Japan Summons Chapter 1 E

Volume 1
Chapter 1 – Pergolakan Bagian 5

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Kalender Central Tahun 1639, Bulan 4, Tanggal 25.
Sore Hari.

Pelabuhan Maihark sedang sangat sibuk seperti pasar tumpah.

Semua orang meninggikan suara mereka dalam keheranan dan kekaguman. Warga yang tinggal di dekat sana, para prajurit, dan para awak kapal sama-sama menatap ke arah laut.

“Benda besar apa itu!”

“Tidak mungkin, apakah itu benar-benar sebuah kapal?”

“Apakah itu adalah gunung yang mengambang di lautan?”

Ada banyak teriakan dan sorakan.

Bruay juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Di lepas pantai, terdapat beberapa kapal raksasa yang sedang berjajar.

Jika diukur menggunakan mata, satu kapal saja memiliki panjang tak kurang dari 250m, yang memberikan tekanan yang luar biasa. Ada sebuah gosip tentang saat kapal perang Pima melakukan kontak dengan Jepang, mereka menaiki sebuah kapal dengan panjang 250m, tetapi dia menganggap bahwa itu hanyalah bualan untuk melebih-lebihkan pencapaian mereka. Namun, kenyataannya adalah: ‘kapal itu benar-benar ada’. Meskipun sedang berlabuh jauh di lepas pantai, sosok kapal itu masih memiliki ukuran yang luar biasa besar dan tidak memiliki layar.

Kemudian, ada sesuatu yang terbang dari kapal itu.

Dia memiliki penglihatan yang cukup bagus sehingga dia dapat melihat bahwa ada orang yang menaiki benda itu, jadi dia paham bahwa itu adalah semacam kendaraan. Pada bagian atas kendaraan itu, terdapat sesuatu seperti papan panjang yang berputar dengan kecepatan tinggi.

Meskipun sebelumnya dia telah menerima pesan tentang bagaimana dia akan dijemput oleh pihak Jepang, saat Bruay benar-benar melihat bahwa ada cara lain untuk terbang di langit selain menggunakan wyvern, dia kehabisan kata-kata. Saat kendaraan itu mendekat, terdengar sebuah suara dengungan dan suara kepakan aneh yang memberikan rasa takut kepada orang-orang yang berada di sekitar tempat itu. Akhirnya, sebuah angin kencang mulai berhembus seakan-akan itu dapat menerbangkan semua hal yang ada di sekitarnya.

Saat kendaraan itu telah mendarat di alun-alun, angin dan suara itu perlahan-lahan mulai mereda. Pintu yang ada di sisi kendaraan itu terbuka, seorang pria muncul dari dalamnya dan mulai berjalan dengan berani ke arah kerumunan orang yang berkumpul di sana.

Bruay maju ke depan dan pria yang berdiri di depannya memberi hormat.

“Selamat sore, Saya adalah Tsukasaki dari Japan Maritime Self Defense Force’s Qua-Toyne Principality Deployment Force. Pada kesempatan kali ini, kami telah menerima perintah untuk menjemput petugas pengamat dari Kadipaten Qua-Toyne.”

Bruay segera menjawab, sambil sedikit kagum dengan sikap tenang milik Tsukasaki.

“Senang bertemu dengan anda, Saya Bruay, staff operasi dari Armada ke-2 Angkatan Laut Kadipaten Qua-Toyne. Saya sangat berterima kasih untuk bala bantuan yang dikirim oleh Jepang.”

“Umm, saya yakin bahwa anda sudah diberitahu sebelumnya, tetapi apakah anda sudah selesai bersiap untuk berangkat?”

“Ya. Saya siap berangkat kapan saja.”

Bruay mengambil barang bawaannya dan dengan takut menaiki kendaraan itu—sesuatu yang disebut helikopter, [MCH-101][1]. Tidak ada hiasan di dalam pesawat itu, tetapi tempat duduknya terasa empuk dan nyaman saat diduduki.

Sekali lagi, kecepatan mesin milik helikopter itu meningkat dan dia dapat merasakan sebuah sensasi melayang yang aneh. Meskipun itu agak lebih lambat dibandingkan dengan wyvern, tidak ada jeda gerakan vertikal yang disebabkan oleh pengepakan sayap, dan Bruay kagum karena kendaraan ini dapat lepas landas dengan lembut. Kendaraan ini dapat terbang hampir tanpa guncangan dan itu tentu saja jauh lebih nyaman dari para wyvern, selain itu kendaraan ini juga dapat membawa banyak orang dan barang.

“Ini… menakjubkan. Bagaimana kendaraan ini dapat bekerja benar-benar berada di luar pemahamanku…”

Saat sedang berada di tengah penerbangan menuju kapal induk, dia terus memuji kegunaan helikopter itu.

Saat helikopter itu mendekati carrier yang berlabuh di lepas pantai, dia merasa kewalahan oleh ukuran kapal induk yang tidak dapat dibandingkan dengan saat dilihat dari pantai.

(Apa-apaan ukuran kapal ini!!… Ah, aku paham, jika kapalnya sebesar ini, maka akan ada banyak awak yang bisa menaikinya, sehingga jika terjadi pertempuran jarak dekat, mereka dapat satu per satu menangkap kapal musuh dengan banyaknya jumlah prajurit yang mereka miliki. Saat jumlah kapal musuh yang ditangkap meningkat, kekuatan tempur juga akan meningkat dengan cepat, jadi kapal ini sudah pasti dapat menangani puluhan kapal sendirian.)

Menggunakan pengetahuan dan logikanya sendiri, dia mencoba memahami helicopter destroyer itu.

Helicopter Destroyer [Izumo]
Panjang total – 248 meter.
Berat standar – 19.500 ton.
Biaya pembuatan – 114 miliar yen[2].

Itu adalah destroyer terbesar milik Japan Maritime Self-Defense Force yang dapat menangani keberangkatan lima helikopter disaat bersamaan.

Bruay turun di atas dek kapal yang cukup luas untuk melakukan pertempuran kavaleri.

(Lantainya keras… Ini… terbuat dari besi? Bagaimana bisa kapal ini mengambang di laut? Sihir macam apa ini? Kapal seharusnya terbuat dari kayu…)

Dengan fakta tidak masuk akal tentang kapal besi yang sejak awal dapat mengambang di laut, kebingungan Bruay terus meningkat.

Saat dia diberitahu oleh Tsukasaki, dia masuk kedalam interior kapal itu.

(… Bagian dalamnya… terang. Apakah mereka membakar sesuatu? Tidak, sihir cahaya? Apakah ini adalah kapal sihir?)

Setelah dipandu kedalam interior kapal yang sangat luas sampai-sampai terasa seperti sebuah ilusi, Bruay tiba di anjungan dan bertemu dengan kapten kapal itu.

Kali ini, Bruay langsung memberi hormat.

“Saya Bruay, staff operasi Angkatan Laut Kadipaten Qua-Toyne. Kami sangat berterima kasih atas bala bantuan yang anda kirimkan.”

“Senang bertemu denganmu, saya adalah kapten kapal ini, Yamamoto. Ini mungkin mendadak, tapi kami sudah menemukan lokasi kapal-kapal pemberontak bersenjata. Mereka terletak sekitar 500 kilometer dari tempat ini. Kecepatan mereka sangat lambat, sekitar 5 knot, tapi mereka sedang mengarah kemari. Jadi kami berencana untuk berangkat besok pagi dan mengeluarkan peringatan kepada pemberontak bersenjata untuk mundur. Jika mereka tidak menurutinya, maka setelah tembakan peringatan, kami akan memusnahkan mereka semua. Jadi tolong bersantailah di dalam kapal ini sampai besok pagi.”

“Memusnahkan mereka semua… Memusnahkan, semuanya?”

Sungguh tidak masuk akal. Hanya ada 50 kapal milik Qua-Toyne dan 8 kapal milik Jepang. Kau tidak mungkin menghadapi 4,400 kapal hanya dengan menggunakan 58 kapal.

“Ah, tidak. Tentu saja, jika musuh memutuskan untuk mundur, atau mulai menyerah atau melarikan diri, maka kami tidak akan menyerang mereka.”

“Bukan itu yang saya maksud… Memang benar bahwa negara kami telah menyiapkan 50 kapal. Apakah kita akan memulai operasi ini hanya dengan 58 kapal? Mungkin tidak sopan bagi saya untuk menanyakan hal ini, tetapi apakah anda sudah diberitahu jumlah kapal musuh yang akan kita hadapi?”

Bruay khawatir bahwa Jepang belum diberitahu tentang jumlah musuh yang akan mereka hadapi.

