Infinite Dendrogram Volume 4 Chapter 6 B

Volume 4
Chapter 6 – Duel di Neraka Beku (Bagian 2)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Duel city Gideon, tidak jauh dari gerbang barat

Ini terjadi tak lama sebelumnya.

Gerbang barat duel city Gideon terhubung dengan padang rumput yang bernama “Jeand Grassland” dan merupakan satu dari empat tempat yang terletak di luar barrier anti-udara yang melindungi seluruh kota.

Di dekatnya, terdapat puluhan Master yang membeku, dan mereka mengelilingi pertarungan antara Pimp bernama Rook Holmes dan High Pilot yang menyebut dirinya Hugo Lesseps.

Namun, bukan hanya itu pertarungan yang terjadi di sana.

“Kasumi! Summon tank-mu sudah hilang!”

“A-Aku butuh 55 detik lagi sampai bisa me-memakainya lagi.”

Orang-orang yang sedang bertarung adalah tiga gadis yang menemani Ray dan Rook—para Master Newbie yang bernama Kasumi, Io, dan Fujinon.

Musuh mereka adalah monster yang terlihat sangat mirip dengan dinosaurus karnivora dengan nama “PBS—Preparative Brute Suarus” melayang di atas kepalanya.

“BGHAAAAARGHH!” dia meraung saat berlari ke arah Io sambil menunjukkan taringnya.

“Tyranno… saurus?” tanya Kasumi.

“Bagiku lebih terlihat seperti allosaurus,” komentar Fujinon.

“Bukan saatnya untuk itu!” teriak Io. “Monster ini sudah pasti lebih kuat dari kelas Demi-Dragon! Lakukan sesuatu padanya!”

“Baiklah. Aku akan menghentikannya… Almagest.”

Berdiri di belakang Io, Fujinon mempersiapkan Embryo-nya, sebuah tongkat dengan bola berputar di ujungnya.

“Mud Clap, lalu Star Printer, tiga kali,” katanya, menggunakan sepasang skill. Hal itu menyebabkan sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kakinya. Lalu ada tiga lingkaran sihir lagi yang muncul dan mengorbit lingkaran pusat seperti satelit.

“Klik,” katanya, menyebabkan salah satu lingkaran yang mengorbit menghilang.

Sesaat kemudian, batu paving dan tanah di bawah PBS mulai bergerak seperti lumpur dan menjebak kakinya. Karena kecepatan larinya, monster itu langsung bisa melepaskan kakinya, tapi momentum nya menyebabkan tubuhnya jatuh dengan keras ke atas tanah.

“Klik, Klik, Klik,” lanjut Fujinon, membuat tiga lingkaran sihir yang tersisa menghilang.

Tiga rangkap tanah di sekitar PBS berubah menjadi seperti lumpur dan mengikatnya sepenuhnya.

Embryo milik Fujinon, Almagest, adalah sebuah Type Arms yang berbentuk sebuah tongkat dengan lingkaran mirip bintang di ujungnya. Kemampuan uniknya adalah meng-copy dan mem-paste mantra yang dia gunakan, membuatnya bisa membuat sampai tiga salinan, diwakili oleh lingkaran sihir yang mengorbit, dan melepaskan mereka sesuai perintahnya.

Kelemahannya adalah fakta bahwa Fujinon tidak bisa bergerak saat sebuah lingkaran sihir satellite masih ada, yang cocok dengan sisi negatif dari Embryo yang mengemban nama dari teks utama dibalik teori Ptolemaic.

Mud Clap adalah sihir pengikat atribut tanah tingkat rendah, dan meskipun satu saja tidak berarti apa-apa bagi seekor monster kelas Demi-Dragon yang sudah diperkuat dan dimodifikasi, beberapa sihir serupa bisa menahannya selama beberapa detik.

Itu adalah sebuah celah—sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.

“Io!” teriak Fujinon.

