Infinite Dendrogram Volume 7 Selingan 1 B

Volume 7
Cerita Sampingan 1 – Kasus Pembunuhan Misterius • Situasi (Bagian 2)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Dan keesokan haripun tiba.

Sama seperti yang kuduga, tidak ada hal spesial yang terjadi tadi malam. Aku menghabiskan seluruh waktuku untuk memecahkan kriptogam yang ada di kartu itu dan, yah… kebisuanku saat melihat hasilnya sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.

“Rook, kau tampak sangat tidak senang,” komentar Baby. “Jarang sekali.”

Tentu saja aku tidak senang, pikirku.

Kriptogam itu pada dasarnya adalah perkataan acak yang ditulis dalam karakter dan bahasa yang berbeda. Sementara orang yang membuatnya hanya perlu menulisnya pada sebuah aplikasi kamus, aku, sebagai orang yang mencoba memecahkannya, harus menggunakan semua kombinasi yang mungkin pada setiap karakter.

Huruf dasarnya sudah jelas adalah alfabet, dan dia mengganti banyak kata dengan huruf dari bahasa yang berbeda, tapi di banyak tempat, aturan dari pengubahan hurufnya berubah, dan dia membuat beberapa kesalahan.

Contohnya, meskipun menggunakan EYD sampai titik tertentu, dia pada akhirnya mengubah “E” dengan huruf hiragana Jepang untuk “i.” Jika dilihat dari aturan yang digunakan di kalimat lainnya, itu seharusnya adalah “ii” dalam bahasa Jepang, “e” dalam transliterasi Latin mereka, “o” — karakter kelima mereka secara keseluruhan, atau “ho” — karakter kelima dari Iroha.

Butuh waktu terlalu lama bagiku untuk memahami bahwa bagian itu hanyalah kesalahan yang dibuat oleh si pelaku.

Kesalahannya juga bukan hanya itu saja, dan aku menghabiskan banyak waktu memutar otakku untuk melihat apakah ada makna dibalik kesalahan-kesalahan itu, dan pada akhirnya menyadari kalau itu hanyalah kesalahan tak berarti. Jujur, itu membuatku lebih kesal dari pada saat bertemu dengan nona muda selama kejadian itu.

Orang ini sangat tidak niat dalam hal membuat kriptogam. Dia jelas ingin ada seseorang yang memecahkannya, tapi dia juga tidak mau memeriksa apakah kriptogam nya bisa dipecahkan, dan itu, menurutku, menjadikannya sebagai kriptogam paling mengerikan yang pernah kutemui.

Namun meskipun itu dibuat dengan tidak niat, aku tetap bisa memecahkannya, yang membuatku menyadari fakta yang bahkan lebih mengesalkan: si pelaku sama sekali tidak peduli dengan kriptogam yang dia buat.

Itu

Itulah alasan dari kesalahan dan juga makna dari kriptogam nya:

Kartu 1: “Makan siang hari ini adalah steak hamburger di Tricellas.”

Kartu 2: “Makan malam hari ini adalah pudding perfait di Café White Sugar Peach.”

Dan begitulah.

Kedua tempat itu memang ada di Gideon, tapi kalimat itu sudah jelas hanyalah postingan umum di sosial media, yang diubah menjadi kriptogam tanpa tujuan sama sekali. Keduanya tidak ada hubungannya dengan kejadian ini, dan keduanya hanya membuat kesal orang yang memecahkannya… tapi hal itulah yang membuatku menyadari sesuatu.

Karena kriptogam ini menggunakan bahasa Bumi, seorang tian tidak akan pernah bisa memecahkannya, dan jika ada seorang Master yang tertarik dengan kartu itu, maka dia tidak lain adalah Shu.

Si tersangka menduga kalau Shu mungkin akan mencoba untuk membuktikan kalau dirinya tak bersalah dengan cara memecahkannya, tapi apa yang akan dia dapat hanyalah kalimat tak berguna… dan itu tentu saja akan membuat Shu marah.

Jika memang ada tujuan dari kriptogam ini, maka itulah tujuannya — untuk membuat marah Shu setelah dia difitnah. Hanya itulah satu-satunya luka yang bisa diberikan kepadanya dari seluruh situasi ini.

Dan, berasumsi kalau itulah niat si tersangka, aku kembali menyadari hal lainnya.

Fakta bahwa Shu dituduh sebagai tersangka utama masih disembunyikan dari publik, dan satu-satunya orang yang mengetahui kalau dia berada di dalam penjara adalah dirinya sendiri, pihak berwenang, kenalan pribadi seperti aku dan Marie, DIN, dan tersangka yang sebenarnya.

Hal itu tak akan pernah tetap tersembunyi jika alasan si tersangka melakukan semua ini adalah karena dendam pribadi.

Contohnya, jika Franklin berhasil memfitnah salah satu Starling bersaudara, yang merupakan musuh besarnya, dia pasti akan menyebarkan berita itu ke seluruh Gideon dan Altar. Lalu dia akan menambahkan rumor buruk tentang mereka, baik disini maupun di internet, dengan tujuan agar mereka tidak pernah bisa bangkit kembali.

Jika itu menyangkut urusan pribadi, si tersangka setidaknya akan melakukan sejauh itu, dan akan tetapi dia tidak melakukannya.

Fitnah, pembebasan memalukan yang pasti akan datang, dan kriptogam itu masih tidak cukup untuk menghancurkan Shu. Rasanya seolah-olah yang si tersangka lakukan adalah bermain-main dengan masyarakat dan Shu dengan tujuan untuk membuat mereka marah.

“Tapi apa yang dia dapat dari semua ini?” gumamku.

Uang adalah hal pertama yang kupikirkan, tapi jika hanya itulah yang diinginkan si tersangka, dia tidak akan meninggalkan kartu. Dia membuat Shu menjadi tersangka utama, tapi jika dia tidak meninggalkan apapun, maka tidak akan ada tersangka sama sekali, dan kasus ini tak akan pernah terpecahkan.

