Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter Penghubung

Volume 6
Chapter Penghubung – Kabar Berita

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Desa Torne, Paladin, Ray Starling

Kami melewati jalanan yang dihiasi kincir bintang dan sampai di Torne.

Karena merupakan sebuah desa, sudah pasti tempat ini jauh lebih kecil dari Altea dan Gideon. Disini hanya ada sekitar 400 rumah atau lebih yang tersebar di area yang luas, dan beberapa kincir angin yang berdiri menjulang disana-sini membuatku seperti berada di Belanda pada abad 15-16.

Torne dan sekitarnya terlihat ramai dan semarak, kemungkinan besar karena Festival Kincir Bintang yang akan dilaksanakan besok. Aku bahkan dapat melihat beberapa orang yang mendirikan tenda untuk tidur. Mereka mungkin tidak kebagian kamar di penginapan yang ada disini.

“Kurasa kita juga tidak akan lebih beruntung dalam hal itu,” gumamku.

“Kita bisa tidur di kereta,” kata B3. “kemampuan perluasan ruang yang dimilikinya membuat kereta ini agak mirip dengan mobil camping.”

Baiklah, kalau begitu. Yang harus kami lakukan tinggal mengantar Louie pulang dan beristirahat.

… Sayangnya, itu tidaklah sesederhana kelihatannya.

 

“Louie, apakah kamu gila?! Kamu seharusnya tidak melakukan hal itu!” Farica memarahi Louie saat bocah itu menangis keras.

Seorang bocah, sendirian, naik kereta penumpang untuk pergi ke ibukota, melewati Jalur Pegunungan Fadl yang dipenuhi monster dalam perjalanannya.

Sudah wajar dia akan dimarahi karena hal itu. Faktanya, dia memang harus dimarahi.

“Memangnya kamu pikir akan seberapa sedih aku dan kedua papa mu jika terjadi sesuatu padamu?” tanyanya.

Kedua papa. Yang dia maksud jelas adalah Shijima yang menghilang dan almarhum ayah kandung Louie.

Dengan menghilangnya keduanya, Farica harus merawat Louie sendirian, dan aku bahkan hampir bisa merasakan seberapa cemas dirinya akibat kejadian ini.

Namun, aku cukup paham untuk bisa menyimpulkan kalau dia telah memaksakan diri. Sepertinya, dia telah menunggu Louie di depan rumah mereka sejak saat Louie meninggalkan rumah untuk pergi ke ibukota.

Farica telah berbicara kepada para pedagang yang dia kenal dan banyak orang lain yang hendak pergi ke ibukota, dan setelah memahami kalau tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, dia membawa kursi ke depan rumah dan terus duduk disana sampai kami tiba.

Sebuah dunia dengan job dan stats mungkin dapat membuat para tian menjadi lebih kuat dari para rata-rata orang di dunia nyata, tapi sepertinya hal itu masih agak terlalu berat bagi seorang wanita yang sedang hamil tua. Aku bisa memahami kekhawatirannya pada putranya, tapi dia seharusnya tidak mengabaikan kesehatannya karena hal itu.

“T-Tapi aku ingin menemukan Papa…!” teriak Louie.

“Kamu sudah tau dia itu orang seperti apa,” kata Farica. “Sudah berapa kali kubilang kepadamu kalau kamu tidak perlu mengkhawatirkan dirinya?”

“Tapi kita harus menemukannya! Saat dia mengetahui bayi itu, dia begitu gembira sampai dia menangis! Apakah Mama tidak ingat?”

“Louie…”

“Dia ingin melihat bayi itu! Aku yakin akan hal itu!” Meskipun perkataannya diiringi dengan air mata—atau mungkin karena hal itu—perkataanya penuh dengan keyakinan.

Farica tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi kemudian, dia hanya mengusap air mata Louie dengan lembut dan memeluknya.

Aku berdiri terdiam. Ini adalah pembicaraan antara ibu dan anak, dan rasanya seperti kami sama sekali tidak layak berada disini.

Aku mempertimbangkan untuk pergi dan membiarkan mereka menikmati reuninya, tapi karena Farica telah menunggu di luar, aku tidak bisa menemukan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Yah, kami juga harus menanyakan beberapa hal kepadanya, jadi mungkin akan lebih baik kalau kami menunggu disini.

“Pokoknya, Louie… Siapa orang-orang ini?” akhirnya Farica bertanya.

“Mereka adalah Master yang katanya ingin membantu mencari Papa!” jawab Louie. “Ray-san, B-san, dan Nemesis!”

“Dan kalau aku boleh bertanya, kenapa aku tidak mendapatkan honorifik ‘-san’?” gerutu Nemesis.

Karena kau tampak tidak terlalu lebih tua darinya.

“Nemesis… apakah kamu seorang Maiden?” tanya Farica.

“Benar.”

“Begitu. Sama seperti Juno…” Farica tiba-tiba merenung.

Yah, Ichiro Shijima, suaminya yang hilang, adalah seorang Master Maiden, jadi melihat Maiden lain mungkin memiliki suatu arti baginya.

“Mereka kemari untuk menanyakan tentang Ayah kepadamu agar mereka bisa membantu mencarinya,” tambah Louie.

“Mencarinya…? Tapi…” kata Farica dan terdiam beberapa saat. “Baiklah.”

“Maaf,” B3 memecah sikap diamnya dan bergabung dalam perbincangan. “Bisakah aku meminta sedikit waktu?”

“Ya?”

“Kami kemari untuk mengumpulkan informasi yang bisa membantu kami mencari Ichiro Shijima di dunia nya—maksudku, ‘di sisi lain.’ Karena itu, kami ingin menanyaimu tentang dirinya dan memeriksa setiap barang yang dia tinggalkan, tapi…” dia berhenti sejenak dan membenarkan kacamata-nya. “Tapi aku yakin kalau lebih baik kita menunda hal itu sampai besok. Kamu sepertinya sangat kelelahan hari ini, dan kami tidak ingin membuat dirimu atau bayimu semakin stress lagi.”

Aku setuju dengannya. Lagi pula, sekarang sudah larut malam, jadi semua urusan itu sebaiknya ditunda sampai keadaan Farica membaik.

“Terima kasih,” kata Farica. “Aku menghargai.. itu… fiuh…”

Saat berbicara, Farica kehilangan keseimbangan dan hampir saja jatuh, tapi aku langsung berlari dan menangkapnya. Baginya, kejadian ini mungkin lebih berat dari pada dugaanku. Dia tampak sangat lelah dan terlihat agak pusing.

B3 memapah Farica, diantar oleh Louie, membawanya ke kamarnya dan membaringkannya. Aku tidak terlibat dalam hal itu karena orang asing sepertiku tidak boleh berada di kamar wanita. Sebagai gantinya, aku membawa masuk kursi yang ada di depan rumah dan memeriksa inventory-ku untuk mencari item yang mungkin bisa membantu Farica merasa lebih baik.

Karena aku memiliki kecenderungan menerima banyak debuff, dan karena dompetku juga cukup tebal, sekarang aku memiliki banyak item penghilang debuff. Aku bahkan memiliki puluhan Elixir, yang memiliki harga pasar 100,000 lir.

Yah, sebenarnya, separuh dari mereka berasal dari gacha harian yang kulakukan, tapi hei, mereka jauh lebih baik dari para Permit itu.

“Apakah seorang wanita hamil benar-benar boleh meminum item yang diperuntukkan untuk pertarungan?” tanya Nemesis.

“… Oh. Aku juga tidak tau.”

Meskipun obat-obatan di dunia ini memiliki deskripsi tentang efek yang mereka miliki, mereka tidak pernah memiliki peringatan atau sejenisnya. Sampai saat ini aku tidak pernah melihat potion yang bertuliskan “Untuk umur X ke atas” atau “Tidak untuk digunakan pada wanita hamil.”

