Infinite Dendrogram Volume 8 Prolog 1

Volume 8
Prolog 1 – Ingatan Sekilas tentang Hari yang telah Lama Berlalu

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Mereka yang mengetahui harapan hakiki adalah mereka yang berdiri di tepi jurang keputusasaan.

Mereka yang sudah jatuh ke dalamnya tidak akan pernah bisa berharap lagi, dan mereka yang sudah berada di dalamnya memiliki harapan yang jauh lebih besar dari pada siapapun.

**

Sebuah naga permata sedang melesat membelah langit.

Itu adalah sebuah entitas agung, terbungkus oleh armor yang bersinar seperti permata.

Namun, matanya sama sekali tidak menunjukkan kehidupan. Mata itu terlihat mirip jendela, dan kau bisa melihat beberapa sosok manusia di dalamnya.

Kepala naga itu adalah sebuah kokpit, dan mereka yang ada di dalamnya sedang mengelola berbagai macam kolom dan tuas pengendali.

Itu adalah Pasukan Mesin Khusus Pertama milik Kekaisaran Zweier.

Namanya adalah Amber Abyss.

Ada empat orang di dalamnya, masing-masing memiliki tugas tersendiri dalam mengendalikan naga langit buatan itu.

“Kapten. Dengan kecepatan kita saat ini, kita akan tiba di wilayah pertempuran dalam 20 menit,” kata orang yang bertugas di bagian radar kepada komandannya. Dia adalah seorang pria paruh baya.

“Begitu,” kata sang kapten sambil mengangguk. Suaranya terdengar berat. “Jadi sudah hampir dimulai.”

“Dr. Flagman baru saja menyelesaikan Prism Dragon ini. Ini adalah pertarungan pertama nya, bukan?!” tanya seorang pemuda yang mengendalikan kolom pengendali. Berkebalikan dengan suara kaptennya, suaranya terdengar riang.

“Benar,” jawab sang kapten. “Amber Abyss ini bukan satu-satunya dari jenisnya, sih. Kita telah membagikan teknologi Flagman-dono dengan negara lain, dan mereka juga membuat Prism Dragon milik mereka sendiri. Aku juga mendengar bahwa Prism Steed dan Prism Person milik Flagman-dono juga akan segera terjun ke dalam pertempuran.”

“Itu bagus!”

Tawa pemuda itu membuat sang kapten menunjukkan senyum kecut dan berpikir, Itu berarti situasinya begitu buruk sampai-sampai seluruh negara mengabaikan semua perbedaan mereka dan bekerja sama untuk bisa menang.

Tepat. Semua di benua ini—baik itu Kekaisaran Zweier maupun negara lainnya—sedang berada di ambang kehancuran.

Dan itu semua disebabkan oleh sebuah musuh tertentu.

“Kesampingkan hal itu, bagaimana dengan unit pengintai kita? Apakah pasukan Ksatria Naga Langit sudah mengirimkan balasan?” tanya sang kapten.

“Belum.” Bawahannya menggelengkan kepala. “Sepertinya, ada kekuatan sihir kuat yang mengganggu semua sihir komunikasi.”

“… Begitu,” gumam sang kapten. “Terus coba menghubungi mereka.”

Tidak adanya balasan dari pasukan itu membuat keringat dingin mengalir di punggungnya.

Dipenuhi dengan kekhawatiran, dia menatap ke arah para bawahannya.

Pada saat itulah dia menyadari salah seorang yang bertugas di kolom pengendali sedang tersenyum sambil melihat sebuah foto.

Kapten itu melihatnya dan menyadari kalau foto itu menampilkan seorang wanita muda dengan seorang bayi di gendongannya. Dia terlihat seumuran dengan pemuda yang memegang foto itu.

“Wakil letnan, apa itu?” tanya pria itu.

“Ah, Kapten!” Pemuda itu sedikit meloncat, lalu berbicara dengan nada gembira. “Heh heh heh. Yah, ini adalah foto yang mereka kirim kepada saya dari pusat evakuasi! Sekarang saya adalah seorang ayah! Dan dia seorang laki-laki!”

“Apa…? Lalu kenapa kau tidak menolak misi ini?! Sekarang, kita sedang menuju—!”

“Saya tau!” Wakil letnan itu memotong perkataan sang kapten. “Saya sudah tau arti dari misi ini! Saya tau kalau senjata ini dikirim tanpa uji coba terlebih dahulu, dan kita akan menghadapi para iblis itu!”