Karena itu, bisa disimpulkan kalau dia makna dari setiap tindakannya mempermainkan Shu — si tersangka ingin mempermainkan King of Destruction.

“Seolah-olah dia ingin menunjukkan kalau KoD adalah entitas yang begitu kecil sampai-sampai dia bisa mempermainkannya,” gumamku. “Atau mungkin ada alasan lain? Seluruh rencana ini tidak akan membuahkan hasil jika Shu bukanlah orang yang kuat dan terkenal. Pemfitnahan itu sendiri pasti akan gagal.”

Kalau begitu, bisa jadi si tersangka ingin menunjukkan kalau dia berada di atas Shu.

“Apakah dia hanya ingin memperlihatkan kepada seseorang yang mengetahui kalau dia lah tersangka yang sebenarnya bahwa dia bisa mempermainkan KoD?”

Apakah ini seperti mempromosikan diri dengan cara yang aneh? Pikirku.

Masih belum bisa dipastikan apakah asumsiku ini benar. Dengan segala lompatan mental yang kubuat disini, deduksi itu tidak bisa terlalu diandalkan.

Namun, itu cocok dengan semua rincian yang kuketahui sejauh ini… belum lagi intuisiku mengatakan kalau aku sudah berada di jalur yang benar, jadi aku memutuskan untuk mencari si tersangka dari sudut pandang itu.

“Saat ini, satu-satunya petunjuk yang kumiliki adalah kartu-kartu ini,” kataku sambil melihatnya.

Kriptogam yang ada di kartu ini ditulis oleh si pelaku, itu sudah pasti. Aku sempar mempertimbangkan kalau dia bisa saja menyuruh seorang tian untuk menulisnya dan membunuh mereka untuk menghilangkan bukti, tapi aku segera menghapus ide itu.

Kriptogam ini menggunakan banyak bahasa Bumi, jadi para tian akan sangat kesulitan untuk menirunya dengan benar, dan aku tidak melihat satupun keraguan dalam penulisannya. Meskipun memiliki kesalahan, kriptogam ini ditulis dengan percaya diri.

Lalu mungkin si tersangka memiliki rekan Master lain?

Tidak, itu juga tidak mungkin. Bagaimanapun, tersangka ini sepertinya memiliki kepuasan aneh karena bisa mempermainkan orang sekuat Shu, jadi kurasa dia tidak mungkin mau membagi “perbuatan besar” ini dengan Master lain.

Belum lagi Master tidak bisa dibuat diam, dan karena resiko kalau mereka akan membocorkan kebenarannya ke Internet dan sejenisnya, tersangka ini kemungkinan besar bertindak sendirian.

Selain itu, dengan kriptogam ini, si tersangka mencoba bersembunyi dan menunjukkan keberadaannya disaat bersamaan. Itu mungkin terkesan berkebalikan, tapi itu bisa dibuktikan karena fakta bahwa makna dari kriptogam itu mengungkapkan apa yang dia lakukan.

Menurutku dia ingin menunjukkan bahwa dia ada disini sambil disaat bersamaan mencoba untuk menyembunyikan diri.

Jujur, aku mungkin bisa menemukannya dengan menunggu beberapa kriptogam lagi dan memecahkannya, tapi tidak akan bagus untuk membiarkan semakin banyak korban, jadi aku harus menemukan di tersangka sebelum itu terjadi.

“Jadiiii… apakah kau akan menganalisa gaya tulisannya?” tanya Baby.

“Baby, itu hanya bisa dilakukan jika kau memiliki tulisan lain sebagai pembanding.”

Tanpa satupun tulisan dari si tersangka, aku tidak bisa mencocokkannya dengan tulisan yang ada di kartu. Orang-orang akan memberikan tanda tangan setiap kali mereka mengambil quest dari guild petualang, tapi jika orang yang bersangkutan tidak pernah mengambil quest di Altar, itu tidak akan berarti terlalu banyak bagi kami.

Apa yang kutahu saat ini adalah gaya tulisan yang ada di kedua kartu itu sama persis.

“Ini akan jadi jauh lebih mudah jika ada sebuah Embryo yang bisa melacak orang hanya dengan melihat gaya tulisan mereka,” kataku.

“Tapi Rook, bukankah itu akan membosankan?”

“Baby, membuat hal-hal menjadi menarik adalah tugas seorang phantom thief,” kataku. “Satu-satunya ketertarikan detektif adalah mengungkap kebenaran.”

Dami hal itu, aku akan melakukan banyak hal yang biasa saja, sulit, dan ya, membosankan. Aku tidak akan ragu untuk meminta orang dengan Embryo yang kusebut sebelumnya. Sayangnya, aku tidak mengetahui orang dengan Embryo seperti itu.

“Tunggu…” gumamku.

Sebenarnya baru-baru ini aku berkenalan dengan seseorang yang memiliki kemampuan yang mirip, pikirku. Kekuatan Embryo-nya mungkin akan memberikan bantuan besar. Aku harus menghubunginya.

“Untuk menemukan sesuatu yang bisa menuntun kita kepada si pelaku, pertama-tama kita harus memeriksa kembali apa yang dia lakukan,” kataku.

Selama perampokan disertai pembunuhan itu, dia mencuri barang dan uang dari ruang tersembunyi sebelum membunuh sang kepala keluarga.

Pembunuhan itu dilakukan setelah pencurian untuk memudahkan si pelaku melarikan diri setelah bau darah atau sejenisnya membuat kejadian itu disadari orang lain.

Itu mengindikasikan fakta lain tentang si pelaku — bukannya menemukan tempat penyimpanan rahasia dengan menginterogasi sang korban, dia tau lebih dulu dimana tempat itu berada dan menggasak isinya sebelum melakukan pembunuhan.

Sekarang kalau kupikir-pikir, aku masih belum menyelidiki apapun tentang kediaman sang korban selain tempat penyimpanan rahasia dan sistem alarm, jadi ayo kita coba selidiki itu.