“Kurasa, lebih baik aku membuatkan makanan untuknya saja,” kataku. “Aku akan bertanya apakah aku boleh menggunakan dapur.”

Aku sudah memiliki beberapa bahan baku, jadi itu tidak akan jadi masalah. Kebanyakan dari mereka juga berasal dari gacha, dan meskipun mereka lebih murah dari uang yang kukeluarkan, setidaknya mereka bisa berguna.

Farica merasa tidak enak jika kami melakukan lebih banyak hal untuknya, tapi Louie mengizinkanku untuk menggunakan dapur, jadi aku hanya perlu melakukannya.

Dapur di rumah ini memiliki oven, kompor gas, dan banyak perlengkapan masak lain yang tampak mahal, yang semuanya mungkin dibelikan oleh Shijima. Sepertinya aku tidak akan terlalu kesulitan membuat makanan disini.

Aku menyimpulkan kalau Farica membutuhkan sesuatu yang ringan, dan memutuskan untuk membuat sup.

Mungkin aku bisa sekalian membuatkan makanan untuk Louie dan kami sendiri, pikirku saat aku mendengar seseorang memasuki dapur. Setelah menoleh, aku melihat B3.

“Aku akan membantu,” katanya, sudah mengenakan apron. Dia tampak cukup cocok memakainya.

Dari kepercayaan diri yang dia tunjukkan, aku menduga dia sudah paham tentang dapur. B3 mungkin sebenarnya cukup bagus dalam melakukan pekerjaan rumah.

“Ngh! Baru saja, aku kembali merasakan bahaya yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata…” kata Nemesis. “Oh! Ray, biarkan aku membant—“

“Tidak boleh. Kau akan memakan sebagian besar makanannya saat melakukan pencicipan,” Aku menolaknya. “Jangan pikir aku sudah melupakan bagaimana dirimu memakan setengah adonan kue saat kita sedang memanggang bersama Riser dan Bishmal.”

“Nhogh… Kau sama sekali tidak mempercayaiku saat menyangkut soal makanan.”

Aku punya segala alasan untuk hal itu.

“Ray,” kata B3. “Aku lebih penasaran tentang bagaimana kamu bisa berakhir memanggang kue bersama kedua orang itu.”

“Yah, terjadi ini dan itu yang menuntunku kesana.”

Pada dasarnya, kami semua sedang membantu suatu acara amal di arena. Satu hal yang sangat mengejutkanku pada saat itu adalah fakta bahwa kue buatan Bishmal dipanggang dengan sempurna. Sejujurnya, meskipun ini tidak sopan, aku menduga kalau dia akan menghanguskan semua kue buatannya.

“Hmm… Baik, aku punya beberapa kue buatan toko,” kataku. “Kurasa aku akan membuat sup dan salad sayur.”

“Kalau begitu aku akan membuat steak Hamburger dengan keju,” kata B3. “Aku cukup mahir membuat hal itu.”

Kami segera mulai memasak, dan sekitar satu jam kemudian, kami memiliki satu set makanan Barat standar. Aku maupun B3 tidak memiliki job untuk melakukannya, tapi Cooking adalah salah satu skill batin, yang artinya kami bisa memasak seperti yang kami lakukan di dunia nyata.

Akan tetapi, aku tidak bisa melupakan kalau ada orang-orang seperti Marie, yang tidak bisa memasak meskipun mereka memiliki skill Cooking.

“Pertama kalian mengantar pulang putraku, dan sekarang kalian membuatkan makanan untuk kami,” kata Farica, tampak berterima kasih. “Aku tidak tau harus mengatakan apa…”

“Jangan terlalu dipikirkan,” jawab B3. “Kami melakukan ini karena keinginan kami sendiri.”

“Ini tampak lezat!” kata Louie dengan nada penuh semangat dan keterkejutan.

