Infinite Dendrogram Volume 7 Selingan 2

Volume 7
Cerita Sampingan 2 – Kasus Pembunuhan Misterius • Solusi

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Lost Heart, Rook Holmes

Beberapa jam telah berlalu. Aku saat ini sedang makan malam di sebuah restoran yang cukup terkenal. Ada banyak pelanggan disini, tapi aku sedang makan sendirian.

Aku dan Kasumi segera berpisah setelah aku menemukan si tersangka, sementara Baby sedang pergi untuk menjalankan perintahku.

Selain itu, Marilyn dan Audrey ada di dalam Jewel-ku, jadi satu-satunya teman yang kumiliki saat ini adalah Liz, yang, seperti biasa, kupakai sebagai sebuah pakaian. Karena bulan ini cuaca sudah menjadi cukup hangat, sekarang dia mengambil bentuk sebuah jaket, bukan jubah.

Sejak saat aku meninggalkan bangunan apartemen itu, aku dengan sengaja berada di tempat yang ramai. Tidak peduli seberapa bodohnya dirinya, Garbera memilik kemampuan bersembunyi yang sangat kuat, dan aku tidak cukup ceroboh untuk mengabaikannya.

Karena itu, aku merasa kalau dia tidak akan menyerangku jika aku berada di area dengan banyak Master. Bagaimanapun, situasinya akan menjadi cukup gawat baginya jika ada seseorang dengan sebuah Embryo yang dapat melacaknya.

Aku menduga dia akan menunggu sampai aku sendirian, dan karena sampai saat ini aku masih belum diserang, kurasa dugaanku itu benar.

Tentu saja, saat ini dia mungkin saja sedang mengawasiku dengan Guardian-nya, tapi meskipun begitu, aku tetap lega setelah mengetahui kalau dia tidak cukup ceroboh untuk menyerangku di tempat ramai seperti ini… dan…

“… Huh?”

Pikiran bahwa “Garbera tidak cukup ceroboh untuk melakukan ‘anu’,” baru saja melintasi pikiranku, dan mengingat aku sudah berbicara langsung dengannya, itu membuatku mempertimbangkan sebuah pertanyaan yang tak pernah kupikirkan sebelumnya:

Sebenarnya dia itu seberapa bodoh, sih?

Meskipun itu kedengaran seperti sebuah hinaan, aku benar-benar serius menanyakan hal itu—aku ingin mengetahui sampai sejauh mana kebodohannya itu.

Apa yang kukatakan sebelum pergi sama saja seperti memberitahunya, “Aku sudah tau kalau kau adalah tersangkanya.” Dan meski begitu, meskipun perkataanku membuatnya sangat marah, dia tidak mengejarku setelah meninggalkan rumahnya.

Tidak akan aneh jika dia menyerangku untuk menutup mulutku, meluapkan kemarahannya, atau karena dia yakin bahwa aku telah bersiap untuk membuatnya masuk ke daftar pencarian maupun menangkap atau mengalahkannya.

Fakta bahwa dia tidak melakukan hal itu hanya bisa berarti bahwa dia mencoba untuk menyembunyikan identitasnya sebagai tersangka.

Benar—dia benar-benar percaya bahwa dia masih belum ketahuan.

Tidak masuk akal baginya untuk tidak menyadari hal itu terlepas dari semua yang telah kukatakan, tapi sejujurnya, dia sepertinya memang cukup bodoh untuk tidak menyadari hal itu.

Tapi sekarang setelah aku tau kalau dia memiliki cukup pertimbangan untuk tidak menyerangku di tempat umum, hal itu memunculkan pertanyaan lain di kepalaku.

“Apakah tingkat kebodohannya berubah…?”

Dia jelas adalah orang bodoh yang ceroboh, dan aku sangat percaya diri bahwa tingkah memalukan yang dia tunjukkan secara langsung kepadaku bukanlah sebuah kebohongan atau akting.

Namun, itu masih tidak cukup untuk menjelaskan kenaifan tingkat tinggi yang dia tunjukkan dalam situasi ini.

Kita juga masih harus mempertimbangkan Embryo-nya.

Kejahatan yang dilakukan memastikan kalau itu adalah sebuah tipe Guardian yang terspesialisasi dalam bersembunyi, dan itu kemungkinan besar didasarkan pada kepribadian Master-nya, sama seperti kebanyakan Embryo lainnya.

Apakah Embryo itu benar-benar tercipta seperti itu karena Master-nya adalah orang yang super bodoh yang ceroboh?

Tentu saja, hubungan antara kepribadian Master dan kemampuan Embryo bukanlah hal yang absolut, tapi mengingat niat kuatnya untuk terlihat mencolok, terasa cukup aneh bagi Embryo-nya untuk memiliki kemampuan yang tampak berkebalikan dengan hal itu.

“Hasilnya sama… tapi perhitungannya berbeda,” gumamku. “Itulah kesan yang kurasakan.”

Hasil dari “2 dibagi 2” dan “2 dikali 0,5” sama-sama 1, tapi kesan yang diberikan dari kedua perhitungan itu benar-benar berbeda.

Tindakannya memang ceroboh dan bodoh dan tindakan itu membawa hasil yang hampir sempurna. Tapi, mungkin saja aku salah.

“Ayo pikirkan hal ini sebentar…”

Kasusnya sudah terpecahkan. Aku tidak perlu lagi membuat deduksi tentang hal itu, jadi ini tidak lain hanyalah sebuah ekstra—sebuah deduksi dengan tujuan untuk memahami karakternya.

Untungnya, aku masih punya waktu sampai dia menyerangku, jadi aku menenggelamkan diriku dalam pemikiran dan menggunakan seluruh informasi yang kukumpulkan untuk memikirkan kembali sifat milik Master bernama “Garbera” itu.

***

Dead Hand, Garbera

Beberapa jam telah berlalu sejak matahari terbenam. Melalui Alhazred, aku melihat pria itu berjalan secara perlahan dari ujung jalan.

Dia adalah orang lemah bodoh yang hanya memiliki kelebihan pada tampangnya. Dia bahkan mungkin tidak menyadarinya, tapi aku sudah mengetahui tentang dirinya sebelum pertemuan kami hari ini.

Aku sudah melihatnya saat sedang menyelidiki KoD sebelum memulai pembunuhan, jadi aku tau dia tinggal di penginapan mana, dan bisa dengan mudah menyergapnya—seperti yang hendak kulakukan saat ini.

