Infinite Dendrogram Volume 4 Chapter 7 B

Volume 4
Chapter 7 – Tangan Kanan sang Pemenang (Bagian 2)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Di Infinite Dendrogram, terdapat sejenis monster yang disebut “Children of the Wicked God,” atau biasa disingkat sebagai “Evil Offspring.”

Karakteristik utama mereka adalah mereka tidak memiliki bentuk khusus.

Hal yang sama bisa dikatakan pada slime, tapi bukannya benar-benar tak berbentuk, Evil Offspring menumbuhkan bagian tubuh dan organ yang mereka rasa cocok.

Mereka semua memulai hidup sebagai bola daging, tapi setelah mereka dewasa, mereka menumbuhkan organ-organ dan bagian tubuh, yang berbeda-beda tergantung lingkungan tempat mereka berada. Contohnya, mereka yang dikelilingi predator akan menumbuhkan banyak telinga dan mata untuk membantu mereka merasakan bahaya, sementara yang tinggal di area tebing mereka akan menumbuhkan banyak tangan untuk membantu mereka memanjat.

Bahkan jika mereka didorong oleh kebutuhan dan metode mereka sesuai dengan standar manusia, cara mereka berkembang jelas bukan hal yang nyaman untuk diamati.

Dikombinasikan dengan fakta bahwa mereka memiliki kecenderungan untuk mengincar target yang mudah dan oleh karenanya sering memakan makhluk-makhluk yang masih kecil—tak peduli apakah mereka hewan, manusia, atau Evil Offspring lainnya—mereka menjadi sesuatu yang ditakuti sampai mendapatkan nama itu.

Saat membuat RSK, Franklin berpikir untuk mendasarkannya pada penggunaan kemampuan spesialisasi organ milik Evil Offspring. Bagaimanapun, makhluk itu tidak hanya terbatas pada telinga, mata, dan lengan—mereka bahkan bisa menciptakan organ yang melepaskan serangan proyektil cahaya. Namun, Franklin telah memutuskan untuk melakukannya selangkah lebih maju dengan memodifikasinya untuk membuat monster lain yang dapat menggantikannya menyerang.

Dia memperkuat fungsi spesialisasi itu sampai pada titik bagian yang menyerang akan dianggap sebagai monster yang berbeda dari RSK, sambil tetap memastikan bahwa mereka akan selalu berada di bawah kendali RSK bukannya otomatis.

Modifikasi konyol itu adalah hal yang mustahil bagi Monster Creation, skill dari research grouping yang memungkinkan penggunanya untuk menggunakan banyak material untuk menciptakan banyak monster dari jenis yang sama. Meskipun bahan tambahan bisa memberikan sedikit perubaha pada stats atau memberikan satu atau dua skill tambahan, hanya ada sedikit ruang untuk modifikasi besar-besaran. Namun, bagi Franklin, itu adalah hal yang mungkin karena skill ultimate milik Superior Embryo-nya, Playing God—Pandemonium.

Hasil dari usahanya, RSK, adalah seekor monster yang memiliki banyak skill peniadaan dan menciptakan monster menggunakan skill Kin Creation miliknya sambil tidak melakukan apapun sendirian.

Menyerahkan penyerangan kepada monster lain biasanya akan sia-sia, sementara banyaknya skill peniadaan nya biasanya akan hindari hanya dengan cara menggunakan elemen yang tidak tercakup dalam hal skill-skill itu.

Karena itu, meskipun begitu mendetail, RSK tidak lain hanyalah seekor monster kelas Pure-Dragon biasa.

Tapi jelas hal itu tidak berlaku untuk seorang Master tertentu.

***

“Monster lain?” kata Liliana, tampak kebingungan. “Tapi saat dia memanggilnya, dia hanya mengatakan nama RSK.”

“Kalau begitu mereka mungkin diciptakan setelah dia di summon,” kataku. “Maksudku, monster mirip tumbuhan kadang-kadang menciptakan rekan, jadi siapa bilang kalau yang satu ini tidak bisa?”

Selama perjalanan kami menuju Gideon, kami bertemu dengan beberapa monster yang bisa menggandakan diri dengan cara membelah atau melemparkan benih.

“Apa yang penting dari hal itu…?” tanya Liliana.

“Yah, biasanya, tidak ada. Hasilnya akan sama tidak peduli apakah serangan itu berasal dari RSK sendiri atau monster lainnya.”

Namun, metode serangan ini memiliki efek yang sangat berbeda bagiku dan Nemesis.

“Sama seperti namanya, ‘Ray Starling Killer’ dibuat untuk membunuhku, dan kartu as-ku serta Nemesis adalah Vengeance is Mine—sebuah serangan balik yang mengembalikan dua kali lipat damage yang kuterima dari musuh.”

