Infinite Dendrogram Volume 7 Selingan 3

Volume 7
Cerita Sampingan 3 – Epilog • Outlaw

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Gaol, Dead Hand, Garbera

Aku log in setelah 50 jam offline dan mendapati diriku berada di suatu tempat yang bukan Gideon.

Dengan jalanan tanah dan bangunan kayu berdebu, tempat ini terlihat memiliki gaya barat. Wilayah ini jelas bukan bagian dari ke-tujuh negara besar.

“Sungguh tak terduga,” kataku. “Kupikir ‘gaol’ akan lebih… mirip penjara. Seperti… fasilitas indoor dengan dinding tebal.”

Aku mendongak ke atas dan melihat langit biru, tapi kemudian aku menyadari kalau tidak ada satupun awan atau burung disana. Langit itu juga cerah, tapi aku tidak bisa melihat matahari dimanapun.

Mungkin ini sebenarnya adalah indoor? Pikirku.

“Yah, setidaknya ini kelihatan lebih baik daripada yang kuduga. Lagipula, aku juga akan segera melarikan diri dari sini.”

Yap. Aku telah dikirim ke gaol, tapi aku akan segera melarikan diri. Aku bisa menggunakan skill ultimate milik Alhazred dan melarikan diri dari tempat bodoh ini semudah membalikkan telapak tangan. Dan kemudian aku akan menjadi Master pertama yang berhasil melarikan diri dari gaol!

Itulah rencanaku untuk lolos dari situasi ini!

“… Yang mungkin hanyalah pikiran lain yang akan dia anggap sebagai ‘mengubah kenyataan menjadi sesuatu yang kuinginkan,’” gumamku.

Ini adalah pertama kalinya aku bahkan memikirkan sebuah “penanggulangan.” Aku tidak pernah berpikir kalau aku akan gagal, jadi aku bahkan tidak pernah memikirkan hal semacam itu.

Sekarang aku tau bahwa aku telah berpaling dari kenyataan dan membuatnya sesuai dengan keinginanku… dan itu semua karena dirinya.

“Argh! Aku sungguh kacau!” teriakku.

Sejak mendengar perkataan Rook pada hari itu, aku mulai merasa khawatir sepanjang waktu. Saat aku mencoba untuk memikirkan sesuatu yang membuatku merasa nyaman, aku selalu mempertanyakan diriku sendiri.

Hal itu juga bukan hanya untuk apa yang terjadi sekarang. Bahkan ingatan menyenangkan yang kumiliki juga ikut runtuh.

Ini telah terjadi sejak saat itu. Itulah sebabnya aku tidak bisa log in tepat setelah masa death penalty-ku berakhir. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri.

“Aku tidak akan memaafkannya atas hal ini!” sumpahku.

Aku akan membuat Rook membayar karena telah mengukir hal itu di kepalaku dan mengacaukannya.

Aku juga punya dendam dengan KoD karena tekah menghancurkanku dan Alhazred-ku, yang seharusnya sudah tak terkalahkan bahkan tanpa angan-anganku, tapi dendam itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang kurasakan pada Rook.

Sekarang setelah dia mengatakan hal itu kepadaku, aku bahkan tidak bisa merasakan sedikitpun kesenangan. Aku bahkan tidak bisa lagi menjadi diri ideal-ku di dunia nyata. Perkataan tajamnya menusuk dan menggigitku seperti sebuah kutukan.

Itulah sebabnya aku memutuskan untuk melakukan apapun agar bisa melarikan diri dari gaol ini dan membalaskan dendamku.

Itulah alasan kenapa aku bahkan mau log in!

“Pertama, aku akan membuat Alhazred memeriksa struktur gaol… Tapi tunggu, jika rumor itu benar dan tempat ini berada di server yang berbeda, maka melarikan diri adalah hal yang musta—Tidak, aku seharusnya masih bisa untuk… Uhuk!”

Saat aku menyuarakan pikiranku, aku tiba-tiba mulai tersedak akibat debu yang ada di udara.

Ugh! Aku bisa memahami kalau tempat ini memiliki gaya barat, tapi ada terlalu banyak debu disini, keluhku. Aku ingin istirahat di tempat bersih di suatu tempat. Ada tempat seperti itu disini, kan? Aku mendengar kalau penjara yang meminta bayaran darimu itu mirip seperti hotel, belum lagi ini adalah bagian dari Infinite Dendrogram, jadi seharusnya ada tempat yang lebih layak disini.

Jika memang tidak ada, aku akan mencari dan memaksa seseorang yang memiliki Embryo atau job yang berhubungan dengan bangunan untuk membuatkan satu untukku. Aku telah mengambil beberapa job tipe konstruksi untuk penyusupanku, jadi aku bisa membuat desain bangunan. Apa yang kuperlukan untuk membangun sesuatu adalah tenaga dan bahan.

Ya—meskipun ini hanya akan menjadi rumah sementara, aku adalah seorang Superior, jadi aku jelas bisa berdiri di puncak tempat ini.

