Infinite Dendrogram Volume 7 Selingan 1 A

Volume 7
Cerita Sampingan 1 – Kasus Pembunuhan Misterius • Situasi (Bagian 1)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Lost Heart, Rook Holmes

Hari itu, aku berada di distrik pertama Gideon, dengan teliti mengamati semua orang yang berlalu-lalang, menenggelamkan diriku dalam pikiran mendalam sambil disaat bersamaan mengumpulkan informasi yang ada disekitarku.

Ayahku sudah melatihku dalam melakukan hal itu, bersama dengan kemampuan-kemampuan lain seperti lipreading, lockpicking, dan membaca novel misteri dengan cara yang… agak aneh.

Lebih jelasnya, bukannya mencoba untuk mengungkap trik dan misteri yang ada di dalam karya tersebut, aku dilatih untuk membaca sambil memasuki pikiran sang penulis dan mencoba memahami kepribadiannya dengan cukup baik sampai aku bisa menebak jenis trik seperti apa yang mungkin akan digunakan dalam ceritanya, yang… mungkin merupakan cara membaca yang kurang optimal.

Akan tetapi, pada hari dimana Ray diculik dan hari sebelumnya, aku harus mengubah jadwal yang membuatku harus bolos dari latihan yang diajarkan ayahku.

Aku harus menghadiri pelatihan neraka yang disiapkan kakak Ray.

Tentu saja, “neraka” bukanlah kalimat yang bisa kau gunakan dengan mudahnya, tapi setelah mempertimbangkan semua hal, tidak ada kata yang lebih baik dari itu.

Bagaimanapun, aku disuruh untuk menghidupkan pengaturan rasa sakit-ku dan dibuat berada di ambang death penalty lagi dan lagi.

Aku bahkan tidak bisa mendeskripsikan rasa sakit yang kurasakan saat HP-ku hanya tersisa 1.

Kebanyakan orang mungkin akan berpikir bahwa orang yang menyiapkan atau menerima latihan ini pasti memiliki masalah kejiwaan, tapi Shu berkata, “Kau adalah tipe orang yang bisa menahan hal ini, kan?”

Dan iya, itu memang benar.

Menurutnya, “Aku tidak bisa menjaminnya, tapi Embryo berbentuk mirip manusia biasanya memiliki tahap evolusi yang dipengaruhi oleh perasaan kuat milik Master-nya. Semakin banyak kesulitan yang kau hadapi, semakin besar kemungkinan Embryo-mu akan bisa menangani situasi sulit.”

Dan setelah melihat Ray, aku bisa sepenuhnya memahami apa yang dia maksud.

Akan tetapi, pelatihan Shu begitu kejam sampai-sampai Marilyn dan para gadis lain jadi membencinya, dan aku tidak bisa menyalahkan mereka atas hal itu.

Aku seharusnya juga menjalani latihan itu hari ini, tapi ada masalah yang sedang dihadapi Shu, jadi sekarang aku hanya duduk disini di depan kantor ksatria, memikirkan tentang… penahanannya.

“Rook,” Baby angkat bicara.

“Ada apa?” tanyaku.

“Aku sedang tidur, jadi aku tidak mendengar alasannya. Kenapa mereka bisa menahan pria beruang itu? Pencurian makanan?”

“Tidak. Bukan seperti itu.” Aku tidak bisa memungkiri kalau bahan-bahan yang dia gunakan dalam popcorn-nya juga merupakan sebuah misteri, tapi itu tidak ada hubungannya dengan penahannya.

Alasan penahannya adalah…

“Pembunuhan dan pencurian berantai.”

Benar. Shu dicurigai sebagai orang yang berada dibalik kasus yang meneror kota ini.

 

Semua itu dimulai pada malam dua hari lalu, saat seseorang menemukan sisa-sisa tubuh milik seorang kepala keluarga pedagang tertentu.

Jasad-nya berada dalam keadaan yang sangat mengenaskan sampai-sampai mereka tidak menyadari kalau itu adalah dirinya sampai mereka mengumpulkan potongan-potongan tubuhnya.

Itu sudah jelas bukan merupakan kecelakaan maupun bunuh diri, jadi pihak berwenang di Gideon segera bertindak, dan segera setelah mereka memulai penyelidikan, mereka menemukan kalau semua uang dan barang yang ada di ruang tersembunyi milik keluarga itu telah hilang. Bukti yang ada menunjukkan kalau uang dan barang-barang itu diambil sebelum pembunuhan terjadi.

