Infinite Dendrogram Volume 2 Chapter 4 A

Volume 2
Chapter 4 – Dua Pemimpin (Bagian 1)

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

High Pilot Hugo Lesseps.

Klan tempatku bergabung mengumpulkan para player yang sebagian besar berfokus pada crafting.

Engineer, Mechanic, Pharmacist, Smith… Dunia ini memiliki banyak Job seperti itu yang memproduksi berbagai macam hal, tapi saat hasil karya para tian dan player dibandingkan, player lebih sering keluar sebagai juara.

Sama seperti job petarung, hal itu dikarenakan kemampuan dan bonus pertumbuhan stats yang diberikan oleh Embryo mereka. kualitas item dan tingkat kesuksesan produksi tergantung pada level skill dan DEX — sama sekali tidak bergantung pada kemampuan dunia nyata. Karena hal itu, bahkan seorang player yang merupakan pemula dalam hal crafting dapat memproduksi hasil karya yang menakjubkan.

Seperti yang sering dikatakan oleh pemimpin kami: “Tidak seperti pertarungan — yang sekarang melibatkan pergerakan tubuh — produksi di game ini tidak terlalu berbeda dengan yang biasa kalian lakukan di MMORPG non-VR. Itulah sebabnya bahkan seorang yang benar-benar pemula pun dapat melakukannya.”

Bukan hanya itu, sih.

“Tapi perlu diingat, hal itu hanya berlaku ketika mereka membuat sesuatu yang sudah pernah dibuat sebelumnya,” lanjutnya. “Untuk menciptakan sesuatu yang baru, kalian membutuhkan kekuatan untuk membayangkannya. Saat membuat sesuatu tanpa petunjuk, material dan daya temu yang dibutuhkan berada pada level yang benar-benar berbeda.”

Crafting di dalam Infinite Dendrogram terbagi menjadi dua jenis — produksi dari item yang sudah dikenal dan penciptaan item baru.

Kedua metode tersebut mengharuskan seseorang memiliki material, skill dan stats yang cukup.

Namun, jika item yang sudah dikenal dapat dengan mudah dibuat hanya dengan mengikuti petunjuk yang ditampilkan pada Recipes, penciptaan item baru membutuhkan penciptaan dari petunjuk itu sendiri.

Tentu saja, mereka tidak mudah untuk dibuat, karena mereka membutuhkan pemahaman mendalam dari proses yang terlibat, pengetahuan rinci tentang sihir dan ilmu pengetahuan di dunia ini, dan pemahaman yang tepat dari material yang dibutuhkan.

Sederhananya, menciptakan item baru itu terlalu berat. Oleh karena itu, bahkan setelah setengah tahun berlalu sejak game ini dirilis, Master masih hanya membuat item yang dikenal atau item yang sedikit dimodifikasi.

Hal itu telah berubah karena klan kami.

Pemimpin klan kami telah membuat terobosan dalam bidang crafting di game ini. Jika dilihat ke belakang, itu sebenarnya cukup sederhana, karena dia hanya mulai mengumpulkan orang yang memang terampil dan berpengetahuan di dunia nyata.

Kekaisaran Dryfe adalah sebuah negara yang memiliki teknologi mesin. Meskipun ada banyak perbedaan — seperti bahan bakar mesin yang merupakan sihir — teknologi Kekaisaran memiliki kemiripan dengan apa yang kita miliki di dunia nyata. Pemimpin klan telah memanfaatkan hal itu dengan baik.

Dia telah mengumpulkan berbagai macam orang yang telah memiliki pengetahuan tentang mesin, yang terdiri dari lulusan sekolah yang mengambil jurusan teknik mesin, pekerja terampil dari pabrik mobil, designer alat berat, dan bahkan mereka yang hanya merupakan penggila mobil, kereta, atau senjata. Dan semua itu demi tujuan untuk menciptakan item baru.

Tentu saja, orang-orang tidak bergabung dengannya hanya karena dia mengajak mereka. Pemimpin klan mulai menerima jumlah rekrutan yang signifikan ketika dia mengungkapkan project tertentu yang dia miliki.

Tujuan dari project itu adalah untuk menciptakan sebuah robot tempur humanoid.

