Infinite Dendrogram Volume 8 Prolog 2

Volume 8
Prolog 2 – Reruntuhan yang Tergali

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Mimpinya

Dia melihat sebuah mimpi.

“Ayah! Apakah anda benar-benar berniat pergi bertempur?” teriaknya.

Itu adalah mimpi yang menunjukkan masa lalunya. Bahkan masih belum genap satu tahun, kejadian itu masih segar di ingatannya.

Bagaimanapun, baru tiga hari lalu, tuan putri pertama Kerajaan Altar, Altimia A. Altar, telah kehilangan banyak orang yang dia cintai.

“Kenapa anda tidak melakukan seperti apa yang Kekaisaran lakukan, dengan memberikan imbalan kepada para Master yang ikut berperang?!” dia dengan putus asa bertanya kepada ayahnya dan juga raja Kerajaan Altar, Eldor Zeo Altar.

Dia adalah pria berpenampilan lembut, yang tampak lebih muda dibandingkan umur aslinya.

“Altimia,” katanya. Dia berbicara dengan lembut, tapi memiliki semacam kekuatan di belakangnya. “Aku tidak melakukan itu karena ini adalah era perubahan. Master yang dulunya sedikit telah tumbuh pesat sejak beberapa tahun lalu, dan di kerajaan sendiri jumlah mereka sudah mencapai ribuan.”

“Tapi itulah sebabnya anda seharusnya bersekutu dengan mereka!”

Master adalah entitas abadi yang memiliki kekuatan supranatural yang disebut Embryo.

Pakta Peperangan melarang semua Master kecuali para pemegang gelar ranker untuk berpartisipasi, tapi meski begitu, hanya ada sedikit tian yang mampu menandingi para Master dalam pertarungan. Mereka jauh lebih kuat dari sebagian besar tian, dan mereka tidak akan pernah kehilangan nyawa.

Meski begitu, Eldor telah menolak pendapat bahwa para Master harus direkrut untuk peperangan ini.

“Altimia,” katanya. “Jika kamu membicarakan mereka dengan cara seperti itu, pada dasarnya kamu mengatakan bahwa jumlah mereka meningkat hanya untuk berperang.”

“Eh?”

“Sekarang sudah banyak Master, dan sepertinya akan semakin bertambah di masa depan. Mereka datang sambil membawa perubahan pada dunia. Aku yakin mereka adalah perantara perubahan untuk era ini, yang dikirim oleh dunia itu sendiri, dan aku percaya bahwa kekuatan spesial mereka ada untuk tujuan itu. Namun, aku ragu bahwa menggunakan kekuatan mereka untuk peperangan adalah hal yang bagus. Sebuah dunia dimana kita para tian hanya melihat mereka sebagai alat peperangan, dan dunia dimana para Master menerima hal itu… bukankah itu terlalu buruk?” katanya sambil menatap keluar jendela — menatap dunia yang terbentang di seberangnya. “Itulah sebabnya aku tidak bisa membuat diriku bertindak seperti Dryfe dan mengendalikan keinginan mereka dengan menjanjikan imbalan.”

Setelah mengatakan hal itu dengan penuh keyakinan, Eldor tersenyum.

“Tapi, aku sangat berterima kasih kepada para Master yang tetap memilih untuk berdiri bersama negara ini.”

Sampai saat ini, Eldor telah meminta para Master untuk berdiri dan berperang melawan Kekaisaran. Karena alasan yang telah disebutkan diatas, dia tidak menjanjikan satupun hadiah, tapi ada beberapa Master yang tetap berdiri mempertahankan kerajaan meski mengetahui hal itu.

“Tapi…!” Protes Altimia. Dia dan ayahnya sama-sama tau bahwa kualitas para Master yang ikut berperang itu jauh lebih rendah daripada para Master yang bertarung untuk Kekaisaran. “Tapi kerajaan pasti akan kalah! Jika anda tidak bisa menang, cobalah untuk berdamai dengan — ”

“Kita tidak bisa melakukannya.” Eldor menolak saran itu dengan nada yang bahkan lebih kuat. “Altimia. Kaisar saat ini… Leinhart itu sangat berbahaya. Jika kita tidak menghentikannya, dia akan menjadi ancaman bagi dunia itu sendiri.”

