Infinite Dendrogram Volume 7 Epilog

Volume 7
Epilog

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

Setelah memastikan Monochrome benar-benar mati, aku langsung pingsan.

Sebenarnya aku tidak mendapatkan status efek Fainting, tapi pikiranku menjadi sangat lega sampai-sampai kesadaranku hilang.

Rasanya aku seperti tertidur di dalam ruangan aneh yang biasanya kau alami saat sedang pingsan.

Selain itu, ini mungkin hanya imajinasiku, tapi kurasa aku melihat sebuah sosok merah-kehitaman bersikap begitu jutek, dan berkata, “Aku menyelesaikannya dan kau datang kemari seperti ini…” atau sejenisnya.

Pokoknya, setelah bangun, aku disambut oleh beberapa perubahan, dengan yang pertama tentu saja adalah special reward, yang seperti kalian duga diberikan kepadaku.

Item itu bernama “Black Warcoat, Monochrome,” dan pada dasarnya itu adalah sebuah jubah besar dengan warna mirip kristal.

Setelah melihat itu, Nemesis… oh, benar.

Bicara soal dirinya… setelah mengalahkan Monochrome, dia, masih dalam bentuk Shooting Wheel-nya, turun begitu saja ke daratan seolah-olah itu hal yang biasa, menyatu dengan pegangan yang masih kupegang saat aku sedang pingsan, dan kembali ke bentuk manusia-nya.

Sekarang, setelah melihat special reward Monochrome, dia menggumamkan sesuatu seperti, “Sungguh tak terduga. Mengingat dirimu, aku berpikiran kalau itu akan berwarna hitam dan tampak jauh lebih jahat,” yang menurutku cukup tidak sopan. Memangnya apa yang membuatnya langsung berpikiran kalau equipment-ku akan tampak jahat?

Pokoknya, Black Warcoat memiliki sebuah skill pasif bernama “Light Absorption,” dan saat aku memakai jaket itu dan mengaktifkannya, jaket itu langsung berubah dari transparan menjadi warna hitam. Sama seperti namanya, skill itu menyerap cahaya, dan sepertinya itu bisa melakukannya dengan sangat bagus sampai-sampai seluruh jaket berubah menjadi sangat gelap.

“Sudah kuduga,” kata Nemesis.

Kesampingkan hal itu, Light Absorption bukanlah satu-satunya skill yang dimilikinya.

Aku menduga skill lainnya akan ada hubungannya dengan terbang atau suara, tapi nama—“Shinning Despair”—milik skill itu sudah cukup untuk menjelaskan semuanya. Seperti yang diharapkan, deskripsi-nya mengatakan bahwa skill itu bisa menembakkan cahaya, dan aku berpendapat bahwa itu adalah versi lebih lemah dari tembakan terkuat yang dilepaskan UBM itu.

Namun, ada satu hal yang membuatku penasaran.

Saat monster itu melepaskan tembakan itu, aku mendengar dia mengatakan “Shinning Disappear,” bukannya “Despair,” jadi aku agak penasaran kenapa pengucapan-nya jadi berubah setelah itu menjadi sebuah special reward. Apakah itu disesuaikan untukku atau sejenisnya?

Kalau dipikir-pikir, di Infinite Dendrogram, ada perkataan bahasa Inggris yang digunakan atau diucapkan dengan cara berbeda dari dunia nyata. Apakah itu ada hubungannya dengan fungsi penerjemah?

Apapun itu, kembali ke laptop.

Saat aku sedang pingsan, semua orang di Torne telah sembuh sepenuhnya.

Bahkan mereka yang menderita luka bakar parah di sekujur tubuhnya, dan bahkan mereka yang kehilangan lengan sekarang sudah sehat wal afiat—dan aku merupakan salah satu dari mereka.

Sebagian besar luka yang kuterima dalam pertarunganku melawan Monochrome telah menghilang, dan bukan hanya itu, tapi tangan kiri-ku yang telah hilang sebelum kejadian ini telah pulih kembali. Tangan itu dapat kugunakan dengan lancar seperti di dunia nyata, dan jujur rasanya tangan ini seperti tidak pernah hilang sebelumnya.

Menurut Nemesis dan B3, penyembuhan itu terjadi saat mereka sedang tidak melihat.