Heh heh, menjadi ratu gaol kelihatannya akan sangat menyenangkan, aku menyeringai. Bahkan mungkin ada Superior Job tersembunyi yang berhubungan dengan hal itu! Jika aku mendapatkannya, anggota klan-ku tentang saja akan semakin menghormatiku!

“Tapi… apakah aku benar-benar bisa melakukannya…?” Aku kembali mulai khawatir. “Argh, ayolah!”

“Hai yang disana,” seorang pria dengan avatar yang terlihat biasa berbicara kepadaku. “Kau orang baru, bukan? Kenapa kau menunjukkan ekspresi seperti itu?”

Penampilannya memastikan kalau dia adalah seorang PKer. Dia jelas adalah orang lemah.

“Apakah itu masalah buatmu?” bentakku. “Menyingkirlah. Kau memuakkan.”

Jika kau tidak melakukannya, aku akan merobekmu menggunakan Alhazred. Dia berada tepat di belakangmu.

“Whoa. Ngeri,” katanya. “Yah, kurasa wajar untuk marah saat kau pertama kali tiba disini. Saat aku dikirim kemari setelah Prodigy of Feast membunuhku di Wez Sea Route, aku juga…”

Dia malah menceritakan tentang dirinya. Aku akan membunuhnya.

“Oh iya, ngomong-ngomong,” katanya sebelum aku bisa melakukan hal itu. Dia kemudian memberiku sebuah buku. “Kau harus memiliki ini.”

“Apa ini? Aku tidak mau bergabung dengan sekte apapun.”

“Hei, bukan begitu. Aku tidak seperti Lunar Society sialan itu. Ini tentang hal itu,” katanya sambil menunjuk ke arah selembar kertas di papan pengumuman.

[Setiap hari dalam sebulan yang merupakan kelipatan dari sepuluh adalah waktunya membaca. Jika kamu membaca sebuah buku dari perpustakaan dan menulis sebuah review, kamu akan menerima 100 jailir, mata uang di gaol. Semua orang bebas untuk berpartisipasi.]

[Catatan 1: Saat membaca, pastikan kamu melakukannya dengan diam. Dan mereka yang tidak membaca, tolong jangan mengganggu mereka yang sedang membaca.]

[Catatan 2: Membaca akan memperkaya hati dan pikiran.]

– [Control AI Gaol, Red King.]

“… Apakah ini adalah sekolah atau sejenisnya?” gumamku.

Dan jika 100 jailir senilai dengan 100 lir, itu adalah jumlah uang yang menyedihkan.

Selain itu… Aku? Jadi duta shampo lain? Hahaha! Ups.

Selain itu… Aku? Membaca buku? Apakah kau pikir aku ini bodoh?

“Apakah para tahanan ini sebosan itu?” tanyaku. “Jika kalian memang bosan, kenapa kalian tidak mencuri sesuatu atau sejenisnya saja?”

Kalian semua masuk ke dalam daftar pencarian, jadi tempat ini seharusnya dipenuhi oleh para pencuri, bukan?

“Sebagian besar dari kami sebenarnya tidak terlalu memperdulikan Red King dan event kelakuan baik dan moral yang dia buat,” jawabnya. “Tapi kau tetap harus membawa sebuah buku, hanya untuk jaga-jaga. Dia sangat terobsesi dengan hal ini.”

“’Dia’?”

“Namanya adalah Sech. Dia adalah satu dari empat Superior yang ada di gaol. Pria itu adalah seorang narapidana teladan, dan dia sangat bersemangat menjalani event seperti ini.”

“… Huhhh?” Aku mengeluarkan suara kebingungan.

Aku jelas mengetahui tentang King of Crime, Sech Wurfel, tapi… apakah aku harus benar-benar mempercayai kalau dia adalah seorang narapidana teladan yang sangat antusias terhadap acara seperti ini? Kebodohan macam apa itu?

Coba pikirkan saja tentang nama job-nya, “King of Crime.” Kenapa orang seperti itu bisa menikmati membaca, menulis review, dan mendapatkan sedikit uang dari hal itu?

“Jadi ya, akan lebih baik jika kau bertindak seolah-olah kau berpartisipasi dalam event. Itu akan mengurangi kesempatanmu untuk tidak disukai olehnya dan—GHEH!”

Aku mencengkeram si lemah yang punya banyak informasi ini dan bertanya, “Dimana aku bisa menemukan si ‘Sech’ ini?”

 

Menggunakan info yang kudapat darinya menuntunku ke sebuah tempat yang terlihat sangat bersih, khususnya untuk sesuatu yang berada di dalam gaol.

Tempat itu terlihat seperti café. Tidak ada sedikitpun tanah di dinding putihnya, dan sepertinya tempat itu dirawat dengan baik sampai-sampai terlihat seperti tempat-tempat yang ada di Gideon.

