Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 7

Volume 6
Chapter 7 – Perburuan Silang

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Jalur Pegunungan Fadl

“Sepuluh menit telah berlalu. Sekarang K&R akan melakukan perburuan di Jalur Pegunungan Fadl,” suara yang sama seperti sebelumnya bergema di seluruh area, menyatakan akhir dari waktu tunggu.

Karena batas waktu sudah habis, para Master yang tak dapat melarikan diri atau memang berniat untuk melawan menjadi waspada, dan itu tindakan yang tepat, karena serangan pertama dimulai tepat setelah waktu habis.

Yang pertama datang adalah hujan anak panah.

Dari suatu tempat yang entah-berantah, ratusan… tidak, ribuan anak panah menghujani para Master. Serangan itu disebabkan oleh skill job Heavy Bow Samurai, Early Summer Arrow Rain.

Skill itu melepaskan 100 anak panah setiap kali digunakan, dan saat digunakan secara bersamaan oleh 30 pasukan petarung kelompok milik K&R, hal itu menyebabkan hujan 3000 anak panah. Masih-masing anak panah itu hanya memberikan damage kurang dari 100, tapi dengan jumlah sebanyak itu, taktik itu segera mengakhiri hidup kebanyakan target.

Jumlah Master yang menjadi target dari serangan anak panah mematikan itu kurang dari sepersepuluh jumlah seluruh Master yang ada di Jalur Pegunungan Fadl, tapi sepersepuluh itu termasuk Ray dan kelompoknya, yang belum meninggalkan area itu.

Sebagai pemilik Nemesis, Ray mampu menggunakan sebuah Counter Absorption untuk menahan 200,000 damage dari sebuah serangan, tapi skill itu tidak efektif untuk menahan serangan terus-menerus yang ditembakkan dari jarak yang tak dapat dia jangkau. Setiap kali Marie menggunakan taktik seperti itu selama latih tanding mereka, Ray selalu mengalami kekalahan telak.

Dia mungkin bisa membakar anak panah itu menggunakan Purgatorial Flames, tapi sayangnya, dia tidak memiliki tangan kiri untuk melakukan itu.

Wind Hoof milik Silver juga memiliki potensi untuk memblokir mereka, tapi Ray tidak memiliki stok MP, dan juga tidak punya cukup waktu untuk mengaktifkannya, membuat Ray benar-benar tak berdaya melawan hujan anak panah itu.

“Thousand Shutter!” B3 meneriakkan nama sebuah skill saat dia melompat turun dari kereta, dan berniat melindungi kereta itu seorang diri.

Dari dalam inventory-nya, dia mengeluarkan sebuah perisai yang cukup besar untuk menutupi seluruh tubuhnya, dan setelah dia mengangkat perisai itu, sebuah barrier cahaya raksasa berwarna kebiruan muncul di depannya dan menutupi kereta sepenuhnya. Semua anak panah yang menghujani mereka menghantam barrier itu, dan tidak ada satupun yang berhasil menembusnya.

Itu adalah skill milik Shield Giant, dan itu menahan setiap dan semua serangan yang tidak memberikan lebih dari 1000 damage, yang berarti bahwa anak panah itu—yang berfokus pada kuantitas dengan bayaran kualitas—tidak mempunyai harapan untuk menembus barrier itu.

Setelah melakukan hal itu, B3 mengeluarkan perisai yang bahkan lebih besar dari sebelumnya dari dalam inventory-nya, mungkin dimaksudkan untuk digunakan oleh raksasa, dan, tepat setelah hujan anak panah itu berhenti, langsung berubah ke mode ofensif.

“Anti Gravity! Flying Shield!” teriaknya saat mengaktifkan salah satu skill unik milik Embryo-nya dan mengombinasikan dengan skill job lain, yang melibatkan pelemparan perisai.

Dia melemparkannya ke arah anak panah itu berasal, mengombinasikan intuisi, perhitungan, dan pengalaman untuk menyesuaikan lemparannya. Hasilnya? Sukses besar. Perisai itu mendarat di tengah-tengah petarung kelompok milik K&R.

Hanya dengan itu saja, beberapa anggota yang tidak mengenakan Lifesaving Brooch langsung mendapatkan penalti kematian, dan kebingungan yang disebabkan oleh hal itu membuat para petarung yang tersisa tidak dapat menembakkan hujan anak panah berikutnya.

Ray buru-buru membuat Silver bergerak, menggunakan kesempatan itu untuk mencoba membawa mereka keluar dari area.

Bahkan saat tangan kiri palsu-nya memegang tali kekang Silver, dia tetap memegang Nemesis dalam bentuk pedang di tangan kanannya, siap untuk menanggapi apapun yang mungkin terjadi.

B3 melompat ke atas atap kereta dan mempersiapkan perisai-nya, memastikan kalau dia juga sedang sangat waspada.

Keduanya sama-sama bersenjata dan sudah siap, tapi meski begitu, mereka gagal menyadari seseorang yang melompat dari balik sebuah pohon dan bergerak ke bagian depan-kanan kereta yang bergerak itu. “Seseorang” itu tidak lain adalah sang Nobushi Princess, Rosa.

Dia tidak menyia-nyiakan kelalaian kecil itu.

“A Kill Supreme!”

Dan dia menggunakan skill unik milik Job Superior-nya pada Ray.

***

Lima menit sebelumnya, Paladin, Ray Starling

“Wakil ketua K&R bernama Rosa. Job Rosa adalah Nobushi Princess, dan itu adalah Job Superior dari kelompok nobushi,” kata B3 kepadaku.

