Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 3 B

Volume 6
Chapter 3 – Singa dan Rubah, Cahaya dan Kegelapan (Bagian 2)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Setelah pertarungan itu selesai, aku dan Figaro menghadapi King of Assassins.

Tapi bukannya melakukan apapun yang kami harapkan…

“Tuan-tuan, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih saya.”

… dia malah berterima kasih kepada kami.

“Apa yang kau maksud?!” seru Nemesis saat dia kembali ke bentuk manusianya, kemarahan dan kebingungan tampak jelas pada nada suaranya.

Aku sama terkejutnya seperti dirinya. Aku sudah bersiap untuk bertarung melawan KoA dan para penganut lainnya karena mereka mencoba membalaskan dendam pemimpin agama mereka atau sejenisnya. Tapi apa yang kudapatkan malah ucapan terima kasih.

Kenapa?!

“Tsukuyo-sama sangat ingin menemukan cara untuk menghabiskan waktunya,” jelasnya dengan sopan. “Tidak mampu berpartisipasi dalam insiden di Gideon telah membuatnya sangat frustrasi, anda tau. Dia sering bertanya kepada saya apakah ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk mengalihkan dirinya.”

Bukankah dia sudah melakukan itu hanya dengan online di Dendro? Pikirku sambil tercengang.

“Dan sekarang dia bertemu dengan Master yang menarik seperti anda, kemudian bertarung dengan sesama Superior, dan menerima death penalty. Menurut pendapat saya, itu seharusnya sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa frustrasi yang sudah dia tumpuk sebulan terakhir.”

“Jadi… dia hanya ingin menghabiskan waktu?” tanyaku.

“Benar sekali.”

“… tapi dia mengalami kematian, kan?”

“Benar. Saya yakin bahwa mengalami kematian juga merupakan cara yang bagus untuk menghabiskan waktu.”

Aku terdiam. Wow, uh… Orang ini sebenarnya adalah tipe yang tidak akan ragu untuk mengorbankan tuannya jika tuannya tersebut menginginkannya.

“Kau sama seperti biasa, KoA,” kata Figaro.

Menanggapi hal itu, King of Assassins membungkuk dengan sopan dan berkata “Terima kasih atas pujiannya.”

“Tidak ada seorangpun yang memujimu!” Aku, Figaro dan Nemesis menanggapinya secara serempak.

Sejujurnya aku tidak tau kalau Figaro adalah tipe orang yang bisa memberikan balasan kasar seperti itu.

“Jadi, saat ini, Tsukuyo Fuso sedang…?” tanyaku.

“Tsukuyo-sama kemungkinan besar sedang berguling kesana-kemari di atas futon-nya dan merengek sambil meneriakkan, ‘Aku kalaaaaah!’” jawabnya. “Semangatnya akan kembali setelah saya mempersiapkan makan malam untuknya.”

… Apakah dia itu anak kecil atau sejenisnya?

“Oh, dengan kekalahan Tsukuyo-sama, kami tidak lagi memiliki alasan untuk menahan anda, jadi anda bebas untuk pergi. Mohon maaf telah merepotkan. Ini adalah ganti rugi anda,” katanya sambil memberikan sekantung uang kepadaku.

… Kaulah yang membawaku kemari, kau tau?

“Tapi sebelum anda pergi, saya ingin mendengar bagaimana anda bisa menemukan saya,” tambahnya. “Bisa dibilang saya berada tepat di bawah hidung anda, dan saya merasa bahwa itu adalah tempat persembunyian yang bagus.”

Oh, iya. Dia menanyakan hal itu tepat setelah aku menemukannya. Yah, kurasa tidak ada salahnya untuk memberitahunya.

“Itu hanyalah kesimpulan yang kudapatkan setelah mempertimbangkan beberapa faktor,” kataku.

Faktor-faktor itu terlihat biasa saja jika dipisahkan, tapi menghubungkan mereka semua telah membuatku berpikir bahwa itulah jawabannya.

“Pertama, rantai milik Figaro tidak dapat menemukanmu.”

