Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 6

Volume 6
Chapter 6 – Selama Perjalanan

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

Mengendarai kereta kami saat rodanya meninggalkan jejak di jalanan tanah di bawahnya, kami perlahan-lahan pergi menuju Desa Torne.

Yah, menyebutnya “kereta kami” sebenarnya tidak terlalu tepat, mengingat fakta bahwa kereta ini adalah milik B3 sendiri. Tapi, kereta ini sedang ditarik oleh Silver milikku, jadi istilah itu juga tidak sepenuhnya salah.

Aku dan B3 duduk di kursi kusir, sementara Louie berada di dalam kereta.

Kendaraan ini didesain dengan sangat baik. Rangkanya cukup tinggi sampai aku bisa memasukinya hanya dengan sedikit membungkukkan badan, dan rodanya mirip seperti roda mobil off-road lama, yang membuatnya bisa dengan mudah mengatasi jalan yang tak rata. Kereta ini juga dilengkapi dengan berbagai sihir, memberinya fungsi seperti AC, pengurang guncangan, perluasan ruang interior, dan sebuah barrier pertahanan.

Secara keseluruhan, kereta ini setara dengan kendaraan lapis baja yang digunakan oleh para VIP di dunia nyata. Hal itu membuatku menjadi semakin penasaran kenapa B3 hanya memiliki kereta. Bagaimanapun, apa bagusnya kendaraan bertenaga kuda tanpa seekor kuda untuk menariknya?

“Jadi, kenapa kamu hanya memiliki kereta?” Aku membiarkan rasa penasaran mengalahkanku dan bertanya secara langsung.

Menanggapi hal itu, B3 meletakkan tangannya di depan mulutnya dan berpikir selama beberapa saat sebelum berkata, “Kereta ini adalah property bersama milik klan-ku.”

“Kamu adalah ketua sebuah klan?”

“Ya. Sekarang itu sudah dibubarkan, sih,” katanya sambil menurunkan pandangannya, terlihat agak kesepian. “Klan itu memiliki banyak anggota yang memiliki kehidupan yang sibuk, kamu tau. Ada orang yang memiliki anak atau orang yang harus bekerja, orang yang sedang merintis usaha, murid pencari kerja, petugas polisi, profesor universitas… mereka semua sangat sibuk sampai-sampai membuat kehidupan kampus terlihat mudah.”

Dia berbicara sambil mengarahkan pandangannya ke pemandangan yang ada di depan, tapi aku merasa seakan-akan apa yang sebenarnya dia lihat adalah kenangan indah di masa lalu.

“Meskipun mereka memiliki jadwal yang padat, kami bisa berkumpul dan membunuh monster, menyelesaikan quest… pergi berburu, berpesta, dan melakukan banyak hal menyenangkan lain.” Ekspresi yang ada di wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kebohongan. Dia benar-benar menikmati waktu-nya bersama klan-nya.

… Tunggu, kenapa “membunuh monster” dan “pergi berburu” dibedakan? Pikirku.

“Mungkin yang dia maksud berburu harta karun?” Kata Nemesis secara telepati. “Bagaimanapun, hal itu pasti berbeda dengan di duniamu.”

Yah… itu masuk akal.

“Tapi belum lama ini, kami mengalami pukulan yang sangat keras. Banyak dari kami, termasuk diriku, kehilangan equipment dan item lainnya,” katanya sebelum menutup mata dengan sikap menyesal dan menunjukkan senyum kecut. “Karena hal itu dan kehidupan kami yang mulai berubah, kami memutuskan bahwa kami telah memiliki cukup banyak kesenangan dan memutuskan untuk membubarkan klan.”

“Begitu…”

Sepertinya, tidak peduli se-nyata apapun itu, Infinite Dendrogram tetap tidak lepas dari peristiwa yang biasa terjadi di MMO seperti berakhirnya sebuah klan.

“Dengan pembubaran itu, item bersama milik klan dibagikan kepada para player yang masih akan tetap bermain,” katanya. “Aku masih ingat para anggota menawarkan kereta ini kepadaku sambil mengatakan ‘Kendaraan sutera ini harus jadi milikmu, bos.’ Aku menghargai perhatian mereka dan dengan senang hati menerimanya, tapi… eheheh.” Dia terkikik saat dia mengingat sesuatu—

… Tunggu, “bos?”

“Aku menerima kereta ini, tapi tidak memiliki monster untuk menariknya,” lanjutnya. “Aku tidak pernah memikirkan hal itu karena akan selalu ada anggota klan dengan monster peliharaan yang dapat menariknya. Karena hal itu, aku sekalipun belum pernah menggunakannya sejak saat klan dibubarkan…”

Tiba-tiba, sambil masih memegang kekang, dia berbalik menatapku dengan mata yang tampak sedikit kesepian dan gembira.

“Senang rasanya kita bisa menggunakannya hari ini.”

“Ya.” Aku mengangguk. “Sekali lagi terima kasih, B3.”