Dia mulai memberiku info tepat setelah menanyakan apakah aku ingin mengalahkan wakil ketua K&R.

“Meskipun Nobushi merupakan percabangan dari Samurai, Nobushi dan Samurai berfokus pada hal yang benar-benar berbeda,” lanjutnya.

“Sejauh yang kutahu, Samurai lebih mirip seperti Fighter atau Gladiator yang kita miliki disini,” kataku. “Jadi, apa fokus dari Nobushi?”

“Penyergapan dan serangan pertama. Damage yang mereka berikan dengan serangan pertama yang mereka gunakan pada lawan di hari itu benar-benar konyol. Damage yang diberikan skill unik job milik Nobushi Princess bisa dengan mudah mencapai angka ratusan ribu.

Penyergapan, eh…? Pikirku. Kurasa itu didasarkan pada petani di Era Sengoku yang jadi sasaran para pembelot.

Pokoknya, damage enam digit itu tidak main-main. Jumlah itu setara dengan pukulan Shu atau tusukan dari Yinglong’s Fang milik Xunyu.

Melalui seluruh latih tanding yang kulakukan, aku menemukan bahwa Counter Absorption hanya bisa menahan damage sebesar 200,000 sebelum hancur, jadi kecuali damage yang diberikan lebih mendekati angka 100,000 dari pada 1,000,000, bahkan kami pun tidak akan selamat. Dan itu juga merupakan serangan kejutan, jadi aku bahkan mungkin tidak bisa mengaktifkannya tepat waktu.

“Tidak ada gunanya mencoba dan menerima serangan pertama milik Rosa,” kata B3.

“Huh?” aku mengangkat alisku.

“Akan lebih baik jika kamu membiarkannya mengenaimu.”

… B3, kau benar-benar membuatku kebingungan.

“Sergapan nobushi memang sangat ditakuti selama beberapa saat setelah game dimulai. Dan untuk alasannya. Bagaimanapun, job itu adalah sumber damage serangan tunggal yang luar biasa. Mereka khususnya terkenal dikalangan para PK yang senang melakukan penyergapan, dan ada banyak player yang berakhir dengan di OHKO (One Hit KO) oleh para Nobushi. Tapi pada akhirnya, hal itu mulai berubah.”

B3 mengangkat pakaian atasnya dan menunjukkan item yang dia pakai di bawahnya. Itu adalah aksesoris yang sangat kuketahui. Faktanya, aku juga memakainya saat ini.

“Yang menyebabkan perubahan itu adalah Lifesaving Brooch ini. Saat sejumlah player mulai mengenakan item ini, Nobushi kehilangan keuntungan mereka…”

“Begitu…”

Karena Nobushi hanya jadi terkuat di serangan pertama mereka, keberadaan item yang dapat meniadakan damage fatal adalah akhir bagi mereka. Lifesaving Brooch meniadakan satu-satunya keuntungan mereka, dan secara efektif mengubah kekuatan luar biasa di serangan pertama mereka menjadi bukan masalah.

“Tidak aneh bagi suatu strategi MMO untuk menjadi usang karena perubahan lingkungan,” tambah B3. “Aku juga bisa mengatakan strategi Guardian-Jaguarman sebagai contoh lainnya. Strategi itu menjadi usang karena kemunculan King of Beast.”

Pada dasarnya, meta game berubah. Itu adalah hal yang umum terjadi di dunia game multiplayer, dan kau bahkan bisa melihatnya di game-game kartu dan sejenisnya.

“Akan tetapi, Nobushi Princess, dengan stats Job Superior-nya, masih menggunakan strategi ini,” kata B3. “’Menghancurkan Brooch? Itu perkara gampang,’ dan sejenisnya.”

B3 berbicara seolah-olah mendengarnya mengatakan hal itu secara langsung.

“Tapi, itu tidak mengubah fakta kalau Brooch kita bisa meniadakan serangan pertama dan terkuatnya. Dan, seperti yang dapat kamu bayangkan, saat dia melakukan penyergapan, dia hampir sepenuhnya berada dalam mode ofensif, yang berarti…

*

Yang berarti… bagi kami, itu adalah sebuah kesempatan besar.

“Gh!” Serangan Nobushi Princess itu menembus dadaku, dan seluruh damage yang dihasilkan ditiadakan oleh Lifesaving Brooch. Serangannya jauh lebih kuat dari sisa HP-ku, dan tidak mengejutkan kalau Brooch yang ada di dalam armor-ku langsung hancur. Tapi itu bukanlah kerugian, pada saat aku merasakan dampak di dadaku, aku langsung bergerak, benar-benar yakin tentang bagaimana harus membalasnya.

Aku harus mengincar tepat saat serangannya mengenaiku, dan mengembalikannya kepadanya sebanyak dua kali lipat.

“Vengeance…”

Ini adalah teknik yang kubayangkan saat aku bersiap menerima kematian saat menghadapi DGP milik Franklin.

“…is…”

Ini adalah teknik yang berhasil kukuasai saat latih tanding melawan para duel ranker.

“…Mine!”

Dan sekarang, tanpa kesalahan sedikitpun, aku menggunakannya pada Rosa.

“Ap?!” dia tersentak kaget saat serangan balikku membuatnya jatuh dari kereta dengan paksa. Tubuhnya memantul di tanah sebanyak tiga kali sebelum berhenti, membuatnya jatuh telentang dan mudah diserang.

“—tlas! Stronghold Pressure!” B3, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, melompat dari atas kereta dan menggencet Rosa menggunakan perisai raksasa ke-duanya.

