Infinite Dendrogram Volume 3 Chapter 3 A

Volume 3
Chapter 3 – Xunyu sang Yinglong (Bagian 1)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

Paladin, Ray Starling

Gedung opera dan sejenisnya memiliki hal yang disebut “boxes” atau “loges.” Setengah terbuka, setengah tertutup, dan tertempel di dinding, itu adalah tempat duduk mewah yang memberikan sudut pandang terbaik dari panggung.

Tempat duduk kami di arena pusat sangat mirip dengan hal itu, tapi tidak sepenuhnya mirip. Tempat itu tertutup, tapi dinding yang menghadap ke arah panggung terbuat dari kaca, sehingga tidak menghalangi tampilan pertarungan.

Tempat duduk biasa di arena sama seperti yang ada di stadion sepak bola. Jalan yang menghubungkan tempat duduk dengan bangku penonton semuanya terbuat bebatuan, sementara tempat duduk kami mempunyai karpet yang tergelar di atasnya lengkap dengan kursi antik yang terlihat mewah—tentu saja antik dilihat dari sudut pandang dunia ini.

Ada jarak yang cukup lebar antar kursi yang ada di sini, memberikan kami pilihan untuk mengabaikan pertarungan keras yang terjadi di bawah dan hanya bersantai di sini. Dan karena di sini juga terdapat AC, tingkat kenyamanannya menjadi benar-benar sempurna.

Njir, ini mewah, pikirku. Aku bisa memahami kenapa tempat duduk di sini bisa berharga 100,000 lir. Tentu saja, ini sama saja seperti menghabiskan 1,000,000 yen untuk menonton pertandingan olahraga di dunia nyata, yang tentu saja tidak akan pernah kulakukan.

“Untuk seseorang dengan uang 60,000,000 lir di dompetnya, kau benar-benar pelit,” kata Nemesis.

Memiliki uang bukan berarti aku bisa menghabiskannya dengan sembarangan.

“Gacha.”

“Guahh…” Aku mengerang, tidak dapat membalas perkataannya.

… T-Tapi gacha memiliki daya tarik yang tidak bisa kulawan, dan…

“Ray, kau tidak menonton pertandingannya?” Tanya Marie, yang duduk di sampingku.

“Oh, ya, aku menontonnya,” Aku menjawab dan mengalihkan pandanganku ke arah panggung.

Meski begitu, aku menyempatkan diri untuk sekali lagi memeriksa sekeliling kami. Orang yang ada di sini adalah Aku, Nemesis, Rook, Baby, dan Marie.

Karena Nemesis dan Baby adalah Embryo, mereka berdua bisa masuk ke sini dengan gratis. Namun, sebelumnya aku tidak mengetahui hal itu, jadi aku mencoba masuk setelah membuat Nemesis masuk ke dalam tato di tanganku.

“Ini bukan sesuatu yang ingin kukatakan, tapi aku merasa seperti anjing yang hendak di bawa menggunakan sebuah kardus,” kata Nemesis.

Apa-apaan cara pembandingan itu?

“Oh, benar, kau lah anjingnya di sini.” Lanjutnya.

“Bisakah kau berhenti mengungkit kejadian yang ingin kulupakan?!”

Telinga anjing itu telah menghilang tadi pagi, dan aku juga ingin membuatnya hilang dari ingatanku!

“Telinga itu terlihat cocok denganmu, sih,” kata Nemesis.

… Ya, terserah.

Pokoknya, hanya kami berlima yang ada di sini. Kakakku, orang terakhir, saat ini masih belum sampai.

Apakah dia mampir ke toko atau sejenisnya? Pikirku. Oh, baiklah. Aku hanya perlu menunggunya sambil menonton pertandingan.

Terdapat event pembuka yang sedang berlangsung di medan pertarungan dibawah. Itu adalah kesempatan bagus bagiku untuk memahami bagaimana sistem duel bekerja.

Pertama, setelah orang berdiri di panggung, mereka mengatur dan menyetujui persyaratan pertarungan. Lalu, mereka mengaktifkan barrier spesial duel city dan mulai bertarung.

Di dalam barrier, setiap luka yang diterima, termasuk yang fatal dan death penalti yang di alami player, akan menghilang setelah pertarungan selesai. Hal itu membuatmu bisa melakukan pertarungan mati-matian tetapi aman di sana.

Keamanan para penonton juga dipertimbangkan. Ada banyak lapisan barrier yang memisahkan para penonton dan petarung, dan hanya suara, cahaya, dan semangat petarung yang dapat menembusnya.