“Ok! Aku akan membelahnya! Five-Ring, Splitting Mode!”

Mengikuti perkataannya, Io berlari, memegang sebuah kapak perang besar bermata tunggal yang mungkin memiliki berat beberapa ton, dengan pegangan setinggi lebih dari 5 metel.

“Aku datang!” teriaknya, mengumpulkan seluruh kekuatannya saat dia mengayunkan senjatanya ke arah leher PBS yang tidak bisa bergerak itu.

Seperti seekor monster melegenda atau penghukum mati di abad pertengahan, dia menebas lehernya, menghancurkan tulang lehernya, mengiris tenggorokannya, dan bahkan mencapai batu paving yang ada di bawahnya, membuatnya hancur berkeping-keping.

Meskipun dimodifikasi besar-besaran, monster itu tidak akan bisa hidup tanpa kepalanya. Oleh karenanya, dia berubah menjadi partikel cahaya, dan hanya meninggalkan drop nya.

“Io, ada satu di langit belakangmu!” Kasumi memperingatkannya.

“Aku tau! Crushing Mode!” katanya saat dia berbalik untuk melihat monster mirip Pteranodon yang mencoba memberikan serangan kejutan kepadanya dengan memanfaatkan kegelapan malam.

Di saat bersamaan, Embryo miliknya, Five-Ring, berubah bentuk. Pegangannya berkurang sampai sekitar seperlima dari ukurannya sebelumnya, dan mata kapak-nya digantikan oleh rantai sepanjang 20 metel, yang pada bagian ujungnya memiliki bola berduri yang tentu saja memiliki berat yang lebih besar dari Io.

Embryo milik Io, Five-Ring, adalah sebuah Type Arms yang bisa berubah menjadi beberapa senjata super berat, seperti kapak perang bermata satu dari Splitting Mode-nya atau flail raksasa dari Crushing Mode-nya.

Sama dengan Nemesis milik Ray, sang pengguna sama sekali tidak merasakan berat senjatanya, membuat Embryo itu unggul dalam pemberian damage. Disisi lain, senjata itu tetap memiliki massa yang besar, yang membuat mereka bergerak sangat lambat dan menyebabkan akurasi yang rendah.

Io mengayunkan flail raksasa itu ke arah monster mirip Pteranodon itu. Monster itu mencoba menghindar, tapi tiba-tiba dia dihentikan oleh sesuatu.

“BOBOBOBOBO…”

Itu adalah sebuah balon raksasa mirip marshmallow—kebanyakan orang di Infinite Dendrogram akan mengenalinya sebagai summoned monster bernama “Balloon Golem.”

“Hentikan dia… Balulun.”

Kasumi adalah seorang Summoner—sebuah job yang berfokus dalam menggunakan sihir untuk menciptakan monster yang akan membantu mereka di dalam pertarungan.

Balulun adalah salah satu monster yang dapat dia summon, dan dia begitu sering melakukannya, karena Physical Resistance dan Floating Ability miliknya membuatnya menjadi tank yang dapat di andalkan. Oleh karenanya, tidak ada yang aneh tentang pemanggilan nya itu sendiri.

Yang aneh adalah fakta bahwa Balulun telah muncul tepat di belakang pteranodon itu.

Hal itu dilakukan oleh Embryo milik Kasumi, Taijitu.

Itu adalah sebuah Type Arms mirip radar yang menunjukkan lokasi seluruh Master di wilayah sekitarnya. Kekurangannya adalah itu tidak memiliki atau memberikan kemampuan yang ditujukan murni untuk bertarung. Namun, Taijitu juga memiliki sesuatu selain fungsi radarnya.

Itu adalah kemampuan untuk men-teleport setiap tamed atau summoned monster yang berada di dalam kapasitas minion milik Kasumi ke lokasi manapun di dalam peta. Meskipun semakin jauh jaraknya akan memerlukan lebih banyak MP, lokasi dalam radius 50 metel darinya tidak mengurang terlalu banyak MP.

