Infinite Dendrogram Volume 6 Chapter 2 A

Volume 6
Chapter 2 – Pesta Minum Teh Para Maiden (Bagian 1)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Death Shadow, Marie Adler

Ray telah diculik oleh Lunar Society, klan yang dipimpin oleh High Priestess yang terkenal licik.

“Kenapa dia menarik perhatian dari orang-orang merepotkan seperti itu?” gumamku.

Pertama Franklin, sekarang Tsukuyo Fuso… Apa sih yang pria itu lakukan sampai-sampai harus mengalami semua itu? tambahku dalam diam.

“Maaf, tapi bukankah kau adalah ‘orang merepotkan’ pertama yang dia temui?” tanya Rook.

“Oh, bacot, Rook Kau mungkin ada benarnya, tapi sekarang bukan saatnya untuk itu.”

Ini adalah kejadian serius yang mungkin saja bisa merembet sampai ke luar Infinite Dendrogram.

Kami berdua sudah jelas tidak cukup untuk menangani hal ini. Kami membutuhkan lebih banyak kekuatan, dan tidak ada lawan yang lebih baik bagi Tsukuyo Fuso selain Big Three lain milik Kerajaan, kakak beruang Ray sendiri… King of Destruction, Shu Starling. Aku tidak terlalu yakin dengan di dunia nyata, tapi sudah jelas dia bisa menangani hal-hal tidak masuk akal disini, di Dendro.

“Bagaimana denganmu, Marie?” tanya Baby, nadanya tampak benar-benar penasaran. “Bisakah kau melakukannya?”

“… Yah, jika tujuannya hanya untuk membunuh Tsukuyo Fuso, maka mungkin aku bisa melakukannya,” kataku.

Aku dijuluki “Superior Killer” bukan tanpa alasan. Jika aku melakukan serangan kejutan yang bagus saat dia sedang lengah, aku mungkin bisa dengan cepat menguras HP milik High Priestess dan mem-PK-nya. Tapi, sayangnya…

“Itu mustahil,” aku menghela nafas.

“Tapi kenapaaaa?” tanya Baby.

“Karena… dia punya King of Assassins di sampingnya.”

King of Assassins adalah Superior Job dari assassin grouping, dan saat ini job itu dimiliki oleh Eishiro Tsukikage—yang pada dasarnya adalah wakil komandan di Lunar Society.

Job itu memiliki latar belakang yang sangat mirip dengan Death Shadow milikku. Satu-satunya perbedaan nyata adalah milikku adalah job timur, sementara miliknya adalah job barat, ditambah Death Shadow berfokus untuk menyembunyikan keberadaan pemiliknya, sementara King of Assassins spesialis dalam, sama seperti namanya, melakukan pembunuhan.

Dan karena itu, sama seperti diriku yang mahir dalam membongkar skill Conceal karena aku sendiri ahli dalam skill itu, dia juga ahli dalam mencegah pembunuhan karena dia ahil dalam melakukan pembunuhan.

Selama Tsukuyo memiliki orang itu di sampingnya, dia akan menjadi target yang mustahil bagiku. Setiap dan semua serangan kejutanku akan ditangkis.

“Faktanya, kita bahkan tidak yakin apakah hanya dengan memberinya death penalty saja sudah cukup,” tambahku. Bagaimanapun, kita berhadapan dengan sekte yang memiliki keberadaan solid disini dan di dunia nyata. Dan jika itu bukanlah hal yang merepotkan—maka aku tidak tau lagi apa itu.

Tapi, bola bulu itu setidaknya bisa menyelamatkan Ray dari kesulitannya di sini di Dendro, dan…

“Ah,” seru Rook, sambil menunjuk ke suatu arah. “Lihat, Marie! Itu kakak Ray!”

Aku menoleh ke arah yang dia tunjuk, dan melihat…

Popcorn beruang super lezat! Kalian akan memakannya secepat kilat! Rasanya akan membuat lidah kalian menggeliat!

Beruang itu sedang berdiri di sebelah gerobak popcorn dan menarik pelanggan dengan sebuah lagu yang dinyanyikan dengan suara indah yang sia-sia.

Apa yang sedang dilakukan manusia beruang itu? pikirku, merasa jengkel.

“Kak Shu!” Panggil Rook saat dia mendekatinya.