Tempat itu bernama “Dice,” yang mungkin menjadi alasan kenapa tempat itu memiliki sebuah dadu kayu sebagai hiasan pintu masuknya. Setelah mengamatinya lebih seksama, aku menyadari kalau semua sisi dadu itu memiliki enam titik di atasnya.

Bukankah seharusnya dadu yang digunakan untuk kecurangan memiliki sisi empat-lima-enam?

“Ah, kalau dipikir-pikir…”

Saat membuat kriptogam untuk kartu-kartu itu, aku menggunakan karakter dari beberapa bahasa, jadi aku ingat beberapa kata dari bahasa-bahasa itu.

Jika ingatanku benar, dalam bahasa Jerman, “enam” adalah “sech,” dan “dadu” adalah “wurfel,” yang berarti “Sech Wurfel” adalah “Enam pada dadu.”

Tunggu, jadi mungkin dadu bukanlah lambang dari café ini, tapi adalah lambangnya sendiri? Tapi kalau begitu, kenapa dia meletakkannya di depan sebuah café?

“Mungkin dia menggunakan dadu untuk menandai wilayahnya?” Aku menjadi sedikit lebih waspada dan membuka pintu kaca café itu.

Aku disambut oleh seorang robot pelayan yang berbicara dengan nada monoton. “Se-la-mat Da-tang.”

Sepertinya tidak ada tian di dalam gaol, jadi aku hanya bisa menduga kalau para pelanggan dilayani oleh robot pelayan ini.

Apakah tidak ada orang yang mencoba merusak benda ini dan merampas apapun yang mereka punya?

Selain itu, robot satu ini dibuat dengan sangat baik sampai-sampai aku awalnya menyangka kalau dia adalah seorang manusia. Hal yang memastikan kalau dia adalah robot adalah sendi yang dihubungkan oleh bola dan permata mirip berlian yang tertanam di dahinya.

Aku jadi penasaran, jadi aku menggunakan skill Identification padanya dan mendapati kalau namanya adalah “Diamond Slayer,” dan berdasarkan deskripsinya, dia adalah sebuah “Prism Person.”

?! Aku tersadar. Tunggu… Lupakan tentang mencuri apa yang dimilikinya—dirinya sendiri mungkin adalah benda yang sangat mewah…

Mencoba untuk membayangkan harga pasaran dari robot ini membuat kepalaku jadi pusing.

“A-pa-kah a-da yang sa-lah, nyo-nya?” tanya robot itu.

“… Huh?!” aku segera terbangun dan melakukan tujuan datang kemari.

“Sech Wurfel!” Teriakku sambil menghentikan robot itu yang hendak mempersiapkan meja untukku. “Apakah King of Crime ada disini?!”

Para pelanggan yang duduk disana-sini menatapku seolah-olah aku adalah orang aneh, tapi aku tidak peduli. Aku tidak tau bagaimana tampang Sech Wurfel, jadi aku tidak akan bisa menemukannya jika aku tidak memanggilnya.

Dia pasti ada di tempat ini!

“Aku Garbera!” teriakku. “Seorang anggota Illegal Frontier! Klan yang kau diriku! Aku datang karena aku ingin berbicara padamu! Apakah kau ada disini?!”

Ya, Sech Wurfel adalah ketua dari IF—organisasi rahasia tempatku bergabung. Itu adalah sebuah klan yang hanya menerima para Superior yang masuk ke dalam daftar pencarian.

Aku direkrut oleh klan setelah dia dipenjara, tapi aku mendengar banyak hal tentang dirinya dari para anggota lain.

Itulah sebabnya aku mengincar King of Destruction. Jika aku membunuh orang yang mengirim ketua kami ke gaol, itu akan membuktikan kepada semua orang di klan bahwa aku tak bisa dianggap remeh.

Yah, itu tidak berhasil dan pada akhirnya aku juga masuk penjara, tapi kupikir setidaknya aku harus menunjukkan diriku padanya.

Tidak ada satupun pelanggan yang datang dan mengaku sebagai dirinya.

Entah kenapa, mereka hanya menghela nafas seolah-olah merasa lega dan mulai membaca buku.

Ya—mereka semua sedang membaca buku.

“Apa yang terjadi?! Apakah dia ada disini?!”

Tidak ada satupun pelanggan yang bereaksi, tapi tepat saat aku hendak berasumsi kalau dia tidak ada disini, seseorang berbicara kepadaku, mengatakan, “Er, bolehkah aku meminta waktumu sebentar?”

Itu adalah seorang pemuda berpenampilan biasa yang mengenakan sebuah apron dan kaca mata berbingkai hitam. Dia mungkin adalah sang penjaga toko.

Dan kupikir tidak ada satupun tian di gaol.

“Apa?!” teriakku. “Aku tidak memesan apapun! Aku baru saja tiba disini, jadi aku tidak punya sepeser jailir pun! Masalah buatmu?!”