Hal itu membuatku berkesimpulan bahwa dia tidak menggunakan skill Conceal, dan bersembunyi di ruang yang bahkan tidak dapat dicapai oleh rantai itu.

“Saat memikirkan ruang dimana mereka tidak dapat menemukanmu, aku segera memikirkan bayanganmu.”

Karena dia mampu mengendalikan bayangan, tidak berlebihan untuk meyakini bahwa dia juga memiliki skill yang membuatnya bisa memasukinya.

“Yah, Auto Enemy Detect milik Crimson Dead Keeper tidak bisa mencapai dimensi penyimpanan dan sejenisnya,” kata Figaro. “Aku tau cara kerja skill miliknya, jadi aku juga berpikir bahwa dia ada di dalam bayangan di dekat sini. Satu-satunya perbedaan adalah aku menduga bahwa bayangan itu ada disuatu tempat di sekitar Fuso, bukan Ray.”

Sepertinya, karena mereka sudah lama saling kenal, Figaro telah mengetahui cara kerja King of Assassins dan telah membuat dugaannya sendiri tentang dimana dia berada. Namun, ada alasan kenapa dia tidak menyadari—atau tepatnya, tidak bisa menyadari—dimana KoA bersembunyi.

“Kemudian ada fakta bahwa kau membiarkanku sendirian,” lanjutku. “Sebenarnya ada kejadian seperti ini, sih”

Pertama adalah saat aku terbangun di markas ini, sementara yang kedua adalah selama pertarungan barusan.

“Saat aku terbangun disini, awalnya aku berpikir bahwa aku tidak sedang diawasi sampai ada pelayan yang memanggilku untuk makan.”

Namun, sekarang aku tau betapa tidak mungkinnya hal itu. Karena mereka menculikku, mereka mungkin sudah melakukan penelitian dan tentu saja mengetahui bahwa aku memiliki Silver. Jika aku mau, aku bisa saja mencoba menungganginya dan terbang sesaat setelah aku merasa ada yang salah, dan sangat aneh jika tidak ada seorangpun yang ditugaskan untuk menjaga seseorang yang dapat kabur seperti itu.

“Dan itulah sebabnya kau berada di dalam bayanganku,” lanjutku. “Kau siap untuk melompat keluar dan menghentikanku jika aku mencoba untuk melarikan diri, dan kau mencegahku untuk log out dengan cara diam-diam membuat kontak denganku.”

Benar, aku tidak bisa log out, bukan karena aku berada di dalam jarak efektif dari Embryo Type Castle atau Territory, tapi karena King of Assassins terus membuat kontak denganku dari dalam bayanganku.

“Ya.” Angguk KoA. “Pendapat anda sebagian besar benar.”

“Selanjutnya adalah saat pertarungan antara Figaro dan Tsukuyo Fuso. Bukannya membuatku kembali pingsan, kalian malah membiarkanku melakukan apa yang kumau, bahkan membariku kesempatan untuk mempengaruhi arus pertarungan,” kataku. “Itu bukan tentangku… tapi tentang Figaro.”

“Aku?” kata Figaro, tampak terkejut.

Itulah alasan kenapa Figaro tidak dapat menyadari kalau KoA berada di dalam bayanganku.

“Kalian tau bahwa Figaro menjadi petarung yang buruk saat dia memiliki rekan, bukan?” tanyaku. “Itulah sebabnya kalian membiarkanku bergerak kesana-kemari dan mencoba untuk menekan Figaro dengan cara membuatnya menganggapku sebagai seorang rekan.”

Jika aku mulai bergerak dengan cara yang membuat Figaro sulit untuk mengabaikanku, pergerakannya akan memburuk, dan itu mungkin adalah apa yang mereka incar.

“Namun, itu bukan alasan utama kenapa kau membiarkanku bertindak semauku,” kataku. “Kau punya alasan yang berbeda.”

“Dan apa itu…?” tanya KoA.

“Untuk membuat Figaro mengabaikanku dengan sengaja.”