“Oh, halo, Rook, Baby, Superior Killer,” beruang itu menyapa kami. “Ada apa? Kalian tampak berantakan-kuma. Oh iya, Superior Killer, Aku—“

“Jangan panggil aku ‘Super… atau apapun itu’ di tempat umum!” Teriakku. “Dan apa yang kau lakukan disini?”

Kenapa peringkat atas kill ranking kerajaan menjual popcorn? Apakah dia dapat pekerjaan paruh waktu sebagai maskot bisnis atau sejenisnya?

“Mantan penjual yang kukenal pensiun dan pergi ke Caldina-kuma, jadi aku membeli semua jagung yang dia tinggalkan,” jawab bola bulu itu.

Yah, Altar sedang mengalami gejolak politik dan terus kehilangan orang setiap harinya…

Tidak, tunggu, tapi kenapa dia membeli jagung-jagung itu?

“Aku menjual popcorn demi mendapatkan uang untuk peluru Baldr,” lanjutnya. “Tanda pengakuan KoD benar-benar membuatnya menjadi terkenal.”

“Lebih baik kau berburu sana,” komentarku. “Pikirkan tentang itu, Tuan Peringkat Satu Kill Ranking?” Dia jelas akan mendapatkan lebih banyak uang dengan cara itu.

“Yah,” dia menggaruk pipinya dan menjawab. “Aku punya alasan yang membuatku tidak bisa pergi terlalu jauh dari sini. Ngomong-ngomong, apa yang kalian inginkan? Kalian mencariku, bukan?”

“Yah, Ray diculik oleh Lunar Society, dan…”

Setelah Rook menjelaskan situasinya, atmosfer di sekitar kami langsung berubah.

“Beneraaaaan?” kata beruang yang merupakan King of Destruction itu. Dia mengeluarkan perkataan yang begitu kental dengan rasa haus darah yang bisa dirasakan seseorang tanpa memerlukan skill khusus. Meskipun itu tidak di arahkan kepada kami, hal itu masih membuat keringat dingin mengalir dipunggungku.

Orang-orang yang ada di sekitar kami juga gemetaran, benar-benar tidak mengetahui apa penyebabnya.

“Rubah sekte bangsat itu…” lanjutnya tanpa sedikitpun tanda-tanda humor yang bisa dia tunjukkan, dia bahkan juga mengumpat. Sudah jelas, dia sangat tidak senang dengan penculikan itu.

… Tunggu, apakah dulu dia juga seperti ini saat aku memberikan death penalty kepada Ray?

… I-Itu sangat menakutkan, pikirku saat keringat dingin kembali mengalir dipunggungku.

“Besok dia ada kuliah, bangsat…” beruang yang sedang marah itu menghela nafas. “Njir, bagaimana aku harus menangani hal ini?”

“Kau benar-benar memikirkannya dengan keras?” aku mengangkat alisku.

Itu benar-benar diluar dugaan. Mengingat apa yang dilakukan beruang ini, aku menduga dia akan langsung pergi ke ibukota dan menyerbu markas besar Lunar Society pada saat dia mendengar Ray sedang dalam masalah.

“Aneh,” kataku, menyuarakan pikiranku. ”Aku menduga kau akan menyerbu mereka dan menghajar serigala itu tepat setelah kami menceritakan hal ini.”

Maksudku, kau membakar seluruh Noz Forest saat aku mem-PK Ray, pikirku.

“Percayalah, aku ingin melakukan itu, tapi aku benar-benar tidak bisa pergi dari sini saat ini,” kata beruang itu, sekali lagi memberitahu kami bahwa dia tidak bisa meninggalkan kota ini.

Apakah ada sesuatu yang terjadi di sini di Gideon? Tentu saja yang dia maksud bukanlah bahwa dia terlalu sibuk menjual popcorn dan tidak bisa pergi, kan?

…. Akan tetapi, aku tidak bisa yakin sepenuhnya dengan hal itu.

“Begitu,” aku menghela nafas, menyerah mendapatkan bantuannya. “Tapi jika kau tidak bisa bertindak… menyelamatkan Ray akan jadi jauh lebih sulit. Yah, dalam kasus terburuk, dia bisa melarikan diri dengan cara bunuh diri.” Sebagai penanggulangan atas pelecehan dan pembulian cyber, Dendro memiliki fitur bunuh diri. Hal itu memungkinkan para player untuk memberikan death penalty kepada diri mereka sendiri hanya dengan menginginkannya, membuat mereka bisa lolos dari situasi dimana mereka, karena suatu alasan, tidak bisa log out dengan cara biasa.

