Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 9

Volume 6
Chapter 9 – Ke Desa Berangin

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

Setelah orang-orang K&R pergi, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Torne.

Matahari sudah terbenam, dan saat ini Silver sedang menarik kereta di atas jalanan gelap yang disinari oleh lampu sihir yang terpasang di kereta ini.

Ada juga musafir lain disana-sini. Kelompok Master yang berhasil bertahan dari perburuan itu dan para tian yang sejak awal memang tidak diincar sedang pergi ke arah yang sama dengan kami.

Sepertinya, party yang ada di belakang kami telah kehilangan dua anggotanya, dan aku hanya bisa merasa bersalah atas hal itu.

Akan tetapi, satu-satunya yang bisa disalahkan disini adalah K&R, atau lebih tepatnya, hanya Rosa.

Kekacauan itu telah membuat Louie kelelahan, dan sekarang dia sedang tertidur di dalam kereta. Hell, meskipun semua hal ini tidak terjadi, Louie adalah seorang anak kecil yang bangun pagi-pagi untuk pergi ke ibukota dan pulang kembali, jadi sudah wajar kalau dia merasa kelelahan.

Jujur, aku juga cukup kelelahan.

Yah, aku belum bisa beristirahat dengan benar di sisi ini sejak saat penculikan itu, pikirku.

“Kuharap kita segera sampai di Torne,” kata Nemesis dengan keras. Dia duduk disebelah kananku di kursi kusir. “Kita mungkin akhirnya bisa beristirahat disana.”

Aku sangat setuju dengannya.

“Meskipun, harus kukatakan,” lanjutnya, berganti ke telepati. “B3 benar-benar menjadi diam.”

Aku melirik ke arah B3, yang duduk di sebelah kiriku.

“…”

Melanjutkan sikap diamnya. Dia tidak mengatakan satu katapun sejak percakapan kami dengan K&R. Itu mungkin karena hal yang Rosa katakan saat dia pergi. Khususnya, “Ayo melakukan PK lagi.”

Aku mendengar Kashimiya memarahinya karena mengatakan hal itu, tapi itu tidak mengubah fakta bahwa dia telah mengatakannya, dan membongkar dua kebenaran tentang B3.

Pertama adalah fakta bahwa B3 kenal dengan K&R, dan sebenarnya mereka bukanlah musuh, sementara yang kedua adalah, B3 juga merupakan seorang PK.

Fakta bahwa dia telah menyembunyikan hal ini hanya bisa berarti kalau dia tidak mau aku mengetahuinya. Yah, nasi sudah menjadi bubur dan aku sudah mengetahuinya. Dan untuk apa yang kurasakan tentang hal itu…

“… Itu mengganggumu, bukan?” tanya B3, tiba-tiba memecah sikap diamnya. “Kamu mungkin sudah menyadarinya sekarang, tapi aku adalah seorang PK. Faktanya, aku hampir sama terkenalnya seperti K&R.”

Aku mendengarkannya, dan tidak mengatakan satu katapun.

“Aku sudah tidak aktif akhir-akhir ini, tapi sebelum berhenti, aku sudah memberikan penalti kematian kepada setidaknya seribu player.”

“Itu cukup menakjubkan,” komentar Nemesis.

Sebagai penonton langsung dari pertarungan B3 melawan K&R, aku tak punya pilihan lain selain mempercayainya. Dia benar-benar hebat dalam menganalisa musuhnya.

“Mungkin seharusnya aku memberitahumu sejak awal, tapi aku memilih untuk menyembunyikannya karena kupikir kamu mungkin akan menghindariku,” katanya. “Aku tidak mau kehilangan teman junior baru seperti itu… maaf.”

B3 menatap mataku dan menundukkan kepalanya dengan menyesal.

Sudah sangat jelas kalau dia benar-benar tulus meminta maaf karena telah menyembunyikan hal ini dariku, tapi sejujurnya…

“Umm… Aku tidak benar-benar memikirkannya, sih,” kataku. Fakta bahwa dia adalah seorang PK sama sekali tidak menggangguku.

“… Eh?” Dia menatapku dengan ekspresi bingung di wajahnya.

“Aku tidak akan menghindarimu hanya karena kamu adalah seorang PK,” aku mengulangi perkataanku. “Tentu saja, aku akan cukup kesal jika kamu datang kepadaku seperti yang dilakukan K&R barusan, tapi hanya sebatas itu.”