Aku menyebut ini sebuah misteri, tapi aku punya dugaan kuat tentang siapa yang bertanggung jawab atas hal ini. Bagaimanapun, kerajaan hanya memiliki satu orang yang memiliki sihir yang cukup kuat untuk menyembuhkan bagian tubuh yang hilang.

“Jadi kau juga ada di sini… Nona Setan,” gumamku.

***

Sepasang orang tertentu

“Ohhh, ya ampuuuun, aku kelelahan. Aneh, mengingat aku tidak melakukan apapun.”

“Sungguh kerja yang bagus, Tsukuyo-sama.”

Ketua spiritual dari Lunar Society, Tsukuyo Fuso, sedang berada di salah satu bagian kosong di Desa Torne, berbaring dan berguling-guling di atas rumput pendek seolah-olah dia sedang berada di lantai rumahnya.

Junihitoe kelas Mythical miliknya sekarang jadi dipenuhi rumput-rumput kering, tapi sepertinya dia sama sekali tidak memperdulikannya.

“Hei, aku tidak melakukan apapuuuun,” katanya. “Mereka hanya sembuh begitu saja. Oh ya ampun, sungguh disayangkan, dan aku berencana mengajak Ray bergabung dengan kita sebagai ganti menyembuhkan tangannyaaaa. Siapa sebenarnya yang menyembuhkan mereka semuaaaa?”

“Saya rasa anda tidak perlu menutupinya karena saya melihatnya secara langsung,” jawabnya. “Dan saya rasa cara anda mengatakannya itu terlalu berlebihan.”

“Aku tidak tau apa yang sedang kau bicarakan.”

“Baiklah kalau begitu.”

Meskipun ada disana dan melihat tuannya berjalan ke sekeliling desa dan menyembuhkan semua orang, Eishiro Tsukikage memiliki untuk menyerah.

Dan untuk menjawab sudah berapa lama petinggi Lunar Society itu ada di Torne… Mereka sebenarnya tiba disini jauh sebelum Monochrome muncul.

Insert6

Kemarin, Eishiro memberitahu Tsukuyo bahwa Ray sedang menuju kesana bersama putra tiri Shijima.

Awalnya, dia hanya menunjukkan reaksi biasa dengan “Sungguh?” dan sepertinya dia sama sekali tidak memperdulikannya.

Tapi pagi ini, dia berkata, “Aku mau pergi nonton Festival Kincir Bintang. Oh, tapi ini nggak ada hubungannya dengan Ray,” dan mereka pun pergi ke Torne.

Sepertinya itu adalah sesuatu yang dia putuskan setelah memikirkannya semalaman penuh. Mungkin dia ingin melihat pilihan seperti apa yang Ray buat saat menghadapi masalah keluarga Shijima.

Tsukuyo ditemani oleh Eishiro, sementara untuk transportasi, mereka mengajak seorang anggota Lunar Society—Master yang menggunakan naga langit kelas Pure-Dragon.

Berkat itu, mereka bisa cepat tiba di Torne. Tapi tepat setelah mereka sampai, B3 menelpon Eishiro di dunia nyata—ya, panggilan yang sama dengan saat dia dan Ray menanyakan tentang hubungan Shijima dengan Lunar Society.

Eishiro harus log out untuk menjawab panggilan itu, sementara Master Pure Dragon itu harus menjaga hewan peliharaannya, jadi Tsukuyo berakhir dengan berjalan berkeliling desa sendirian.

Tentu saja, karena dia adalah wanita cantik pemakai junihitoe yang terkenal dengan cara berbeda, pasti akan ada banyak orang yang mengenalinya dan menyadari siapa dia sebenarnya, tapi hal itu telah ditangani oleh penyamaran yang diberikan Eishiro sebelum dia log out.

Tsukuyo kemudian bersenang-senang menjelajahi kedai, dan setelah Eishiro kembali, dia memberitahu Tsukuyo tentang situasinya.

Lalu, setelah Ray kembali log in, mereka mulai mengawasinya dari bayang-bayang dan Tsukuyo merasa agak puas melihat Ray bertekad untuk memberi tau Farica dan Louie tentang Shijima.

Tapi kemudian dia berkata, “Oh, ya ampun. Kita harus menghentikan ini. Kage, apa yang kau beritahu kepadanya?” dan mencoba untuk memanggil Ray, tapi tepat saat itulah Monochrome muncul.

