Infinite Dendrogram Volume 5 Extra 1

Volume 5
Extra – Berganti Penampilan

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

Sepuluh hari telah berlalu di Infinite Dendrogram sejak insiden yang dimulai oleh seorang bajingan berjubah lab tertentu.

Aku, Rook, dan Marie masih menetap di Gideon, sibuk antara latih tanding atau menyelesaikan guild quest.

Perlunya perbaikan kota menciptakan permintaan akan bahan bangunan, dan perusakan Jeand Grassland yang dilakukan Shu membuat tempat itu menjadi habitat dari monster-monster kuat yang harus ditangani. Quest seperti itu sangat ke-MMO-an yang mengingatkanku bahwa Dendro, memang, sebuah VRMMO.

Sementara untuk latih tanding… meskipun aku jarang menjadi pemenang, aku mempelajari banyak hal.

Musuhku termasuk Marie, Shu, Figaro, dan bahkan duel ranker lokal lainnya. Meskipun mereka mengizinkanku menggunakan accessories pengurang damage, tingkat kemenanganku masih sangat kecil, yang merupakan bukti nyata seberapa kuat mereka semua.

Untungnya, seluruh duel kami dilakukan di dalam barrier arena, jadi seluruh item yang digunakan dan accessories yang hilang akan kembali setelah pertarungan selesai. Dengan Lifesaving Brooch dan barang-barang lain yang kugunakan memiliki nilai total sekitar 10,000,000 lir, aku tak pernah mengapresiasi fungsi pemulihan yang dimiliki oleh arena sebesar saat ini.

10,000,000 lir—dengan kata lain, sepuluh kali dari yang kami terima saat mengalahkan Gardranda. Itu adalah kekayaan besar tak peduli bagaimanapun kau melihatnya, dan itu adalah jumlah yang tak mungkin kugunakan saat aku baru saja mulai bermain. Tapi kondisi keuanganku saat ini membuatku bisa bermewah-mewahan seperti ini. Bagaimanapun, baru-baru ini aku menerima dua pemasukan besar.

Pertama, ada uang yang kudapat setelah mempertaruhkan hadiah dari mengalahkan Gouz-Maise Gang pada Figaro. 60,000,000 lir yang kepertaruhkan telah dikalikan sebanyak 1.2, sehingga uangku menjadi 72,000,000 lir. Membersihkan kekacuan yang disebabkan oleh seorang bajingan berjubah lab tertentu telah membuat hadiah itu datang beberapa hari lebih lambat. Tapi pada akhirnya hadiah itu tetap sampai.

Lalu ada juga hadiah dari Count Gideon.

Dia memberikan sejumlah besar uang kepada seluruh Master yang bertarung dalam permainan Franklin. Para newbie yang melarikan diri dari arena pusat dan mereka yang telah berada di luar menerima jumlah yang lumayan besar.

Sayangnya, Marie tidak termasuk di antara para penerima, karena hanya kelompok kami yang tau bahwa dia adalah Superior Killer, tapi dia mendapat bagian dari uang Count dengan melakukan pekerjaan lain untuknya.

Tentu saja, Shu mendapatkan hadiah terbesar diantara kami semua.

“Dengan ini dan drop dari Seri Bunuh Diri, aku bisa membayar hampir sepersepuluh dari peluru yang kugunakan-kuma,” dia memberitahuku.

Aku tidak yakin apakah aku ingin mengetahui biaya totalnya.

Kesampingkan itu, subjek tentang hadiah kami tidak akan lengkap tanpa kisah bagaimana Rook menggunakan hadiahnya, dan keterlibatanku di dalamnya.

Itu terjadi dua hari lalu…

*

Saat aku sedang duduk-duduk, memikirkan apa yang harus kulakukan pada kekayaan yang kudapat dari Count Gideon dan perjudian itu, Rook berjalan ke arahku.

“Ray, bisakah kau menolongku melakukan sesuatu?” tanya Rook.

“Hm?” kataku. “Yah, ini tak biasa. Jarang sekali bagimu untuk meminta sesuatu.”

“Mungkin,” dia mengakuinya. “Tapi ini adalah sesuatu yang tak bisa kulakukan sendirian. Ini berhubungan dengan pergantian job-ku…”

Beberapa waktu ini, Rook telah berkeinginan untuk berganti job menjadi Lost Heart—high-rank job dari pimp grouping. Hal itu memerlukan tiga persyaratan: telah mencapai level 50 sebagai Pimp, jumlah stats total yang dimiliki bawahan telah mencapai titik tertentu, dan setidaknya mendapatkan 1,000,000 lir melalui pekerjaan Pimp.