Hal itu memiliki resiko jatuhnya item-item berharga, tapi equipment paling berharga yang dimiliki Ray—dua special reward itu—tidak bisa ditransfer dengan cara apapun, termasuk jatuh setelah kematian.

Dan juga, sebagian besar uang yang dia dapatkan dari Gouz-Maise, Clash of the Superior, dan Permainan Franklin telah dipercayakan pada lembaga publik yang relevan.

Satu-satunya hal yang perlu ditakutkan adalah kemungkinan dirinya menjatuhkan Sliver, tapi mengingat banyaknya item yang dia miliki, hal itu sepertinya mustahil. Gacha harian yang dilakukannya membuat inventory-nya cukup penuh.

Terlebih lagi, death penalty tidak akan terlalu buruk baginya. Faktanya, setelah kembali dari death penalty, dia akan mendapatkan tangannya kembali dan akan sembuh sepenuhnya—tak diragukan lagi sebuah keuntungan besar.

Tapi…

“Yah, tentu dia bisa menggunakan bunuh diri,” kata manusia beruang itu. “Tapi mengingat itu adalah dirinya, dia pasti tidak mau melakukannya.”

Benar sekali, pikirku.

Maksudku, pria itu telah memilih menghabiskan satu bulan di waktu Dendro tanpa sebuah tangan bukannya menyembuhkannya dengan death penalty.

“Tapi, jika kita tidak melakukan apapun pada hal ini, kehidupan kampusnya akan berada dalam bahaya…” kataku.

Kita sedang berurusan dengan Lunar Society. Sekumpulan orang gila itu tidak akan ragu untuk mencegahnya log out selama 24 jam penuh atau bahkan lebih.

… Ya rabb, hal itu mungkin saja akan membahayakan tubuh asli Ray.

“Timing-nya benar-benar sangat buruk,” erang beruang itu. “Meninggalkan Gideon dan membiarkan duo bom nuklir itu bertindak sesuka mereka juga bukan sebuah pilihan, jadi… sialan.”

Duo bom nuklir?

“Siapa yang kau maks—?”

“Kalau begitu, gimana kalau aku yang pergi?” tanya seseorang di sampingku, menyela pertanyaanku.

Aku menoleh dan melihat tidak lain adalah orang paling terkenal di Gideon.

“Over Gladiator, Figaro…” aku menggumamkan job dan namanya.

Dia adalah salah satu Big Three dan, tak diragukan lagi, merupakan salah satu Master terkuat di kerajaan.

… Karena suatu alasan, dia benar-benar memakan popcorn yang dijual oleh beruang ini.

“Lagi pula, aku hendak…. Menjelajah Tomb Labyrinth lagi,” katanya sambil mengunyah popcorn. “Aku juga bisa mampir ke… markas Lunar Society.”

Dia kemudian menunjukkan senyuman sambil menatap kami dengan mata sipitnya itu.

Sudah jelas itu adalah ekspresi yang cantik, tapi sayangnya, tindakan makan popcorn-nya benar-benar merusak itu semua.

“Kau akan membantu?” tanya manusia beruang itu.

“Tentu saja.” Angguk Figaro. “Ray bekerja sangat keras saat aku sedang tidak bisa bergerak selama Permainan Franklin dulu. Aku ingin membalas jasanya.”

“Terima kasih,” kata beruang itu.

Jadi sekarang kami memiliki satu dan satu-satunya Figaro di sisi kami.

… Ini akan berhasil, pikirku dengan lega. Faktanya, Over Gladiator bahkan akan lebih bagus dari KoD dalam situasi ini. Dengan High Priestess yang menyembunyikan diri di markas besar di ibukota, beruang itu harus menahan diri supaya dia tidak menghancurkan kota, tapi Figaro tidak memiliki batasan seperti itu. Belum lagi bahwa buff tanpa batasnya adalah penanggulangan terbaik untuk debuff yang dilancarkan wanita itu. Tidak peduli akan jadi sepanas apa pertarungan itu, dia bisa menyelamatkan Ray tanpa banyak masalah.

“Kau mungkin sudah mengetahui ini, tapi…” beruang itu mulai berbicara.

