Japan Summons Chapter 1 C

Volume 1
Chapter 1 – Pergolakan Bagian 3

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 4, Tanggal 11. Pagi.

Di dekat perbatasan Louria-Qua-Toyne
Kamp perkemahan Tentara Garis Depan Pasukan Penakluk Wilayah Timur Kerajaan Louria

Ada berulang kali pesan komunikasi sihir dari Kementerian Luar Negeri Kadipaten Qua-Toyne, untuk menuntut penarikan pasukan dari perbatasan.

Tapi hal itu benar-benar diabaikan. Seolah-olah mereka sudah bertekad untuk berperang.

“Besok, Gim akan jatuh.”

Adem, yang ditunjuk sebagai komandan tentara haris depan, sedang berbicara dengan operator komunikasi.

Dari puncak bukit, mereka melihat 30,000 prajurit yang terbentang didepan mata mereka.

30,000 prajurit memang tidak dapat dikatakan besar mengingat jumlah pasukan total yang dimiliki oleh Kerajaan Louria, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk melakukan sebuah pertempuran. Bahkan jika itu hanyalah sebuah tentara garis depan, Adem telah diberikan komando, sehingga dia menunjukkan senyum menakutkan.

20,000 infanteri, 5,000 infanteri berat, 2,000 kavaleri, 1500 prajurit khusus (prajurit yang dilatih untuk menggunakan senjata pengepungan seperti catapult dan battering arm), 1,000 raiders, 250 pengguna monster, 100 penyihir, dan kemudian 150 Ksatria Naga. Dari jumlahnya, infanteri adalah yang paling banyak, tapi sebuah squadron yang terdiri dari 10 Ksatria Naga, dapat menghentikan pergerakan 10,000 infanteri. Terlebih lagi, ada 150 Ksatria Naga di tempat ini.

Dia dapat melihat seberapa besar harapan negaranya terhadap tentara garis depan ini. Adem yang sadar dengan beratnya misi yang dipercayakan kepadanya, bukannya merasa gugup, dia malah menjadi semakin bahagia.

Wyvern adalah senjata yang mahal. Jika setiap wyvern yang dimiliki oleh Kerajaan Louria dikumpulkan di satu tempat, jumlahnya hanya 200 unit.

Namun, 500 wyvern akan berpartisipasi dalam perang melawan Kadipaten Qua-Toyne kali ini.

Ada rumor yang mengatakan bahwa Kekaisaran Papardia telah memberikan bantuan militer. Tidak seorangpun dibawah Jenderal Pandor yang memimpin pasukan darat yang mengetahui apakah itu benar. Bagaimanapun tidak ada lambang pada armor milik para wyvern, jadi tidak mungkin untuk mengenalinya, selain spekulasi.

Bagaimanapun, 150 wyvern telah ditempatkan di tentara garis depan. Adem sangat senang dengan pasukan yang jelas terlalu kuat ini.

“Apa yang akan kita lakukan pada rampasan dari Gim?”

Meskipun takut, operator komunikasi itu berbicara kepada Adem, yang masih menunjukkan senyum buas.

Adem adalah seorang ksatria yang kejam dan kekejamannya, yang telah ditunjukkan pada wilayah yang diduduki saat Kerajaan Louria memulai perang agresif, juga sudah dikenal luas dikalangan para prajurit.

“Aku tidak akan melarang penjarahan di Gim, mereka bisa melakukan apapun yang mereka mau. Mereka bisa bersenang-senang dengan wanita, tapi setelah mereka selesai menggunakan mereka, penggal semua yang mereka semua. Jangan biarkan ada seorangpun yang keluar dari kota hidup-hidup. Beritahukan hal ini kepada seluruh pasukan.”

Wajah operator itu menjadi kaku.

“Baik, pak…”

Dia berbalik seolah-olah untuk melarikan diri, tetapi Adem menghentikannya.

“Tidak, tunggu! Seperti yang kukatakan sebelumnya… mereka dapat bersenang-senang dengan mereka, tapi sisakan 100 wanita hidup-hidup. Mereka dapat menyebarkan rasa takut… Lalu jika ada keluarga Ksatria musuh dikota itu, tangani mereka dengan sekejam mungkin.”

Adem kemudian tertawa dengan mengerikan.

“Sekarang, mari kita mulai pesta pembantaiannnya!”