Ngomong-ngomong, karena aku penasaran, aku menanyakan tentang obat-obatan itu, dan sepertinya, ada semacam obat sihir yang tidak memberikan efek samping pada wanita hamil, yang sepertinya cukup membantu.

“Wow! Kalian adalah Master, tapi bisa memasak!” kata Louie dengan takjub.

… Apa hubungannya kedua hal itu?

“Apakah Shijima tidak bisa memasak?” tanyaku.

“Tidak sama sekali. Dia bilang dia juga tidak pernah memasak di sisi lain.”

“… Hmm.”

Apakah itu bisa menjadi petunjuk untuk menuntun kami ke identitasnya yang sebenarnya?

Yah, hal itu dan beberapa pertanyaan lainnya lebih baik ditunda sampai besok.

Kami semua mengucapkan syukur atas makanan itu dan mulai makan.

Kemungkinan besar karena pengaruh Shijima, keluarga ini mengungkapkan rasa syukur mereka sebelum makan dengan gaya Jepang. Hal itu, ditambah dengan fakta bahwa mereka menggunakan sumpit, membuatku benar-benar yakin kalau Shijima adalah orang Jepang.

Pokoknya, sementara untuk rasa dari masakan kami… sup yang kubuat sama sekali tidak buruk. Shu mungkin bisa membuat yang lebih enak, tapi masakanku ini benar-benar layak mendapatkan tanda lulus.

Namun, steak Hamburger buatan B3 benar-benar enak. Jika saja kau bisa membuatnya dua kali lebih enak, kau akan memiliki sesuatu yang bisa menyaingi masakan Shuu.

… Wew, kakaku itu bisa melakukan segalanya kecuali seni.

“Nh?” aku menyadari sesuatu.

Nemesis, yang duduk disampingku, tidak makan begitu banyak. Apakah dia menahan diri karena hari ini kami tidak memiliki banyak makanan?

“Nemesis, kau tidak makan. Ada apa?” tanyaku, tidak menahannya.

Menanggapi hal itu, dia sedikit menundukkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak lapar.”

Insert7

Sesaat kemudian, sendokku terjatuh dari tanganku.

Ini tidak mungkin…

Nemesis? Nemesis yang ini? Tidak lapar? Di garis dunia mana hal itu bisa terjadi?! Apakah ini adalah pertanda kiamat?!

“Aku merasa kesal karena kau jauh lebih terkejut karena hal ini dari pada identitas Marie dan B3,” katanya.

“Yah… Kau tau…”

Kau adalah Nemesis.

“Aku paham maksud dari hal itu. Dan asal kau tau, ini bukan hanya kurang selera makan. Tubuhku terasa berat, dan aku sedang terserang rasa ngantuk…”

“Apakah kau sakit? Apakah kau menderita demam?” tanyaku sambil menempelkan dahiku pada dahinya, yang awalnya sama sekali tidak terasa panas. Hmm, kurasa ini standar… Bahkan mungkin sedikit berada di bawah rata-rata.

“Ah! R-Ray…?!”

Oh, tunggu, itu sedikit panas. Kau terkena demam, bukan?

“Embryo tidak bisa terkena demam, dasar bodoh!” teriaknya. “Pokoknya, wajahku terasa panas, jadi aku akan pergi tidur! Kau tanggung jawab dan habiskan makananku!” Setelah mengatakan itu, Nemesis kembali ke dalam tato.

Embryo tidak bisa terkena demam? Tapi aku sangat yakin aku pernah mendengar tentang para Guardian yang terjangkit Epidemi, pikirku. Kita punya wanita hamil disini, jadi kita tidak bisa terlalu sembrono.

B3 menatapku, tidak mengatakan satu katapun.

Apakah ada yang salah?

“Apakah kamu pernah dipanggil ‘womanizer’?” tanyanya.