Rook sudah menyelesaikan dua persyaratan pertama, tapi yang ketiga memberikan sebuah masalah. Dia mungkin bisa mendapatkan uang itu saat dia menyelesaikan quest model yang dia lakukan dulu, tapi dia malah memilih Marylin dan keretanya bukannya hadiah uang, jadi itu tak dihitung menyelesaikan persyaratan.

Dan kurasa sekarang dia menemukan cara untuk memecahkan masalah itu, pikirku.

“Kau punya ide untuk bisa berganti menjadi Lost Heart?” tanyaku.

“Ya.” Dia mengangguk sambil merogoh inventory-nya dan mengeluarkan sekantong uang. “Bisakah kau memberiku pekerjaan dan menggunakan uang ini sebagai hadiahnya?”

“… Ohh, aku paham,” kataku.

Mendapatkan 1,000,000 lir melalui pekerjaan Pimp yang jujur sepertinya akan membutuhkan banyak waktu dan usaha. Tapi jika kau menyiapkan uang yang diperlukan dan meminta pihak ketiga untuk memberimu pekerjaan, kau bisa menyelesaikan persyaratan itu dengan mudah.

Kurasa pilihan ini menjadi mungkin berkat hadiah dari Count Gideon, pikirku.

“Kantong itu berisi 1,000,000 lir untuk hadiahku dan 1,000,000 untuk biaya guild Pimp—jadi totalnya 2,000,000 lir. Gunakan itu untuk memberiku pekerjaan,” kata Rook.

“Ya, ten—Tunggu, guild Pimp mengambil separuh uangnya?!”

Wanjay, itu mengerikan!

“Aku tak bisa benar-benar menyalahkan mereka,” kata Rook. “Guild Pimp harus membayar banyak pajak agar bisa terus menjadi guild resmi. Ada beberapa Pimp yang tidak menyukai hal itu dan melakukan pekerjaan mereka secara independen… tapi itu adalah sebuah kejahatan di kerajaan.”

Jadi pekerjaan Pimp itu berada di antara zona aman dan berbahaya, pikirku.

Sepertinya, Slave Dealer dari merchant Grouping juga di perlakukan dengan cara yang sama—bekerja melalui guild berpajak tinggi di anggap legal, sementara penjualan budak secara independen dianggap ilegal. Bisa dibilang kerajaan agak… tidak, sangat ketat tentang hal ini.

Pokoknya, aku menerima uang itu, pergi ke guild Pimp, dan memberikan sebuah pekerjaan kepada Rook.

Tidak masalah apapun yang kuminta, tapi aku ingat pernah melihat gajah yang berdiri di atas bola saat aku sedang menonton berita pagi, jadi dengan santainya aku menulis bahwa aku ingin melihat Marilyn melakukan hal yang sama.

Tak perlu di katakan bahwa pada akhirnya aku sangat menyesal karena tidak memberikan pekerjaan yang lebih mudah.

Mereka memerlukan cukup banyak waktu untuk menemukan bola yang cukup besar sebagai tempat berdiri seekor makhluk seukuran triceratops, dan kemudian mereka harus menghabiskan sehari dan semalam penuh untuk melatihnya agar dapat melakukan hal itu. Tentu saja, aku merasa benar-benar bersalah tentang hal itu.

Tapi, keberhasilan Marilyn telah membuatnya memenuhi permintaanku, dan akhirnya Rook menyelesaikan persyaratan yang ada, membuatnya bisa mengambil job Lost Heart.

Dan juga, beberapa saat setelah permintaanku, sebuah rumor menyebar ke seluruh kota dan mengatakan “ada orang kaya aneh yang mengeluarkan 1,000,000 lir kepada seorang pria hanya untuk melihat seekor monster berdiri di atas bola,” menyebabkan semacam “tren berdiri di atas bola” diantara para Pimp dan Tamer yang ada di Gideon.

*

Sekarang, kembali ke keadaanku saat ini.