Balulun menabrakkan dirinya pada pteranodon, membuatnya tidak dapat bergerak.

“HIIIIT!”

Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Io melemparkan flail-nya ke arah monster itu, menghancurkan tulangnya dan dagingnya.

Serangan tunggal itu sudah cukup untuk membunuh pteranodon. Sama seperti PBS, monster itu mulai berubah menjadi partikel cahaya, dan hanya meninggalkan drop-nya.

“Itu yang kelima!”

“K-Kita berhasil…”

Kasumi dan Fujinon melakukan yang terbaik untuk mengikat dan menahan musuh, sementara Io fokus pada serangan tingkat tinggi-nya untuk membunuh mereka dengan sebuah critical hit. Taktik ini telah membuat mereka berhasil mengalahkan total lima monster kelas Demi-Dragon yang berkumpul di dekat gerbang barat.

Makhluk kelas Demi-Dragon dikatakan setara dengan sebuah party yang terdiri dari enam orang dengan low-rank job. Tentu saja, para Master memiliki kemampuan Embryo di tangan mereka, jadi party-nya tidak selalu harus penuh untuk bisa mengalahkan Demi-Dragon, tapi tidak ada yang bisa menyangkal bahwa keberhasilan mereka adalah pencapaian yang menakjubkan. Masing-masing dari mereka mengetahui tentang batas kemampuan rekan-nya dan bertarung sambil menutupi kelemahan rekan-rekannya untuk mencapai kemenangan.

Selain pengecualian seperti Ray dan Rook, diantara para newbie yang melarikan diri dari arena pusat, ketiga gadis ini memiliki kombinasi potensi tempur yang terbesar. Jika tidak seperti itu, mereka tidak akan pernah punya kesempatan untuk menang melawan monster modifikasi yang menyerang mereka.

“Fiuh,” Io menghela nafas. “Akhirnya kita bisa sedikit bersantai!”

“T-Tidak, kita tidak bisa melakukannya… Rook masih bertarung… Kita harus membantunya…” kata Kasumi.

Ketiganya telah berniat untuk membantu Rook melawan Hugo tepat saat pertarungan dimulai, tapi mereka harus mengubah rencana saat mereka mendapat serangan dari para monster.

“Oh, iya! Bagaimana keadaannya?!” teriak Kasumi.

“Mereka berhenti dan sekarang sedang membicarakan sesuatu,” jawab Fujinon. “Aku tidak bisa mendengar mereka dari sini.”

“Baiklah! Aku akan menggunakan Bursting Mode-ku dan…!” kata Io saat dia hendak membuat Five-Ring berubah menjadi bentuk ketiga-nya, tapi Kasumi dan Fujinon segera menghentikannya.

“J-Jangan…”

“Menyerang sekarang sepertinya bukan ide yang bagus. Mari kita tunggu dan lihat apa yang akan mereka lakukan… Kasumi, apakah ada Master lain di dekat sini?”

“T-Tidak…” Kasumi perlahan menggelengkan kepalanya. “Penanda milik Ray berada di luar gerbang… jadi dia masih hidup… Franklin juga ada di sana, sih…”

“Begitu.”

“Ok! Kalau begitu ayo kita ambil drop-nya! Demi-Dragon memberikan banyak benda!” teriak Io sebelum berlari untuk mengambil item-item yang ada disekitar mereka.

“I-Io… mungkin saja ada monster lain… jadi kita harus tetap waspada,” Kasumi memperingatkannya.

“Ayo kita jual semua ini dan membaginya sama rata!” teriak Io. “Oh, tapi aku mungkin akan mengambil armor yang berasal dari drop boss! Tidak ada banyak hal yang bisa dipakai oleh Barbarian Fighter seperti kami, kau tau?”

“Di-Dia tidak mendengarkannya…”

Io terlalu fokus dengan pekerjaannya, sementara Kasumi melihatnya dengan mata berair.

