Infinite Dendrogram Volume 2 Prolog

Volume 2
Prolog – Emosi Orang Mati

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

Kerajaan Altar, Cruella Mountain Belt

Di sebelah utara Gideon—kota terbesar kedua di Kerajaan Altar—terdapat sebuah area pegunungan yang dikenal sebagai Cruella Mountain Belt. Itu adalah perbatasan antara Kerajaan dengan Caldina—sebuah negara dengan daerah padang pasir yang luas.

Selama bertahun-tahun, area perbatasan ini telah menjadi tempat populer bagi para kelompok bandit dan tempat persembunyian mereka. Bahkan jika beberapa party yang menjalankan quest dari Adventurer Guild, memusnahkan salah satu dari mereka, mereka akan segera digantikan oleh yang lain.

Ada dua alasan untuk hal itu.

Pertama adalah karena Kerajaan tidak dapat melakukan satupun perburuan bandit berskala besar dan menyeluruh karena ada kemungkinan bahwa negara tetangga Caldina akan melihat hal itu sebagai tindakan perang dan untuk memprovokasi mereka.

Kedua karena wilayah itu adalah jalur perdagangan utama antara Gideon, salah satu kota terbesar di kerajaan, dan Caldina—negara yang dikenal dengan perdagangannya. Seorang bandit tidak dapat mengatakan tempat lebih bagus yang memiliki lebih banyak mangsa dari pada wilayah itu. Oleh karenanya, masalah bandit di wilayah itu tidak pernah selesai.

Namun, sebenarnya itu bukanlah hal yang buruk bagi Adventurer Guild.

Kelompok-kelompok bandit baru selalu terdiri dari orang-orang yang bangkrut dan menjadi perampok. Mereka memiliki low-rank job dan level mereka bahkan tidak max. Sebagian besar petualang aktif dapat memusnahkan mereka dengan mudah, dan karena itu adalah hal yang positif bagi perekonomian para petualang, guild tidak terlalu keberatan jika masalah itu terus berlanjut. Satu-satunya korban dari hal itu adalah para pedagang yang cukup malang untuk di incar oleh para perampok.

Namun, pada suatu saat, masalah bandit ini—telah meminta uang berdarah—menjadi sesuatu yang sangat buruk.

Salah satu kelompok bandit mulai menculik anak-anak dari Gideon dan desa terdekat.

Mereka meminta uang tebusan untuk setiap anak, dan mereka yang tidak ditebus pada dasarnya tidak akan pernah kembali. Beberapa kerabat bahkan tidak mendapatkan anak-anaknya kembali bahkan setelah membayar tebusan itu, sementara yang lain hanya menerima potongan mayat. Itu semua terlihat seperti sebuah lelucon yang buruk.

Tentu saja, para orang tua dari anak-anak itu meminta kepada Adventurer Guild untuk memusnahkan para bandit itu, dan, tentu saja, guild menerimanya.

Para pejabat di dalam Adventurer Guild yakin bahwa diantara para penculik itu, ada seseorang yang cukup kuat di antara mereka. Oleh karenanya, mereka mengumpulkan dan mengirimkan sebuah party yang terdiri dari beberapa petualang kuat. Itu adalah sebuah kelompok yang bahkan dapat menjatuhkan seekor Pure Dragon.

Semua orang percaya bahwa—terlepas dari apakah para penculik itu memiliki orang-orang yang kuat diantara mereka—party itu dapat memusnahkan kelompok bandit itu dan membawa pulang anak-anak yang masih hidup. Para anggota party itu sendiri juga mempercayai hal itu.

Ketua party itu—terkenal karena penampilannya yang gagah—berangkat untuk menjalankan quest tersebut sambil melambai kepada orang-orang yang mengantarkan kepergian mereka. Senyum berani yang ada di wajahnya membuat semua orang—para pejabat guild, petualang lain, dan, tentu saja, para penduduk Gideon—semakin merasa yakin bahwa mereka akan kembali dengan keberhasilan.

Hari berikutnya, kepala milik ketua party itu diletakkan di depan Adventurer Guild dalam keadaan setengah termakan. Kepala itu ditemani dengan sebuah surat yang mengatakan “Tolong, tambah lagi,” bersama dengan sejumlah jari-jari kecil, satu jari untuk setiap anak yang diculik.

Meskipun merasa kaget dengan kejadian yang tak terduga itu, Adventurer Guild segera membuat langkah selanjutnya. Mereka berencana untuk mengumpulkan beberapa party petualang dan memusnahkan kelompok bandit itu menggunakan strategi gelombang manusia. Di antara para petualang—yang berjumlah hampir seratus—itu bahkan terdapat beberapa orang Master. Master-master guild itu benar-benar percaya bahwa mereka akan membawa kemenangan.

Tiga hari kemudian, Master yang sudah bangkit, kembali untuk melaporkan apa yang terjadi, “Mereka membunuh kami semua. Itu adalah hal yang tidak mungkin,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar musuh itu adalah orang-orang lemah, tapi dua dari mereka benar-benar kuat.