Uang yang kumenangkan dari taruhan dan hadiah dari Count Gideon telah memberikan kelonggaran dalam pengeluaranku, membuatku bisa membeli berbagai macam item. Aku memulainya dengan mengembalikan accessories milik Shu yang kuhancurkan selama quest pertamaku, dan kemudian membeli Lifesaving Brooch dan item lainnya untuk diriku sendiri, yang diantaranya merupakan sebuah lengan palsu sederhana.

Lengan itu dapat di deskripsikan sebagai sebuah pengait yang sering dipakai oleh bajak laut mainstream. Item itu tidak terhubung dengan sarafku atau sejenisnya, dan itu terasa seperti sarung tangan panjang yang kupakai di sisa tangan kiriku yang hilang. Aku bisa menggunakan MP untuk membuat pengait itu melakukan jepitan, tapi aku tidak bisa melakukan penyesuaian padanya, dan tidak adanya jari menjadikannya mustahil untuk digunakan seperti tangan biasa.

Beberapa orang akan mempertanyakan kegunaan dari fungsi penjepitan yang dimilikinya, tapi jawabannya sederhana: bisa digunakan untuk memegang kekang kuda. Menurut Alejandro, orang yang menjualnya kepadaku, lengan palsu ini dikembangkan untuk para ksatria dan bangsawan yang kehilangan lengan mereka, tapi masih ingin menunggangi kuda mereka. Sebagai pemilik dari Silver, aku benar-benar mengapresiasi adanya fungsi itu.

Memang ada masalah bahwa hal itu membatasi sisi kiriku hanya dapat digunakan utnuk memegang tali kekang, yang menjadikannya sebuah titik buta dalam pertarungan berkuda. Dan bentuknya juga tidak memungkinkanku memakai Miasmaflame Bracer sebelah kiri. Tapi tidak ada gunanya memikirkan hal itu saat ini.

Sepertinya, Legendaria dan Huang He memiliki lengan sihir berkualitas tinggi, sementara Dryfe sangat maju dalam sisi spektrum mekanik. Namun, semua lengan palsu itu adalah buatan khusus hanya untuk pemesan, jadi kau tidak bisa menemukannya di pasar manapun, yang menjadi semakin tidak mungkin untuk ada di sini di kerajaan. Aku tidak bisa membuang-buang waktuku untuk mendapatkan apa yang tidak ada disini, jadi lengan palsu ini sudah lebih dari cukup, khususnya karena kemungkinan aku akan menemukan cara untuk menyembuhkan lenganku cepat atau lambat.

Tapi, aku tak punya pilihan lain selain menyadari bahwa orang-orang yang ada disekitarku—terutama Nemesis—melihatku seolah-olah mereka ingin mengatakan sesuatu.

Yah, pengait itu sangat bergaya bajak laut. Jadi itu mungkin tampak mencolok, pikirku.

Pokoknya, dengan kelonggaran dalam keuanganku, aku bisa mengizinkan diriku memutar gacha di toko Alejandro. Lebih tepatnya, satu putaran 100,000 lir per hari. Sejujurnya, aku memiliki uang untuk hal itu dan dapat melakukan lebih banyak putaran, tapi Nemesis tidak mengizinkannya.

“Hanya itulah yang bisa kuizinkan. Putar lebih banyak lagi, dan aku akan memakan makanan yang berharga sama banyaknya dengan uang yang kau habiskan,” katanya, membuatku segera mengalah. Dengan betapa luasnya perutnya saat ini, ancaman itu terdengar sangat nyata.

Kesampingkan hal itu, gacha itu sampai saat ini belum pernah memberiku kapsul di atas peringkat C. Tak mengherankan, kapsul peringkat B dan di atasnya jauh lebih langka dibandingkan kapsul yang ada dibawahnya, yang berarti bahwa Aku dan Rook telah sangat beruntung karena bisa mendapatkan X dan S di hari yang sama. Tapi, aku merasa bahwa kali ini gacha itu pasti akan memberiku B atau A.

Dengan pikiran seperti itu, aku datang ke toko Alejandro, berbelanja, dan kemudian berdiri di depan mesin gacha untuk melakukan putaran harianku.

“… Izinkan aku menanyakan satu hal, Ray,” kata Nemesis. “Kekayaan yang kau miliki membuatmu bisa membeli sebagian besar hal yang kau butuhkan, bukan? Apa yang mendorongmu untuk memutar gacha ini?”

Itu adalah kemisteriusannya,” jawabku.