Sekitar tiga jam telah berlalu sejak kami meninggalkan ibukota. Saat ini kami sedang berada di jalan yang bernama “Jalur Pegunungan Fadl.”

Sejujurnya, aku merasa bahwa “Jalur Pegunungan” itu sedikit berlebihan, mengingat kami hanya melewati perbukitan, bukannya pegunungan.

Pokoknya, menurut Louie, saat ini kami sudah separuh jalan. Kami berangkat sebelum sore, jadi, jika lancar, kami akan sampai di Desa Torne sebelum matahari terbenam.

Kesampingkan itu, aku menyadari kalau jalan ini sangat ramai. Sama seperti kami, ada banyak orang yang pergi ke wilayah utara, baik berjalan kaki maupun menaiki kereta.

Bahkan ada banyak orang yang membawa anak-anak, sehingga sangat tidak mungkin kalau mereka hendak pergi berburu atau berdagang.

“Apakah ada sesuatu yang tak kuketahui?” tanyaku.

“Festival Kincir Bintang akan segera berlangsung,” kata Louie sambil menyembulkan kepalanya melalui jendela kereta.

“Festival Kincir Bintang?” Menurutnya, Festival Kincir Bintang adalah acara yang diadakan oleh sekelompok desa yang terletak di sebelah utara ibukota, dengan Torne sebagai pusatnya.

Festival itu adalah sebuah tradisi yang sudah berlangsung lama, dan terkenal karena ada banyak hiasan mirip kincir di seluruh desa dan peluncuran kembang api di langit malam. Hal itu menarik banyak turis dari desa terdekat dan juga ibukota, yang kemudian menarik para pedagang yang mengincar keuntungan dari mereka.

“Yah, itu memang terdengar seperti sebuah festival,” komentarku.

“Benar sekali!” Kata Louie dengan bersemangat. “Sampai tahun lalu, kami selalu pergi melihatnya setiap tahun bersama Papa, dan itu sangat menyenangkan! Tapi sekarang…”

Dia tiba-tiba kembali bersedih. Itu sudah wajar, mengingat ayah yang dia sayangi mungkin tidak akan datang untuk menyaksikan festival itu.

“Kami akan menemukan ayahmu, jadi jangan khawatir,” kataku.

“Oke. Tolong temukan dia, kak.”

Kami terus melewati jalan menuju utara sambil membicarakan ini dan itu. Akhirnya, kami menaiki sebuah bukit yang tak terlalu curam.

“Ah…” Louie tersentak, dan sepertinya menyadari sesuatu.

“Ada apa?” tanyaku.

“Tempat ini…” katanya sambil melihat sekeliling dengan tatapan nostalgia. “Ini adalah tempat dimana Aku dan Mama bertemu dengan Papa.”

***

Empat tahun lalu, Jalur Pegunungan Fadl

Itu terjadi empat tahun lalu, di waktu Infinite Dendrogram.

Louie dan ibunya, Farica, sedang berada di Jalur Pegunungan Fadl, menaiki kereta penumpang menuju desa Torne. Penjahit tua yang ada di desa itu baru saja meninggal, dan Farica—memiliki job yang sama—telah dikirim kesana oleh guild Penjahit sebagai pengganti.

Bukan hal yang aneh bagi guild untuk memindahkan anggota mereka ke desa dan kota sekitar, tapi perjanjian seperti itu tidak pernah dipaksakan, dan Farica telah menerima tugas itu secara sukarela.

Alasan utama Farica melakukan hal itu adalah uang. Setahun sebelumnya, dia telah kehilangan suaminya, ayah kandung Louie, karena kecelakaan, dan uang yang dia tinggalkan sudah mulai habis.

Meskipun dirinya sendiri memiliki pekerjaan sebagai penjahit, itu tidaklah cukup bagi seorang ibu dengan anak sekecil Louie, khususnya dengan meningkatnya jumlah penjahit terampil baru-baru ini… para Master.

Karena mereka, persediaan mulai melampaui permintaan, dan pakaian buatan tian, yang pada dasarnya memiliki kualitas yang lebih rendah dibanding buatan para Master, menjadi semakin sulit dijual. Turunnya pekerjaan yang ada telah membuat Farica kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari, dan meskipun situasinya tidaklah gawat, pada akhirnya situasi itu pasti akan memburuk, sehingga dia memutuskan untuk pindah ke Torne.

Karena itu adalah sebuah pekerjaan guild, dia akan menerima bayaran dari pekerjaannya dan subsidi dari guild, belum lagi menjauhkan diri dari kota yang memiliki persediaan berlebih akan membuat permintaan produknya meningkat pesat. Didorong oleh keinginan agar putranya bisa tumbuh dengan sehat, jauh dari jerat kemiskinan, dia memutuskan untuk membawanya dan pindah ke desa Torne, dan itu bukanlah keputusan yang salah.

Keluarga kecil mereka akan menerima uang untuk keperluan sehari-hari, putranya akan tumbuh dengan sehat, dan Torne akan memiliki seorang Penjahit. Semua orang yang terlibat akan sama-sama diuntungkan.