“Ayah…?”

Dulu saat kerajaan dan kekaisaran masih berhubungan baik, Altimia telah tinggal di negara itu sebagai murid pindahan dari luar negeri.

Berkat sebuah koneksi tertentu, dia telah bertemu dan berbicara dengan Leinhart, dan dia sama sekali tidak tampak berbahaya.

Namun, ekspresi Eldor saat menyebut pria itu terasa sangat intens, menyiratkan kalau kemungkinan besar Leinhart lah yang telah menyebabkan dua negara yang dulu merupakan sekutu sekarang menjadi musuh dalam waktu yang begitu singkat.

“Ayah…” katanya dengan khawatir.

“Jangan khawatir, Altimia. Aku sudah biasa bertarung di sisi Langley sebagai seorang Paladin. Dan guru kita… sang Arc Sage… juga akan ikut dengan kami.”

“Ayah… Kalau begitu…”

Altimia hendak menyarankan sesuatu kepadanya, tapi Eldor memotong perkataan putrinya, dan berkata, “Satu lagi, Altimia. Ini tidak hanya berlaku untuk para Master. Aku tidak ingin memaksa orang bertarung hanya karena mereka memiliki kekuatan untuk melakukannya.”

“Tapi…”

“Dan itulah sebabnya, Altimia…”

*

Altimia bangun tepat saat ayahnya hendak mengatakan sesuatu.

Mimpi barusan telah menunjukkan percakapan terakhirnya dengan ayahnya. Dia telah berulang kali melihat mimpi itu setelah kematian ayahnya.

“Yang Mulia! Marquis Findle datang!” Suara yang datang dari balik pintu adalah alasan kenapa dia terbangun. Itu adalah pembantunya. “Beliau memiliki berita darurat! Tolong segera bergegas ke kantor anda!”

“Baik,” kata Altimia, saat dia mengusap air mata yang terkumpul di sudut matanya, bangun, berganti pakaian, dan bergegas menuju kantornya.

 

“Apakah informasi ini terpercaya?” dia bertanya kepada salah satu bawahannya.

Marquis Findle adalah orang yang bertugas mengumpulkan informasi, dan saat ini, dia membawa sebuah informasi yang sangat berharga.

“Itu sudah hampir dapat dipastikan,” jawabnya. “Reruntuhan telah ditemukan di sebelah utara Altea… di County Quartierlatin, yang berbatasan dengan Kekaisaran.”

“Begitu,” kata Altimia, dan mulai merenung.

Reruntuhan bisa dikatakan sebagai “dungeon yang ditinggalkan oleh peradaban pra-sejarah.” Itulah pemahaman yang dimiliki para tian dan Master.

Peradaban pra-sejarah memiliki sihir dan teknologi yang jauh lebih maju dibandingkan peradaban saat ini, dan reruntuhan yang mereka tinggalkan mengandung banyak relik dari masa itu.

Mengingat bahwa reruntuhan-reruntuhan itu dulunya adalah sebuah benteng, fasilitas penelitian, atau istana, bisa dikatakan kalau mereka adalah semacam dungeon alami.

Beberapa reruntuhan yang telah ditemukan sampai saat ini seperti pondasi Dryfe, Kota Bawah Tanah Granbell, begitu juga dengan Benteng Dasar Laut yang ditemukan Granvaloa di bawah laut, dan reruntuhan tanpa nama yang tak terhitung jumlahnya di Caldina.

Reruntuhan sering mengandung teknologi yang tidak bisa dibuat saat ini. Sebagian besar teknologi mesin Dryfe dan pengetahuan pembuatan kapal Granvaloa tercipta dari penelitian dan penerapan informasi yang ditemukan di reruntuhan seperti itu.