“… Aku lebih suka jika kau tidak mencoba membuatnya terdengar begitu keren.”

Apakah salah jika kau merasa tertarik pada sesuatu hanya karena kau tidak tau apa yang akan hal itu berikan padamu?

Pokoknya, sekarang adalah giliranku, jadi aku memasukan jatah 100,000 lir hari ini dan memutar gacha, yang memberiku…

“… Kapsul ‘A’?”

Kapsul itu ditandai dengan huruf yang menandakan tingkat kelangkaan tertinggi kedua—tidak bisa disebut jackpot, tapi cukup mendekati. Namun, kegembiraanku tenggelam oleh kebingunganku pada kapsul itu.

Kapsul peringkat S yang diterima Rook terlihat seperti logam berwarna pelangi, sementara, selain kelangkaannya yang sudah jelas, kapsul X yang kudapatkan sebelumnya terlihat benar-benar normal. Tapi sudah jelas aku tak dapat mengatakan hal yang sama untuk kapsul yang sekarang ada di tanganku.

Kapsul itu berwarna hitam, huruf “A” yang tertulis di atasnya berwarna merah darah, dan, karena suatu alasan, huruf itu tertulis dengan font “horor.” Tidak hanya itu, tapi bagian permukaannya juga tertutupi garis-garis yang mirip dengan pembuluh darah. Di atas itu semua, di permukaan kapsul itu juga terdapat kalimat yang mengatakan, “PERINGATAN: Tolong jangan dibuka saat ada anak-anak di dekatmu.”

… Apa-apaan ini? Hanya itulah yang dapat kupikirkan tentang kapsul itu.

“Apa yang kamu pegang adalah peti harta karun yang berisi kutukan,” kata sebuah suara yang datang dari sampingku.

Aku memalingkan wajahku dari kapsul itu menuju sumber suara tadi, dimana aku melihat seorang gadis yang mengenakan gaun armor bergaya gothic.

“Oh, Juliet,” kataku. Dia adalah kenalanku.

Juliet sang Black Raven adalah salah satu rekan duelist Figaro, dan berada di peringkat ke empat duel ranking kerajaan. Dia adalah salah satu Master yang bertanding di event sampingan sebelum Clash of the Superior. Aku telah mengenalnya melalui Figaro dan sudah beberapa kali melakukan latih tanding dengannya.

Meskipun penampilannya seperti itu, dia mudah di ajak bergaul, dan karena dia lebih muda dariku di dunia nyata, aku bisa berbicara padanya dengan santai.

“Heh heh heh,” dia tertawa dengan aneh. “Kita belum saling berjumpa semenjak pertempuran abadi kita dua malam yang lalu, Pahlawan Pengendali Cahaya dan Kegelapan Berpakaian Violet dan Crimson.”

Memang, dia berbicara agak aneh dan menggunakan salah satu julukan anehku, tapi tetap saja dia adalah orang yang baik.

“Oh, iya, aku belum melihatmu sejak latih tanding kita dua hari yang lalu,” kataku. “Jadi, kau mengetahui sesuatu tentang kapsul ini?”

“Tepat sekali. Peti harta itu menyegel artefak terkutuk yang terendam dalam darah dan dinodai oleh dendam. Tanda kelangkaan itu memberitahu tentang besarnya kekuatan harta karun itu, tapi sayangnya, kekuatan itu mungkin adalah pedang bermata dua yang menggerogoti hati penggunanya.”

Mhm…

Pada dasarnya, dia mengatakan bahwa “Ada item terkutuk di dalamnya. Huruf A berarti itu adalah sesuatu yang bagus, tapi itu juga berarti bahwa kutukan nya juga kuat.”

“Mh…” Nemesis menatapku dalam diam.

“Saat keseimbangannya terjaga, orang yang akan menerima kutukan hanyalah penggunanya,” tambah Juliet. “Tapi saat bintang nasib buruk bersinar di langit, bancana juga akan jatuh kepada mereka yang ada di sekitarnya. Jangan pernah melupakan ingatan ini, jangan sampai dirimu menciptakan sebuah tragedi baru.”

Begitu.

Dia berkata bahwa “Biasanya, kutukan itu hanya akan mempengaruhi orang yang memakai item itu, tapi kadang-kadang itu juga menyebar kepada orang yang ada di sekitarmu, jadi berhati-hatilah.”

“Mhh…” Nemesis terus menatapku.