“Wakil letnan…”

Kegembiraan yang tadi pemuda itu tunjukkan sudah tak tampak lagi. Kegembiraan yang dia tunjukkan saat membicarakan tentang anaknya tidak sepenuhnya tulus—dia memaksakannya untuk mencoba menekan rasa takut yang dia rasakan.

Saat ini, dia menunjukkan wajah putus asa, tapi di saat bersamaan, itu juga merupakan wajah seorang pria yang menatap ke depan dan mengetahui apa yang harus dia lakukan.

“Tapi saya tidak bisa lari begitu saja,” kata pria itu. “Jika kita tidak mengalahkan mereka, Kekaisaran… Amelia dan putra saya yang bahkan belum diberi nama… akan mati…!”

“Wakil letnan…”

“Itulah sebabnya saya… kita harus mengalahkan mereka! Dengan Amber Abyss ini! Kita harus menunjukkan kepada semua orang bahwa masih ada harapan!”

“… Kau benar.”

Perkataan pemuda itu membuat sang kapten menekan rasa takutnya dan menatap ke depan.

“Sahabatku,” gumamnya. “Mari kita raih kemenangan, dan mempertahankan harapan ini.”

“Baik, Kapten!” mereka berteriak secara bersamaan.

Sekarang harapan mereka telah menyatu. Mereka bertekad untuk pergi ke medan pertempuran dan menjadi ujung tombak dari harapan seluruh umat manusia.

Mereka bersiap untuk menghadapi musuh yang mendekati naga buatan itu sambil memastikan kembali informasi yang mereka miliki.

“Unit 1 Prism Dragon, Amber Abyss, telah tiba di wilayah udara medan pertempuran!”

“Masih belum ada tanggapan dari unit Ksatria Naga Langit!”

“Kami menangkap signal energi yang luar biasa! Itu adalah bawahan dari Kapal Extra-Kontinental… Inkarnasi Persenjataan!”

Itu berada jauh di seberang cakrawala, tapi radar mereka telah menangkap keberadaan sebuah energi yang sangat besar.

“Inkarnasi Persenjataan akan tampak di cakrawala dalam 25 detik!”

“Perhatian semuanya!” teriak sang kapten. “Kita akan mengalahkannya dengan serangan pertama!”

“Dimengerti! Abyss Cannon… bersiap untuk menembak!”

Sesuai dengan yang diperintahkan, semua orang mempersiapkan serangan terkuat milik naga buatan itu.

Amber Abyss membuka rahangnya dan mulai mengisi tenaga dari senjata yang ada di dalamnya—meriam kompresi sihir. Reaktor energi milik naga buatan itu menciptakan energi yang melampaui 1,000,000 MP, lalu mulai mengumpulkan dan mengompres semua energi itu.

Sihir itu berubah menjadi sebuah bola energi super panas. Jika mulut naga itu tidak dilindungi oleh barrier khusus, naga itu kemungkinan besar akan meleleh ditempat. Meski begitu, energi yang dikumpulkannya terus meningkat.

“Pengisian energi sudah mencapai 80… 90… 100%!”

“Ledakan dia!” teriak sang kapten. “Musnahkan dia bersama dengan cakrawala itu sendiri!”

Pada saat energinya mencapai batas, wakil letnan menekan tombol yang ada di kolom pengendali.

“Abyss Cannon… TEMBAK!”

Dan dengan begitu, naga buatan itu melepaskan bola api yang ada di mulutnya.

Mendistorsi ruang dan waktu yang ada di sekelilingnya, bola api itu terbang menuju permukaan dan menghancurkan daratan, mengenai musuh yang ada jauh di cakrawala secara langsung.

Tanah yang ada di sekitarnya langsung musnah, dan gerakan musuh terhenti.

Lalu, dengan sebuah ledakan membara, seluruh sihir yang terkompresi di dalam inti bola api itu dilepaskan. Separuh dari kekuatan yang dilepaskan digunakan untuk mengaktifkan sihir gravitasi jarak jauh, sementara sisanya berubah menjadi api yang lebih panas lagi.

Itu adalah bentuk sebenarnya dari Abyss Cannon—itu adalah senjata mematikan yang menenggelamkan dan menahan targetnya dengan bidang gravitasi super tinggi, lalu membakarnya sampai musnah tanpa jejak.

Beberapa detik kemudian, jurang di kejauhan yang serangan itu ciptakan mengeluarkan pilar api yang sangat besar. Dan, seperti yang diharapkan, tidak ada satupun di dalamnya yang bergerak.

“Inkarnasi Persenjataan berhenti bergerak!”