“Tidak, aku tidak berniat menanyakan pesananmu. Apa yang ingin kutanyakan adalah, apakah kau benar-benar anggota IF?”

“Aku baru saja mengatakannya! Jadi cepat bawa King of Crime kesini, dan—”

“Itu adalah aku.”

“… Eh?” Untuk sesaat, aku tidak bisa memahami apa yang barusan dia katakan. Tapi kemudian aku melihat ke arah punggung telapak tangan kirinya dan melihat sebuah tato Embryo, memastikan kalau dia bukanlah seorang tian.

“Aku adalah King of Crime, Sech Wurfel,” katanya. “Senang bertemu denganmu. Bolehkah aku memanggilmu ‘Garbera?’”

Pemuda yang terlihat biasa saja itu benar-benar berbeda dengan King of Crime yang kubayangkan.

Beberapa menit kemudian, aku duduk di konter dan meminum kopi yang dia siapkan untukku. Aku merasa agak marah karena kopi yang dia buat ternyata enak.

Entah kenapa, camilan yang dia berikan kepadaku untuk menemani kopi adalah popcorn, dan saat aku menanyakan tentang hal itu, dia berkata, “Seorang temanku sedang terobsesi membuat popcorn akhir-akhir ini, jadi aku memutuskan untuk mencobanya juga.”

KoD juga memiliki kedai popcorn. Apakah makanan ini sedang trending atau sejenisnya? Meski  jujur, aku lebih suka makan donat.

… Mengingat donat dan popcorn membuatku kembali marah.

Sialan kalian, Rook dan KoD!

Setelah dia menunjukkan ringkasan stats-nya kepadaku, aku akhirnya bisa menerima kenyataan.

“Wow… kau benar-benar ketua kami.”

Namanya jelas adalah Sech Wurfel, dan job-nya adalah King of Crime.

Level totalnya pasti adalah sebuah bug, sih.

“Ya, benar sekali,” katanya. “Tapi aku merasa ragu apakah aku benar-benar ketua atau tidak.”

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya mengisi posisi itu karena Zeta dan Rascal memintaku untuk melakukannya, jadi kau mungkin bisa menganggapku ketua di atas kertas saja. Selain itu, aku dikirim ke gaol sesaat setelah pembentukan klan, jadi merekalah yang melakukan sebagian besar administrasi klan saat ini…”

Rascal adalah Superior yang mengajakku bergabung ke klan, dan ya, dialah yang mengoperasikan klan saat ini.

Uh huh, pria ini benar-benar ketua kami, pikirku. Dia sama sekali tidak bersikap, dan tidak terlihat seperti “King of Crime,” tapi itu jelas adalah dirinya.

Jujur aku menduga dirinya adalah seseorang yang ganas dan berpenampilan liar, atau seperti seorang bos mafia dengan seekor kucing di pangkuannya.

“Kenapa kau menjadi penjaga café?” tanyaku.

“Aku punya banyak waktu luang, jadi kupikir aku harus menjadi sebuah hobi. Aku menjadi cukup hebat dalam membuat kopi setelah lebih dari setengah tahun berlalu.”

“Jika kau bisa sehebat ini tanpa skill apapun, kau seharusnya membuka café di dunia nyata.”

“Oh, aku tidak menyangka akan menerima pujian seperti itu… Terima kasih banyak.”

Dia begitu… datar dan lembut. Apakah dia benar-benar King of Crime?

“Ngomong-ngomong… semua pelanggan disini membaca buku,” kataku.

“Benar sekali. Bagaimanapun, ini adalah hari membaca. Mereka sangat antusias dengan hal itu.”

“Mhm…”

Aku melihat ke seberang konter, melihat biografi Nightingale dengan penanda halaman di dalamnya, dan menyadari kalau dia juga sedang membaca sambil bekerja.

Sudah jelas kalau dia sangat antusias dengan hal itu, tapi pilihan buku itu membuatnya terlihat terlalu berkelakuan baik. Seharusnya ada batasan dari seberapa jauh kau bisa menjadi narapidana teladan. Sekali lagi, aku sulit mempercayai kalau dia adalah King of Crime.

… Aku akan menanyakan tentang itu.

“Kudengar kau adalah seorang narapidana teladan,” kataku. “Kenapa?”

“Apa maksudmu?”

“Kau adalah King of Crime, jadi kupikir kau akan mengendalikan gaol dari balik layar dan menciptakan neraka.”

“Oh tidak, itu sangat salah,” jawabnya. “Kriminal yang menjalani masa tahanan seharusnya mematuhi peraturan penjara. Itulah sebabnya aku melakukan itu.

“Begitu… Hm…?” Perkataannya terdengar agak aneh. Apakah itu hanya imajinasiku?

Karena Rook, aku mulai terlalu memikirkan banyak hal seperti ini.

“Ngomong-ngomong, kau berbicara dengan Rascal dan Zeta melalui email, kan?” kataku saat aku mengingat pernah membaca hal itu di pemberitahuan klan.

