Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 8

Volume 6
Chapter 8 – Anjing Nakal dan Sang Pemilik

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

Serangan balasan kami mendarat tepat pada Gashadokuro milik Rosa, dan menghancurkannya menjadi kepingan-kepingan kecil.

Dengan kehancuran Embryo-nya, exoskeleton yang terbentuk dari skill ultimate-nya juga ikut hancur. Namun, hanya sampai situlah damage-nya berakhir.

“Wanita ini benar-benar gigih,” komentar Nemesis.

“Aku tidak bisa membantah hal itu,” setujuku.

Benar, si Nobushi Princess sendiri sama sekali tidak terluka.

Ada sedikit jeda waktu antara saat Vengeance menyentuh target dan saat damage yang tersisa dari kehancuran Gashadokuro mencapai Rosa. Dia menggunakan celah itu untuk membuang Embryo-nya, melepaskan exoskeleton-nya, dan menjauhkan diri dari kami, kemungkinan besar untuk menghindari skill gravitasi milik B3.

Pelarian itu adalah suatu hal yang patut diacungi jempol, tapi itu tak berarti banyak terhadap fakta bahwa keadaan sudah berbalik.

Memang benar, aku hanya memiliki satu stok Counter Absorption yang tersisa, tapi B3 sudah mempersiapkan perisai baru di tangannya, dan dia masih mengaktifkan skill gravitasi-nya. Tanpa exoskeleton miliknya, Rosa tidak akan mampu melawan efek skill itu.

“Hhaah… Hhaah,” dia terengah-engah. “Kau cukup bagus, Unbreakable.”

Bahkan kehilangan Gashadokuro tidak dapat menghabisi senyum ganas yang ada di wajahnya. Embryo yang hancur tidak akan hilang selamanya, tapi mereka tetap butuh sedikit waktu untuk beregenerasi.

“Heh heh heh,” Rosa terkekeh. “Jadi aku telah menggunakan penyergapanku dan kehilangan Gashadokuro… Terus kenapa? Pertarungan baru saja dimulai!”

Meskipun sedang terpojok, semangat tempurnya sama sekali tidak goyah, dan aku merasa itu sangat mirip dengan para duel ranker yang kukenal.

Dia serius ingin melanjutkan pertarungan, dan meskipun kami sedang unggul disini, itu tetap cukup buruk bagi kami.

Jika pertarungan ini berlangsung terlalu lama, anggota K&R lainnya mungkin akan datang untuk membantunya dan keadaan akan kembali berbalik. Pertarungan sejauh ini sudah membuat kami kelelahan, yang artinya sesuatu seperti itu tidak hanya akan membahayakan kami, tetapi juga Louie.

Jika B3 tidak ada disana untuk melindungi kereta, bocah itu mungkin sudah lama mati, dan memperlama pertarungan ini hanya akan membuat kemungkinan itu muncul lagi.

… Tunggu dulu, pikirku. Keadaan Rosa saat ini membuatnya tidak bisa segera melukai Louie, jadi sekarang mungkin aman untuk memberitahunya tentang bocah itu?

Aku melirik ke arah B3, yang membalasnya dengan anggukan kecil.

“Hei, Nobushi Princess!” Aku memanggilnya dengan keras.

“Yang benar itu ‘Rosa’ atau ‘Bone-Eater, Unbreakable!” dia menanggapinya dengan raungan. “Aku tidak suka dipanggil seorang ‘tuan putri’!”

“Begitukah?! Baiklah kalau begitu, Rosa, dengarkan ini! Kami sedang berada di tengah pengawalan seorang anak kecil tian menuju Torne! Aku dengar kalau kalian di K&R tidak melukai para tian! Apa yang akan terjadi padanya jika kami menghilang?!”

Aku mempersiapkan diriku untuk jaga-jaga kalau dia mencoba menjadikan Louie sebagai sandera.

“Jangan khawatir!” Jawabnya sambil terkekeh. “Aku akan membawanya ke Torne tepat setelah aku selesai dengan kalian berdua!”