Aku kembali mengunjungi DIN dan membeli informasi tambahan terkait kedua tempat kejadian perkara. Organisasi itu begitu banyak hal seolah-olah satu-satunya tujuan pendiriannya adalah untuk memudahkan para detektif.

“Jadi kedua tempat penyimpanan rahasia itu dipasangkan dengan sesuatu di dalam rumah, ya?” kataku.

Sepertinya dinding akan terbuka dan menunjukkan harta di dalamnya hanya setelah mendorong rak buku atau memasukkan permata ke dalam mata sebuah patung. Karena merupakan pecinta game retro, Shu mungkin akan menyebutnya “Desain khas Capcom.”

Mekanisme seperti itu sepertinya sangat terkenal dikalangan orang kaya Gideon, dan itu begitu penting sampai mereka dipasang selama masa konstruksi… dan rumah kedua keluarga yang mengalami pencurian dan pembunuhan itu dibangun oleh kontraktor yang sama.

Begitu, pikirku saat aku mempertimbangkan tiga buah kemungkinan kenapa si pelaku bisa dengan mudah menemukan tempat penyimpanan tersembunyi itu.

Pertama: dia memiliki Embryo dengan kemampuan seperti itu. Karena teori ini sudah tidak masuk ke dalam bidang detektif, aku melewatinya untuk sekarang.

Kedua: dia sejak awal sudah memilih rumah mana yang akan dia jarah, dan kemudian diam-diam melihat cetak biru di kantor kontraktor. Mengingat betapa lihai nya dia menyelinap ke dalam rumah-rumah itu, hal ini masih cukup masuk akal.

Ketiga: dia adalah salah satu pekerja dari kontraktor yang mendesain rumah itu.

Selain itu, aku bertanya pada DIN, dan mereka mengonfirmasi kalau si pelaku tidak membeli informasi itu, sama seperti yang kulakukan — aku adalah orang pertama yang menunjukkan ketertarikan pada hal ini.

Pokoknya, satu-satunya hubungan antara dua pedagang yang dibunuh itu adalah fakta bahwa rumah mereka di bangun oleh kontraktor yang sama. Apa yang mereka jual dan skala bisnis mereka benar-benar berbeda.

Jika aku terpaksa menyebutkan kesamaan lain mereka miliki, maka aku akan menambahkan bahwa keduanya menggunakan metode yang, meski tidak ilegal, tapi jelas tidak bersih.

Mereka mungkin dipilih karena mereka sepertinya akan jadi target yang mungkin Shu pilih, tapi dia jelas bukan tipe orang yang mau melakukan hal seperti itu, dan jika saja dia memang tipe orang seperti itu, maka dia jelas tidak akan melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Jadi, pemilihan target ini adalah bukti kalau si tersangka tidak mengawasi Shu dengan cukup lama.

Selain itu, menurut DIN, akhir-akhir ini tidak ada kontrak pembunuhan bayaran di Gideon, dan jaringan intelijen yang mereka miliki membuat pembunuhan bayaran sangat sulit untuk dilakukan, karena mereka akan segera merasakan gejolak pada keamanan publik yang disebabkan oleh rencana pembunuhan.

… Di sisi lain, itu artinya si tersangka tidak hanya bisa mengatasi sistem alarm, tetapi juga para ninja.

Sekarang, jika ini bukanlah pembunuhan bayaran, ini juga bisa dikarenakan dendam pribadi, tapi aku sudah memastikan bahwa hubungan antara kedua korban terlalu jauh untuk si tersangka membunuh mereka berdua dua hari berturut-turut dengan cara yang sama.

Dan menurut DIN, aku adalah orang pertama yang mendapatkan informasi kalau kedua rumah mereka dibangun oleh kontraktor yang sama, jadi jika si tersangka adalah seseorang yang tidak terlibat dalam pembangunannya, dia tidak akan tau dimana mereka di desain atau dimana dia bisa menemukan cetak biru-nya.

Sebagian diriku merasa kalau dia memilih targetnya berdasarkan pada siapa yang memiliki tempat penyimpanan yang mudah untuk dijarah, dan hal itu akan semakin mengokohkan teori ketiga.

“Aku harus pergi melakukan sedikit wawancara,” kataku, bersiap untuk mengunjungi kontraktor yang dimaksud.

 

Sebelum datang kesana, aku terlebih dahulu menghubungi salah satu kenalanku, Elizabeth, dan memintanya untuk menjadikanku penyelidik sementara.

Dia segera menjawab dengan ceria, “Apapun untuk guruku!”

Aku langsung bergerak menuju tempat yang itu dan bertanya apakah mereka memiliki Master diantara pekerja mereka.

Jawabannya adalah “Tidak,” dan dari ekspresinya, sepertinya dia tidak berbohong.

Aku kemudian bertanya apakah mereka memiliki desainer yang bekerja di rumah, dan dia mengatakan kalau mereka memiliki 8 desainer seperti itu, jadi aku menanyakan alamat mereka dan langsung permisi.

“Jadiii… tersangkanya tidak ada disana, huh?” tanya Baby.

“Kita masih belum bisa memastikannya, Baby.”

“Ehh? Tapi tidak ada Master yang bekerja di kontraktor itu, kan?”

Memang benar, pikirku. Setidaknya, ketua kontraktor itu berkata jujur.

“Tapi, Baby, Master bisa saja menyamar sebagai tian,” kataku.

Meskipun berpura-pura menjadi Master merupakan kejahatan besar bagi para tian, tidak ada larangan bagi Master untuk bertindak sebaliknya.

Mengingat Ray: dia kehilangan tangan kirinya dan saat ini memakai tangan tiruan. Tangan kiri adalah letak tato milik para Master, dan jika tangan kiri hilang, tato itu akan berpindah ke tempat yang masih sehat, baik itu di siku atau — sama seperti kasus Ray — di lengan atas.

