Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 4 B

Volume 6
Chapter 4 – Pertemuan Dunia Nyata (bagian 2)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Berkat gadis normal itu, aku berhasil kabur dari setan alas itu. Itu adalah kedua kalinya wanita itu membuatku berada di dalam genggamannya, dan kedua kalinya juga ada seseorang yang menyelamatkanku darinya.

Tapi, aku tidak bisa mengabaikan fakta kalau dia berada di universitas yang sama denganku. Itu mungkin bisa menjadi masalah besar kedepannya. Meskipun aku berhasil menghindari apapun yang dia rencanakan hari ini, sekarang setan itu sudah menjadi bagian dari hidupku, dan sudah jelas aku sama sekali tidak bahagia akan hal itu.

Karena suatu alasan, dia sangat tertarik denganku, dan hal itu membuatku merasa sangat tidak aman.

Aku menghela nafas, menyadari bahwa hal ini mungkin akan menuntunku pada keterlibatan Shu… atau bahkan mungkin kakak perempuanku.

Tidak, itu bukan sebuah pilihan. Yang ada semuanya malah menjadi tambah parah, pikirku saat aku membayangkan bangunan Lunar Society di dunia nyata, benar-benar berubah menjadi reruntuhan. Jika seseorang yang tak ada hubungannya dengan masalah ini terluka, itu akan meninggalkan rasa pahit dimulutku.

Pokoknya, setelah keluar dari sarang singa, aku berjalan menuju perpustakaan kampus, karena salah satu rekan mahasiswa yang kutemui hari ini telah mengatakan sesuatu yang menarik tentangnya. Dia bilang dia pernah kesana sebelumnya, dan memberitahuku bahwa dia melihat beberapa buku yang berhubungan dengan Dendro.

Penasaran dengan buku macam apa itu, aku datang ke perpustakaan untuk memeriksa dan membacanya, dan tidak butuh waktu lama bagiku untuk menemukan dimana buku-buku tersebut berada.

Meskipun penerbit menjual mereka sebagai panduan strategi, buku-buku itu memiliki judul yang biasanya kau lihat dalam novel petualangan atau majalah travel. Contohnya adalah Catatan Penjelajahan Maxim Brigade, Dua Puluh Ribu Metel Dibawah Laut, dan Gelandangan di Tenchi.

Pada dasarnya, Infinite Dendrogram begitu luas sampai-sampai mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk membuat panduan strategi yang baik bukanlah tugas yang mudah.

Bahkan walkthrough wiki tidak memiliki semua info tentang peta, spawn, atau dungeon, bahkan beberapa info bisa menjadi usang seiring berjalannya waktu. Seperti segala hal yang berhubungan dengan Noz Forest.

Karena hal ini, kebanyakan yang disebut “panduan strategi Dendro” hanya berfokus untuk mendeskripsikan pengalaman pribadi sang editor, bukannya menyajikan data. Aku merasa kalau hal itu memiliki daya tarik tersendiri, jadi tanpa pikir panjang aku langsung mengambil ketiganya.

Dengan ini, aku memiliki sesuatu yang dapat kugunakan untuk menghabiskan waktuku selama jeda pergantian pelajaran atau pada saat aku tidak bisa online. Kebanyakan buku yang ada disini membahas negara selain Altar, jadi aku tidak sabar untuk membacanya.

Sekarang, yang harus kulakukan tinggal membawanya ke meja peminjaman, dan…

“Ah,” aku berteriak saat menyadari bahwa kartu mahasiswa-ku masih berada di tangan setan itu.

Sekarang bagaimana? Aku tidak terlalu tertarik untuk memasukkan diriku ke dalam bahaya dengan datang kesana lagi, jadi… hm?

Tanpa mengatakan apapun, aku merogoh saku-ku dan menemukan kartu yang sama dengan yang kukira masih berada di tangannya.

“Ini bahkan lebih menakutkan dari pada kembali kesana,” gumamku.

Setan itu mungkin telah mengembalikannya, tapi sama seperti saat dia mencurinya, aku sama sekali tidak menyadarinya.

