Infinite Dendrogram Volume 3 Chapter 1 C

Volume 3
Chapter 1 – Pelajaran dan Reuni (Bagian 3)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor: –
Sumber English: J-Novel Club

“Apa yang akan kita lakukan pada hal ini?” Kataku bertanya-tanya.

“Aku juga bingung,” setuju Nemesis.

Aku dan Nemesis sedang duduk di meja di dalam bar adventurer guild. Wajah kami berdekatan saat kami sedang mendiskusikan sesuatu, membuatnya jelas bahwa kami sedang berada dalam masalah. Dengan apa yang telah terjadi sejak kemarin, aku sudah menjadi cukup akrab dengan masalah. Namun, kalian pasti berpikir kalau seseorang bisa hancur kapan saja.

Ini terlalu banyak…”

“Tapi kita tidak bisa menolaknya begitu saja, kan…?”

Hal yang membuat kami kesulitan kali ini adalah window yang sedang kubuka.

Itu adalah layar item-ku, tapi yang terpenting kali ini bukanlah item-nya. Itu adalah bagian yang menampilkan jumlah uang yang kumiliki saat ini. Jumlah yang tampil di sana telah melonjak menjadi 80,000,000 lir.

Tak perlu dikatakan, itu memang sebuah rejeki nomplok. Faktanya, itu setara dengan 800.000.000 yen. Sementara untuk alasan kenapa aku menerima uang sebanyak itu…

Itu terjadi saat aku tiba di adventurer guild untuk melaporkan pemberantasan Gouz-Maise Gang.

Tidak seperti yang terjadi di kantor ksatria, menunjukkan special reward saja tidak cukup. Aku juga harus menjawab beberapa pertanyaan dan menjelaskan bagaimana aku bisa mengalahkan kelompok itu, membuat seluruh prosesnya terasa panjang dan teliti. Meskipun aku merasa itu jauh lebih menyebalkan dari pada melihat dan menandatangani dokumen yang kulakukan di kantor ksatria, aku tidak ragu untuk memberikan jawaban yang mereka inginkan. Tentu saja, aku menyembunyikan fakta bahwa rekanku dalam kejadian itu, Hugo, adalah seorang Master yang berasal dari Dryfe, musuh Kerajaan Altar, tetapi selain itu aku mengatakan yang sebenarnya.

Hasilnya, aku diakui sebagai orang yang telah mengalahkan Gouz-Maise Gang dan menerima imbalan. Sebelum aku menerima uang itu, aku memikirkan hal seperti ini, Aku harus mencari Hugo dan membaginya. Denganku yang telah mendapatkan special reward, bagiannya harus lebih besar dan…

Namun, pemikiran seperti itu benar-benar terpatahkan oleh 80,000,000 lir yang diletakkan di depanku.

Serius, gan? 80,000,000 lir? Bukan 800,000 atau 8,000,000? Delapan puluh kali lipat hadiah yang kami dapatkan dari Gardranda?

Insert1

Saat kebingungan menguasai kepalaku, orang yang bertugas di resepsionis mulai menjelaskan kenapa hadiahnya bisa sebesar itu.

Awalnya, hadiah yang telah disiapkan oleh adventurer guild untuk mengalahkan kedua pemimpin Gouz-Maise Gang masing-masing adalah 1,000,000, sementara anggota biasa bernilai masing-masing 10,000, membuat totalnya menjadi sekitar 3,000,000 lir.

Namun, setiap dan semua orang yang telah pergi untuk mengalahkan kelompok tersebut telah berakhir tragis. Karena itu, kelompok itu mulai dikenal sebagai kelompok menakutkan yang tidak dapat diremehkan.

Ada juga fakta bahwa setiap dan semua kegagalan untuk mengalahkan mereka berujung pada kematian anak-anak yang diculik, jadi risikonya telah menjadi terlalu besar bagi setiap party untuk mencobanya lagi.

Tentu saja, ada banyak orang yang tidak puas dengan keadaan itu. Orang-orang ity termasuk keluarga dari anak-anak yang diculik dan bahkan Count Gideon sendiri—penguasa kota ini.