Yah, itu… cukup murah hati, pikirku.

Wanita ini tidak berniat untuk melukai bocah itu. Bagus. Sempurna. Akan jauh lebih baik kalau dia juga berkata bahwa dia akan mundur, tapi dia tidak mengatakannya, jadi kami tak punya pilihan lain selain melawannya, menang, dan melarikan diri dari area ini sebelum anggota K&R yang lain sampai kesini.

“Baiklah, aku kehilangan sergapanku dan kartu as-ku, tapi aku tak akan membiarkan pertarungan ini berakhir sampai disini! Aku akan membalikkan keadaan ini!” Rosa merogoh ke dalam inventory-nya dan mengeluarkan beberapa senjata cadangan: satu set cakar dan taring palsu.

Aku menanggapinya dengan mengacungkan Nemesis, sementara B3 mempersiapkan perisai barunya untuk menggunakan skill lain.

Semuanya akan ditentukan oleh adu serangan selanjutnya.

Aku bersiap untuk maju…

“Tolong hentikan, kalian bertiga. Hal ini tak ada gunanya.”

Ada orang aneh muncul di antara kami dan Rosa.

Tampaknya dia seperti berteleportasi kemari, tapi tidak, kemunculannya yang tiba-tiba itu tidak lain hanya disebabkan oleh Kecepatan murni.

Dia tidak menggunakan skill stealth seperti Art of Hiding milik Marie atau skill bawaan Kim-un-Kamuy milik Shu, maupun mengaktifkan sejenis teleportasi seperti Xunyu. Pengalaman yang kudapat dari pertarungan melawan para ranker speedster membuatku sangat yakin dengan hal ini. Selain itu, kecuali mataku mengelabuiku… dia sebenarnya lebih cepat dari Figaro dan Xunyu.

Insert6

“Tolong jangan bergerak,” katanya. “Beberapa langkah lagi dan kalian akan masuk ke dalam jangkauanku.”

Kata pertama yang muncul setelah melihatnya adalah “lembut,” karena dia mengenakan mantel yang sepertinya terbuat dari benang wool mentah.

“Siapapun yang memasuki jangkauanku akan kehilangan kepalanya.”

Kata kedua adalah “katana,” karena, di kedua sisinya, ada dua odachi yang tidak cocok dengan tubuh kecilnya, yang keduanya dihubungkan ke tubuhnya menggunakan mata rantai yang mirip dengan tengkorak kelinci. Yang lebih menakutkan lagi, seluruh cincin yang ada pada rantai itu terlihat mirip dengan kepala hiu, sementara lubang mata pada tengkorak kelinci itu memiliki cahaya merah yang membara di dalamnya.

“Kamu juga, Rosa,” lanjutnya. “Tolong jangan bergerak. Perburuan sudah selesai, jadi turunkan senjatamu.”

Pada saat itu, aku akhirnya menyadari kalau orang bertubuh kecil itu memang benar-benar seorang anak kecil. Dia bahkan tampak lebih muda dari Xunyu, dan dia mengatakan peringatannya dengan nada soprano yang hanya dimiliki bocah laki-laki.

“D-Darling?!” Rosa berseru. “Kau bisa online?!”

… Apakah dia baru saja memanggilnya “darling”? Tanyaku pada diri sendiri, seakan-akan untuk menolak kenyataan. Sekali lagi, apakah wanita tinggi kekar ini baru saja memanggil bocah pendek ini “darling”?

Pertanyaan itu memberikan dampak besar pada pikiranku, akan tetapi, itu masih belum ada apa-apanya dibanding perkataan yang kudengar selanjutnya.

“Jadi kau menunjukkan dirimu sendiri,” kata B3. “Guillotine… The Unsheath, Kashimiya.”

“Eh?” aku menyuarakan keterkejutanku. Perkataannya membuatku meragukan apa yang barusan kudengar.

Dia adalah sang Guillotine? Satu dan hanya satu-satunya Kashimiya?