Selama seseorang tidak bertindak seperti bajingan berjubah lab tertentu dan pergi kesana-kemari sambil melakukan terror yang membahayakan para tian, aku benar-benar tidak peduli apakah mereka itu PK atau bukan. Hell, seorang PK pembunuh bayaran tertentu yang bertanggung jawab atas satu-satunya penalti kematian yang kuterima, sekarang malah menjadi anggota party-ku. Seorang PK atau bukan—saat ini hal itu hampir tak ada artinya.

B3 menatapku dalam diam, seolah-olah memastikan apakah aku berbohong atau tidak, kemudian menghela nafas lega sebelum menunjukkan senyum samar. “Aku tidak tau apakah kamu itu hanya terlalu toleran, berhati lembut… atau hanya terlalu naif.”

“Ha ha,” aku tertawa kecil. “Yah, aku tidak benar-benar bisa membantah hal itu. Tapi meski begitu, aku merasa kalau kamu adalah seseorang yang bisa kupercayai.”

Di dunia ini ada Master yang tidak ragu untuk melakukan tindakan genosida kepada para tian. King of Plague yang telah Marie kalahkan, King of Crime yang Shu ceritakan kepadaku, dan Franklin—yang telah kuhadapi sendiri—adalah beberapa diantara mereka.

Namun, aku bisa dengan mudah mengatakan kalau B3 tidak seperti mereka bertiga.

Argumen terkuatku atas hal itu adalah fakta bahwa dia telah mengorbankan perisai-nya untuk melindungi Louie dari Rosa, tapi meskipun aku tidak melihat hal itu, aku sudah tau bahwa dia itu berhati baik dan penuh perhatian.

“Hell, aku tidak peduli tentang dirimu yang merupakan seorang PK meskipun kamu memberitahuku sejak awal,” lanjutku. “Seperti saat kita ngobrol di café kampus.”

“… Tidak,” kata B3 sambil berpaling dariku. “Aku sudah jelas tidak bisa memberitahumu saat itu.”

“Kenapa tidak?”

“… Jika aku memberitahumu kalau aku adalah PK X yang terkenal, kamu akan mencari tahu tentang diriku di internet sebelum online, kan?”

“Tidak, aku tidak akan me—yah, mungkin?” aku tidak bisa benar-benar yakin dengan hal itu.

“Itu akan menjadi hal yang… yah… memalukan.”

“Hm? Memalukan? Bagaimana bisa?”

“Saat aku melakukan PK, aku menjadi orang yang benar-benar berbeda… dan sudah jelas itu bukanlah seseorang yang ingin kutunjukkan kepada kenalan di dunia nyata…” Pipinya jadi memerah, dan dia menutupinya menggunakan tangannya.

Gap antara ekspresinya saat ini dan ekspresi tenang dan penuh perhitungan yang biasa dia tunjukkan membuat dirinya terlihat agak… manis.

“Ah! Aku baru saja merasakan bahaya besar yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata!” Nemesis berseru.

Nemesis? Ada apa? Tanyaku.

“Oh, uh… tapi B3,” katanya, mengabaikan pertanyaanku. “Kamu tidak terlihat terlalu banyak berubah dalam pertarungan kita melawan K&R. Itu termasuk PK, kan?”

“Saat itu… aku belum benar-benar diaktifkan.”

“’Diaktifkan’?” Aku dan Nemesis mengulangi istilah itu secara bersamaan.

Apakah dia memiliki semacam tombol di belakang kepalanya atau sejenisnya? Apakah itu akan membuatnya berubah menjadi seorang PK saat ditekan? Apakah itu sama seperti “tombol pembunuh?” Aku mempertimbangkan untuk bertanya lebih lanjut tentang hal ini…

“Hh… Nnh, hm…?”

… tapi pada saat itulah aku mendengar suara dari dalam kereta. Louie sepertinya sudah bangun.

“Kamu sudah bangun?” tanyaku. “Seharusnya kita akan segera sampai.”

“Ya,” jawabnya. “Aku bisa mendengarnya.”

“’Mendengar?’” Aku menajamkan telingaku dan mengosongkan pikiranku. Setelah melakukan itu, aku bisa mendengar banyak suara samar yang berasal dari sisi lain bukit.

Tak lama kemudian, Silver menaiki bukit dan membawa kami cukup tinggi untuk melihat apa yang ada di balik bukit ini.

“Ini indah,” kata Nemesis, tampak benar-benar takjub dengan pemandangan itu.

Jalan menuju Torne saat ini memiliki pagar mirip pembatas di kedua sisinya, dan keduanya telah diubah menjadi daya tarik.

Bagian atas pagar itu dihiasi oleh banyak kincir mainan, yang berputar dihembus angin malam. Cat para mainan itu mengandung sesuatu, karena mereka mengeluarkan cahaya samar namun jelas. Menyinari kegelapan seperti cahaya penuntun, kincir mainan itu berputar dan membuatnya seolah-olah mengundang kami untuk mendatangi desa.

Pemandangan itu benar-benar menakjubkan, dan itu membuatku paham kenapa festival ini menarik begitu banyak orang.

“Festival-nya akan dimulai besok, tapi mereka sudah memasang kincir bintang-nya,” kata Louie.

“’Kincir bintang’?” Aku mengangkat alisku. Bukan kincir mainan, atau kincir angin, tapi “kincir bintang?”

Setelah dilihat lebih teliti, aku menyadari kalau mereka semua memiliki lima mata baling-baling, dan jika dilihat dari depan, mereka memang mirip dengan simbol bintang pada umumnya.

“Mereka didasarkan pada cerita lama,” jelas Louie. “Dahulu kala, sebuah bintang yang jatuh dari langit ketika angin sedang berhembus sangat kencang telah menyegel monster jahat bernama ‘Blacksky’ jauh di dalam tanah.”

Apakah itu adalah kepercayaan lokal atau sejenisnya?

Berpikir tentang “kepercayaan” membuatku jadi teringat dengan setan itu,  tapi aku tidak boleh melupakan kalau ada kepercayaan lain selain miliknya.

“Ah! Kamu tidak boleh mengambil kincir bintang yang ada di pagar!” teriak Louie, dan aku segera menoleh untuk melihat Nemesis yang terdiam membeku sambil mengulurkan tangannya ke ara pagar di dekatnya.

“… Nemesis,” kataku.

“A-Aku hanya… Aku melihat mereka berputar, dan aku tidak dapat menahannya…”

Memangnya kau ini seekor kucing? Alasan macam apa itu?

“Jika kamu menginginkan kincir bintang, kamu boleh mengambil yang ini,” kata Louie sambil merogoh inventory-nya, mengeluarkan sebuah kincir bintang, dan memberikannya kepada Nemesis.

“Apakah kamu yakin?” tanya Nemesis.

“Ya! Aku membawanya sebagai jimat keberuntungan, tapi kami masih punya banyak di desa!”

“Begitu… Terima kasih.” Nemesis menggenggam kincir bintang itu, dan menatapnya dengan senyum gembira di wajahnya.

“Ini pertama kalinya aku melihatmu menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan penampilanmu,” kataku. “Itu jika aku tidak menghitung ekspresi yang kau tunjukkan saat sedang makan kue.”

“Mrgh! Jahatnya! Aku ini seorang nona, jadi aku harus menunjukkan ekspresi senangku dengan hati-hati!”

Apakah itu benar-benar sikap seorang nona? Pikirku. Sejujurnya, itu lebih terkesan seperti sikap seorang warrior. Dan hei, kau kadang-kadang memang terdengar seperti seorang warrior… Oh, terserahlah.

Pokoknya, meskipun ada gangguan kecil di sepanjang perjalanan, kami berhasil sampai ke pinggiran desa Torne.

Kami harus mengantar Louie pulang, dan kemudian, mulai besok, kami akan memulai pencarian informasi yang mungkin dapat menuntun kami kepada Shijima di dunia nyata.

Itu akan menjadi awal yang sesungguhnya dari quest ini.

***

Markas K&R

Di ruangan ketua jauh di dalam markas K&R, Kashimiya duduk di atas bantal lantai sambil memeriksa kumpulan dokumen yang disatukan menggunakan tali.

Dokumen itu dibuat oleh seorang anggota menggunakan skill dari job kelompok shoshi—sebuah job mirip ahli tulis dari Tenchi. Skill itu memberi dokumen itu format seperti sebuah buku bergambar dari Jepang kuno.

Kashimiya membalik halaman dokumen itu sampai pada sebuah bagian yang membuatnya mengerutkan alisnya.

“Apa yang sedang kamu baca, darling?” tanya Rosa, berdiri di sampingnya dengan ember berisi air di kedua tangan dan di atas kepalanya.

Tidak mengingkari perkataanya, Kashimiya telah memberikan hukuman sesuai dengan apa yang dia katakan sebelumnya. Ember yang ada di kepala Rosa adalah ekstra, tambahan karena Rosa telah membongkar kalau B3 adalah seorang PK.

Awalnya, Rosa menjalani hukuman itu di lorong, tapi karena dia selalu berbuat curang saat dia tidak sedang mengawasinya, Kashimiya memutuskan untuk membuatnya menjalani hukuman itu di ruangannya. Akan tetapi, mungkin memang itulah niat Rosa sejak awal.