Pada saat itu, Dryfe belum memiliki satupun Magingear type senjata humanoid yang dapat bergerak. Ketika game baru saja dimulai, Magingear yang dimiliki oleh Dryfe di dalam persenjataan mereka hanyalah powered suits bernama “Marshall” dan sebuah tank yang disebut “Geist”. Sementara robot bipedal humanoid bahkan belum dirancang. Oleh karena itu, pemimpin klan telah menjadikan hal itu sebagai tujuannya.

Banyak orang yang tertarik dengan ide itu, jadi pada saat klan sudah dibuat, sudah ada banyak orang terampil dan berpengetahuan yang bergabung. Mereka segera mulai bekerja sama dan bekerja untuk tujuan yang sama.

“Apa yang kalian butuhkan adalah pengetahuan, perlengkapan, tenaga kerja, uang, imajinasi, level skill, keberuntungan, dan kelinci percobaan!” pemimpin telah mengumumkan hal itu ketika dia memulai project-nya.

Sudah jelas, itu adalah tugas yang berat. Namun, mereka berhasil mempersiapkan semua yang mereka butuhkan.

Mereka mencampur dan mencocokkan pengetahuan mereka dalam bidang mesin, membandingkan dan meningkatkan teknologi sihir mereka, dan melakukan banyak percobaan sambil mencoba untuk membuat semuanya pas. Ada banyak kegagalan, biaya yang besar, dan anggota yang pergi satu per satu. Namun, mereka terus melanjutkannya meskipun menemui banyak masalah.

Salah satu member senior telah membandingkan semuanya dengan sesuatu yang disebut “Project X”, dan ada banyak orang yang setuju dengan perkataannya, aku sama sekali tidak mengetahui rincian kejadian itu, tapi sepertinya hal itu cocok dengan para anggota dari generasinya — khususnya orang-orang Jepang.

Dan dengan begitu, setelah dua bulan di dunia nyata — setengah tahun di Infinite Dendrogram — semua kesulitan itu akhirnya terbayar saat mereka menyelesaikan sebuah item baru.

Nama yang diberikan pada item itu adalah “Marshall II”. Itu adalah sebuah senjata produksi massal dengan kekuatan setara Demi-Dragon. Robot petarung humanoid yang merupakan upgrade langsung dari powered suit — Marshall.

Setelah Marshall II selesai dan Recipe-nya disebarkan ke publik, klan kami segera tumbuh menjadi klan terbesar di Kekaisaran Dryfe.

***

Pertempuran yang terjadi di depan benteng sudah mendekati akhir.

“Hugo, arah jam lima, seorang Gunner,” kata Cyco.

“Oui.”

Saat Cyco mengintai dari balik asap dan memberikan arahan kepadaku, aku bertindak sesuai arahannya dengan berbalik badan dan melakukan tembakan menggunakan Hand Cannon yang ada di tangan kiriku.

Gunner yang sedang mengincarku dengan senapan sihir gagal menghindari seranganku, dan tembakan peledak dari MRW03 Hand Cannon milikku membuatnya hancur berkeping-keping, hanya meninggalkan tangan yang sedang memegang senjata.

Senapan itu merupakan salah satu model lama milik Kekaisaran, pikirku. Sepertinya teknologi kami bocor melalui pasar gelap itu lagi.

“Arah jam enam, dua Fighter,” kata Cyco.

“Ok.”

Aku membuat tubuh bagian atasku berbalik dan menggunakan kekuatan sentrifugal untuk menebas mereka menggunakan SRW02 Battle Knife.

Orang pertama tidak dapat berkutik saat pisau itu menembus armor, daging, tulang, daging, armor — dengan urutan seperti itu — dan membelah tubuhnya menjadi dua. Orang kedua bereaksi dan menghentikan Battle Knife-ku menggunakan perisai besarnya.

Tidak seperti di dunia nyata, Fighter di Infinite Dendrogram sangat tangguh. Meskipun Marshall II memiliki kekuatan yang membuat sebagian besar alat berat terlihat tidak ada apa-apanya, ada banyak Fighter yang dapat — dengan jelas — menangkis seranganku dan bahkan melukaiku.

Orang kali ini memiliki kecepatan dan kekuatan.

Namun…

“Kakimu terbuka lebar,” kataku.

Memastikan agar dia tidak dapat bergerak dengan membuatnya kelabakan melawan kekuatan dari Battle Knife-ku, aku menggunakan kaki Marshall II untuk menginjak kakinya. Berat total robot ini — yang mencapai sepuluh ton — terlalu besar untuk ditahan oleh sepatu bajanya, dan kakinya pun hancur.

“HHHH?!”

Pada saat dia mengeluarkan teriakan tak bersuara dan menurunkan kekuatan pada perisainya, aku menggunakan pisauku — yang sekarang dapat bergerak bebas — untuk membelah kepalanya menjadi dua.

“Tidak ada musuh di dekat sini,” kata Cyco.

“Baik,” jawabku. “Terus lakukan pengamatan. Dan berikan perhatian ekstra ke arah benteng.”

“Oui.”

Kelihatannya, aku telah menangani semua yang mereka kirim sampai sejauh ini. Aku menghela nafas panjang setelah menyadari bahwa aku telah menang.

Marshall II-ku berdiri di tengah medan pertempuran, dikelilingi oleh mayat para bandit yang tak terhitung jumlahnya. Aku melihat sekelilingku dalam diam. Orang yang bertanggung jawab atas pemandangan yang mengerikan ini adalah aku.

Aku sepenuhnya sadar bahwa ada yang harus dikatakan tentang diriku yang telah membunuh begitu banyak orang, tapi tindakanku tidak membuat hatiku merasa sakit, maupun membuatku menyesalinya.

Aku sudah tau tentang keberadaan Gouz-Maise Gang bahkan sebelum Rebecca memberitahuku tentang mereka. Faktanya, aku sudah mengetahui mereka bahkan sebelum datang ke Gideon. Selama penelitian yang kami lakukan demi rencana itu, aku menyadari bahwa mereka ada diantara faksi-faksi yang mengelilingi kota ini dan mengukir mereka ke dalam ingatanku.

Mereka telah membunuh terlalu banyak anak-anak dan terlalu banyak jiwa pemberani yang mencoba menyelamatkan anak-anak tersebut. Sudah sewajarnya bagi seseorang yang mengambil nyawa orang lain — dan sebagai balasannya — dibunuh oleh mereka. Aku benar-benar percaya bahwa itu adalah kebenaran.

Meskipun, mengingat bahwa aku adalah seorang Master yang abadi, kepercayaan itu mungkin terkesan kurang ajar dan bertentangan.

“Baiklah, sekarang…” gumamku.

Meskipun hasil pertempuran ini membuatnya terlihat seperti aku dapat menang dengan mudah, tapi hal itu jauh dari kenyataannya. HP-ku memang sama sekali tidak berkurang, tetapi damage yang diterima oleh Marshall II benar-benar parah. Karena serangan yang dia terima, hampir sepertiga armor-nya telah hancur, yang telah membuat tubuh bagian dalamnya menerima damage yang cukup besar. Pergerakan tangan kirinya juga sudah melambat.

Equipment spesial seperti mobil, kapal, dan Magingear tidak memiliki satupun tampilan HP, tapi jika mereka memilikinya, bar HP Marshall II-ku mungkin sudah berada pada kisaran 30% dari total HP-nya. Itu adalah bukti dari betapa sulitnya pertempuran barusan.

Meskipun Marshall II adalah robot humanoid yang terlahir dari Sci-Fi, lawanku adalah penduduk asli di dunia fantasi ini. Kapak yang mereka ayunkan dapat menghancurkan baja, dan anak panah yang mereka tembakkan dapat dengan mudah menembus armor milik robot ini. Jika rekan-rekan klan-ku tidak meningkatkan stats Marshall II dengan menyesuaikannya agar dapat digunakan oleh para Master, dan jika aku tidak memberikan bonus stats kepadanya dari Job High Pilot yang mengendarainya, robot ini pasti sudah kewalahan dengan jumlah mereka dan kalah.

Aku kembali menghela nafas, merogoh inventory-ku dan mengeluarkan sebuah MP Recovery Potion.

Menggerakkan dan bertarung di dalam Magingear membutuhkan MP. Selama pertempuran tadi, MP-ku hanya tersisa 20%, dan jika aku tidak memulihkannya, damage yang ada pada Marshall II akan menjadi kekhawatiran terakhirku pada pertempuran selanjutnya.