Memang, keputusan Farica bukanlah sebuah kesalahan… tapi sayangnya, Dewi Keberuntungan, tidak bisa ditebak seperti biasa, tidak memberkati dirinya di hari kepindahannya. Kereta penumpang yang dia naiki diserang oleh lebih dari seratus monster.

Dari jarak kurang dari seratus metel, mereka menyerbu langsung ke arah kereta penumpang, meninggalkan debu tebal di belakang mereka.

Itu adalah segerombolan “Violent Fanged Boar.” Sama seperti namanya, mereka adalah monster karnivora brutal yang dikenal gigih mengejar bau darah.

Meskipun wilayah itu adalah habitat asli mereka, sangat jarang mereka berburu dengan jumlah sebanyak itu. Namun, ini adalah dunia dimana kemunculan UBM yang tiba-tiba dapat mempengaruhi perubahan habitat para monster, dan kadang-kadang memaksa mereka untuk membentuk gerombolan besar. Oleh karenanya, serangan babi hutan terhadap kereta penumpang itu hanyalah sebuah kesialan belaka—kejadian yang akan sangat membahayakan mereka yang tidak memiliki kekuatan untuk melawan gerombolan babi hutan itu.

Sang kusir buru-buru mencoba memutar-balik kereta dan melarikan diri dari para babi hutan itu, tapi gerombolan yang mengancam itu membuat kuda-kuda penarik kereta ketakutan, panik, dan membuat kereta terguling kesamping.

Para penumpang dan juga barang bawaan sama-sama terlempar dari kereta, dan meskipun tak ada satupun korban jiwa, itu tidak mengubah fakta bahwa situasi itu benar-benar tak ada harapan.

“Cepat! Berdiri dan lari!” teriak salah satu petualang tian yang ditugaskan untuk melindungi kereta penumpang itu.

Menghadapi ancaman ini, mereka telah benar-benar mengabaikan tugas mereka.

Beberapa mencoba untuk menjadi barisan belakang, dan melindungi para penumpang saat mereka lari, tapi para petualang berpengalaman menolak ide itu, dan mengatakan kalau itu sama saja dengan bunuh diri.

Tidak ada orang yang bisa menyalahkan mereka. Meskipun para petualang itu memiliki job petarung, jumlah babi hutan itu terlalu banyak untuk dihadapi oleh tian berlevel di bawah 100.

Melarikan diri bersama dengan para penumpang sambil menghindari pertemuan dengan para monster terdengar layak dilakukan… atau tepat untuk dilakukan.

Sayangnya, melakukan hal yang tepat tidaklah mudah, dan kali ini, itu harus dibayar dengan pengorbanan dua penumpang—seorang bocah laki-laki dan ibunya.

Setelah kereta terguling, Farica masih berada di dalam, dan kakinya tertindih barang bawaan, sementara Louie menangis di sampingnya. Dia memohon agar seseorang dapat menyelamatkan ibunya, tapi semua orang lainnya telah melarikan diri.

Itu sudah wajar. Situasinya sangat gawat, dan setiap detik sangatlah berharga. Siapa saja yang mencoba menolong mereka bisa dengan mudah berakhir sebagai mangsa para babi hutan itu, dan meskipun mereka berhasil, pendarahan yang dialami Farica dan semua darah yang membasahi Louie pasti akan menarik para monster. Tidak ada satupun rencana pelarian yang bisa menyelamatkan keduanya.

Kematian mereka sudah jelas tak dapat dihindari dan bahkan mungkin dibutuhkan, jadi orang-orang lain mulai berlari sambil menutup telinga mereka terhadap permohonan bocah itu.

Nasib yang tak dapat dihindari itu akan segera membawa kematian kepada ibu dan anak itu, dan keduanya tidak mempunyai cara untuk membalikkan takdir yang kejam itu.

Namun, mereka melakukannya.

“Gringham!” seseorang berteriak tepat saat seekor Babi Hutan hendak menyerbu ke arah lantai kereta terpampang dan menghancurkannya.

Perkataan itu—tidak, panggilan itu…

“GROAAAAHHHHHH!”

… dijawab oleh hewan raksasa yang menancapkan taringnya ke leher Babi Hutan itu dan menghancurkan tulang belakangnya, dan langsung mengakhiri nyawa Babi Hutan itu.

Itu adalah seekor singa, yang memiliki surai setebal kain wool dan ukuran sebesar gajah. Hewan itu mengalahkan babi hutan karnivora, dan menunjukkan dirinya sebagai predator puncak yang sebenarnya disana.

“Apakah kau baik-baik saja, nak?” tanya satu dari dua orang yang melompat dari punggung singa itu.

Orang yang mengatakan hal itu adalah seorang prajurit botak. Dia memiliki bentuk wajah seperti orang dari Tenchi dan tubuh kekar yang tertutupi armor ringan.

Yang satunya adalah seorang gadis berambut hijau. Dia melotot ke arah gerombolan Babi Hutan itu dengan ekspresi yang agak samar di wajahnya.