Kekuatan mengerikan, kelihaian tak manusiawi… Aku tidak akan terkejut jika aku mengetahui bahwa tidak salah kalau aku memberikan julukan yang benar kepadanya dengan istilah “setan alas.” Pokoknya, dengan kartu mahasiswa ditanganku, tidak ada yang bisa menghentikanku untuk meminjam buku-buku ini.

Dengan tiga buah buku di tangan, aku berjalan menuju meja peminjaman, dimana rak “Rilisan Baru” yang ada di dekatnya menarik perhatianku. Salah satu buku yang ada disana ada hubungannya dengan Dendro dan berjudul Petualangan Gourmand di Caldina.

Aku mengulurkan tangan untuk mengambilnya juga, tapi…

“Ah!”

“Maaf.”

… tanganku bersentuhan dengan tangan seorang gadis yang mencoba untuk mengambil buku itu disaat bersamaan denganku.

Aku meminta maaf, buru-buru menarik tanganku dan melihat ke arahnya.

“Oh, kau orang yang tadi…” kata gadis itu.

“Ah, terima kasih karena tadi sudah menolongku!” jawabku setelah menyadari bahwa itu adalah gadis normal dari ruang klub.

Ungkapan rasa terima kasihku membuatnya tampak sedikit kesulitan.

“Itu tidak perlu… aku hanya lega karena klub itu tidak berakhir memiliki seseorang dengan catatan kejahatan. Oh, aku sungguh tidak sopan. Namaku adalah Kozue Fujibayashi. Aku berada di tahun kedua jurusan Seni Liberal I.”

“Aku Reiji Mukudori. Mulai hari ini, aku berada di tahun pertama jurusan Seni Liberal III.”

Aku akhirnya mengetahui namanya dan mengetahui kalau dia adalah kakak kelas.

Setelah melakukan perkenalan, Fujibayashi berkata, “Aku ingin membayar apa yang terjadi tadi,” dan mengajakku ke kantin di lingkungan kampus.

“Tapi tidak ada yang perlu kau minta maaf,” jawabku.

“Yah, ketua tidak akan meminta maaf untuk apapun yang dia lakukan, jadi, sebagai seseorang yang mengenalnya, aku merasa perlu menggantikannya untuk melakukannya.”

Dia benar-benar tekun, pikirku.

“Aku benar-benar minta maaf atas apa yang telah ketua lakukan. Biasanya dia tidak segila itu.”

Aku tidak yakin apakah bisa mempercayai hal itu. Dari apa yang kulihat pada setan itu kemarin dan hari ini, sepertinya dia selalu seperti ini. Sebenarnya, aku tidak bisa membayangkan dirinya bertindak waras. Makhluk itu menyebabkan masalah kemanapun dia pergi.

“Sebenarnya ini adalah pertama kalinya hal seperti ini terjadi semenjak aku bergabung,” lanjut Fujibayashi.

Aku sangat yakin kalau setan itu hanya menyembunyikan dirinya yang sebenarnya. Jujur, aku mungkin lebih memilih serigala berbulu domba dari pada dirinya.

“Oh, ‘bergabung’ yang kumaksud hanyalah tentang klub,” tambahnya. “Aku tidak tertarik dengan sekte keluarganya dalam hal apapun.”

“Aku bisa menduganya.” Anggukku. Penganut sekte tidak akan pernah memaksa ketua agama-nya untuk berlutut dilantai.

“Sudah berapa lama kau bergabung dengan klub itu?” tanyaku.

“Belum lama ini, mahasiswa tahun keempat mulai lulus atau bekerja. Klan itu kehilangan beberapa anggotanya dan mereka harus mencari anggota baru, jadi ketua dan wakil ketua berkeliling untuk mengajak orang-orang. Pada saat itulah aku memutuskan untuk bergabung… Oh, dan kalau kau penasaran, keduanya berada di tahun ketiga jurusan ilmu medis.”

Setan itu sebentar lagi akan menjadi dokter? Pikirku tercengang.