Meskipun penemuan fasilitas seperti itu adalah hal yang menggembirakan, ada juga kerugian dari hal itu. Khususnya, saat teknologi yang ada di dalam reruntuhan iu entah kenapa jadi mengamuk. Tidak jarang juga reruntuhan seperti itu dihuni oleh UBM yang berbahaya.

Untuk hal baik atau buruk, reruntuhan memiliki potensi untuk mengubah kekuatan sebuah negara secara drastis.

Fakta bahwa tempat seperti itu telah ditemukan di kerajaan adalah hal yang sangat penting, tapi ada satu masalah yaitu letaknya yang di Quartierlatin — sebuah county yang berbatasan dengan Dryfe.

Terakhir kali Dryfe telah melakukan invasi melalui area lain, jadi wilayah itu belum berakhir menjadi medan pertempuran, tapi tidak ada jaminan bahwa wilayah itu bisa lolos dari takdir semacam itu di kemudian hari — tempat itu bisa dengan mudah berubah menjadi garis depan.

Itu adalah wilayah yang sangat penting sampai-sampai kedua pasukan memiliki benteng yang penuh dengan prajurit di sekitarnya, dan sekarang ditemukan reruntuhan disana… sesuatu yang bisa mengubah nasib sebuah negara.

“Apakah Kekaisaran mengetahui hal ini?” tanya Altimia.

“Saya lebih senang jika mereka tidak mengetahuinya… Tapi mereka memiliki para Master yang membantu operasi intelijen mereka.”

Skill unik milik Embryo bisa dengan mudah mencakup bidang intelijen. Akan lebih baik jika kami menganggap kalau Dryfe juga mengetahui tentang hal ini.

Fakta itu membuat Altimia merasa gelisah. Bagaimanapun, teknologi yang ada di dalam reruntuhan itu mungkin saja akan kembali memulai perang lebih awal daripada yang diduga.

“Yang Mulia?” tanya Findle.

“Tidak, aku baik-baik saja,” jawabnya. “Sekarang, bagaimana dengan kekaisaran? Apakah mereka sudah melakukan pergerakan?”

“Kami belum melihat satupun pergerakan dari pasukan yang ditempatkan di perbatasan. Sulit dibayangkan kalau mereka akan menggunakan kemunculan reruntuhan ini sebagai kesempatan untuk kembali melakukan invasi.”

“Kalau begitu mereka mungkin akan melakukan penyergapan, atau mencuri teknologi yang ada di reruntuhan.”

“Ya. Saya yakin para Master kekaisaran akan melakukan pergerakan, sama seperti yang mereka lakukan selama peristiwa Gideon.”

Yang dia maksud adalah aksi teroris besar yang dilakukan oleh Franklin, salah satu Superior Dryfe, di kota terkuat kerajaan. Dia menculik tuan putri kedua, membawa kehancuran pada kota itu, dan bahkan berencana untuk memusnahkannya dengan gerombolan monster yang bahkan melebihi jumlah yang dia gunakan saat perang.

Untungnya, para Master kerajaan — termasuk seorang Superior, King of Destruction — berhasil menghentikan kegilaan Franklin dan mengalahkan ilmuwan gila itu.

Mengingat kejadian itu, sesuatu yang hanya bisa dia dengar selama dia menderita Wabah, Altimia mengepalkan tinjunya dengan penuh determinasi.

Dia tidak terima pada fakta bahwa Master Dryfe telah melakukan tindakan teroris, dan malah para Master lah yang berhasil menghentikannya.

Namun, hanya dia yang bisa memahami kemana rasa frustrasi itu dia arahkan.

Kenapa…? Pikirnya, tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya dan kembali ke masalah yang dibicarakan.

“Mari kita juga melakukan sesuatu tentang hal ini,” katanya. “Kita akan mengirim seseorang untuk menyelidiki reruntuhan itu dan melawan pasukan yang dikirim oleh kekaisaran.

“Baiklah,” angguk Findle. “Kalau begitu saya akan menghubungi guild dan meminta mereka untuk mempersiapkan quest untuk para Master, dengan begitu — ”

“Jangan lakukan itu.”