Karena Gideon sangat makmur, ada banyak keluarga anak-anak yang diculik itu yang kaya. Beberapa dari mereka telah membayar uang tebusan, tapi setelah itu mereka hanya menerima mayat anaknya. Dikuasai oleh penyesalan dan kemarahan, ada banyak orang seperti itu yang mengharapkan balas dendam dan menambahkan uang pada hadiah yang ditawarkan adventurer guild.

Karena banyaknya kejahatan yang dilakukan Gouz-Maise Gang di wilayahnya, Count Gideon sendiri telah mulai benar-benar membenci kelompok itu dan ingin mengalahkan mereka menggunakan pasukan lokal. Namun, karena tempat persembunyian mereka terletak di perbatasan paling timur, dia tidak bisa melakukannya karena menggunakan pasukan mungkin akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Caldina.

Benar-benar kesal dengan situasi itu dan berharap ada party kuat yang akan mengalahkan para bajingan itu, Count Gideon menggunakan kekayaannya sendiri untuk menaikan hadiah yang sudah ada. Karena alasan itulah, uang imbalan yang ditawarkan mencapai jumlah 80,000,000 lir.

“Mengejutkan karena tidak ada seorangpun yang melakukan apapun sampai saat ini,” kataku.

Rejeki sebanyak ini pasti akan menarik banyak orang untuk menyelesaikan quest itu. Khususnya para Master, karena mereka memiliki lebih sedikit resiko terlibat dalam bisnis berbahaya tersebut.

“Setiap kesalahan akan mengurangi kesempatan anak-anak untuk kembali ke rumah, jadi guild memutuskan untuk tidak menunjukkan satupun poster pencarian untuk kelompok itu dan sebagai gantinya memilih orang-orang yang mereka anggap dapat melakukannya secara teliti,” kata resepsionis itu. “Khususnya, para Superior.”

Ah, jadi mereka merahasiakan hal ini untuk mencegah situasi menjadi lebih buruk, pikirku.

Aku tidak yakin apakah itu adalah keputusan yang bagus.

“Guild berharap event besar yang terjadi di arena pusat hari ini akan menarik banyak orang kuat dari berbagai wilayah, jadi kami berencana menggunakannya sebagai kesempatan untuk menemukan orang yang kami cari…”

… dan menyuruh mereka menjalankan quest itu, huh? Pikirku. Dari apa yang kudengar dari yang Lich itu katakan, kelompok itu sepertinya sudah menduga hal itu dan berencana untuk pergi kemarin.

“Itulah sebabnya kami cukup kebingungan setelah mengetahui bahwa Gouz-Maise Gang telah dikalahkan sebelum kami menemukan seseorang untuk melakukannya…” tambahnya.

Mereka mengamati, menunggu kesempatan datang, dan kemudian aku dan Hugo datang entah dari mana, mengatakan kalau kami telah menyelesaikan masalah itu. Aku bisa memahami kenapa mereka sulit untuk mempercayainya.

Pada akhirnya, fakta bahwa aku tidak berbohong dibuktikan oleh Grudge-soaked Greaves, Gouz-Maise yang kudapatkan. Bagaimanapun, itulah bagaimana akhirnya aku menerima hadiah yang terlalu besar untuk dompetku.

“Aku harus bertemu dengan Hugo,” kataku.

“Benar,” angguk Nemesis.

Meskipun dia bilang dalam suratnya bahwa uang itu dia berikan untukku, aku tidak bisa membiarkan diriku menerima kekayaan ini tanpa membicarakannya dengannya. Aku juga ingin berdiskusi dengannya tentang keputusan yang kubuat saat di kantor ksatria tadi. Namun, aku tidak punya cara untuk menghubunginya dan lupa untuk memasukkannya ke dalam daftar temanku, jadi aku tidak tau apakah dia sedang online atau tidak.

“Apapun alasannya, aku akan memutuskan kemana uang ini akan pergi setelah aku bertemu dengannya,” kataku.

Memang, aku memiliki masalah keuangan, tapi tetap saja, pikirku.

“Mereka mengatakan bahwa hadiah untuk mengalahkan kuda undead itu adalah 1,000,000 lir,” kata Nemesis. “Kenapa kau tidak menggunakan sebanyak itu saja?”

“… Kau benar.”