Prajurit botak itu berlari ke arah Louie, yang pada saat itu sudah terlalu takut untuk berdiri, dan mengulurkan tangan kirinya kepadanya. Ada sebuah tato berwarna biru di punggung tangan kiri milik pria itu.

“Itu adalah peliharaanku, Gringham,” katanya. “Dia akan menghalau monster-monster itu, jadi kau hanya tinggal lari, dan…”

“M-Mamaku! Mamaku masih ada di dalam kereta!” teriak Louie, membuat prajurit botak itu menoleh ke arah kereta, dimana dia melihat Farica, yang kakinya sedang tertindih barang bawaan.

Dia segera datang menolongnya dan berkata, “Aku akan menolongmu!”

“Jangan pikirkan aku! Tolong selamatkan saja putraku!” protesnya, mendesak prajurit botak itu untuk memprioritaskan Louie. Itu adalah hal yang masuk akal untuk dilakukan. Bagaimanapun, kakinya yang terluka tidak hanya membuat dirinya tidak bisa lari, tapi juga membuat dirinya menarik perhatian babi hutan ganas. “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkanku saat ini… Jadi tolong, selamatkan putraku…”

“Kupikir tidak begitu,” bantah prajurit botak itu. “Kau akan selamat jika aku membunuh semua monster itu.”

“Tapi itu—!”

“Jika itu adalah sebuah keajaiban… Jika keajaiban bisa menolongmu, maka aku akan menjadi pembawa keajaiban!” Dia berdiri, lalu menatap ke arah gerombolan babi hutan yang sedang bertarung dengan peliharaan kesayangannya.

“Juno!” dia memanggil nama gadis berambut hijau itu, membuatnya berubah menjadi partikel cahaya berwarna merah dan hijau yang berkumpul di tangan pria itu, dan berubah menjadi sebuah tombak di tangan kanannya dan perisai lonjong di tangan kirinya. “Majulah, monster! Inilah sang perisai keajaiban!”

Pria itu menguatkan genggaman tangannya, berlari menuju hewan peliharaannya dan melompat ke punggungnya.

Dia menghadapi ratusan babi hutan itu dan berteriak, “Aku Myth Rider, Ichiro Shijima! Hadapi aku sekarang!” sebelum berlari ke arah monster yang sangat banyak itu.

Hasil dari pertempuran itu sudah jelas.

***

Paladin, Ray Starling

“Papa itu… menakjubkan. Dia dan Gringham membunuh semua monster itu dan menyelamatkanku dan Mama,” Louie selesai bercerita.

“Dan itulah bagaimana kalian bertemu dengannya?” tanyaku.

“Ya. Dia juga melindungi kami di sepanjang jalan menuju Torne dan bahkan memanggil seseorang yang dapat menggunakan sihir penyembuh untuk menyembuhkan kaki mamaku.”

Louie kemudian menceritakan kepada kami bahwa Shijima-san merasa khawatir dengan keadaan mereka, dan mengunjungi mereka secara berkala. Pada akhirnya, dia dan Farica jatuh cinta, menikah, dan membuat anak.

Aku memproses cerita itu dalam diam.

Satu hal yang mau tak mau harus kucatat adalah fakta bahwa Shijima-san adalah seorang Master Maiden. Jika apa yang dikatakan Hugo kepadaku benar, itu artinya dia, juga, tidak menganggap Infinite Dendrogram hanya sekedar game.

Fakta bahwa orang seperti itu tidak mengunjungi keluarganya selama setengah tahun dalam waktu dunia ini membuatku membayangkan skenario yang sama sekali tidak ingin kupertimbangkan. Saat kami menemukannya di dunia nyata dan mendapati kalau dia berhenti bermain Dendro, setidaknya aku ingin meyakinkannya untuk datang kemari dan memberikan salam perpisahan yang benar kepada Louie dan istrinya.

Namun, jika alasan kenapa dia menghilang adalah sesuatu yang membuatnya tidak bisa bertemu dengan mereka lagi, maka—

“… Apa?” Tanyaku dengan tiba-tiba saat pikiranku terpotong oleh suara samar dari kejauhan, yang sangat mirip seperti tiupan angin.

Suara itu berulang lagi dan lagi, dan sepertinya berasal dari beberapa lokasi. Setelah mendengar salah satu suara yang datang dari tempat yang cukup dekat, aku menyadari kalau itu adalah suara trompet keong.

Tak lama kemudian, bidang suara di area ini dipenuhi oleh suara itu, dan aku tidak tau apakah itu adalah sebuah peringatan, pesan, atau hal lainnya.

“B3, apa it—?” Aku mencoba bertanya, tapi langsung menghentikannya setelah menyadari perubahan drastis pada ekspresinya.

Jika aku harus menjelaskan ekspresinya dengan satu kata, aku mungkin akan menggunakan kata “ganas.”

Namun, setelah aku berkedip karena terkejut, ekspresi B3 kembali seperti biasa.

Apakah itu hanya imajinasiku? Pikirku saat dia menatap mataku dan mulai berbicara.

“Waspadalah, Ray. Ini adalah tanda dari mereka.”