“Dan juga, aku yakin kalau sekarang kau sudah menyadarinya, tapi mereka berdua sama gilanya dengan sekte mereka, jadi mereka tidak punya banyak keberuntungan dalam mengajak anggota baru. Sejauh yang kutahu, hari ini juga tidak ada satupun anggota baru yang bergabung.”

Yah, “sama gilanya dengan sekte mereka” itu benar-benar tepat, pikirku.

“Harus kubilang kalau kegagalan mereka itu sudah pasti,” tambahnya. “Bagaimanapun, di universitas ini jumlah penganut Lunar Society sangatlah sedikit.”

“Benarkah?” aku mengangkat alisku.

“Sekte itu berpusat pada pelarian, jadi disini tidak ada banyak orang yang menganggapnya menarik.”

Itu masuk akal. Aku diberitahu bahwa ajar Lunar Society yang pertama adalah “Meloloskan diri dari belenggu daging dan membawa dirimu ke dunia jiwa yang sejati,” yang pada dasarnya berarti “Larilah dari kenyataan yang kejam ini” dengan penyampaian yang menarik. Para penganut sekte itu menganggap Dendro sebagai “dunia sejati’ yang mereka maksud, dan sekarang mereka hidup di sisi lain dengan mengorbankan kehidupan nyata-nya.

Tentu saja, mereka yang berhasil masuk ke universitas terkenal ini tidak akan tertarik dengan sekte yang menganggap dunia ini palsu dan mencoba melarikan diri dunia ini.

Kalau dipikirkan seperti itu, keberadaan setan dan KoA di universitas ini terlihat sangat aneh, pikirku.

“Dan kenapa kau bergabung dengan klub itu?” tanyaku pada Fujibayashi.

“Untuk informasi,” jawabnya.

“Informasi?” aku memiringkan kepalaku saat dia menunjuk buku yang hendak kupinjam.

“Seperti yang kau tau dari buku seperti itu dan wiki, tidak seperti walkthrough dan panduan untuk game lain, panduan Infinite Dendrogram kekurangan rincian dan ketelitian.”

“Itu benar.”

“Yah, dan kebetulan saja ketua memiliki informasi game terperinci yang dikumpulkan oleh 1000 pengikutnya.”

Yah, tentu saja aku tidak bisa meragukan keandalan dan ruang lingkup data yang dikumpulkan oleh 1000 orang no-lifer yang menganggap game itu sebagai dunia nyata,

“Anggota CID bebas untuk mengakses informasi itu, jadi aku bergabung karena aku menginginkannya,” katanya.

“Begitu.”

“Tentu saja, pada akhirnya hanya akulah yang bergabung. Orang-orang lainnya terlalu ketakutan dengan dampak negatif dari ‘ikut terlibat dengan Lunar Society.’”

“Aku bisa memahami hal itu…”

Aku membayangkan orang-orang yang hanya ingin menikmati sebuah game tidak terlalu tertarik dengan resiko tentang kehidupan nyata mereka yang terancam oleh sebuah sekte.

“Apa pendapatmu tentang dampak negatif itu?” tanyaku.

“Tidak banyak. Sebelumnya aku memang sudah terlibat dengan mereka,” jawabnya.

“Hm?”

“Ketua adalah murid di rumah keluargaku.”

Dia kemudian menjelaskan apa yang dia maksud.

Berdasarkan ceritanya, keluarga Fujibayashi adalah praktisi dari Tradisi Minum Teh, dan setan itu telah belajar di bawah bimbingan mereka sejak kecil. Mereka sudah saling mengenal sejak lama, jadi bergabung dengan klub itu tidak begitu masalah bagi Fujibayashi.

Fakta bahwa dia mampu memaksa setan itu untuk berlutut menjadi lebih masuk akal saat ini.

“Ngomong-ngomong, Kau diculik di Infinite Dendrogram, bukan?” tanyanya.

“Benar,” aku mengangguk. “Mereka menculikku saat aku tidur disana.”

“… Sekali lagi, aku benar-benar minta maaf.”

“Hei, itu bukan salahmu.”