“Ya. Aku harus banyak bergantung pada software terjemahan, sih.”

“Pada pesanmu selanjutnya, pastikan kau memberitahu mereka tentang diriku. Bahwa aku akan ‘segera melarikan diri dari sini.’”

“Kau berniat untuk melarikan diri?”

“Tentu saja. Embryo-ku… mungkin bukan yang terkuat, tapi dia cocok untuk melakukan hal seperti itu.”

Sakit rasanya tidak bisa mengatakan kalau Embryo-ku adalah yang terkuat.

Sialan kau, Rook.

“Kalau begitu kau harus mempertimbangkan untuk menunggu sebentar lagi,” katanya.

“Kenapa?”

“Candy… sang King of Plague saat ini sedang mencoba mengalahkan Disaster Bioweapon. Setelah persiapannya selesai, kita bertiga pasti akan bisa melarikan diri.”

Aku sudah mendengar tentang King of Plague. Dia adalah kriminal yang membunuh tian terbanyak sampai saat ini dan masuk kemari setelah dikalahkan oleh Superior Killer. Aku sangat khawatir dengan pria itu karena kompatibilitas kami kelihatannya sangat buruk, dan… tunggu.

“’Kita bertiga’?” tanyaku.

“Ya,” dia mengangguk. “Masa tahanan Hannya akan segera berakhir, dan kita tidak bisa membuat Fu’uta bekerja sama dengan kita, jadi yang tersisa hanya kita bertiga.”

Itu mungkin adalah nama Superior lain yang ada disini, tapi bukan itu yang ingin kutanyakan.

Kau juga akan melarikan diri? Bukankah kau menikmati kehidupanmu disini?” Maksudku, dia bahkan membuka café disini.

“Ya. Bagaimanapun, narapidana dengan patuh menjalani masa tahanannya sambil disaat bersamaan mencoba untuk melarikan diri. Itulah sebabnya aku melakukannya.

Itu lagi.

Ada sesuatu yang aneh pada perkataannya, tapi aku tidak bisa mengetahui apa itu.

“Oh, bicara soal melarikan diri, kenapa kau bisa masuk kemari?” tanyanya.

“Yah… Aku…”

Sulit bagiku untuk mengatakan alasan dan rincian tentang hal itu, karena itu artinya mengungkapkan tentang kegagalanku menggunakan mulutku sendiri.

Diriku sebelum aku mendengar perkataan itu mungkin akan mengatakan kisah tentang keberhasilanku, tapi untuk diriku saat ini, aku benar-benar tidak bisa melakukannya, jadi aku menyerah dan mengatakan kebenarannya.

Dari awal sampai akhir, aku menceritakan kepada ketua tentang semua yang telah terjadi di Gideon. Dia mengangguk dalam diam sambil mengisi kembali kopi-ku dari waktu ke waktu.

Selain itu, saat kami mulai berbicara tentang hal ini, semua pelanggan lain membaca suasana dan meninggalkan café. Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan hal ini.

“Lalu, aku menantang KoD untuk membuktikan kekuatanku… dan kalah telak,” gumamku.

Berbicara tentang kegagalanmu membuatku sangat lelah.

“Itu pasti sangat berat,” kata ketua sambil mengangguk. “Aku memahami apa yang kau rasakan. Aku juga disini karena aku kalah dari Shu.”

“’Kalah’? Tapi kudengar pertarungan kalian berakhir imbang…”

“Tidak. Aku kalah. Aku menerima death penalty karena dia memberikannya kepadaku, sementara dia mendapat death penalty karena efek samping dari melakukan itu kepadaku. Itu sudah jelas adalah kekalahanku.”

Dia berbicara dengan tenang sambil mengakui kekalahannya sendiri. Dia sama sekali tidak terdengar kesal dengan hal itu, dan aku tidak tau apakah itu karena dia sudah melupakan itu saat berada disini, atau karena sejak awal dia tidak terganggu dengan hal itu.

Tapi… entah kenapa, rasanya dia membicarakan KoD dengan rasa ketertarikan bukan permusuhan.

“Harus kukatakan, aku juga penasaran bagaimana Shu bisa menyadari Embryo-mu,” kata ketua, merenungkan sesuatu untuk sesaat. “Dia mendeteksi Alhazred meskipun Embryo itu mustahil untuk dideteksi, kan?”

Aku sudah memberitahunya tentang kekuatan Alhazred. Anggota klan lain sudah mengetahuinya, jadi kupikir aku juga harus memberitahunya.

“Ya… dan aku masih tidak tau bagaimana caranya,” jawabku.

“Begitu… Kalau begitu, mari kita mengujinya,” katanya sambil berjalan keluar dari balik konter. “Tolong serang aku.”

“Eh? Tunggu, tapi… Eehh?”

Orang macam apa yang meminta untuk diserang begitu saja? Apakah dia seorang masokis?