“’Mereka’?” Tanyaku, tapi sebelum dia dapat menjawab, sebuah suara meraung di seluruh area.

“Ini adalah pesan kepada seluruh Master yang sedang melewati atau berburu di Jalur Pegunungan Fadl,” kata suara itu dengan keras. Sudah jelas suara itu telah melewati item penguat suara, dan itu mengingatkanku dengan pembawa acara wanita di stadion baseball Jepang. “Dalam sepuluh menit, klan PK K&R akan mulai berburu di area ini. Mereka yang tidak ingin bertarung harus meninggalkan Jalur Pegunungan Fadl dalam kurun waktu itu.”

“Huh?!” Aku berseru saat pengumuman PK yang tiba-tiba itu membuatku kebingungan.

Aku bukan satu-satunya yang merasa demikian. Ada beberapa Master lain yang ada di dekat sini, dan mereka juga sama bingungnya dengan diriku.

Sementara itu, B3 yang awalnya bersikap aneh, saat ini terlihat benar-benar tenang.

Aku memikirkan hal ini secara mendalam.

“Kakak, apa yang terjadi?” Tanya Louie dengan nada khawatir.

Pengumuman itu telah menyatakan bahwa “Mereka yang tidak ingin bertarung harus meninggalkan Jalur Pegunungan Fadl dalam kurun waktu yang ditentukan.”

Karena kami harus menjaga Louie, aku benar-benar tidak ingin terlibat dalam satu pertarunganpun, jadi aku mempertimbangkan untuk membuat Silver berlari lebih cepat dan menggunakan waktu yang diberikan untuk kabur.

“Kuulangi. Dalam sepuluh menit, klan PK K&R akan memulai perburuan di area ini. Mereka yang tidak ingin bertarung harus meninggalkan Jalur Pegunungan Fadl dalam kurun waktu tersebut. Circle of Detect Life—Human.”

Setelah pengulangan dan aktivasi skill itu, aku merasa ada sesuatu yang melewati tubuhku, yang sudah cukup untuk membuatku terkesiap.

“Mereka sama seperti biasa…” kata B3. “Jangan khawatir, ini tidaklah berbahaya.” Karena dia jelas tampak familiar dengan sihir yang digunakan, dia menjelaskan sihir apa itu sebenarnya. “Ini hanyalah skill pencari kehidupan yang jangkauan dan tingkat ketepatannya telah diperkuat dengan pengumuman yang mereka gunakan sebagai Chant. Inilah yang biasa mereka lakukan.”

Oh, jadi pengumuman itu adalah sebuah Mantra, pikirku.

Skill Chant menggunakan perkataan yang diimbui MP untuk memperkuat efek sihir, dan karena pengguna bebas menggunakan kalimat apa saja, dengan pengecualian beberapa sihir spesial, bahkan pengumuman itu bisa dijadikan sebagai Chant.

Kesampingkan itu… “pencari kehidupan”? Pikirku.

“Pencarian yang mereka lakukan membuat mereka bisa mengetahui lokasi dan level dari seluruh makhluk hidup di sebuah area yang cocok dengan tipe yang telah ditentukan,” lanjut B3. “Mereka menyebutkan nama skill itu di dalam pengumuman untuk menyiratkan, ‘Tidak ada gunanya bersembunyi. Lari atau bertarung.’ Oh, dan asal kamu tau, sebagian besar anggota K&R berasal dari Tenchi, dan itu adalah skill milik job Onmyoji.”

“K&R…” gumamku.

Nama itu tak asing. Marie telah menyebutnya setelah peristiwa blokade di ibukota, dan aku sendiri telah melihatnya di papan pemberitahuan untuk ranking klan, dimana mereka berada di posisi tiga.

“Mereka berada di posisi ketiga ranking klan kerajaan,” konfirmasi B3. “Dan jika kamu hanya membandingkan klan PK… dengan bubarnya Mad Castle dan Goblin Street yang pindah ke negara lain, maka mereka berada di puncak.”

Kelompok PK terkuat di kerajaan… sepertinya itu memang kekuatan yang patut diperhitungkan.

“Selain itu, meskipun sakit untuk mengatakannya, ketua mereka adalah PK terkuat bahkan saat klan-klan lain masih aktif. Faktanya, kamu bahkan bisa memasukan pembunuh bayaran itu, Superior Killer, dan dia masih tetap akan menjadi yang terbaik di kerajaan.”

Seorang PK yang lebih kuat dari Marie… sang Superior Killer… orang yang membunuh King of Plague?

“Apakah dia adalah seorang Superior?” tanyaku.

“Sejauh yang kutahu masih belum, tapi dia begitu terkenal dan sangat kuat,” katanya sebelum berhenti sejenak. “Bagaimanapun, Kashimiya adalah peringkat ketiga di ranking duel kerajaan.”

*

Peringkat ketiga di ranking duel adalah orang yang pernah kudengar sebelumnya.

Setelah latih tanding yang biasa kami lakukan, aku dan Juliet, peringkat keempat ranking duel, pergi bersama untuk mencari makan siang.

