Japan Summons Chapter 1 B

Volume 1
Chapter 1 – Pergolakan Bagian 2

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Kerajaan Louria, Ibukota: Jin-Haag, Istana Haag, Barak Bawah Tanah

Di sudut ruangan, diterangi oleh cahaya lilin yang samar…

Api berkedip-kedip karena gerakan angin dan membuat bayangan pria yang ada di dinding bergoyang ke depan dan ke belakang.

“Fufufu… Akhirnya keputusan telah diberikan! Ini sudah sangat lama.”

Seorang pria bermata sipit berbicara kepada seorang pria yang mengenakan jubah.

“Ya. Ini benar-benar sudah sangat lama.”

Salah satu bagian tangan milik orang berjubah itu telah membusuk dan mengeluarkan nanah.

Segera setelah sesi Pertemuan Raja selesai, perintah untuk membentuk pasukan penaklukan disalurkan ke eselon yang lebih rendah. Namun, karena mereka telah selesai melakukan persiapan bahkan sebelum keputusan itu dibuat, hal itu tidak lebih hanyalah sebuah pemberitahuan bagi mereka.

Adem, yang telah dipilih untuk menjadi wakil komandan dari pasukan utama dari Pasukan Penaklukan Sebelah Timur, menunjukkan sebuah senyum mengerikan sambil menatap ke arah api yang berkedip-kedip itu.

“Demi-human harus dimusnahkan. Sebuah kehormatan bagiku… karena bisa berpartisipasi dalam perang penaklukan negara tak berharga yang memberikan hak kepada para sampah itu terlebih lagi, sebagai ditugaskan di garis depan…! Aku akan—“

Mata sipit milik Adem sedikit terbuka dan berubah menjadi tatapan kemarahan. Tapi, dia segera kembali menutup matanya.

“—Tidak, itu bukan apa-apa. Di dunia ini, yang lemah adalah makanan bagi yang kuat, Orang-orang lemah hanyalah makanan yang menunggu untuk dimakan. Mayat-mayat demi-human… Tidak, hidup orang tua dan saudaraku telah mengajarkan hukum dunia ini kepadaku. Dan kali ini, aku bisa mengajarkan hukum itu kepada para demi-human itu… Aku bersukacita karena kebahagiaan ini.”

“Pasukan Pengguna Monster milikku adalah bayangan samar yang tidak pernah melihat cahaya di siang hari. Para Ksatria dan Bangsawan memandang rendah kami dan terus memperolok kami. Tapi bahkan Pengguna Monster seperti kami diberikan sebuah tempat dalam operasi ini, jadi aku juga merasa sangat senang hari malam ini!”

Hari itu, setiap orang memakan makanan mereka bersama alkohol dan melakukan pesta sebelum perang. Pesta yang penuh gejolak itu berlangsung sampai larut malam—

***

Kadipaten Qua-Toyne, Kedutaan Besar Jepang

Matahari menunjukkan wajahnya di cakrawala dan langit sebelah timur menjadi semakin cerah saat burung-burung mulai bernyanyi. Sebuah angin nyaman dan udara lembap berhembus kedalam ruangan melalui jendela yang terbuka.

Pegawai tetap dari Kementerian Urusan Luar Negeri Jepang, Tanaka, terbangun dari tidurnya dengan perasaan bagus dan mengambil nafas dalam-dalam.

Kadipaten Qua-Toyne tidak memiliki mobil, pabrik, atau pesawat, sehingga suara yang bisa dia dengar hanyalah nyanyian para burung, suara arus sungai, dan suara kaki kuda. Dibandingkan dengan Jepang, tidurnya benar-benar lebih baik.

“…… Kelihatannya hari ini akan menjadi hari yang sibuk.”

Itu adalah sesuatu yang dia gumamkan karena firasat buruk yang dia rasakan, tapi hal itu terbukti benar.

“Duta Besar! Duta Besar!”

Seorang staff mengetuk pintu ruangan Tanaka.

(Apa yang terjadi pagi-pagi begini?)

Tanaka sedikit kebingungan dan membuka pintu.

“Selamat pagi. Apa yang terjadi?”

“Seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri Kadipaten Qua-Toyne tiba-tiba berkunjung tanpa pemberitahuan dan mengatakan bahwa ada informasi darurat yang harus dia sampaikan.”

Dalam komunikasi antar negara, berkunjung tanpa pemberitahuan, berarti bahwa sedang terjadi situasi yang benar-benar gawat. Atau mungkin, ini adalah cara diplomasi yang biasa di dunia lain ini. Tanaka memikirkan hal itu sambil segera berganti pakaian.

Setelah mencuci muka dengan cepat, sosoknya yang sudah memakai jas membuka pintu menuju ruang tamu, 15 menit setelah staff tadi mengetuk pintu ruangannya. Di dalam ruang tamu terdapat Yagou, pejabat Kementerian Luar Negeri Qua-Toyne, yang tampak sedang kesulitan.”

“Selamat pagi, maaf telah membuat anda menunggu terlalu lama.”

“Tanaka-dono, tolong maafkan ketidaksopanan saya karena telah berkunjung begitu tiba-tiba di pagi hari seperti ini. Tapi ada perkembangan mengkhawatirkan yang harus saya beritahukan kepada anda.”