“Baik, Pak! Saya akan memberitahukan hal ini.”

Sebuah perintah yang menakutkan.

Adem tidak memiliki hati manusia. Sambil memikirkan hal itu, operator itu dengan patuh menyampaikan perintah Adem.

***

Hari yang sama, sore hari, Kadipaten Qua-Toyne, Wilayah Barat, Gim.

Markas Ksatria Wilayah Barat, Skuadron Ksatria Naga Pertama dan Kedua Kadipaten Qua-Toyne.

Moizi, Komandan ksatria Wilayah Barat, sedang diselimuti perasaan kesal.

Pasukan Wilayah Barat hanya memiliki 2500 infanteri, 200 archer, 500 infanteri berat, 200 kavaleri, 24 Ksatria Naga, dan 30 penyihir. Karena sistem tanggap darurat, itu adalah jumlah yang cukup banyak mengingat sumber daya yang dimiliki oleh Qua-Toyne, tapi pasukan musuh yang mengintai di sepanjang perbatasan jauh melebihi jumlah mereka.

Semua komunikasi dari sisi Qua-Toyne telah benar-benar diabaikan oleh Kerajaan Louria.

Sebagian warga sudah mulai melakukan evakuasi dari Gim dan pemerintah Qua-Toyne juga sudah meminta para warga untuk melakukan evakuasi.

“Apakah ada jawaban dari Louria?”

Moizi bertanya kepada penyihir komunikasi.

“Sampai saat ini masih tidak ada jawaban. Meskipun, kami yakin bahwa pesan itu telah mereka terima, tapi itu tetap diabaikan.”

Jika terdapat perbedaan jumlah pasukan, maka menurut sebuah strategi, mereka bisa bertarung tanpa harus kalah dalam pertempuran. Namun, kali ini perbedaannya terlalu besar.

“Bagaimana jawaban atas permintaan bantuan dari Markas Pusat?”

“Tidak ada satupun jawaban yang pasti, hanya… [Sedang berada di tengah sesi pertemuan darurat].”

“Dasar para koruptor! Meskipun kita tidak memiliki waktu lagi… Jika kita tidak menerima satupun bantuan, hanya dengan kekuatan militer kita saat ini, kita harus menyerahkan Gim! Sialan!!”

Ketidaksabaran mereka sama sekali tidak mengubah situasi itu, yang akn menuntun mereka pada kenyataan yang lebih kejam dari pada yang mereka bayangkan—

***

Kalender Pusat Tahun 1639, Bulan 4, Tanggal 12. Fajar. Gim

Tiba-tiba, asap merah membumbung di perbatasan. Di saat bersamaan, terdengar pemberitahuan tegang dari Komunikator Sihir yang ada di Markas.

[Pasukan wyvern milik Louria sedang menuju ke arah Gim dalam jumlah besar! Di saat bersamaan, infanteri… 10,000 dari mereka menyeberangi perbatasan dan memulai serangan! Kami ulangi, pasukan wyvern milik Lour-… Guaa! Lari—*bzzt*—]

Komunikasi sihir itu berakhir.

Asap merah itu adalah tanda dari serangan Louria. Moizi, komandan Ksatria Wilayah Barat, yang menyaksikan hal itu, memberikan komando.

Didalam kota Gim, alarm darurat dibunyikan. Orang-orang yang masih ada didalam kota, menyadari bahwa mereka sudah terlambat untuk melarikan diri dari api peperangan dan wajah mereka dipenuhi ketakutan.

[Berkumpul semua ksatria dari Skuadron Ksatria Naga pertama dan kedua, hadapi wyvern musuh! Tahan mereka selama mungkin! Persiapkan Infanteri Berat untuk berdiri di garis depan dan infanteri dibelakang mereka, jangan biarkan barisan itu hancur! Archer akan berada di garis belakang dan membantu dari jarak terjauh! Kavaleri ringan pada saat itu akan menyerang dari sisi kanan! 200 Kavaleri akan melakukan serangan! Tunggu sampai ada perintah selanjutnya! Penyihir tidak perlu melakukan serangan, tapi semuanya kendalikan angin agar terjadi angin kencang di Gim!]