Itu benar-benar masuk akal. 1,000,000 lir sama dengan jumlah uang yang kami dapatkan setelah mengalahkan Gardranda, dan itu lebih dari cukup untuk dibelanjakan oleh newbie sepertiku.

Namun, aku tidak tau apa yang mau kubeli. Karena batasan level, ini masih terlalu cepat bagiku untuk membeli equipment baru.

Satu-satunya pilihan belanjaku adalah aksesoris dan… persenjataan, kurasa, pikirku.

“Apakah kau berencana selingkuh dariku?” tanya Nemesis.

“Tidak, sialan,” jawabku. “Ingat apa yang Hugo katakan? Tentang Maiden yang bisa mendapatkan skill setelah bertarung dalam bentuk manusianya?”

“Ya, memang itu yang dia katakan.”

“Jadi ya, aku berencana mencarikan senjata untukmu dan untukku saat kau berada dalam bentuk manusia.”

“Yah, itu memang terdengar seperti sesuatu yang kita butuhkan,” angguk Nemesis, memahami apa yang kumaksud. “Baiklah, jika kau perlu memakai senjata yang bukan aku, aku akan memastikan kalau itu benar-benar layak!’

… Ok, ada orang yang bersemangat, pikirku. Oh iya, jika kami hendak pergi ke toko Alejandro, aku juga harus—

“Tentunya kau tidak berencana untuk menarik gacha lagi, kan, Ray?” tanya Nemesis.

“Ha ha ha, apa maksudmu, Nemesis? Apakah aku terlihat seperti orang yang tidak belajar dari kesalahannya?”

“Oh, aku tidak tau. Izinkan aku melihatmu dengan lebih baik, sini lihat mataku saat kita sedang berbicara.

“… Aku minta maaf.”

Tapi ayolah, Aku tau kalau ada kemungkinan aku akan kembali mendapatkan Permit atau item yang buruk, tapi bukankah akan bagus jika aku bisa mendapatkan sesuatu sebagus Silver atau Touch of the Silencer milik Rook? Maksudku—

“Huh?”

Saat aku sedang berjalan menuju toko, aku melihat sosok yang familiar sedang berdiri di alun-alun depan arena pusat. Awalnya, kupikir aku salah lihat, tapi setelah aku mendekat, aku benar-benar yakin bahwa aku tidak salah lihat.

Bulu hitam menutupi seluruh tubuh, sebuah sosok yang lebih besar dari rata-rata orang, perut yang gendut dan lengan yang cukup pendek. Itu adalah sebuah kostum beruang yang dikelilingi oleh sekelompok anak-anak.

“Ohh! Popularitas ini sangat menakjubkan sampai aku hampir tidak mempercayainya! Aku merasa seperti seorang bintang! Kumaa!”

Orang yang memakai kostum itu, tentu saja, adalah kakakku.

Aku tidak mengatakan apapun.

Sekali lagi, orang yang memakai kostum beruang itu adalah kakak asliku.

Mungkin karena berada di alun-alun, dia mungkin salah dikira sebagai seorang pemain sirkus atau sebuah maskot, membuatnya dikelilingi dan digelantungi oleh anak-anak.

“Aku bahkan tidak bisa bergerak lagi! Ah! Tidak masalah kalau kalian naik ke atasku, tapi jangan sampai jatuh-kuma!”

“… Kak, apa yang sedang kau lakukan?” Aku bertanya saat dia mulai kewalahan oleh anak-anak dan hampir berubah menjadi taman bermain berjalan.

“Hm? Siapa yang barusan memanggilku kakak tersayang-kuma…? Oh! Itu Ray!” Dia menyapaku dengan mengangkat tangannya, tapi penampilannya membuatku merasa seperti sedang diancam oleh binatang buas.

“Kakak tersayang” itu terlalu mengada-ada. Aku tidak ingat pernah sehormat itu padanya, dan itu termasuk hari-hari sebelum pertarungan Un-kra yang dia ikuti.

“Aku merasa sudah lama tak melihatmu, Kuma-niisan,” kata Nemesis.

“Selamat siang untukmu juga-kuma, Nemesis,” kakakku menyapa Nemesis saat dia dengan perlahan melambaikan tangannya. Penyebab kenapa lambaiannya begitu lambat adalah anak-anak yang bergelantungan disana.