Insert5

Tiba-tiba, aku mendengar suara sesuatu sedang dihancurkan.

“…” Aku kehabisan kata-kata.

“Ya ampun,” kata Nemesis. “Aku benar-benar takut melihat apa yang sedang terjadi di bawah perisai itu.”

B3 tanpa ampun meremukkan musuh yang sedang terjatuh, tapi kupikir dia tidak berlebihan. Bagaimanapun, Rosa tetap baik-baik saja bahkan setelah menerima Vengeance-ku, yang memberikan dua kali lipat damage yang dia berikan kepadaku. Itu bukanlah jumlah yang bisa diatasi hanya dengan sebuah Dragonscale Ward—yang mengurangi damage yang diterima sebesar 90%—jadi sudah jelas kalau dia juga memiliki Lifesaving Brooch.

Tidak seperti dalam latih tanding-ku, lawanku saat ini juga bisa menggunakan Brooch, jadi hasil dari serangan balikku sudah cukup jelas. Tapi, serangan B3 setelah itu sudah lebih dari cukup untuk mengakhirinya.

Sebagai bukti, darah yang menyebar dari bawah perisai itu mulai berubah menjadi partikel cahaya secara perlahan, memastikan kalau Rosa telah menerima penalti kematian.

“Kerja bagus, Ray,” kata B3.

“Kamu juga,” jawabku. “Dan hei, kamu benar. Dia benar-benar mengincarku.”

Saat kami membicarakan tentang bagaimana cara menangani Rosa, B3 mengatakan kalau kemungkinan besar Rosa akan menyerangku terlebih dahulu. Aku menduga kalau dia akan mengincar B3, mengingat dia memiliki level yang lebih tinggi, tapi B3 menyarankan sebaliknya, mengatakan bahwa, karena aku memegang kekang, menanganiku terlebih dahulu akan mengurangi mobilitas kami. Sepertinya itu sendiri adalah alasan yang bagus, tapi aku merasa kalau B3 memiliki dasar lain untuk berasumsi demikian.

“Ya, aku sudah menduganya,” kata B3. “Aku dan dia pernah bertarung sebelumnya, dan aku menggunakan skill ultimate yang sama seperti yang barusan untuk membalas serangannya, dengan cara yang mirip teknikmu barusan. Aku menduga dia tidak akan menyerangku agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.”

Oh, jadi sebelumnya kamu sudah bertarung melawannya, pikirku. Itu menjelaskan kenapa kamu tau begitu banyak.

“Tapi wew, aku tak menyangka kita bisa mengalahkan Job Superior semudah ini…” kataku.

“Pertarungan player bukan hanya tentang perbedaan level dan stats,” jawab B3. “Mencegah lawanmu untuk menggunakan kekuatan mereka, sambil menggunakan kartu-mu dengan cara setepat mungkin, adalah hal yang jauh lebih penting.”

Pertarungan barusan adalah contoh yang sempurna untuk hal itu. Kami menggunakan Brooch-ku untuk menangkal kekuatan utamanya, dan kemudian menggunakan kesempatan yang dihasilkan untuk melancarkan kombinasi antara serangan balasanku dan skill ultimate milik B3.

“Harus kukatakan, serangan balikmu cukup menakjubkan,” komentar B3. “Tidak semua orang bisa mendaratkan sebuah serangan sambil menerima serangan.”

“Yah, aku sudah banyak melakukan latihan. Para duel ranker banyak membantuku dalam hal itu.”

Mereka membantuku mempelajari cara melakukan serangan balik sambil menerima serangan dari lawanku. Itu bukanlah skill Dendro, tapi teknik yang kupelajari sendiri. Meskipun aku tidak sempat menggunakannya saat melawan DGP, aku terus menyimpan ide itu di dalam pikiranku, memolesnya dalam banyak latih tanding yang kulakukan selama sebulan terakhir, dan menjadi cukup mahir untuk menggunakannya dalam pertarungan sungguhan.

Semua latih tanding itu telah memberiku banyak kesempatan untuk mengujinya, dan Bishmal, peringkat ke-tujuh di ranking duel, khususnya sangat bersemangat untuk membantuku. Bagaimanapun, dia selalu, tanpa gagal, memulai setiap pertarungan dengan menyerangku menggunakan skill ultimate-nya. Sudah jelas dia melakukan serangan sederhana itu untuk membantuku belajar.

Maksudku… tidak mungkin kalau itu adalah gaya bertarungnya yang sebenarnya, kan? Pikirku.

Pokoknya, karena itu, dia adalah satu-satunya ranker yang lebih banyak kukalahkan dari pada sebaliknya. Para ranker lainnya dapat mengatasi teknik ini setelah pertama kali aku menggunakannya pada mereka, tapi tetap saja, tanpa itu, kami tidak akan dapat memenangkan pertarungan ini.

B3 berkata, “Serangan balasan itu tidak hanya memiliki timing yang sempurna, tapi—“

“A Kill Supreme!” Perkataan B3 dipotong oleh aktivasi sebuah skill. Untuk sesaat, aku benar-benar tak memahami apa yang terjadi.

Tanpa kusadari, sebuah tombak menembus dada B3 dan melemparnya ke pintu kereta.

Tiba-tiba, aku sadar kalau pernah mendengar nama skill dan melihat tombak itu sebelumnya. Serangan ini hanya bisa dilakukan oleh satu orang. “Ya, kau juga mengenakan Brooch. Tidak mengejutkan, B3.” Itu adalah Nobushi Princess, Rosa—orang yang baru saja kami bunuh beberapa saat lalu.

“Yah, aku sangat yakin kalau sekarang itu sudah hancur,” lanjutnya.