Melalui Alhazred, aku melihatnya sambil berdiri di tengah jalan, dan si lemah itu bahkan tidak menyadari kalau aku ada disini.

Bagaimanapun, Alhazred-ku adalah Embryo terkuat.

Sepenuhnya fokus pada kemampuan bersembunyi, dia tidak dapat dideteksi oleh kelima panca indera, dan bahkan skill-skill seperti Danger Sense dan Killing Intent Perception tidak bereaksi padanya. Dia juga tidak bisa dilacak menggunakan sensor mesin.

Tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui kalau Alhazred ada disana.

Dia bisa menyelinap kemanapun dan membunuh siapapun, jadi, tentu saja, jika dia bukan yang terkuat maka siapa lagi? Tapi entah kenapa, anggota klan-ku tidak bisa memahami hal itu. Mereka benar-benar memerlukan pemeriksaan mata.

Mengingat hal itu membuatku sedikit marah, tapi terserahlah. Aku punya rencana untuk membalas mereka.

Untuk sekarang, aku hanya tinggal menunggu sampai KoD keluar dari penjara dan melakukan pembunuhan lagi. Aku akan terus memfitnahnya dan menurunkan reputasinya lagi dan lagi sampai dia menjadi begitu marah sampai-sampai dia tidak memperdulikan reputasinya dan pergi mencari si tersangka yang asli. Dan kemudian, aku akan dengan senang hati bertarung melawannya.

Dia akan sangat marah, jadi dia tidak akan peduli dan bertarung melawanku di kota ini—dimana dia tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya.

Jika Alhazred-ku memiliki kelemahan, maka itu adalah serangan acak yang mencakup area yang begitu luas sehingga tidak masalah apakah mereka mengetahui keberadaannya atau tidak—dan itu adalah keahlian KoD. Jadi, jika aku ingin agar Alhazred-ku membunuhnya, aku harus membatasi kekuatan tempurnya.

Dia tidak bisa menggunakan serangan skala luas-nya di kota, karena jika dia melakukannya, dia akan masuk ke daftar pencarian. Aku tidak keberatan jika itu terjadi—faktanya akan tetap sama bahwa KoD akan kalah oleh rencana dan kekuatan Embryo-ku. Itu jelas akan membuat anggota klan-ku memikirkan kembali pendapat mereka tentang diriku.

“Sebelum itu, aku harus menghancurkan si lemah menjengkelkan itu,” gumamku.

Alhazred milikku mulai berjalan ke arahnya.

Pertama, aku akan mengoyak tangannya dengan perlahan, dan saat dia mulai merengek, aku akan mencincang wajahnya. Hatiku menari saat aku membayangkan momen itu, dan kemudian Embryo-ku mulai berlari.

Tapi ketika jarak di antara mereka hanya tinggal 50 metel, si lemah sialan itu melompat menjauh dari Alhazred.

Dia mengenakan metal slime yang sama dengan yang dia pakai saat berlatih dengan KoD. Slime itu mengeluarkan tentakel yang menghentak tanah dan mengirimkannya ke arah lain.

Dia seolah-olah bisa mengetahui kalau Alhazred yang tak dapat dideteksi ada disana dan mencoba lari darinya.

“Itu hanya kebetulan!” geramku.

Dia pasti tidak bisa menghindari apa yang tidak dia ketahui keberadaannya.

Aku kembali mengejarnya dan menyerang dari sudut yang berbeda. Resource milik Alhazred berfokus pada stealth, jadi kecepatannya tidak bisa menembus kecepatan suara, tapi itu sudah cukup untuk mengejar si lemah sialan itu.

Aku dengan cepat menyusulnya, dan…

Dia melompat ke sisi berlawanan sebelum aku bisa menyerang, sama seperti yang dia lakukan sebelumnya.

“Lagi?!”

Itu bukan hanya sebuah kebetulan. Dia benar-benar bisa mendeteksi Embryo-ku.

Tapi bagaimana…? Pikirku. Dan meskipun dia tau kalau Alhazred-ku ada disana, bagaimana dia bisa menduga kalau akan diserang oleh musuh yang tak terli—Huh?!

“Gh?!”

Tiba-tiba, pandanganku berganti dari milik Alhazred ke pandanganku sendiri di apartemenku.

Aku tersadar dan mendapati kalau ruanganku sedang terbakar. Jendela ruanganku pecah, dan disampingnya, ada iblis berambut merah—Embryo milik si lemah sialan itu.

“Little Flare! Petrifying Breath! Grand Dash!” Dia melepaskan skill demi skill, sama sekali tidak menahan diri. Dia jelas menganggapku sebagai seorang musuh.

Tunggu… apakah sebenarnya dia tau kalau aku adalah si tersangka?!

Bagaimana dia bisa menyadarinya hanya dari percakapan kami?! Caraku menjawab pertanyaan dan mengendalikan pembicaraan itu sudah sempurna!

Apakah si lemah sialan itu sebenarnya adalah seseorang yang jenius?!

***

Beberapa menit sebelumnya, Lost Heart, Rook Holmes

Beberapa jam telah berlalu sejak matahari terbenam. Kehangatan matahari telah memudar dari udara dan tanah.

Aku selesai memusatkan pikiranku tentang Garbera dan berjalan pulang ke penginapan tempatku bermalam.

“Hm…” gumamku.

Aku menduga kalau Garbera hanya akan menyerangku saat aku sendirian, dan sepertinya ini adalah kesempatan yang sempurna.

“Liz,” aku membisikkan nama slime-ku, memastikan kalau itu tidak bisa didengar orang lain, dan dia menanggapinya dengan sebuah tepukan ringan ke tanganku.

Jadi, sampai sekarang masih belum… aku berharap dia akan menyerangku sebelum aku sampai di penginapan. Jika bangunan itu hancur, maka para pekerja disana akan kerepotan.

Saat hal itu melintas di pikiranku, Liz menepuk tanganku dua kali. Itu adalah isyarat yang kami putuskan sebelumnya, dan itu berarti “Sesuatu yang tak terlihat sedang mendekat.”

Sesaat kemudian, Liz melompat ke sisi yang berlawanan dari apapun yang mendekati kami. Dia bergerak dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan saat kami bertarung melawan nona muda itu selama Franklin’s Game—dengan cara menghentak tanah dengan tentakel yang dia julurkan dari bentuk mirip jaket- nya.