Oleh karenanya…

“Skill ini tidak akan berefek jika sang target tidak menyerangku. Tindakan paling efektif saat melawan kami adalah tidak melakukan apapun.

Itu adalah inti dari semua ini. Apa yang memberikan damage kepada kami adalah monster yang diciptakan RSK, bukannya RSK itu sendiri, yang membuat Vengeance tak dapat digunakan… atau lebih tepatnya “tak berguna.”

Bagaimanapun, tidak peduli dikali berapa pun 0 akan tetap menjadi 0.

Bisa juga diduga bahwa pertunjukkan cahaya yang RSK ciptakan itu digunakan untuk menyembunyikan fakta bahwa dia adalah sekumpulan monster.

Pokoknya, sekarang aku mengetahui kebenaran di baliknya. Vengeance tidak bisa melakukan apapun pada RSK itu sendiri, dan bahkan jika aku membunuh monster penyerang, mereka hanya akan dibuat ulang lagi.

“Jadi, apakah kau sudah selesai memastikan betapa parahnya keadaanmu?” Ejek sebuah suara jahat.

“Franklin…”

“Wow, kau cepat. Aku berharap melihatmu panik saat kau mencoba mencaritahu kebenarannya. Yah, bukan berarti ada yang berubah meskipun saat ini kau sudah mengetahuinya!” Dia kembali menyeringai.

Franklin tidak salah tentang hal itu. Pengetahuanku tentang bagaimana RSK bekerja tidak mengubah apapun.

Namun…

“Aku lega karena ada alasan kenapa Vengeance milikku tidak bekerja,” kataku.

“… ‘Lega’?” Franklin mengulangi kata itu saat senyum menghilang dari wajahnya dan keningnya berkerut.

“Itu berarti bahwa bahkan seorang Superior sepertimu tidak dapat menciptakan seekor monster yang tak terkalahkan begitu saja.”

“Kh…”

Superior adalah puncak dari seluruh player. Mereka adalah para elite terkuat dari para Master dan Embryo yang bahkan jumlahnya tidak sampai seratus. Tapi, bahkan mereka tidak bisa menciptakan makhluk tak terkalahkan.

“Itu berarti bahwa ada sesuatu yang bisa kulakukan,” lanjutku. “Bahkan jika itu mendekati nol… selama kemungkinan masih ada di sana, aku tidak akan pernah menyerah untuk menggenggamnya.” Kalimat yang kukatakan sama dengan apa yang dikatakan kakak kepadaku… kalimat yang kuingat saat pertarungan melawan Gouz-Maise.

“Khah!” Franklin tertawa. “Tidak menyerah itu ok-ok saja, tapi kau hanya punya sisa waktu 270 detik. Apa yang bisa kau lakukan hanya dalam waktu sedikit lebih dari empat menit?”

Menanggapinya, aku mengacungkan Nemesis dan mengarahkannya ke arah RSK sebelum mulai berbicara. “Membunuh makhluk itu.”

“… Hmph.”

Baiklah, aku punya empat menit, pikirku. Sejauh ini, tidak ada satupun yang aku maupun Liliana dan Sir Lindos lakukan telah memberikan sedikitpun efek padanya.

Vengeance dan Purgatorial Flames milik tak berguna, dan karena RSK tidak memberikan satupun debuff, menggunakan Like a Flag Flying the Reversal akan menjadi sia-sia. Hellish Miasma juga bukan sebuah pilihan, karena ada banyak orang yang tergeletak di sekitarnya. Tapi, jika Franklin mengatakan yang sebenarnya, hal itu juga tidak akan memberikan satupun efek pada RSK.

“Mm…?” Gumamku.

“Vengeance is Mine tidak bekerja padanya, dia tidak memberikan satupun debuff, dia meniadakan Purgatorial Flames, Hellish Miasma, Purifying Silverlight, dan bahkan Grand Cross, jika kau memilikinya.”

Setelah mengingat perkataan Franklin, aku menyadari ada dua hal aneh tentang mereka. Pertama, fakta bahwa dia mau bersusah-payah untuk memberitahu apa yang RSK tiadakan.

Jika dia tetap diam, aku akan membuang-buang banyak sisa waktu yang kami miliki hanya untuk mencoba skill itu, dan dia akan tenggelam dalam kegembiraan saat melihatku mencoba dan kemudian gagal.

Kenapa dia mengatakan itu dan membuang skenario itu begitu saja? Pikirku. Apakah dia hanya keceplosan karena dia merasa sombong… atau ada beberapa alasan lain?

Hal aneh yang kedua adalah fakta bahwa penanggulangan yang dia katakan tidak mencakup semua yang kumiliki.

“… Oh, iya,” gumamku. “Dia bilang kalau itu hanya 24 jam.”