Fujinon, disisi lain, menyadari sesuatu yang aneh. “Drop…? Tunggu… kenapa mereka menjatuhkan item? Monster peliharaan seharusnya tidak menjatuhkan apapun, bukan?”

Pertanyaannya bukan tanpa alasan, karena apa yang terjadi di sini adalah sesuatu yang mustahil.

Di Infinite Dendrogram, sistemnya sendiri membuat monster peliharaan di bawah perintah seseorang tidak akan menjatuhkan item.

“Bukan hanya itu, pengaturan default-nya membuat agar monster peliharaan akan kembali ke dalam Jewel sebelum mereka menerima damage fatal,” lanjutnya. “Tapi bahkan jika dia mengubahnya, masih tidak ada alasan kenapa monster-monster ini menjatuhkan item…”

Sudah terbukti kalau monster-monster itu dibuat oleh Franklin dan berada di bawah perintahnya, dan karena itulah mereka mengincar para Master kerajaan.

“Tapi bagaimana jika mereka sebenarnya bukan monster peliharaan dan tidak bertindak karena perintahnya?” tanya Fujinon dengan lambat. “Bagaimana jika arahan itu sudah tercetak selama tahap pembuatan? Jika seperti itu… Jika Franklin dapat melakukan hal itu, maka…”

Saat kesimpulan mulai terbentuk di kepala Fujinon…

—■■■!!

Sebuah benturan yang menggetarkan udara bergema di sekitar mereka, membuat ketiganya berbalik ke sumber suaranya.

Suara itu berasal dari neraka beku—wilayah efek milik La Porte de l’Enfer.

Suara itu disebabkan oleh Magingear penuh amarah yang menggunakan seluruh kekuatannya untuk menebaskan salah satu pedangnya ke arah Rook.

Setelah suara itu, pemuda berambut perak, Rook, menghilang dari neraka beku. Itu juga bukan hanya dia, karena Babylon dan Marilyn, Embryo dan minion-nya, juga tidak menghilang dari pandangan.

Ketiga gadis itu berpikir bahwa Rook telah dikalahkan dan para makhluk-nya menghilang bersama dengannya. Tapi mereka segera menyadari sesuatu yang aneh.

“Siapa itu?” tanya Kasumi, sesaat memecah kesunyian yang menyelimuti sekeliling mereka.

Memang, tim Rook tidak terlihat dimanapun.

Melainkan, hanya terdapat satu orang yang tidak mereka kenali.

***

“A-Apa yang terjadi?” tanya Hugo, lebih kebingungan dari pada orang lain yang menyaksikan hal itu.

Marah karena perkataan Rook, dia telah mengayunkan pedangnya ke arahnya. Kemudian serangannya dihentikan.

Orang asing yang ada di depannya menggunakan senjata panjang di tangan kanannya untuk menghentikan pedang milik robot itu, dan orang itu sudah jelas tidak terlihat seperti Rook. Dia memiliki sayap iblis di punggungnya, tanduk iblis di kepalanya, dan sisik naga di tubuhnya. Dia memegang sebuah tombak perak di tangan kanannya, yang sepertinya terbentuk dari tiga tanduk naga yang disatukan.

Insert5

Dia adalah sosok seorang pria dewasa, terlihat sangat mirip dengan apa yang orang lain bayangkan tentang bagaimana tampang bocah laki-laki berambut perak itu jika dia sedikit lebih tua.

“Siapa… Siapa kau?!” tanya Hugo.

Menanggapinya, makhluk itu menunjukkan sebuah seringai sebelum menjawab.

“Union Jack—Dragon Devil Man.”

Pria itu mendekati Magingear dan menendangnya. Meskipun beratnya melebihi sepuluh ton, serangan itu membuat robot itu terlempar beberapa metel ke belakang.