Didorong oleh rasa penasaran, aku berkata, “Aku masih belum melihat peringkat ketiga dan kelima di ranking duel. Orang seperti apa mereka?”

Melalui Figaro, aku bisa mengenal peringkat kedelapan, Chelsea sang Vagrant Golden Sea, dan hampir semua orang yang ada di atasnya. Saat ini, latih tanding melawan para player kuat itu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hariku. Namun, aku bahkan belum pernah bertemu dengan peringkat ketiga dan kelima. Aku bahkan pernah berbicara, meskipun belum pernah melakukan latih tanding, dengan peringkat kedua, Tom Cat, jadi aku mulai merasa kalau ini cukup aneh.

Bicara soal dirinya, Tom Cat adalah orang aneh yang berjalan kesana-kemari dengan seekor kucing di atas kepalanya. Akan tetapi, kebanyakan ranker teratas memang aneh dengan cara mereka masing-masing, jadi dia mungkin tidak begitu spesial.

“Jadi engkau ingin mendengar kisah tentang ‘Guillotine’ dan ‘Bone-Eater’…” kata Juliet.

“’Guillotine?’ ‘Bone-Eater’?” Tanyaku.

“Benar. Yang kedua dianugerahi nama itu karena skill ultimate milik Embryo-nya, sementara yang pertama mendapat julukan itu karena dia memenggal kepala semua ranker yang berada di bawah dirinya… termasuk diriku,” katanya sebelum meletakkan tangannya ke lehernya.

“Bahkan dirimu?” gumamku dengan tercengang.

Juliet adalah peringkat keempat di ranking duel dan memegang job superior dari kelompok dark knight, Fallen Knight. Selain itu, Embryo-nya, Hræsvelgr, bisa berubah menjadi sayap yang membuat mobilitasnya meningkat pesat dan memberinya serangan sihir, membuatnya menjadi karakter serba-bisa yang mungkin setara dengan Xunyu. Akan tetapi, dia masih kehilangan kepala melawan peringkat ketiga.

“Guillotine itu kuat,” lanjutnya. “Meskipun kompatibilitas membuatnya tidak bisa menang melawan pemegang peringkat kedua, Monster Cat Mansion, tak diragukan lagi kalau dia sama kuatnya dengan dirinya. Faktanya, aku merasa kalau bahkan Endless Chain akan kesulitan untuk meraih kemenangan sebelum pedang Guillotine mencapai lehernya.”

“Dia bisa mengalahkan Figaro dalam pertarungan jarak dekat?” Aku bahkan tidak bisa membayangkan hal itu. Monster macam apa dia itu?

“Kamu mungkin akan lebih berharap untuk tidak pernah melihat pertarungannya,” tambah Juliet.

“Kenapa?” tanyaku.

“Dia adalah seorang pemburu tato… seorang player killer. Di hari dimana tidak ada pertarungan ranker yang harus dia hadiri, dia akan menghabiskan waktu untuk berburu leher di ‘luar.’”

“… Yah, itu memang terdengar buruk.” Kataku.

*

Aku ingat pernah berpikiran seperti itu, Damn, aku jelas tidak mau bertemu dengan seorang PK beranking, tapi hal itu telah berubah menjadi sebuah kutukan.

“Bisakah aku beristirahat?” keluhku. Kemarin Tsukuyo Fuso, hari ini player killer terkuat… Apa yang terjadi pada keberuntunganku?

“K&R tergolong unik di antara klan PK lain karena perburuan mereka dibatasi oleh aturan yang dibuat oleh ketua mereka,” kata B3.

“Aturan, eh?”

Yah, mengingat mereka memiliki kesopanan untuk mengumumkannya dan memberi kami waktu untuk kabur, mereka mungkin lebih baik dari Marie.

“Aturan itu termasuk harus dilakukannya pengumuman, memberi waktu kepada orang-orang untuk lari, memasang tanda peringatan di ujung jalan menuju area perburuan, dan melarang serangan apapun terhadap tian.”

“Yah, mereka cukup baik hati… Meski tetap tidak terpuji, sih.” Bagaimanapun, pada dasarnya mereka menduduki seluruh area. Bukan berarti hal itu bisa dianggap tindakan kriminal, karena mereka tidak melukai tian, tapi tetap saja.

“Jadi kita kebetulan terperangkap di dalam perburuan mereka, huh?” tanyaku.

“Tidak.” B3 menggelengkan kepalanya. “Aku lebih percaya kalau ini bukanlah kebetulan.”

“Hm?”

Dia membuka jendela peta dan menunjuk ke suatu lokasi.

“Saat sinyal trompet kerang itu dimulai, kita berada disini.”

Itu tepat berada di tengah Jalur Pegunungan Fadl.

“Tunggu, jadi…”

“Ya, dan jika ini bukan sebuah kebetulan, artinya mereka memulai perburuan mereka tepat disaat kita paling sulit untuk melarikan diri. Sepuluh menit itu tidak cukup bagi kita untuk meninggalkan area ini.”