Ray langsung terbang ke langit, dan bahkan pengendara Pure-Dragon mereka bergabung dengannya dan menantang UBM itu.

Tsukuyo menghela nafas, tapi kemudian, dia dan Eishiro mulai berjalan ke sekeliling tempat serangan untuk menyembuhkan mereka yang menderita luka parah.

“Oh ya ampuuun, aku bisa membuat kesepakatan yang bagus dengan tuan putri pertama jika dia ada disini, tapi sekarang aku bekerja tanpa dibayaaaar,” keluhnya meskipun dia menyembuhkan semua orang yang terluka tanpa pandang buku sambil tetap bersembunyi di bayang-bayang.

Berkat usahanya, tidak ada satupun tian yang mati.

Dan selama itu, dia menonton perjuangan Ray dan tidak melakukan apapun selain itu.

 

“Kenapa tidak kita saja yang mengalahkan UBM itu?” tanya Eishiro.

Meskipun dia menolong para tian, Tsukuyo sama sekali tidak mencampuri pertarungan Ray.

Dia melakukan itu meskipun memiliki pilihan untuk menolong Ray secara langsung atau mengalahkan Monochrome dan mengambil special reward-nya.

Alasan kenapa dia tidak melakukan hal itu sederhana.

“Ehh? Tapi itu akan membosankan.”

Dan dia tidak memiliki alasan lain.

Dia menonton Ray sepanjang waktu—melihat tekad dan tindakan yang dia ambil—tapi dia tak pernah sekalipun berpikir untuk membantunya. Dia percaya bahwa itu akan menodai kemurnian dari tindakan Ray.

Tsukuyo ingin melihat Ray semurni mungkin. Dengan kata lain, dia melanjutkan pengamatannya yang dikacaukan Figaro dulu di Markas.

Dan hasilnya? Tsukuyo pada akhirnya semakin menyukai Ray dibandingkan dulu setelah percakapan mereka saat dia menculiknya. Dia begitu menyukainya sampai-sampai dia mengaktifkan Mercy of the Holy kepadanya, dan tidak jadi menggunakan hal itu sebagai kartu untuk membujuknya.

“Oh, ya ampuuun, Ray sembuh dan aku bahkan tidak melakukan apapun, jadi sekarang aku harus menunda untuk mengundangnya bargabung ke CID sampai dia hampir mati di kemudian hariiiii,” keluhnya.

Eishiro memberinya tatapan datar, dan tidak mengatakan apapun.

Saat berurusan dengan kesepakatan, Tsukuyo biasanya akan memberikan persyaratan berat kepada pihak lain dan menunggu sampai mereka tidak punya pilihan lain selain menerimanya. Namun, kali ini dia sudah dua kali melanggar kebiasaannya—pertama dengan menurunkan persyaratan bahwa Ray hanya perlu bergabung dengan CID, bukannya Lunar Society, dan kemudian dengan menyembuhkannya tanpa mendapatkan imbalan apapun.

Bantahan tegas dan terus-menerus yang dia katakan pada Eishiro kalau dia tidak melakukan apapun adalah caranya untuk lari dari kenyataan bahwa dia telah melenceng dari prinsipnya dan menolong Ray tanpa imbalan apapun.

Dia mengingatkanku dengan dirinya saat masih kecil, pikir Eishiro menanggapi bantahan yang tak meyakinkan dan tidak efektif itu. Dia memilih untuk tidak mengatakan apapun lagi.

“Tapi… yah…” lanjut Tsukuyo. “Setidaknya keluarga Shijima selamat, dan Ray memberiku pertunjukkan yang bagus. Kurasa itulah caranya untuk meraih keajaiban.”

“’Keajaiban,’ kata anda?” komentar Eishiro. “Saya yakin orang-orang juga menganggap luka yang sembuh dengan sendirinya itu sebagai keajaiban.”

“Aku nggak tau apa yang kau maksud.”

“Oh ya, tentu saja. Meski harus saya katakan…” Eishiro menghela nafas melihat kelakuan tuannya sebelum membisikkan sesuatu. “Keajaiban sepertinya sudah menjadi hal yang biasa saat ini.”

***

Paladin, Ray Starling

Satu hal lagi yang terjadi saat aku sedang tertidur: Louie dan Farica menerima sebuah surat dari Shijima-san.