“Bagus!” teriak sang kapten, benar-benar merasa senang. “Kita melakukannya! Abyss Cannon mili Prism Dragon berhasil!”

“Kita akhirnya mengalahkan salah satu dari mereka…”

“Benar,” angguk sang kapten. “Dan ini tidak akan menjadi kemenangan terakhir yang kita raih. Jika kita bisa mengalahkan satu, maka kita bisa mengalahkan mereka semua.”

“Meski saya merasa kalau Inkarnasi Hewan Buas akan sangat merepotkan.”

“Tapi aku yakin itu tidak mustahil. Kita masih punya harapan.”

Mereka semua bersuka-cita. Wajar mereka melakukan hal itu. Bagaimanapun, naga buatan yang mereka kendalikan telah menjadi pertanda harapan di pertempuran penuh keputusasaan itu. Itu masih akan menjadi pertempuran yang berat, tapi hanya dengan memiliki cara untuk melawan balik saja sudah cukup untuk membuat harapan mereka kembali muncul.

Namun… tentu saja, itu hanya berlaku jika cara itu benar-benar berhasil.

“… Eh?” petugas yang bertugas memantau radar berseru.

“Ada apa?” tanya sang kapten.

Dengan wajah dipenuhi keterkejutan, dia menjawab. “Inkarnasi Persenjataan kembali bergerak!”

Kau bahkan tidak memerlukan radar untuk memastikannya—kau bisa melihatnya dengan jelas melalui sensor optik yang ada di mata naga buatan itu.

Ada sesuatu yang keluar dari dalam jurang yang mereka buat.

Itu adalah sebuah sosok humanoid yang dikelilingi ribuan perisai kelas Legendary, yang baru saja dia gunakan untuk melindungi dirinya dari serangan terkuat yang dimiliki umat manusia.

Itu adalah entitas mengerikan yang tampaknya bisa mengendalikan persenjataan tanpa batas—Inkarnasi Persenjataan.

“Isi kembali energinya!” teriak sang kapten.

Sayangnya, mereka tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan Abyss Cannon lagi.

Inkarnasi Persenjataan langsung menghilangkan ribuan perisai yang mengelilinginya dan sebagai gantinya mengeluarkan sebilah pedang.

Like All the Stars in the Sky—Kaleidoscope.

Dalam sekejap, sebilah pedang itu berubah menjadi beberapa ribu pedang, dan inkarnasi itu menembakkan mereka semua, menciptakan sebuah hujan pedang kelas Legendary berkecepatan supersonik.

Mereka semua mengarah ke Amber Abyss, menembus armor tebalnya dengan sangat mudah.

Lapisan luar yang didesain untuk menahan energi penghancur milik Abyss Cannon bukanlah tandingan dari rentetan tembakan pedang itu.

Sang kapten berteriak dan langsung mati saat salah satu pedang menusuk ke dalam kokpit dan melukainya dengan parah.

“AMELIAAAAAA…!”

Wakil letnan dan anggota lainnya juga menghadapi akhir yang sama.

Mereka dan harapan mereka, Amber Abyss, berubah menjadi debu dalam sekejap.

**

Pertempuran antara Amber Abyss dan Inkarnasi Persenjataan hanyalah salah satu dari banyak pertemuan antara umat manusia di benua ini dan Kapal Extra-Kontinental.

Pertempuran itu jelas tidak hanya terjadi di udara.

“I-Ini Divisi Infanteri Sihir Ke-tujuh! Kami membutuhkan bala bantuan—Tidak! Beritahu wilayah belakang untuk melakukan evakuasi! Kami tidak bisa bertahan lebih lama lagi!”

“Kami bertarung melawan Inkarnasi Hewan Buas! Kami tidak tau jumlah total mereka, tapi mereka ada begitu banyak sampai-sampai tidak ada ruang kosong di daratan!”

Ada banyak infanteri yang dimusnahkan oleh pasukan hewan buas yang begitu banyak sampai-sampai menenggelamkan daratan.

“Ini Armada Kekaisaran Zweier! Baris pertahanan terakhir telah dimangsa!”

“Itu… Inkarnasi Badai hampir mencapai daratan!” Seluruh armada menghilang tanpa bekas, dimangsa oleh sebuah ruang mirip topan berwarna hitam di laut.

Tidak ada satupun hal yang mereka miliki yang bisa bertahan dari hal itu.

Dihadapkan pada kekuatan yang tidak bisa mereka tandingi, umat manusia—peradaban makmur yang pada akhirnya dikenal sebagai “peradaban pra-kuno”—menghadapi kemusnahannya.