80% dari kejadian itu adalah salah setan itu, sementara sisanya adalah salah King of Assassins.

“Hari ini adalah hari pertama kuliah, jadi kuduga kau melarikan diri dengan menggunakan fungsi bunuh diri?” tanyanya.

“Untungnya tidak, aku tidak perlu menggunakan cara itu. Seorang kenalan datang menyelamatkanku.”

Meskipun, bahkan jika Figaro tidak datang, dari pada menggunakan fungsi itu, aku mungkin lebih memilih untuk menghadapi si gila itu dan King of Assassins seorang diri, sepenuhnya siap untuk mati.

“’Menyelamatkan’?” ulangnya, tampak terkejut. “Sama gilanya dengan mereka, ketua dan wakil ketua itu sangat kuat. Orang mana yang bisa menyelamatkanmu dari mereka berdua?”

“Figaro. Kau mungkin mengetahuinya. Dia adalah peringkat teratas di duel ranking kerajaan.”

“Figaro…?” Aura yang ada di sekitar Fujibayashi mengalami sedikit perubahan saat mata yang ada dibalik kacamata-nya menjadi sedikit lebih tajam. Entah kenapa, aku merasakan perasaan terhina, atau takut, dibalik tatapannya. “Kau membuat duel champion datang dan menyematkanmu? Siapa sebenarnya dirimu?”

“Aku bertemu dengannya sesaat setelah mulai bermain. Kemudian aku mendapati bahwa dia juga berteman dengan kakakku.”

“Kakak… Figaro… Superior… Kakak… Mukudori…” gumamnya, meletakkan tangan di depan mulutnya sambil merenung. “… Starling bersaudara.” Lalu, terlihat sudah sampai pada sebuah kesimpulan, dia menatap mataku. “Maaf kalau aku salah… apakah kau adalah Ray Starling dari Starling bersaudara?”

“Ah, benar. Itu adalah diriku,” aku mengakuinya.

Wew, nama asli dan nama avatarku sedikit terlalu mirip. Orang-orang terlalu cepat mengetahui siapa diriku yang sebenarnya. Berkat siaran Franklin, ada banyak orang yang mengetahui nama avatarku, yang tak diragukan lagi membuatnya semakin mudah ditebak.

“Adik KoD dan murid Over Gladiator? Ray Starling yang itu?” tanya Fujibayashi untuk memastikan.

“Aku tidak akan menyebut diriku sebagai muridnya,” kataku. “Kami memang sering melakukan latih tanding, sih.”

Dan juga, mungkin ini kurang baik untuk dipikirkan, tapi Figaro tidak cocok menjadi guru. Sejujurnya, bahkan Xunyu lebih baik dalam hal itu.

… Meskipun aku tidak tau harus merasa bagaimana tentang diajari oleh seorang gadis berumur sepuluh tahun.

Oh, dan Riser—peringkat keenam di duel ranking—juga cukup bagus dalam hal itu.

“Begitu,” kata Fujibayashi sebelum kembali meletakkan tangannya di depan mulutnya dan merenung selama kurang lebih sepuluh detik. “Mukudori,” pada akhirnya dia berkata, tampak memikirkan suatu hal. “Maukah kau menjalankan quest denganku di akhir pekan ini?”

Itu adalah ajakan untuk melakukan aktivitas Dendro.

“Tentu. Dengan senang hati.” Aku menerimanya tanpa ragu, merasa bahwa ini adalah awal yang baik untuk membentuk hubungan yang bagus.

*

“Jadi ya, itulah yang terjadi,” kataku.

“Ok,” Shu mengonfirmasinya. “Aku paham.”

Aku menelepon Shu untuk memberitahunya bahwa aku berencana untuk menjalankan sebuah quest dengan seorang kenalan baru, dan untuk sementara waktu aku tidak akan kembali ke Gideon. Aku juga memberitahunya untuk menyampaikan hal itu kepada Rook dan Marie, jadi seharusnya sekarang semuanya sudah beres.

Dan juga, sedikit buang-buang waktu dan usaha untuk meminta orang lain menyampaikan pesanku, jadi mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi party kami untuk bertukar info kontak.