“Tapi njir, kau tetap populer seperti biasa,” kataku. “Kau berada dalam keadaan yang sama saat kita pertama kali bertemu di ibukota.”

“Bagaimanapun, kostum seperti ini sangat langka-kuma,” katanya.

“Serius?”

“Tidak ada yang mau memakainya karena mereka adalah equipment yang parah.”

“Benarkah?”

“Memakai benda ini akan mengambil semua slot equipment kecuali untuk senjata dan aksesoris,” jelasnya.

Ok, aku segera paham kenapa itu tidak populer, pikirku.

“Kostum yang bisa menutupi kekurangan itu benar-benar langka-kuma,” lanjutnya. “Aku bahkan tidak tau Master ke-lima yang memakainya sehari-hari.”

“… Jadi maksudmu kau tau empat Master lain yang memakainya?” kataku. Jika kakakku Shu dihitung, maka jumlahnya akan menjadi lima.

Terdengar seperti power ranger, pikirku. … Oh iya, kakak sebenarnya pernah jadi salah satunya.

“Apa maksudmu?” Nemesis secara telepati bertanya kepadaku.

Itu bukan hal yang penting. Dia hanya pernah berperan menjadi salah satu anggota power ranger dalam sebuah acara Tokusatsu tertentu.

“Aku tidak bisa bilang kalau aku sangat mengenal dunia itu, tapi berdasarkan pengetahuan umum yang kudapat darimu, bukankah itu cukup mengesankan? Tunggu, bukankah dia seorang ahli bela diri?” tanya Nemesis.

Oh ya, itu pada saat dia SMP dan SMA. Namun, pada saat SD, dia adalah seorang aktor cilik dan penyanyi. Pada saat itulah dia mendapatkan peran sebagai tambahan—ke-enam—dalam sebuah power ranger tertentu. Tapi hal itu berakhir bahkan sebelum aku bisa berpikir dengan benar, jadi aku tidak tau rinciannya.

“Sebenarnya dia itu siapa, sih?” tanya Nemesis.

Kakak laki-lakiku. Saat ini seorang pengangguran.

“Jadi, kak, apakah kau datang ke Gideon untuk menonton Clash of the Superior?” tanyaku.

“Benar sekali-kuma. Aku datang untuk melihat agan Figgy bertarung.”

Figgy? Maksudnya, Figaro? Pikirku. Aku tidak tau kalau mereka berteman.

“Yah, aku juga berencana untuk menontonnya, jadi mungkin kita akan bertemu disana?” kataku.

“Eh? Kau punya tiketnya-kuma?” tanya kakakku.

“Ya. Seorang teman membelikannya untukku,” jawabku sambil merogoh inventory-ku dan menunjukkannya kepadanya.

“Oh, ini juga tiket untuk box seat. Aku kagum kau… Hm?” Setelah melirik ke arah tiket itu, dia menyipitkan matanya—maksudnya, bagian mata kostumnya—pada bagian tertentu pada tiket itu.

“Ada apa?” tanyaku.

“Lihat ini,” katanya sambil mengeluarkan tiket miliknya sendiri.

Aku melihat tiket itu dan menyadari tulisan “L-001” di atasnya.

L itu mengacu pada box tempat kami berada, sementara 001 adalah nomor tempat duduk di dalam box tersebut.

Pasti seperti itu karena tiketku memiliki tulisan L-004.

“Kita berada di box yang sama?” tanyaku.

Tentu saja beda tempat duduk, tapi kami masih tetap bersebelahan.

“Sungguh sebuah kebetulan-kuma,” kata kakakku. “Kita akan menontonnya bersama!”

“Aku bahkan tidak menyangka ini bisa terjadi.”

“Temanmu mungkin membelinya dari calo yang sama denganku,” katanya.

Kelihatannya itu masuk akal.

“Tapi oh, fakta bahwa kau telah memiliki beberapa teman di Dendro membuatku sangat senang-kuma,” katanya sambil mengeluarkan sapu tangan dan pura-pura menangis sambil mengusapkannya di bagian mata kostumnya.

Aku sangat yakin kalau tidak ada air mata yang keluar dari sana, pikirku.