“Kh…!” Hugo segera pulih dari kejutan mental dan dampak fisik dari serangan itu sebelum memperbaiki posturnya.

Sesaat kemudian, dia menyadari pria itu sudah berdiri di samping Magingear-nya dengan tangan kiri menyentuh armor dada milik robotnya.

“Little Flare.”

Sihir api jarak dekat itu melelehkan armor beku dan mengirimkan dampak ke bagian dalam Magingear.

“Itu adalah skill sihir yang digunakan oleh Embryo-nya!” teriak Hugo, dan dia sepenuhnya benar. Tapi Little Flare milik pria itu beberapa kali lebih kuat dari pada milik Baby.

“Tri-Horn Upper!” kata pria itu saat dia menutup jarak di antara mereka dan mengayunkan tombak tanduk naga-nya.

Itu adalah skill lain yang sudah Hugo ketahui. Meskipun tanduk-nya sudah digantikan dengan tombak, itu jelas adalah skill yang sama dengan yang digunakan oleh Marilyn selama pertarungan sebelum dia menghilang.

Hugo mencoba menangkisnya menggunakan pedang di tangan kanannya, tapi itu tidak mampu menahan serangan itu dan hancur hampir separuhnya.

“I-Ini juga…!”

Sesaat kemudian, dia mengaktifkan Smoke Discharger yang terpasang di bagian paha Magingear-nya. Wilayah sekitarnya langsung diselimuti oleh tabir asap penghalang pandangan, menyebabkan pergerakan pria itu jadi menumpul.

“Motor Slash!” kata Hugo saat dia menebaskan sisa pedangnya ke arah pria itu, yang kemudian menghindarinya dengan cara melompat ke belakang, jelas menyadari serangan itu. Gaya pergerakan itu adalah sesuatu yang sudah Hugo lihat berkali-kali selama pertarungan ini.

“Begitu,” katanya. “Jadi seperti itu.”

Sekarang Hugo benar-benar yakin tentang asal dari musuh “baru”-nya.

“Jadi kau adalah ‘dirinya,’ bukan?” lanjutnya. “Saat ini, kau menyatu dengan Embryo dan monster-mu. Itu adalah efek dari skill yang kau gunakan sebelumnya, kan?”

Menanggapi hal itu, pria itu… Rook… hanya tersenyum.

Lawannya memecahkan rincian dari skill-nya, tapi Rook tidak memiliki kewajiban untuk mengonfirmasinya. Bagaimanapun, Hugo juga bersikap seperti itu. Namun, tak dapat di pungkiri kalau Hugo memang benar.

Master, Embryo, dan monster yang menyatu. Memang itulah efek dari Union Jack, skill yang Babylon dapatkan setelah dia mencapai bentuk ketiga.

Skill itu terlahir dari kekaguman Rook kepada Ray dan gaya bertarung nya yang berfokus pada mengombinasikan kekuatannya dengan kemampuan Nemesis. Meskipun Union Jack tidak terlalu sama dengan apa yang mereka lakukan, itu juga tidak terlalu berbeda.

Skill itu mengombinasikan stats dan skill dari tiga makhluk untuk menciptakan satu entitas.

Dalam hal ini, itu memiliki stats besar milik naga bernama “Marilyn,” banyak skill dari iblis bernama “Babylon,” dan kepintaran dari pria jenius yang memimpin mereka. Oleh karenanya, itu disebut sebagai “Dragon Devil Man,” dan itu adalah kartu as terkuat yang Rook miliki.

“Apakah kau benar-benar bisa melakukan skill seperti itu tanpa persiapan sedikitpun?” tambah Hugo, dan dengan alasan yang bagus juga.

Union Jack bukalah satu-satunya skill yang menyatukan dan mengombinasikan entitas tertentu. Namun, setiap skill-skill itu pasti membutuhkan beberapa waktu pengisian sebelum mereka bisa digunakan atau proses penggabungan itu sendiri yang memakan waktu cukup lama. Itulah kekurangan terbesar dari skill semacam itu.