… Yah, aku sudah mengenal Xunyu, jadi tidak teralu aneh kalau sebenarnya dia adalah seorang anak kecil, tapi masih ada banyak komentar dan pertanyaan di kepalaku.

Kenapa dia mengenakan wool meski memiliki nama Jepang yang berarti kambing cashmere? Dari mana dia muncul? Apakah dia bahkan dapat menarik odachi itu? Lengannya jelas tampak tidak cukup panjang untuk melakukannya.

Shu pernah memberitahuku kalau Job Superior berfokus senjata dari seri “The ‘Sesuatu’” memerlukan kemahiran yang tinggi pada teknik yang bersangkutan, jadi aku juga merasa aneh karena The Unsheath telah berakhir di tangan seorang anak kecil.

Namun, diriku yang sudah berulang kali bertemu dengan para ranker dapat memastikan satu hal: meskipun penampilannya seperti itu, Kashimiya mungkin bisa disejajarkan dengan Figaro dan Xunyu.

Kesampingkan itu, aku harus berkonsentrasi pada apa yang barusan dia katakan.

“Perburuan sudah selesai?” tanyaku. “Apakah itu artinya K&R akan mundur?”

“Ya.” Angguk bocah itu. “Kelompok yang lain sudah pergi duluan.”

Jujur, aku sangat berterima kasih atas hal itu. Dikeroyok oleh anggota klan PK terkuat di kerajaan bukanlah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu.

“Darling! Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya!” Protes Rosa. “Ini adalah awal dari balas dendam kita!”

Sepertinya, ada semacam beda pendapat antara dirinya dan Kashimiya, tapi dia baru saja mengatakan satu kata yang tak bisa kuabaikan.

“Balas dendam?” aku mengangkat alisku.

Apa yang dia maksud? Kenapa juga baru “awal”? Aku tidak ingat pernah cari masalah dengan K&R. Apakah ini tentang B3? Dia bilang sebelumnya dia pernah bertarung melawan mereka, jadi… mungkin saja?

“Mereka bersekongkol dengan para pengikut Lunar Society sialan itu!” lanjut Rosa. “Kita akan menghancurkan mereka dan rencana mereka! Itu akan menjadi tanda sebelum kita menyerang markas sekte gila itu!”

Perkataannya langsung membuat semuanya menjadi jelas, dan aku serta B3 hanya bisa membalasnya dengan satu hal.

“Kami tidak bersekongkol dengan mereka,” kata kami secara bersamaan.

“… Apa?” Rosa jadi kebingungan.

“Ketua mereka adalah kenalan dari kampus, tapi kami tidak benar-benar bekerja sama di dalam game,” jelas B3.

“Mereka bahkan baru saja menculikku kemarin dan aku hampir tak dapat melarikan diri,” tambahku. “Selain itu, Figaro baru saja menghancurkan markas mereka, jadi aku tidak yakin kalau kalian perlu melakukan sesuatu pada tempat itu.”

“…?” Rosa memiringkan kepalanya dengan kebingungan. “Tunggu, tapi Tomika bilang kalau kalian melakukan percakapan menyenangkan dengan si lintah King of Assassins dan mendapatkan sesuatu darinya…”

“Kami kenalan di kampus. Perbincangan diantara kami bukanlah hal yang spesial.”

“Benar, dan apa yang dia berikan kepada kami hanyalah bayaran untuk teh-nya.”

“…” Sepertinya Rosa akhirnya memahaminya.

Tapi, serius… kami? Bersekongkol dengan setan itu? Kau bercanda? Bagaimana bisa kau mencapai kesimpulan itu?

“Rosa,” kata Kashimiya, menyebabkan wanita yang sedang kebingungan itu diam membeku. “Jika itu benar-benar seperti yang mereka katakan, itu artinya kamu memulai perburuan berpusat pada seseorang yang di dasarkan pada kesalahpahaman parah. Kamu tidak hanya mengganggu mereka, tapi juga melanggar peraturan klan.”