Pertama adalah seorang manusia kuda undead, sementara yang satunya adalah, pria berkepala sapi. Kekuatan mereka jauh melebihi para tian biasa, dan bisa dikatakan bahwa mereka berdua lah yang telah membunuh sebagian besar petualang.

Berdasarkan laporan itu, guild master menyadari bahwa ini bukanlah pekerjaan bagi para petualang. Dia menghubungi Ksatria yang bertanggung jawab di wilayah di sekitar Gideon, tapi pasukan kerajaan tidak dapat bergerak karena wilayah itu terlalu dekat dengan perbatasan Caldina.

Bahkan juara lokal Gideon—Super Gladiator Figaro—menolak permintaan itu, meskipun dia dapat menangani mereka semua sendirian.

Adventurer Guild telah kehabisan pilihan, dan membuat mereka tidak bisa melakukan apapun. Dari waktu ke waktu, beberapa petualang kuat akan menerima request itu dan pergi untuk memusnahkan para bandit itu, tapi mereka akan selalu berakhir menjadi mayat dan dikirim kembali ke guild bersama dengan jari milik anak-anak.

Tragedi itu berlanjut selama setahun, dan Adventurer Guild akhirnya berhenti menampilkan request itu di katalog mereka.

Oleh karenanya, kelompok bandit yang bersangkutan—Gouz-Maise Gang—masih tetap aktif di Cruella Mountain Belt.

*

Ini terjadi di sebuah ruang bawah tanah suram di sebuah benteng kosong.

“Ketiga di bulan ini. Pembayaran diterima. Material yang diperlukan tidak ditemukan. Akan dikembalikan.” Seorang pria sedang menggumamkan sesuatu sambil menatap ke arah meja tua di sebuah ruangan yang dingin menusuk dengan kelembaban yang tinggi.

“Keempat di bulan ini. Pembayaran tidak diterima. Material yang dibutuhkan ditemukan. Diubah menjadi material.”

Dia memeriksa dokumen yang ada di depannya, mengatakan hal itu, dan menulis sesuatu di atas buku besar yang ada di tangannya. Itu adalah buku besar yang mirip dengan yang digunakan dalam sebuah bisnis, dan buku yang ada di tangannya itu bukanlah satu-satunya buku yang ada di atas meja.

Itu mungkin memang tampak suram, seolah-olah dia hanya meletakkan mereka disana agar mudah dijangkau, dan pria itu tidak akan membantah pemikiran itu.

“Kelima di bulan ini. Pembayaran diterima. Material yang dibutuhkan ditemukan. Kepala akan dikembalikan setelah diubah menjadi material.” Dengan perkataan itu, pria itu berdiri dan berjalan ke ruangan sebelah.

Cara berjalannya cukup aneh. Tubuh bagian atasnya adalah manusia, tapi tubuh bagian bawahnya adalah kuda. Pria itu adalah makhluk humanoid yang kenal sebagai “manusia kuda”.

Sama seperti adanya monster yang merupakan campuran manusia dan kuda yang dikenal sebagai centaur, jadi ada juga manusia yang merupakan campuran antara manusia dan kuda yang dikenal dengan nama manusia kuda. Monster biasa akan memiliki nama yang tampil di atas kepalanya, tapi itu tidak berlaku untuk pria itu.

Oleh karenanya, manusia kuda ini, faktanya, humanoid…

… terlepas dari seberapa inhuman penampilannya dan tempat kerja itu berada.

“Ini adalah salah satunya,” katanya.

Di ruangan itu terdapat beberapa kandang, dan di dalam kandang tersebut terdapat beberapa hewan kecil. Mereka adalah barang milik pria itu. Hewan-hewan kecil itu sedang tertidur dan benar-benar tidak sadar dengan kehadiran pria itu.

Manusia kuda itu mengeluarkan seekor binatang dari kandang kelima dan meletakkannya di atas lantai batu di ruangannya. Di lantai itu, terdapat sebuah lingkaran sihir yang telah pria itu gambar. Pria itu memasangkan belenggu, yang dirantai ke atas lantai, pada anggota badan milik binatang kecil itu. Dia mengeluarkan sebuah kristal berwarna hitam.

“_____”

Saat dia membisikkan sesuatu, lingkaran sihir itu mulai bersinar, dan mengeluarkan sedikit percikan listrik berwarna ungu.

Di saat bersamaan, binatang kecil itu terbangun.

“GYAAAAHHH!”

Teriakan yang keluar dari mulutnya penuh dengan rasa sakit.

Dia mencoba mengangkat tubuhnya, tapi belenggu yang mengikatnya tidak mengizinkannya melakukan hal itu. Saat besi yang ada di bagian tubuhnya itu menyobek kulitnya, tubuh binatang kecil itu menggeliat dan menghantamkan punggungnya pada lantai batu dalam upaya meloloskan diri yang sia-sia.

Hal itu berlangsung selama lima menit…

“Ma…ma…”

… dan di akhir, binatang kecil itu—anak manusia yang menyedihkan—menghembuskan nafas terakhirnya.

“Ini lebih sedikit dari pada yang kuduga,” kata manusia kuda itu, sambil melihat kristal yang ada di tangannya.