Yagou berdiri dan membungkuk dengan sangat rendah. Tanaka berkata, “Apa yang terjadi?”, sambil mencoba untuk menyembunyikan kelegaan nya karena bahkan di dunia ini, sudah sewajarnya untuk memberikan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum berkunjung.

Namun, kelegaan itu hancur dalam sekejap.

“Saya rasa anda sudah tahu tentang Kerajaan Louria yang terletak di sebelah barat negara kami. Sebagai hasil dari penyelidikan menyeluruh dari informasi yang kami dapat dari berbagai tempat, kami yakin bahwa Kerajaan Louria sedang mendekat untuk menyerang negara kami.”

“Pe-… Perang!?”

“Prajurit Kerajaan Louria telah berkumpul di barat, dan sedang bergerak ke arah Kota Gim, yang terletak 20 km dari perbatasan. Jika saya bisa jujur, jika perang dimulai, maka kami tidak dapat mengekspor makanan dalam jumlah yang telah disetujui dengan negara anda. Kami benar-benar minta maaf karena telah melanggar perjanjian itu…”

Tanaka kehabisan kata-kata saat dia mendengar hal itu.

Sejak terputus dengan Bumi karena negara mereka tiba-tiba dipindahkan ke dunia ini, Kementerian Urusan Luar Negeri telah diberikan sebuah tugas agar rakyat tidak kelaparan. Mereka telah menjalin hubungan diplomatik dengan Kadipaten Qua-Toyne, yang memiliki lahan pertanian luas, dan Kerajaan Qualia, yang memiliki sumber daya yang sangat dibutuhkan Jepang yang menutupi sebagian besar negara itu (meskipun sampai mereka dapat menambangnya, Jepang harus menggunakan apa yang mereka miliki dalam persediaan sumber daya strategis dalam negeri). Merupakan sebuah keajaiban karena mereka bisa mendapatkan makanan dan sumber daya yang dibutuhkan oleh rakyat Jepang. Tapi saat ini, ada kemungkinan bahwa impor makanan yang benar-benar penting itu akan terhenti. Jika impor makanan dari Qua-Toyne terhenti, makan dalam waktu kurang dari 1 tahun, ribuan… Tidak, mungkin jutaan rakyat akan mati kelaparan.

“Apakah negara anda entah bagaimana bisa melanjutkan ekspor itu…?”

Meskipun dia paham bahwa ketika api peperangan menyelimuti sebuah negara, itu bukanlah situasi dimana mereka bisa mengkhawatirkan negara lain, tapi Tanaka, yang tidak memiliki sedikitpun kekuatan untuk memutuskan situasi serius ini, tidak bisa melakukan apapun selain bertanya.

Yagou meringis dan menunduk.

“Kerajaan Louria memiliki kekuatan militer terbesar di Benua Rodenius. Mereka telah mengumpulkan pasukan seperti itu di perbatasan, dan kelihatannya mereka terus memperkuat pasukan itu. Bagaimanapun, karena jumlah mereka terlalu banyak, saat pertempuran dimulai, meskipun kami memiliki keuntungan lokal, kami harus menyerah dan kehilangan beberapa kota. Jika hal itu terjadi, maka memastikan pergerakan barang seperti yang kami lakukan saat ini, akan menjadi tugas yang sangat sulit.”

Yagou melirik sekilas seolah-olah menantikan ekspresi Tanaka.

“Akan sangat membantu jika kami bisa mendapatkan bantuan militer…”

Yagou mengingat Festival Udara yang dia lihat ketika dia diutus sebagai anggota delegasi ke Jepang. Sosok naga logam yang sangat kuat telah tertanam di matanya, bahkan sampai hari ini.

Jika mereka menerima bantuan dari Jepang, dia menyimpulkan bahwa negara ini tidak akan dimusnahkan dalam perang ini.

“Jepang… telah menolak penggunaan kekuatan militer sebagai sarana menyelesaikan konflik antar negara pada konstitusi nya. Saya benar-benar minta maaf, tapi bantuan militer…”

Tentu saja, Yagou sudah mendengar tentang penolakan kekuatan militer ini saat dia dikirim ke Jepang. Dia bertanya karena tidak ada ruginya melakukan hal itu dalam situasi ini sehingga Tanaka memberikan sebuah jawaban dan tampak frustrasi. Meskipun Yagou telah menduga hal ini, dia menurunkan bahunya dengan kecewa.

“Kalau begitu, sayang sekali, tapi ada kemungkinan besar bahwa akan sulit untuk mengekspor makanan. Karena saya tidak memiliki hak untuk berkata sebaliknya dalam urusan dalam negeri milik negara anda, saya tidak punya pilihan lain selain menyerah dengan permintaan ini…”

Mematuhi konstitusi dan mendapati ribuan orang kelaparan, atau memiliki [interpretasi yang sangat luas] tentang konstitusi dan menyelamatkan rakyat serta Kadipaten Qua-Toyne dari krisis ini.

Setelah informasi tentang penangguhan ekspor makanan diterima oleh Kedutaan Besar Jepang, dalam sebuah tanggapan yang luar biasa cepat, 3 minggu kemudian, Jepang memutuskan untuk mengirimkan pasukan mereka ke luar negeri untuk pertama kalinya semenjak Perang Dunia Kedua.

← PREV | Table of Contents | NEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s