PSS itu telah hidup dan memberikan informasiku kepada Franklin selama sehari penuh sejak kemarin pagi. Karena itu, wajar jika dia tidak mengetahuinya.

Tapi, sepertinya aku tidak bisa menang melawan RSK hanya dengan hal ini dan… Tunggu, pikirku. Jika aku mengombinasikan kedua hal itu… Aku mungkin memiliki kesempatan.

“Ray?” tanya Nemesis.

“Kita memiliki cara untuk membalikkan keadaan ini,” kataku. “Dan kupikir Franklin tidak tau tentang hal itu.”

“… Maksudmu itu?”

“Ya, itu,” jawabku. “Jika kita menggabungkannya dengan perjudian lain, kita mungkin bisa menang melawan makhluk itu. Resikonya sangat besar, sih. Jika aku salah, apa yang akan kita lakukan di sini akan menjadi aksi bunuh diri.”

“Aku yakin bahwa setiap resiko yang kita ambil tidak bisa lebih buruk dari pada kalah dalam pertarungan ini.”

“Benar sekali. Tapi, ada sebuah masalah.”

Aku melihat ke arah RSK… atau, lebih tepatnya, ke area yang ada di sekitarnya. Ada banyak ksatria Royal Guard yang pingsan di sana, dan aku tidak bisa melakukan pergerakan sampai aku bisa menolong mereka. Aku hendak mencoba pergi dan menjauhkan mereka dari sana…

“Kau mempunyai rencana, kan?” Sir Lindos berhenti bertarung dengan RSK dan bertanya kepadaku.

“Ini adalah sebuah perjudian besar,” jawabku. “Tapi jika ini berjalan lancar, aku mungkin bisa menangani batas waktu pelepasan monster di kota.”

“Apakah ada yang bisa kubantu?”

Perkataannya membuat mataku terbuka lebar. Aku baru bertemu dengannya kemarin dan melihatnya lagi hari ini, tapi dari situ saja, aku membayangkan bahwa dia tidak memiliki kesan yang bagus tentang kami para Master.

“… Aku tau apa yang ingin kau katakan,” lanjutnya. “Tapi, pendapatku tidak ada artinya di sini. Apa yang terpenting saat ini…”

“… adalah penduduk Gideon dan tuan putri?” Aku menyelesaikan perkataannya.

“Tepat sekali.” Sir Lindos menunjukkan sebuah senyum, yang kemudian juga kubalas dengan senyuman.

“Sekarang, apakah ada yang bisa aku dan Nona Grandria lakukan?” tanyanya.

“Aku ingin agar kalian memindahkan Royal Guard yang ada di dekat RSK menjauh darinya,” jawabku. “Lakukan itu dalam waktu dua menit dan bawa mereka setidaknya 100 meter… maksudku, ‘metel’ darinya.”

Persiapannya mungkin akan memakan waktu dua menit.

“Dan juga, kalian harus membuat RSK tetap berada di tempatnya dan memastikan diri kalian tidak berada di dekatnya saat aku mendekat.”

“Itu perintah yang banyak… Tapi baiklah. Apakah anda mendengarnya, Nona Grandria?!”

“Ya! Serahkan penyelamatannya kepadaku!” teriak Liliana.

“Kalau begitu saya akan membuatnya tetap berada di tempatnya!”

Mereka berdua membagi peran dan berlari ke arah RSK. Liliana menghindari proyektil cahaya dan menyelamatkan anggota Royal Guard sementara Sir Lindos membuat RSK tetap berada di tempatnya.

Kemampuan mereka sebagai Paladin jelas lebih besar dariku, dan bohong jika aku mengatakan kalau itu tidak membuatku tergerak.

“Ayo jangan sampai tertinggal… SILVER!” teriakku.

Mount-ku meringkik.

“Wind Hoof… aktifkan!”

Dengan demikian, aku menggunakan salah satu skill milik Prism Steed, Zephyrus Silver.

***

Sebelah barat duel city Gideon, Jeand Grassland

Perkataan Ray membuat Silver menggunakan sebuah skill yang mendistorsi penampilan mereka.

Itu disebabkan oleh barrier udara dari Wind Hoof yang membelokkan cahaya di sekitar mereka.

“… Kenapa sekarang?” tanya Franklin, sedikit bingung dan terkejut. Itu bukan karena dia menyaksikan sesuatu yang tak diketahui. Sebaliknya malah—dia mengetahui skill itu dengan baik, tapi dia tidak melihat satupun alasan untuk menggunakannya. “Maksudku, itu adalah skill untuk mobility dan defense, kan?”

Karena PSS telah berada di dalam Ray saat dia mendapatkan Prism Steed, Franklin telah menerima informasi tentang skill itu dan mengetahui rincian dari Wind Hoof. Itu adalah skill barrier udara dengan sebuah kemampuan terbang—atau lebih tepatnya “berjalan di udara”—sebagai bonusnya.