“Persiapan skill? Tapi aku melakukannya. Dan butuh beberapa saat, juga,” pria itu dengan sengaja menjawab menggunakan kalimat, bukan hanya dengan senyuman.

Mendengar apa yang pria itu katakan telah membuat Hugo tanpa sadar menjelajahi ingatannya, dan pria itu kembali memanfaatkan celah itu untuk menyerangnya lagi.

“Gh!” Hugo kembali ke kesadarannya dan mengayunkan pedangnya ke bawah.

“Aku bisa melihat pergerakanmu bahkan lebih baik dari sebelumnya,” kata Rook sambil menghindari pedang itu dan menusukkan tombaknya ke arah salah satu sendi kaki milik robot itu.

Magingear memiliki defense yang besar dalam stats dasarnya, dan itu meningkat drastis karena armor beku. Karena itu, serangan itu tidak sepenuhnya menghancurkan sendinya, tapi stats yang didapatkan oleh Rook yang merupakan hasil dari Union Jack telah membuatnya bahkan melampaui Marilyn, dan damage yang dia berikan kepada armor itu bukan sesuatu yang bisa Hugo abaikan.

“Sekarang, menurutmu kapan aku mulai mempersiapkan skill ini? Luangkan sedikit waktumu untuk memikirkan hal itu,” Rook mengatakan itu dengan suara lembut yang berkebalikan dengan serangan ganasnya.

Jawaban yang benar adalah Baby telah memulai persiapan Union Jack pada saat Rook mengatakan “mempersiapkan,” dan hal itu selesai saat Baby mengatakan “selesai.” Itu adalah kode yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Alasan kenapa Rook menghabiskan waktu untuk menjelaskan teorinya tentang skill Hugo, terlihat mengabaikan fakta bahwa tubuhnya memiliki kesempatan lebih besar untuk membeku seiring berjalannya waktu, adalah untuk mengonfirmasi kebenaran teorinya dan untuk mengulur waktu bagi Union Jack.

Dalam latih tandingnya dengan Mary, dia mempersiapkan skill itu selama waktu istirahat antara pertarungan kesembilan dan kesepuluh.

Rook bertanya-tanya tentang apa yang harus dilakukan untuk mengulur waktu dalam pertarungan sungguhan, tapi dalam pertarungan satu ini, dia bisa melakukan berkat kemampuan berbicara miliknya dan sedikit perencanaan.

“Seperti yang mungkin sudah kau sadari, La Porte de l’Enfer tidak lagi berefek padaku,” tambahnya.

Memang, setelah menjadi Dragon Devil Man, Rook telah terbebas dari es yang membekukan tangan kirinya. Bukan hanya itu, tetapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda akan membeku lagi.

“Saat ini, aku tidak dihitung sebagai manusia, dan aku tidak yakin apakah ada jumlah bunuh untuk jenisku saat ini,” katanya. “Jadi, La Porte de l’Enfer tidak bisa melakukan apapun kepadaku.”

Dengan menyatu bersama naga dan iblis, Rook telah menjadi chimera, dan karena dia belum pernah membunuh makhluk seperti itu, neraka beku itu tidak lebih dari sebuah pemandangan baginya. Rook telah lolos dari hukuman La Porte de l’Enfer dengan cara mengubah jenis makhluk nya sendiri.

“Mulai sekarang… pertarungan kita hanyalah kontes kekuatan, Hugo Lesseps,” kata Rook.

“La Porte de l’Enfer tidak berguna, dan kau memiliki cukup kekuatan untuk menandingiku sendirian,” kata Hugo. “Aku bisa memahami kenapa kau berkata demikian. Baiklah, aku akan menghadapimu, Rook Holmes.”

Rook melompat ke belakang, menciptakan sedikit jarak di antara mereka.