Figaro tidak bisa bertarung dengan baik saat bersama rekan, dan dia menghindari kekurangan itu dengan melakukan segala yang dia bisa untuk mengabaikan keberadaan rekan di medan pertempuran. Meskipun kemampuan bertarungnya tetap menjadi agak tumpul, dia masih bisa bertarung dengan benar, dan sebagai bayarannya, dia akan sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada rekannya. Dan itu berarti bahwa…

“Selama kau berada di dalam bayanganku, Figaro tidak akan pernah dapat menemukanmu.”

Bagaimanapun, dia tidak mungkin menyadari musuh di bawah kakiku jika dia tidak memperhatikanku.

“Kau bilang kalau kau ‘berada tepat di bawah hidungku,’ dan itu sangat tepat,” lanjutku.

Figaro tidak dapat menemukannya, dan Auto Enemy Detect tidak dapat melacaknya. Pada situasi seperti itu, dia tidak akan pernah di serang oleh Figaro, sehingga dia bisa berkonsentrasi sepenuhnya untuk mengendalikan bayangannya, menjadikannya sebagai tempat persembunyian yang sempurna.

“Menakjubkan,” katanya sambil bertepuk tangan. “Perkataan anda menjelaskan niat saya dengan sempurna. Anda memiliki kesadaran situasional yang sangat baik.”

“… Terima kasih?”

“Ini bukan hanya menjadi waktu paling produktif bagi Tsukuyo-sama, tetapi juga bagi diri saya.”

Meskipun aku baru saja mengatakan alasan kenapa Tuan-nya kalah, anehnya dia malah tampak senang. Meskipun berbeda dengan setan itu, sudah jelas dia juga sama anehnya dengannya.

“Sekarang, saya akan permisi. Saya harus log out,” lanjutnya, tampak puas. “Bagaimanapun, saya harus kembali dan membuat makan malam untuk Tsukuyo-sama… Oh. Atau apakah anda lebih suka memberi saya death penalty?”

“… Tidak. Pergi saja,” aku menghela nafas. “Kurasa sudah cukup untuk hari ini.”

Seluruh insiden ini membuatku sangat kelelahan.

Figaro sudah hendak menarik Gloria ɑ miliknya, tetapi berhenti setelah mendengar perkataanku.

Mungkin aku bisa membiarkannya memotongnya saja? Pikirku.

“Terima kasih atas kebaikan anda,” kata KoA. “Saya pasti akan mengungkapkan rasa terima kasih saya dengan benar suatu hari nanti. Permisi…”

“Ah, tunggu sebentar,” aku menghentikannya saat aku menyadari bahwa aku masih punya sebuah pertanyaan.

“Ya?”

“Yah, ini tentang pertarungan antara Figaro dan seta—Tsukuyo Fuso.” Itu adalah satu-satunya hal yang masih tidak dapat kupahami. “Kenapa Tsukuyo Fuso tidak mengenakan Lifesaving Brooch?”

Accessory itu meniadakan damage fatal, dan itu hampir seperti item wajib dalam setiap pertarungan melawan player yang lebih berpengalaman.

Namun, saat setan itu diselimuti oleh cahaya dari Fang of Gloria: Overdrive, tampaknya item itu tidak aktif, yang artinya dia benar-benar tidak memakainya. Keberadaannya bisa saja mengubah hasil dari pertarungan tadi, dan aku tak punya pilihan lain selain menanyakannya.

“Itu hanya karena Tsukuyo-sama adalah Tsukuyo-sama,” jawab King of Assassins dengan senyum di wajahnya dan kepercayaan diri pada nadanya, seolah-olah dia yakin sepenuhnya bahwa hanya itulah jawaban dari pertanyaanku. “Kalau begitu, semoga kita bisa bertemu lagi.”

Kemudian dia menjalani proses log out dan menghilang.

“Jujur, aku lebih senang jika kita tidak bertemu lagi,” kata Nemesis, dan aku memiliki pemikiran yang sama.

Setelah KoA log out, kami berjalan keluar dari markas Lunar Society.