Wind Hoof tentu saja juga tidak spesial, karena equipment spesial tipe mount atau monster dengan skill yang mirip bukanlah hal yang langka.

Penanggulangan Franklin terhadap barrier itu juga sudah ada. Bagaimanapun, banyaknya proyektil cahaya yang ditembakkan oleh monster di dalam RSK akan dengan mudah menembusnya. Dia mungkin akan menambahkan beberapa fungsi defensif jika Wind Hoof merupakan sebuah skill serangan, tapi kasusnya tidak seperti itu.

“Tidak ada yang spesial dalam deskripsi skill-nya, jadi seharusnya tidak akan ada yang terjadi jika dia menggunakannya… kan?” Franklin menggumamkan pikirannya saat dia melihat ke arah Silver menggunakan skill Identification. Namun, konfirmasi itu sama sekali tidak mengurangi kegelisahannya.

Franklin sebenarnya tidak terlalu salah dalam hal itu. Wind Hoof memang sebuah skill untuk menciptakan barrier udara dan pergerakan udara, dan biasanya, tidak perlu ada yang dikhawatirkan tentang hal itu.

Setidaknya, selama Ray tidak mengombinasikan nya dengan item lainnya.

Gouz-Maise!” teriak Ray, perkataannya bergema di wilayah sekitarnya.

Seolah-olah mereka mendengarnya, sepatu ungu gelapnya mengerang seperti para undead. Mereka mulai berkedip.

“Lepaskan… MP-mu!”

Tiba-tiba, Grudge-soaked Greaves itu mengeluarkan mana dalam jumlah besar ke udara di sekitarnya.

Biasanya, mana tidak memiliki warna dan tembus pandang, tapi energi milik Gouz-Maise memiliki rona berwarna ungu gelap. Hal itu karena mana yang tersimpan di dalam Greaves of Grudge melalui Grudge Conversion—sebuah skill yang mengubah dendam dan emosi negatif yang ada di sekitarnya menjadi MP atau SP sang pemakai.

Mana yang baru saja dikeluarkan begitu besar sampai-sampai itu akan membuat high-rank job yang berfokus pada sihir berubah menjadi hijau karena rasa iri. Faktanya, itu bahkan dapat menandingi mana milik seorang Superior.

“Whoa, whoa…” Gumam Franklin sambil mundur beberapa langkah.

Mana itu setara dengan ratusan ribu MP—angka yang hanya bisa dimimpikan oleh sebagian besar spellcaster berlevel max.

“Jadi ini adalah skill itu…”

Tentu saja, Franklin juga mengetahui Grudge Conversion. Namun, dia tidak tau apa yang menyebabkan mana yang tersimpan di dalamnya menjadi begitu banyak.

“Dari mana dia mendapatkan semua dendam in…? Sialan!” Menyadari penyebabnya, Franklin menghentikan perkataannya dan memaki. “Itu adalah aku!”

Dendam itu… emosi negatif itu berasal dari permainan yang Franklin mulai.

Dia membiarkan para player killer dan monster-nya mengamuk di kota, dan menyiarkan dirinya yang mengatakan bahwa dia akan melepaskan lebih banyak lagi. Tentu saja, itu telah menyebabkan puluhan ribu penduduk Gideon merasa ketakutan, yang kemudian diserap oleh Gouz-Maise selama Ray berlari di sepanjang kota.

Meskipun asal Gouz-Maise membuat sumber terbesar dari energinya adalah dendam para orang mati, ketakutan makhluk hidup juga cukup lumayan. Tentu saja, itu jauh lebih lemah, tapi jika itu berasal dari puluhan ribu orang, MP yang terkumpul akan mencapai jumlah yang luar biasa.

Apakah aku mengacaukannya? Pikir Franklin. Tidak, fenomena ini tak dapat dihindari. Tunggu, yang jadi masalah di sini adalah…

Selama pembuatan RSK, dia membayangkan skenario dimana Ray menggunakan MP dari Gouz-Maise untuk Purgatorial Flames, Hellish Miasma, atau Reversal, tapi semua itu sudah ditangani.

Dengan tersingkir nya semua itu, Franklin ingin mengetahui apa tujuan dibalik Ray yang melepaskan seluruh kekuatan sihir itu.

Jawaban dari pertanyaan segera muncul, karena mana ungu yang ada di udara itu tiba-tiba diserap oleh Silver. Apa yang mengikutinya adalah sebuah angin kencang, datang dari segala arah yang dapat dibayangkan.

Tidak, “angin” tidaklah tepat, karena Silver pada dasarnya menyerap seluruh udara yang ada di sekitarnya, semua itu bertujuan untuk melepaskan potensi penuh dari Wind Hoof—skill yang menggunakan MP milik penunggangnya untuk menciptakan barrier udara.