“Kenapa kau masih hidup?” tanya B3, masih berdiri meskipun menerima dampak dan damage dari tombak itu. Namun, Brooch yang hancur berjatuhan dari pakaiannya memastikan kalau keadaannya tidak sebaik penampilannya.

“Serangan Ray menghancurkan Brooch-mu,” lanjut B3. “Jadi skill ultimate-ku seharusnya sudah membunuhmu, kan?”

“Yah, normalnya, benar,” jawab Rosa. “Skill-mu memang luar biasa seperti biasa, dan serangan balasan sang Unbreakable sungguh sesuatu. Tapi, sayang sekali buat kalian…”

Dia menyeringai dan menunjukkan benda yang menggantung di lengannya. Meskipun itu melilit lengannya seperti sebuah gelang, setelah dilihat lebih teliti, aku menyadari kalau itu adalah sebuah boneka yang dikeringkan.

“Baru-baru ini aku membunuh seekor UBM dan mendapatkan benda ini. Itulah sebabnya aku masih hidup. Kau bisa menduga apa yang dilakukan benda ini, kan?”

“Mempertimbangkan ada nya darah dan partikel cahaya, aku berasumsi bahwa benda itu “Menciptakan pengganti dan mengganti dirimu dengan hal itu tepat sebelum kau menerima damage fatal.’”

“Tidak buruk, dasar maniak data. Kau kurang lebih sudah memahaminya.”

Jadi pada dasarnya, Rosa memiliki dua aksesoris yang membuatnya bisa menghindari damage fatal.

… Memangnya itu diizinkan?

“Item non-Brooch yang meniadakan damage fatal itu langka dan berharga,” kata B3. “Kau benar-benar beruntung.”

“Ha ha!” Rosa tertawa. “Gadis baik mendapatkan hal yang bagus, kau tau?”

“Apakah itu sebuah candaan?” B3 tersentak. “Karena aku tidak tertawa.”

Meskipun mereka bercakap-cakap seperti teman, aku bisa merasakan udara haus darah berkumpul di antara mereka. Itu mengingatkanku dengan apa yang kurasakan saat melihat Figaro dan Tsukuyo Fuso.

Namun, B3, karena merupakan tipe bertahan, masih belum menunjukkan niat untuk menyerang. Jika dia membuat pergerakan yang salah, Rosa akan segera memanfaatkan setiap celah pada pertahanannya.

“Pokoknya, sekarang tak ada satupun dari kita yang bisa menangani damage fatal,” Rosa kembali berbicara. “Aku juga menggunakan serangan pertamaku pada kalian berdua, dan skill ultimate kecil milik B3 tidak bisa digunakan lagi sampai cooldown-nya selesai. Aku tidak salah, kan? Cooldown skill ultimate-mu tidak selama milikku, tapi itu tetap membutuhkan sedikit waktu, kan?”

B3 tidak mengatakan apapun.

“Selain itu,” Kata sebelum berhenti dan menatapku. “Sekarang aku tau tentang serangan balik si Unbreakable. Kau hanya menggunakan skill yang aktif selama pedang itu menyentuh musuh, bukan? Postur maupun kekuatan yang kau berikan saat menggunakannya sama sekali tidak berpengaruh, kan?”

“Ah!” Aku terkesiap. Dia sudah mengetahui cara kerja serangan balik yang baru saja kugunakan.

Memang benar, Vengeance is Mine akan aktif selama bilah pedangnya menyentuh musuhku, memberikan dua kali lipat damage yang kuterima dari mereka pada bagian tubuh yang disentuh oleh pedang-ku. Tentu, aku harus menusukkan pedangku ke dalam saat bertarung melawan monster besar yang memiliki inti di dalam tubuhnya, tapi hal itu tak diperlukan pada lawan seukuran manusia.

Tidak peduli seberapa buruk postur-ku atau seberapa kecil kekuatan yang kuberikan padanya, Vengeance akan aktif selama bilah pedangnya menyentuh tubuh mereka, yang berarti bahwa aku dapat menggunakan skill itu bahkan saat aku sedang menerima serangan dan tidak bisa memposisikan diriku dengan benar.

Itulah alasan kenapa serangan balik yang kugunakan pada Rosa bisa bekerja dengan baik, dan sepertinya, itu saja sudah cukup baginya untuk memahami cara kerja serangan itu.

“Kurasa kau bisa menyebutnya ‘Impact Counter’ atau sejenisnya,” komentar Rosa.

Dia bahkan memberinya nama. Yah, nama itu tidak aneh atau sejenisnya, jadi kurasa itu tidak masalah.

“Aku sudah mendengar kalau kau melakukan latih tanding dengan para ranker. Aku bisa membayangkan bagaimana Bishmal menyerbu ke arahmu, dan kau menggunakannya sebagai boneka latihan untuk teknik ini.”

“Kau tampak cukup berpengetahuan tentang para ranker,” kata Nemesis.

“Yah, karena aku salah satu dari mereka.” Rosa menyeringai. “Aku peringkat ke-lima, kau tau?”

… Jadi bukan hanya ke-tiga. Peringkat ke-tiga dan ke-lima sama-sama merupakan player killer di klan K&R.

“Itu tidak terlalu spesial,” tambahnya. “Darling-ku bermain mengikuti hobiku, jadi aku juga mengikuti hobinya. Aku juga cukup suka berduel. Meskipun aku tidak bisa menggunakan penyergapanku,” katanya sambil tersenyum.

“Ya,” kataku. “Untuk menyergap seseorang dalam sebuah duel, kau harus bisa seperti Xun… yu..?”