“Ngomong-ngomong, apa yang terjadi pada rubah yang telah menculikmu?” tanya Shu.

Kata “rubah” itu sesaat membuatku bingung, tapi tak butuh waktu lama bagiku untuk mengetahui siapa yang dia maksud. Hanya ada satu orang yang cocok dengan deskripsi itu.

“Oh, maksudmu seta… Tsukuyo Fuso?”

Sementara aku menganggapnya sebagai setan alas, sepertinya Shu menganggapnya sebagai seekor rubah.

“Ada sedikit masalah mengenai dirinya,” aku menghela nafas.

“Dan apa itu?”

“Dia adalah kakak kelas di universitas.”

“… Itu… mengejutkan-kuma…”

Aku tidak tau apakah kau terkejut atau syok, tapi tolong jangan bawa permainan kata beruangmu ke dunia nyata.

“Kau tidak apa-apa, bro?” tanyanya, tampak khawatir kepadaku.

“Kenalan baru yang tadi kuceritakan padamu telah membantuku, jadi ya, aku baik-baik saja, meski hanya sedikit.” Aku tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi jika Fujibayashi tidak ada disana.

“Begitu. Haruskah aku menghubungi kakak perempuan kita? Hanya untuk jaga-jaga?”

“… Jangan. Aku merasa bahwa apapun yang dia lakukan akan meninggalkan rasa pahit di mulutku.”

Dia adalah wanita yang tampaknya hidup di latar cerita yang berbeda dengan kami. Baru-baru ini aku mulai membaca Manga karangan Marie, dan sejujurnya aku bisa mengatakan kalau kakak perempuanku cocok dijadikan karakter di cerita itu.

Apakah aku baru saja berpikir bahwa dia cocok di tempatkan dalam cerita manga Shonen tentang pembunuh profesional superpower?! Pikirku. Apa-apaan itu?

“Kau masih tidak bisa menangani kakak perempuan kita, huh?” tanya Shu.

Yah, dia jelas tidak salah tentang hal itu. Aku tidak membenci kakak perempuanku atau sejenisnya, tapi mengingat apa yang telah dia lakukan saat aku masih kecil membuatku merinding ketakutan.

Sepuluh tahun lalu, sampai saat turnamen Un-Kra, aku benar-benar nempel pada Shu. Kalau diingat-ingat, itu mungkin adalah reaksi untuk menanggapi rasa takutku terhadap kakak perempuanku.

“Hmm…” Shu merenungkan sesuatu. “Ngomong-ngomong, apa yang kau rasakan saat melihat Tsukuyo Fuso?”

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Kau merasa bahwa dia sangat menakutkan, bukan?”

Pertanyaan itu membuat jantungku berdebar. “… Bagaimana kau bisa mengetahui hal itu?”

“Ya, aku juga merasa demikian… Kalau begitu aku akan memberitahumu sebuah trik untuk menghilangkan rasa takut itu.”

Trik? Oi gan, ini sepertinya bukanlah sesuatu yang bisa diatasi hanya dengan sebuah trik.

“Alasan kenapa kau begitu takut dengan rubah itu sangat sederhana,” katanya sebelum berhenti untuk menekankan perkataannya selanjutnya. “Dia mirip dengan kakak perempuan kita.

Ah.

“Tentu saja yang kumaksud bukan wajahnya, tapi kesan keseluruhan tentang dirinya. Dia sangat ramah, ceria, kekanak-kanakan, dan nakal, akan tetapi kadang-kadang dia memiliki aura seekor hewan pembunuh yang sedang mengincar mangsanya. Dia dan kakak perempuan kita sangatlah mirip.”

“Guh…”

D-Dia benar sekali. Itu dia. Aku akhirnya mengetahui penyebab dari rasa takut yang samar di dalam diriku itu.

Itu juga membuatku menyadari kenapa otakku tidak dapat menghubungkan petunjuk yang ada. Membongkar kenangan untuk menemukan alasan kenapa aku begitu takut dengan setan itu sama artinya dengan menggali ingatan burukku dengan kakak perempuanku.