Ratusan ribu MP membuat Silver bisa mengumpulkan begitu banyak udara sampai dirinya dan Ray menghilang dari pandangan. Barrier itu telah menjadi begitu rapat sampai-sampai tidak mengizinkan sedikitpun cahaya melewatinya, dan hanya meninggalkan sebuah bola berwarna hitam legam.

“Khah…!”

Setelah melihat itu, Franklin segera menyadari bahwa, dalam situasi ini, barrier itu tidak bisa lagi disebut barrier.

“RSK! Bergerak! Pergi dari sana!” teriak Franklin.

Karena tidak ada cahaya yang dapat melewati bola itu, siapapun yang ada di dalamnya juga tidak akan bisa melihat apa yang ada di luar. Jika RSK bergerak, Ray akan menjadi tidak bisa mengenainya.

“Aku tidak akan membiarkannya!”

Tapi pergerakan RSK dihentikan oleh seorang Paladin tertentu—Sir Lindos.

“Grand Cross!” teriaknya, melepaskan serangan terkuat yang dia miliki.

Sama seperti sebelumnya, cahaya suci tidak sama sekali tidak melukai RSK, tapi itu tidak masalah, karena bahkan jika itu tidak memberikan damage, tekanan dari skill yang kuat tetap akan menumpulkan pergerakannya. Dengan itu, panggung telah dipersiapkan bagi Ray untuk melepaskan serangannya.

“Cih! Ca—!” Franklin mencoba untuk memanggil monster baru yang dapat menangani ancaman itu. Namun, sebelum dia dapat melakukannya, angin hitam legam itu mulai berlari ke arah RSK.

Sir Lindos segera menyingkir dari jalur bola itu dan menjauhkan diri darinya.

Setelah terbebas, RSK mencoba melarikan diri, tapi dia terlalu lambat untuk menghindari objek hitam yang menuju ke arahnya.

Bola itu menabrak, tapi tidak menyentuh secara langsung, karena Material Barrier milik RSK melindunginya. Tidak peduli seberapa rapatnya udara itu, Wind Hoof hanyalah sebuah barrier sehingga tidak memberikan terlalu banyak damage.

Setelah menyadari hal itu menggunakan kemampuan berpikirnya yang terbatas, RSK menjadi lega. Penciptanya, di sisi lain, mendecakkan lidahnya dengan frustrasi.

“Wind Hoof, cancel.”

Sebuah suara terdengar dari dalam barrier udara itu dan tidak terdengar oleh seorangpun yang ada di luar, tetapi semua orang bisa melihat efeknya.

Bola hitam itu menghilang, menciptakan sebuah ledakan dahsyat yang merobek Material Barrier seolah-olah itu adalah kertas dan mengenai RSK.

***

Ray Starling menemukan fenomena itu karena benar-benar kebetulan.

Itu terjadi pada pagi hari di hari yang sama, saat dia menguji Wind Hoof dan mencoba menemukan cara untuk membuat barrier udara itu menjadi berguna.

Bahkan saat Ray memberikan seluruh MP-nya, barrier yang dihasilkan tidak bisa menahan serangan dari monster paling lemah di Nex Plain, dan dia menyimpulkan bahwa hal itu dikarenakan MP-nya terlalu rendah untuk melepaskan potensi penuh dari skill itu.

Lalu Ray mendapat ide untuk mengombinasikan skill ini dengan Grudge-soaked Greaves.

Sejak saat dia mendapatkan item itu, Grudge Conversion telah mengumpulkan cukup banyak MP—setidaknya, jelas lebih besar dari MP maksimal milik Ray—dan dia menduga bahwa itu dapat digunakan untuk menciptakan sebuah barrier yang kuat.

Dan dugaannya ternyata benar, dan barrier udara yang dihasilkan menjadi cukup kuat bahkan untuk menahan serbuan para monster. Skill itu memiliki kekurangan yang membuatnya tidak bisa melihat apapun di sekitarnya, tapi Ray merasa bahwa dia tetap saja bisa menemukan kegunaan dari skill itu.

Dengan eksperimennya yang sudah selesai, dia memutuskan untuk melawan monster yang menyerbunya. Namun, saat dia mematikan Wind Hoof, wilayah di sekitar Silver meledak.

Atau mungkin menghempas adalah kata yang lebih baik untuk itu.

Dikelilingi oleh awan debu dan hujan daging monster, Ray dan Nemesis sama-sama memiringkan kepala mereka dengan bingung.

Namun, tidak ada yang perlu di cari tahu tentang hal itu.

Barrier Wind Hoof terbuat dari kumpulan udara terkompresi, yang tidak menghilang setelah skill itu dimatikan. Jadi, setelah kehilangan “tempat”nya, udara itu langsung tersebar e wilayah sekitar, menciptakan sebuah ledakan dalam prosesnya.