Kedua puluh empat wyvern itu terbang ke langit dan meningkatkan ketinggian mereka. Squadron itu dipisahkan menjadi dua, satu squadron terbang dengan ketinggian jelajah, sementara squadron lain terbang dengan ketinggian maksimal. Melakukan air-to-air bombing sambil melakukan intercept dari depan, itu adalah formasi penyergapan yang ada di buku pelajaran.

Setelah mereka terbang sejauh 5 km, mereka bisa melihat titik hitam dalam jumlah besar muncul di langit barat. Jumlah itu mengejutkan Skuadron Ksatria Naga Qua-Toyne. Itu adalah Armada Pertama Tentara Garis Depan Pasukan Penakluk Wilayah Timur Kerajaan Louria. Jumlah mereka adalah 75 unit—

Skuadron Ksatria Naga Qua-Toyne tidak gentar dan dengan penuh keberanian, mereka menyerbu ke arah titik-titik hitam itu.

Ketujuh puluh lima Ksatria Naga milik Louria melihat Ksatria Naga milik Qua-Toyne.

“Lakukan serangan bola api.”

Aldebaran, Komandan Ksatria Naga yang memimpin unit itu, memberikan perintah dengan tenang. Dia berniat menyelesaikan pertempuran ini dengan sekali serang. Ketujuh puluh wyvern itu berbaris seperti dinding dari atas, dari samping dan diagonal, dan membuka mulut mereka.

Bola api mulai terbentuk di mulut mereka.

“5 detik sebelum menembak, 4, 3, 2, 1—Tembak!”

Ketujuh puluh lima wyvern itu menembakkan bola api mereka disaat bersamaan. Bola api yang berputar itu menghasilkan arus udara di sekitar mereka. Bola api yang terletak di bagian tengah memperoleh gaya dorong, sehingga jangkauan mereka akan menjadi lebih jauh dari pada bola api yang terletak di bagian luar. Dengan menggunakan fenomena ini, mereka berhasil melakukan serangan beruntun bahkan sebelum Ksatria Naga Qua-Toyne memulai serangan mereka.

Ketujuh puluh lima bola api terpusat yang dikeluarkan oleh 75 wyvern, saling berjajar satu sama lain dan saling melakukan fusi membentuk sebuah kepala anak panah dan menciptakan dinding api. Tanpa melambat, dinding api itu terbang ke arah Ksatria Naga Kadipaten Qua-Toyne.

Dua belas Ksatria Naga milik Qua-Toyne melakukan manuver menghindar saat dinding api menutupi seluruh bidang pandangan mereka, tapi itu terlambat beberapa saat. Seluruh unit itu ditelan oleh api dan jatuh ke bawah.

“Apakah mereka memisahkan pasukan mereka menjadi dua?… Seluruh unit, perhatikan langit.”

Empat puluh detik setelah Aldebaran memberikan perintah, 12 unit wyvern terjun dalam satu barisan dari atas langit dengan matahari dibelakang mereka. Tampaknya mereka memutuskan bahwa air-to-air bombing tidak akan efektif dan kemudian melakukan serangan udara jarak dekat (dogfight).

Ketika Skuadron Ksatria Naga kedua milik Qua-Toyne menembakkan bola api mereka saat melewati Pasukan Louria, tiga unit Ksatria Naga milik pasukan Louria terkena serangan langsung dan jatuh kebawah.

Wyvern yang terjun dari langit yang tinggi menerima bantuan dari gravitasi dan mereka menjadi semakin cepat dengan meluncur secara diagonal berhasil menerobos pasukan Louria. Beberapa unit pasukan Louria mulai mengejar mereka.

Pasukan Ksatria Naga Qua-Toyne yang melihat bahwa pertempuran telah berubah menjadi jarak dekat dan mereka akan dibantai, mulai menyebar. Namun, pasukan Louria mengejar mereka. Selain 15 unit dibawah perintah Aldebaran, 48 unit lain melakukan pengejaran terhadap 12 Ksatria Naga Qua-Toyne dengan rasio 4 banding 1. Tidak sampai beberapa menit, Ksatria Naga pertama dan kedua Qua-Toyne telah disapu bersih.

“Mari kota bantu pasukan darat. Semua unit, lakukan serangan bantuan.”

Para wyvern itu kemudian mulai menyerang pasukan darat Qua-Toyne.

***

“Sia-… Sialan! Bukan hanya jumlah mereka lebih banyak, kemampuan mereka juga bagus!”