Tentu saja, cahaya berbahaya seperti laser atau suara berbahaya seperti ledakan suara penghancur juga di blok. Meskipun sepertinya, player di bawah level 50—sepertiku—dapat menerobos barrier itu dengan mudah, yang menjadikan alasan kenapa diriku tidak dapat berpartisipasi dalam duel saat ini.

Juga, tempat duduk kami di lengkapi dengan berbagai macam peralatan. Contohnya, terdapat beberapa monitor yang dilengkapi sihir penglihatan, yang membuat kami bisa menonton pertarungan dari berbagai sudut. Suara pertarungan juga terdengar di sini, termasuk hal yang dikatakan oleh petarung dan nama dari skill yang mereka gunakan. Semua itu menjadikan ini sebagai pengalaman menonton yang sederhana dan nyaman.

Tempat duduk seperti ini biasanya digunakan oleh para tian yang kaya, pedagang, dan Master yang ingin menganalisis petarung yang ada di panggung.

“Tapi kebanyakan hanya datang untuk menikmati duel, kan?” kataku pada diri sendiri.

Karena tidak ada satu nyawapun yang berada dalam bahaya, ada banyak orang yang mengikuti duel. Itu adalah kegiatan populer di antara para petarung, baik Master maupun tian. Namun, pertunjukkan utama di arena adalah pertarungan antar Master, dan setelah melihat pertarungan yang ada di hadapanku, Aku sepenuhnya dapat memahami alasannya. Sederhananya itu berada di level yang berbeda.

“Hhaaahhhh!” teriak salah satu Master yang bertarung di hadapanku.

Dia adalah seorang gadis berpakaian gothic dengan sayap hitam yang mirip dengan malaikat jatuh tumbuh di punggungnya dan mengayunkan sebuah longsword berwarna hitam, dan dia terbang bebas di area dalam barrier sambil meninggalkan bulu hitam di sekitarnya.

“Blackwing Orchestra!”

Setiap dan seluruh bulu yang bertebaran di sana-sini mengeluarkan pedang angin berwarna hitam pekat. Mereka membentuk sebuah bilah gelap yang terbuat dari angin saat mengelilingi musuhnya, penuh dengan keinginan untuk mencincangnya.

Namun, lawannya, seorang gadis yang memakai sebuah topi bajak laut dan mengayunkan sebuah kapak besar berwarna emas kesana-kemari dengan mudahnya, menggenggam senjatanya dengan erat dan menghantamkannya ke lantai panggung yang terbuat dari batu.

“World Reversal Waterfall!”

Sesaat kemudian, permukaan panggung yang terlihat kosong mengeluarkan aliran air dalam jumlah besar yang memiliki kekuatan lebih besar dari banjir bandang.

Aliran yang mengelilingi gadis itu sesuai dengan namanya adalah sebuah air terjun yang terbalik. Hal itu membuat pedang angin hitam yang ada di sekelilingnya lenyap tak berbekas.

Tapi, tepat pada saat itu, gadis bersayap hitam menerobos celah air terjun yang disebabkan oleh hantaman antara air dan pedang angin, dan menebas tepat ke arah gadis bajak laut, yang kapak-nya masih tertancap di lantai panggung.

Gadis bajak laut itu menggunakan bracer yang ada di tangan kirinya untuk menangkis serangan itu, tapi itu saja tidak cukup. Serangan itu tetap saja menembus bracer-nya dan melukainya. Tapi di saat bersamaan, gadis gothic yang menyerangnya membungkukkan tubuhnya karena terluka.

Tepat pada saat gadis bajak laut itu mengangkat tangan kirinya untuk melindungi diri, dia menggunakan titik buta yang disebabkan oleh serangan musuh untuk melancarkan sebuah skill ofensif menggunakan tangan kanannya, menciptakan sebuah bola air yang mengenai gadis gothic itu tepat di perutnya.

Gadis bersayap itu segera melompat ke belakang, dan kapak milik gadis bajak laut menebas angin tepat di tempatnya berdiri sebelumnya. Gadis bajak laut itu mungkin berencana untuk memanfaatkan rusaknya postur gadis gothic itu, tapi hal itu tidak berhasil.

Kedua gadis itu menjauh, menciptakan jarak cukup jauh di antara mereka, lalu saling memandang satu sama lain, memperkirakan pergerakan musuh, dan kembali saling serang.

“Sial, mereka hebat,” kataku. Aku jauh berada di bawah level mereka, bukan hanya dalam hal stats dasar, tetapi juga skill bermain. “Tapi aku dapat melihat mereka.”

Itu aneh karena Marie telah mengatakan kepadaku kalau AGI dapat membuat seseorang bergerak sangat cepat.