Surat itu dia tulis sebelum dia menjalani operasi. Sepertinya, Shijima-san telah meletakkannya di sebuah pipa logam dan memberikannya kepada Gringham agar singa itu bisa mengirimkannya kepada mereka jika saja dia sendiri tidak pulang setelah setengah tahun berlalu.

Pria itu telah mempercayakannya kepada Gringham, percaya kalau peliharaan setianya itu akan mendengarkan keinginannya bahkan setelah kembali ke alam liar.

Surat Shijima-san mengatakan bahwa dia masih bertarung melawan penyakitnya dan fakta bahwa dia masih belum kembali berarti itu berlangsung lebih lama dari pada yang dia duga. Namun, dia juga menambahkan bahwa dia pasti akan pulang.

Selain hal itu, surat itu berisi perasaan paling murni-nya terhadap Louie dan Farica.

Setelah mendengar itu, aku memutuskan untuk tidak jadi memberitahu mereka tentang apa yang kutemukan sebelum kemunculan Monochrome.

Surat itu berisi perkataan Shijima sendiri, jadi aku tidak lagi punya hak untuk ikut campur.

Belum lagi ada sebuah kesalahpahaman besar yang kami miliki mengenai keseluruhan situasi ini.

Saat aku bertanya kepada Tsukikage tentang bagaimana nasib pria itu, King Secretary kampret itu mengeluarkan nada sedih dan berkata, “’Keajaiban’ disebut ‘keajaiban’… karena mereka jarang terjadi.”

Perkataan itu benar-benar mengejutkanku, tapi sekarang kalau dipikir-pikir… si licik bangsat itu sama sekali tidak mengatakan tentang keajaiban yang tidak terjadi atau kematian pria itu.

Di atas itu semua, saat aku log out beberapa saat lalu dan melakukan pencarian tentang “penyakit mematikan rumah sakit Fuso” aku langsung mendapatkan hasil sebuah artikel kesehatan yang terbit dua bulan lalu, dengan judul “JEPANG UNTUK PERTAMA KALINYA BERHASIL MELAKUKAN OPERASI PENYAKIT PALING MEMATIKAN DI DUNIA!”

Artikel itu memberitakan bahwa pasien operasi itu akan berada di ruang ICU selama beberapa bulan untuk perawatan lebih lanjut, dan kondisi pasien itu stabil.

Untuk menghormati privasinya, nama pria itu dirahasiakan, tapi sudah hampir dapat dipastikan kalau dia adalah orang yang kami cari.

Keajaiban… benar-benar telah terjadi.

“Wew… aku kena,” gumamku.

Aku tau kalau hari ini adalah Hari April Fool. Dan, yah, aku jelas telah dibodohi.

Apakah aku merasa kesal tentang hal itu? Tidak. Tidak sama sekali.

Sore itu, setelah berterima kasih kepadaku karena telah menyelamatkannya dan Gringham, Louie menarik permintaannya, dan berkata, “Aku akan terus menunggu Papa bersama Mama, Gringham, dan adik kecilku! Dia akan pulang!”

Menurutku dia membuat pilihan yang benar.

Bagaimanapun, hari yang dia tunggu sudah tidak jauh lagi.

*

Sekarang adalah pagi hari setelah insiden Monochrome.

Aku dan B3 hendak meninggalkan Torne diantar oleh Louie, Farica, dan Gringham.

Oh, iya. Aku lupa menceritakan bahwa Gringham telah dijinakkan oleh Farica. Jika dia terus menjadi liar, dia mungkin akan dibunuh oleh seseorang secara tidak sengaja, jadi kemarin, dia pergi untuk mendapatkan job Tamer dan menjadikan Gringham miliknya.

Tentu saja, seekor Aries Leo bukanlah hewan yang bisa dijinakkan oleh Tamer pemula, tapi hal itu tidak terjadi pada Gringham. Mereka adalah keluarga, dan dia ingin dijinakkan, jadi proses itu selesai tanpa masalah, dan sekarang dia tidur di halaman mereka seperti seekor kucing raksasa.

Sekarang, dia juga akan menunggu kepulangan pemilik aslinya bersama dengan keluarganya.

“Terima kasih banyak atas apa yang telah kalian lakukan,” kata Farica sambil membungkukkan kepalanya. Louie juga mengikutinya. “Kalian telah menerima permintaan Louie dan bahkan menyelamatkan kami dari Monochrome itu…”

“Itu tidak perlu,” jawabku. “Aku melakukan hal itu karena aku menginginkannya.”