“Huh?”

Setelah kemunculan Master di dunia, meminta mereka untuk menyelesaikan masalah sulit telah menjadi tindakan yang paling optimal.

Namun, Altimia menolak ide itu.

“Aku akan mengirim seseorang yang kupilih. Dan kurasa kita tidak perlu menghubungi para Master atau guild petualang tentang hal ini. Larang setiap guild untuk membuat satupun quest yang berhubungan dengan reruntuhan itu.”

“Tapi jika kekaisaran mengirim para Master, hanya Master-lah yang bisa melawanny — ”

“Itu adalah keputusanku sebagai penguasa negara ini.”

“Sesuai perintah anda.” Marquis Findle membuat gestur paham.

“Kamu boleh pergi. Selain itu, tolong diingat bahwa aku mungkin tidak akan memberikan tanggapan selama beberapa hari karena aku akan menangani situasi ini. Aku akan memberitahukan hal ini ke bagian lainnya.”

“Baiklah.” Findle membungkuk dan permisi dari dalam kantor.

Altimia berdiri dari kursinya dan berjalan ke depan sebuah cermin tinggi.

“Tian punya kesempatan kecil untuk menang melawan Master… Aku tau itu,” gumamnya pada diri sendiri.

Dia menatap ke arah matanya sendiri dan mengingat mereka yang kalah dan mati di tangan para Master Dryfe. Beberapa dari mereka adalah orang yang sangat dia sayangi. Bahkan ayahnya sendiri telah dikalahkan oleh Master dan dimakan oleh monster-nya.

“Meski begitu, aku tidak bisa bergantung kepada para Master untuk mendapatkan sesuatu yang bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap perang,” bisiknya sambil menyentuh cermin. “Aku tidak boleh menggunakan mereka sebagai peralatan perang.”

Itu adalah perkataan yang sering dia dengar di dalam mimpi dari pembicaraan terakhirnya dengan ayahnya.

Master adalah agen revolusi pada zaman ini. Mereka tidak boleh digunakan dalam peperangan antar tian… “manusia.”

Itulah pemahaman yang dia miliki dari kalimat itu.

Meskipun pemahamannya sedikit berbeda dengan keinginan ayahnya, dia bertekad untuk mengikutinya.

Lalu dia mempertimbangkan satu hal.

Selama perang, ada banyak Master yang bergabung dengan Dryfe demi hadiah. Ayahnya tidak menawarkan satupun hadiah kepada para Master di kerajaannya, membuat Dryfe memiliki jauh lebih banyak Master.

Sama seperti ayahnya, dia sangat berterimakasih kepada para Master Altar yang berpartisipasi.

Namun, dia masih merasa benci kepada para Master Dryfe yang bertarung melawan kerajaan, dendam kepada para Master Altar yang hanya diam saja, dan marah kepada Superior Altar yang mengajukan permintaan gila sebagai ganti ikut perang.

Dia bahkan merasa kalau semua tidak akan berakhir seperti ini jika sejak awal para Master tidak pernah ada.

Altimia tau persis kalau semua ini adalah akibat dari perang belaka. Para Master Dryfe hanya bertindak sesuai dengan permintaan, dan kerajaan tidak membuat permintaan karena keinginan ayahnya sendiri.

Meski begitu, Master… Superior… telah mengambil terlalu banyak hal darinya, dan oleh karenanya, ketidakpercayaan nya kepada mereka jadi semakin dalam.

“Tapi…”

Ada beberapa hal yang menggoyahkan ketidakpercayaan nya.

Selama peristiwa blokade ibukota, para Master telah membentuk kelompok perlawanan untuk menangani para pelakunya.

Selama Wabah, beberapa Master tampak berkeliling sambil menyembuhkan para penduduk tanpa meminta sedikitpun imbalan.