“Tidak perlu menahan diri. Tak masalah dimanapun. Tolong serang aku menggunakan Alhazred-mu.”

“Jangan mengeluh tentang hal itu nanti.”

Sepertinya percakapan kami tidak akan berlanjut sampai aku menyerangnya, jadi aku menyerah dan melakukannya.

Aku membuat Alhazred bergerak dan berdiri di sampingnya, dan sepertinya ketua tidak menyadari kalau dia ada disana. Lalu aku membuat Alhazred mengayunkan lengan sabit-nya untuk sedikit menggores lengan atas ketua, saat…

“Oh, kita juga harus membentangkan beberapa koran supaya—”

“Ah! Jangan bergerak…!”

Sesaat kemudian, lengan sabit yang seharusnya hanya sedikit menggores tangannya malah memenggal kepalanya.

“AAAAAHHHH!” Aku berteriak saat kepalanya menggelinding di atas lantai dan menabrak pintu kaca.

Master di luar café yang melihat hal itu juga berteriak dan lari tunggang-langgang.

“O-Oh tidak… A-Apa yang harus kulakukan…?!”

Aku tak sengaja memberikan death penalty kepada ketua kami! Tunggu, apakah ini benar-benar salahku?! Bagaimana jika anggota lain berpikir bahwa aku membunuhnya hanya untuk membuktikan kekuatanku?! Apa yang harus kulakukan sekarang?!

“Sepertinya rasa sakitnya masih ada.” Aku tiba-tiba mendengar suara yang sama dengan yang kudengar beberapa detik yang lalu.

“… Eh?”

Aku menoleh dan menyadari bahwa tubuh tanpa kepala milik ketua kami tidak berubah menjadi cahaya.

Bukan hanya itu, tapi dia benar-benar berbicara, meskipun tubuh itu tidak memiliki kepala.

“April,” tubuh itu kembali berbicara. “Maaf merepotkanmu, tapi maukah kau berbaik hati untuk melemparkan kepalaku kemari?”

“Ba-ik, pe-mi-lik ter-hor-mat ku,” robot yang berdiri di samping pintu—mungkin April adalah namanya—menjawab sambil mengambil kepala ketua dan melemparkannya ke arah tubuhnya, yang dengan mudah menangkapnya.

“Aku menyadarinya,” dia kembali berbicara bahkan tanpa menghubungkan kepalanya dengan tubuhnya… bukan berarti aku tau dia bisa melakukannya. “Alhazred-mu tidak menyembunyikan rasa sakit.”

“E-EEHH?! Lupakan hal itu! Kepalamu jelas tidak berada di tempat seharusnya! Apakah kau baik-baik saja?!”

“Ya, aku baik-baik saja. Sudah biasa bagiku untuk kehilangan anggota tubuh atau hancur berkeping-keping. Anggota klan kita Emily juga sama dalam hal itu, kan?”

“Benarkah?!”

Aku tidak mengetahui hal itu! Aku tidak pernah melihat gadis itu jadi seperti ini!

“S-Selain itu, kenapa kau bisa berbicara meski tanpa kepala…?” seruku.

“Bagaimanapun, pita suara dan paru-paru tidak terletak di kepala,” kata tubuhnya. “Bukankah sudah wajar kalau aku berbicara dari sini?”

Tidak ada yang wajar tentang kehilangan kepalamu dan bersikap seolah-olah itu bukanlah hal yang besar! Dan tunggu, “rasa sakit?!” Apakah dia baru saja benar-benar mengatakan itu?! Dia terlihat begitu tenang meskipun mendapati kepalanya terpenggal dengan pengatur rasa sakit dihidupkan?! Maaf?! Apakah dia juga semacam monster di dunia nyata?!

“Izinkan aku untuk menghubungkannya sebentar. Aku bahkan tidak bisa menatap matamu jika seperti ini,” katanya saat dia meletakkan kepalanya ke tempat seharusnya. Sesaat kemudian, kepala itu kembali tersambung dan menjadi seperti sedia kala.

Pemandangan itu jauh lebih mengejutkan dibanding pemenggalan yang tadi. Kesampingkan rasa sakit dan hal lain, sama anehnya dengan pemandangan itu, itu mungkin bisa saja terjadi jika disebabkan oleh sebuah Embryo.

“… Menjijikkan,” gumamku. “Apakah Superior Embryo-mu ada hubungannya dengan Dullahan?”

“Dullahan, katamu? Itu adalah konsep yang sangat keren, tapi tidak, Embryo-ku terinspirasi dari hal lain.”

Lalu Embryo macam apa yang membuatmu tetap baik-baik saja meskipun tanpa kepala?!

“Untuk sekarang, mari terus diskusikan tentang Alhazred-mu. Barusan, saat kau memotong kepalaku, aku merasakan sakit, kemungkinan besar karena Alhazred tidak bisa menyembunyikannya. Shu pasti mengetahui tentang hal itu.”

“Bagaimana aku bisa menduga hal itu?” seruku.