Itu akan meninggalkan rasa pahit di mulutku jika aku tidak melakukannya, dan setelah melakukannya, entah kenapa aku merasa nyaman. Itu saja cukup untuk menebus semuanya.

“Oh, iya,” kata Louie. “Aku membatalkan permintaan itu, tapi uangnya…”

“Oh, itu juga tidak perlu.” Aku mengangkat tanganku untuk menghentikannya.

“Ya,” angguk B3. “Kami tidak pernah menyebutkan jumlahnya.”

Tepat—kami belum memutuskan imbalan dari permintaan itu. Belum lagi…

“Berkat masalah ini, kami menerima sebuah durian runtuh,”lanjutnya. “Dan bayaran itu sudah cukup.”

… Ya, ganti rugi dari K&R sudah lebih dari cukup.

Aku sempat melihat kontrak itu dan menemukan bahwa bunga dari keterlambatan pembayaran  benar-benar gila. Jika Rosa tidak segera membayarnya, dia akan terlilit hutang besar.

Pokoknya, kami hendak berangkat, tapi sebelum itu…

“Louie,” aku memanggil bocah itu.

“Ya? Ada apa?” dia menatap ke arahku.

Ada satu hal lagi yang ingin kukatakan kepadanya sebelum aku pergi.

“Kau harus merawat adikmu saat dia sudah lahir, ok? Adik sangat bergantung pada kakaknya, kau tau.”

“… Baik!”

Dan setelah mengatakan itu, kami meninggalkan kediaman Shijima.

Silver yang telah pulih dari efek Gremlin, sedang menarik kereta kami.

Aku, Nemesis, dan B3 sama-sama duduk di bangku kusir.

Menatap sekeliling, aku bisa melihat orang-orang sedang memperbaiki bagian desa yang kemarin dihancurkan Monochrome.

Sekelompok Master dengan gaya rambut mohawk tampak sangat bersemangat dengan pekerjaan sukarela mereka.

Kau tidak bisa menilai buku dari sampulnya, huh? Pikirku sambil melihat pemandangan itu saat aku merasa B3 sedang menatapku dalam diam.

“Apakah ada yang salah?” tanyaku.

“Tidak, hanya saja… aku merasa aneh karena kau tidak mengatakan apapun tentang diriku saat aku sedang memakai armor. Gaya bicara, penampilan—hampir semua tentang diriku berbeda, jadi aku menduga kau akan bertanya.”

Ya, dia jelas terlihat lebih jantan saat itu. Itulah yang dia sebut “aktif” atau sejenisnya. Apapun itu…

“Yah… aku sudah terbiasa.”

“Terbiasa?”

“Aku punya dua anggota keluarga dan beberapa teman yang gaya bicara dan sifatnya bisa berubah secara drastis tergantung situasinya sama seperti dirimu, jadi aku tidak terlalu memikirkannya.”

“Be… Begitu?”

Kedua saudaraku, Marie, Hugo… dan mungkin Rook juga. Kalau dilihat seperti itu, aku menyadari kalau ada banyak karakter bermuka dua di sekitarku. Tapi setidaknya mereka semua adalah orang yang baik.

“Ngomong-ngomong, bolehkah aku menanyakan sesuatu?” Nemesis bergabung ke dalam pembicaraan dengan sebuah pertanyaan untuk B3. “Bagaimana kami harus memanggilmu ke depannya? ‘B3’ atau ‘Barbaroy’?”

“Oh, uh, tolong gunakan ‘B3’ saat aku tidak mengenakan armor dan ‘Barbaroy’ saat aku mengenakannya.”

Dia memisahkannya…?

“Hm… Kenapa harus dipisahkan?” tanya Nemesis.

Wajah B3 menjadi agak memerah dan berkata, “Yah… itu membuatnya lebih manis… dan keren, kan?”

Perkataannya itu membuatku langsung tertawa terbahak-bahak.

Dia langsung ngambek dan memukul kepalaku beberapa kali sebelum masih ke dalam keretanya.

Yap. Dia sebenarnya adalah orang yang sangat menarik, pikirku sambil tersenyum. … Pukulan itu mengurangi sedikit HP-ku, sih.