Dan ada juga kejadian di Gideon…

“Tapi sekarang…”

Masalah reruntuhan itu berhubungan dengan perang. Tidak peduli bagaimanapun perasaannya, dia tidak akan bergantung kepada para Master, karena dia ingin menghormati keinginan ayahnya.

Oleh karenanya, dia akan melakukan hal lain.

“Ini adalah tugas untuk Azurite.”

*

Setelah meninggalkan ruangan tuan putri pertama dan berjalan agak jauh dari tempat itu, Marquis Findle mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Itu adalah sebuah item sihir yang digunakan untuk melakukan komunikasi, dan dia menggunakannya untuk menghubungi salah satu bawahannya di di departemen intelijen.

“Ini aku,” katanya. “Kirim permintaan ke DIN untuk membocorkan informasi tentang reruntuhan Quartierlatin ke kerajaan… Ya, itu sudah cukup… Larang semua quest guild yang berhubungan dengan reruntuhan, sama seperti yang beliau perintahkan. Mereka… para Master akan bergerak dengan sendirinya.”

Dengan itu, dia mengakhiri komunikasinya.

“Aku memahami apa yang Yang Mulia katakan, tapi Master lebih baik diserahkan kepada Master lainnya,” gumamnya.

Meskipun tidak ada permintaan resmi, para Master yang menyelidiki reruntuhan atas keinginan mereka sendiri akan menangani setiap serangan Master Dryfe.

Selain itu, jika Master kerajaan menjual teknologi yang mereka temukan disana, itu akan meningkatkan ekonomi Altar.

Jika ternyata itu adalah hal yang sangat penting, negara itu sendiri akan mengirim agen untuk membelinya dari mereka.

Orang-orang yang mereka sebut “Master” jarang memikirkan resiko nyawa, dan bertindak hanya berdasarkan rasa penasaran dan hasil yang mungkin di dapat. Itulah sebabnya Marquis Findle merasa bahwa ini adalah cara terbaik untuk menangani hal ini.

“Tapi… Tidak, tidak ada gunanya memikirkan tentang hal itu.”

Setelah mengatakan hal itu, dia kembali ke kantornya.

Masih ada banyak hal yang harus dia lakukan terkait dengan reruntuhan itu. Perintah kepada bawahannya barusan baru langkah pertama.

Marquis Findle menangani langkah selanjutnya sambil memikirkan situasi saat ini dan penghormatan Altimia untuk keinginan ayahnya.

Ada yang percaya bahwa Master tidak boleh digunakan untuk perang, sementara yang lain berpikir sebaliknya, keduanya sama-sama percaya bahwa pemikirannya lah yang benar, dan juga tidak ada satupun yang bisa dibuktikan kesalahannya.

Namun, terlepas apakah mereka benar atau salah… semua itu tidak akan ada artinya jika Master yang dikirimkan oleh Dryfe jauh lebih kuat daripada Master Altar yang menyelidiki reruntuhan.

***

Istana Kaisar Kekaisaran Dryfe — Throne of the Imperium, Dryfe Imperstand

Ibu kota Kekaisaran Dryfe, Vandelheim, memiliki dua wajah.

Satu wajah tampak modern, sementara yang satunya adalah wajah pusat teknologi super.

Ada dua perwakilan utama dari wajah kedua.

Yang pertama adalah institut penelitian tepat di luar ibu kota — markas utama Triangle of Wisdom.

Dan yang satunya adalah… istana kaisar.

Dari luar, istana itu hanya terlihat seperti bagian dari kota modern yang mengelilinginya.

Bangunan itu bisa di deskripsikan sebagai “benteng mesin raksasa,” sebuah istana yang terbentuk dari gear-gear yang tak pernah berhenti berputar dan menyandang nama “Throne of the Imperium, Dryfe Imperstand.”

Itu adalah sebuah bangunan kuno yang berperan sebagai pusat Dryfe, senjata terkuatnya, dan sebuah keberadaan yang dianggap oleh beberapa makhluk sebagai Irregularity.

*

Karena merupakan sebuah senjata dan juga kediaman kaisar, Imperstand juga memiliki kantor untuk para pejabat senior.