Yah, aku tidak akan bohong. Ini benar-benar mengganggu, pikirku.

“Faktanya, kupikir aku tidak bisa mengizinkan balas dendam mu ini,” tambahnya.

“Eh? Tapi sekte itulah yang memulainya…” protes Rosa.

“Oh? Dan siapa, tepatnya, yang menerima pekerjaan perburuan pemula yang mencurigakan itu hanya untuk mencari keuntungan?” Perkataannya memiliki nada setajam silet dan penuh niat membunuh.

Selama kemarin dan hari ini, aku telah dihadapkan pada niat membunuh milik Figaro, Tsukuyo Fuso, B3, dan Rosa, tapi niat membunuh Kashimiya benar-benar berbeda dengan milik mereka. Itu adalah niat yang tajam. Diasah menuju kesempurnaan. Dan itu membuatku merasa kalau kepalaku bisa jatuh kapan saja.

Oke, bagaimana bisa seorang anak SD mampu menunjukkan niat membunuh sekuat itu? pikirku.

“Dalam perjalanan kemari, aku mendengar semua tentang insiden blokade yang terjadi saat aku sedang pergi.”

“A-Aku harus menerima hal itu untuk membayar perluasan markas kita…” kata Rosa. “Dan kami masih menjaga peraturan perburuan.”

“Itu mungkin tidak masalah bagi klan bandit seperti Goblin Street, kelompok player yang berperan sebagai penjahat seperti Mad Castle, atau pembunuh bayaran seperti Superior Killer, tapi K&R adalah klan pemburu. Katakan padaku, apakah kita membuat peraturan itu agar kita bisa memburu para pemula yang tidak layak kita sebut kelinci?”

“Ghh…” Rosa mengerang dan terdiam.

Jadi, Rosa memutuskan untuk bergabung dalam perburuan pemula tanpa izin dari sang ketua?

Itu memang tindakan yang buruk, pikirku.

“Apakah menurutmu itu adalah perbuatan yang bagus?” Kashimiya kembali menekannya.

“T-Tidak! Aku tidak berpikir begitu!” Kata Rosa dengan takut-takut.

Dia bukan lagi seekor serigala ganas seperti di pertarungan tadi. Sekarang, dia lebih seperti kucing yang berada di luar wilayahnya… atau anjing jinak dengan pemilik yang galak.

Jujur, perbedaan fisik dan umur yang terlalu jelas di antara mereka membuat pemandangan itu agak membingungkan. Rosa memiliki tubuh yang lebih besar dari pada orang dewasa rata-rata, dan dia terlihat setidaknya 20 tahun lebih tua dari Kashimiya.

Hubungan seperti apa sih yang mereka miliki? Apakah sebenarnya Rosa juga merupakan anak kecil? Apakah mereka itu saudara atau sejenisnya? Atau faktanya adalah sebaliknya dan sebenarnya Kashimiya adalah orang dewasa?

Dipenuhi rasa penasaran, aku dengan pelan meminta B3 untuk menceritakan lebih banyak tentang mereka.

“Kashimiya mulai bermain di Tenchi, sebagai seorang player killer solo,” katanya. “Tapi bukannya melakukan PK seenaknya, dia melakukan hal itu hanya karena dia menginginkan duel serius dimana yang kalah akan mendapatkan penalti. Bisa dibilang ‘PK Konsensual.’ Player dengan sikap seperti itu bukanlah hal yang langka di Tenchi, dan itu merupakan salah satu alasan kenapa dia juga berpartisipasi dalam duel sungguhan.”

Begitu, pikirku. Dan dia terus melakukan duel bahkan setelah pindah kesini, dan pada akhirnya menjadi peringkat ke-tiga di ranking duel.