“Baiklah,” kataku. “Kalau begitu, kurasa aku akan membukanya di tempat kosong. Terima kasih atas peringatannya.”

“Heh heh heh,” Juliet terkekeh. “Nasehatku tidak memerlukan rasa terima kasih. Tapi jika dirimu menginginkannya, Wahai Pahlawan Pengendali Cahaya dan Kegelapan Berpakaian Violet dan Crimson, kita bisa melakukan pertarungan abadi itu lagi.”

“Tentu, lain kali ayo latih tanding lagi.”

Dengan itu, aku dan Juliet berpisah.

Baiklah, jadi aku akan membuka kapsul ini ditempat yang tidak ada orang di sekitarnya, dan…

“… Bolehkan aku menanyakan sesuatu?” kata Nemesis dengan ekspresi yang tak dapat dijelaskan di wajahnya, akhirnya memecah sikap diamnya.

“Apa itu?” tanyaku.

“Bagaimana bisa kau berbicara begitu lancar dengannya?”

“Apa? Juliet? Tentu, gir-nya memang agak menakutkan, tapi dia adalah gadis yang baik dan mudah didekati.”

“Bukan itu yang ku… Oh, lupakan, jika kau tidak memahaminya, aku tidak akan mendesaknya.”

Ada apa dengannya? Aku bertanya-tanya.

Pokoknya, kami berpindah ke tempat biasa: Nex Plain. Sejak aku mendapatkan Gardranda, sepertinya tempat ini menjadi wilayah pengujian dari item baru yang kudapatkan.

Setelah memastikan bahwa tidak ada orang lain dalam jarak 100 meter dariku, aku membuka kapsul terkutuk itu.

Di dalamnya, aku menemukan armor atas bernama “CBR Armor,” dimana “CBR” adalah kependekan dari “Cursed Bloody Regeneration.”

Itu adalah sebuah armor ringan berwarna merah darah dan pada dasarnya terlihat sangat menakutkan.

Armor itu memberiku +200 pada defense, membuatnya bahkan lebih tangguh dari Gardranda—equipment tertangguh yang kumiliki saat ini.

Selain itu, armor ini juga memiliki skill level 3 bernama “Bloody Regeneration,” yang memulihkan 3 HP per detik. Itu memang tidak terlalu banyak, tapi skill ini benar-benar pasif dan tidak menggunakan sedikitpun MP atau SP milikku.

Meskipun tidak segila special reward, CBR Armor jelas merupakan sebuah equipment yang bagus. Namun, armor ini disebut “Cursed” bukan tanpa alasan.

Item ini memiliki deskripsi:

CBR Armor

Armor yang diproduksi massal oleh seorang alkemis jahat.

Memberikan kemampuan regenerasi kepada penggunanya yang terlahir dari dendam yang diserap ke dalam baja melalui darah korbannya.

Sumber kekuatan yang tidak stabil ini memberikan berbagai kutukan kepada penggunanya.

Kutukan: Bleeding, Doom, Weakness.

Aku sudah terlalu akrab dengan efek dari semua debuff di atas.

“Yah, hal ini jelas tidak memiliki latar belakang yang bagus,” kataku. “Dan memakainya membuatmu mengalami pendarahan, membuatmu tak dapat bergerak, dan mengurangi seluruh stats-mu sebanyak 50%… Pada dasarnya, ini hanyalah sebuah generator tenaga darah sialan.”

Aku sama sekali tak dapat menggunakan ini, pikirku. Kelebihannya tidak sebanding dengan kekurangannya. Apa yang dipikirkan orang itu saat memproduksi massal benda ini?

Bukan hanya itu, tapi armor ini juga hanya membutuhkan total level 50, kemungkinan besar dibuat mudah untuk dipakai supaya bisa mengutuk orang sebanyak mungkin, dan jika itu bukanlah kebaikan yang tak seorangpun inginkan, aku tak tau lagi apa itu.

Apa yang harus kulakukan pada benda ini…? Apakah aku bisa menjualnya…? Aku tidak yakin bisa mendapatkan 100,000 lir ku kembali, sih.

“Seorang Dark Knight mungkin bisa mengenakan ini tanpa masalah,” kataku.

Job dari dark knight grouping, seperti Fallen Knight milik Juliet, memiliki sebuah skill yang melemahkan efek negatif dari item-item terkutuk.