“Tidak,” jawabku. “Meski, di SMA, aku sering dipanggil ‘all-nizer.’”

Dan aku masih tidak tau sebabnya. Dengan syarat apa seseorang bisa dipanggil “all-nizer”? Lagi pula, apa maksud dari julukan itu?

“Apakah itu karena dia ‘memikat’ semua wanita? Tanpa pandang bulu?” B3 menggumamkan sesuatu yang tak dapat kudengar maupun kupahami.

Pokoknya, aku mulai memakan dua porsi makan malamku.

Setelah aku selesai melakukannya, kami mencuci perlengkapan makan dan permisi dari rumah Farica.

Dia menawarkan kepada kami untuk bermalam di rumahnya, tapi kami tidak ingin mengganggunya lebih banyak lagi dan memutuskan untuk tidur di kereta, seperti rencana awal kami. Namun, kami meminta izin untuk memarkirkan kereta di tanah mereka, dan dia mengizinkannya dengan senang hati.

Ngomong-ngomong, untuk keluarga sesederhana ini, mereka anehnya memiliki tanah yang sangat luas. Aku menanyakan alasannya, dan sepertinya, Shijima mempersiapkan tanah itu untuk Aries Leo peliharaannya, Gringham. Dari apa yang Louie katakan kepadaku, Gringham adalah seekor singa yang berukuran sebesar gajah, jadi memiliki tanah seluas ini adalah hal yang masuk akal.

Pokoknya, dengan izin Farica dan tanah yang lebih dari cukup sebagai tempat parkir, kami memarkirkan kereta dan bersiap untuk beristirahat.

Tentu saja, kami punya pilihan untuk log out dan tidur sebentar, tapi hal itu memiliki resiko ketiduran. Selain itu, karena suatu alasan, tidur di dalam Dendro membuatku merasa seolah-olah tidur lebih lama. Itu mungkin ada hubungannya dengan fakta kalau tiga jam di dunia nyata sama dengan sembilan jam disini.

Akan tetapi, jika kau tidur disini dan kemudian log out, kau masih tetap akan disambut oleh rasa ngantuk, membuatmu sadar kalau seluruh istirahat yang kau lakukan disini hanyalah sebuah ilusi. Dan yang aneh adalah perasaan dunia nyata itu tidak akan kau rasakan selama kau online disini.

Kesampingkan semua itu, kereta yang akan kami gunakan untuk bermalam memiliki sebuah kamar mandi sungguhan.

Di dalamnya adalah sebuah pegangan pintu, diletakkan dimana seharusnya tidak ada apapun di baliknya. Tapi saat kau membukanya, disana terdapat sebuah kamar mandi lengkap dengan isinya.

Perluasan ruang benar-benar hal menakjubkan, meskipun juga membingungkan. Coba pikir, apa yang akan terjadi pada semua ini jika kereta ini hancur?

Aku mandi sebentar dan kemudian bersiap untuk tidur.

Jujur, dari pada mandi, aku hanya tinggal log out dan kemudian log in lagi, karena hal itu akan membuat semua kotoran di tubuhku menghilang—atau lebih tepatnya, jatuh dari tubuhku yang menghilang. Namun, selama sebulan terakhir ini, aku menyadari kalau rasanya akan lebih nyaman untuk tidur setelah membersihkan tubuhmu di air hangat.  Di dunia nyata, aku sudah mandi sebelum bertemu dengan B3, jadi tidak ada masalah dalam hal itu juga.

Sementara untuk dimana kami akan tidur, yah… menjatuhkan… tidak, membalikkan kursi penumpang akan membuat tempat tidur muncul.

Kereta ini benar-benar membuatku kehabisan kata-kata.

Hell, meskipun memiliki penampilan seperti kereta yang agak mewah, ruangan yang ada di dalamnya jauh lebih besar dari pada mobil camping. Itupun merupakan hasil dari perluasan ruang yang misterius.

“Lagipula, berapa harga kereta ini?” tanyaku.