“Rosa, disisi lain, memimpin sebuah klan bandit. Suatu hari, mereka bertarung melawan Kashimiya dan menerima kekalahan telak. Mereka berulang kali mencoba menyerangnya setelah itu, dan, yah… “ B3 terdiam dan menghela nafas panjang, seolah-olah dia tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk menjelaskannya. “Sepertinya, pada akhirnya Rosa jatuh cinta pada Kashimiya…”

“B3,” aku menyela-nya. “Kashimiya itu…”

“… berusia hampir sama dengan avatar-nya.”

“Dan Rosa…”

“… berusia hampir sama dengan avatar-nya.”

Itu sebuah kejahatan!

“Dan asal kamu tau, sebagian besar anggota klan merasakan hal yang sama seperti Rosa.”

Itu hanyalah sebuah fan club! Sebuah sarang para shotacon!

“Pokoknya, pada akhirnya Kashimiya harus pindah dari Tenchi, dan Rosa serta klan-nya mengikuti dan memintanya untuk menjadi ketua mereka.”

“… Dan?”

“Kashimiya menerimanya dengan syarat klan itu harus mematuhi beberapa peraturan, dan itulah yang membawa kita ke masa sekarang ini.”

Oh, jadi Kashimiya marah kepada Rosa karena telah melanggar peraturan itu.

“Ini sebagian adalah salahku karena pergi begitu lama,” lanjut Kashimiya. “Aku harus menetap sebentar di Amerika, mengunjungi nenekku di Hokkaido, dan kemudian harus mengerjakan PR yang sudah menumpuk. Aku benar-benar minta maaf karena hal itu telah membuatku tidak bisa mengunjungi klan.”

Hei, tidak ada yang bisa menyalahkanmu, pikirku. Kehidupan dunia nyata itu juga penting.

“Tapi tetap saja, mem-PK para pemula untuk mendapatkan uang adalah tindakan yang sangat buruk. Jika kamu dikalahkan oleh Lunar Society karena melakukan hal itu, kamu hanya menuai apa yang kamu tanam.”

“T-Tapi darling, tawaran itu terlalu lezat untuk ditolak…”

“Tidak peduli seberapa lezat hal itu, ada beberapa hal yang seharusnya tidak kamu makan! Itulah yang dimaksud menjadi orang bermoral!”

“A-Aku minta maaf!”

Aku benar-benar sedang melihat seorang anak SD sedang memarahi wanita berumur dua puluhan dan mengajarinya tentang moralitas.

“Rosa adalah… orang simple yang tidak memikirkan suatu hal secara mendalam dan jarang mempertimbangkan dampak dari tindakannya,” komentar B3. “Kashimiya, disisi lain, sedikit… tidak, jauh lebih dewasa dibandingkan orang-orang seumurannya, jadi kejadian seperti ini adalah hal yang wajar.”

Yah, aku jelas bisa memahami apa yang dia maksud saat menyebut Rosa sebagai “orang yang bodoh.”

“Bukan hanya itu, tapi…” kata Kashimiya sambil menatap Louie, yang dengan takut mengintip melalui jendela kereta. “Kamu juga melibatkan seorang anak kecil tian dalam pertarungan balas dendammu.”

Dia kemudian meletakkan tangannya di kepalanya, seolah-olah untuk meringankan sakit kepalanya, dan menghela nafas panjang.

Bagi seseorang yang begitu muda, dia benar-benar tidak menganggap enteng hal ini.

“I-Itu karena Tomika tidak mengatakan apapun tentang dirinya…” kata Rosa.

“AKU MINTAAAAA MAAF!” teriak seseorang yang bersembunyi tidak jauh dari tempat kami.

Aku menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang Master wanita—kemungkinan besar adalah anggota K&R lain—yang diam-diam mengamati apa yang terjadi disini.

“Tomika! Kau…”

“Tolong tunda itu untuk nanti,” Kashimiya memotong perkataan Rosa. “Yang lebih penting, tentang saat Unbreakable-san mengatakan kepadamu soal anak kecil tian itu…”

“Twitch…” kata Rosa.