Di dalam salah satu kantor itu, ada dua orang yang sedang melakukan percakapan sambil bermain catur — atau, setidaknya, sebuah permainan yang terlihat mirip dengan catur.

“Beberapa saat yang lalu, aku diberitahu bahwa salah satu Master kita telah memastikan kemunculan reruntuhan di County Quartierlatin milik kerajaan,” kata salah satu dari mereka. Orang yang satunya lagi hanya mendengarkan dalam diam. “Bisakah kamu mengirimkan Hell General kesana?”

“Bolehkah aku menanyakan alasannya, Perdana Menteri Vigoma?”

Salah satu dari mereka adalah Perdana Menteri Nobrome Vigoma, orang yang bertanggung jawab menangani urusan internal kekaisaran. Sementara untuk orang yang satunya lagi…

“Itu sederhana,” kata Nobrome. “Karena tidak ada metode lain yang lebih menjanjikan, Komandan Militer Barbaros.”

“… Begitu.”

Zero General, Komandan Militer Gifted Barbaros, adalah orang yang bertanggung jawab menangani militer kekaisaran, dan dapat dikatakan sebagai tian terkuat di Dryfe.

Dia menyandang gelar Jenderal dan Komandan Militer disaat bersamaan. Tidak jarang bagi tian untuk memiliki job yang berbeda dengan pekerjaan resminya. Meskipun di luar sana ada Superior Job, seperti “Commander-in-Chief” dan beberapa yang memiliki kata “Jenderal,” job “Komandan Militer” benar-benar tidak ada di dunia ini, jadi mau bagaimana lagi.

Meskipun merupakan orang tertinggi di militer, Gifted Barbaros anehnya tampak masih muda — sekitar 30 tahunan — dan tampak tidak memiliki aura komandan yang biasanya kau rasakan dari seorang pemimpin.

Kalau harus jujur, matanya tampak mati.

“Dia berada di faksi komandan militer,” lanjut Nobrome. “Jika kamu membujuknya, dia — ”

“Kami hanya memiliki metode dan pendekatan yang sama. Dia tidak tergabung dengan faksi manapun.” Bantah Gifted. “Tapi… baiklah. Aku akan mencoba membujuknya.”

Jawabannya barusan juga hampir tidak memiliki semangat.

Dua pemimpin dari tiga faksi yang membentuk kekuatan tempur negara ini sedang duduk di meja yang sama, tapi dia tidak merasakan apapun tentang hal itu bahkan dia tidak memperdulikan posisinya sebagai salah satu pemimpin faksi-faksi itu. Dia hanya menjawab dengan datar dan menggerakan bidak yang ada di atas papan.

Tapi Perdana Menteri tidak peduli dengan sikap pria itu.

Bagaimanapun, dia sudah mengenalnya sejak lama.

Karena itu, dia lebih tau dari pada kebanyakan orang bahwa Gifted bisa diibaratkan sebagai macan yang tertidur — tidak, sesuatu yang lebih menakutkan dari hal pada hal itu — dan memahami bahwa, kecuali situasinya mendesak, dia lebih baik dibiarkan tertidur.

“Harus kukatakan, aku tidak menyangka hal ini,” tambah Nobrome. “Aku menduga kamu akan menanyakan lebih banyak hal, atau langsung menolak permintaanku tentang Hell General.”

“Master itu bebas,” jawab Gifted. “Mereka tidak terikat oleh pangkat atau faksi — mereka bebas melakukan apa yang mereka inginkan. Bahkan nyawa mereka adalah urusan kedua bagi mereka.”

“Itu benar,” jawab Nobrome, tapi perkataan Gifted membuatnya berpikir, Bukankah itu juga berlaku untukmu?

“Selain itu, aku sudah paham situasinya,” tambah Gifted. “Kau meminta hal ini kepada Logan karena salah satu master yang kamu sponsori, Franklin, saat ini tidak dapat digunakan… atau lebih tepatnya, kau tidak boleh menggunakannya.”

“Oh?”