Tapi mereka tidak bisa menemukan satupun jejak dari sang tersangka bahkan setelah mengerahkan semua petugas yang memiliki skill penyelidikan.

Keluarga itu juga memiliki sistem alarm yang setara dengan sihir tingkat tinggi, tapi tidak ada tanda-tanda alarm itu terpicu.

Mereka gagal menemukan satupun bukti kalau tersangka itu bahkan sempat berada disana.

Satu-satunya pengecualian adalah kartu aneh yang diletakkan di dekat sisa-sisa mayat korban.

Tidak ada satupun petugas yang bisa membaca tulisan di kartu itu, jadi meskipun itu adalah barang bukti penting, itu masih tidak cukup bagus untuk bisa dijadikan sebagai petunjuk.

 

Malam berikutnya, terjadi lagi pencurian disertai pembunuhan yang menimpa keluarga pedagang lainnya.

Sama seperti kejadian sebelumnya, mayat korban berada dalam keadaan sangat mengenaskan, uang dan barang-barangnya dicuri, dan alarm tidak aktif… dan ada kartu yang ditinggalkan di tempat kejadian.

Itu sudah lebih dari cukup bagi petugas untuk yakin bahwa tersangka dari kedua kejadian itu adalah orang yang sama.

Rincian dari penyelidikannya tidak diberitahukan ke publik, jadi mustahil ada orang yang bisa meniru si tersangka.

Sekarang, tentang kartu itu… keduanya memiliki tulisan yang sama persis di bagian depannya, tapi memiliki tulisan yang berbeda di bagian belakangnya. Namun, tulisan yang ada di bagian depan dan belakang ditulis dalam bahasa yang tidak diketahui oleh para penyelidik, jadi mereka tidak bisa membacanya.

Mereka membuat salinan dari kartu itu dan menyebarkannya ke berbagai institusi yang bersangkutan, tapi tidak ada satupun tian yang bekerja di institusi-institusi itu yang bisa membacanya.

Lalu ada sebuah cahaya harapan. Marie kebetulan berkunjung ke kantor ksatria karena urusan menyangkut Elizabeth, dan saat dia melihat sekilas kartu yang ada di kantor itu, dia membacanya dengan keras, dan mengatakan, “’Aku sang Unknow’?”

Itu adalah julukan dari kakak Ray, King of Destruction, Shu Starling.

Meskipun identitasnya sudah terbongkar selama kejadian sebelumnya, dia masih belum mendapatkan julukan pengganti. Akan tetapi, wajahnya masih menjadi sebuah misteri, jadi orang-orang mungkin tidak keberatan dengan tetap menjulukinya “Unknow.”

“Oh,” lanjut Marie, “dan karakter aneh yang ada di sisi lainnya terlihat mirip seperti beruang. Apakah bola bulu itu yang menulis kartu ini?”

Dengan adanya informasi tambahan itu, kasus itu akhirnya bisa bergerak kembali, dan berujung pada penangkapan Shu.

Tentu saja dia protes, dan mengatakan, “Aku tidak bersalah-kuma!” Tapi dia tidak melawan saat ditangkap, mungkin karena dia kasihan dengan para penyelidik yang diberikan tugas gila dan tak masuk akal untuk menangkap dirinya yang merupakan seorang Superior.

Mereka menunjukkan ekspresi penuh tekad dan tragis saat melakukan hal itu.

Sepertinya Shu log out dari waktu ke waktu, tapi dia menghormati situasinya dan selalu kembali ke kantor ksatria.

Saat ini, dia sedang menjalani penyelidikan dan interogasi menggunakan berbagai skill.

Tentu saja, salah satu skill yang digunakan adalah Truth Discernment, tapi hasilnya tidak dianggap begitu penting karena mereka berpikir bahwa seorang Superior bisa saja memiliki cara untuk mengakali skill itu.

Ironisnya, status dan kemisteriusan pria itu malah menjadi senjata makan tuan baginya, dan menjadikannya sebagai tersangka utama dalam kejadian ini.

Truth Discernment adalah salah satu faktor terpenting di sistem peradilan dunia ini, akan tetapi hal itu dianggap tidak efektif terhadap seorang Superior.