Itu bukan untuk melarikan diri. Jauh dari itu. Dia membutuhkan cukup jarak untuk mendapatkan kecepatan yang diperlukan agar bisa mengaktifkan skill terkuat yang dimilikinya saat ini: serudukan Marilyn.

Menanggapi hal itu, Hugo, Cocytus, dan Magingear-nya mempersiapkan postur mereka. Tidak seperti sebelumnya, mereka tidak akan menggunakan Motor Slash atau beberapa serangan tembakan.

Diantara skill unik miliknya, Cocytus hanya memiliki satu skill yang memberikan damage secara langsung. Skill itu sangat menguras MP, jadi Hugo tidak menggunakannya agar bisa terus mengaktifkan La Porte de l’Enfer. Namun, melihat situasinya, Hugo memutuskan untuk memprioritaskan pencegahan agar orang yang ada di hadapannya tidak bisa pergi ke tempat Franklin hidup-hidup. Dia menjadi sangat yakin bahwa lawannya terlalu berbahaya untuk diizinkan pergi dan membantu Ray.

Dia terlalu berbahaya, pikir Hugo. Itu bukan tentang kekuatannya… Dia hanya terlalu bagus dalam membaca hati seseorang untuk diizinkan melihat “dirinya.” Aku harus mengakhirinya, di sini dan sekarang juga.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah kesunyian yang memekakkan telinga.

Rasanya seolah-olah udara yang menghantarkan getaran suara telah membeku.

Dragon Devil Man dan Magingear itu saling berhadapan satu sama lain, tanpa menggerakkan satupun otot maupun sendi mekaniknya.

Dikelilingi oleh banyak patung es, mereka berdiri mematung sampai-sampai mereka juga terlihat seperti sebuah karya seni.

Tiba-tiba, suara ledakan dari luar gerbang bergema di sekitar mereka, memecah kesunyian dan udara menegangkan itu.

Keduanya tidak mungkin mengetahui apa yang menyebabkan ledakan itu, ataupun mereka cukup peduli untuk mencaritahunya. Mereka hanya menggunakan suara itu sebagai pemicu untuk mulai berlari.

Rook mengacungkan tombak tanduk naga berlapis perak dan berlari dengan postur yang begitu rendah sampai-sampai dia terlihat akan bergesekan dengan batu paving. Dia menggunakan serangan serudukan milik Marilyn, yang menjadi lebih kuat karena stats yang dia dapatkan karena penyatuan dan banyak skill pasif yang dimiliki Baby.

Serangan tombak itu sekarang sudah berada di luar ranah Demi-Dragon, dan tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa itu bisa menciptakan lubang pada tubuh Pure-Dragon.

Tri-Horn Grand Dash.

Magingear itu kembali menciptakan pedang di tangan kirinya yang hancur. Tapi tidak seperti sebelumnya, itu bukanlah senjata es. Sebaliknya—udara terdistorsi yang ada di sekelilingnya memastikan bahwa itu adalah pedang yang terbuat dari panas murni.

Itu adalah kartu as milik Cocytus—skill yang mengambil semua panas yang diserap oleh La Porte de l’Enfer dan mengubahnya menjadi energi ofensif.

Purgatorial Slash!

Dan dengan begitu, keduanya bentrok, dan akhirnya memutuskan siapa yang jadi pemenangnya.

*

Akhir dari pertarungan itu hanya disaksikan oleh tiga orang—Kasumi, Io, dan Fujinon.

“Ah…”

Apa yang mereka lihat setelah bentrokan itu adalah Rook, tergeletak di atas batu paving.

Kedua serangan paling mematikan itu bertemu, dan Dragon Devil Man telah mencapai batasnya sebelum tombaknya bisa sepenuhnya menembus kokpit Magingear itu. Damage mematikan yang dia terima telah membatalkan perubahannya, jadi Baby dan Marilyn juga tergeletak di dekatnya.

Rook menerima luka di sekujur tubuhnya.