“Ya,” Figaro menyela perkataannya. “Jika aku dan dia bertarung, aku harus menyelesaikannya sebelum dia menggunakan skill ultimate-nya. Jika tidak, aku akan kalah.”

… Eh? Pikirku dengan terkejut.

“Untungnya, sekarang masih siang,” tambahnya. “Jika aku bergegas, seharusnya aku bisa menyelesaikannya sebelum matahari terbenam.”

“… Hati-hati, gan.”

“Ya. Baiklah, aku berangkat,” katanya sebelum berlari dari tempat kami dengan kecepatan supersonik. Bahkan aku kesulitan untuk mengikuti bayangannya. Dia mungkin berganti ke equipment berfokus AGI.

Dilihat dari seberapa cepat dia berlari, tidak akan butuh waktu lama sampai dia tiba di ibukota, pikirku.

“Marie,” kata Rook. “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”

“Yah…” gumamku, dan mulai merenung. Dengan kecepatan kami, akan butuh beberapa jam sampai kami bisa tiba di Altea. Tapi jika semuanya berjalan baik, kami mungkin bisa bertemu dengan Ray tepat setelah dia diselamatkan oleh Figaro.

“Mungkin kita harus pergi sekarang…?” kataku.

“Kurasa itu tidak perlu-kuma,” komentar beruang itu.

“Kenapa?”

“Tidak peduli seberapa cepat Figaro melakukan tugasnya dan menyelamatkan ray dari sekte gila itu, Ray harus segera log out. Pergi kesana sekarang benar-benar akan buang-buang waktu-kuma.”

Yah, dia benar, tapi aku tidak terlalu enak mempercayakan semuanya kepada Figaro.

“Dan juga, Superior K… Marie,” lanjut beruang itu saat dia merogoh inventory-nya dan mengeluarkan sebuah surat. “Aku punya ini untukmu.”

Kata “Untuk Marie” yang tertulis di amplopnya dengan tulisan tangan yang imut membuatnya mudah untuk menebak siapa pengirimnya.

“Apakah ini dari Ellie?” tanyaku untuk memastikan.

“Benar sekali-kuma,” angguk beruang itu. “Dia dan Liliana datang kepadaku saat aku sedang menjual popcorn kemarin dan menyerahkan itu kepadaku.”

Yah, party kami sedang menjalankan quest selama seharian penuh kemarin, jadi mereka mungkin mereka berpikir bahwa memberikan surat itu kepada beruang ini, kakak anggota party kami, adalah ide yang bagus agar surat itu bisa sampai padaku.

Mereka benar-benar mempercayakan surat ini kepada bola bulu ini… Yah, dilihat sampai sejauh ini, dia sudah jelas adalah orang baik, jadi itu bukanlah ide yang buruk. Dia sudah jelas tidak masuk akal dilihat dari imajinasi manapun, sih.

“Mereka memberitahuku bahwa itu untuk sebuah quest-kuma,” tambah beruang itu.

“Sebuah quest untukku? Dari Ellie?”

Sekarang, apa kira-kira itu? pikirku.

“Ya, jadi kurasa kau harus berkonsentrasi pada hal itu. Dan juga, Rook.”

“Ya?” jawab Rook.

“Dekatkan telingamu sebentar.”

“Hm…? Baiklah.”

Beruang itu mendekati Rook, mendekatkan mulutnya ke telinganya, dan membisikkan sesuatu. Jujur, rasanya aku seperti sedang melihat beruang yang hendak memakan manusia.

“Begitu,” Rook mengangguk. “Baiklah, kalau begitu.”

“Ok. Datang kepadaku beberapa hari kedepan di dalam Dendro. Setiap kali Ray offline dan kau tidak punya kerjaaan juga tidak masalah.”

Sepertinya keduanya telah membuat semacam rencana.

“Apa yang kalian berdua rencanakan?” tanyaku.

“Yah, bisa dibilang… ‘latihan,’” jawab beruang itu.

Latihan? Beruang ini akan melatih Rook? Aku mengangkat alisku.

“Pokoknya, itu cara termudah untuk menjelaskannya,” tambah beruang itu. “Maksudku, Ray sudah melakukan banyak latih tanding, tapi kau tidak bisa mengatakan hal yang sama untuk Rook, kan?”