Selain itu, ada juga bukti yang menunjukkan kalau dia adalah sang tersangka.

Pertama, tentu saja, kartu itu menunjukkan hubungannya dengan kejadian ini. Kedua, special reward kelas Mythical, Kim-un-Kamuy, miliknya memiliki skill kamuflase dan manipulasi keberadaan yang cukup kuat untuk mengakali sistem alarm.

Sementara untuk motifnya… dia saat ini sedang kekurangan uang, jadi bukan hal mustahil kalau dia melakukan pencurian.

Karena semua hal itu, dia terus ditahan sebagai tersangka.

Aku telah menerima semua informasi itu langsung dari kakak Ray dengan menggunakan Telepathy Cuff. Untung saja, mereka tidak menyita barang-barangnya.

 

“Mempertimbangkan motif, cara, dan kesempatan, Shu kebetulan merupakan satu-satunya orang yang cocok menjadi tersangka dalam kasus ini,” gumamku. “Yang menjadikannya sebagai tersangka utama.”

“Tapi Beruang-san tidak akan melakukan itu, kan?” tanya Baby. “Bukankah menurutmu juga begitu?”

“Baby, detektif juga merupakan manusia, dan ya, kita memiliki pendapat yang sama jika menyangkut soal orang lain, tapi hal itu tidak boleh kita masukkan dalam deduksi penyelidikan kita.”

Di kenyataan dan juga fiksi, ada banyak kasus dimana si detektif yakin bahwa seorang tersangka terlalu baik dan tidak cocok menjadi tersangka, dan kemudian mereka mendapati keyakinan mereka ternyata salah.

“Lalu… apa deduksimu?” tanyanya.

“Shu bukan tersangkanya,” kataku. “Itu sudah sangat jelas.”

Benar, aku bisa menjamin kalau dia mustahil merupakan tersangka dalam kejadian ini.

“Jika yang dia butuhkan hanyalah uang, maka dia tidak perlu membunuh siapapun,” kataku. “Belum lagi dia tidak akan meninggalkan kartu yang mengatakan kalau dia yang melakukannya. Dia bukanlah seorang phantom thief yang sering kau temui di cerita fiksi.”

Bahkan, ibu saja tidak akan melakukan hal… seperti itu, pikirku.

“Ini jelas merupakan kejahatan yang dilakukan seseorang yang mencoba untuk membuat seolah-olah Shu yang melakukannya. Tersangka yang sebenarnya adalah… orang lain.”

Pembunuh misterius itu pasti masih tertawa lebar setelah kejahatannya dituduhkan ke orang lain.

Sudah menjadi sifatku—warisan dari ayahku—kalau aku ingin mengungkap identitasnya dan menyelesaikan kasus ini.

Aku tau persis apa yang harus kulakukan sekarang.

Shu mungkin memberitahuku semua informasi itu karena dia menduga tindakan seperti apa yang akan kuambil. Kalau begitu, mungkin ini adalah bagian dari latihanku.

Apapun itu, untuk pertama kalinya setelah beberapa waktu, aku sekali lagi memiliki sebuah objektif.

Jika berbicara tentang penggunaan ajaran orang tuaku, satu-satunya yang kulakukan akhir-akhir ini adalah mengajarkan teknik mencuri milik ibuku kepada Elizabeth. Tapi sekarang, aku akan mempraktekkan apa yang ayahku ajarkan kepadaku.

“Aku akan mengungkap pelakunya… dan menunjukkan kebenaran.” Aku bersumpah atas kebanggaan ayahku.

“Rook… kalimat itu sedikiiit…”

“Aku tau. Aku menyesal telah mengatakannya.”

Pokoknya, aku memulai penyelidikanku.

“Pertama kita harus menemukan bagaimana cara tersangka itu masuk, kan?” tanya Baby.

“Sebenarnya tidak. Hal itu tidak ada artinya disini.”

Dunia ini memiliki sangat banyak skill, termasuk skill dari Embryo yang unik bagi setiap Master, jadi cara untuk melewati sistem alarm ada sangat banyak. Bahkan aku secara pribadi mengenal dua orang yang dapat melakukannya—Shu dan Marie.

“Jadi kita akan mencaritahu metodenya di akhir,” kataku. “Pertama, kita harus menyelidiki mentalitas si pelaku.”