“Itu adalah salahmu sendiri,” kata Nemesis.

Aku tak bisa membantahnya.

Dan dengan begitu, kereta kami meninggalkan Torne.

Aku menoleh untuk terakhir kalinya dan melihat desa itu, yang sekarang sudah tampak seperti titik kecil di cakrawala.

“Sekarang kalau kupikir-pikir… apa yang akan terjadi dengan Festival Kincir Bintang kedepannya?” gumamku.

Monochrome, cikal-bakal festival itu, telah terbangun, membuat desa rusak parah, dan menghilang.

Meskipun tidak banyak yang orang terluka, hal yang sama tak bisa dikatakan pada rumah mereka, yang hangus terbakar dan rata dengan tanah.

Perbaikannya akan memakan banyak waktu, dan aku tidak yakin apakah mereka bisa melanjutkan tradisi Festival Kincir Bintang itu.

“Itu akan terus berlanjut,” kata Nemesis, terdengar yakin. Dia duduk di sisi kananku.

“Kenapa kau berpikir demikian?” tanyaku.

“Manusia adalah makhluk yang terus maju ke depan sambil mengingat rasa sakit dan penyesalan mereka di masa lalu, jadi aku yakin mereka akan melakukan hal yang sama dengan insiden ini.”

Aku termenung, merasa kalau itu sangat mirip dengan festival yang diadakan selama acara peringatan perang atau bencana lain dalam rangka untuk menghormati para korban dan berdoa untuk pemulihan.

“Kau dan aku juga sama seperti itu,” tambahnya.

“Kau juga?”

“Benar. Aku adalah Embryo yang mengubah rasa sakit dan kesedihanmu menjadi kekuatan yang bisa membuatmu terus maju ke depan,” katanya sambil memegang tangan kiriku dengan lembut—tangan yang baru saja kudapatkan kembali. “Tapi yang akan melakukan hal itu tidak lain adalah dirimu sendiri… dan hal yang sama juga berlaku pada semua orang lain. Jadi jika mereka yang menyebut desa ini sebagai rumah masih memiliki keinginan untuk maju, desa ini akan pulih dengan cepat, dan festival itu akan terus berlanjut seperti biasa.”

“… Itu benar.”

Kami terus menaiki kereta yang melewati jalan menuju ibukota.

Angin lembut berhembus dijalan itu dan memutarkan kincir bintang yang menghiasi pagarnya.

Insert7

***

Festival Kincir Bintang di tahun selanjutnya berlangsung tanpa masalah sedikitpun.

Namun, ada sedikit perbedaan yang tampak—hiasan kincir bintang-nya sekarang dibuat dipegang oleh sebuah boneka kertas kecil, yang sepertinya dilakukan untuk menggambarkan orang yang menghancurkan bintang di langit gelap.

Pada Dansa Kincir Bintang tahun itu, seseorang bisa melihat sebuah keluarga sedang menari di antara kerumunan—seorang istri bersama suaminya, dan seorang bocah laki-laki bersama seorang gadis pendiam.

Tak jauh dari mereka, terdapat seekor singa dengan bayi yang sedang tertidur di tubuhnya yang berbulu lebat.

Meskipun pemandangan itu sangat mirip dengan tahun sebelumnya, sudah jelas itu adalah hal yang baru.

Dan pada hari itu juga terdapat hembusan angin yang memutar kincir bintang dengan lembut.

 

SELESAI. Bersambung ke cerita selanjutnya…

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. farica says:

    Waw, mksh udh tl, mhn d lnjtkn tor.

    Like

  2. Noer says:

    Akhirnya vol 7 selesai
    Thanks bang Zen

    Like

  3. ALBARN says:

    ada yang kurang dari festival kincir angin yang baru…
    gak ada kisah desa torne yang baru ☺

    Like

  4. zozoz221 says:

    woah volume 7 kali ini sangat memuaskan

    Like

  5. Muhamad Saidun Usman says:

    Amazing bang zen.. the best lah.. di tumggu chsp selanjutnya.. thanks..

    Like

  6. M Khoirul Huda says:

    Thanks Chapter nya min

    Like

  7. Kefv1n says:

    Thx for chaps bang Zen

    Like

  8. Yuu shion says:

    Terimakasih Zen..

    Like

  9. highest emperor says:

    Terimakasih admin zen

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s