Senjata kelas Legendary beterbangan di langit.

Jutaan hewan buas menutupi daratan.

Badai tanpa dasar memangsa laut itu sendiri.

Dengan kekuatan luar biasa yang bersatu untuk menghancurkan mereka, umat manusia tidak memiliki pilihan lain selain keputusasaan.

**

Setelah mendengar berita bahwa seluruh garis depan telah kalah dan ada tiga inkarnasi yang mendekat, ibukota sedang berada dalam keadaan super panik.

Penduduk Kekaisaran Zweier dengan putus asa mencoba untuk melarikan diri baik ke ujung dunia maupun ke bawah tanah.

Ada seorang pria yang mengamati mereka.

Dia adalah Kaisar Kekaisaran Zweier, yang pernah menjadi negara paling maju di benua… dan sekarang berada di ambang kehancuran.

“Tidak ada Tuhan di dunia ini,” gumamnya saat melihat kehancuran negaranya.

Dia percaya bahwa tidak ada artinya berdoa kepada Tuhan di dunia yang begitu kejam yang dengan mudahnya menghancurkan semua hal yang telah pria itu ciptakan, terlebih lagi saat para inkarnasi yang bertanggung jawab atas hal itu sudah mirip seperti Tuhan itu sendiri.

“Aku yakin bahwa, setelah ini, tidak akan pernah ada yang berdoa kepada Tuhan lagi,” lanjutnya. “Itupun kalau entah bagaimana umat manusia bisa bertahan…”

Saat sang Kaisar melihat Kekaisaran nya hancur, ada seorang pemuda yang memanggilnya, dan mengatakan, “Yang Mulia, kami telah selesai mengevakuasi penduduk ke bawah tanah dan menyegel berbagai fasilitas bawah tanah.”

“Begitu…”

“Empat dari kelima Prism Dragon dikonfirmasi telah hancur total. Prism Dragon terakhir tenggelam di laut dan tidak ada tanda-tanda akan naik ke permukaan lagi. Tiga Prism People telah hancur total. Dua hilang. Seluruh Prism Steed juga telah hilang.”

“Begitu…”

“Seperti yang telah dikonfirmasi sebelumnya, singgasana tidak bisa bergerak. Saluran sihir alami yang mengarah ke wilayah konstruksi telah dipotong, jadi mengaktifkannya akan butuh waktu 100 kali lebih lama dibanding rencana awal… yang mungkin akan lebih dari 1.000 tahun. Namun, kami telah berhasil membangun sebuah sistem produksi massal otomatis untuk seri Prism Person dan Prism Rider. Kami telah mengaturnya ke dalam mode tidur di bawah Pegunungan Eldim. Acra-Vesta—senjata pamungkas no. 3 kita—juga sedang dibangun disana.

“Begitu…”

“Acra-Vesta akan terdesain secara otomatis dan dibangun berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari para inkarnasi. Operasinya akan dijalankan dengan cara yang tidak akan para inkarnasi sadari. Mengingat kekuatan luar biasa yang menjadi dasar mereka dan betapa sulitnya untuk melawan balik mereka, saya yakin bahwa membangunnya akan membutuhkan waktu antara 3.000-4.000 tahun.”

“Heh heh,” sang Kaisar tertawa. “Itu jelas akan membutuhkan sedikit kesabaran.”

“Benar,” jawab pemuda itu. “Namun, saya pada akhirnya pasti akan membalas Kapal Extra-Kontinental. Saya tidak akan mati sampai saya menyaksikan hal itu terjadi.”

“Begitu… Kalau begitu, tolong lakukan itu demi kita berdua. Sahabatku… Flagman.”

“Sesuai keinginan anda. Kalau begitu saya akan melakukan persiapan di negara yang masih ada.”

“Baiklah. Lakukan yang terbaik.”

“Tentu… Terima kasih, Yang Mulia… untuk segalanya,” kata pemuda itu, Flagman, saat dia permisi dari hadapan sang Kaisar. Dia sepenuhnya menyadari bahwa pria itu tidak akan menerima kehancurannya seperti yang dilakukan penguasa lain.

“Sekarang… yang mana dari kalian yang akan kuberikan nafas terakhirku…?” gumam pria tua itu.

Sudah terlalu banyak nyawa para bawahannya yang hilang akibat melawan inkarnasi Kapal Extra-Kontinental, dan oleh karenanya, dia berencana untuk berakhir sama seperti mereka.

Ini akan menjadi akhir dari dirinya.