“’Aku akan membawanya ke Torne tepat setelah aku selesai dengan kalian berdua’? Itu perbuatan yang tidak boleh, kan? Kita punya peraturan yang melarang penyerangan Master yang sedang melindungi para tian, bukan?”

“Twitch, twitch!”

… Apakah dia sengaja menyuarakan efek suara itu?

“Rosa, tolong minta maaf.”

“A-Aku minta maaf, darling!”

“Tidak. Bukan kepadaku.”

Rosa dengan enggan berbalik ke arah kami…

“M-Mahaaf.” Itu adalah salah satu permintaan maaf paling canggung yang pernah kudengar.

Kesampingkan penyampaiannya yang buruk, tidak ada seorangpun yang mati dalam pertarungan ini, jadi aku sepenuhnya mau memaafkannya selama dia tidak mencoba menyerang kami lagi.

Tapi, sepertinya B3 punya pemikiran lain.

“Tidak, itu tidak terdengar tulus,” katanya.

“…B3?” Aku mengangkat alis dan menoleh ke arahnya.

Dia membenarkan kacamata-nya, merogoh inventory-nya, mengeluarkan beberapa kertas, dan mulai menulis sesuatu. “Aku mau memaafkan penyerangan ini hanya dengan permintaan maaf tidak ikhlas itu, tapi itu tidak dapat mengganti kerusakan yang dihasilkan. Kami berdua kehilangan Lifesaving Brooch, dan aku harus mengorbankan sejumlah perisai.”

“Ah.”

Dia benar juga. Seseorang harus mengganti rugi semua perisai yang telah Rosa hancurkan, dan tidak ada orang yang lebih cocok melakukannya selain Rosa sendiri.

“Karena hal itu, ini adalah Kontrak untuk kerugian yang kami terima. Tolong kirim uang sesuai yang tertera disana ke akun-ku sebelum batas waktu yang diberikan.” Kontrak adalah sejenis item yang digunakan untuk menetapkan dan menjalankan kontrak, dan B3 memberikannya kepada Rosa untuk ditanda tangani.

“Cih, oke, oke,” gerutu wanita itu. “… Tunggu, apa-apaan jumlah ini?! Ini jelas berada di atas harga pasar! Hell, ini bahkan hampir dua kali lipatnya!”

“Oh? Apakah itu terlalu banyak buatmu?” Tanya B3. “Bukankah kau mendapatkan pemasukan dari perburuan pemula?”

“Kau benar sekali, ini terlalu banyak! Ini tidak hanya melebihi bagianku dari perburuan pemula! Ini bahkan melebihi seluruh simpanan yang kumiliki!”

“… ‘Bagianku?’” Kashimiya mendengar, mengulangi perkataan Rosa dan kembali mengeluarkan gelombang haus darah.

“Ah!” Rosa terkesiap karena menyadari kesalahannya. Dia menutupi mulutnya menggunakan tangannya.

Aku menatap B3, yang membenarkan kacamata-nya seolah-olah bangga dengan kerja bagus yang dia lakukan.

Kau membuatnya berjalan kesana, kan? Pikirku.

“Rosa, kamu bilang itu untuk perluasan markas kita, bukan?” tanya Kashimiya dengan sikap mengancam. “Apakah kamu sebenarnya mengantongi sejumlah uangnya?”

“Yah, Aku… Itu…”

“Tolong ganti rugi perlengkapan mereka, oke?”

“… Baik.”

Dan dengan demikian, Rosa menandatangani Kontrak itu dengan enggan. Saat dia melakukan itu, aku menyadari kalau B3, sedikit mengepalkan tangan yang dia sembunyikan di belakangnya dengan penuh kemenangan.

Kemudian dia mendekati telingaku dan berbisik, “Aku akan memberimu separuh dari uang tambahan yang kita dapat.”

Baiklah, kalau begitu, pikirku. Untuk seseorang yang lembut, B3 benar-benar seorang penawar keras.

Pokoknya, kontrak itu sudah ditanda tangani, dan telah ditetapkan kalau kami akan menerima ganti ruginya.