“Bagaimana kau akan melakukannya?”

“Saat ini aku sedang memikirkannya sambil membangkitkan intuisi detektif-ku.”

Aku duduk di bangku di depan kantor ksatria di distrik pertama, mengamati orang-orang yang berlalu-lalang. Selain merupakan persiapanku untuk melakukan pekerjaan detektif setelah sekian lama, ini juga merupakan bagian dari penyelidikanku.

Di papan pengumuman terdekat, pihak berwenang telah menuliskan penjelasan singkat terkait tentang pembunuhan itu.

Sama seperti kasus kejahatan lain, teks yang ada di papan pengumuman itu mengikuti format “Ini dan itu terjadi, dan orang ini dan itu telah ditangkap.”

Aku mengawasi reaksi orang-orang yang melihat papan itu.

Jika si tersangka tertarik dengan perkembangan kasus ini, dia mungkin datang untuk memeriksanya, dan tergantung pada reaksinya, aku mungkin akan menemukan sang target di awal penyelidikan. Tapi, kelihatannya hampir tidak mungkin si tersangka akan datang kemari, jadi harapanku tidak tinggi, dan aku mencurahkan sebagian besar konsentrasiku untuk memulihkan intuisiku dan memusatkan pikiranku.

“’Tersangka laki-laki,’ eh?” gumamku, masih duduk di bangku sambil menatap papan pengumuman yang terletak beberapa meter di depanku.

Penjelasan tentang pembunuhan itu mendeskripsikan apa yang telah terjadi dan diakhiri dengan “Kami menahan seorang tersangka laki-laki.”

Nama Shu sama sekali tidak muncul, sebagian mungkin karena masih belum dapat dipastikan kalau memang si tersangka, tapi kemungkinan besar dikarenakan berita bahwa salah satu Superior kerajaan ditahan akan menjadi terlalu mengejutkan.

Selama insiden yang dimulai oleh Giga Professor, Shu telah mengungkap identitasnya sebagai King of Destruction dan menghancurkan Pandemonium dan segerombolan monster yang menyerang Gideon.

Besarnya jasa yang dia lakukan saat itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Sama seperti saat Ray mengalahkan RSK, tindakan Shu telah memberikan harapan kepada para penduduk kerajaan yang sudah hampir berakhir ini.

Faktanya, mungkin itulah alasan si tersangka memfitnahnya.

Penahan saja tidak cukup untuk mengirim Master ke gaol, dan jika mereka memiliki save point di negara lain, mereka bisa kembali lewat sana. Menurut Shu, dia telah menandai save point di ketujuh negara yang ada, jadi itu tidak masalah.

Namun, jika dia dimasukkan ke dalam daftar pencarian Kerajaan Altar dan kehilangan kewarganegaraan nya, dia jelas akan menghilang dari ranking kerajaan, dan membuat King of Destruction, peringkat pertama di kill ranking Altar, tidak bisa berpartisipasi dalam perang.

Dan karena dia merupakan harapan kerajaan, kepergiannya akan membuat kerajaan kehilangan potensi perang yang luar biasa. Itu akan memberikan pukulan telak pada semangat warga kerajaan.

Lalu… apakah ini adalah rencana lain milik Giga Professor?

“… Tidak,” gumamku.

Tidak masuk akal jika pembunuhan ini merupakan bagian dari usaha agar Shu tidak bisa mengikuti perang.

Jika seseorang benar-benar menginginkannya, mereka akan memfitnahnya dengan kejahatan yang cukup besar untuk membuatnya masuk ke daftar pencarian seluruh negara.

Jika itu adalah aku, dan aku memiliki cara untuk melakukannya… maka aku akan membunuh Elizabeth, yang kebetulan masih berada di Gideon.

Jika aku memfitnah Shu dengan itu, maka dia akan langsung masuk ke daftar pencarian di seluruh negara.

Death penalty yang dia terima selanjutnya akan mengirimnya ke gaol, dan fakta bahwa Superior mereka telah membunuh tuan putri mereka akan menurunkan moral warga Altar sampai tingkat paling bawah, dan memberikan keuntungan besar bagi Dryfe dalam perang yang akan datang.

“Tapi dalam kasus kali ini…” gumamku.