Itu sama seperti ledakan balon, hanya saja ratusan… atau ribuan… kali lebih kuat. Satu-satunya yang membedakannya dengan bom adalah tidak adanya serpihan tajam yang mengancam nyawa, tapi tekanan ledakannya sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan makhluk hidup.

Setelah pemikiran lebih jauh, Ray menyadari bahwa hasil itu sudah jelas.

Untungnya, Silver sendiri di desain untuk tidak tertelan dalam ledakan itu, jadi Ray dan Nemesis tetap baik-baik saja. Jika tidak, dia pasti sudah mendapatkan death penalty.

Meskipun secara keseluruhan mengesankan, dikelilingi oleh hujan tanah dan daging sudah cukup untuk membuat Ray dan Nemesis ragu-ragu tentang menggunakan kombo skill ini. Setelah berbicara sebentar, mereka menyimpulkan bahwa itu terlalu membabi-buta dan berbahaya dan memilih untuk tidak pernah menggunakannya lagi.

Dan lucunya, pada akhirnya mereka harus melakukannya untuk kedua kalinya di hari yang sama, dan dengan MP yang jauh lebih besar dari pada saat pengujian.

***

Ray sendiri tidak tau akan jadi sekuat apa Wind Hoof jika dia memberikan seluruh ratusan ribu MP dari sepatunya… namun…

“Sepertinya itu cukup untuk menembus barrier-nya,” kata Ray saat dia melihat ke arah RSK yang tergeletak di atas tanah, bagian dalamnya meledak karena kehilangan separuh tubuh atasnya.

Monster itu bukanlah satu-satunya yang terkena dampak ledakan itu. Tanah di sekitarnya tampak seolah-olah di jungkir-balikan, membuat area itu lebih terlihat seperti “padang pasir” dibanding “padang rumput.”

Damage yang disebabkan jauh lebih besar dari pada yang Ray duga, dan jika saja ada orang di dekat sana, hasilnya tidak lain akan menjadi tragis.

“… Ya, ini sudah jelas bukanlah skill yang bisa kugunakan saat Royal Guard sedang tergeletak di sekitar sini.” Ray dengan khawatir menatap ke sekeliling dan melihat Liliana dan para ksatria-nya, sehat walafiat.

“Baiklah, kalau begitu…” katanya saat dia kembali berbalik ke arah RSK.

Itu masih belum selesai, karena monster itu masih belum berubah menjadi partikel cahaya. Ray tidak terkejut dengan hal itu, karena dia tidak menduga ledakan Wind Hoof akan cukup.

“… Ya, aku sudah menduga sejauh itu,” gumamnya saat dia menyadari bahwa RSK secara perlahan mulai beregenerasi.

Sama seperti Gouz-Maise, musuhnya kemarin, daging monster itu meluas dan membangun ulang bagian-bagian tubuhnya yang hilang.

Karena RSK adalah makhluk yang bisa menciptakan monster, kehadiran kemampuan regenerasi sudah hampir dapat dipastikan.

Oleh karenanya, Ray melakukan tindakan yang ada di pikirannya.

“… Ayo,” katanya saat dia membuat Silver berlari ke arah monster itu.

Kecepatan regenerasi RSK semakin bertambah seiring dengan volume tubuh yang dia pulihkan, dan sesaat kemudian, fungsi ofensif nya sudah pulih.

Retakan di tubuhnya kembali terbuka dan mulai menembakkan proyektil cahaya ke arah Ray.

Jumlah mereka jauh lebih sedikit dari sebelumnya, tapi alasan dari hal itu sudah jelas. Bukan hanya ledakan dari Wind Hoof telah memusnahkan seluruh minion penyerang yang dia miliki di tubuh bagian atasnya, tapi RSK juga terlalu fokus dengan regenerasinya untuk menyisihkan sedikitpun energi untuk pembuatan mereka.

“Terobos… Silver!”

Prism Steed itu berlari di atas udara dan dengan indah menghindari proyektil cahaya saat dia mendekati RSK.

“Kau bisa melakukannya!” Teriak Ray.

Pada saat dia masuk ke dalam jangkauan, Ray melompat turun dari punggung Silver dan memasukan tangan kirinya ke dalam luka terakhir milik RSK. Meskipun tekanan berdaging itu terasa tidak nyaman, itu tidak cukup kuat untuk menghancurkan lengannya.

“Gardranda!” teriaknya, mempersiapkan bracer kirinya—penghembus api—untuk melakukan serangan.

“… Ha, itu sia-sia saja,” kata Franklin dengan nada mengejek yang sudah akrab di telinga Ray, sebegitu akrabnya sampai bisa dia abaikan. “Bukankah aku bilang padamu kalau Purgatorial Flames dan Hellish Miasma tidak akan bekerja?”

