Infinite Dendrogram Volume 5 Prolog

Volume 5
Chapter Penilaian – Analisis ■■■ ■■■■■

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Arena pusat, bangku penonton, ■■■ ■■■■■, ■■■■■■

“Nak, apakah kau lihat itu?! Bocah itu luar biasa!” teriak pria tian paruh baya yang duduk di sampingku.

“Ya, benar sekali!” setujuku.

Setelah aku memberikan balasan yang tepat, aku menganalisa siaran. Sejak saat hal itu muncul, aku telah mengubah pikiranku dari mode personal ke taktikal. Giga Professor, Mr. Franklin, telah memulai siaran ini untuk membuat para tian kerajaan merasa putus asa. Namun, seorang pemuda newbie bernama “Ray Starling”—nama belakang yang cukup kukenal, ngomong-ngomong—telah membalikkan keadaan itu dan meraih kemenangan, memberikan hasil yang berkebalikan dengan niat Franklin.

Jika dia melakukan aksi terorisme ini hanya untuk membuat kerajaan kehilangan kepercayaan kepada para Master, bisa dikatakan kalau dia telah gagal, tapi Franklin masih memiliki beberapa bidak di atas papan permainan. Tak perlu dikatakan lagi, dia masih belum kehabisan rencana saat ini.

Aku mulai membayangkan situasi keseluruhan, dimulai dengan jumlah bidak milik kedua sisi di Permainan Franklin ini.

Pertama, aku mulai dengan kekuatan Gideon.

No. 1 di duel ranking, “Endless Chain,” sedang tersegel. No. 4, “Black Raven,” dan no. 8, “Vagrant Golden Sea,” sama-sama terjebak di dalam barrier arena pusat.

No 6, “Kamen Rider,” dan No. 7, “Raging Blaze,” telah di kalahkan dalam pertempuran ini.

No. 2, “Monster Cat Mansion,” no. 3, “Guillotine,” dan no. 5, “Bone-Eater” sedang tidak hadir. No. 9 dan di bawahnya sama-sama tidak relevan dengan situasi saat ini.

Menghilangnya barrier akan melepaskan no 1, 4, dan 8, yang dapat memberikan pengaruh besar pada alur pertempuran, Faktanya, no. 1 mampu membunuh Franklin seorang diri.

Jumlah Master non-ranking yang ada di luar arena perlahan mulai berkurang, tapi kebanyakan dari mereka yang tertangkap di gerbang barat hanya terjebak di dalam debuff Frozen, yang artinya mereka bisa kembali bergabung dalam pertempuran jika debuff itu dihilangkan.

Ada juga orang yang kuduga adalah Superior Killer. Aku benar-benar kehilangan jejaknya, tapi aku yakin kalau itu disebabkan oleh kemampuan stealth dan bukan karena kematian.

Para newbie yang meninggalkan arena pusat telah kehilangan separuh jumlahnya, dengan hanya sekitar due belas orang yang masih hidup. Namun, Ray Starling—newbie yang paling berjasa—sedang terluka parah, membuatnya diragukan apakah dia bisa terus bertarung.

Lalu ada potensi tempur milik Franklin. Para Master yang dia sewa perlahan mulai dimusnahkan, dan hal yang sama juga berlaku pada monster-monster yang dilepaskan di kota. Namun, bisa dipastikan bahwa dia menyimpan lebih banyak monster, memungkinkan jumlah kekuatan yang ada di sisinya bisa bertambah.

Tiga karakter yang menurutnya merupakan petarung terkuatnya telah ditangani.

Veldorbell, orang yang membunuh “Kamen Rider,” telah gantian dibunuh oleh Superior Killer. Hugo Lesseps, orang yang menyegel “Raging Blaze” dan banyak Master lainnya, telah ditangkap oleh newbie bernama “Rook.” Dan Ray Starling Killer, monster yang telah memberikan damage besar kepada Royal Guard, ironisnya telah dibunuh oleh Ray Starling.

Meskipun jumlah bidak yang ada di atas papan permainan jelas tidak banyak, seluruh orang yang tersegel di dalam barrier dan monster misterius yang masih Franklin simpan membuatnya sulit diprediksi sisi mana yang akan menang. Dan aku bahkan belum memasukkan bidak-bidak yang dapat menghancurkan papan permainan itu sendiri.

Yang kumaksud dengan hal itu adalah Joker yang Franklin letakkan di bawah arena ini dan tiga individu super kuat yang tersegel di sini—termasuk diriku.

Aku menatap ke arah panggung, melirik ke sisi seberang arena. Dengan sedikit menyipitkan mataku, aku bisa melihat seorang wanita dengan seekor landak di atas pangkuannya. Matanya tertuju ke arah siaran, dan aku tidak tau apakah sedang dia merasa terhibur atau bosan.

Tiba-tiba, dia mengalihkan pandangannya ke arahku, membuat mata kami bertemu. Meskipun ekspresinya sama sekali tidak mengandung niat membunuh, aku merasa kalau tatapan itu seolah-olah menanyakan, “Kau mau coba?”

Jika aku menanggapi tantangannya dan bertarung dengannya, kami akan menyebabkan lebih banyak kematian dan kerusakan dibandingkan seluruh pertempuran ini dikombinasikan.

Saat ini, aku tidak berniat menjadi penyebab dari malapetaka seperti itu, jadi aku menggelengkan kepalaku. Dengan itu, dia tampak kehilangan seluruh ketertarikan padaku dan mengembalikan pandangannya ke arah siaran.

Ini pertama kalinya kami bertemu, tapi sejauh ini, dia memberiku kesan seekor binatang buas, pikirku.

Pokoknya, berdasarkan komunikasi aneh tadi, aku jadi yakin bahwa dia tidak akan bergerak kalau tidak di provokasi.

Selain kami berdua, ada satu lagi individu super kuat di sini. Dia akan mulai bergerak sesaat setelah semua yang menahannya hilang, yang artinya klimaks dari event ini sudah dekat.

Aku tak sabar melihatnya ikut ambil bagian, pikirku. Dia bahkan mungkin menjadi lebih kuat dibandingkan saat terakhir kali kami bertarung.

Apa yang hendak terjadi akan jauh lebih sengit dari pada Clash of the Superior malam ini maupun Permainan Franklin.

“Sekarang giliranmu… Shu,” gumamku.

Perkataan itu keluar dari mulutku, membuat tian yang ada di sebelahku kebingungan. Aku mulai menyadarkan punggungku dan menunggu saat itu tiba.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. ilo says:

    akhirnya kumaaaaa bertarung nyaaw

    Like

  2. alone698 says:

    siapakah itu di chapter ini? yg pasti salah satu bidak franklin

    Like

  3. Kefvin says:

    Thanks untuk chapternya

    Like

Leave a Reply to alone698 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s