Karena itu, armor ini akan bagus untuk seorang Dark Knight, tapi kebetulan aku adalah seorang Paladin.

“Eh?” Nemesis mengeluarkan suara kebingungan.

“Eh?” Aku menanggapinya dengan cara yang sama, bingung dengan kebingungannya.

“… Oh, benar,” katanya. “Kau adalah seorang Paladin.”

“Seharusnya kau tidak melupakan job milik rekanmu,” kataku.

“Yah, gaya bertarung dan penampilanmu jauh dari kata ‘Paladin…’ dan ditambah lagi kau sering bersinar begitu terang.” Dia meletakkan tangannya di depan mulutnya, jadi aku tidak bisa terlalu memahami apa yang dia sedang dia gumamkan.

Tapi njir, siapapun yang berpikir bahwa armor yang memberimu Bleeding dan Weakness adalah sebuah ide yang bagus… Hm?

“Bukankah kutukannya berkurang satu dari sebelumnya?” tanyaku.

Aku masih membuka window deskripsi milik armor ini, dan sepertinya teks yang ada disana sedikit berubah.

Tiga debuff yang tadi berubah menjadi dua, buk—? Oh, itu berkurang lagi.

Sekarang debuff yang tersisa hanyalah Bleeding, tapi tak lama kemudian, debuff itu juga menghilang. Bukan hanya itu, tapi level skill Blood Regeneration juga menurun dari 3 ke 1.

Sekarang deskripsinya adalah:

BR Armor

Armor yang diproduksi massal oleh alkemis jahat.

Memberikan kemampuan regenerasi kepada penggunanya yang terlahir dari dendam yang diserap ke dalam baja melalui darah korbannya.

Biasanya memberikan berbagai kutukan kepada penggunanya, tapi kutukan itu telah menghilang setelah dendamnya dihapuskan. Hal ini melemahkan kemampuan regenerasi milik armor ini.

Bahkan nama dan latar belakangnya juga berbeda.

“… Kenapa?” tanyaku.

“Aneh sekali,” kata Nemesis.

Kenapa dendam itu tiba-tiba menghilang dan “dihapuskan”? Apakah itu telah diserap oleh sesuatu atau sejenisnya?

“Ah,” Aku dan Nemesis berteriak secara bersamaan dan melihat ke arah kakiku… ke arah Grudge-soaked Greaves milikku—sebuah item yang dapat menyerap dan menyimpan dendam yang ada di sekitarnya.

Tidak seperti Gardranda, yang pernah kuajak berbicara saat aku pingsan, item itu sepertinya sama sekali tidak memiliki sisa-sisa kesadaran, tapi aku tak punya pilihan lain selain merasa bahwa item itu merasa puas dan kenyang.

Sepertinya, item itu telah menyerap dendam dari CBR Armor.

“… Aku tidak tau kalau kau bisa digunakan seperti ini,” kataku.

Kutukan itu disebabkan oleh dendam, dan dengan hilangnya dendam itu, kutukan itu juga menghilang. Hasilnya, CBR Armor yang tak dapat digunakan telah menjadi BR Armor yang dapat digunakan—meskipun sedikit melemah. Ini sudah pasti lebih baik dari pada armor yang kupakai hanya untuk mengisi slot, jadi aku tak ragu untuk memakainya.

“Hei, ini tampak berduri, tapi sebenarnya ini sangat mudah digerakkan,” kataku.

Aku segera menyukainya. Dengan nilai defense yang bagus dan Blood Regeneration, aku tidak memiliki alasan untuk tidak memakainya.

“Mh…” Nemesis menatap langsung ke arahku, tampak jelas ingin mengatakan sesuatu.

“Apa?”

“… Bukan apa-apa. Kau memutuskan pilihanmu, dan aku tak akan mengatakan apapun pada hal itu.”

“Hm?”

Tidak seperti biasanya, hari ini Nemesis tidak berbicara lancar.

“Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?” tanyaku.

“Bohong jika aku berkata ‘tidak,’ tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa kukatakan padamu,” jawabnya.

Aku hanya bisa menduga bahwa itu adalah urusan wanita, jadi aku tidak mau mendesaknya lebih jauh.

“Baiklah kalau begitu,” kataku. “Ayo cari sesuatu untuk dimakan.”

“… Baiklah.”

Dan dengan begitu, bergembira berkat equipment baruku, Aku dan Nemesis kembali ke Gideon.

***

Kekaisaran Dryfe, markas Triangle of Wisdom

Hari itu, seorang pria berjubah lab tertentu—namanya, Giga Professor, Mr. Franklin—sedang memerikan rekaman yang dibuat oleh monster mata-mata yang dia kirim ke sekitar Gideon.

Dia sudah cukup lama mengumpulkan informasi dengan cara seperti itu, tapi akhir-akhir ini ada hal yang berubah.

Setelah Permainan Franklin, Gideon jadi dipenuhi oleh personil penjaga yang kuat, sehingga mustahil bagi monster mata-mata milik Franklin untuk memasuki kota. Karena hal itu, saat ini, dia hanya mengirimkan monster ke wilayah sekitar kota.

Tentu saja, Franklin tidak berniat untuk menjalankan rencana lain lagi di Gideon, tapi kota itu adalah markas utama dari orang yang dia anggap sebagai musuhnya, dan dia ingin mengamati dirinya semampunya. Orang menjengkelkan itu kebetulan muncul di salah satu rekaman monster saat Franklin sedang memeriksa mereka dengan santai.

Di Nex Plain, dia membuka sebuah kapsul yang dia dapatkan dari mesin gacha, menerima sebuah armor terkutuk, menghabiskan beberapa saat untuk memikirkan sesuatu, kemudian memakainya dan kembali ke Gideon.

Setelah melihat itu, Franklin mulai merenung.

“Penampilan itu…”

Sebuah sarung tangan iblis di tangan kanannya.

Pengait mekanik sebagai pengganti tangan kirinya.

Sepasang sepatu yang terinspirasi dari undead.

Memakai armor yang dipenuhi kutukan.

“… Jujur dia lebih mirip seperti Hell General dari pada Hell General sungguhan milik kami.”

Selera fashion yang Ray miliki benar-benar gelap, tapi lelaki itu sama sekali tidak menyadarinya.

Franklin sadar bahwa seseorang yang selalu mengenakan jubah lab tidak jauh berbeda dengan hal itu, tapi Franklin bahkan memiliki satu atau dua hal yang ingin dia katakan tentang penampilan Ray.

“Apakah tidak ada seorangpun yang memberitahunya soal hal itu?” Gumam Franklin saat dia melihat musuh bebuyutan nya di monitor dengan sedikit tanda kasihan di matanya.

Pertanyaan Franklin sebenarnya masuk akal, dan jawabannya adalah, “Tidak. Tidak ada seorangpun yang memberitahunya.”

Ray dikelilingi oleh orang-orang seperti Shu, yang selalu mengenakan kostum binatang; Rook, orang yang memakai mantel Slime; Marie, yang memakai jas meskipun ini adalah dunia fantasy; Figaro, yang hanya peduli dengan stats dan memakai kostum yang tak serasi karena hal itu; Xunyu, yang memiliki lengan dan kaki palsu yang jauh terlalu panjang bagi siapapun; dan Juliet, yang mengenakan gaun armor bergaya gothic.

Para Master lainnya juga tidak terlalu berbeda, jadi para tian cenderung mengabaikan hal itu, dan berpikir seperti, “Yah, dia adalah seorang Master, jadi…”

Tidak ada seorangpun yang memberitahu Ray tentang keadaan fashionnya, karena siapapun yang ingin mengatakan hal itu akan berakhir tidak dapat mengatakannya saat mereka melihat diri mereka sendiri.

Dan dengan begitu, didorong oleh sikap diam mereka, gaya fashion milik Ray bergerak ke sisi kegelapan.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

8 Comments Add yours

  1. franklin says:

    Fashion yg tak sesuai dgn jobnya ray

    Like

  2. Arcane says:

    Hohoho… Mantep min!

    Like

  3. arcryser says:

    Untuk satu Season Anime kayaknya udah cukup nih 😆

    Liked by 1 person

  4. SA IDUN says:

    tanks min..dah di tnggu2 akhirya upload jjuga..

    Like

  5. kakiindah says:

    rey diancam loli tukang makan 😂

    Like

  6. Kefvin says:

    Thanks, kuma
    Wkwkwk si Ray jadi Dark Paladin

    Like

    1. Rakha Kun says:

      No, man
      Dia jadi hell knight dude :v

      Like

      1. Kefvin says:

        Atau Hell Paladin ?

        Like

Leave a Reply to kakiindah Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s