Tunggu dulu, pikirku. Dia baru saja bilang kalau dia tidak bisa menggunakan serangan penyergapannya—teknik andalan kelompok nobushi—di sebuah duel. Kalau begitu… bagaimana dia bisa naik sampai ke peringkat lima?

Seolah-olah untuk menjawab pertanyaan itu…

“Baiklah, kalau begitu. Aku tidak bisa menggunakan skill ultimate milik job-ku, jadi aku akan melawan kalian dalam pertarungan yang adil.” Rosa merogoh inventory-nya dan mengeluarkan sesuatu.

Itu adalah sebuah tengkorak naga, mungkin sejenis naga darat, dan itu bahkan lebih besar dari pada tubuh Rosa. Dia meletakkan tengkorak itu ke ujung tombaknya dan memutarnya dengan santai sebelum mengatakan suatu kalimat.

“Remnants of Warrior Dreams—Gashadokuro!”

Tengkorak yang dia keluarkan itu langsung berubah menjadi bubuk, yang kemudian diserap oleh tombaknya.

Pemandangan itu mengingatkanku kalau peringkat lima di ranking duel dijuluki sebagai “Bone Eater.” Namun, itu tidak berhenti hanya dengan memakan.

“Khaaaaghhh!” Rosa meraung saat tombaknya mengeluarkan cahaya dan aura putih, yang kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya.

Pada saat itu, saat cahaya dan aura yang ada membuat Rosa tidak terlihat…

“Stronghold Pressure!”

… B3 menggencetnya menggunakan perisai raksasa.

Itu adalah perulangan dari serangan sebelumnya, tapi kali ini hasilnya berubah drastis.

“Tidak akan berguna sekarang!” Teriak Rosa saat dia menghentikan serangan B3 dengan santai.

Saat ini dia dibungkus oleh exoskeleton. Bentuknya tampak abnormal, seperti gabungan yang dipaksakan antara tulang manusia dan naga, dan aura yang dia keluarkan benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Rasa aku seperti sedang melihat seorang pejuang perkasa dan hewan ganas yang menempati satu tubuh.

“Hh!” B3 tersentak saat dia melepaskan perisai raksasa-nya dan melompat ke belakang.

“Hhaagh!” Seru Rosa saat dia menghancurkan perisai itu hanya menggunakan tangan kanan exoskeleton miliknya. Benar—perisai raksasa mirip benteng itu hancur hanya dengan sekali pukul.

“Sungguh kekuatan yang luar biasa… Aku jadi teringat dengan Kuma-niisan,” komentar Nemesis, dan aku mau tak mau menyetujuinya. Tentu saja, Rosa masih tak bisa dibandingkan dengan Shu, tapi kekuatannya sekarang tidak bisa dibandingkan dengan sebelumnya. Itu, tak diragukan lagi, merupakan skill ultimate milik Embryo-nya, dan itu adalah skill jenis penguatan, sama seperti mili Riser—peringkat enam di ranking duel.

Sekarang kami menghadapi seorang player yang sedang menggunakan kartu as-nya.

“Dia kuat,” gumamku. Kekuatan dan aura-nya sudah cukup bagiku untuk mengakui bahwa dia benar-benar seorang duel ranker.

Akan tetapi, meskipun begitu, aku masih yakin… “…bahwa kita masih bisa menang,” Nemesis menyelesaikan pikiranku. “Benarkan?”

“Ya,” Jawabku sambil mempererat genggaman-ku di greatsword-ku dan membulatkan tekad untuk bertarung melawan lawan kuat yang ada di hadapanku. “Tapi, itu benar-benar skill ultimate yang merepotkan.”

Selama sebulan terakhir ini aku menghabiskan banyak waktu untuk melakukan latih tanding melawan para ranker. Tak perlu dikatakan, mereka semua jauh lebih kuat dariku, dan—kecuali satu orang—aku berulang kali kalah melawan mereka semua. Namun, aku sangat memahami mana dari mereka yang paling membuatku kerepotan.

Mengesampingkan para Superior seperti Figaro dan Xunyu, lawan paling sulit bagiku adalah peringkat ke-enam, Masked Riser.

Kalian mungkin menduga kalau itu adalah peringkat ke-empat, Juliet, yang memiliki Job Superior, tapi tidak, aku lebih kesulitan melawan Master tingkat tinggi di peringkat enam. Skill ultimate milik Embryo-nya adalah jenis yang membuat dirinya bisa berubah dan membuat kemampuannya meningkat pesat.

Dibandingkan skill ultimate yang melancarkan satu serangan kuat, bagiku,  penguatan status jangka panjang jauh lebih sulit untuk ditangani.

Hal itu semakin diperparah fakta bahwa, dengan stats-ku saat ini, bahkan serangan paling lemah setelah dirinya melakukan perubahan saja akan berakibat fatal bagiku, dan itu saja sudah cukup bagiku untuk mewaspadai musuh seperti itu.

“Rhhaagh!” Rosa, yang sekarang terbungkus exoskeleton, meraung saat dia melakukan serangan, seolah-olah memamerkan fakta bahwa dia memang tipe petarung seperti itu. Kekuatan dari serangannya dan kemahiran dibaliknya memastikan bahwa dia berada di tingkat yang sama dengan para ranker yang terkenal.

“Sialan, dia merepotkan,” gerutuku.

Namun, meskipun Rosa berada satu tingkat dengan Riser dan memiliki skill ultimate yang mirip miliknya, ada satu hal yang membuat keduanya sangat berbeda.

