Infinite Dendrogram Volume 7 Chapter 1 C

Volume 7
Chapter 1 – Black Shield (Bagian 3)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

“Begitu,” gumamku.

Drama itu mudah dipahami, dan aku tidak kesulitan untuk memahami awal mula dari festival ini.

Meskipun, ada satu hal yang mau tak mau kusadari.

“Jadi, B3, drama ini dapat diringkas menjadi ‘Ada seekor monster super kuat yang dihantam meteor dan mati,’ kan?”

“Mungkin,” angguknya. “Kemungkinan besar itu adalah UBM. UBM yang sangat-sangat tidak beruntung, lebih tepatnya. Akan tetapi, dia dihantam meteor karena telah menjadi wilayah ini sebagai teritori-nya, jadi bisa dibilang kalau dia menuai apa yang dia tanam. Jika cerita itu benar, maka monster itu tidak mati dan hanya tersegel di gunung. Tapi, karena dia di deskripsikan sebagai makhluk hidup, mungkin dia telah mati beberapa abad lalu karena kekurangan makanan dan air.”

Ya, dia mungkin benar, meskipun sepertinya beberapa Master yang ada di sekitar kami berpikir sebaliknya. Mereka segera bergegas pergi ke gunung terdekat, dan menurut Louie, mereka jelas bukan orang pertama melakukannya.

Setiap tahun, beberapa Master yang telah menyaksikan drama itu akan berpikiran kalau UBM yang sekarat itu mungkin masih hidup, dan mereka bergegas untuk mencarinya, mengeluarkannya dari dalam tanah, dan membunuhnya untuk mendapatkan special reward.

Fakta bahwa monster itu belum ditemukan hanya bisa berarti bahwa monster itu telah musnah bertahun-tahun yang lalu, atau mungkin berabad-abad yang lalu.

Baguslah, pikirku. Makhluk yang bisa hidup ratusan tahun tanpa makanan dan air sepertinya akan menyebabkan masalah besar.

Setelah menonton drama itu, kami kembali menjelajahi kedai-kedai yang ada. Tapi kali ini, Louie tidak ikut dengan kami. Pada saat menonton drama, dia bertemu dengan seorang teman yang mengajaknya untuk menikmati festival bersamanya.

Meskipun Louie tampak enggan untuk meninggalkan kami, aku mendesaknya untuk menerima tawaran itu. Kami bisa menemukan jalan kembali ke rumah Farica tanpa bantuannya, dan aku berpikir bahwa mungkin bermain dengan teman akan membuatnya kembali bersemangat. Bocah itu tampaknya sangat sedih tentang ayahnya yang tidak bisa menghadiri festival ini.

Pokoknya, sekarang hanya tersisa kami bertiga: Aku, Nemesis, dan B3.

“Apakah kau haus, Ray?” tanya B3.

“Ah, ya sedikit,” aku mengangguk. Aku sudah merasa kehausan sejak kami menonton drama itu, tapi aku tidak bisa tiba-tiba menghilang dan membeli minum saat drama itu masih berlangsung.

“Kalau begitu, aku akan pergi membeli sesuatu untuk kita semua. Aku melihat sebuah kedai yang bagus di dekat sini.”

“Yah, kalau begitu aku juga akan membeli sesuatu,” kataku. “Ada pesanan?”

“Aku mau Popcorn.”

“Ok.”

Dia berjalan kembali melalui jalan yang barusan kami lewati sementara aku berjalan menuju kedai popcorn yang ada di dekat sini.

Kata “popcorn” membuatku mengingat berita tentang bisnis Shu yang kulihat di MMO Journal Planter sebelum log in ke dalam game.

Aku sudah mencoba popcorn buatannya. Meskipun popcorn itu sangat enak, fakta bahwa dia tidak mau mengatakan resepnya membuatku merasa agak ketakutan. Aku juga ingin mengatakan sesuatu tentang lagu yang dibuat oleh Lei-Lei. Maksudku, serius? “Biarkan indra perasamu dihancurkan?” Liriknya benar-benar menghancurkan melodi bagus yang dimiliki lagu itu.

“Hm?”

Saat aku memikirkan lagu aneh milik Shu, ada semacam masalah yang terjadi di sisi jalan lainnya. Aku menoleh untuk melihat apa yang terjadi.

“Hahh?! Kau nantang?”

“Kau duluan yang menabrakku, bangsat! Maju lu! Mohawk League nggak pernah lari dari pertarungan!”

Itu adalah pertengkaran antar geng paling umum yang dapat kau bayangkan.

Satu kelompok memakai pakaian dengan simbol yang membentuk lingkaran hitam yang mengelilingi sebuah lingkaran merah, sementara kelompok satunya berisi orang-orang yang bergaya rambut punk. Tentu saja, kedua sisi sama-sama merupakan masalah, tapi sepertinya ini tidak lebih dari pertengkaran geng biasa. Selain itu, mereka memiliki tato di tangan kirinya, yang menunjukkan kalau mereka semua adalah Master.