Benar saja. Rook kebanyakan hanya jadi pengamat, bukannya peserta.

Tunggu dulu, bukan itu masalahnya disini. Apa yang ingin kutanyakan adalah…

“… Hal apa saja yang dilibatkan dalam ‘latihan’ itu?”

“Hal-hal yang me… Mati-kan sulitnya, mungkin, tapi ya, itu layak untuk dilakukan.”

D-Dia sengaja memisahkan kata “mati” dan kemudian menambahkan beberapa kata yang sama sekali tidak membuatnya terdengar lebih baik.

“… Bukankah Superior sepertimu terlalu berlebihan untuk newbie sepertinya?” tanyaku.

“Dunia adalah tempat yang sangat kejam,” bola bulu itu menghela nafas. “Bahkan disini ada beberapa player veteran yang mengintai hutan dan membantai para newbie di hari pertama mereka di Dendro.

…. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, pikirku dan memalingkan wajahku. Aku tidak bisa mengatakan apapun tentang masalah ini.

“Aku tidak keberatan,” kata Rook. “Dan juga, jika dia sendiri yang mengusulkan hal ini, maka latihan ini mungkin sangat penting.”

“Memang.” Angguk beruang itu. “Aku menjaminnya.”

Rook sepertinya sangat setuju dengan ide itu.

Apa kau yakin? Kau akan berlatih dengan beruang, kau tau?

“Pokoknya, karena itu sudah diputuskan, datanglah padaku kapanpun kau punya waktu luang.”

“Ya, tentu saja,” kata Rook.

Beruang itu kemudian meninggalkan kami, menarik gerobak popcorn di belakangnya. Rasa dia seperti sedikit menghindari kami, tapi bukannya menyelidikinya, lebih baik kami melakukan urusan masing-masing.

Aku kemudian membuka dan membaca surat Ellie, berpisah dengan Rook, dan pergi ke tempatnya.

Tentu, aku masih khawatir tentang Ray, tapi aku memutuskan untuk mempercayakannya pada Figaro.

Aku hanya bisa berharap agar situasi itu bisa diselesaikan tanpa Ray harus memilih death penalty.

***

Duel city Gideon, gang

Setelah Shu menarik gerobak popcorn-nya menuju sebuah gang kosong, seseorang di belakangnya mulai berbicara kepadanya.

“Apakah kau berencana melatih newbie itu dan membuatnya mampu melakukan sesuatu terhadap kami… atau dia?”

Itu adalah seorang wanita. Dia memiliki penampilan seperti petualang biasa, tapi binatang mirip landak yang ada di tangannya membuat wanita itu tampak lebih mencolok.

Sementara untuk ekspresinya… jelas-jelas dia mengejek.

“Kami mendengar percakapanmu tadi,” lanjutnya. “Jadi Figaro, primata terkuat di wilayah ini, maupun adik pembunuh Superior-mu yang hanya bergantung pada keberuntungan sedang tidak ada disini, eh? Sayang sekali kami tidak menerima perintah dari kubu kaisar. Tapi karena itu, kami tidak perlu menendang setiap sampah menjijikkan yang berkumpul di sekitar kami.”

Perkataan itu jelas-jelas menghina yang lemah dan rapuh, tapi hal itu tidak cukup untuk membuat Shu marah.

“’Menendang sampah’?” kata Shu. “Memangnya siapa kau ini, semacam OL jorok?”

“’OL’? Apak maksudnya itu?”

“… Oh, aku paham. Istilah itu tidak terlalu kenal di belahan bumi-mu. Yah, bukan berarti aku bisa menyalahkanmu. Maksudku, itu adalah neologisme yang dibuat di sebuah majalah Jepang.”

“Tapi apa maksudnya it—? Yah, lupakan. Meski harus kukatakan bahwa kau jelas senang berasumsi. Pertemuan kecil itu membuatnya jelas melebihi saat kejadian itu.”

“Mh…” gumam beruang itu.

“Kau ada disini untuk mengawasi kami, kan? Itulah sebabnya kau tinggal di kota ini, bukannya pergi keluar dan berburu. Aku benarkan?”

“Yah, jika terjadi skenario terburuk, sepertinya hanya akulah yang bisa menghentikan kalian.” Jawab Shu terdengar sangat santai, sudah jelas tidak bermaksud menunjukkan satu emosi-pun, tapi itu sudah cukup untuk membuat wanita itu mengernyitkan alisnya.