Bajingan itu tidak terlihat dimana pun, tapi suaranya bergema di wilayah sekitar.

“Serangan itu memang sangat mengejutkanku, tapi sepertinya kau tidak bisa melakukannya lagi, kan?”

“Ya,” jawab Ray. “Itu menghabiskan seluruh MP yang kumiliki di dalam Gouz-Maise, jadi itu bukan lagi sebuah pilihan.”

“Kalau begitu kau kehabisan taktik, huh?” Franklin menyeringai.

“Tidak,” Ray tersenyum menanggapi hal itu. “Aku masih bisa membakar makhluk ini.”

“… Kenapa?” kata Franklin. “Sekarang kau seharusnya sudah tau bahwa Purgatorial Flames tidak bekerja padanya. Maksudku, kau sudah mencobanya sendiri.”

Yang Franklin katakan tidak lain adalah kebenaran.

“Tapi apakah itu meniadakan tak peduli dimana pun aku membakarnya?” Tanya Ray.

“Ah…” Perkataan itu membuat Franklin terdiam.

“Bukanlah api akan bekerja jika itu berasal dari dalam?” tambah Ray.

Ray yakin bahwa sangat mungkin kalau efek peniadaan itu hanya ada di permukaannya saja.

“Sejujurnya, jika itu bisa meniadakan api apapun alasannya, aku rasa kau tidak akan mengatakan hal itu kepadaku,” lanjutnya. “Maksudku… kau adalah bajingan akut.”

Itu adalah alasan utama Ray. Dia memiliki firasat bahwa Franklin tidak akan mengatakan bahwa hal itu jika RSK tidak memiliki kelemahan semacam kelemahan.

“Itu sia-si—“ kata Franklin.

“Benarkah? Aku akan membuktikannya sendiri.” Dengan perkataan itu, Ray menggunakan seluruh sisa MP-nya ke dalam Miasmaflame Bracers miliknya.

“Tungg—!”

“Purgatorial Flames—kekuatan penuh!” Dengan demikian, api iblis mulai mengamuk di dalam RSK.

Api itu memenuhi tubuhnya, meledak keluar dari retakan di permukaannya, dan bahkan menyembur dari lubang tempat tangan Ray masuk. Tubuh RSK, minion penyerang, saraf pusat, tangan kiri Ray—semuanya tertelan dalam api crimson.

“Baiklah, ‘musuh alami’-ku… mari uji ketahanan kita!” Teriak Ray.

“■■■■■…!” Tubuh tanpa mulut milik RSK mengeluarkan teriakan sunyi saat dia mengguncang sosok besarnya dan mengayunkan tentakel-nya untuk mencoba dan melemparkan Ray dari atasnya.

Keanehan situasi itu membuat RSK melanggar perintah untuk tidak menyerang Ray dengan dirinya sendiri.

Tapi bagaimanapun Ray masih bisa bertahan dengan cara menusukkan Nemesis dalam bentuk pedangnya ke dalam salah satu mata RSK dan berpegangan padanya. Punggungnya terkena serangan dari tentakel-tentakel itu, tapi dia memiliki cukup ketahanan untuk menahannya.

Tangan Ray terbakar dan tubuhnya menerima damage, menyebabkan HP-nya turun setiap detiknya. Tapi dia tidak menghentikan apinya, karena dia sudah memutuskan akan tetap menembakkannya sampai salah satu dari mereka mati.

Tepat saat sisa MP dan SP-nya hampir habis, karena alasan yang bahkan tidak dia ketahui…

“GOUZ-MAISE!” Ray meneriakkan nama monster dendam yang sudah berubah menjadi sepatunya, dan meskipun dia tidak berniat seperti itu, Gouz-Maise menjawabnya.

Api milik Ray telah mengubah RSK menjadi kumpulan rasa sakit dan kemarahan—emosi negatif yang cocok untuk Grudge Conversion.

Diletakkan langsung di sumber utamanya, sepatu itu bisa menyerap dendam milik RSK dengan sangat efisien, memberikan MP dalam jumlah besar kepada Ray. Dia segera menggunakannya untuk memperkuat hembusan apinya dan bahkan menyembuhkan dirinya sendiri.

Api yang semakin besar meningkatkan ras sakit milik RSK, yang kemudian akan di ubah kembali menjadi MP. Itu seperti mesin yang bergerak dengan kekal.

Namun, tidak ada yang kekal, dan pada akhirnya akan ada sesuatu yang menyerah.

Dan, benar saja, setelah jangka waktu yang terasa lama bagi beberapa orang dan terasa sebentar bagi orang lainnya, sesuatu akhirnya hancur.

Dikelilingi oleh api crimson, sebuah sosok roboh dan menghilang.