Aku tidak tau apa yang terjadi jika Master kehilangan seluruh tangannya sampai ke bahu, tapi aku yakin kalau tato nya juga akan pindah kesana.

Sekarang, bagaimana jika seseorang yang kehilangan tangan kirinya mulai menggunakan tangan tiruan yang, tidak seperti milik Ray, tidak fokus pada fungsi, tapi agar terlihat semirip mungkin dengan tangan asli?

Kau akan memiliki orang yang tidak memiliki tato di tangan kirinya.

Sekarang, apa yang dia lakukan tinggal mengatakan kalau dia adalah seorang tian, dan dia akan terlihat seperti itu, bahkan dibawah pengaruh skill Reveal. Meskipun skill itu tidak memiliki masalah dengan nama, job, dan stats, skill itu tidak memberikan sedikitpun informasi tentang Embryo.

Orang itu akan terlihat seperti tian selama kau tidak melihatnya memanggil Embryo-nya secara langsung.

“Oh, aku paham,” angguk Baby. “Tapi kenapa kau hanya memeriksa mereka yang bekerja dari rumah?”

“Tidak peduli seberapa hebat mereka berpura-pura menjadi tian, Master tetaplah Master,” jawabku. “Mereka log out dari waktu ke waktu, dan jika seseorang merasa itu mencurigakan, itu akan membongkar seluruh penyamarannya. Karena itu, tian palsu tidak bisa bekerja bersama tian lainnya.”

Mereka hanya bisa melakukan pekerjaan dari rumah, dimana hanya ada mereka sendiri disana.

Dengan begitu, tersangka kita bisa dengan mudah datang untuk melihat cetak biru dari kedua rumah yang dia jarah jika dia datang dan mengatakan sesuatu seperti, “Aku perlu melihat cetak biru sebelumnya untuk membantu pekerjaanku sekarang.”

“Bukankah dia akan langsung keluar setelah melihat cetak birunya?” tanya Baby.

“Siapa saja akan menyadari hubungan antara orang yang keluar setelah melihat cetak biru dan insiden yang terjadi di rumah yang dibuat berdasarkan cetak biru itu,” kataku. “Si tersangka seharusnya masih bekerja disana, supaya dia bisa menghindari skenario itu.”

Itu kalau seluruh deduksi ku tidak salah.

“Selain itu, mungkin ada alasan lain,” tambahku.

“Alasan lain? Untuk berpura-pura menjadi tian dan bekerja di kontraktor?”

“Ada Master yang memang melakukan pekerjaan seperti itu dan melakukannya dengan benar, tapi kali ini, kita berhadapan dengan seseorang yang melakukan pencurian dan pembunuhan. Dari semua itu, dia mungkin saja sedang merencanakan sesuatu.”

Jika asumsiku benar kalau si tersangka ingin menunjukkan sejauh mana kekuatannya, kemungkinan besar ada seseorang yang mengetahui situasinya saat ini — seseorang yang, dipercayai si tersangka, akan terkesan dengan perbuatannya.

Kalau begitu, mungkin ada semacam organisasi rahasia yang terlibat disini.

“Si tersangka dan rekannya sedang merencanakan sesuatu, dan dia mulai bekerja di kontraktor itu sebagai persiapan untuk rencana itu,” kataku. “Pembunuhan ini adalah rencana pribadi yang tidak ada hubungannya dengan rencana asli. Atau seperti itulah kelihatannya.”

Asumsi itu memberiku gambaran bagus tentang seperti apa si tersangka. Dia adalah bagian dari organisasi, tapi posisinya tidak terlalu tinggi. Dia tidak puas dengan hal itu dan tidak memiliki kesabaran untuk menahan diri agar tidak bertindak semaunya sendiri untuk membuktikan kemampuannya.

Dia juga begitu bodoh sampai-sampai dia tidak mempertimbangkan apa arti dari menggunakan cetak biru untuk sebuah kejahatan. Dia merasa kalau meninggalkan kriptogam saja sudah cukup.

“Hm…”

Bagian yang benar-benar jadi masalah tentang orang ini adalah, meskipun membuat banyak kesalahan, dia benar-benar memiliki kemampuan yang menakjubkan.

Sama seperti yang kukatakan pada Baby, unsur “bagaimana” pada kejadiannya tidaklah terlalu penting.

Meski begitu, dia melakukan pekerjaan yang begitu hebat sampai-sampai aku hanya mengetahui tiga orang yang bisa melakukannya: Shu, yang memiliki special reward kelas Mythical; Marie, pemilik Superior Job dari kelompok onmitsu; dan King of Assassins, yang telah menculik Ray.

Hal itu membuatku bisa berasumsi bahwa di tersangka memiliki kekuatan yang setara dengan mereka.

Singkatnya: tersangka kita ini adalah orang bodoh sekelas Superior yang gegabah, tak pikir panjang dengan keinginan kuat untuk terlihat mencolok.

“Oh, ya ampun,” gumamku.

Aku mampu menemukan si pelaku, tapi sepertinya aku tidak bisa melakukan apapun tentang dirinya.

Situasi ini akan menjadi cukup berbahaya jika situasinya menjadi kacau, jadi aku harus memikirkan seseorang yang bisa bertarung melawannya. Marie, Figaro, dan Xunyu masuk ke dalam pikiranku, tapi saat ini mereka semua sedang tidak berada di Gideon, jadi satu-satunya orang yang bisa ku andalkan adalah… dirinya.

Pertama aku akan menangani semua situasi ini sendirian, tapi aku yakin aku bisa melakukannya cukup lama agar dia bisa menyelesaikan si tersangka.

Aku mungkin harus meminta Elizabeth untuk membantuku melewati proses-proses legal, pikirku. Insiden ini jelas membuatku sangat bergantung kepadanya. Aku akan berterimakasih dengan mengajarkannya sebuah teknik maling tingkat tinggi.

Aku bisa membayangkan kalau Liliana dan yang lain tidak akan menyukainya, sih.