Dan dari apa yang kudengar, K&R juga berencana untuk membayar kompensasi kepada para korban perburuan pemula yang mereka lakukan.

Bukannya menggunakan uang Rosa atau dana klan, Kashimiya akan bertanggung jawab dan membayar mereka menggunakan tabungannya sendiri.

Ada satu atau dua hal yang perlu dikatakan tentang seorang anak SD yang mengganti rugi kesalahan yang kau perbuat, tapi sepertinya Rosa sepenuhnya menyadari hal itu. Saat ini dia sedang bersujud, dan tampak benar-benar menyesal.

“Perburuan pemula itu sama sekali tidak cocok dengan kebijakan K&R,” kata Kashimiya. “Memburu pemula sebelum mereka bisa tumbuh jelas bukanlah tindakan PK yang baik.”

“’PK yang baik’? Apa?” aku mengangkat alisku.

“Itu adalah PK dimana kamu memburu orang-orang yang sudah kamu beri peringatan, dan mereka menerima tantanganmu.”

Yah, itu memang “baik,” tapi aku bahkan tidak yakin apakah itu masih bisa disebut “PK.”

“Tapi meskipun kalian memberitahu mereka, kalian hanya memberi waktu sepuluh menit untuk melarikan diri, kan?” tanyaku. “Kecuali kamu berada di tepi, itu tidak akan cukup untuk meninggalkan area perburuan.”

“Rosa…” kata Kashimiya dengan nada sedingin es dan dipenuhi niat membunuh. Sepertinya, dia menemukan sebuah masalah dari apa yang kukatakan.

Kemungkinan besar sang pelaku, Rosa, masih berada dalam posisi bersujud, tapi sekarang dia berada beberapa meter jauhnya dari kami.

Sungguh kemampuan merangkak ke belakang yang menakjubkan. Dia sungguh sang Nobushi Princess.

“Waktu yang kita berikan bergantung pada luas area perburuan, tapi itu tidak pernah kurang dari satu jam, kan?” tanya Kashimiya dengan dingin.

“Y-Yah… perburuan tidak berjalan begitu bagus saat kita memberikan waktu sebanyak itu…” jawab Rosa dengan takut-takut.

Seharusnya memang seperti itu. Peraturan itu dibuat agar kita tidak memburu orang seenaknya.”

Jadi, saat Kashimiya sedang pergi, Rosa telah mengganti peraturan yang dia buat. Itu tampak seperti skenario umum tentang pemimpin pengganti jahat yang menyalah gunakan kekuasaannya, tapi dalam kasus ini, semua itu hanya disebabkan karena Rosa bukanlah orang yang pintar.

Aku hanya bisa berharap dia tidak terlalu sering membuat kekacauan di dunia nyata.

“Aku akan bertanya lebih banyak tentang apa yang terjadi sebulan terakhir kepada para anggota lain,” kata Kashimiya. “Saat aku melakukan itu, kamu akan berdiri di lorong dengan ember berisi air di kedua tanganmu.”

“EEHH?!” seru Rosa.

Itu benar-benar hukuman… yang sangat ke-SD-an, tapi itu menjadi jauh lebih buruk karena fakta bahwa yang menerima hukuman itu adalah seorang wanita berumur dua puluhan.

“Kenapa tidak langsung, kau tau… menyingkirkannya?” tanya B3. Aku tidak tau apakah dia menyarankan untuk membunuhnya atau mengeluarkannya dari klan.

“Tidak, ini sebagian adalah salahku, jadi aku tidak akan mengeluarkannya,” jawab Kashimiya. “Dan jika yang kamu maksud adalah memberinya penalti kematian… masalahnya adalah dia malah merasa senang saat ditebas…”

Aku paham. Aku paham. Dia menikmatinya. Baiklah kalau begitu.

“Namun, jika banyak terjadi insiden seperti ini, kupikir aku akan melepaskan kursi ketua dan meninggalkan kla—“

“TIDAAAAAK! JANGAN KLAN! APAPUN SELAIN ITU!”