Karena ini hanyalah kasus pencurian dan pembunuhan dua orang pedagang, kemungkinan besar negara akan menutupi semua kejadian ini. Kejahatannya memang berat, tapi itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang akan terjadi jika mereka kehilangan kekuatan terbesar mereka di perang selanjutnya. Sama seperti kata pepatah, “situasi darurat membutuhkan penanganan darurat.”

Bagi Shu, akan sangat memalukan jika dia dibebaskan meskipun belum terbukti tidak bersalah, tapi meskipun itu membuatnya merasa tidak enak, bebas tetaplah bebas.

Aku merasa sulit mempercayai kalau si tersangka tidak menyadari hal itu, jadi aku masih belum bisa mengatakan apa tujuan sebenarnya si tersangka.

Aku butuh lebih banyak informasi, jadi aku pergi ke tempat yang bisa memberiku apa yang kuinginkan: cabang lokal DIN.

Aku masuk ke dalam dan membeli salinan dokumen terkait pembunuhan dan kartu yang ditemukan di TKP. Fakta bahwa DIN memiliki dokumen tentang penyelidikan yang sedang berlangsung seolah-olah itu bukanlah hal besar membuatku agak khawatir dengan organisasi mereka, tapi untuk saat ini, aku memutuskan untuk memanfaatkannya demi keuntunganku.

Selain itu, bahkan mereka saja sepertinya tidak mengetahui siapa tersangka sebenarnya, dan mereka mengatakan kalau mereka akan membayar banyak untuk informasi itu.

Itu adalah bukti nyata bahwa mereka tidak mempercayai kalau Shu adalah si tersangka, dan menurut dokumen, sepertinya ada banyak ksatria yang merasakan hal yang sama.

Karena tersangka utama dari kasus ini adalah seorang Superior, dan karena kejahatan ini terjadi di Gideon, yang saat ini sedang menerima tuan putri kedua, Royal Guard juga ikut ambil bagian dalam penyelidikannya.

Liliana dan sejumlah Paladin lain sangat menolak pernyataan bahwa Shu adalah pelakunya.

“Apakah ini adalah contoh dari hal itu?” tanya Baby. “Hal yang kau bilang buruk?”

“Ya dan tidak, Baby,” jawabku. “Apa yang kubilang buruk adalah bagi para detektif yang membiarkan diri mereka terpaku pada delusi mereka. Setiap orang lain bebas mempercayai apa yang mereka mau, jadi Liliana dan para ksatria-nya tidak salah melakukan hal itu.”

Dan itulah sebabnya aku berusaha menemukan pelakunya sendirian. Aku cukup tau untuk berasumsi bahwa Shu bukanlah orang yang melakukannya, tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk tidak membiarkan penyelidikanku terhambat jika aku menemukan bukti yang mengatakan sebaliknya.

“Rook, apakah kau akan melakukan pengawasan malam ini?” tanyanya.

“Tidak. Aku masih belum tau mau melakukan pengawasan dimana. Belum lagi tidak akan ada pembunuhan yang terjadi disaat seperti ini.”

“Kenapa? Bukankah seharusnya malam ini juga akan terjadi pembunuhan?”

“Tidak. Karena saat ini Shu ada di dalam penjara.”

Jika aku jadi si pelaku, aku tidak akan melakukan apapun saat Shi masih ditahan, karena itu akan semakin membuktikan kalau dia tidak bersalah.

Pembunuhan selanjutnya pasti akan terjadi saat dia sudah dibebaskan, atau jika dia log out dan menghilang dari penjara. Shu sudah hampir dapat dipastikan akan selalu berada disana karena dia menyadari hal itu.

“Sebagai gantinya, malam ini aku akan berkonsentrasi penuh untuk memecahkan kriptogam ini,” kataku sambil menatap kartu yang ada di tanganku—salinan kartu yang ditinggalkan oleh pelaku.

Kartu ini memiliki kriptogam di bagian belakangnya, dan aku akan menghabiskan malam ini untuk memecahkannya dan melihat apakah ini adalah petunjuk.

Mari kita lihat rahasia apa yang kau miliki, pikirku sambil melihat karakter yang ada di kartu itu.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

One Comment Add yours

  1. Kefv1n says:

    Ray PoV typical Shounen protagonis
    Rook PoV typical Detektif protagonis
    Marie PoV typical assassin protagonis
    Sip lengkap emang InfiDendro semua genre kenak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s