“Ini adalah laporan dari perburuan palsu hari ini,” jawab Kashimiya.

“Ghuh,” Rosa tersentak.

Benar, Kashimiya sedang membaca laporan yang menjelaskan perburuan Rosa, yang telah dipicu karena kesalahpahaman dan dipanasi oleh dendam pribadi.

Selain para Master yang berpartisipasi dalam perburuan, K&R juga memiliki anggota yang mencatat situasi dan menyerahkan laporan kepada Kashimiya dan Rosa.

Kashimiya harus membayar ganti rugi kepada para newbie dan memeriksa informasi selama dua bulan terakhir, tapi pertama-tama dia ingin menangani masalah yang paling baru.

“Um, aku minta maaf, ok?” kata Rosa dengan takut-takut. “Maukah kamu memaafkannya?”

“Kali ini, kita kehilangan beberapa petarung kelompok dan satu party petarung squad,” kata Kashimiya, benar-benar mengabaikan perkataan Rosa.

“… Apa?”

Penalti kematian dikalangan petarung kelompok sudah jelas disebabkan oleh Flying Shield milik B3. Petarung kelompok berisi para anggota berlevel rendah, jadi tidak aneh kalau mereka telah dikalahkan secara telak oleh seseorang sekelas B3, tapi hal yang sama tidak dapat dikatakan pada petarung squad. Mereka adalah sekumpulan party dari player tingkat tinggi berlevel 500, yang artinya mereka bisa dengan mudah berdiri sejajar melawan party lain dengan kaliber yang sama dan kemungkinan besar juga akan mengalahkan mereka.

Meskipun target utama dari perburuan itu adalah Ray dan B3, itu juga merupakan perburuan K&R, jadi, saat petarung kelompok dan Rosa sedang fokus pada kedua orang itu, empat party petarung squad sedang berburu seperti biasa.

Fakta bahwa salah satu party tersebut telah benar-benar dimusnahkan sebelum Kashimiya memerintahkan mereka untuk mundur— hanya dalam beberapa menit setelah perburuan dimulai—adalah hal yang agak aneh.

“Pencarian tidak menunjukkan satupun pemilik Job Superior, sih,” kata Rosa.

Circle of Detect Life adalah skill yang memeriksa level, jadi mereka akan segera tau jika disana ada seseorang berlevel di atas 500. Dengan Rosa sebagai pengecualian, level tertinggi yang ada di area perburuan itu adalah 500.

“Benar, laporan ini juga mengatakan hal yang sama,” angguk Kashimiya.

“Kalau begitu…”

“Sepertinya, mereka kalah jumlah. Bagaimanapun, tidak semua hasil pertarungan di tetapkan oleh kekuatan satu orang.”

Rosa terdiam. Apakah kamu yakin, dari semua orang, bisa mengatakan hal itu, darling?

Kashimiya adalah perwujudan sesungguhnya dari kekuatan satu orang yang baru saja dia katakan. Bisa dibilang dia itu setara dengan seribu pasukan. Kirimkan satu regimen kepadanya, dan kepala mereka semua akan berjatuhan.

“Pokoknya, musuh bertindak aneh,” katanya sambil kembali memeriksa dokumen itu. Para petarung yang dibantai telah menyerang party dengan anggota berlevel cukup tinggi di antara para player yang terlihat dalam pencarian.

Awalnya, kedua party bertarung dengan seimbang, tapi kemudian, sekitar satu menit setelah pertarungan dimulai, beberapa party terdekat mulai berkumpul di lokasi itu. Mereka semua mulai bekerja sama dengan apik, dan satu party petarung squad milik K&R dihancurkan dengan cepat. Berdasarkan laporan itu, mereka berhasil membunuh dua orang musuh sebelum dibantai habis.

“Mereka terlalu cepat sampai disana, dan mereka bekerja sama terlalu baik untuk disebut improvisasi,” kata Kashimiya. “Ini hanya bisa berarti bahwa…”

“… satu kelompok berpencar menjadi beberapa party dan bergerak secara terpisah karena suatu alasan, kan?” tanya Rosa.

“Ya. Aku juga berpikir demikian,” kata Kashimiya, menyetujui teori Rosa.

Meskipun Rosa anjing bodoh tak bijaksana yang tak pernah memikirkan suatu tindakan secara mendalam, pengalaman panjangnya sebagai ketua kelompok PK membuatnya lebih berpengetahuan dalam beberapa hal dibanding Kashimiya.