“Nngh…” Baby mengerang.

“Ada apa?” tanyaku.

“Pikiranmu barusan antara terlaluuuu jauuuuh atau tidak beraturaaan. Mereka sulit dipahami.”

“Aku tidak merasa begitu, tapi kurasa itulah yang mungkin dirasakan orang lain,” kataku.

Sering kali, aku membuat pemikiran yang terasa terlalu mengada-ada bagi orang lain — sebagian besar bagi ayah dan ibuku.

“Tapi cukup tentang diriku,” kataku. “Ayo kita wawancarai mereka yang bekerja dari rumah.”

“Baik.”

Tapi sebelum itu, aku harus bertemu dengan seseorang.

Aku sudah menghubunginya lebih dulu, jadi yang harus kulakukan sekarang adalah pergi ke tempat perjanjian.

 

“Halo, Kasumi,” aku menyapa gadis itu. “Aku senang kau bisa membantuku.”

“T-Tidak masalah… A-Aku akan melakukan yang t-terbaik!” jawabnya dengan malu-malu.

Gadis itu adalah Kasumi — orang yang sering membentuk party denganku sebelumnya.

Embryo-nya, Taijitu, akan sangat berguna dalam kasus ini.

Embryo itu bisa melacak Master terdekat, dan jika dia menemukan Master diantara pegawai “tian” yang hendak kami wawancarai, itu akan meningkatkan kemungkinan kalau dia adalah si pelaku.

“Rook, aku merasa kalau kau membawa sesuatu yang terlaluuuu berguna dan membosankan ke dalam misteri ini,” keluh Baby.

“Baby, seperti yang kukatakan sebelumnya, tugas detektif adalah mengungkap kebenaran. Jika sebuah metode efektif, itu harus digunakan, meskipun metode itu sangat mudah.”

Belum lagi bahwa aku tidak memiliki kewajiban untuk mengasihani si pelaku yang begitu tidak peduli dengan genre misteri.

“Kalau begitu, bisa kita pergi sekarang,” kataku. “Oh, tapi sebelum itu…”

Ada sedikit persiapan lain yang harus kulakukan sebelum mewawancarai mereka.

“Baby.”

“Ada apa?”

“Bisakah kau mematahkan tangan kananku?”

“Baik.”

“Eh?” Kasumi jadi kebingungan saat Baby meraih tangan kananku dengan kedua tangannya… dan mematahkannya tepat di pertengahan lengan bawah, begitu saja.

Sekarang lenganku menekuk ke arah yang tidak seharusnya.

“E-Eeeeehhhhhh?!”

“Ini dia,” kataku. “Kelihatannya bagus.”

“T-idak sama sekali!”

“Tidak, ini bagus karena sekarang aku memiliki alasan untuk menggunakan tangan kiriku.”

Berasumsi kalau si pelaku menyembunyikan tangan kirinya menggunakan tangan palsu atau sejenisnya, aku perlu menyentuhnya secara langsung untuk memeriksa apakah ada yang aneh tentang hal itu.

Jabat tangan adalah metode yang bagus untuk melakukannya, dan jika tangan kananku patah, tidak akan terasa aneh jika aku berjabat tangan menggunakan tangan kiri.

Jabat tangan, wawancara, deteksi Master oleh Kasumi, dan satu hal lagi — aku akan mencari si pelaku menggunakan pemeriksaan empat lapis ini.

“K-Kalau begitu kamu hanya perlu berakting…” kata Kasumi.

“Jika orang itu memiliki skill Reveal dan melihat stats-ku, aktingku akan langsung terbongkar karena aku tidak memiliki status effect ‘Broken Right Arm’,” jelasku. “Jangan khawatir. Aku pasti akan menyembuhkannya setelah semua ini selesai.”

Kasumi melihatku dengan ekspresi seolah-olah dia tidak tau harus bilang apa.

Kurasa melihat kenalan mematahkan lengan kenalan lainnya sedikit membuatnya terkejut, pikirku. Itu tidak bagus. Aku harus membayarnya nanti. Karena dia telah membantuku dan karena telah membuatnya ketakutan.

Dan dengan begitu tibalah waktunya untuk mengunjungi kediaman para pegawai yang bekerja dari rumah.

Aku memulainya dengan menunjukkan lencana penyelidik dan berjabat tangan menggunakan tangan kiri dengan masing-masing orang.

Tanpa menyembunyikan apapun, aku mengungkapkan bahwa kedua rumah yang menjadi tempat pembunuhan secara kebetulan didesain oleh kontraktor tempat mereka bekerja dan kalau aku sedang menyelidiki kasus ini dari sudut pandang itu. Aku kemudian mengajukan beberapa pertanyaan yang kubuat dengan asumsi kalau mereka bukanlah tersangkanya dan dengan seksama mengamati reaksi mereka.

Sambil menanyakan kepada Kasumi apakah orang yang kutanyai adalah seorang Master, aku mengulangi proses ini pada tujuh dari delapan pekerja yang ada. Beberapa dari mereka bahkan tidak tau kalau dua rumah itu telah didesain oleh kontraktor tempat mereka bekerja, sementara beberapa lainnya sama sekali tidak mengetahui soal kasus pembunuhan itu.

Sepertinya tidak ada satupun dari mereka yang berbohong, dan aku tidak pernah melihat sesuatu yang aneh dalam reaksi mereka saat mendengar pertanyaanku.

“Salah sasaran sebanyak ini membuatku berpikir bahwa deduksiku salah,” gumamku.

Atau mungkin, seperti yang kupertimbangan sebelumnya, si pelaku memiliki Embryo yang bisa menemukan tempat penyimpanan tersembunyi.

Tapi karena hanya tinggal satu pegawai yang harus kuperiksa, aku memutuskan untuk memikirkan ulang deduksi-ku setelah menyelesaikan ini.

Dan dengan begitu, kami tiba di bangunan apartemen milik orang ke-delapan.