***

Malam itu, para tian yang tinggal di Gideon diliputi oleh perasaan takut.

Monster yang tampak jahat di lepaskan di dalam kota, dan jalan-jalannya di penuhi dengan pertarungan antar Master.

Beberapa orang mengunci dirinya di dalam rumah, beberapa berlindung di fasilitas darurat yang ada, beberapa orang hanya meringkuk dan gemetar di gang belakang, dan beberapa lainnya terjebak di dalam arena dan mereka semua sama-sama khawatir dengan situasi itu.

Sepertinya untuk meningkatkan rasa takut itu, sebuah siaran langsung sedang di tayangkan kepada mereka melalui beberapa proyeksi di atas langit malam. Mereka menampilkan pria gila bermantel lab, seekor monster besar, dan tiga orang Paladin yang bertarung melawan musuh-musuh itu. Pria gila itu menyatakan bahwa jika mereka tidak mengalahkan monster itu dalam batas waktu yang ditentukan, akan ada lebih banyak monster yang dilepaskan di Gideon dan mengubah kota itu menjadi reruntuhan.

Tentu saja, rasa takut orang-orang langsung memuncak, dan mereka mulai merasa seperti para kriminal yang menunggu panggilan eksekusi. Namun, meskipun diselimuti keputusasaan, mereka masih menggenggam setitik harapan.

Bagaimanapun, ketiga Paladin itu masih bertarung melawan monster raksasa itu, dan perjuangan mereka melawan monster itu sudah lebih dari cukup bagi orang-orang untuk tidak menyerah pada keputusasaan.

Pada akhirnya, monster dan pemuda—satu-satunya Master di antara ketiganya—sama-sama tertelan di dalam api.

Api yang di keluarkan pemuda itu tidak hanya membakar monster itu, tetapi juga dirinya sendiri, dan sebagai tambahan, tentakel besar milik monster itu berulang kali menyerangnya. Meskipun begitu, dia tidak menyerah ataupun menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Bagi mereka yang terlibat dan menonton, waktu tampak terdistorsi, terasa lama bagi sebagian orang dan terasa cepat bagi sebagian lainnya.

Namun, perbedaan itu tidak ada penting untuk hasilnya—robohnya sebuah sosok besar.

Kesepuluh tentakel-nya terjatuh saat bola kumpulan daging itu menunjukkan bagian dalamnya yang hangus dan perlahan berubah menjadi partikel cahaya. Saat mereka tersebar dan menghilang di tengah angin, sosok seorang pemuda berdiri di tengah-tengahnya.

Apinya sendiri telah menghanguskan tangan kirinya, sementara luka yang dia terima dari tentakel itu masih ada di sana, dan equipment-nya tidak lagi berada dalam bentuknya semula. Tetapi, matanya masih dipenuhi dengan kekuatan.

Di tangan kanannya, dia memegang sebuah greatsword hitam yang dia gunakan untuk menopang tubuhnya

Lalu, dia memeras sisa tenaganya untuk mengangkat tangan kanannya ke udara.

Seolah-olah untuk mengatakan kepada para penduduk Gideon bahwa mereka tidak perlu lagi merasa takut, atau mungkin untuk menyatakan kemenangannya, dia mengangkat tangannya, membuatnya terlihat seperti kebanyakan champion arena yang sudah sangat akrab dengan penduduk duel city.

Sesaat kemudian, kota Gideon tenggelam dalam sorakan kegembiraan.

Insert6

Bersambung…

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

9 Comments Add yours

  1. alone698 says:

    ray kok berasa kya sok2 an jd pahlawan, pake nagkat pedang franklin aj blm di lawan dasar bocah naif. wkwkwk

    Like

  2. Shuukuma says:

    Mantap anjir…. ,!!! Whoooooo !!

    Like

  3. Number says:

    Mantab anjir >,<

    Like

  4. Albarn says:

    gw yang baca sampe merinding …. semangat terus !!!

    Like

  5. Seika Ushizu says:

    mantap!! jdi maksud kehilangan tangan kiri akibat tarung dengan Franklin kata Bang Zen yah? kebakar penuh tuh tangan kiri, nekadnya minta ampun dah nih chara dari awal :v

    btw semangat terus ya update nih Infinite Dendrogram nya Bang Zen~

    Like

  6. Terima kasih!
    Seru banget!
    Terus lanjut!

    Like

  7. Kefvin says:

    Makasih min
    Anjay merinding sendiri baca bagian terakhir njirr

    Like

  8. zozoz says:

    ditunggu keselanjutannya

    Like

  9. SA IDUN says:

    sadiiiiisssss… seru banget min.. lanjut min kalo uda ada RAW.nya.. ane tunggu.. semangat TLnya .. tanks..

    Like

Leave a Reply to SA IDUN Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s