Rosa dan para anggota K&R yang bersembunyi langsung masuk mode panik dan memintanya untuk mempertimbangkan itu kembali.

Yap, ini benar-benar sebuah fan club idol, pikirku. Aku penasaran apakah semua orang bereaksi seperti ini saat Shu meninggalkan panggung hiburan.

“Hal itu membuatku membayangkan Kuma-niisan mengatakan ‘Aku akan kembali menjadi orang normal!’ sebelum melepaskan kostum-nya dan menunjukkan otot-ototnya,” kata Nemesis secara telepati.

“PFFT!”

Komentar itu membuatku tertawa, tapi untungnya, drama K&R membuat tidak ada seorangpun yang menyadarinya.

Pokoknya, semuanya sudah diselesaikan, dan kami hendak melanjutkan perjalanan ke Torne. K&R sedang bersiap-siap untuk kembali ke markas mereka di ibukota.

“Maaf untuk semua masalah yang terjadi hari ini,” kata Kashimiya. “Aku akan membayarnya saat aku punya kesempatan. Panggil saja aku jika kamu membutuhkan bantuanku.”

“Oh, ok,” jawabku. “Kurasa aku akan menyimpan janji itu.”

Sejujurnya, aku tidak tau bantuan seperti apa yang mungkin kubutuhkan darinya.

“Kalau begitu ini adalah perpisahan. Tomika, tolong siapkan mobilnya.”

“Baik! Oboroguruma!” anggota K&R lain yang ada disini, yang sepertinya bernama Tomika, mengangkat tangan kanannya dan membuat objek mirip kendaraan lapis baja muncul dari dalam tato-nya.

Dari nama “Oboroguruma,” aku hanya bisa menduga kalau itu adalah Embryo miliknya, dan Kashimiya telah menaikinya dari ibukota untuk sampai kemari.

Tomika duduk di kursi sopir, sementara Kashimiya duduk di kursi belakang. Hanya Rosa yang tersisa.

“Unbreakable dan B3… maaf untuk apa yang kulakukan hari ini,” katanya, kembali mengatakan permintaan maaf canggung sambil memalingkan wajah dari kami.

“Itu tidak perlu,” kata B3. “Aku hanya mau uang ganti ruginya.”

“Gnh, oke, oke! Aku akan mengirimkannya kepadamu sebelum minggu depan!”

Rosa berputar dan berjalan menuju Oboroguruma. Kemudian, seolah-olah baru mengingat sesuatu, dia menoleh ke belakang dan mengucapkan perpisahan.

“Sampai jumpa, B3! Kita memang musuh hari ini, tapi jika kau punya waktu, ayo kita melakukan PK lagi!”

Perkataannya tidak berarti apa-apa bagi sebagian orang, dan merupakan sebuah bom bagi sebagian lainnya.

Seolah-olah tidak menyadari apa yang barusan dia katakan, Rosa duduk di dalam Oboroguruma dengan ekspresi riang di wajahnya.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

7 Comments Add yours

  1. alone698 says:

    mulai terbongkar klan b3 yg udh bubar.

    Like

  2. Seika Ushizu says:

    Hmm baru sadar,, Bang Zen klan ‘K&R’ itu kepanjangan ‘Kashimiya&Rosa’ ya?

    btw thanks updatenya Bang Zen

    Like

    1. Albarn says:

      Ohh jadi gitu, ga kepikiran aku

      Like

      1. Seika Ushizu says:

        tapi gak yakin juga, cma dri hasil baca chapter ini karena si Ketuanya tuh Kashimiya dan Wakilnya Rosa, yah kesimpulan nama Guild K&R ntu Kashimiya and Rosa

        Like

    2. alone698 says:

      wkwkwk sm baru tahu w

      Like

  3. zozoz says:

    gue jadi penasaran sama wujudnya rosa

    Like

  4. Kefvin says:

    Thanks, kuma

    Like

Leave a Reply to zozoz Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s