“Sepertinya… aku tidak memiliki kekuatan untuk menang,” katanya.

Meskipun kebanyakan orang akan berpendapat bahwa dia hanya kurang beruntung. Jika para Master yang dikalahkan oleh La Porte de l’Enfer tidak termasuk Bishmal, pengguna api terkuat di kerajaan, panas yang diserap tidak akan sebesar itu, dan kekuatan Purgatorial Slash juga akan jauh lebih rendah.

Dalam hal itu, resistensi milik Baby dan stats yang melampaui Demi-Dragon seharusnya mampu membuatnya menahan serangan itu.

“Mh…” Hugo dalam diam memeriksa kerusakan pada Magingear-nya, karena robot itu jelas tidak berakhir tanpa goresan. Armor beku yang ada di bagian depan robot telah hancur berantakan, armor yang dimiliki oleh Marshall II R itu sendiri telah tertusuk dan tertembus cukup dalam untuk mencapai kokpit.

Hugo telah melihat ujung tombak perak yang memasuki pandangannya. Jika dia sedikit saja lebih lambat mengalahkan lawannya, dia sudah pasti akan mendapatkan death penalty. Namun, Marshall II R masih bisa berjalan. Jika Magingear yang dijadikan dasar oleh Cocytus masih ada, maka dia masih bisa menggunakan La Porte de l’Enfer.

Sebagai buktinya, Rook—yang telah kembali menjadi manusia—sudah mulai membeku lagi.

“Selanjutnya… adalah ketiga orang itu,” gumam Hugo saat dia mengalihkan pandangannya ke arah Kasumi, Io, dan Fujinon.

Tindakan kecil itu adalah kesalahan terbesar yang Hugo lakukan malam ini.

Dia seharusnya menghancurkan kepala Rook sebelum meluangkan waktu untuk menganalisa situasinya.

Bagaimanapun, Rook…

“Jika aku tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkannya secara langsung, aku ingin agar kau membuka pintunya… Liz.”

… adalah seorang lelaki yang selalu memiliki rencana lebih di dalam pikirannya.

Mengikuti perkataannya, pintu Marshall II R segera terbuka.

“Ap… AH?!” Hugo berseru kaget saat dia melihat ada kumpulan cairan logam berwarna perak di atas tombol untuk membuka pintu kokpit.

Itu adalah Liz sang Mithril Arms Slime.

Rook telah menyembunyikan keberadaannya sejak mereka memperkenalkan diri dan menggunakannya sambil memastikan Hugo tidak menyadarinya. Liz adalah hal yang menyelimuti permukaan tombak tanduk naga itu dengan warna perak cerah. Dia langsung menyelinap ke dalam kokpit pada saat senjata itu menembusnya.

Awalnya, tujuan rencana itu adalah untuk langsung menebas Hugo, tapi panas dari Purgatorial Slash telah membuat sebagian besar tubuhnya menguap, membuatnya tidak memiliki cukup kekuatan untuk melakukannya. Oleh karenanya, apa yang Liz dapat lakukan hanyalah menekan tombol untuk membuka pintu kokpit Marshall II R.

Namun, itu sudah lebih dari cukup. Bagaimanapun, dengan terbukanya pintu kokpit itu, tidak ada lagi yang memisahkan Hugo dan kelompok Rook…

“Male Temptation.”

“Lilim Temptation.”

… membuat Pimp dan succubus itu bisa melakukan keahlian mereka.

“Skak mat,” kata Rook. Dengan perkataan itu, pertarungan di gerbang barat telah berakhir.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. alone698 says:

    selesai hugo terkena skill charm

    Like

  2. Albarn says:

    Semoga di berkati min !! atas kebaikan nya untuk melakukan TL ini

    Like

  3. SA IDUN says:

    seruu min.. nunggu ray ngamuk nih.. wkwkwk

    Like

Leave a Reply to alone698 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s