Aku melihat ke arah Kasumi, dan dia menggelengkan kepalanya dalam diam.

Jadi dia juga tidak mendeteksi Master disini, eh? Pikirku.

Apapun itu, aku ingin benar-benar yakin, jadi aku meninggalkan Baby dan Kasumi di luar dan berjalan menuju apartemen pagawai itu.

Aku membunyikan bel, mendengar kata “Sebentar!” dari dalam, dan sesaat kemudian, pintu itu terbuka.

“Ah… Umm… Ya? Siapa ya?”

Orang yang muncul dari balik pintu adalah seorang wanita muda — mungkin di akhir umur belasan. Mengingat dia adalah tian, dia jelas sudah merupakan orang dewasa dilihat dari standar negara ini, dan dia juga tidak memiliki tato di tangan kirinya.

“Selamat siang. Saya Rook Holmes,” aku memperkenalkan diriku. “Saya adalah penyelidik sementara yang sedang menyelidiki kasus pencurian dan pembunuhan berantai yang dimulai tiga hari lalu.”

“Oh, ya ampun.” Meskipun tidak memiliki tato, aku sepertinya tidak perlu menjabat tangannya untuk memastikan apakah itu palsu — itu sudah jelas adalah tangan asli.

Namun, orang ini jelas adalah si tersangka.

Saat pertama kali melihatku, dia sekilas menunjukkan ekspresi terkejut di wajahnya. Lalu dia segera menunjukkan ekspresi bingung. Itu jelas adalah reaksi yang akan seseorang buat jika mereka mengenaliku, tapi mencoba untuk menyembunyikannya.

Dan tidak terlalu aneh kalau dia mengenaliku. Dia mencoba memfitnah Shu, jadi wajar baginya untuk menyelidiki orang-orang yang ada di sekitar Shu, dan karena aku sedang dilatih olehnya, aku sudah jelas berada di antara mereka.

Meskipun agak berlebihan bagiku untuk mengatakannya sendiri, aku tidak benar-benar memiliki wajah yang begitu datar sampai-sampai bisa dilupakan dengan mudah, dan itulah alasan kenapa bagian terakhir dari pemeriksaan empat lapis itu adalah wajahku sendiri.

Reaksinya saat melihat wajahku jauh lebih kuat daripada seseorang yang hanya melihatnya sekilas sebelumnya, dan dia segera mencoba menyembunyikannya. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku mencurigainya.

Tapi, karena aku tidak memiliki satupun bukti positif, aku harus menggali lebih dalam lagi.

“Kedua rumah yang menjadi target sama-sama di desain oleh Frodi Construction — tempat anda bekerja,” kataku. “Saat ini saya sedang mengunjungi para pegawai untuk melihat apakah kalian memiliki informasi yang berguna.’

“Oh, begitu,” jawabnya. “Tidak enak rasanya jika berbicara sambil berdiri. Maukah kamu masuk?”

“… Jika anda tidak keberatan.”

Aku berjalan memasuki apartemennya, merasa seolah-olah sedang memasuki sarang singa.

Nona muda itu memperkenalkan dirinya sebagai Garbera. Saat aku duduk di sofa, dia menyajikan teh dan donat kepadaku, dan mengatakan, “Silahkan.”

“Oh, terima kasih banyak,” jawabku.

“Heh heh. Itu adalah donat yang baru kubeli dari Café White Sugar Peach. Mereka sangat enak.”

… Eh? Tapi bukankah itu adalah nama toko yang ada di salah satu kriptogam. Kenapa dia menyajikan makanan yang dia beli dari sana kepadaku?

“Yah, mereka memang tampak lezat,” kataku.

“Itu lebih dari sekedar kelihatannya, aku menjaminnya. Café itu juga memiliki puding parfait yang lezat, tapi donat mereka benar-benar menakjubkan.”

Apakah dia sadar kalau aku mencurigainya? Apakah dia mencoba membuatku bingung dan menipuku? Ekspresinya tidak menunjukkan demikian sih. Tapi, ada tanda kalau dia memiliki niat tersembunyi padaku.

Apakah dia benar-benar berpikir bahwa kriptogam itu masih belum terpecahkan? Faktanya, rasanya dia bahkan tidak sadar bahwa kriptogam itu dan percakapan ini bisa dihubungkan.

… Tidak, dia jelas tidak sebodoh itu.

Hal itu membuatku bertanya-tanya apakah aku hanya salah paham, dan dia hanya seorang tian biasa.

“Jadi, kamu ingin berbicara tentang pencurian beruntun itu?” tanyanya.

“Ya,” aku mengangguk. “Apalah anda tidak keberatan jika saya menanyakan beberapa hal?”

“Tidak sama sekali.”

Dan dengan begitu, aku mulai memberinya pertanyaan yang sama seperti para pegawai lainnya.

Sepuluh menit kemudian, aku harus berusaha keras untuk menjaga ekspresi datarku.

Kenapa? Karena kesembronoan dibalik jawabannya bahkan jauh lebih besar daripada yang kubayangkan.

Selama sesi pertama wawancara, aku bertanya, “Apakah anda melihat cetak biru dari dua rumah tempat pembunuhan itu terjadi?” yang kemudian dia jawab dengan “Ya.”

Tapi kemudian, selama sesi kedua, aku bertanya, “Apakah anda menunjukkan cetak biru milik kontraktor kepada orang lain yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan?” yang kemudian dia jawab, “Tidak. Aku merupakan pekerja baru disana, jadi aku belum melihat satupun cetak biru sebelumnya milik perusahaan kami.”

Jawabannya jelas-jelas berkebalikan. Dari apa yang dapat kupahami, dia memutuskan untuk bertindak seolah-olah tidak mengetahui cetak biru itu saat aku masih mewawancarai nya.