Sejujurnya, aku menduga kami akan menerima serangan dari para penganut yang ada disini, tapi sepertinya mereka tidak terlalu memikirkan kami, seolah-olah mereka telah diberitahu untuk membiarkan kami pergi. Bahkan, sepertinya mereka hanya terlalu fokus untuk memperbaiki mansion yang hancur ini.

Wew, tempat ini benar-benar berantakan. Serius, kehancuran yang ada disini menandingi kerusakan yang diakibatkan Clah of Superior, menjelaskan seberapa parah Figaro mengamuk sampai setan itu keluar untuk menghadapinya.

“Baiklah, sekarang aku akan melakukan raid ke Tomb Labyrinth,” kata Figaro setelah kami berada di luar.

Kurasa dia mengamuk di Lunar Society dan menyelamatkanku hanyalah sebuah bonus dari raid nya, kataku.

“Figaro, terima kasih sudah menolongku,” kataku.

“Tidak masalah. Tidak perlu berterima kasih,” jawabnya. “Kau bekerja sangat keras saat berurusan dengan Franklin dan Gouz-Maise Gang.”

“Hm…?” aku bisa paham soal Franklin, tapi kenapa dia menyinggung soal Gouz-Maise Gang?”

“Pokoknya, sampai jumpa lagi. Aku akan berada di Tomb Labyrinth untuk sementara waktu, jadi jika kau ada perlu denganku, bilang saja pada Shu dan dia akan menyampaikannya kepadaku.”

Setelah mengatakan itu, Figaro berlari menuju dungeon buatan itu. Dia sangat cepat, dan hanya butuh waktu sebentar sampai dia menghilang dari pandanganku.

“Baiklah, ini juga sudah saatnya untuk log out,” kataku.

Di dunia nyata, sekarang sudah jam 10 malam, jadi aku sangat ingin log out, bersiap untuk besok, dan pergi tidur. Belum lagi aku sudah mendapatkan peringatan tentang rasa lapar dan buang air karena sejak beberapa saat yang lalu.

“Baiklah,” kata Nemesis. “Sebisa mungkin, jadilah mahasiswa yang terbaik.”

“Jangan khawatir, aku akan menikmati hidupku sebisa mungkin.”

“Pastikan untuk kembali kemari, ok?” tambahnya.

“Eh? Yah, aku akan online besok malam.”

Entah kenapa, perkataanku membuatnya tampak agak… lega?

“Selamat malam, Ray,” katanya.

“Terima kasih. Kau juga, Nemesis.”

Dengan perkataan itu, setelah online selama seharian penuh dalam waktu Dendro, akhirnya aku log out.

***

???

“Sialan pangeran otak udang penyakitan itu…. Dan aku hampir saja mengembalikannya sama seperti yang kulakukan terakhir kali,” gerutu Tsukuyo.

“Mereka mengatakan bahwa keberuntungan adalah faktor penting dalam kemenangan. Sayangnya, tidak seperti saat terakhir kali, pertarungan itu tidak dimulai di tengah malam.”

“Dan itulah sebabnya dia datang cepat. Dan dia menghancurkan mansion agar aku tidak bisa bersembunyi sampai malam tiba… Hmph, ya terserahlah. Itu masih sekali kalah, sekali menang bagiku.”

“Benar. Apa yang ingin anda lakukan sekarang, Tsukuyo-sama? Anda tidak bisa online, jadi saya sangat menyarankan anda untuk tidur.”

“Itu mungkin yang terbaik. Libur musim semi telah berakhir, dan besok aku punya banyak kerjaan di kampus.”

“Benar sekali. Anda berniat mengumpulkan anggota baru untuk klub.”

“Benaaar. Kuharap aku menemukan anak baru yang menarik perhatianku…”

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. figaro says:

    Jgn2 tsuyo fuso cewe berambut pirang d chaptet sblmnya?

    Like

  2. Nai says:

    39 apakah si tsukuyo satu kampus ama ray 😂

    Like

  3. Kefvin says:

    Thanks, kuma

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s