Aku sedang diincar? Lagi? pikirku kebingungan.

“Tidak bisa dipastikan kalau ini karena dirimu, kan?” tanya Nemesis secara telepati.

Yah, benar, tapi Louie adalah seorang tian, jadi dia jelas bukan target PK itu, sementara B3 adalah seorang player biasa, jadi kemungkinan besar dia tidak ada hubungannya dengan ini. Aku berkata kepadanya, Yang tersisa tinggal aku. Aku jadi menonjol karena apa yang terjadi di Gideon, jadi aku bisa dengan mudah menjadi incaran mereka. Sialan kau, Franklin.

“Apapun alasannya, kabur hampir tidak mungkin, jadi lebih baik jika kita bersiap untuk bertarung,” kata B3.

“Baiklah, ayo lakukan ini,” jawabku tanpa ragu.

“Kamu sungguh cepat tanggap.”

“Aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini.” Bagaimanapun, ini jelas bukan pertama kalinya aku terlibat dalam masalah yang tiba-tiba.

“Kalau begitu, biar kuberitahu tentang cara K&R bertarung,” kata B3.

“Kamu mengetahuinya?”

“Ya, sampai batas tertentu.”

Pertama trompet kerang, lalu pencari kehidupan, sekarang hal ini… B3 sepertinya cukup mengetahui metode K&R. Yah, dia telah mengatakan kalau dia bergabung dengan CID karena informasi yang mereka miliki, jadi tidak mengejutkan kalau memiliki banyak pengetahuan.

“Setelah pencarian, anggota K&R akan terbagi menjadi tiga peran,” katanya sambil mengangkat tiga jari. “Petarung kelompok—anggota yang mengincar player non-veteran dan menyapu bersih mereka dengan menggunakan jumlah; petarung squad—anggota yang membentuk sebuah party dan mengincar veteran kelas tinggi dan berlevel max; dan petarung solo—dua orang pemilik Job Superior di klan mereka. Yang pertama adalah sang ketua, Kashimiya, sementara yang kedua adalah wakil ketua, Rosa. Semua peran itu bergerak secara bersamaan.”

“Dua pemilik Job Superior, eh?” Dan salah satu dari mereka dikatakan lebih kuat dari setiap ranker yang pernah kuhadapi. Aku tidak punya banyak kemenangan melawan para ranker, dan itupun setelah mereka membiarkanku memakai Lifesaving Brooch sebagai keringanan. Namun, jika aku menggunakan teknik yang membuatku mendapatkan beberapa kemenangan itu, aku mungkin bisa…

“Jika mereka mengincar kita, mereka akan menyerang tepat setelah sepuluh menit berlalu,” kata B3. “Dan kemungkinan besar yang datang adalah kedua pemilik Job Superior mereka, bukannya kelompok atau squad.”

“Jadi kita harus bertarung melawan dua pemilik Job Superior?” tanyaku.

“Mungkin hanya satu. Cari-dan-bunuh akan lebih efektif kalau mereka berpencar, dan gaya bertarung keduanya juga tidak terlalu cocok, jadi mereka akan mengincar Master yang berbeda dan… Hm?”

Yah, hanya harus bertarung melawan satu Job Superior jelas memberiku sebuah harapan.

Oh, B3 sepertinya telah menyadari sesuatu, pikirku.

“… Aneh,” katanya sambil meletakkan tangannya di mulutnya.

“Apa yang aneh?” tanyaku.

“Sekarang kalau kupikir-pikir, fakta bahwa kita sedang diincar itu sangat aneh.”

“Mereka merupakan player killer, kan?”

“Ya, dan itulah sebabnya ini aneh. Saat ini, kita sedang mengawal Louie—seorang NPC. Seorang tian,” jelasnya sebelum melihat ke dalam kereta. “K&R tidak mengincar tian atau Master yang sedang mengawal mereka. Itu adalah salah satu aturan yang dibuat oleh Kashimiya. Jadi, jika mereka benar-benar mengincar kita, mereka antara tidak mengetahui tentang Louie… atau kali ini Kashimiya sedang tidak bersama mereka. Aku mendengar rumor kalau dia tidak pernah terlihat online selama hampir dua bulan dalam waktu game, yang membuatnya sangat mungkin terjadi.”

“Jadi, jika mereka tetap mengincar kita meski mengetahui tentang Louie… mereka melakukan itu karena sang ketua tidak ada untuk menegakkan aturan itu?” tanyaku dengan perlahan.

“Aku yakin kalau Rosa hanya melewatkan aturan itu. Wanita itu merupakan seorang otak otot, kamu tau, meskipun tidak sama seperti Over Gladiator… Pada dasarnya, dia bukanlah orang bodoh.”

Karena datang dari B3, itu mungkin memang benar, pikirku.

Selain itu, aku hanya bisa merasa bahwa pengetahuannya tentang K&R bukan hanya berasal dari informasi yang dimiliki CID. Itu sepertinya sedikit bersifat pribadi.

