Infinite Dendrogram Volume 3 Side Story 1 B

Volume 3
Side Story 1 – Kasus Slime yang Tak Dapat Dijinakkan (Bagian 2)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Catherine Kongou adalah seorang Pimp veteran. Namun, bukannya berasal dari Pimp grouping, main job miliknya saat ini adalah Siren—sebuah Superior Job dari harlot grouping yang memiliki persyaratan seperti “Berhasil melakukan Charm pada 100,000 orang atau monster.”

Sepertinya, dia juga berada di jajaran atas pada kill ranking kerajaan. Aku tau lebih baik dari sebagian besar orang tentang seberapa efektifnya Charm dalam pertarungan skala besar, jadi aku bisa sepenuhnya memahami kenapa dia bisa masuk ke dalam kill ranking. Tapi, cukup jelas bahwa gaya bertarungnya memiliki hal lain selain skill itu.

Dan juga, avatar milik Catherine adalah seorang pria yang dibuat terlihat seperti seorang wanita, membuat istilah populer ‘okama’ menjadi julukan yang paling cocok untuknya. Namun, aku tidak tau jenis kelaminnya yang sebenarnya di dunia nyata. Itu biasanya adalah sesuatu yang dapat kuduga setelah berbicara sebentar dengan seseorang, tapi cara Catherine mencampurkan maskulinitas dan feminitas membuatku kesulitan melakukannya.

Namun, karena dirinya yang seperti itu, kau dapat menyimpulkan kalau dia memiliki kehandalan pria dan daya tarik wanita, membuatnya benar-benar layak mendapatkan pujian.

“Apakah kau bertemu dengan teroris PK dalam perjalanan menuju Gideon?” tanyaku kepada Catherine saat kami sedang bercakap-cakap sambil minum teh.

“Aku terbang kemari menggunakan salah satu gadisku,” jawabnya. “Sepertinya orang-orang itu tidak bisa melakukan apa-apa kepada mereka yang ada di udara.”

Perkataan “gadisku” membuatku melirik ke arah belakangnya, dimana aku melihat empat orang maid yang menemaninya kemari.

“Kau sudah bertemu dengan Rubiella, bukan?” Catherine bertanya setelah menyadari kemana aku melihat.

Benar. Salah satu dari keempatnya, maid berambut merah, memang bersama dengan Catherine saat dia membantuku di ibukota.

“Ya,” anggukku. “Dia bersamamu saat kita pertama kali bertemu.”

“Nah, kalau begitu aku akan mengenalkan gadis lainnya,” katanya. “Maid berambut biru adalah Sappheanne, yang berambut hijau adalah Emerada, sementara yang memakai penutup mata adalah Crystella.”

Para maid itu membungkuk kepada kami dengan penuh hormat.

“Senang bertemu dengan kalian,” kataku. “Aku adalah Rook, junior Catherine dalam bidang ini.”

“Bisakah kau berbaik hati dan menunjukkan gadis-gadismu kepadaku?” tanya Catherine.

“Tentu saja. Oh, tapi mungkin mereka akan membuat lantai tempat ini hancur,” kataku. Marilyn adalah Demi-Dragon kelas berat, jadi dia bisa dengan mudah menghancurkan lantai papan yang ada di bawah kami.

“Kalau begitu, ayo pergi ke tempat lain,” kata Catherine. “Guildmaster! Kami akan meminjam bagian belakang bangunan!”

“Pergilah,” kata pria yang ada di belakang meja kasir. “Juga, ada sebuah quest yang ditujukan khusus untukmu, jadi pastikan untuk kembali dan mengambilnya saat kau sudah selesai.”

Aku punya firasat kalau bartender itu berlevel tinggi, dan sekarang aku tau kenapa—dia adalah guildmaster disini, pikirku.

Di belakang guild, aku memanggil monsterku dari dalam Jewel. “Call—Marilyn, Audrey.”

“Ara, sungguh pasangan yang manis,” komentar Catherine. “Mereka cocok dengan selera monster peliharaan level tinggimu yang biasanya.” Kemudian dia menunjukkan senyum ramah.

… Kenapa Marilyn dan Audrey terlihat begitu ketakutan?

“Seekor Demi-Dragon dan Roc Bird tentunya memakan banyak ruang, tapi Jewel milikmu kelihatannya cukup mewah, jadi aku merasa kalau itu masih punya ruang untuk monster lain?” tanyanya.