Sudah menjadi tindakan yang umum bagi penyidik untuk menanyakan sebuah pertanyaan, menunggu beberapa saat, lalu menanyakan pertanyaan yang mirip untuk melihat apakah orang yang ditanyai akan keceplosan, tapi ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang memberikan jawaban yang bertentangan secepat ini. Bukan hanya itu, tapi sepertinya dia bahkan tidak menyadari kalau dia melakukannya.

Dia bisa setidaknya mempersiapkan sebuah alibi yang bagus, keluhku dalam hati.

“Terima kasih atas waktu anda,” kataku.

“Oh, itu tidak masalah. Aku senang bisa membantu,” jawabnya. “Tapi… ini sungguh merepotkan, bukan? Maksudku, kejadian ini membuat King of Destruction dipenjara.”

“… Sungguh,” kataku.

Sungguh serangan akhir yang luar biasa.

Sekali lagi, aku sekilas berpikir bahwa dia mencoba menipuku, tapi ekspresinya tidak menunjukkan demikian.

Dia benar-benar percaya bahwa membicarakan penahanan KoD — informasi yang saat ini masih rahasia — adalah bahan pembicaraan kecil yang bagus. Dia jelas tidak memeriksa bagaimana kejadian itu dideskripsikan ke publik.

Wanita ini sangat yakin bahwa, karena dia memfitnah dan membuat dipenjara, masyarakat umum pasti sudah mengetahuinya.

Sudah jadi hal wajar untuk mengharapkan masyarakat menunjukkan reaksi yang jauh lebih kuat jika itu benar-benar terjadi, akan tetapi dia bahkan gagal untuk memeriksanya, sama sekali tidak merasa aneh dengan keadaan kota yang tidak berubah.

Aku sudah tau dari kriptogam itu kalau si pelaku tidak peduli dengan genre misteri, tapi aku sendiri bahkan tidak membayangkan kalau dia separah ini.

Deduksiku salah. Aku membayangkan si pelaku sebagai “orang bodoh sekelas Superior yang gegabah, tak pikir panjang dengan keinginan kuat untuk terlihat mencolok,” tapi yang sebenarnya adalah “orang yang sangat sembrono sampai-sampai dia terus menumpuk kesalahan di atas kesalahan lainnya, akan tetapi tidak pernah menganggap hal itu sebagai kesalahan.”

Ayah… situasi yang kamu berikan kepadaku selama pelatihan detektif tidak pernah memiliki penjahat yang sebodoh ini. Dia sedikit… berada diluar ranah hipotesis-ku.

Meski begitu, sudah ditetapkan — orang yang bernama “Garbera” ini jelas adalah pelakunya.

Dia tidak memiliki tato dan tidak bisa dideteksi oleh Taijitu milik Kasumi, tapi itu mungkin karena Embryo-nya spesialis dalam penyembunyian. Apa yang harus kulakukan sekarang adalah membiarkannya begitu saja dan bersiap untuk memojokkannya, tapi…

“Aku tak menyangka King of Destruction akan melakukan hal seperti itu…” katanya.

Perkataan itu memaksaku untuk menjawab.

“Dia bukan pelakunya,” kataku. Meskipun nada bicaraku datar, pikiranku mungkin tidak begitu tenang.

Bagaimanapun — aku tidak akan mengabaikan apa yang mungkin harus kulakukan.

Sembrono seperti biasa, wanita ini jelas telah membunuh dua orang tian dan memfitnah Shu atas kejahatan itu, dan fakta bahwa dia mengatakan hal seperti itu seolah-olah itu tidak ada hubungannya dengannya membuatku begitu kesal sampai-sampai aku harus membalasnya.

Dengan bukti kalau pipinya berkedut, dia jelas tidak senang dengan balasanku, yang mungkin tidak sesuai dengan rencananya, jadi dia bertanya, “Kalau begitu, menurutmu, orang seperti apa pelaku yang sebenarnya itu?”

Orang idiot.”

Tidak ada keraguan dalam jawabanku. Itu keluar secara refleks dan tidak memberiku sedikit waktupun untuk mempertimbangkan perkataanku.

Sepertinya, ketidak pedulian penjahat ini terhadap genre misteri telah membuatku lebih kesal daripada yang kupikirkan.

Jawabanku begitu tak terduga sampai-sampai dia membuka lebar matanya karena terkejut.

Namun, aku tidak bisa menarik kembali apa yang kukatakan, jadi aku memutuskan untuk melanjutkannya.

“Idiot yang tidak bisa memahami kepribadian orang yang coba dia fitnah. Idiot yang seluruh plot “curi, bunuh, tinggalkan kartu” nya benar-benar berantakan. Idiot yang bahkan tidak menyadari kalau anak kecil saja bisa memahami bahwa ini hanyalah rencana untuk memfitnah Shu. Idiot yang membuat kesalahan dalam membuat teka-teki, tapi bahkan tidak mau repot-repot memeriksanya. Idiot yang kejahatannya begitu biasa yang bahkan meninggalkan kartu saja hanya membuatnya terlihat lebih idiot. Idiot yang sebenarnya cukup idiot untuk mempercayai bahwa ini sudah cukup untuk berhasil memfitnah Shu. Idiot yang menganggap orang lain idiot meskipun dirinya sendiri merupakan seorang idiot yang tak tertolong. Idiot yang menganggap orang lain idiot meskipun dirinya sendiri begitu idiot yang bahkan tidak menyadari kesalahannya sendiri. Idiot yang — ini hanya pendapatku — meskipun memiliki keyakinan besar mengenai orang lain, tidak memahami kenapa dia dianggap sebagai seorang idiot, sangat yakin kalau semua itu bukan salahnya, dan oleh karenanya berakhir berputar-putar disana seperti seorang idiot. Singkatnya: Dia adalah seorang idiot.”

Dengan itu, aku melepaskan seluruh rasa frustrasi yang telah menumpuk sejak aku memecahkan kriptogam itu.

Dan ya… bahkan aku sendiri tidak menyadari kalau aku semarah ini.