Namun, itu bukanlah satu-satunya yang menjulur darinya. Dia juga menggunakan bagian tubuhnya yang tidak digunakan untuk menyebarkan banyak benang tipis ke seluruh area sekitar.

Mithril Arms Slime seperti Liz bisa mengubah tubuh mereka menjadi armor dan juga senjata, dan dalam hal ini, dia mengubah dirinya menjadi benang.

Tentu saja, fokus pada aspek tipis dan panjang berimbas pada kekuatan serangan dan juga ketahanannya, membuat benang-benang itu putus hanya dengan disentuh. Namun, itu adalah hal yang disengaja. Tujuan dari hal itu adalah untuk mendeteksi, dan putus adalah bagaimana hal itu bekerja.

Aku yakin kalau Embryo Garbera adalah sebuah Guardian yang berfokus pada persembunyian, dan berdasarkan pada… performa bagusnya dalam melakukan pembunuhan, aku menduga kalau Embryo itu juga tak terlihat, tak bersuara, dan tak berbau. Mempertimbangkan ke-absurd-an yang dimiliki para Superior, ada juga kemungkinan kalau kau bahkan tidak akan menyadarinya meskipun kau menyentuhnya.

Itulah sebabnya aku membuat Liz menyebarkan banyak benang lemah yang mudah putus. Meskipun dia tidak bisa melihat ataupun merasakan keberadaannya dengan sentuhan, Liz masih bisa menyadari kapan dia kehilangan bagian dari tubuhnya.

Hal ini hanya bisa dilakukan karena Liz adalah slime—makhluk yang bisa berubah bentuk dan tidak merasakan sakit.

Tapi fakta bahwa aku bisa menangani hal itu bukanlah akhir dari masalah yang ada. Kenyataan bahwa aku bahkan bisa memikirkan pencegahan seperti itu membuktikan kalau Garbera telah melakukan kesalahan besar.

Embryo tak terlihat jelas merupakan konsep yang menakutkan. Tidak ada seorangpun yang bisa bertahan melawan makhluk yang bahkan tidak bisa dirasakan dengan sentuhan. Namun, hal itu hanya berlaku jika sang target tidak mengetahui keberadaan Embryo tersebut.

Garbera telah melakukan kejahatan yang jelas didasarkan pada kemampuan bersembunyi tingkat tinggi, dan hal itulah yang membuatku bisa menebak kemampuan Embryo-nya. Dengan memberiku bahwa aku sedang “bertarung melawan musuh dengan kemampuan bersembunyi yang sempurna,” hal itu memungkinkanku bisa mempersiapkan penangkalnya.

Kekuatan seperti itu akan kehilangan separuh nilainya meskipun sang target hanya mengetahui kalau Embryo itu ada disana, dan itulah kesalahan terbesar Garbera—bahkan lebih besar dibanding meninggalkan semua bukti yang kutemukan.

Dia begitu percaya terhadap “kemampuan tak terlihat” milik Embryo-nya sehingga membuatku bisa menyadari kalau ternyata ada entitas “tak terlihat” disana. Dia seolah-olah seperti mewarnai semua hal yang mengelilingi sesuatu yang tak berwarna, dan membuatnya menjadi tampak mencolok.

Jika dia mencoba membunuh seseorang tanpa mencoba menyebabkan sebuah drama misteri pembunuhan, Embryo-nya akan bisa menyelesaikan hal itu tanpa kesalahan sedikitpun. Bahkan keluarga kerajaan saja akan menjadi target yang mudah. Tapi sekarang, keberadaan “tak berwarna” itu sudah tidak lagi tersembunyi.

“Baby seharusnya sudah menyerangnya sekarang,” gumamku.

Setelah melakukan wawancara itu, aku memintanya untuk melakukan dua hal. Salah satunya adalah mengawasi Garbera, yang bisa dengan mudah dilakukan dengan skill Optic Camouflage yang dia dapatkan dari monster menggunakan Drain Learning.

Tugas Baby adalah untuk mengawasi bangunan apartemen itu, mengikuti Garbera jika dia pergi, dan bersiap untuk menyerangnya jika dia menyerangku menggunakan Embryo-nya.

Meskipun dia adalah Superior, fakta bahwa dia adalah sebuah tipe Guardian berarti bahwa dia memiliki sebuah kelemahan yang tak dapat dihindari: Master-nya. Tidak peduli seberapa kuat sebuah Guardian, dia tidak akan dapat melindungi Master-nya jika dia tidak berada di sisinya.

Karena itu, Aku dan Garbera seimbang saat ini.

Tapi, aku memiliki keunggulan karena fakta bahwa aku bisa menebak serangannya, sementara dia bahkan tidak mambayangkan bahwa hal itu bisa terjadi.

“Sekarang, tinggal menunggu Embryo mana yang bisa mengalahkan sang Master terlebih dahulu.”

Tentu saja, dalam hal potensi tempur, sisi mereka jauh berada di atas kami, tapi karena fokus yang terlalu besar pada persembunyian, kecepatan dan serangan Guardian-nya tidak terlalu besar. Dengan melarikan diri seperti yang kulakukan saat ini, aku bisa mengulur waktu sedikit lebih lama lagi.

Satu-satunya hal yang harus kami khawatirkan saat ini adalah…

“… apakah Baby bisa menangani Garbera tepat waktu atau tidak,” gumamku.

Dia juga bukanlah Guardian yang bisa dibilang kuat. Karena memusatkan Resource-nya pada kekuatan charm, drain, learning, dan merging, base stats-nya lebih rendah dibandingkan dengan Guardian lain dalam bentuk ke-empat mereka.

Karena sedang menyamar sebagai seorang pegawai, Garbera saat ini mungkin memiliki Job seperti Carpenter, Architect, dan Swindler, tapi meski begitu, dia adalah seorang Superior, dan kemungkinan besar dia juga sudah mencapai level Max.

Apakah Baby bisa mengalahkannya atau tidak adalah sebuah perjudian… Bahkan, lebih baik aku tidak terlalu berharap hal itu akan terjadi.

Serangan Baby bukanlah bagian utama dari rencana kami.