“Kekuatan Franklin adalah kekuatan variasi. Dia kehilangan pasukannya pada kejadian sebelumnya, dan sekarang sedang bekerja untuk membuat unit baru dan mengumpulkan monster mass produksi. Masalah reruntuhan dan potensi teknologi yang ditemukan di dalamnya memang penting, tapi itu untuk jangka panjang. Itu hanya akan memberikan efek kecil pada perang yang akan datang. Oleh karenanya, kalian tidak bisa mengirimkan pasukan yang sedang dibuat untuk perang — kalian harus membuat mereka terus tumbuh. Lalu baru-baru ini kita mendapat tambahan di pasukan Superior kita — King of Chariot dan King of Thieves — tapi kamu tidak bisa menggunakan mereka. Aku sependapat denganmu tentang yang terakhir. Meskipun kita telah merekrut mereka dengan kontrak yang terperinci, kriminal yang masuk ke daftar DPO di berbagai negara masihlah seorang kriminal.” Vigoma mendengarkan Gifted dalam diam.

“Dan yang tersisa adalah dua Superior lainnya. King of Beast adalah one-man-army — sebuah kekuatan mutlak yang tidak membutuhkan bayaran dan persiapan. Namun, dia jauh terlalu kuat, dan mungkin reruntuhan itu akan hancur jika dia pergi kesana. Dia sudah memiliki rekam jejak tentang hal itu. Sebaliknya, Logan harus memberikan bayaran, tapi dia bisa mempersiapkan pasukan dalam sekejap dan menyesuaikannya dengan mudah. Jika kamu memberinya sebuah tumbal, dapat dipastikan dia akan setuju. Dan itulah yang menjadikan Logan sebagai Superior paling optimal untuk direkrut dalam situasi ini. Tapi itu hanya asumsiku, sih.”

“… Ya ampun.”

Meskipun terlihat tak bersemangat sepanjang waktu, Gifted telah mengatakan hampir semua yang Nobrome pikirkan terkait dengan hal ini secara lancar.

Meskipun pria itu menjadi komandan militer pada usia muda bukan karena kecerdikannya dalam membuat strategi, tak dapat dipungkiri bahwa dia adalah seorang komandan yang menakjubkan, seperti yang dibuktikan oleh asumsinya.

“Heh heh,” Perdana Menteri tertawa. “Jika kamu tau sebanyak itu, maka kurasa aku tidak perlu memberitahumu apa-apa lagi.”

“Kalau begitu aku akan segera mengatur pertemuan dengan Logan.”

“Bagus sekali. Terima kasih banyak, Komandan Militer.”

Nobrome mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, dan Gifted menanggapinya, tetap dengan mata tanpa semangat.

“Harus kukatakan, padahal kamu memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu sendiri, jadi kenapa kamu menyerahkan manajemen pasukan kepada para bawahanmu?” tanya Nobrome.

“Aku masih belum paham kenapa aku menjadi komandan militer. Aku hanyalah seorang prajurit. Aku tidak cocok untuk memimpin orang lain.”

“Ho ho ho!” Nobrome tertawa sepenuh hati. “Kadang-kadang aku juga bertanya kenapa aku menjadi Perdana Menteri. Bagaimanapun, kita hanyalah orang yang paling berpengaruh diantara sedikit prajurit dan pejabat yang beraliansi dengan orang yang sekarang menjadi kaisar.”

Setelah mendengar perkataan itu, Gifted menunjukkan emosi untuk pertama kalinya — emosi itu dia tunjukkan dengan menghela nafas panjang.

“Terlalu banyak orang mati selama pemilihan kaisar dan kekacauan yang terjadi selanjutnya.”

“Benar. Tapi aku benar-benar lega bahwa aku, kamu, dan para bawahanmu bisa bertahan.”

“Begitu juga denganku.”

Orang-orang sering mengatakan bahwa kekaisaran terbagi menjadi tiga kekuatan: Faksi Perdana Menteri Vigoma, Faksi Komandan Militer Barbaros, dan Faksi Kaisar saat ini. Hal itu tidaklah salah.