“Ingat saja kalau dia dan kakak perempuan kita tidaklah sama, dan seharusnya dia tidak akan lagi membuatmu merasa takut.”

“… Ya.”

“Rubah itu tidak melompat dari satu gedung ke gedung lain sambil menggendong dirimu yang masih balita.”

“… Ya.”

“Dia tidak meloloskan diri dari kapal tenggelam dengan cara menghancurkan lambung kapalnya.”

“… Ya.”

“Dia tidak melompat keluar dari pesawat tanpa menggunakan parasut dan bertahan hidup hanya dengan sedikit luka goresan.”

“…”

Terbuat dari apa sih tubuh kakak perempuanku itu?

Meskipun kurasa aku tidak bisa mengabaikannya, karena dalam kejadian ketiga, dia mendarat di ladang anggur yang empuk karena baru saja dibajak, dan ada orang lain yang berhasil bertahan dari hal seperti itu hanya dengan luka ringan.

“Jadi ya, kau tidak punya alasan untuk takut dengan rubah itu,” kata Shu.

“Terima kasih,” kataku. “Itu banyak membantu.”

Aku serius. Percakapan barusan membuatku benar-benar terasa segar.

Setelah melakukan telepon itu, aku makan malam dan mandi. Setelah itu, aku membuka situs berita Dendro, MMO Journal Planter, dan memeriksa apakah ada yang terjadi di kerajaan saat aku sedang offline.

Aku melihat headline seperti: “Gempa Bumi berskala 3 Shindo/III-IV Mercalli Telah Terjadi Di Berbagai Tempat di Kerajaan,” “PK Besar Itu Bergabung Dengan Klan PK Baru, Sol Crisis,” dan “Hal Besar Gideon Selanjutnya! Popcorn Yang Diakui Oleh KoD!”

“…”

Aku tidak terlalu peduli dengan berita PK, dan aku terlalu takut untuk membaca berita tentang kakakku sendiri, jadi aku langsung memilih berita tentang gempa bumi.

Berdasarkan artikel itu, selama sebulan terakhir atau lebih, gempa bumi lemah telah terjadi disana-sini di kerajaan. Pusat gempanya tersebar di berbagai tempat, dan orang-orang tidak bisa menebak apa yang menyebabkan hal itu. Dan juga, tempat-tempat yang mengalami gempa bumi kebanyakan menunjukkan dungeon baru, UBM, dan sekelompok monster kuat, yang membuat banyak orang percaya bahwa itu semua ada hubungannya.

Aku melihat-lihat forum diskusi dan melihat orang-orang mengungkapkan teori seperti: “Monster raksasa sedang menjelajah di bawah tanah,” “AI yang bertugas mengendalikan lingkungan sedang merencanakan sesuatu yang besar,” “Seseorang hanya sedang melatih sihir atribut tanah milik mereka,” dan “Itu hanya teror lain yang dilakukan oleh Franklin.”

Aku sedikit lebih condong ke pendapat terakhir.

Setelah selesai memeriksa berita, aku memakai perlengkapan Infinite Dendrogram-ku.

Sekarang aku akan menjalankan quest dengan Fujibayashi.

Untungnya, besok adalah hari Sabtu dan tidak ada kuliah, jadi kecuali quest yang kami ambil memakan waktu yang sangat lama, kami seharusnya tidak akan mengalami satupun masalah. Hell, dan jika kami tidak menemukan quest yang cocok untuk kami, kami hanya tinggal melakukan raid di Tomb Labyrinth.

“Baiklah, waktunya untuk online,” kataku saat aku log in ke Infinite Dendrogram setelah offline selama sehari penuh.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. figaro says:

    Siapakah nama avatar fujubayashi?

    Like

  2. Albarn says:

    Apakah si onee-san akan tampil di novel ini ? Dan dengan ilustrasi ?

    Like

  3. lol says:

    wow. dri inirawnya langsung ya bang

    Like

  4. Nai says:

    Thx kuma

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s