Tapi, sekarang sudah terlalu terlambat untuk menarik kembali perkataanku, jadi aku hanya bersiap untuk permisi, meninggalkan si pelaku — yang tampak sangat terkejut sampai kehabisan kata-kata.

“Maaf karena sudah mengganggu,” kataku. “Saya harus melanjutkan penyelidikan, jadi saya akan permisi sekarang. Terima kasih untuk teh dan donatnya.”

Dan dengan begitu, aku meninggalkan Garbera begitu saja.

Setelah setelah aku pergi, aku mendengar teriakan marah dan suara gelas yang dibanting.

Mendengar hal itu membuatku berasumsi bahwa, jika aku terlambat sedikit saja untuk pergi, dia pasti akan menyerangku tanpa memperdulikan fakta bahwa itu akan membongkar semuanya.

Saat aku memasuki gang yang tidak bisa dilihat dari jendela apartemen itu, aku mendekati Kasumi dan Baby.

“B-Bagaimana?” tanya Kasumi.

“Jika dia bukan si tersangka, maka aku akan berhenti menjadi detektif.”

Dia hanya tidak layak untuk menerima satupun deduksi serius.

“Selain itu, aku mungkin akan diserang malam ini,” tambahku.

“Eh? A-Apakah kamu akan baik-baik saja?!”

“Setidaknya, aku harus bersiap-siap… Dia mungkin akan merepotkan.”

“Ehhh?” Baby menyuarakan kebingungannya. “Tapi dia begitu payah sampai-sampai kau bisa dengan mudah mengetahui kalau dia adalah si pelaku, kan?!”

Benar — Garbera jelas tidak cocok menjadi penjahat. Bukan karena keadaannya saat ini, tapi karena dia memang tidak berbakat.

“Meski begitu, dia bisa melewati sistem alarm tanpa diketahui dan membodohi skill milik banyak penyelidik,” kataku. “Setidaknya dia sendiri tidak cocok menjadi penjahat, tapi… kupikir hal yang sama tidak bisa dikatakan pada Embryo-nya.”

Kategorinya kemungkinan besar masuk dalam seri Guardian.

Kategori lain mungkin akan mengharuskannya pergi ke tempat kejadian secara langsung, jadi dia pasti akan membuat lebih banyak kesalahan.

Dan berasumsi kalau itu adalah Guardian, bentuknya saat ini adalah…

“Situasinya bisa jadi lebih berbahaya dibanding malam hari saat Permainan Franklin terjadi.”

Dalam skenario terburuk, kami mungkin sedang berurusan dengan seseorang setingkat Superior… atau mungkin seorang Superior sungguhan.

“Tapi, bukan berarti kita tidak memiliki cara untuk menanganinya,” gumamku. “Baby.”

“Ada apa?” dia menjawab sambil tersenyum. Aku tidak tau sebabnya, tapi dia tampak bersenang-senang.

“Aku memintamu untuk melakukan sesuatu…” kataku.

Dan aku menyebutkan dua hal yang kuminta dia lakukan.

***

Dead Hand, Garbera

“SI LEMAH SIALAN ITU!” teriakku saat aku melempar cangkir berisi teh ke dinding. “Si lemah itu berpikir dia bisa mengatakan apapun yang dia mau hanya karena dia memiliki wajah yang tampan!”

Aku benar-benar menyukai bagian itu darinya — dia benar-benar orang yang manis — tapi semua hal lainnya adalah “tidak” bagiku.

Aku mencoba melunakkan nya dengan donat dan teh untuk menggodanya dengan santai, tapi tidak — dia tidak bagus.

Aku ingin membuatnya jatuh cinta kepadaku, tapi sekarang, aku hanya ingin mencabik-cabiknya.

“Heh heh,” aku terkekeh. “Dia bilang dia menyelidikinya, tapi dia masih belum tau kalau itu adalah diriku.”

Jika dia sudah mengetahuinya, maka dia tidak akan mengatakan semua ejekan itu tepat di depanku. Tapi dia masih bisa menghalangi jalan dan menghentikanku untuk memojokkan King of Destruction.

“Aku akan selesai dengan itu dalam beberapa hari lagi, jadi aku akan memberinya death penalty untuk mengulur waktu.”

Aku akan membuatnya menyesal telah mengatakan ejekan tak berdasar tentang tersangka sebenarnya: diriku.

Tentu saja, dia tidak akan tau kenapa dia mendapat death penalty. Tidak ada seorangpun yang tau Embryo seperti apa yang kumiliki, dan tidak ada seorangpun yang bisa membunuhnya.

“Embryo-ku… adalah yang terkuat,” kataku sebelum menoleh ke sampingku.

Orang biasa tidak akan melihat apapun disana, tapi aku melihatnya.

Dia memiliki tubuh yang tertutupi kulit keras. Satu pasang tanduk mirip banteng. Gigi milik hewan buas. Kepala tanpa mata. Tangan yang mirip seperti lengan belalang sembah. Tubuh bawah mirip manusia.

Dia terlihat seperti monster dari film horor, tapi itu sangat cocok untuknya.

Ini adalah Superior Embryo-ku.

Hanya aku yang bisa melihatnya. Hanya kau yang bisa mendengarnya. Hanya aku yang bisa menciumnya. Hanya aku yang bisa merasakannya. Hanya aku yang bisa menyadari kalau dia bahkan ada disana.

Dia adalah “Ego Sublime, Alhazred” milikku — Embryo terkuat yang tak akan kalah dengan siapapun.

“Ahahahahahahahah! Aku akan mencabik-cabikmu, dasar Master rendahan!” teriakku.

Malam ini, aku akan membalas semua hinaannya, dan membayangkan saat-saat itu membuatku tertawa terbahak-bahak.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. Aerunovel says:

    Kalo ngak di lanjut saya ambil ya ?

    Like

  2. Yooo says:

    Di percepat dong min update nya 😦

    Like

  3. ALBARN says:

    G sabar lihat reaksinya nanti xD

    Like

Leave a Reply to ALBARN Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s