“Oh, itu karena aliran waktu yang ada di dalam barrier diperlambat,” kata Marie. “Dari sudut pandang para petarung, mereka bergerak pada kecepatan asli mereka, sementara kita sebagai penonton melihatnya dalam kecepatan yang membuat kita dapat dengan mudah mengamati apa yang terjadi. Hal ini juga mempunyai batas, sih.”

“Yah, itu berguna,” kataku.

“Memang,” angguk Marie. “Itu adalah cara kerja jika dilihat dari sudut pandang player. Tapi menurut cerita game, ini adalah sebuah teknologi yang hilang dari peradaban kuno.”

Jadi arena ini sendiri adalah hal yang sama dengan Silver, huh? Pikirku.

“Aku akan menambahkan satu hal,” kata Marie. “Jika mereka bertarung dengan kecepatan asli mereka, maka hanya ada kurang dari 10% penonton yang dapat melihat apa yang terjadi.”

Yah, itu cukup untuk menggambarkan seberapa cepat pertarungan mereka.

“Mereka adalah Juliet sang ‘Black Raven’ dan Chelsea sang ‘Vagrant Golden Sea.’ Mereka berdua adalah Master yang sangat berpengalaman dengan Embryo yang sudah mencapai bentuk ke-enam. Mereka juga masuk dalam duel ranking Altar. Juliet berada di peringkat empat, sementara Chelsea berada di peringkat delapan.”

Itu masuk akal, mengingat seberapa bagus mereka bertarung.

“Kurasa aku melihat gadis bertopi bajak laut itu saat kita sedang makan kue di café,” kata Nemesis.

Sekarang kalau dipikir-pikir, ya, dia mungkin memang ada di sana, pikirku.

Nemesis berbalik ke arah Marie. “Apakah ‘Black Raven’ dan ‘Vagrant Golden Sea’ adalah julukan mereka?”

“Ya,” angguk Marie. “Sementara untuk job, yah, Juliet adalah Fallen Knight—Superior Job turunan dark knight yang merupakan subgroup dari knight grouping—sementara Chelsea adalah Great Pirate—sebuah high-rank job turunan pirate grouping.”

Oh, Black Raven berada dalam knight grouping? Pikirku. Aku tidak yakin apakah itu membuatku merasakan kecocokan dengannya. Maksudku, equipment-nya terlihat sangat menakutkan…

“Aku sangat ragu apakah gadis itu mau mendengar hal itu darimu, dari semua orang,” komentar Nemesis.

Apa yang kau maksud?

“Ngomong-ngomong, apakah Superior Job adalah hal yang biasa?” tanyaku.

“Tidak jika kau lihat secara keseluruhan,” jawab Marie. “Tapi, mereka lebih banyak di bandingkan Superior, Master dengan Superior Embryo. Menurut dugaanku, jumlah orang yang memiliki Superior Job berada dalam empat digit. Bagaimanapun, para tian bahkan bisa mendapatkannya.”

Itu jumlah yang jauh lebih besar dari yang kuduga.

“Master kuat yang mentok di high-rank Embryo sering berusaha untuk mendapatkan Superior Job,” tambahnya.

“Tapi meskipun kuat, nona ‘Vagrant Golden Sea’ itu tidak memiliki Superior Job, kan?” tanya Rook.

“Oh, Chelsea adalah salah satu orang yang belum menemukan Superior Job yang bisa dia ambil,” kata Marie. “Bagaimanapun, ada banyak job dengan persyaratan yang tidak diketahui.”

Yah, sekarang statusnya jadi masuk akal, pikirku.

“Mengetahui Superior Job incaranmu sudah diambil terlebih dahulu bahkan sebelum kau mengetahui persyaratannya pasti adalah hal yang tragis,” komentarku.

“Oh, itu sering terjadi,” kata Marie. “Bagaimanapun, beberapa Superior Job memiliki persyaratan yang mirip. Bahkan ada beberapa orang yang mengambil dua Superior Job.”

“Dunia sungguh tidak adil… Ah!”

Saat aku mendengarkan penjelasan Marie, sesuatu yang besar terjadi di dalam pertarungan. Sayap milik Fallen Knight, Juliet, menghilang, dan sesaat kemudian, bulu hitam yang tak terhitung jumlahnya terkumpul di sekitar tangannya. Lalu, mereka mulai berputar mengelilingi tangannya, bergerak dengan kecepatan yang sangat besar sampai-sampai sulit untuk membedakan mereka lagi.

Great Pirate, Chelsea, mengayunkan kapak-nya dan membuat bagian tengah sisinya yang lebar mengarah ke musuhnya. Lalu kapak emas itu menghilang, meninggalkan sebuah lubang yang mengeluarkan aliran air laut berwarna emas yang sangat kuat.