“Itu benar,” kataku. “Aku ingin mendapatkan monster yang bisa bepergian di air. Apakah aku bisa menemukannya di toko guild?”

“Sebuah monster aquatik? Mungkin akan sulit untuk menemukannya di sini.” Berdasarkan penjelasannya, sebagian besar air di kota ini berasal dari bawah tanah, dan tidak ada satupun danau atau sungai di dekat sini. Karena itu, tidak banyak pedagang yang menjual monster aquatik. Guild Pimp sebenarnya tidak menjual satupun monster berjenis seperti itu.

“Oh, tapi kau mungkin beruntung dan bisa menemukannya di pasar,” tambahnya.

“Begitu! Aku akan pergi kesana sekarang!” kataku.

“Tapi jalanan yang ada di sana sangat rumit, dan tempat itu tidak aman, bahkan untuk kita para Master. Aku sebenarnya ingin menemanimu, tapi aku punya pekerjaan yang harus dilakukan… Aku tau, mari lakukan ini.”

Catherine kemudian memalingkan wajahnya ke arah para maid yang ada di belakangnya dan memanggil maid berambut merah, Rubiella.

“Rubiella, jadilah anak baik dan temani Rook pergi ke pasar.”

“Sesuai permintaan anda, Milady.” Jawab maid itu sambil membungkuk.

“Apakah itu benar-benar tidak masalah?” tanyaku.

“Ya. Jangan khawatir,” kata Catherine. “Bilang saja kepanya untuk kembali kepadaku setelah urusanmu selesai.”

“Terima kasih banyak, Catherine!”

Catherine menunjukkan senyum lembut dan menepuk kepalaku. Tindakan itu mengingatkanku pada ayahku—atau ibuku, mungkin—dan membuatku merasa sedikit senang.

Meskipun, aku masih tidak paham kenapa Marilyn dan Audrey menjadi sangat ketakutan setiap kali Catherine tersenyum, pikirku.

 

Setelah berpisah dengan Catherine, Rubiella mengantarku berkeliling pasar yang terletak di distrik ke-empat.

“Di pasar ini, ada bazaar yang buka di jalanan dan toko yang buka di bangunan,” jelasnya. “Anda mungkin bisa menemukan barang murah di bazaar, tapi jika anda tidak memiliki skill identifikasi yang cukup tinggi, anda bisa saja malah membeli barang tiruan atau barang yang jelek, jadi saya tidak bisa merekomendasikan nya. Ada beberapa toko yang jauh lebih dapat dipercaya dalam hal kualitas dan keaslian, tapi itu membuat harga mereka menjadi sedikit lebih mahal.”

“Jadi, seorang pembeli pemula sepertiku lebih baik pergi ke toko, kan?” tanyaku.

“Benar sekali,” angguknya. “Dan juga, anda bisa membuka kios anda sendiri di bazaar. Tempat yang dapat anda gunakan di kelola oleh manager distrik ke-empat. Dengan membayar sewa harian, anda bisa menjual barang dagangan anda di sana bahkan jika anda bukan seorang pedagang.”

Saat dia memberitahuku banyak hal, kami memasuki sebuah gang yang kecil dan tersembunyi.

“Karena anda ingin membeli monster aquatik, saya akan mengenalkan anda dengan sebuah toko yang cukup akrab dengan Milady. Jika anda tidak menemukan apa yang anda butuhkan di sana, kita akan mencarinya di sekitar bazaar.”

“Itu kedengaran bagus,” kataku.

Saat dia mengantar kami, Rubiella berkali-kali melakukan gerakan lambaian tangan yang aneh. Aku penasaran dengan hal itu, tapi sebelum aku dapat bertanya apa tujuan dari hal itu, kami tiba di sebuah toko yang terletak di ujung gang.

Bangunan rahasia itu memiliki papan nama yang bertuliskan “Monster King’s Shop, Cabang Benua Tengah.”

Namanya aneh. Bagaimanapun, Infinite Dendrogram hanya memiliki satu benua, jadi “Cabang Benua Tengah” itu tidak benar-benar masuk akal, karena itu menyiratkan bahwa toko utama mereka terletak di tempat lain. Satu-satunya tempat yang terpikir olehku adalah negara kepulauan Tenchi yang ada jauh di sebelah timur atau negara maritim, Granvaloa.

Atau mungkin… Tidak, Aku masih tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk berteori tentang hal ini, pikirku.

“Selamat datang!” orang yang ada di belakang meja kasir menyambut saat kami masuk. “Oh? Nah, bukankah itu Rubiella.”

Orang itu memiliki sosok yang kecil—sekitar satu kepala lebih rendah dariku. Dia tampak mencolok dengan jubah hitam yang dia pakai dan kerudung yang menutupi wajahnya.

“Lama tak jumpa,” kata Rubiella. “Apakah anda yang bertugas menjaga toko hari ini, manager?”

“Ya, aku melakukan ini sekali setiap bulan biru,” jawab orang itu. “Mana Catherine?”

“Hari ini Milady tidak ikut. Dia memintaku untuk membantu tuan muda Rook.”

“Senang bertemu denganmu,” kataku. “Aku adalah Rook, junior Catherine dalam bidangnya.”

“Nah, itu hal yang langka,” kata penjaga toko itu. “Kalau begitu, aku menduga bahwa kau ingin membeli monster? Apa yang kau inginkan?”

“Aku mencari seekor monster aquatik.”

”Aquatik, eh? Hanya ada sedikit permintaan pada monster itu di sini, jadi kami tidak memiliki satupun yang terlalu langka. Kami memiliki pojok untuk monster jenis itu, sih.” Dia meninggalkan meja kasir dan mulai mengantar kami ke tempat yang dia maksud.

Toko ini sepertinya hanya menjual moster yang sudah dijinakkan. Ada banyak Jewel yang terletak pada rak-rak yang ada di sini, dan aku bisa melihat monster apa yang ada di dalamnya hanya dengan melihat bagian dalam Jewel itu.

Oh, bahkan di sini ada Jewel dengan Tri-Horn Demi-Dragon seperti Marilyn di dalamnya. Agak sulit untuk mengatakan apakah ini adalah toko binatang atau toko permata, pikirku saat mendekati stan yang diterangi oleh cahaya kebiruan.

“Ini adalah pojok monster aquatik,” kata pejaga toko. “Silahkan lihat-lihat dulu,”

“… Wow,” gumamku. Meskipun penjaga itu tadi mengatakan mereka tidak memiliki satupun yang benar-benar langka, aku bisa melihat beberapa Jewel berisi aquatik Demi-Dragon. Sudah jelas bahwa pilihan yang ada cukup bagus.

“Variasi pilihan kami pada naga darat dan naga udara juga mencakup sampai Pure-Dragon.” Kata penjaga toko. “Tidak untuk naga laut, sih.”

Namun, barang dagangan yang ada di Monster King’s Shop ini jauh lebih baik dari pada yang dijual di pasar yang kami lewati. Mereka bahkan memiliki Pure-Dragon yang sudah dijinakkan, yang dianggap sebagai barang langka. Meski begitu, harga yang ditawarkan di sini tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan yang ada di bazaar. Seseorang pasti akan menduga kalau barang-barang ini sudah terjual habis saat ini.

Itu mengingatkanku kalau Rubiella telah melakukan gerakan aneh sebelum memasuki toko ini, jadi mungkin ini adalah sejenis bangunan yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu. Aku tidak terlalu yakin dengan hal itu, sih.

Bagaimanapun, sangat jelas bahwa, di toko ini, aku tidak akan kesulitan menemukan rekan yang cocok dengan Marilyn dan Audrey.

“Karena kau adalah teman Catherine, aku akan mengizinkanmu membayar dengan cara cicilan,” kata penjaga toko itu.

“Sungguh nostalgia,” komentar Rubiella. “Saat Milady dan saya bertemu, dia juga membayar cara cicilan.”

“Oh, itu sudah lebih dari empat tahun yang lalu, bukan?” kata penjaga toko. “Waktu benar-benar cepat berlalu…”

Saat mereka berdua sedang bercakap-cakap, aku mengamati monster aquatik yang ada di rak, tapi…

“Aku tidak tau,” gumamku.

“Ada apa, Rook?” tanya Baby.

“Demi-Dragon tidak cukup bagus?” tanya penjaga toko.

“Tidak, maksudku bukan begitu. Hanya saja…”

Aku sama sekali tidak anti dengan monster Demi-Dragon. Faktanya, saat mempertimbangkan kerja sama dengan Marilyn dan Audrey, mereka sebenarnya lebih baik dari pada Pure-Dragon. Namun…

“Mereka hanya… tidak ‘ngeh,’” kataku. “Saat aku bertemu dengan Marilyn dan Audrey, monster yang saat ini bersamaku, Aku merasakan perasaan aneh yang membuatku tertarik dengan mereka. Namun, di sini, aku sama sekali tidak merasakan hal itu.”

Saat aku memilih Marilyn sebagai hadiahku dari Grantzian dan saat aku menghadapi Audrey dalam pertarungan itu, aku memiliki perasaan yang menarikku kepada mereka. Aku tidak merasakannya saat melihat setiap monster yang ada di toko ini, dan itu termasuk Pure-Dragon yang dijual di sini, yang seharusnya lebih kuat dari Marilyn dan Audrey. Itu adalah perasaan sangat samar yang sulit untuk kudeskripsikan.

“Oh, begitu.” Penjaga toko itu mengangguk seolah-olah benar-benar memahamiku, dan Rubiella sepertinya juga memiliki pendapat yang sama.

“’Rook,’ bukan?” kata penjaga toko. “Aku bisa melihat kalau Pimp adalah Job milikmu, tapi sepertinya kau juga memiliki bakat menjadi seorang Tamer. Tidak ada banyak orang yang memiliki intuisi sepertimu.”

“Benarkah?” Aku mengangkat alisku.

“Ya. Dan karena itu, kurasa kau tidak harus membatasi keinginanmu pada monster aquatik. Lihatlah setiap Jewel yang ada di tokoku dan cari monster yang sesuai seleramu.”

“Baiklah. Aku akan melakukannya,” kataku sebelum menjauh dari pojok monster aquatik dan melihat-lihat Jewel lain yang ada di toko ini.

“Skill indra ke-enam alami, Beast Judgement, eh?” kata penjaga toko saat aku melangkah pergi. “Dengan Catherine dan satu orang lainnya, sekarang totalnya ada tiga orang.” Perkataan itu entah kenapa tertanam di dalam pikiranku.

Setelah itu, aku menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk melihat-lihat Jewel yang ada di sini, tapi hasilnya tidak bagus. Tidak peduli berapa ribu Jewel yang kuperiksa, aku tidak menemukan satupun monster yang “ngeh.”

“Yah, sayang sekali,” kata penjaga toko.

“Maaf telah membuang-buang waktumu,” aku meminta maaf.

“Itu tidak perlu. Bisnis tidak akan berjalan jika kami tidak mengizinkan pelanggan kami untuk melihat-lihat barang dagangan kami selama yang mereka mau. Meskipun, sekarang kau harus mencari apa yang kau inginkan di bazaar…”

“Benar,” setuju Rubiella. “Namun, menggunakan Beast Judgement di bazaar itu agak…”

“Oh, benar. Bahkan seorang Master akan berada dalam kesulitan jika mereka menyadarinya.”

Mereka membicarakan sesuatu, tapi aku tidak tau apa itu “Beast Judgement” yang mereka bicarakan, jadi aku tidak benar-benar bisa mengikuti percakapan itu.

“… Huh?” tanyaku.

Tiba-tiba, aku menyadari sesuatu.

Di salah satu pojok toko, terdapat sebuah pot logam, yang cukup besar untuk dimasuki oleh seorang anak kecil. Tutup pot itu terbuka dan tergeletak di dekatnya. Karena suatu alasan, pot itu dikelilingi oleh rantai yang memiliki tanda peringatan, seolah-olah mengatakan bahwa pot itu tidak boleh didekati.

Itu sangat mencolok, jadi kenapa sebelumnya aku tidak menyadarinya? Tanyaku kepada diriku sendiri sebelum rasa penasaran mengalahkanku. Aku mendekati pot itu dan mengarahkan tangan kiriku ke pot itu.

“Penjaga toko, pot ini…”

“Pot? Ah…?! MENJAUH DARINYA!”