Moizi selesai menyaksikan pertempuran di langit barat dari ruang komando dan memukulkan tinjunya ke dinding.

“Aku tak menyangka akan selesai secepat ini… Jika Skuadron Ksatria Naga sudah dimusnahkan itu artinya…!”

Ksatria Naga milik musuh mempersempit target serangan mereka, pasukan darat, dan menembakkan bola api dari langit. Bola api yang ditembakkan dari langit meledak pada saat menyentuh tanah dan menyebarkan api. Itu adalah api panas yang tidak akan padam setelah dinyalakan, jadi kerusakan yang diterima pasukan darat meningkat.

Hanya ada satu serangan balasan yang bisa dilakukan dari darat, yaitu meluncurkan anak panah dari ballista yang diperkuat dengan sihir angin.

Namun, sihir untuk mempertahankan kekuatan sihir itu sangat sulit, dan mereka tidak dapat dipersiapkan dalam jumlah besar. Paling banyak, mereka hanya bisa mempersiapkan 10 anak panah, dan selain itu mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengejar musuh. Itu lebih baik dari pada tidak melakukan apapun, tetapi anak panah yang diluncurkan dari busur ballista anti udara hanya akan mengenai udara kosong.

Serangan anti udara di dunia ini jarang mengenai sasaran. Ada senjata yang sedikit lebih efektif di Wilayah Tiga Peradaban Besar, meski begitu mereka lebih berperan sebagai pengalih perhatian.

Karena bantuan udara dari Skuadron Wyvern dalam jumlah besar, pasukan darat Qua-Toyne menerima kerusakan yang sangat besar.

Bola api dalam jumlah besar, yang terus berjatuhan dari langit, sudah cukup untuk mengacaukan formasi pasukan darat.

Mereka telah kehilangan seperlima dari seluruh pasukan mereka dan formasi mereka menjadi berantakan untuk menghindari bola api, dimana prajurit darat hanya bisa melarikan diri. Pada saat itulah 25,000 infanteri dan infanteri berat milik Pasukan Penakluk Wilayah Timur Kerajaan Louria menyerbu.

Ksatria Wilayah Barat Qua-Toyne, tanpa mampu menandingi kekuatan mereka, dimusnahkan dalam waktu kurang dari 30 menit. Tidak ada seorangpun yang dapat bergerak lagi.

Kota perbatasan Gim telah jatuh ke tangan Kerajaan Louria.

Moizi diikat menggunakan tali di pinggangnya dan menjadi tahanan.

Gim telah diduduki oleh Tentara Garis Depan Louria.

“Bahkan Moizi yang hebat itu telah kehilangan taringnya. Lemah… Kami bahkan belum meletakkan para monster di medan pertempuran.

Moizi menatap tajam ke arah Adem.

“Hmph, apakah kau akan merebusku atau membakarku, lakukan apapun yang kau mau.”

Moizi mendengus.

Jenderal Kedua Pasukan Penakluk milik Louria, Adem, sangat gembira dan menunjukkan senyum tidak menyenangkan.

“Itu mengingatkanku—bukankah istri dan putrimu masih ada di Gim?”

“T-Tunggu… apa yang akan kau lakukan pada mereka!?”

“Hei! Tangkap istri dan putri Moizi, dan bawa mereka kemari. Mari kita mainkan mereka dan kemudian membiarkan mereka dimakan hidup-hidup oleh para monster didepannya.”

“Hentikan itu… Hentikan! Kami adalah tahanan perang, kau bajingan, dasar bangs——“

Moizi mencoba menyerbu ke arah Adem, tapi dia segera ditahan.

“Jangan khawatir. Setelah kau melihat semuanya, kau juga akan menjadi makanan bagi para monster… Hihihi.”

“Kau bajingan, kau bajingan————“

Perintah menakutkan dari Adem itu dilaksanakan hari itu juga. Perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, semua tindak kekejaman sedang dilakukan didalam kota, dan seluruh keluarga Moizi juga menerima nasib yang menyedihkan.

100 orang dari kota itu yang bertahan hidup dilepaskan dan menceritakan peristiwa mengerikan itu ke setiap kota.

Namun, informasi itu juga diterima oleh Jepang, dan itu memberikan mereka alasan untuk “Menyelamatkan warga Qua-Toyne dari aksi genosida yang kejam”.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s