Menggunakan seluruh sihir dan teknik mereka, keduanya mencapai batas kekuatan mereka dan melancarkan skill ultimate mereka.

“Corpse-Eating Bird—Hræsvelgr!”

“Golden Bull Tsunami—Poseidon!”

Panggung itu terselimuti oleh bentrokan antara topan hitam dan tsunami emas.

Bahkan dengan semua lapisan barrier yang memisahkan kami, tekanan visual dan gelombang suara yang mencapai kami masih sangat besar.

Tabrakan antara tornado dan gelombang pasang—sepertinya adalah hasil dari kartu as mereka—membuat pemandangan itu menjadi sangat menakjubkan.

Embryo mereka berada dalam bentuk ke-enam, membuatnya berada empat level di atas Nemesis. Tentu saja, kekuatan penghancur mereka sangat besar. Aku tidak akan terkejut jika serangan itu memiliki cukup kekuatan untuk memusnahkan Gardranda.

Namun, mereka tidak hanya memiliki kekuatan. Keseluruhan pertarungan yang terjadi sebelumnya telah menunjukkan seberapa hebatnya mereka.

“Jadi, bisa disimpulkan kalau itu adalah skill ultimate yang kau katakan kepada kami, dan nama dari Embryo mereka adalah Hræsvelgr dan Poseidon?” tanya Nemesis.

“Ya,” kata Marie. “Serangan itu adalah skill ultimate milik Embryo mereka, yang masing-masing dinamai berdasarkan Embryo itu sendiri. Mereka menggambarkan karakteristik dominan dari Embryo, itulah sebabnya Hræsvelgr adalah sebuah serangan sihir angin hitam, sementara Poseidon adalah skill pemanggilan cairan.”

“Apakah ada perbedaan antara pemanggilan cairan dengan elemen air?” tanyaku.

“Sederhananya, pemanggilan cairan itu fisik, sementara elemen, termasuk air, adalah sihir. Ngomong-ngomong, cairan yang berasal dari skill ultimate milik Poseidon pada dasarnya adalah emas cair, dan itu jauh lebih berat dari air. Serangan itu dapat dengan mudah menghancurkan sebuah benteng.”

“Sungguh mewah,” kataku. “Menakutkan gila, juga.”

“Yah, semua itu menghilang setelah serangan berakhir.”

Itu masuk akal. Seseorang yang dapat menciptakan emas dalam sekejap tidak akan bagus untuk pasar dalam game.

“Tapi njir, harus kukatakan, kau tau banyak tentang mereka, bukan?” tanyaku.

“Bagaimanapun, mereka adalah petarung langganan,” jawabnya. “Ada banyak info tentang mereka.”

Itulah duel. Master yang berpartisipasi dalam duel di Gideon akan menerima hadiah tidak peduli apakah mereka menang atau kalah—meskipun tentu saja, pemenang akan mendapatkan hadiah lebih banyak. Bagi mereka yang bertarung pada event utama di arena ini, hadiahnya dapat dengan mudah mencapai 5,000,000 lir. Karena event hari ini begitu spesial, jumlah itu meningkat sepuluh kali lipat. Tentu saja, itu adalah keuntungan yang besar, tapi itu juga memiliki resiko tinggi menunjukkan tentang dirimu kepada para penonton—termasuk para player.

Marie telah menunjukkan hal itu dengan sangat baik. Karena merupakan anggota DIN, dia mengetahui segalanya mulai dari job kedua gadis itu sampai rincian dari skill ultimate milik Embryo mereka.

“Tapi, ada juga petarung langganan yang masih misterius sampai saat ini,” tambahnya.

Aku terdiam.

“Itulah sebabnya aku benar-benar tidak sabar menanti pertarungan selanjutnya.”

Pertarungan yang ada di panggung mencapai akhir, dan Juliet sang Black Raven menyatakan kemenangannya.

Dengan itu, ini adalah saatnya untuk event utama.

Itu adalah pertandingan yang akan melibatkan raja duel Gideon, nomor satu di duel ranking Kerajaan Altar: Over Gladiator, Figaro. Lawannya adalah nomor dua di duel ranking Kekaisaran Huang He: Master Jiangshi, Xunyu.

Tirai Clash of Superior sebentar lagi akan dibuka.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

3 Comments Add yours

  1. serizawa says:

    Lebih tertarik dengan Chelsea – golden sea?!

    Like

  2. Jako says:

    Makasih gaann!!! Semangaaat, kuma!!!

    Like

  3. Ren Nouya says:

    Arigatou Zen Sama… 😁😁😁

    Like

Leave a Reply to Ren Nouya Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s