Kesampingkan itu, jika kita benar-benar hanya bertarung melawan Nobushi Princess, sebuah job dari kelompok nobushi yang berfokus pada penyergapan, itu artinya lawan kita akan memiliki pergerakan yang terbatas. Kita bahkan mungkin bisa mengatasinya, dan… Ray.”

“Ya?”

Dia menatap langsung ke mataku dan berkata “Apakah kamu ingin mencoba dan mengalahkan wakil ketua dari klan PK terkuat di kerajaan?”

***

Ibukota, Altea

Markas K&R, bangunan seni bela diri, saat ini hampir benar-benar kosong, karena sebagian besar anggotanya sedang pergi berburu. Seorang Master yang tetap berada disana saat ini sedang mengalami stres pikiran.

“Oh tidak tidak tidaaaak… Apa yang telah kulakukan? Tidaaaak…”

Namanya adalah Tomika, dan dialah orang yang melihat percakapan di guild petualang dan melaporkannya kepada Rosa.

“Aku lupa memberitahunya kalau ada seorang bocah tian bersama mereka… Oh tidaaak…”

Tomika telah mencoba memperbaiki kesalahannya dengan cara menghubungi party pemburu, tapi dia tidak memiliki satupun sihir komunikasi, maupun memiliki item yang dapat mengaktifkannya. Dia juga mempertimbangkan untuk menggunakan email dunia nyata, tapi sayangnya, seluruh anggota yang dapat dia hubungi dengan cara itu sedang libur, sama seperti dirinya, dan oleh karenanya tidak berpartisipasi dalam perburuan hari ini.

Sayangnya, tidak ada yang bisa dia lakukan disini.

“Oh tidaaak… Mereka akan marah… ketua akan marah kepada nee-san, yang kemudian akan marah kepadakuuu…” dia merengek sambil meletakkan tangannya di kepalanya. “Sesuatu yang bahkan lebih buruk mungkin akan terjadi… Oh tidaaak…”

Ketua K&R adalah orang yang lembut. Cukup lembut untuk marah kepada PK yang tak berperasaan atau melibatkan para tian. Belum lagi bahwa, selama dia tidak ada, Rosa bahkan menjadi lebih pemerah dan tak pandang bulu dari biasanya.

Hal itu telah menyebabkannya berpartisipasi dalam perburuan newbie bergaji besar meskipun itu melanggar aturan K&R, dan di antara hal lainnya, hal itu telah membuatnya berpikiran untuk mengurangi waktu yang klan berikan agar orang-orang bisa melarikan diri.

Tomika sepenuhnya memahami apa yang bisa disebabkan oleh perburuan kali ini, dan membayangkan skenario terburuk malah membuat pikirannya jadi makin stress.

“Kenapa setiap orang bisa marah?” tanya seseorang.

“N-Nee-san sangat bersemangat tentang hal ini… dia mungkin akan melibatkan tian di dalam pertarungannya… dan jika tian itu mati, ketua… Nee-san… seluruh klan akan… aaaahhhhhh!”

Sulit untuk menebak masa depan seperti apa yang dia bayangkan, tapi air matanya memastikan kalau itu tidaklah bagus.

“Hmm,” gumam orang di belakangnya. “Aku tidak benar-benar paham, tapi sepertinya ini cukup rumit. Ayo kita coba hubungi Rosa, dan… Oh ya ampun, dia tidak menjawab. Sepertinya dia sudah mulai berburu. Alat komunikasi-nya pasti ada di dalam inventory-nya saat ini.”

Orang itu telah mencoba menghubungi Rosa, tapi tidak berhasil. Itu sudah wajar. Selama perburuan, Nobushi Princess Rosa menjalankan metode “cari, sergap, dan hancurkan” secara solo, jadi penting baginya untuk menyingkirkan setiap alat sihir yang bisa membocorkan posisinya. Untuk menghindari efek dari beberapa sihir pencarian, dia juga tidak memakai item seperti Telepathy Cuff atau bertukar satupun informasi dengan anggota lain selama perburuan.

Kali ini, persiapan teliti yang Rosa lakukan malah merugikan mereka, dan orang itu menyimpulkan kalau menghubunginya—atau anggota lain—sudah tidak bisa dilakukan.

“Ini membuat kita tidak punya pilihan lain,” katanya. “Kita akan langsung pergi kesana. Tomika, bisa kau siapkan mobil?”

“Uohh… Okee… Huh?”

“Jadi, kemana mereka pergi?”

“Jalur Pegunungan Fadl…” Tomika menjawab dengan gugup saat akhirnya dia menyadari siapa orang yang sedang berbicara dengannya. “Umm… Sudah berapa lama kamu online, ketua?”

“Baru tiga menit. Cepat, kita harus buru-buru.”

Orang itu tidak lain adalah ketua K&R—Kashimiya sang Guillotine. Di kedua sisinya, terdapat sebuah odachi—sebuah pedang yang begitu besar sampai tampak tidak cocok dengan postur tubuhnya. Pedang itu dihubungkan oleh sebuah mata rantai yang berbentuk mirip tengkorak kelinci.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements