Japan Summons Chapter 1 D

Volume 1
Chapter 1 – Pergolakan Bagian 4

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Kalender Central Tahun 1639, Bulan 4, Tanggal 22.
Dewan Pemerintahan Kadipaten Qua-Toyne.

Gim telah jatuh ke tangan Kerajaan Louria. Selain itu, ada juga malapetaka menakutkan dimana sebagian besar dari warganya telah dibantai. Dewan Pemerintahan diselimuti oleh suasana suram yang belum pernah dilihat sebelumnya.

“Laporkan situasi saat ini.”

Perdana Menteri Kanata memberi perintah dan Menteri Militer yang bermandikan keringat dingin memberikan jawaban.

“Baik, Paduka… Saat ini, seluruh wilayah barat Gim, telah jatuh dibawah kendali Kerajaan Louria. Bahkan pasukan awal mereka berjumlah 30,000 prajurit, dan menurut informasi dari Biro Intelijen, total pasukan mereka berjumlah 500,000. Selain itu, kami menerima informasi yang masih belum jelas bahwa mereka menerima dukungan militer dari Kekaisaran Papardia, dan faktanya, kali ini mereka telah menyiapkan 500 Wyvern. Selain itu, ada laporan bahwa sekitar 4,000 kapal sedang berangkat dari pelabuhan mereka.”

Itu adalah hal yang tak dapat dipercaya. Semua orang menahan nafas mereka saat mengulang informasi itu di kepala mereka. Sosok 500,000 pasukan merupakan 10 kali lipat dari total kekuatan militer yang dimiliki Qua-Toyne, bahkan setelah menghitung pasukan cadangan. Terlebih lagi, 500 wyvern dan pasukan laut berjumlah lebih dari 4,000 kapal.

Kerajaan Louria benar-benar serius menginginkan negara ini. Dan Qua-Toyne tidak memiliki kekuatan untuk bertahan dari mereka.

Ruang Rapat itu jatuh dalam kesunyian akibat keputusasaan yang besar.

Pada saat itu, Menteri Luar Negeri mengangkat tangannya.

“Perdana Menteri, bolehkah saya mengatakan sesuatu?”

“… Apa? Apakah ada hal lain?”

Apakah ada hal lain yang memperburuk situasi kami saat ini? Kanata, yang telah menyerah, mengizinkan Menteri Luar Negeri untuk berbicara.

“Sebenarnya, tepat sebelum Rapat Dewan ini dimulai, kami menerima pesan dari Kedutaan Jepang…”

“Dan isinya?”

“Ya, saya akan membacakannya: [Pemerintah Jepang tidak dapat mengabaikan tindakan tidak manusiawi yang disebabkan oleh pemberontak bersenjatan yang terjadi di Gim, kota di Kadipaten Qua-Toyne. Kami meminta kepada pemerintah Qua-Toyne untuk sepenuhnya mengatasi pemberontakan bersenjata itu. Selain itu, jika Pemerintah Qua-Toyne meminta, maka pemerintah Jepang telah bersiap untuk mengirimkan Self-Defense Force ke Qua-Toyne untuk mengatasi pemberontakan bersenjata itu].”

“Pemberontak bersenjata? Apakah itu maksudnya mereka akan mengirimkan pasukan bantuan?”

“Saya rasa ini adalah ungkapan yang bertele-tele, tapi saya yakin bahwa mereka akan mengirimkan bantuan jika kita memintanya. Karena mereka dilarang untuk menyelesaikan konflik negara menggunakan pasukan bersenjata oleh undang-undang mereka, meskipun ini mungkin terkesan sedikit dipaksakan, mereka tidak menganggap Pasukan Louria sebagai sebuah pasukan, tetapi sebagai pemberontak bersenjata. Sama seperti Kerajaan Quila, karena tingkat ketersediaan pangan mereka rendah, kelihatannya mereka akan kesulitan jika ekspor dari negara kita terhenti.”

Fajar yang damai menyingsing di jurang keputusasaan.

Cahaya muncul di setiap mata milik anggota Dewan, saat mereka kembali mendapatkan semangatnya.

“Bagus! Segera kirim permintaan bantuan ke Jepang untuk mengatasi pemberontak bersenjata itu! Tolong sampaikan juga bahwa kita akan mempersiapkan makanan untuk pasukan bantuan itu. Selain itu, sampai pemberontak bersenjata itu selesai ditangani, kita akan memberikan kebebasan bergerak di wilayah darat, udara, dan laut milik kita. Lalu, Menteri Militer! Tolong beritahu kepada seluruh Knight Order dan Dragoon Squadron untuk bekerja sama sepenuhnya dengan Jepang!”

“Baik, Paduka! Sesuai perintah anda!”

***

Jepang

Disebuah forum internet tertentu, terdapat banyak thread diskusi yang dibuat untuk membahas kejadian pemindahan Jepang ke dunia lain yang saat ini terjadi. Di salah satu forum tersebut…

SDF telah dipanggil ke Dunia Fantasi Part 170 “Dilarang Memposting Ulang”

154: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/23 (Kamis) 23:06:31

Ada banyak cerita dimana SDF pergi ke dunia lain yang telah dibuat ditempat ini, tapi dengan pemindahan Jepang saat ini, sepertinya SDF akan benar-benar bertempur dengan negara lain. Dadaku dipenuhi emosi.

———————

167: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/23 (Kamis) 23:12:44

Beberapa saat telah berlalu sejak pemindahan itu, tapi sampai saat ini aku masih tak percaya tentang pemindahan itu. Rasanya seperti aku sedang mengalami mimpi yang sangat panjang.

———————

182: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/23 (Kamis) 23:23:24

Karena kita sudah berada di dunia fantasi, apakah arti dari keberadaan forum ini akan menghilang?
Atau forum ini akan sangat penting?

———————

199: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipa Anonymous 2015/4/23 (Kamis) 23:44:01

Mulai sekarang, akankah kita membaca novel yang mencatat aktivitas SDF, bukan sebagai sebuah fiksi, tetapi sebagai non-fiksi?

———————

300: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/24 (Jumat) 02:11:03

>>199

Jika non-fiksi, judulnya apa ya?
Karena seluruh negara Jepang telah dipindahkan, maka bagaimana kalau “Japan’s Great Transfer”.

———————

301: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/24 (Jumat) 02:12:02

↑Bukankah “Japan’s Summon” terdengar lebih bagus?

———————

303: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/24 (Jumat) 02:18:02

>>301

Jika itu disebut “Japan’s Summon”, maka itu artinya ada seseorang yang men-summon-nya. Bisa men-summon seluruh negara, itu pasti adalah perbuatan Dewa.

———————

369: Anonymous yang Melihat dan Menyentuh Pencipta Anonymous 2015/4/24 (Jumat) 06:15:03

Namun, jika SDF tidak dapat menghentikan serangan Kerajaan Louria terhadap Kadipaten Qua-Toyne, maka akan ada banyak kematian yang terjadi di negara kita, Sihir kelihatannya ada di dunia ini, jadi apa yang harus kita lakukan jika ada sebuah sihir kuat yang tidak dapat kita tangani?
Aku penasaran apakah kita benar-benar bisa menang. Jika ini tidak berakhir bagus, mungkin aku, yang hidup di tengah kota, akan mati…

Bahkan di Jepang, tindakan SDF untuk melakukan serangan balasan kepada Kerajaan Louria, pergerakan militer pertama di dunia baru, sedang dilihat sebagai kejadian yang mendapat perhatian tinggi dari masyarakat.

***

Kalender Central Tahun 1639, Bulan 4, Tanggal 25.
Pelabuhan Maihark

Akhirnya informasi bahwa lebih dari 4,000 kapal telah berangkat dari Kerajaan Louria disampaikan, dan Armada ke-2 Angkatan Laut Kadipaten Qua-Toyne, yang bermarkas di Pelabuhan Maihark, mengumpulkan kapal-kapalnya.

Setiap kapal melipat layarnya dan bersiap menghadapi pertempuran yang akan dimulai. Para awak kapal memeriksa tangga untuk menerobos kapal musuh dan menaikan panah api dan minyak ke atas kapal satu per satu.

Perisai kayu untuk menangkis panah ditempatkan berjajar pada jarak tertentu di geladak, dan ballista-ballista besar ditempatkan di samping kapal.

Semua kapal itu berjumlah 50.

“Sungguh pemandangan yang menakjubkan.”

Admiral Pancare sedang melihat ke arah laut dimana barisan kapal militer berjajar rapi.

“Tetapi musuhnya adalah sebuah armada besar yang terdiri dari 4,000 kapal… Barapa banyak dari kapal-kapal ini yang akan bertahan…?”

Dia mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Di hadapan jumlah yang sangat banyak, perasaan acuh memenuhi hatinya.

“Admiral, kita menerima sebuah pesan dari Markas Besar Angkatan Laut.”

Petugas muda, Bruay berlari ke arahnya dan melapor.

“Jadi sudah datang. Baca itu.”

“Baik pak! [Pada sore hari ini, sebuah armada destroyer yang terdiri dari 8 kapal dari Jepang akan tiba di lepas pantai Maihark sebagai bala bantuan. Karena mereka akan terlebih dahulu menyerang Armada Kerajaan Louria sebelum kita, kami memerintahkan seorang petugas untuk menaiki flagship mereka sebagai petugas pengamat.]… Hanya itu.”

“Apa? Hanya 8 kapal!? Apakah itu bukan kesalahan dalam penyebutan 80 atau 800 kapal?”

“Tidak ada kesalahan, pak.”

“Apakah mereka benar-benar ingin melakukan ini?… Selain itu, seorang petugas pengamat? Jika mereka hanya mengirim delapan kapal, bukankah ini sama saja meminta kita mengirim petugas pengamat itu untuk mati!! Bagaimana bisa kita melakukan sesuatu seperti mengirim seorang petugas menuju kematian yang sudah pasti!”

Meskipun mereka telah membangun hubungan diplomasi dengan Jepang, selain beberapa Pejabat Urusan Luar Negeri, saat ini, hanya sedikit orang yang mengetahui kekuatan sebenarnya yang dimiliki Jepang. Pancare belum pernah melihat kapal Destroyer milik Jepang, jadi itu adalah tanggapan yang wajar.

Keheningan menyebar di antara mereka berdua.

“… Saya akan pergi.”

Bruay mengatakan itu dengan bersungguh-sungguh.

“Tapi…”

“Kemampuan berpedang saya adalah yang terbaik di Angkatan Laut. Jadi jika itu menjadi pertempuran jarak dekat, kesempatan bertahan hidup saya adalah yang tertinggi. Selain itu, Naga Besi itu terbang dari Jepang. Jadi mungkin kita masih memiliki kesempatan menang.”

“Naga Besi yang datang dari seberang lautan dan terbang tanpa mengepakkan sayapnya. Aku belum melihatnya, mungkin itu memiliki kekuatan yang besar…? Aku minta maaf tapi… aku akan menyerahkan hal ini kepadamu.”

“Baik, pak!”

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s