Maksudku, kau harus cukup gila untuk menghidupkan pengatur rasa sakitmu. Dan tunggu, kau menghidupkan pengatur rasa sakitmu dan benar-benar memintaku untuk menyerangmu? Apakah ada yang salah dengan kepalamu?!

“Kali ini, serang aku sambil menghidupkan pengatur rasa sakitmu,” katanya.

“Baik,” jawabku sambil mempersiapkan Alhazred. Ayunan telah menghasilkan sebuah bencana, jadi kali ini, aku akan sedikit menusuknya, dan…

“Oh, tentang bagian mana yang harus kau incar—”

“Sudah kubilang jangan bergerak!”

Ujung dari sabit Alhazred hendak mengincar lengan atasnya, tapi kemudian ketua berbalik dan sabit itu malah menusuk jantungnya.

Ayolah, kenapa ini terus terjadi?

“Begitu. Sekarang aku paham,” kata ketua. Sama seperti sebelumnya, dia tidak menerima death penalty dan sebenarnya terlihat sehat wal afiat.

Apakah dia abadi…? KoD, bagaimana kau bisa membunuh dan mengirimkan makhluk ini ke gaol? Kau benar-benar membuatku takut.

“Kali ini, aku sama sekali tidak merasa sakit,” dia terus berbicara. “Sepertinya kemampuan Alhazred bergantung pada indera-mu sendiri.”

Jadi, sepertinya, kemampuan Alhazred untuk menyembunyikan rasa sakit didasarkan pada apakah aku menghidupkan pengatur rasa sakit-ku atau tidak.

Aku tidak pernah menyadarinya. Dan aku adalah Master Alhazred.

“Tapi Master yang bermain sambil menghidupkan pengatur rasa sakitnya itu jarang, jadi itu bukan benar-benar sebuah kelemahan, kan?” tanyaku.

“Aku tidak terlalu yakin,” bantahnya. “Ada beberapa Superior di luar sana yang menghidupkannya, tergantung situasi. Dan beberapa bahkan menghidupkannya sepanjang waktu.”

Sepanjang waktu…? Apakah mereka idiot? Atau hanya sekelompok masokis?

“Kalau begitu aku akan menghindari Master yang mungkin menghidupkannya, dan—”

“Tapi kau memiliki sebuah metode yang bahkan lebih mudah. Kau hanya perlu mengaktifkan pengatur rasa sakitmu sepanjang waktu.”

… Huh?

“Tidak tidak tidak tidak, tidak akan,” kataku. “Apakah kau bahkan mendengarkan dirimu sendiri? Apakah kau bodoh?”

Saran gilanya membuatku menanggapinya tanpa sedikitpun rasa hormat, tapi dia kelihatannya tidak memperdulikannya dan hanya meletakkan tangannya di bahuku.

“Tidak perlu takut. Ada cara yang bisa membuatmu hidup seperti itu,” katanya seolah-olah memberikan ide paling bagus yang pernah ada. “Latihan langsung dari neraka.”

 

Di bawah café, terdapat sebuah panggung yang tampak seperti versi mini dari arena duel di Gideon.

“Yang mirip hanya penampilannya, sih,” kata ketua. “Tidak seperti fasilitas duel, kami tidak memiliki satupun barrier disini. Apakah kau siap?”

“Ya, ya…” jawabku dengan nada melankolis saat aku menghidupkan pengatur rasa sakitku.

Pada dasarnya dia akan melakukan apa yang KoD lakukan pada Rook. Kecuali, itu tidak dilakukan untuk mempengaruhi evolusi Embryo, tapi untuk membuatku terbiasa dengan rasa sakit.

Aku tidak mau merasa sakit, dan aku mencoba untuk melawan, tapi pada akhirnya, perkataan dan aura aneh yang ketua keluarkan membuatku patuh.

Jujur, pada saat itu, dia benar-benar terlihat seperti “King of Crime.”

“Selain itu… kurasa aku membutuhkan latihan ini untuk menjadi lebih kuat,” gumamku.

Kelemahan Alhazred akan tetap ada jika aku tidak melakukan ini, dan aku tidak bisa membiarkan hal itu. Aku ingin sekali lagi mempercayai bahwa dia adalah yang terkuat, dan aku bersedia menanggung sedikit rasa sakit demi hal itu.

Hal ini juga agar aku bisa mengklaim kalau aku memiliki Embryo terkuat.

“Kita akan mulai kalau begitu,” kata ketua.

“Tolong jangan membuatnya terlalu sakit,” aku memohon.

“Maaf, kita tidak bisa melakukannya. Aku akan mulai dengan merobek lidahmu, jadi itu pasti akan sangat sakit.”

“Eh?” aku tidak bisa bereaksi tepat waktu untuk mencegahnya meraih rahangku dan, sama seperti yang dia katakan, mencabut lidahku.