“Siapa yang tau?” B3 mengangkat bahunya.

… Hah?

“Ini adalah drop acak yang kami dapatkan saat melakukan PK,” lanjutnya. “Sepertinya, ini adalah salah satu prototipe model kereta sihir yang dibuat oleh sebuah bengkel peri di Legendaria. Aku bahkan tidak tau bagaimana benda ini bisa berakhir di tangan orang yang kami bunuh.”

“…”

“Aku sendiri juga penasaran, dan setelah melakukan sedikit penelitian, aku menemukan kalau harga pasar untuk model generasi sebelumnya dari kereta ini adalah 100,000,000 lir.”

“…”

Itu akan menghancurkan rekening bank-ku. Apakah kami sedang berada di dalam kendaraan yang setara dengan Benz Roadster? Atau apakah ini lebih mirip seperti Lamborghini emas yang dibeli menggunakan uang minyak orang-orang Arab? Tidak, kereta ini mungkin lebih mahal lagi.

“Salah satu anggota klan-ku mengatakan kalau harga kereta ini setara dengan sebuah tank,” tambah B3.

“Ohh…” Yah, itu sepertinya adalah perbandingan yang lebih baik.

Apapun itu, kereta ini benar-benar mewah gila, dan aku harus membantu untuk memastikan kereta ini tidak mengalami kerusakan.

Insiden hari ini adalah contohnya, pikirku.

“Kalau begitu, aku akan mematikan lampunya,” kata B3. “Selamat malam, Ray.”

“Kamu juga,” jawabku. “Selamat malam.”

Dengan demikian kami pun tertidur.

Hari yang kacau ini telah membuatku benar-benar kelelahan, dan aku tidur dengan nyenyak, tanpa diganggu oleh satu mimpi pun.

*

Keesokan harinya, aku membuka mataku dan mendapati Nemesis sedang menatap langsung ke arahku.

“Pagi, Nemesis,” aku menyapanya.

“Pagi juga, Ray,” jawabnya. “Pokoknya, aku akan langsung ke topik utama.”

Dia mengangkat dua jari telunjuknya.

“Aku punya berita bagus dan berita buruk… atau lebih tepatnya ‘setengah buruk.’ Mana yang mau kau dengar duluan?”

“… Ok, ini tiba-tiba.”

Berita bagus dan berita buruk, eh? Yah, berita buruk itu mungkin yang harus ditangani terlebih dahulu, tapi aku tidak mau mengawali hari seperti itu.

“Kalau begitu, tolong berita bagus dulu,” kataku.

“Baiklah,” kata Nemesis yang kemudian mengangkat dua jari lagi di tangan kanannya, yang membuat tiga jari terangkat di tangan kanannya.

Kemudian dia berkata.

Aku telah berevolusi ke bentuk ke-tiga.

“… Apa?”

 

Bersambung…

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. K&R Clan says:

    Yah, hiatus. Mhn dlnjtkan ya min, klo sdh ad yg terbaru. Pastinya w bakal nongkrong di ni web.

    Like

  2. figaro says:

    Berita buruknya adalah “tidak bisa makan banyak lagi”

    Like

  3. Lolicon says:

    Nanggung -_- btw lanjut trus min and me on team Nemesis

    Like

  4. Albarn says:

    Nemesis cemburu XD
    Kalo master sama Tian bisa menghasilkan anak, gimana kalau master sama Maiden ?

    Like

  5. Adestiarini says:

    mimin jahat,, bikin penasaran….
    tanggung banget.
    makasih kuma…

    Like

  6. Kefvin says:

    Thanks, kuma

    Like

  7. Idot says:

    Waduh sial nanggung :’)

    Like

  8. Anonymous says:

    what………….???????????
    gantung min.. hrus nunggu 1 bulan lagi… hahaha
    btw… thanks min TL.nya… ditunggu bulam september..
    pengen nangis ane minn..gegara penasaran…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s