“Kau sangat salah tentang satu hal,” dia berkata dengan nada mengancam, dan menatap beruang itu dengan sinar mirip hewan buas di matanya. “Kau tidak cukup untuk menghentikan Queen of Beast… dan King of Beast.”

Aura membunuh yang ada di sekitarnya sudah cukup untuk langsung membunuh mereka yang berhati lemah. Bahkan seorang pejuang juga akan gemetaran saat menghadapinya.

“Aku tidak yakin dengan hal itu.”

Tapi King of Destruction tetap tegar. Seperti sebuah batu besar yang berdiri kokoh di tengah badai paling liar—atau mungkin seperti rumput yang membiarkan angin maha dahsyat melewatinya begitu saja—Shu sama sekali tidak gentar dengan ancaman wanita itu.

“Berani coba?” kata wanita itu, semakin meninggikan suasana itu dan menciptakan atmosfer yang sangat mirip dengan yang tercipta antara Figaro dan Xunyu saat Clash of the Superior.

Yang satu ini memiliki dasar yang sangat berbeda, sih. Sementara pertarungan Figaro dan Xunyu mengandalkan teknik dan presisi, yang satu ini hanya akan mengandalkan kekuatan murni.

Benar, sementara Clash adalah duel antara pejuang terkuat, yang satu ini adalah bentrokan antara dua bencana alam—pertanda dari sebuah erupsi gunung berapi dan sebuah tornado disaat bersamaan, yang akan menghancurkan segalanya saat mereka bangkit.

Situasi itu benar-benar gawat. Rasanya seolah-olah Gideon bisa musnah dari permukaan dunia kapan saja.

“Aku sangat tidak setuju dengan hal itu-kuma!”

Tapi perasaan itu tersebar seperti kabut saat Shu berbicara dengan nada komedinya yang biasa, bahkan tidak melupakan permainan katanya.

“Melakukan hal itu sekarang akan buruk bagi kita berdua. Penyusupanmu akan sia-sia, sementara aku kekurangan uang untuk peluru-kuma. Wew, kekacauan yang disebabkan orang gila berjubah lab itu benar-benar menyakiti dompetku sampai-sampai aku tidak bisa memulihkannya, tidak peduli seberapa banyak popcorn yang kujual.”

“Bangsat…”

Perkataan Shu yang tampak mengejek—tapi sepenuhnya benar—membuat wanita itu semakin kesal. Kemarahan menyelimutinya. Dia mulai kembali membentuk aura mengancam yang telah Shu hancurkan dan bersiap untuk menyerangnya.

“lol” Binatang mirip landak yang ada di lengan wanita itu mengeluarkan suara yang tampak agak gembira.

Hanya karena hal itu, kemarahan wanita itu menghilang seolah-olah tidak pernah ada sebelumnya, dan ekspresinya juga melembut.

“Jika kamu bersenang-senang, Behemot… maka aku tidak akan memikirkannya,” kata wanita itu.

“Yah, hal yang menyenangkan ada hal yang bagus-kuma,” komentar Shu.

Tidak ada sedikitpun sisa dari atmosfer tegang yang ada beberapa saat lalu. Gang itu sekarang menjadi tenang.

Dengan percakapan mereka yang tampaknya sudah selesai, Shu memegang gerobak popcorn-nya dan mulai berjalan menjauh.

Saat dia melakukan itu, wanita itu kembali berbicara kepadanya, seolah-olah dia mengingat sesuatu yang membuatnya penasaran.

“Ngomong-ngomong, bolehkah aku menanyakan satu hal?”

“Tentu saja-kuma.”

“Bagaimana dengan hidupmu di sisi lain? Kau selalu online setiap kali kami ada disini, kan?”

“Aku tidak mau mendengar hal itu darimu.”

“XD”

Dengan itu sebagai perkataan terakhir mereka, para no-lifer yang telah bermain selama 200 jam dalam sepuluh hari terakhir saling berpaling satu sama lain dan berpisah.

Tersembunyi di balik pemandangan sehari-hari di Gideon, pertarungan kedua orang itu ditunda untuk lain hari.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. tsukuyo says:

    Figaro menyerbu markas lunar society…abizz

    Like

  2. Kefvin says:

    Thanks, kuma

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s