Namun, harapan mereka tidak akan berakhir bersama mereka.

Meskipun dihadapkan pada pembantaian total, mereka masih memiliki harapan di hati mereka.

“Aku akan menunggumu untuk bergabung denganku di sisi lain, Flagman,” kata sang Kaisar saat dia melihat sejumlah hewan buas menjebol dinding istana. “Inkarnasi Hewan Buas, ya? Mungkin aku harus bersyukur bahwa dia adalah musuh yang masih bisa sedikit kulawan—aku bisa mati dalam pertarungan.”

Dia kemudian berdiri dan menutupi dirinya dengan satu set armor mekanik.

“Aku Kaisar Machina, Wolfgang Magna Zweier. Hadapi aku dalam pertarungan terakhirku sebagai penguasa tanah ini… Inkarnasi Hewan Buas!”

“■■■■■■——!”

**

Itu adalah sepenggal sejarah yang terukir di panggung Infinite Dendrogram.

Dihitung dari waktu dunia ini, hal itu terjadi 2.000 tahun sebelum player pertama tiba. Itu adalah akhir dari masa yang sekarang dikenal sebagai “peradaban pra-kuno.”

Penguasa salah satu negara dari masa itu menghadapi saat terakhirnya di singgasana nya sendiri.

Itu bukanlah satu-satunya negara, dan dia bukanlah satu-satunya penguasa yang berakhir dengan cara seperti itu.

Namun, mereka tidak musnah tanpa meninggalkan apapun.

Lautan dan bawah tanah bisa dibilang selamat dari pembantaian itu, jadi ada banyak fasilitas yang ditinggalkan disana. Generasi selanjutnya pada akhirnya mulai menyebut tempat-tempat seperti itu sebagai “reruntuhan.”

Di dalamnya terdapat kekuatan yang ditinggalkan oleh orang-orang dari masa itu, yang bisa menjadi sumber harapan bagi umat manusia yang tersisa—artefak dan teknologi yang membawa harapan untuk membangkitkan peradaban yang mati itu.

Bahkan setelah dua abad berlalu, mereka masih menunggu kedatangan generasi selanjutnya.

Namun, mereka yang meninggalkan harapan itu melakukan dua kesalahan besar.

Yang pertama bukanlah salah mereka. Itu adalah menghilangnya musuh mereka secara tiba-tiba, para inkarnasi, dan kapal induk mereka—Kapal Extra-Kontinental.

Dan yang satunya adalah fakta bahwa mereka gagal untuk memperhitungkan bagaimana harapan yang mereka tinggalkan akan terwujud. Banyak dari teknologi yang mereka percayakan untuk generasi selanjutnya mulai bertindak berbeda dengan yang direncanakan.

Salah satu fasilitas bawah tanah memiliki lingkungan penuh bakteri, yang menjadi lepas kendali dan mulai memakan makhluk hidup.

Sebuah kota bawah tanah memiliki senjata golem pertahanan, Magnum Colossus, yang mengamuk dan mulai menghancurkan segala sesuatu yang mendekat.

Beberapa disebabkan oleh kesalahan teknologi, yang lain dikarenakan efek dari waktu, tapi hal yang ditinggalkan oleh peradaban pra-kuno mulai bertindak dengan cara yang tidak pernah di inginkan oleh penciptanya.

Harapan yang mereka percayakan pada masa depan telah berubah menjadi keputusasaan bagi mereka yang hidup di masa saat ini.

Itu adalah skenario terburuk bagi orang yang meninggalkannya dan mereka yang menerimanya, memastikan bahwa ada sesuatu yang salah pada proses itu sendiri.

Dengan demikian, orang-orang mulai menyebut kejadian itu sebagai “error.”

Salah satu error seperti itu bisa ditemukan di reruntuhan di Pegunungan Eldim—meskipun sekarang tempat itu memiliki nama yang berbeda.

Beberapa abad setelah ere Kekaisaran Zweier, wilayah itu sekarang dimiliki oleh negara lain.

Sekarang itu menjadi wilayah Kerajaan Altar—khususnya, Kadipaten Quarterlatin—dan tempat itu berada tepat di perbatasan dengan Kekaisaran Dryfe.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Ingin FT ini lebih rajin update? Silahkan pertimbangkan untuk mampir ke halaman Donasi

One Comment Add yours

  1. Highest emperor says:

    Terimakasih admin zen atas updatenya dan semangat terus mentranslate series ini sampai terkejar versi Inggrisnya

    Like

Leave a Reply to Highest emperor Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s