Berharap agar hal itu tidak semakin memburuk, aku mengamati pertengkaran mereka.

“Apa yang terjadi disini, hah?” Tiba-tiba, ada karakter baru yang bergabung ke dalam panggung, dan memecah suasana tegang itu untuk sesaat.

Orang itu memiliki tinggi 3 meter dan mengenakan armor yang cukup besar untuk menutupi tubuh besarnya.

Armor penuh itu membuatku tidak bias melihat satupun bagian tubuhnya, tapi aku bisa dengan mudah mengatakan kalau dia besar.

Pada saat itu, aku menyadari kalau dia adalah orang yang sama dengan yang kulihat saat sedang menunggu B3 di ibukota.

“Wakil ketua!” kelompok dengan lambang lingkaran menyambutnya.

Kelompok anak punk mengancam. “Si-Siapa kau, bangsat?!”

Orang berarmor itu kemudian menjawab pertanyaan kelompok anak punk itu. “Apa? Kau masih tidak mengenaliku setelah melihat armor ini?”

Uh… tidak, sebenarnya, aku tidak bisa mengenalimu, pikirku.

“T-Tunggu, kau adalah orang yang… kau adalah dia!”

“Aku telah memeriksanya… dia asli…” tidak seperti diriku, kelompok anak punk itu langsung memahami maksud orang itu.

Suatu saat aku harus mempelajari skill Reveal atau Identification, pikirku.

“Sekarang sudah paham, hah?!” orang berarmor itu meraung. “Kami adalah Sol Crisis! Kalian tau apa maksudnya, kan?!”

“Maju, bangsat!” teriak salah satu orang di klan-nya. “Berikan masing-masing satu gold coin atau kalian akan dihajar!”

Jadi itu berubah menjadi sebuah pemalakan?

“Si-Sial…!” erang salah satu anak punk.

“Kh! Baik, tapi jangan salah paham dengan hal ini!” kata anak punk lainnya. “Kami hanya tidak mau melewatkan festival ini karena death penalty! Kami juga harus melakukan banyak hal setelah ini, jadi kali ini kami akan mundur!”

Terintimidasi oleh orang berarmor itu, para anak punk itu mengatakan sesuatu yang sungguh aneh, melemparkan gold coin ke tanah, dan bergegas melarikan diri.

“Apakah kau melihatnya, wakil ketua?!” salah satu anggota klan lainnya jadi bersemangat.

“Khahahah! Dasar pengecut menjijikkan! Pokoknya, kita pergi, gan!”seru orang beramor itu saat dia dikelilingi oleh kelompok yang sepertinya bernama Sol Crisis untuk mengikutinya dan pergi.

Tapi kemudian dia berhenti.

“Hm?” dia bergumam, saat dia mengalihkan pandangannya ke arahku.

Meskipun celah helm-nya terlalu sempit untukku agar bisa melihat matanya, aku bisa menebak kalau dia sedang menatap ke arahku.

Namun, bukannya mengatakan sesuatu, dia hanya berbalik dan berjalan menjauh.

Bagaimana aku harus mengartikan hal itu?

“Pertama di alun-alun, sekarang disini… Kenapa dia selalu melihat ke arahku?” kataku dengan keras.

“Karena kau begitu mencolok,” komentar Nemesis.

“Meskipun aku tidak lagi membawa papan penanda.”

Nemesis tidak menanggapi perkataanku. Karena suatu alasan, dia menunjukkan ekspresi lelah dan terus memakan Popcorn-nya.

“Apakah terjadi sesuatu?” aku mendengar seseorang bertanya.

Berpaling ke samping, aku melihat B3 sedang membawa sebuah nampan—yah, sebenarnya sebuah perisai cadangan—dengan tiga buah minuman di atasnya.

“Barusan ada dua klan yang saling ejek satu sama lain,” jawabku. “Mereka adalah ‘Sol Crisi’ dan… ‘Mohawk League’, kupikir.”

“Oh, Sol Crisis adalah sebuah klan PK baru. Aku tidak pernah bertemu mereka, tapi akhir-akhir ini aku sering mendengar nama mereka. Dan Mohawk League adalah klan relawan kemanusiaan.”

“… Maaf, bisakah kau mengulanginya?” Rasanya aku barusan mendengar beberapa kata yang sepertinya tidak cocok dengan kata “anak punk.”

“Mohawk League adalah klan relawan kemanusiaan yang berawal di Internet,” kata B3. “Seseorang berpikir akan menyenangkan untuk berpetualang sambil melakukan hal-hal baik dengan berpenampilan seperti orang jahat, dan ada banyak orang yang menyetujuinya. Mereka memiliki cabang di seluruh negara, dan mereka tidak berbahaya kecuali kalau diprovokasi.”