“Juga, dilihat dari perlengkapanmu, sepertinya kau telah menjalani beberapa petualangan besar,” tambahnya sambil melihat ke arah sarung tangan dan sepatuku—Miasmaflame Bracer dan Grudge-soaked Greaves.

“Yah, ada banyak hal yang terjadi, ok,” kataku. “Aku agak ingin membicarakan tentang hal ini, tetapi sepertinya situasinya tidak cocok untuk percakapan panjang.”

Shu sedang dikelilingi dan digelantungi oleh anak-anak selama percakapan kami tadi.

“Benar juga,” katanya. “Baiklah, anak-anak! Beruang ini harus pergi sekarang! Ini ada sedikit hadiah perpisahan untuk kalian-kuma!”

Dia merogoh inventory-nya, mengeluarkan banyak permen, dan mulai membagikannya kepada anak-anak yang ada di sekitarnya. Tentu saja, anak-anak itu sangat senang, mengucapkan terima kasih, dan menjauh darinya satu per satu.

“Kau juga melakukan hal ini pada saat di Ibukota,” komentarku.

“Heh, itu adalah hal yang dibutuhkan saat memakai kostum ini-kuma.”

Aku hampir menyarankan agar dia melepaskannya, tapi kemudian aku ingat bahwa dia tidak bisa melakukannya. Bagaimanapun, wajah yang ada dibalik kostum itu adalah wajah aslinya.

“Kenapa kau tidak memakai semacam topeng atau sebuah penyamaran saja?” tanyaku.

“Aku tidak mau terlihat seperti orang aneh.”

… Apakah menurutmu memakai kostum beruang itu tidak aneh? Pikirku.

“Lalu kenapa kau tidak melakukan keahlianmu dan berpenampilan seperti pahlawan?” tanyaku.

“Ada sebuah klan yang sepenuhnya fokus pada hal itu, jadi itu bisa jadi masalah-kuma.”

“… Disini ada sebuah klan power ranger sungguhan?”

“Klan kamen rider juga ada.”

“Yah, Dendro kelihatannya tidak kekurangan kebebasan,” gumamku.

Sesaat kemudian, Shu selesai membagikan permen, dan tidak ada lagi anak-anak di sekitar sini. Benar, anak-anak itu telah pergi, tapi…

“Bukankah ada sesuatu di atas kepalamu?” tanyaku.

“Yah, kau benar-kuma,” katanya.

Sesuatu sedang menempel di bagian atas kepalanya. Itu sudah jelas bukan anak manusia. Meskipun bentuknya sangat berbeda, tapi itu terlihat seperti landak.

Caranya menempel pada Shu membuatnya terlihat mirip seperti sebuah maskot, tapi aku sadar kalai kakakku tidak lahir dengan fitur tambahan seperti itu. Sepertinya itu telah muncul entah dari mana.

Tidak ada nama di atas kepalanya, jadi sudah jelas itu bukan monster. Kalau begitu, apakah itu adalah sebuah Embryo? Pikirku.

“Oh, maaf atas hal itu,” aku mendengar seseorang mengatakan hal ini.

Aku berbalik ke arah suara itu dan melihat seorang wanita. Dia terlihat berumur 20 tahunan. Gaya pakaiannya, meskipun cocok dengan latar fantasi, memberinya aura seorang sekretaris. Tato yang ada di punggung telapak tangan kirinya adalah bukti bahwa dia merupakan seorang Master.

“Maaf. Behemot-ku sepertinya telah merepotkan kalian,” kata wanita itu.

“Behem…? Oh, hewan ini,” kata kakakku.

“Behemot” adalah salah satu sebutan untuk Behemoth—sebuah makhluk dari Perjanjian Lama. Itu berarti bahwa hewan itu adalah sebuah Embryo dan nona itu adalah Master-nya.

“Pergilah, nona kecil. Nona di sana datang untuk menjemputmu,” kata Shu saat dia memegang landak itu, Behemot, dan mencoba untuk melepaskannya dari atas kepalanya. Tapi landak itu tidak menunjukkan tanda-tanda mau pergi.

“Nona kecil?” Dia betina? Pikirku.

“xD!” Behemot mengeluarkan cuitan aneh penuh kegembiraan dan mencengkeram kepala Shu dengan semakin kuat. Sepertinya, dia menyukai kepala Shu.