Taktik pertarungan adalah salah satu dari hal itu, dan karena hal ini, Kashimiya dan Rosa memiliki peran yang jelas di dalam klan—Kashimiya sebagai general manager, dan Rosa sebagai ahli taktik perburuan.

“Tapi, bukankah itu aneh?” tanya Kashimiya. “Jika kali ini mereka menuju ke Torne, mereka pasti merupakan wisatawan Festival Kincir Bintang, kan? Sudah sewajarnya jika mereka pergi bersama-sama, jadi kenapa mereka malah berpencar?”

“Kupikir mereka bukanlah wisatawan,” kata Rosa. “Mereka adalah PK sama seperti kita.”

“Bagaimana kamu bisa tau?”

“Mereka menggunakan taktik yang sama dengan yang kugunakan di Tenchi dulu dan yang digunakan B3 sebelum klan-nya bubar. Orang yang berkelompok terlalu banyak akan sangat mencolok, dan mudah ditebak saat mereka hendak melakukan sesuatu, jadi kamu harus memisahkannya menjadi beberapa party, mengepung mangsamu, dan menangani mereka sebelum mereka bisa menyadari apa yang sedang terjadi.”

Rosa kemudian tertawa dan menambahkan, “Taktik ini kadang-kadang digunakan saat berburu hewan sungguhan.”

Tawa-nya membuatnya kehilangan keseimbangan, menyebabkan ember yang ada di atas kepalanya terjatuh dan menumpahkan isinya ke seluruh tubuhnya.

“Ugh, sekarang aku jadi basah semua…” keluhnya. “Pokoknya, mereka mungkin sedang mengikuti target yang mereka incar. Ada informasi lain tentang mereka, darling?”

“Party pertama yang diserang petarung squad memiliki lambang ini di perlengkapan mereka,” kata Kashimiya, dan menunjukkan lambang itu kepada Rosa.

Itu adalah lambang yang bisa dijelaskan sebagai lingkaran merah dan lingkaran hitam yang saling bertumpuk, dan dari sudut pandang tertentu, itu seperti melambangkan gerhana matahari.

Rosa sudah familiar dengan simbol itu. “Itu adalah Sol Crisis,” katanya.

“’Sol Crisis’?”

“Oh iya, kamu tidak tau soal mereka. Itu adalah sebuah klan PK yang naik daun setelah perburuan pemula yang kami lakukan. Pada dasarnya mereka mencoba mengisi lubang yang ditinggalkan oleh Mad Castle dan Goblin Street, dan gaya bertarung mereka lebih mirip dengan Goblin Street.”

Pada dasarnya, itu berarti salah satu squad milik K&R telah kalah melawan kelompok PK yang sedang naik daun. Rosa ingin pergi dan melakukan balas dendam terhadap mereka, tapi dia tidak yakin apakah Kashimiya akan mengizinkannya. PK pada dasarnya adalah permainan yang adil baginya, tapi kejadian baru-baru ini mungkin masih terlalu segar di dalam ingatannya untuk mengizinkan hal itu.

“Begitu,” bocah laki-laki itu mendesah dengan ekspresi agak muram. “Jelas ada banyak hal yang berubah selama dua bulan terakhir…”

Itu memang masa penuh gejolak. Penuh dengan berbagai kejadian, perubahan, dan pergantian. Fakta bahwa dirinya tidak dapat berpartisipasi dalam satupun dari hal itu membuat Kashimiya merasa sedikit kesepian, seolah-olah semua orang telah bergerak maju tanpa dirinya saat dia sedang offline.

Ekspresi muram nya memberikan efek yang kuat pada Rosa, tapi dia entah bagaimana dapat menyembunyikannya.

“N-Ngomong-ngomong,” katanya, mencoba mengubah topik untuk menenangkan Kashimiya. “Ada rumor aneh tentang Sol Crisis!”

“Oh?”

“Mereka bilang salah satu PK di kelompok itu benar-benar menonjol… meskipun itu lebih tentang equipment yang dia pakai dari pada orang yang sebenarnya.”

“Equipment apa?”

“Itu adalah satu set armor yang digunakan oleh seorang PK tertentu…” katanya sebelum terdiam sejenak dan membayangkan seseorang tertentu. “Orang-orang bilang mereka melihat seseorang di Sol Crisis mengenakan armor hadiah spesial MVP kelas Legendary milik Barbaroy Bad Burn, Gunhammer Plate, Magnum Colossus.”

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. alone698 says:

    pk sol crisis? apa ini klan yg didirikan dari bubarnya klan b3?

    Like

  2. Kefvin says:

    Thanks, kuma

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s