besi… Bagaimana bisa kapal ini tetap mengambang…? Selain itu bagian dalamnya terang dan luas. Bukankah ini sudah sama seperti sebuah istana?”

Setiap anggota itu kemudian diantar ke kamar mereka masing-masing, dan kelompok itu menghabiskan waktu mereka dengan nyaman.

***

Dari Buku Harian Yagou. Catatan hari itu.

Bagaimana aku harus mengatakannya? Aku tidak dapat menyembunyikan keterkejutanku.
Aku tidak pernah melihat atau mendengar sebuah kapal sebesar ini, dan ruangannya juga memiliki suhu yang tetap.
Meskipun besar, kapal ini berjalan di lautan seperti sebuah anak panah. Kelihatannya mereka tidak berbohong saat mereka mengatakan bahwa kami bisa melakukan perjalanan sejauh 1.000 km dalam 2 hari.

Hanya saja negara macam apa Jepang itu sampai-sampai bisa membuat sesuatu seperti ini?
Di dalam Kementerian Urusan Luar Negeri, ada orang yang mengatakan bahwa, “Tidak diragukan lagi bahwa negara yang baru terbentuk adalah negara barbar”, tapi saat ini—meskipun aku tidak ingin mengatakan hal ini dan juga tidak dapat menerima hal ini—dari sudut pandang mereka, kamilah yang terlihat seperti negara barbar.
Mungkin, Jepang memiliki kekuatan yang setara dengan negara-negara adidaya di Wilayah Peradaban.

***

Dua hari kemudian,
Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 2, Tanggal 4.

“Semuanya, Kota Fukuoka telah terlihat. Kota Fukuoka adalah kota terbesar di wilayah Kyuushu, Cuugoku, dan Shikoku. Jika kalian bergerak ke depan kami, kalian dapat melihat Pelabuhan Hakata. Kita akan menaiki sebuah bus antar jemput—mobil besar, dari Pelabuhan Hakata menuju Hotel Shinnikko, dimana kalian akan mempelajari pengetahuan dasar tentang Jepang.”

Karena rasa gembira, Yagou dan yang lain telah bangun pagi dan berdiri di dek, dimana mereka melihat perjalanan kapal itu.
Kemudian Tanaka tiba dan sekali lagi menjelaskan tentang jadwal hari ini.
Saat mereka berpikir bahwa daratan sudah dapat dilihat secara samar di horizon, dalam sekejap mata, mereka dapat melihat bayangan sebuah kota dengan jelas. Di depan, terdapat Pelabuhan Hakata yang telah di katakan oleh Tanaka, tapi selain itu mereka dapat melihat bangunan berwarna abu-abu, putih, dal lain sebagainya yang berjajar dengan rapi. Selain itu, saat mereka mendekat, mereka dapat melihat jembatan besar yang terbentang di atas air, dan dua atau tiga trotoar tertutup yang saling bertumpuk satu sama lain.
Setelah mereka sampai di lepas pantai Pelabuhan Hakata, sama seperti yang telah dijelaskan oleh Tanaka sebelumnya, mereka menaiki bus antar-jemput dan pergi ke Hotel Shinnikko.
Mereka telah mendengar bahwa mobil adalah sebuah kendaraan yang digerakkan oleh [Mesin Pembakaran Internal], tapi mereka tidak pernah membayangkan bahwa akan ada begitu banyak mobil yang berlalu-lalang di jalan. Dari penjelasan yang mereka terima, para warga sebagian besar memiliki satu buah kendaraan per rumah dan bahkan pekerja berumur 20 tahun sudah dapat membeli kendaraan dengan tingkat yang bervariasi.
Tingkat kemakmurannya sungguh mencengangkan.

Mereka tiba di Hotel, dan study group itu mempelajari pengetahuan dasar tentang Jepang.
Sistem lampu lalu lintas, vending machine, gerbang tiket, sistem rel kereta api.
Ada banyak objek misterius dalam penjelasan Tanaka, tapi tampaknya mereka adalah objek yang dihasilkan dari sains. Jika kau memahami mekanismenya, maka setiap orang dapat membuatnya, atau itulah yang dia katakan.
Selain itu, mereka menjelaskan tentang sebuah hukum yang disebut Undang-Undang Lalu Lintas dan anggota delegasi dapat memahami hal itu tanpa rambu-rambu lalu lintas, jika kendaraan sebanyak itu bergerak sesuka mereka, maka jaringan transportasi akan lumpuh.
Selain itu, mereka bahkan diajari pengetahuan umum tentang kejahatan, seperti jika kau menemukan sesuatu dan kemudian menjadikannya sebagai milikmu, maka kau dapat dituduh melakukan pencurian atas barang hilang atau pelanggaran lainnya.

“Tanaka-dono, Tanaka-dono.”

Hanki memanggilnya.

“Ada apa, Hanki-sama?”

“Kota ini sudah sangat berkembang, jadi apakah ibukota nanti akan terlihat lebih berkembang dari pada kota ini?”

“Ya. Pertama, populasinya tidak dapat dibandingkan dengan kota ini, jadi apartemen, dengan kata lain, bangunan perumahan tinggi, dibangun saling berdekatan satu sama lain. Bangunan tingkat juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang ada di Kota Fukuoka, dan untuk memanfaatkan jalan dan rel kereta api dengan lebih efisien, mereka disebarkan seperti jaring laba-laba. Namun, saya secara pribadi merasa bahwa pemandangan di Kota Fukuoka jauh lebih indah. Ini mungkin memalukan, tapi kembali ke Tokyo setelah datang ke Kota Fukuoka memberikan kesan [Tempat ini berantakan seperti biasanya] kepada saya…”

“Hmm… jadi, tempat itu bahkan jauh lebih berkembang dari pada Kota Fukuoka.”

Itu adalah jawaban yang sudah dia duga, tapi Hanki terlihat seperti ingin mengerang. Dia kemudian kembali bertanya.

“Tanaka-dono, saya ingin mengamati badan militer Jepang, apakah itu adalah hal yang tidak mungkin?”

“Negara kami tidak memiliki sebuah badan militer. Sebagai gantinya, kami memiliki sebuah badan yang disebut Self-Defense Force… Benar juga, tolong tunggu sebentar.”

Tanaka mengeluarkan sebuah papan kecil yang bersinar di satu sisi dan mulai berbicara kepada dirinya sendiri. Apakah itu adalah manacom? Tapi ukurannya terlalu kecil…

“Mohon maaf yang untuk yang tadi. Kita tepat waktu, besok Air Self-Defense Force dari Pangkalan Udara Tsuiki akan mengadakan sebuah festival udara. Meskipun itu ditujukan untuk warga biasa dan merupakan sesuatu seperti pertukaran sapaan antara Self-Defense Force dan warga, jika anda mau, maka kami dapat mempersiapkan hal itu.”

“Oh, saya benar-benar minta maaf untuk hal ini, tapi tolong lakukan itu…”

Mood Hanki meningkat saat dia diberi kesempatan untuk mengamati badan militer… Self-Defense Force yang dimiliki oleh Jepang.

“Apakah ada orang lain yang ingin bergabung?”

“Saya ingin ikut.”

Yagou mengangkat tangannya. Karena tiga anggota lain dari misi delegasi itu mengatakan bahwa mereka akan memeriksa kota, hanya Hanki dan Yagou yang akan datang ke festival udara itu.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s