Dari apa yang dapat kulihat, saat ini Nobushi Princess lebih ke tipe daya tahan.

Aku dan B3 telah memanfaatkan beberapa celah pada pertahanannya dan mendaratkan banyak serangan, tapi sepertinya semua itu sama sekali tidak berefek. Faktanya, aku bahkan tidak yakin apakah kami sudah memberikan satupun damage kepadanya.

“Ha,” Nemesis terkekeh. “Kebanyakan ranker berfokus pada kecepatan, jadi kita tidak terbiasa dengan ini.”

Benar, para duelist yang pernah kulawan lebih memprioritaskan kecepatan dari pada ketahanan, dan penyergapan Rosa telah membuatku berasumsi kalau dia juga sama.

“Tunggu, mungkin dia…” Mungkin gaya bertarungnya berubah saat dia menggunakan skill ultimate-nya? Pikirku.

Aku menduga hal itu karena dia mengaktifkan skill itu menggunakan tengkorak monster, dan karena, saat Marie menunjukkan siara di kristal-nya, gaya bertarung Rosa berbeda dengan yang sekarang.

Saat itu, bukannya sepenuhnya terbungkus oleh exoskeleton, dia hanya mengenakan satu set pelindung tangan dan kaki yang terbuat dari tulang. Hal ini membuatku bisa berasumsi bahwa skill itu dapat menciptakan exoskeleton yang ditujukan untuk gaya bertarung yang berbeda tergantung pada tengkorak apa yang dia gunakan, yang membuat skill itu menjadi tidak hanya kuat, tetapi juga serbaguna.

“Aahahahahahah!” Rosa tertawa dengan keras. “Ayo, ayo, AYO!”

Dia berlari ke arah B3 sambil dengan terampil menggunakan tangan kanannya yang mirip gada dan tombak—kemungkinan besar adalah Embryo-nya—yang terpasang di tangan kirinya. Kekuatannya memang besar, dan serangannya merusak perisa B3 bahkan hanya dengan sebuah goresan.

Sekarang Rosa unggul dalam hal pertahanan dan serangan, membuat kami kewalahan meskipun ini adalah pertarungan 2v1.

“Tapi,” kataku saat aku menyadari sesuatu. “Dia tidak cepat.”

Kecepatannya tak dapat dibandingkan dengan para duel ranker yang pernah kuhadapi. Faktanya, dia bahkan lebih lambat dariku, yang merupakan hal gila, mengingat dia jauh lebih cepat saat menyergap kami.

Kebanyakan akan berasumsi bahwa dia menjadi lebih lambat karena beban yang ditambahkan karena perubahannya, tapi itu hanya setengah benar. Dia memang melambat karena penambahan berat, tapi itu jelas bukan disebabkan oleh perubahannya.

Tidak. Berat tambahan itu bahkan tidak datang dari dirinya sendiri.

“Aku tau akan jadi seperti ini, tapi aku masih terkejut karena kau masih bisa bergerak meskipun sedekat ini,” gumam B3. “Maksudku, beratnya bahkan bisa sampai 500 kali lebih besar dari biasanya.”

Itu adalah salah satu skill Embryo milik B3.

Retakan muncul di sekitar kaki Rosa, dan kakinya tenggelam sekitar sepuluh sentimeter ke dalam tanah. Jika skill “Anti-Gravity” yang telah B3 gunakan sepertinya membuat sesuatu menjadi lebih ringan, yang satu ini sepertinya memiliki efek sebaliknya.

Tapi, meskipun menerima gravitasi 500 kali lebih besar dan mencapai titik dimana dia mulai menghancurkan tanah yang dia pijak, Nobushi Princess masih bisa berlari ke arah B3 dan menyerangnya.

Skill itu cukup melambatkannya sampai B3 mampu menangkis serangan Rosa dengan permukaan melengkung dari perisai-nya. Tapi, sudah jelas bahwa serangan langsung akan menghancurkan perisai itu, sama seperti yang sebelumnya.

Aku juga menyadari kalau B3 bertahan dari serangan Rosa sambil menjauhkan diri dari kereta. Louie masih ada di dalam, bersembunyi dari pertarungan dan dilindungi oleh barrier pertahanan milik kendaraan itu. Namun, barrier itu jelas tak berarti banyak melawan Rosa yang saat ini, jadi B3 memastikan untuk membawanya sejauh mungkin dari kereta.

Sebelum batas waktu habis, aku dan B3 telah membicarakan tentang kemungkinan K&R akan menghentikan serangan mereka jika kami memberitahu mereka kalau ada Louie, seorang tian, bersama kami.

Klan itu miliki sejumlah aturan, dan tidak ada satupun anggotanya yang ingin masuk ke daftar buron, jadi jika mereka tau soal Louie, ada kemungkinan kalau mereka akan membiarkan kami pergi.

Namun, B3 telah mengatakan bahwa: “Jika mereka tidak berhenti, situasinya akan berubah dari buruk menjadi yang terburuk.”

K&R telah memulai serangan saat kami tepat berada di tengah area ini, saat kami paling sulit untuk melarikan diri. Jika mereka memiliki semacam alasan untuk mengalahkan kami, memberitahu mereka soal Louie kemungkinan besar malah akan membuatnya menjadi sandera.

Dan sekarang karena kami mendapati Nobushi Princess—player terkuat di antara mereka—sendiri yang mendatangi kami, sudah jelas kalau mereka berniat untuk membunuh kami.

Harus melindungi Louie akan jauh meningkatkan kesulitan pertarungan ini, dan tidak akan sulit bagi Rosa untuk membuat semacam taktik terhadap kami jika dia mengetahui tentang keberadaan Louie.