Aku tiba-tiba terselimuti rasa terkejut. Liz baru saja menyentuhku untuk mengatakan, “Dia tidak mengejar kita.”

Guardian itu mungkin kembali setelah menyadari bahwa Master-nya sedang dalam bahaya.

Reaksi itu adalah hal yang wajar, dan aku menduga kalau hal itu bisa saja terjadi.

Jadi sekarang, untuk berganti ke bagian utama rencana, aku bergegas menuju apartemen Garbera.

Setelah sampai disana, aku mendapati dirinya sedang berdiri disana dengan tubuh dipenuhi luka, dan di lantai di sebelahnya, terdapat sebuah Brooch yang hancur.

Sepertinya Baby melakukan kerja bagus dalam menyudutkannya, pikirku.

“Mrrgh!”

Embryo-ku terus menyerangnya, tapi semua serangannya dihentikan oleh sesuatu tak kasat mata yang berdiri di depan Garbera. Sepertinya, Guardian itu berkonsentrasi untuk melindungi Master-nya.

Bahkan cara Garbera menggunakan Embryo-nya kelihatannya sangat salah. Garbera seharusnya benar-benar mengabaikan pertahanan dan mengalahkan Baby secepatnya.

“Jadi kau ada disini… ‘Rook,’ bukan?” katanya sambil menatapku dari balik Guardian tak kasat matanya. “Aku tidak tau bagaimana kau melakukannya, tapi kau menyadari kalau aku adalah tersangka sebenarnya.”

“Ya…” jawabku. “Kau adalah orang dibalik pembunuhan berantai yang terjadi di Gideon.”

Entah bagaimana, aku bisa menerima kalau dia masih percaya kalau dia masih belum ketahuan, tapi fakta bahwa dia bahkan tidak bisa mengetahui kenapa aku bisa membongkar identitasnya membuatku benar-benar kehabisan kata-kata.

Tidak, tunggu. Dia hanya berakting seolah-solah dia tidak mengetahuinya.

Sebenarnya dia sudah mengetahui alasannya.

“Ya, itu benar,” lanjutnya, “Aku adalah Unkown—orang dibalik semua pembunuhan itu.”

Itu jelas bukan sebuah julukan yang akan kau gunakan untuk dirimu sendiri, pikirku.

Kesampingkan itu, sekarang aku mendapat pengakuan dari si tersangka. Tugasku sebagai detektif sudah selesai. Kasus ditutup.

“Itu kedengaran mustahil, tapi apakah kau juga menyadari kekuatan Embryo-ku… Alhazred?” tanyanya.

Jadi Guardian tak kasar mata itu bernama “Alhazred,” eh? Selain itu, meskipun aku sudah menduganya, dia baru saja mengungkapkan kalau dia adalah seorang Superior.

“Ya,” aku mengangguk. “Dia mungkin tidak bisa dideteksi oleh kelima… tidak… keenam panca indera.”

“Tepat. Alhazred adalah Embryo yang hanya aku seorang yang bisa melihatnya… Heh heh heh heh heh.” Garbera mulai tertawa karena suatu alasan. Senyumnya itu… benar-benar memuakkan. “Kau benar-benar membongkar rencanaku… Kau pasti adalah orang yang sangat jenius.”

Meskipun kedengarannya demikian, dia sedang tidak memujiku. Bahkan—itu adalah sebaliknya.

“Meskipun kau mencoba meninggikanku, itu tidak akan mengubah fakta bahwa kau baru saja dikalahkan oleh seorang newbie,” kataku.

Selama dia tidak bisa menganggapku jenius atau hal lain di luar normal, itu akan membuat membuat dirinya menyatakan dirinya sendiri inferior.

Perkataanku membuat wajahnya, yang masih menunjukkan senyum memuakkan itu, menjadi kaku. Dia tidak memberikan satupun tanggapan.

Ya. Tentu saja kau akan menunjukkan reaksi seperti itu, pikirku. Aku sudah cukup memahami kepribadiannya, seberapa jauh kebodohannya… dan inti dari hati dan pikirannya.

“Selama penyelidikan ini, aku tidak hanya menganggapmu sebagai seorang kriminal, tapi juga sebagai seorang manusia,” lanjutku. “Saat aku mengunjungimu hari ini, aku mengatakan kalau si pelaku adalah seorang idiot. Tapi sekarang…”

Aku tidak sepenuhnya salah, tapi deduksiku itu juga masih belum cukup sempurna.

“Sekarang… aku yakin kalau kau lebih dari sekedar seorang idiot.”

Aku sampai pada sebuah kesimpulan yang menjawab semua hal yang dibutuhkan untuk memahaminya sebagai seorang manusia.

Itu adalah alasan dibalik kecerobohannya yang kelewatan, ke-naif-an dibalik pendapatnya tentang Shu, kesalahan pada kriptogam-nya, kurangnya ketelitian pada perkataannya, dan fakta bahwa dia tidak menyadari kalau aku sudah menyadari kebohongannya meskipun pada dasarnya aku sudah mengatakannya langsung di hadapannya.

Semua hal itu berasal dari sebuah masalah.

Kau hanya melihat dunia sesuai dengan yang kau inginkan.

Dia menatapku, masih tidak mengucapkan sepatah katapun. Namun, ada sesuatu yang berubah di matanya.

“Kau tidak merasa kalau kau akan gagal, jadi saat kau gagal, kau tidak memahami penyebab dari kegagalan itu,” kataku. “Kau tidak percaya kalau orang lain lebih baik darimu, jadi kau menilai mereka lebih rendah daripada dirimu sendiri. Kau berpikir targetmu akan jatuh dalam permainanmu, jadi kau bahkan tidak mencoba untuk memastikan apakah itu benar atau tidak.”

Ya, dalam rangka untuk melihat lebih banyak nilai dalam dirinya sendiri seperti yang muncul di pikirannya, dia memalingkan matanya dari kenyataan.

Tentu saja, ada juga kebodohan nyata di dalam dirinya, tapi sebagian besar kesalahannya berakar dari fakta bahwa dia selalu berpaling dari ke-absurd-an dirinya sendiri.

Karena itu, orang lain selalu menganggapnya sebagai orang bodoh, rencananya selalu berakhir gagal, dan sikapnya selalu penuh kecerobohan.

Aku yakin kalau dia bahkan tidak dapat mendengarkan orang lain tanpa mengubah kata-kata mereka sampai ekstrem, dan itu mungkin begitu buruk sampai-sampai peringatan yang paling masuk akal-pun akan terdengar seperti omong kosong baginya.

“Namun, penilaianmu tentang diriku memang benar,” lanjutku. “Aku memang berada di bawahmu, dan wajar bagimu untuk memandangku sebagai orang lemah.”

Pendapat Garbera tentang diriku memang tidak salah—Aku tak diragukan lagi memang inferior. Tapi karena itulah pendapat penuh kebenaran yang ditujukan padanya itu memberikan efek yang sangat kuat. Dia menerima mentah-mentah perkataan itu, dan mereka menjadi semacam racun baginya.

Dia kemudian dengan buru-buru mencoba memperbaiki citranya, dan meyakinkan dirinya bahwa yang kukatakan itu tidak masuk akal dan memelintirnya sedemikian rupa untuk menyimpulkan bahwa aku masih belum bisa memahaminya.

“Kau juga baru saja mencobanya,” kataku. “Kau dipojokkan oleh seseorang yang berada jauh di bawahmu, jadi kau mencoba meyakinkan dirimu bahwa aku sebenarnya tidak berada di bawahmu.”

Semua itu dilakukan untuk membuatnya bisa melihat kenyataan yang sejalan dengan pemikirannya. Garbera ingin bebas mempercayai bahwa dia tidak gagal maupun membuat kesalahan—dia hanya bertemu dengan musuh yang sangat buruk.

Begitulah cara kerja pemikirannya, dan itu bahkan tampak pada Alhazred-nya, yang terbentuk berdasarkan kepribadiannya.

“Itulah sebabnya hanya kaulah yang bisa melihat Embryo-mu. Kau hanya melihat dunia yang ingin kau lihat, jadi Embryo-mu menjadi sebuah makhluk yang hanya bisa dilihat oleh dirimu sendiri.”

Itu adalah sebuah makhluk yang hanya hidup di dalam pandangan satu orang—mirip seperti teman imajinasi. Akan tetapi dia mengikuti keinginannya dan mempengaruhi dunia seperti semacam hewan ghaib. Itulah Guardian miliknya, dan ada banyak hal yang bisa dikatakan tentang pikiran yang bisa menciptakannya.

“Itulah kebenaran dibalik Embryo-mu… dan dirimu,” kataku. “Kau bukan “Unknown.’ Kau hanyalah seseorang yang menghindari kenyataan, indera, dan bahkan pemikiranmu sendiri. Dengan kata lain—seorang yang sangat bodoh.”

Jika perkataan benar-benar bisa melukai orang, maka apa yang kukatakan itu adalah pedang bermata dua, karena mereka juga melukaiku. Aku juga berpaling dari kebenaran dan jalan kehidupanku sendiri. Tapi meski begitu, aku tetap mengatakan hal itu kepadanya.

“Eh… Tidak… Aku… Bukan… itu…”

Garbera tidak bisa menyangkal apa yang kukatakan.

Dia menelan semua jawaban yang coba dia ungkapkan. Meskipun dia mencoba sekuat tenaga untuk mengabaikan kenyataan tidak menyenangkan seperti yang biasa dia lakukan, perkataanku menjadi seperti pengikat yang membuatnya tidak bisa lolos.

Mengungkapkan kebenaran dibelakang hatinya membuat dirinya tidak mungkin bisa memalingkan pandangannya dari kesalahannya, dan menghentikannya setiap kali dia mencobanya.

Perkataan itu sekarang sudah terukir di kepalanya, dan dia akan mengingat mereka setiap kali sifat pengecutnya ingin menguasai dirinya, dan memaksanya kembali ke kenyataan. Setelah mendengar perkataanku, otaknya akan meluruskannya setiap kali dia mencoba untuk memalingkan pandangannya.

Menurut dugaanku, dia mungkin bahkan mengingat banyaknya kesalahan yang dia perbuat sepanjang hidupnya. Itu jelas adalah ingatan yang sangat ingin dia lupakan.

“Aaahh, aaahh, AhAAhHh!” Garbera berteriak sambil menutup matanya dengan kuat menggunakan telapak tangannya. Seolah-olah untuk mengatakan kalau dia tidak ingin melihat kenyataan ini.

Tapi sayangnya, pikirannya telah melihatnya—hatinya telah menyaksikan kebenaran.

Dia tidak lagi bisa meyakinkan dirinya bahwa dia adalah yang terkuat, atau bahwa dia tidak pernah gagal.

“…AhhhH.” Garbera tiba-tiba memindahkan tangannya dari wajahnya, dan matanya menatap langsung ke arahku. Mata itu tidak menunjukkan emosi yang bisa dengan mudah kubaca—apa yang kulihat adalah perasaan yang bercampur aduk menjadi satu. Namun, mereka semua menyatu menjadi sebuah garis emosi, yang bisa diterjemahkan menjadi “Aku harus menyingkirkannya.

Sekarang dia memiliki niat kuat untuk membunuhku.

“Siapa… diriku?” tanyanya. Perkataan itu memiliki arti, tapi rasanya dia tidak sedang berbicara denganku… ataupun orang lain.

“Kau Garbera, kan?”

“T i d a k,” dia menggelengkan kepalanya. “A k u U n k n o w.”

Sesaat kemudian, bagian tubuhnya mulai menghilang.

Tanpa sedikitpun darah yang menetes, dia perlahan mulai menghilang seolah-olah termakan oleh udara di sekitarnya. Tidak—dia sebenarnya menjadi mustahil untuk dilihat.

Seperti penyihir gila yang merupakan inspirasi dari Embryo-nya, dia menghilang seolah-olah dia dimakan oleh seekor monster tak terlihat.

“Total Eclipse of the Flesh—Alhazred.” Dia mengucapkan nama dari skill ultimate-nya. Prosesnya sekarang sudah selesai, dan Garbera tidak terlihat dimanapun.

Aku terkejut dalam diam saat aku menyadari efek dari skill itu. Itu mirip seperti Union Jack milik Baby—penyatuan dari Guardian dan Master-nya. Itu membuat Alhazred menutupi satu-satunya kelemahan yang dimiliki Garbera—dirinya sendiri—dan membuat keduanya tak dapat dideteksi.

“Baby! Liz!” teriakku, memberi mereka perintah untuk menyerang tempat terakhir dia berdiri.

Benang milik Liz telah tersebar di seluruh ruangan ini.

Sampai sekarang benang-benangnya masih belum ada yang terpotong, yang berarti Garbera masih ada disana.

Jika dia mencoba untuk menghindar, aku hanya tinggal memfokuskan kembali seranganku ke tempat dia berpindah.

Dia tidak mungkin bisa lolos dari sini.

“Huh…?!”

Akan tetapi, sepertinya tidak ada satupun serangan mereka yang mengenai sasaran.

Faktanya, itu seolah-olah…

“Apakah dia bukan hanya sekedar tak terdeteksi?!”

[Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown] [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown], [Aku Unknown],

Tanpa kusadari, wilayah sekitarku telah sepenuhnya berubah.

Dinding ruangan ini sekarang dipenuhi oleh banyak tulisan, yang hanya mengatakan “Aku Unknown.”

Kalimat itu ditulis berulang kali, dan rasanya seolah-olah dia ingin menegaskan kalimat itu kepadaku, atau mungkin untuk membujuk dirinya sendiri.

Aku tidak melebih-lebihkan saat mengatakan kalau kalimat itu muncul “tanpa kusadari.”

Aku tidak melihat saat tulisan itu terbuat, ataupun mendengar suara saat hal itu terjadi.

Selain itu, seluruh benang Liz telah terpotong seolah-olah mereka tidak pernah disebarkan sebelumnya.

“Kekuatan persembunyiannya bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya…!”

Awalnya, itu hanya menyembunyikan Alhazred, tapi sekarang, kekuatan itu mencakup semua yang dipengaruhinya, membuatnya mustahil untuk menyadari saat kekuatan itu mengubah sesuatu.

Ini adalah puncak dari kemampuan persembunyian. Itu mempengaruhi dunia dan mencegah siapapun untuk menyadari perubahan yang dia buat.

“Ya ampun…” gumamku.

Itu jelas adalah kemampuan Embryo paling merepotkan yang pernah kulihat.

Namun, meskipun menunjukkan kekuatan seperti itu, Garbera masih tetaplah Garbera.

Bagaimanapun—tidak ada gunanya membuat tulisan di dinding.

Garbera bisa dengan mudah memberiku death penalty dan melarikan diri dari tempat ini, akan tetapi dia malah membuang-buang waktu pada hal yang tak ada artinya ini.

Itu adalah bukti dari betapa kuatnya dia bergantung pada diri lamanya dan keinginan untuk membalasku.

Dia menegaskan keberadaannya sambil mencoba mematri ulang “ideal Garbera” ke dalam pikirannya, yang menurutku… sangat menyedihkan.

“Ah…!”

Tiba-tiba, aku menyadari kalau ada goresan di tangan kiriku dan sekarang sedang berlumuran darah.

Luka itu jelas diberikan beberapa detik yang lalu, akan tetapi aku baru menyadarinya barusan.

“Apa yang terjadiii?!” Baby juga sedang disiksa oleh luka yang terus bertambah bahkan tanpa dia sadari.

Baby dan Liz terus menyerang sekeliling mereka tanpa arah, tapi aku tidak bisa menebak apakah serangan itu mengenai sasaran atau menimbulkan efek tertentu.

Meskipun dia berfokus pada persembunyian, kami sedang berhadapan dengan sebuah Guardian tingkat Superior yang tak diragukan lagi mengalami peningkatan stats karena menyatu dengan Master-nya. Kami, di sisi lain, bukanlah sebuah kelompok yang kuat. Tidak ada harapan untuk menang bagi kami jika kami tidak fokus pada kekuatan tempur, tapi kami bahkan tidak dapat melakukan hal itu.

Aku sesaat mempertimbangkan untuk menggunakan Union Jack untuk menjadi Metal-Devil-Man, tapi aku menyadari kalau situasinya juga tidak akan berubah—faktanya, aku bahkan tidak bisa menggunakannya. Kami pada dasarnya tidak dapat memenangkan pertarungan ini.

“Sepertinya sampai disini,” kataku dengan pelan. Aku tidak bisa melakukan apapun lagi.

Tanpa kusadari, Lifesaving Brooch milikku hancur dan terjatuh dari leherku.

Sepertinya dia sudah puas bermain-main dan memutuskan untuk mengakhirinya, pikirku, menyadari kalau itu adalah sebuah akhir. Tapi, ada satu hal yang bisa kukatakan disini…

“Kau sungguh sangat ceroboh.”

Fakta bahwa dia menghabiskan waktu untuk memojokkanku berarti dia telah melakukan hal terburuk yang bisa dia lakukan. Dia mungkin bisa menggunakan stats dan kemampuan persembunyiannya yang telah meningkat untuk membunuhku dalam sekejap dan melarikan diri.

Tapi sayangnya, dia membuang waktu berharga itu padaku… dan memberinya cukup waktu untuk sampai kemari.

“Maafkan aku, bro,” kata sebuah suara yang berasal dari luar. “Aku mengambil jalur terpendek, tapi itu masih memerlukan lebih banyak waktu dari yang kuduga.”

Sesaat kemudian, dinding yang menghadap jalan hancur, dan seseorang melompat masuk ke dalam ruangan.

Aku tau betul apa itu… tidak… siapa itu.

Hari ini, aku meminta Baby untuk melakukan dua hal.

Salah satunya adalah untuk mengawasi Garbera, sementara yang satunya lagi adalah… untuk mengirimkan sebuah pesan.

Dia harus menyampaikan pesan itu kepada Elizabeth, yang kemudian akan menyampaikannya kepada pihak berwajib, dan pesan itu adalah: “Aku akan mengungkap tersangka yang sebenarnya, jadi tolong bebaskan dia setelah aku melakukannya.”

Aku menatap ke arah jendela—atau lebih tepatnya, ke arah bagian dinding tempat jendela itu berada—dan melihat sebuah bola mata terbang dengan sepasang sayap kelelawar tumbuh di bagian belakangnya.

Itu adalah Broadcast Eye—seekor monster komunikasi yang pertama kali diciptakan oleh Franklin, yang sekarang diambil alih dan digunakan oleh Gideon.

Melalui monster itu, pihak berwajib di kantor ksatria bisa melihat dan mendengar seluruh percakapan kami disini, jadi para penyelidik seharusnya sudah mengetahui kalau Garbera adalah tersangka yang sebenarnya.

Dia mungkin sudah masuk ke dalam daftar pencarian, dan yang lebih penting—Shu telah dibebaskan dan sekarang berada disini.

“Dan dengan begitu… bintang dari pertunjukkan ini memasuki panggung,” kataku.

“Yep,” jawabnya. “Membuatmu menunggu, huh?”

Pada saat aku mempertimbangkan kemungkinan bahwa Garbera mungkin adalah seorang Superior, aku mempercayakan penyelesaian insiden ini kepadanya. Untuk itu, aku perlu membuktikan kalau Garbera adalah tersangka sebenarnya, jadi aku harus membuatnya mengakui hal itu.

Persiapannya sekarang sudah selesai.

Tugas seorang detektif adalah mengungkap kebenaran—bukan untuk menahan tersangka yang dikalahkan.

Peran itu dimiliki oleh Shu—sang Unknown yang sebenarnya.

“Aku mendengar tentang dirimu melalui siaran monster mata itu dan Telepathy Cuff,” katanya. “Kau masih disini, bukan, Nona ‘Unknown’?”

Dia tidak mengenakan kostum beruangnya, akan tetapi mengenakan “Godcloth” yang dia pakai saat bertarung melawan Franklin dulu. Itu adalah bukti kalau dia sudah siap bertarung dengan kekuatan penuh—sebagai seorang Superior dan King of Destruction.

Dengan demikian, ini akan sama seperti yang terjadi saat Franklin Game—sebuah Pertarungan Superior.

“Seperti yang sudah kau ketahui, aku adalah mantan ‘Unknown,’ Shu Starling.”

Tidak ada tanggapan dari perkataan itu, dan aku tidak bisa menebak apakah itu karena kami tidak bisa mendeteksinya atau apakah dia benar-benar tidak melakukan apapun.

Tapi, sudah jelas kalau dia mendengarnya. Jika dia adalah tipe orang yang melarikan diri setelah kemunculan Shu, sejak awal semuanya tidak akan jadi seperti ini.

“Ada banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu, tapi sepertinya kita tidak bisa berbincang-bincang disini, jadi aku hanya akan mengatakan satu hal,” dia menunjuk lehernya menggunakan jempolnya. “Aku tidak akan lari atau bersembunyi, dan aku akan bertarung melawanmu disini, jadi majulah, ok?”

Itu bukan hanya sekedar provokasi—itu adalah perasaan jujurnya.

Dan perkataan itu menandakan dimulainya pertarungan mereka.

Karena kemampuan Garbera adalah persembunyian sempurna, hal yang paling harus dia waspadai dari persenjataan Shu adalah kapal perang yang berfokus pada serangan berskala luas. Karena dia tidak bisa menggunakannya di kota, ini mungkin adalah situasi yang paling menguntungkan baginya. Namun, dia tidak menyerangnya sekalipun bahkan setelah satu menit berlalu sejak Shu mengatakan hal itu.

Apaah dia melarikan diri? Pikirku. Tidak, itu tidak mungkin.

“Oh, benar,” kataku. “Dia sebenarnya sedang waspada.”

Garbera mewaspadai serangan balik yang mungkin akan dilakukan oleh Shu. Meskipun dia fokus pada stats STR, satu saja serangan dari Garbera akan fatal baginya, dan meskipun begitu, Shu masih memiliki Brooch. Garbera, disisi lain, akan mati hanya dengan satu kali pukulan dari Shu.

Bagi Garbera, yang telah kehilangan Brooch-nya, itu bukanlah sebuah perjudian yang bisa dia ambil.

“Oh, kau mengkhawatirkan benda ini?” kata Shu sambil menunjuk Lifesaving Brooch miliknya. Dia juga menyadari alasan kenapa Garbera tidak melakukan pergerakan.

Dia kemudian meraih Brooch-nya dan…

“Lihat.”

… menghancurkannya berkeping-keping.

“Sekarang aku hanya memiliki satu nyawa. Jadi majulah, jangan malu-malu. Bunuh aku dan ambil julukan ‘Unknown.’”

Brooch yang hancur tidak bisa diganti dalam kurun waktu 24 jam. Dengan ini, Garbera dan Shu sama-sama hanya memiliki satu nyawa.

Sebagian wajahnya tertutupi bulu beruang, tapi kau masih bisa melihat dirinya menunjukkan sebuah senyum tak kenal takut sambil berkata, “Majulah.

Perkataan itu sepertinya bekerja sebagai pemicu, karena situasinya jadi benar-benar berubah, meskipun apa yang bisa kulihat hanyalah pergerakan Shu.

Tangan kiri yang dia julurkan tiba-tiba menjadi kabur, dan sesaat kemudian, tangan itu dia cengkramkan di samping lehernya.

“Disana kau.”

Seluruh tubuhnya jadi dipenuhi semangat saat dia melakukan sebuah Kodachi—sebuah tendangan putar yang sudah sering kulihat selama latihan.

Dari sudut pandangku, dia tampak seperti mencengkeram dan menendang udara kosong.

Tiba-tiba, pemandangan di ruangan ini kembali berubah drastis.

Darah mulai mengalir dari leher Shu, sebuah lubang besar tercipta di dinding, dan aku bisa mendengar teriakan seseorang—kemungkinan besar Garbera—datang dari kejauhan.

Setelah itu, tidak terjadi apapun.

Shu tidak mengejar Garbera, ataupun hal lainnya.

“Ow ow ow,” Shu mengerang kecil, dan itulah satu-satunya hal yang bisa disadari dari situasi ini.

Saat aku menonton dalam diam, aku bisa membuat dugaan tentang apa yang baru saja terjadi disini, tapi sulit untuk memahami dan menerima hal itu sebagai kenyataan dibalik semua kejadian barusan.

Luka di leher Shu disebabkan oleh serangan Garbera.

Lubang di dinding diciptakan oleh Garbera saat Shu menerbangkannya dengan tangan putarnya.

Dan teriakan itu adalah suara Garbera setelah menerima begitu banyak damage sampai-sampai penggabungan Master-Embryo-nya dibatalkan dengan paksa.

Pada dasarnya, Shu telah mendeteksi serangan di lehernya, menghentikannya menggunakan tangannya, dan mengalahkannya hanya dengan sekali serang.

Sementara untuk bagaimana dia bisa mendeteksi serangan itu… erangannya adalah petunjuk yang bagus.

Kau menghidupkan rasa sakitmu?” tanyaku.

“Ya,” jawabnya. “Aku telah mendengar kalau dia memiliki kekuatan yang membuatnya sulit untuk dideteksi, dan aku entah bagaimana bisa mengatakan kalau dia juga menyembunyikan pengaruhnya ke hal lain, jadi aku mencoba untuk melihat apakah hal itu juga bekerja pada rasa sakit, dan benar saja, serangannya terasa sangat sakit.”

Rasa sakit adalah sesuatu yang sebagian besar Master matikan, dan kita tidak bisa merasakan disini di Infinite Dendrogram kecuali kita dengan sengaja menghidupkannya. Aku tidak tau bisa sampai seberapa parah rasa sakit itu sampai aku menjalani pelatihan neraka itu, dan aku sangat yakin kalau Garbera juga tidak pernah mengenal rasa sakit di dalam game.

Cukup masuk akal bagi Alhazred—sebuah Embryo yang hanya bisa dirasakan oleh Garbera—untuk tidak bisa menyembunyikan rasa sakit—sebuah sensasi yang tidak bisa Garbera rasakan.

“Bagaimana kau tau kalau rasa sakit itu masih ada?” tanyaku. Itulah satu-satunya hal yang masih belum kupahami.

Akan masuk akal baginya untuk menghidupkan rasa sakit dan memastikan apakah rasa sakit itu benar-benar ada pertarungan berjalan beberapa saat atau setelah menerima luka kecil, tapi Shu baru saja tiba disini, dan dia tidak menerima satupun luka selain serangan akhir tadi.

Liz tidak bisa merasakan sakit, jadi bahkan aku saja tidak tau tentang fakta kalau rasa sakit itu masih ada. Pengetahuannya tentang hal itu membuatku penasaran.

“Aku punya banyak alasan… tapi semua itu mengerucut pada intuisi dan pengalaman. ,” jawabnya, tanpa memberikan satupun penjelasan yang layak.

Aku menatapnya dalam diam. Dia adalah pria yang menghidupkan rasa sakitnya untuk melawan seorang musuh yang tidak bisa dia deteksi, bertaruh kalau itu akan berhasil, dan ternyata benar-benar berhasil seolah-olah itu bukanlah hal besar.

Dia benar-benar kakak Ray, pikirku. Mereka sangat mirip dilihat dari betapa absurd-nya metode yang mereka lakukan.

“Heh heh,” aku terkikik. Semua pemikiran yang kulakukan pada kasus ini tiba-tiba terasa lucu.

“Baiklah kalau begitu!” Kata Shu sambil mengganti Godcloth-nya menjadi kostum beruang. “Si tersangka sudah dihajar, jadi ayo kita cara makan-kuma! Aku sudah bosan dengan makanan penjara-kuma!”

“Ah, tapi aku baru saja makan, dan—”

“Rooook…” kata Baby sambil menatapku dengan penuh dendam di matanya. “Aku masih belum makan malam… Dan aku bekerja sangat keras untuk mengawasinya… Nyam nyam!”

Dan kemudian dia mulai menggigit kepalaku.

Err, aku lebih suka jika kau tidak menggigit kepalaku. Kau mengingatkanku pada Nemesis.

“Ayo cari makan.” Kataku menyerah.

“Oke! Aku yang traktir! Ayo, aku akan mengajakmu berkeliling sebentar! Aku tidak sabar menantikannya-kuma! Ayo pergi ke restoran langgananku-kuma!”

Dari suara Shu, mudah untuk menebak kalau dia sedang sangat bersemangat. Tidak ada yang bisa menyalahkannya. Pria ini baru saja merasakan kebebasan setelah ditahan lebih dari sehari.

Pokoknya, semuanya berakhir bagus, jadi… ah.

“Bolehkan aku menanyakan sesuatu?” kataku.

“Hm? Apa?”

“Apa yang bisa kau katakan tentang lubang yang ada di bangunan-bangunan itu?”

Dibalik dinding tempatnya menerobos, aku bisa melihat banyak bangunan dengan lubang yang mirip dengan lubang yang ada disini. Kelihatannya seperti ada sesuatu berbentuk manusia yang telah datang kemari sambil menerobos setiap dinding bangunan yang menghalanginya, dan sepertinya lubang itu terus berlanjut sampai ke kantor ksatria yang ada di distrik pertama.

“Aku sedang buru-buru, jadi aku langsung datang kemari.”

Yah, dia memang mengatakan kalau dia menggunakan jalur tercepat. Meskipun menerobos dinding akan menghambat sebagian besar orang, Shu berada pada level yang membuat dinding-dinding itu terkesan seperti kertas.

Hanya dengan melihat keluar, aku bisa mengatakan kalau dia tidak berbohong kalau dia langsung datang kemari. Aku juga melihat orang-orang yang berada di bangunan yang sekarang telah berlubang mulai melakukan evakuasi.

“Sh-Shu Starling!” teriak salah satu penyelidik yang baru saja bergegas masuk melalui pintu apartemen. “K-Kau ditahan atas tuduhan perusakan bangunan!”

“Gyaah! Itu adalah situasi darurat! Tolong ampuni aku-kuma!”

…. Sepertinya dia akan tinggal dipenjara untuk sementara, pikirku.

Sayangnya, ini adalah kasus yang tidak bisa kuapa-apakan.

*

Tak lama setelah itu…

Karena tidak ada satupun orang yang terluka, sedikit campur tangan dari Elizabeth, dan fakta bahwa itu dilakukan dengan tujuan untuk menangani si tersangka, Shu pada akhirnya hanya harus membayar ganti rugi atas kerusakan yang dia sebabkan.

Aku bisa mengingat dirinya berteriak, “Ini akan menghabiskan seluruh tabunganku-kuma!” sambil terus menjual pop corn-nya dengan bersemangat.

Dengan demikian, tirai kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Gideon akhirnya tertutup.

Meskipun, masih menjadi misteri siapa tepatnya orang yang membuat Garbera menciptakan insiden ini.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. Ciel -Kun says:

    Sumpah keren banget dehh…
    lanjut terus min!!!

    Like

  2. Highest emperor says:

    Terimakasih banyak min dan di tunggu crazy up sampai volume 11 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s