Meskipun kaisar, sang penguasa tertinggi, kadang-kadang berpartisipasi dalam politik dari balik layar, dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berjibaku dengan mesin, latihan, dan hobi lainnya. Dan mereka yang diberi tugas, Vigoma dan Barbaros, memiliki pemikiran yang berbeda mengenai apa yang terbaik bagi kekaisaran.

Itu bukan berarti mereka saling bermusuhan satu sama lain. Meskipun mereka memiliki pemikiran yang berbeda, mereka memiliki dua tujuan yang sama: untuk memberikan hasil terbaik bagi kekaisaran, dan untuk memenuhi keinginan sang kaisar. Oleh karenanya, mereka tidak enggan untuk bekerja sama jika itu adalah hal yang terbaik, sama seperti saat ini.

Mereka tidak satu pemikiran, tapi mereka berjalan ke arah yang sama.

“Perdana Menteri,” Gifted angkat bicara. “Bisakah aku menanyakan sesuatu?”

“Ya?”

“Kamu bilang kalau reruntuhan itu ada di County Quartierlatin, kan?”

“… Ya.”

“Begitu. Kalau begitu aku harus mengirim seorang prajurit spesial.”

“Prajurit spesial? Tapi mereka… tunggu! Maksudmu…?”

“Tidak ada orang lain yang lebih cocok untuk pekerjaan ini. Kamu setuju, kan?”

Dan dengan begitu, fleksibilitas dan koordinasi mereka melahirkan sebuah skenario mimpi buruk bagi kerajaan — pengiriman seorang Superior dan pasukan kuat lainnya.

***

Dengan demikian, niat kerajaan dan kekaisaran saling bersilangan, mempersiapkan panggung untuk peristiwa yang menyelimuti reruntuhan dan County Quartierlatin.

Namun, ada juga faksi lain yang melakukan pergerakan. Itu adalah sebuah kelompok yang tak dapat diduga dan dipahami oleh siapapun, baik tian maupun Master.

***

—  —  —  —

“Reruntuhan peradaban pra-sejarah ditemukan di kerajaan, titik A05.”

“Benarkaaaaah?”

“Pergerakan lempeng bumi membuatnya muncul ke permukaan. Para tian dan Master pergi untuk menemukannya.”

“Yah, the Earth akhir-akhir ini menciptakan banyak gempa disanaaaa. Tapi sepertinya dia tidak melakukan itu untuk mencari reruntuhan, kaaan?”

“Sepertinya, yang satu ini adalah fasilitas dari periode yang lebih baru. Tempat itu menggunakan teknologi kamuflase super canggih. Itu agak mirip dengan gaol milik Red King.”

“Kalau begitu kurasa kita harus waspada dengan apa yang ada di dalamnyaaaaa.”

“Tidak akan ada masalah jika tempat itu hanyalah reruntuhan biasa, tapi tidak ada jaminan kalau tempat itu tidak memiliki persenjataan yang lebih kuat dari Prism Dragon atau the Throne. Jika kerajaan atau kekaisaran menggunakan sesuatu seperti itu dalam peperangan mereka, keseimbangan yang sudah goyah mungkin akan jadi benar-benar runtuh.”

“Akan jauh lebih mudah jika hanya para Master yang menghancurkan keseimbangaaaan… Aku juga harus mengatakannya kepada Jabberwock. Pokoknya… Baiklah, aku akan pergi menyelidikinya. Lagipula, pekerjaan sepele seperti ini adalah tugaskuuuu.”

“Kami akan menyerahkannya kepadamu.”

“Oh, dan aku akan meminta izin untuk menggunakan yang asli, hanya untuk jaga-jaga.”

“Aku juga akan memintanya.”

“Mohon bantuannyaaa.”

“Hati-hati.”

“Tentu. Baiklah, aku berangkaaat.”

insert1

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Ingin FT ini lebih rajin update? Silahkan pertimbangkan untuk mampir ke halaman Donasi