Menurut B3, “Kami tidak tau seberapa bagus klan itu mematuhi peraturan Kashimiya tanpa kehadiran dirinya, jadi akan lebih baik untuk bertindak sambil mewaspadai hal terburuk.

Dan karena itu, sekarang kami bertarung sambil menyembunyikan keberadaan Louie dan mencoba melakukan yang terbaik agar dirinya tidak terluka sedikitpun.

Sebagai catatan: Aku telah menanyakan tentang skill pencari kehidupan dan apakah itu juga bekerja pada Louie, dan B3 telah mengatakan kalau skill itu bekerja berdasarkan level, jadi seorang anak kecil tian tetap tak akan terdeteksi. Bagaimanapun, anak kecil tian biasa tidak memiliki job sehingga jelas tidak memiliki level, dan membuat mereka kebal terhadap pencarian itu.

Hal itu didukung dengan fakta bahwa Rosa tidak pernah sekalipun menyinggung soal Louie, yang artinya dia antara tidak tau kalau Louie ada disini… atau hanya berpura-pura kalau dia tidak tau.

“Senang melihat skill ini lagi, B3!” teruak Rosa. “Rasanya aku seperti berada di arc pelatihan di sebuah manga! Meskipun, kau juga tau kalau ini tidak cukup, KAN?!”

“Gh…!” seru B3.

Pertarungan mereka menjadi semakin memanas.

Yang dimaksud Nobushi Princess jelas adalah skill ultimate yang telah B3 gunakan. Jika B3 menggunakan skill itu saat pergerakan Rosa dibatasi seperti saat ini, B3 dapat meraih kemenangan dengan mudah. Aku ingat kalau salah satu PK di kristal milik Marie telah menggunakan kombo yang sama.

“Katakan padaku, B3!” lanjut Rosa. “Kenapa kau tidak berganti ke job utama-mu?! Apakah kau meremehkanku atau apa?!”

“Oh tidak, inilah yang terbaik yang bisa kulakukan sekarang,” jawab B3.

“Berhenti berakting dan bertarung habis-habisan, sialan!” Dan Rosa terus melanjutkan serangannya pada B3, yang melakukan yang terbaik untuk bertahan dari hal itu.

Aku diabaikan dalam pertarungan itu, karena sepertinya Rosa tidak menunjukkan niat untuk melukaiku. Faktanya, dia bahkan sama sekali tidak melirikku. Wanita itu hanya fokus pada B3.

“Hmph, sepertinya kau menjadi terlalu terkenal,” kata Nemesis.

“… Yap.”

Trik yang kumiliki, seperti kombo Counter Absorption-Vengeance, sudah diketahui banyak orang.

Semua itu disebabkan oleh siaran dari pertarunganku melawan RSK yang bersuara, dan suaraku telah didengar sama jelasnya dengan suara Franklin. Karena hal itu, sekarang sudah jadi pengetahuan umum kalau aku memiliki skill yang dapat menyerap damage, dan aku bisa mengembalikan damage itu kepada si penyerang. Siapapun yang mengetahui hal itu tidak akan mau menyerang seorang pengguna serangan balik sepertiku.

Rosa sepertinya tau kalau Vengeance milikku dan Nemesis adalah satu-satunya hal yang bisa menembus daya tahannya dan memberikan damage kepadanya, jadi dia sengaja mengabaikanku dan hanya mengincar B3.

Aku memikirkan hal ini dalam diam. Dengan Louie yang sedang ada di dalam kereta, aku tidak bisa menggunakan Hellish Miasma. Tentu, aku bisa memberinya Elixir, tapi miasma itu dapat terbawa angin dan meracuni orang lain, jadi pada akhirnya, itu benar-benar bukan sebuah pilihan.

Hal itu membuatku hanya memiliki satu pilihan: kombo Counter Absorption-Vengeance yang biasa.

Namun, itu membuat kombo itu bekerja, aku harus membuat Rosa menyerangku, dan satu-satunya cara agar aku bisa membuat hal itu terjadi adalah dengan menyelinap di antara dirinya dan B3 saat dia sedang menyerang.

Itu tidak akan mudah, mengingat aku harus melakukannya sambil memastikan dirinya tidak menyadariku. Saat ini dia tidak melihat ke arahku, tapi dia jelas akan melihatku jika aku mendekati mereka.

Aku melihat sekeliling dan mengamati pilihanku.

‘Ray! Ini buruk!” seru Nemesis, membuatku buru-buru kembali melihat pertarungan mereka.

Situasi B3 sedang gawat. Bukan dalam arti siapa yang lebih unggul, tapi karena posisinya.

Aku tidak tau bagaimana, tapi mereka berganti tempat, dan kareta kami sekarang berada tepat di belakang B3.

“HAHAAH! Ayo, B3!” teriak Rosa.

Meskipun sedang terpengaruhi oleh gravitasi super, dia berlari ke arah B3 dengan sangat ganas, menghancurkan tanah yang ada di bawahnya. Kekuatan dan semangat yang dia tunjukkan membuatnya tampak tak manusiawi, sangat mirip seperti Pure-Dragon yang tulangnya telah digunakan sebagai bahan untuk exoskeleton itu.

“Gh…!” B3 menggerutu dengan marah, tidak melakukan apapun untuk menghindari serangan Rosa yang datang.

Itu bukan karena dia tidak bisa—dia hanya tidak melakukannya. Bagaimanapun, ada Louie di dalam kereta yang ada tepat di belakangnya.