Untuk sesaat, pikiranku jadi dipenuhi oleh rasa sakit dan rasa terkejut yang begitu kuat sampai-sampai aku tidak bisa memikirkan apapun.

“Aha hang hau hakhuan…?!” Teriakku dengan mulut penuh rasa sakit. Darah mulai mengalir dengan deras dari wajahku.

“Aku sudah bilang kalau ini akan menjadi latihan langsung dari neraka,” jawabnya. “Jika kau jadi terbiasa dengan rasa sakit akibat kehilangan lidah atau lenganmu, kau akan bisa bertarung tanpa memperdulikan tentang luka yang kau terima.”

“Hapi hihu…!”

Latihan yang membuatmu kehilangan bagian tubuh?! Apakah kau gila?!

“Tidak perlu khawatir dengan luka yang disebabkan,” katanya sambil mengeluarkan dan menggunakan sebuah Job Crystal, mengubah job-nya menjadi sesuatu selain King of Crime sebelum membisikkan, “Saint’s Prayer. Aku baru saja menyembuhkanmu. Silahkan pastikan hal itu sendiri.”

Aku dengan ragu mencoba menggerakkan lidahku. Perasaannya saja sudah cukup untuk memastikan kalau lidahku sudah tumbuh lagi. Aku kemudian menyentuhnya menggunakan jariku dan ya, sepertinya semuanya sudah kembali normal.

“Apa yang k—” kataku. “Eh?!”

Saat aku menatap ke atas, perubahan yang terjadi pada ketua lebih mengejutkanku dibanding dengan penyembuhan itu. Sampai sesaat lalu, dia adalah seorang pria berpenampilan biasa dan memakai kacamata. Namun, sekarang, meskipun pakaiannya sama, dadanya sekarang menjadi besar, dan sosoknya berubah, dan rambutnya kini menjadi panjang—dia jelas-jelas berubah menjadi seorang wanita.

Skil Reveal-ku mengatakan kalau aku sedang berada di hadapan The Saint, Sech Wurfel.

Aku tidak bisa memahami apapun yang sedang terjadi disini—aku kehabisan kata-kata melihat hal itu. Fakta bahwa lidahku dicabut, penyembuhan yang membuat luka-ku menghilang dalam sekejap, atau fakta bahwa King of Crime telah berubah menjadi The Saint.

Ini mengingatkanku bahwa salah satu kejahatan yang dilakukan King of Crime adalah “merampas job The Saint.”

Aku selalu merasa ada makna aneh dibalik penamaan kejadian itu, tapi sepertinya itu sama seperti yang nama itu katakan.

“Dengan diriku disini, bahkan luka paling parah sekalipun bisa kusembuhkan tanpa harus bergantung pada death penalty,” katanya. “Jadi tolong, santailah dan hilangkan anggota badanmu dengan tenang dalam latihan ini.”

Selain itu, hal ini membuatku memahami hal lain tentang ketua kami.

Sikapnya memang lembut dan dia jelas adalah orang yang tenang… tapi otaknya sudah benar-benar kacau-balau.

“Hari ini adalah hari pertamamu, jadi mari kita mulai dengan sesuatu yang ringan… Kehilangan empat anggota tubuh. Sepuluh kali.

“A hah hah hah hah.” Sebuah tawa pahit keluar dari mulutku.

Tiba-tiba, aku menyadari sesuatu. Aku selalu berpikir bahwa aku berada di atas Master lain dan selalu bertindak demikian, tapi sejak bertemu dengan ketua kami, aku tidak akan pernah memandang rendah dirinya.

Itu mungkin karena—sama bodohnya seperti yang orang lain pikirkan tentang diriku—bahkan aku saja dapat memahami, hanya dengan insting-ku, bahwa aku tidak ada apa-apanya dibanding dirinya.

“Hhhhhaaaa,” aku menghela nafas, menyerah, dan bersiap untuk menjalani latihan.

Sekarang kalau kupikir-pikir, si Rook itu juga telah melalui latihan ini.

Aku juga akan menaklukkan latihan ini, menjadi tak terkalahkan, dan membalaskan dendamku padanya setelah menjadi yang terkuat di dunia ini.

“… Tolong jangan terlalu serius padaku,” kataku.

“Maaf, tapi tidak. Santai saja tidak cukup untuk melawan kelemahanmu, kau tau,” katanya sambil mengangkat tangannya.

“Tunggu, kau akan menggunakan tanganmu? Itu sangat menaku— AAAAAAHHHH!”

Dan dengan begitu dimulailah kehidupanku di gaol… dan hari-hari latihan neraka-ku. Sebuah jalan panjang yang akan menuntunku ke tujuan baruku.

Sialan kau, Rook… Suatu hari aku akan membuatmu membayar atas hal ini!

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. Albarn says:

    Salah garbera sendiri yang anggap remeh malah nyalahin rook. Cewe mah gitu

    Like

  2. Highest emperor says:

    Terimakasih min atas updatenya dan tetap semangat untuk update berikutnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s