“Tapi… anak punk? Serius?”

“Yah, tidak semua orang yang bergaya rambut punk adalah anggota Mohawk League, jadi kau tidak boleh menilai buku dari sampulnya. Bahkan klan PK-ku juga memiliki seseorang bergaya rambut punk.”

Yah, aku tentu saja setuju kalau menilai seseorang berdasarkan gaya rambutnya adalah hal yang tidak bijaksana…

“Ada satu hal dari kejadian tadi yang membuatku penasaran,” kataku.

“Apa itu?” tanya B3.

“Di Sol Crisis adalah seseorang yang memakai armor raksasa.”

“Armor?”

“Ya. Dia memiliki tinggi lebih dari 3 meter. Apakah hal seperti itu bahkan bisa kita pakai?”

“Bisa,” angguknya sambil memberikan minuman yang dia bawa kepada kami. “Hal paling mudah adalah memulai game sebagai seorang raksasa.”

Oh iya, Dendro mengizinkanmu bermain sebagai ras selain manusia. Contohnya Rosa, yang merupakan seorang beastman serigala.

“Memiliki avatar raksasa tidak akan mempengaruhi stats-mu, jadi ukuran itu hanya sekedar penampilan,” lanjut B3. “Selain itu, raksasa memiliki hitbox yang besar, dan equipment dengan ukuran XL juga sangat mahal.”

Sepertinya sisi negatif-nya lebih besar dari positif-nya.

“Selain itu, job tingkat tinggi ‘Full Armor Giant’ memungkinkanmu untuk mengenakan armor yang terlalu besar untukmu selama kau memiliki cukup STR.”

“Aku menebak kalau itu adalah versi armor dari job Shield Giant milikmu,” komentarku. “Tapi tunggu, meskipun kau memiliki cukup STR untuk mengenakan armor raksasa, bukankah bagian dalam armor itu akan memiliki banyak ruang kosong, dan hal itu akan membuatmu sulit untuk bergerak?”

“Full Armor Giant memiliki skill Armor Adjuster. Skill itu mengisi ruang yang kosong dengan force field yang terasa seperti angin bertekanan tinggi, membuatmu bisa bergerak tanpa memperdulikan ukurannya. Bisa dibilang kalau itu sangat mirip dengan powered armor dari film sci-fi.”

“Ohh…”

Dunia ini benar-benar memiliki skill yang memudahkan, pikirku.

Selain itu, B3 sepertinya sangat paham dengan job itu. Sekarang job-nya adalah Shield Giant, tapi mungkin sebelumnya dia memiliki job Full Armor Giant? Dan lagi, B3 sangat berpengetahuan tentang hal-hal di dalam game, jadi sudah wajar kalau dia mengetahui rincian tentang job lain.

“Ngomong-ngomong, armor raksasa itu sangat hebat,” tambahnya. “Mereka akan mempermudahmu dalam mengancam musuh, dan meskipun sesuatu menusuknya, ada kemungkinan kalau serangan itu akan mengenai ruang kosong.”

Yah, itu jelas kedengaran seperti pengalaman langsung, pikirku. Ya, dia mungkin benar-benar memiliki job Full Armor Giant sebelumnya.

“Meskipun hal itu tidak akan ada artinya saat ‘sesuatu’ membelah kepalamu menjadi dua,” dia menghela nafas dan menunjukkan ekspresi jauh.

Apakah dia mengingat sesuatu yang tidak dia inginkan?

***

???

“Kapan kita akan ngelakuinnya?”

“Sehabis festival seharusnya tidak masalah. Jika kita melakukannya sekarang, mungkin akan ada orang yang menghalangi.”

“Jika K&R sialan itu tidak mengganggu, kita bisa melakukannya di jalan.”

“Itu tidak sepenuhnya buruk, sih. Sekarang dia memiliki Superior dan K&R di namanya.”

“Khahah! Mangsa jadi semakin gemuk, eh?”

“Benar sekali. Dan ya, sama seperti yang kau katakan, saat dia pulang dari festival adalah waktu yang paling tepat. Meskipun, uh…”

“Aku tau. Jika kita punya kesempatan untuk mengeroyoknya disini, kita akan melakukannya.”

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. Nemesis says:

    Haha…ray dapat masalag lagi mungkin itu “sol crisis”. Mksh sdh Tl, mhn dlnjtkn tir.

    Like

  2. ALBARN says:

    “Di Sol Crisis adalah seseorang yang memakai armor raksasa.”
    adalah mungkin ada

    Like

  3. Galleas48 says:

    “dengan ‘TIBA’ buah minuman di atasnya.”

    Mungkin maksudnya tiga

    Like

Leave a Reply to Nemesis Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s