Ini adalah salah satu taktik yang dapat Rosa gunakan pada kami. Jika Rosa mengincar Louie, kami tak punya pilihan lain selain melindunginya, meskipun kami harus mengorbankan kemampuan kami untuk melindungi diri sendiri.

Sepertinya Nobushi Princess tidak berniat melakukan hal itu, tapi itu tidak mengubah fakta bahwa situasi kami saat ini lebih gawat dari sebelumnya.

Jika B3 menghindari satu serangan yang tepat mengarah ke kereta, itu akan membahayakan nyawa Louie. Oleh karenanya, dia tak punya pilihan lain selain menerima serangan itu secara langsung.

“Fatal Defender!” Dia meneriakkan sebuah skill, membuat perisai-nya bersinar untuk sesaat, dan kemudian hancur saat terkena serangan dari Rosa.

Dampak serangan melemparkan B3, dan membuatnya menghantam kereta.

Rosa tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan kembali menyerangnya.

“HA! Skill itu meningkatkan defense-mu dengan bayaran hancurnya perisaimu, kan?! Bukankah kau cukup putus asa?!”

“Diam. Fatal Defender!”

B3 mampu menahan serangan selanjutnya dengan menggunakan skill yang sama, tapi jika setiap penggunaannya benar-benar mengorbankan sebuah perisai, maka situasinya benar-benar buruk.

Aku harus menemukan cara untuk membantunya.

“Aku harus pergi… kesana,” kataku sambil mengambil tindakan, pergi secepat yang kubisa sambil berusaha untuk tidak disadari oleh Rosa.

Aku menuju ke sisi kereta yang berlawanan dengan mereka.

Selama waktu itu, B3 telah kehilangan lima perisai, dan perlahan mulai menerima damage, yang menyebabkannya melambat saat mencoba mempersiapkan perisai ke-enam.

Nobushi Princess tidak cukup baik hati untuk melewatkan celah itu.

“KAU SELESAI, B3!” teriaknya sambil mengayunkan kedua tangannya ke bawah.

Gada tulang di tangan kanannya dan tombak di tangan kirinya semakin mendekat ke arah B3, memiliki cukup kekuatan untuk mengakhirinya.

Namun, tepat sebelum serangan itu kena, aku melompat keluar dari bawah kereta.

“?!” B3 tersentak.

Saat Rosa sedang berkonsentrasi pada pertarungannya dengan B3 dan menyerang ke arah kereta, aku menyelinap ke bawah kereta dari sisi satunya.

Kendaraan itu telah di desain untuk menangani jalanan tak rata, dan lantainya cukup tinggi untuk kumasuki hanya dengan sedikit membungkuk. Area di bawah kereta adalah titik buta bagi Rosa, karena dia sudah cukup tinggi dan exoskeleton yang berukuran cukup besar itu semakin meninggikan sudut pandangnya.

Tentu saja, kereta ini juga masih lebih tinggi dari dirinya, dan hal itu bisa menjadikannya sebuah dinding yang mencegah Rosa melihatku pergi ke sisi lainnya dan menyelinap ke bawah kereta. Dari sana, aku bisa menyelinap di antara B3 dan Rosa, yang memberiku kesempatan sempurna.

“Counter Absorption!” Nemesis berteriak dan mengaktifkan skill itu.

“Sial—! Persetan, aku akan menembusnya!” Rosa bereaksi, ragu untuk sesaat sebelum menyerang dengan lebih ganas.

Dia berniat untuk menghancurkan barrier, diriku, dan B3 secara bersamaan.

“RHAAAGH!” teriaknya saat gada tulang yang ada di tangan kanannya menghantam barrier, dan membuatnya retak. “RUOOAGH!” dia kembali meraung saat melancarkan serangan dari tombak di tangan kirinya.

Barrier cahaya itu sudah tidak ada lagi disana untuk melindungi kami, dan tombak itu mendekat dengan cepat untuk menghancurkanku dan B3.

“Counter Absorption!” Nemesis kembali mengaktifkan skill itu, dan menciptakan barrier cahaya kedua.

Aktivasi Counter Absorption super cepat. Itu adalah hal yang harus dia pelajari jika kami ingin bisa menghadapi para petarung berkecepatan tinggi di ranking duel. Barrier kedua tidak hanya meniadakan serangan yang pasti akan membunuhku, tetapi juga memberiku kesempatan untuk melancarkan serangan balasan.

“Vengeance…”

Serangan balik ini memiliki damage dari dua serangan kuat. Exoskeleton milik Rosa mencegahku untuk melepaskan serangan ini ke tubuhnya, dan aku ragu kalau serangan ini cukup untuk menghancurkan tulang keras yang menyelimutinya saat ini. Namun, aku sudah tau kemana harus mengincar agar serangan balikku ini menjadi efektif.

“…is Mine!”

Pedangku menyentuh ujung dari tombak yang di arahkan kepadaku—tubuh utama dari Embryo-nya, Gashadokuro.

Pada saat aku selesai mengaktifkan skill itu, Gashadokuro menerima dua kali lipat dari jumlah damage yang telah kukumpulkan dengan dua Counter Absorption.

Damage itu melampaui daya tahan Embryo itu sebagai sebuah senjata, dan sesaat kemudian, Embryo itu hancur berkeping-keping.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. alone698 says:

    Embryo superior hancur waduh terlalu unggul nih mc dibuat ceritanya.

    Like

  2. Adestiarini says:

    keren min

    Like

  3. Anonymous says:

    tanks min.. seryu bgt..
    ttap smangat tl.nya.. dan ditunggu lanjutannya..

    Like

Leave a Reply to alone698 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s