Kemudian dia memotong kepala mayat itu menggunakan pisau besar yang telah dia persiapkan, memasukkannya kedalam tas, dan melemparkannya kedalam keranjang yang bertuliskan “Akan dikembalikan”. Sisa dari tubuhnya dengan hati-hati dimasukkan kedalam wadah yang bertuliskan “Material”.

Lalu—seolah-olah yang baru saja terjadi adalah hal yang biasa—pria itu kembali ke depan meja dan kembali mengisi buku besar yang ada disana.

Tidak ada seorangpun yang mengetahui isi dari buku besar itu yang akan pernah membandingkannya dengan buku yang digunakan dalam bisnis. Saat ini, itu hanya sebuah buku terkutuk yang berisi nasib dari anak-anak yang tak terhitung jumlahnya.

“Ke enam di bulan ini. Pembayaran tidak diterima. Bahan yang dibutuhkan tidak ditemukan. Buang. Gouz!”

Menanggapi panggilan pria itu, sesuatu yang ada didalam kegelapan mulai bergerak. “Ahh…”

Makhluk yang dipanggil “Gouz” itu—seekor pria besar dengan kepala sapi dan taring iblis—meraih salah satu kandang dan memegang seorang anak perempuan menggunakan tangannya. Dia sedang tertidur dan terus melakukannya meskipun dia sedang diseret di atas lantai.

Mungkin banyak yang akan mengatakan bahwa dia lebih baik tetap tidur. Namun, Gouz tidak mengizinkan hal itu. Dengan lembut—sama seperti orang tua atau teman dekatnya—dia menepuk pipi gadis itu.

Gadis kecil itu menggeliat dan terbangun…

“Mereka memiliki rasa yang lebih enak saat mereka ketakutan, kau tau,” dia menyeringai.

… dan dagingnya dipisahkan dari tulangnya, Dimakan hidup-hidup.

Pada saat Gouz selesai dengan camilan nya, manusia kuda itu selesai mengisi buku besar itu.

“Gouz, jangan membuat berantakan seperti itu,” katanya.

“Gahahah!” pria berkepala sapi itu tertawa. “Maise, tempat ini pada dasarnya sudah dipenuhi oleh darah dan cairan milik anak-anak itu! Bahkan jika aku menginginkannya, aku tidak dapat membuatnya menjadi lebih buruk!”

“Aku berbicara tentang air liur-mu. Itu menjijikkan.”

“Begitukah? Yah, kalau begitu, aku akan mencoba lebih berhati-hati.”

Manusia kuda itu—Maise—mendesah pada jawaban setengah hati dan tidak dapat dipercaya itu dan mengubah topik pembicaraan.

“Tugas hari ini sudah selesai,” katanya. “Gouz, setekah kita melakukan tugas besok, kita akan meninggalkan tempat ini.”

“Huh? Kita akan melakukannya?” tanya manusia berkepala sapi itu.

“Ya,” jawab manusia kuda itu. “Event itu akan dimulai di Gideon dalam dua hari lagi. Mereka yang berkumpul disana mungkin akan mencoba untuk memusnahkan kita. Itu akan menjadi terlalu merepotkan.”

“Para Master, huh?” desah Gouz. “Mengapa kita tidak tendang saja pantat mereka satu per satu?”

“Karena kita tidak bisa melakukannya,” jawab Maise dengan ketus. “Kita dapat menangani mereka yang memiliki high-rank job, tapi para Superior dan Superior job mereka akan terlalu menantang. Juga…”

Dia berhenti sesaat, hanya untuk menekankan perkataannya selanjutnya.

“… Mereka menghalangi tujuan kita.”

Perkataan Maise—yang memiliki semacam keyakinan padanya—membuat Gouz tertawa keras. “Gehahaha! Kau benar.”

“Ah, itu mengingatkanku,” tambah manusia berkepala sapi itu. “Kau berkata bahwa kita akan pergi, tapi bagaimana dengan para bawahan? Sepertinya, mereka berjumlah sekitar seribu orang, dan mereka masih bekerja keras untuk mendapatkan anak-anak dan lainnya.”

Pertanyaan Gouz membuat mata Maise—rongga kosong dimana terdapat sebuah terdapat bola kecil mirip api yang muncul dan menghilang—bersinar.

“Tentu saja, kita akan membawa mereka,” kata manusia kuda itu.

“Gahahah! Kuharap mereka semua muat!”

Gouz adalah seekor iblis berkepala sapi pemakan manusia dengan sebuah high-rank job dari kelompok gladiator: Strong Gladiator.

Maise: manusia kuda undead yang memendam dendam dengan sebuah high-rank job dari kelompok necromancer—Lich.

Mereka adalah Gouz-Maise Gang.

Mereka adalah kelompok pencuri dan pembunuh yang paling ditakuti di Gideon.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. Manusia says:

    Wah, kejam amat. Btw, kristal itu gunanya nyimpan kekuatan yg sudah di serap dari korbannya ya?

    Like

  2. yuu shion says:

    Kayanya Gouz-Maise Gang bakal jadi santapan Ray berikutnya….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s