Teriakannya membuatku terkejut dan segera menarik tanganku kembali. Sesaat kemudian, sesuatu berwarna perak terlihat melewati tempat dimana jari telunjukku berada sebelumnya. Aku melihat pot itu dan menyadari bahwa rantai peringatan itu telah terpotong. Potongan itu sangat rapi dan rata sampai seolah-olah rantai itu bisa diperbaiki hanya dengan menyatukan kedua ujungnya. Jariku juga sedikit terluka, tapi sedikit usapan sudah cukup untuk membuat luka itu menutup dan hanya meninggalkan sebuah bekas kecil. Sepertinya aku telah dilukai oleh sebuah pedang sangat tajam yang bergerak dengan kecepatan luar biasa.

Namun, itu sangat jauh dari kenyataan.

Yang melukaiku bukanlah sebuah pedang, melainkan sebuah cairan. Aku melihat sebagian cairan itu menggantung di pinggiran pot sebelum kemabli masuk ke dalamnya. Cairan itu berwarna perak dan memiliki kilau misterius. Itu adalah pemandangan yang aneh, dan aku tidak bisa memalingkan pandanganku dari monster itu.

“Maaf atas hal itu,” kata penjaga toko. “Yang satu ini berbahaya, jadi aku memasang penghalang di sekitarnya. Sepertinya penghalang itu sudah rusak.”

“Aku baik-baik saja,” jawabku. “Memangnya apa itu?”

“Itu adalah seekor Mithril Arms Slime,” jawab pemilik toko sambil melantunkan sejenis sihir dan memperbaiki rantai yang terpotong. “Monster langka di antara metal slime yang memang sudah langka. Mereka memiliki tubuh yang terbuat dari mithril cair dan menyerang dengan cara mengubah diri mereka sendiri menjadi senjata.”

Mithril Arms Slime, aku mengulangi nama monster itu di dalam pikiranku.

“Aku mendapatkannya dalam sebuah pelelangan, tapi kau lihat, dia masih belum dijinakkan,” lanjutnya. “Aku berencana meminta seorang Tamer kenalanku untuk menjinakkannya, tapi sebelum aku dapat melakukan hal itu, aku tidak sengaja melepaskannya, dan sekarang dia berada dalam keadaan seperti.”

“Yang kau maksud ‘keadaan ini’…?” tanyaku.

“Selalu waspada dan siap untuk bertarung. Dia saat ini benar-benar labil, memotong setiap makhluk hidup yang datang mendekat, saat ini dia juga semakin sulit untuk dijinakkan, dan memindahkannya dari sana akan menjadi hal yang benar-benar rumit, jadi aku tidak bisa melakukan banyak hal selain membuat penghalang di sekitarnya. Slime bahkan tidak merasakan lelah, jadi menunggunya kehabisan tenaga juga bukanlah sebuah pilihan. Tentu saja, membunuhnya akan menyelesaikan semua masalah ini, tapi aku tidak mau melihat uang yang kuhabiskan hilang begitu saja.”

“Berapa banyak yang kau habiskan untuk mendapatkannya?” tanyaku.

“10,250,000 lir. Slime ini memang bukan yang terkuat, tapi kelangkaan mereka membuat harganya menjadi sangat mahal.”

Aku membeku sesaat setelah mendengar harga itu. Namun…

“Penjaga toko,” kataku.

“Ya?”

Aku mengumpulkan tekadku dan mengatakan apa yang kuinginkan kepadanya. “Aku akan menjinakkan slime ini, jadi bisakah kau menjualnya kepadaku?”

Perkataanku membuat penjaga toko, Rubiella, dan kedua monster yang ada di dalam Jewelku terdiam karena terkejut. Hanya Baby yang menunjukkan senyum seperti biasa di wajahnya.

“Meskipun aku ingin membayarnya dengan cara cicilan, jika kau tidak keberatan,” tambahku.

“Aku sudah bilang kalau aku mengizinkannya,” kata penjaga toko. “Tapi, apakah kau yakin?”

“Ya, maksudku… slime itu terasa ‘ngeh’ denganku,” jawabku sambil tersenyum, menciptakan keyakinan tak tergoyahkan di dalam diriku. “Aku akan menjinakkannya.”

Hanya karena aku menginginkannya, aku memutuskan untuk menjinakkan Mithril Arms Slime—seekor makhluk yang belum bisa dijinakkan oleh siapapun.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

One Comment Add yours

  1. Albarn says:

    dengan ini sudah ada 3 slime kuat yang ku tau XDD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s