“Behemot, pergi dari kepala beruang itu,” kata sang Nona. “Kita harus pergi atau kita akan terlambat. Kita berada di area berdiri, jadi kita harus buru-buru.”

Behemoth menurut, melompat dari kepala Shu ke arah dada Master-nya.

“Kalau begitu, kami permisi dulu,” kata Nona itu sambil berjalan menjauh.

“Oh, tunggu sebentar,” kata Shu sebelum merogoh inventory-nya, mengeluarkan beberapa permen dan memberikannya kepada mereka.

“Aku memberikan ini kepada semuanya!!” Serunya. “Nikmatilah dengan sepenuh hati, kalian berdua.”

“… Terima kasih banyak.”

“thx!”

Setelah mengatakan itu, Behemot dan Master-nya berjalan menjauh dari kami. Dari kalimat “area berdiri” yang nona itu sebutkan, dapat disimpulkan bahwa dia juga akan menonton event yang berlangsung di arena pusat.

“Jadi bukan hanya anak-anak, huh? Sepertinya kau juga populer diantara binatang kecil,” kataku.

Perkataanku entah kenapa membuat Shu memiringkan kepalanya. Meskipun itu tidak terlalu mencolok, karena dia sama sekali bukan beruang.

“Yah, kurasa kau bisa bilang kalau aku populer diantara sesuatu yang kecil-kuma,” katanya. “Semua orang suka beruang!”

“Terserah kau, kak.” Meskipun dia bilang kalau dia mulai memakai kostum itu karena terpaksa, tapi dia terlihat sangat menikmatinya.

“Faktanya, kostum beruang ini begitu populer sampai-sampai aku rasanya tidak ingin memakai kostum yang lain-kuma,” tambahnya.

“Kau punta kostum lain?!”

“Kau tidak punya cukup jari untuk menghitung kostum yang kumiliki, dan itu hanya untuk kostum special reward.”

“Sebanyak itu?!”

Aku tidak tau apa yang lebih mengejutkan—fakta bahwa dia memiliki begitu banyak special reward atau fakta bahwa dia memiliki banyak kostum seperti itu.

Njir, kakakku benar-benar seorang pelawak, pikirku.

“Ayo pergi dan lakukan percakapan yang nyaman di suatu tempat,” kata kakakku.

“Tentu. Ayo, Nemes—Tunggu, apa-apaan dengan wajah itu?”

Karena suatu alasan, dia hanya berdiri di sana. Aku tiba-tiba menyadari kalau dia sama sekali tidak berbicara sampai saat ini. Aku tidak tau kenapa, tapi dia melihat ke arah dimana Behemot dan Master-nya pergi.

“Ada apa?” tanyaku.

“Oh, bukan apa-apa,” katanya. “Itu mungkin hanya perasaanku saja. Bagaimanapun, dia memiliki sebuah Embryo…”

Aku tidak paham dengan apa yang sedang dia pikirkan.

“Hei! Kenapa kalian hanya berdiri di sana?! Jangan buat aku menunggu-kuma!” teriak Shu.

“Oh, dia benar. Ayo, Ray.”

“Ya.”

Kami mengejar kakakku, dan memutuskan untuk pergi ke café. Dia membiarkan kami memilih tempatnya, jadi—atas saran Nemesis—pada akhirnya kami pergi ke café yang sama dengan yang kemarin.

Aku tidak berani membayangkan berapa banyak kue yang akan Nemesis makan, pikirku.

***

“Baiklah, Behemot. Apakah kau sudah puas?” tanyanya.

“lol…”

“Bagus sekali. Kau bilang kalau kau merasa bahwa beruang itu terlihat lucu dan ingin memeluknya. Meskipun kurasa itu agak tidak sopan, baguslah karena kau terlihat sudah puas. Sekarang, mari berharap bahwa kau juga akan mendapatkan apa yang kau inginkan dari pertarungan hari ini.”

“yeye.”

“Sungguh, aku berharap Superior dari negara ini benar-benar kuat… itu pasti akan menjadi berita yang bagus.”

“git hype.”

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

One Comment Add yours

  1. alone698 says:

    jadi binatang peliharaan enaknya bisa lompat ke gelembung…

    Like

Leave a Reply to alone698 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s