“Kami telah diberitahu tentang jumlah kapal milik pemberontak bersenjata. Kami telah memberitahu staff bahwa kami tidak memerlukan pengawalan dari Angkatan Laut Qua-Toyne, jadi kami akan menjamin keselamatan Bruay-dono. Tolong bersantailah sambil menjalankan tugas anda.”

Bruay kembali terkejut. Jepang berniat menghadapi armada besar yang terdiri dari 4,400 kapal sendirian tanpa bekerja sama dengan Angkatan Laut Qua-Toyne.

***

Buku harian Bruay pada hari itu

Aku menaiki kapal Jepang dengan selamat sebagai warga Kadipaten Qua-Toyne.

Penerbangan menuju kapal itu benar-benar nyaman, interior dari kapal besi dengan ukuran yang luar biasa itu juga memiliki suhu yang tetap. Selain itu, tempat itu tetap terang meskipun sudah malam. Meskipun seharusnya aku sedang berada di tengah lautan, guncangan karena ombak hampir tidak dapat kurasakan. Semuanya benar-benar berada di luar akal sehat sehingga, aku benar-benar tercengang.

Dalam pertemuan dengan kapten, saat dia berkata kepadaku bahwa mereka akan menghadapi 4,400 kapal Kerajaan Louria hanya dengan menggunakan 8 kapal, awalnya aku berpikir bahwa itu adalah sebuah aksi bunuh diri. Tapi setelah aku mengamati interior kapal ini, ukurannya, dan kemudian konstruksi besi-nya, aku kemudian menyadari bahwa panah api atau ballista dipastikan tidak dapat memberikan kerusakan pada kapal ini.

Di sisi lain, dek kapal ini sangat tinggi, jadi anak panah yang ditembakkan dari ketinggian itu sudah pasti akan mengenai kapal musuh. Di kapal ini tidak terdapat senjata tetap seperti ballista, tapi kemungkinan besar senjatanya portabel dan akan dikeluarkan saat mereka masuk persiapan pertempuran. Meskipun untuk sesaat, aku berada dalam keputusasaan karena hanya ada 8 kapal, ada kemungkinan bahwa serangan musuh tidak akan efektif terhadap kapal ini. Jepang juga kelihatan memiliki kepercayaan diri yang absolut terhadap pertempuran ini.

Menjadi segugup ini meskipun hanya ditunjuk sebagai seorang petugas pengamat, ini adalah pertama kalinya aku merasa seperti ini semenjak aku dilahirkan.


Catatan Penerjemah

[1] MCH-101 merupakan helikopter tipe AW101 (EH101) buatan AgustaWestland.

mch-101_01l

Spesifikasi singkat helicopter AW101:

Weight

Maximum Take-Off (int./ext. loads): 15,600 kg/34,392 lbs

Engine Rating (3 x GE CT7-8E)

Take-Off power (5 min): 3 x 1,884 kW/3 x 2,527 shp

Intermediate (30 min): 3 x 1,855 kW/3 x 2,488 shp

Maximum Continuous Power: 3 x 1,522 kW/3 x 2,041 shp

OEI* Max Contingency (2 min): 2 x 1,880 kW/2 x 2,522 shp

Fuel Capacity (VVIP version)

4 cell tanks (self-sealing): 4,094 L/1,081 USgal

Fuel Capacity (Utility version)

5 cell tanks (self-sealing): 5,135 L/1,357 USgal

Fuel Capacity (Military version)

???

Crew

Pilot: 2

Passengers: 38

External Dimensions

Overall length: 22.83 m/74.92 feet

Overall height: 6.66 m/21.83 feet

Main rotor diameter: 18.60 m/61.00 feet

Performance

Cruise speed: 278 km/h/150 knots

Hovering In Ground Effect (IGE): 3,307 m/10,850 feet

Max Range (Utility version): 1,360 km/735 NM

Max Endurance (Utility version): 6 h 30 min

Armaments (for MCH-101)

Northrop-Grumman AN/AQS-24A Airborne Mine Hunting System

Northrop Grumman AN/AES-1 Airborne Laser Mine Detection System

Info lengkap tentang MCH-101 (AW101) bisa dilihat disini: https://thaimilitaryandasianregion.wordpress.com/2016/06/27/japan-eyeing-fresh-order-of-aw101-helicopters/ atau https://en.wikipedia.org/wiki/AgustaWestland_AW101

[2] Rp 13,9 triliun, atau sekitar 1/9 Anggaran Militer Indonesia

← PREV | Table of Contents | NEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s