“Hugo,” Cyco memanggilku.

Aku meminum cairan yang ada di dalam botol dan menjawabnya. “Ada apa Cyco?”

“Ini seharusnya tidak akan terlalu sulit jika kau menggunakan skill Embryo-mu,” kata Cyco.

“Memang.” Anggukku. Dia memang benar. Jika aku menggunakan skill Embryo-ku, aku dapat menang tanpa menerima satu goresan-pun. Bagaimanapun, pada dasarnya itu adalah musuh alami bagi orang-orang semacam ini.

Namun…

“Aku tidak bisa melakukannya,” kataku. “Aku hanya akan mengizinkan diriku menggunakan skill itu setelah rencana itu dimulai. Aku tidak akan menyentuhnya sebelum itu. Itu adalah perintah dari pemimpin klan, dan aku berjanji untuk mematuhinya.”

“Tapi tidak ada seorangpun yang melihatnya — begitu juga Ray.”

“Meski begitu,” kataku. “Jika aku menggunakan skill itu sebelum rencana dimulai, itu akan menjadi situasi dimana aku memang harus melakukannya.” Dan syukurlah, hal itu tidak terjadi.

“Sungguh keras kepala,” kata Cyco.

“Aku tau,” anggukku. “Sekarang, aku penasaran apakah ada anak-anak yang diculik di dalam kereta-kereta itu.”

Saat ini aku dapat dengan mudah menolong mereka, tapi dengan melakukan hal itu akan memberi petunjuk kepada para bandit bahwa menggunakan mereka sebagai sandera adalah cara yang efektif terhadapku. Jika pertempuran lain dimulai setelah mereka mengetahui hal itu, para bajingan itu akan menggunakan mereka untuk mengancamku.

Semuanya akan baik-baik saja jika tidak ada lagi bandit yang tersisa atau jika Ray telah mengalahkan semua bandit yang masih berada di benteng, tapi jika ada beberapa yang masih hidup, mencoba menolong anak-anak yang ada di dalam kereta akan menjadi hal yang berbahaya. Aku harus membiarkan mereka untuk saat ini.

Saat pemikiran seperti itu sedang memasuki kepalaku…

“… Heh,” aku menyeringai.

“Hugo,” kata Cyco.

“Aku tau.”

Aku sedikit menghela nafas dan menggerakkan tuas untuk membuat Magingear mengganti magazine Hand Cannon-nya yang sudah kosong dengan magazine baru yang tergantung di pinggangnya. Bahkan saat melakukan gerakan sesimpel itu, aku hanya bisa kembali menyadari bahwa pergerakan tangan kirinya sudah benar-benar tumpul.

“Aku bisa saja memasukkan Marshall II kedalam Garasi dan memperbaikinya, tapi sepertinya aku harus menyerah pada hal itu,” kataku. Bagaimanapun — aku sudah kehabisan waktu.

Membidik ke arah pintu masuk benteng, aku mengeluarkan sebuah tembakan dari Hand Cannon. Tembakan itu masuk melalui gerbang yang terbuka dan meledak setelah mengenai sesuatu yang berdiri tepat di belakangnya.

Setiap manusia biasa yang terkena serangan seperti itu pasti akan hancur berantakan. Namun, hal itu tidak terjadi pada makhluk yang berdiri disana.

“Sialan, itu sakit!” kata makhluk itu. “Itu juga agak panas.”

Sambil mengatakan hal itu, makhluk itu menunjukkan diri tanpa tanda-tanda terluka atau kesakitan sedikitpun.

Itu adalah sesosok iblis bertubuh besar. Meskipun memiliki kepala sapi, tetapi gigi yang berbaris di mulutnya berbentuk seperti taring anjing.

Tingginya hampir sama dengan Marshall II-ku. Dia bahkan harus sedikit membungkuk untuk bisa keluar dari gerbang benteng, yang memiliki tinggi dua kali orang dewasa. Sekali lirik saja sudah cukup untuk mengetahui bahwa dia berada pada level yang benar-benar berbeda dari para bandit yang kulawan sampai saat ini.

Pemandangan itu membuatku gemetar.

“… Aku menduga bahwa kau adalah salah satu pemimpin dari Gouz-Maise Gang?” tanyaku.

“Yap,” katanya. “Kau sedang ngomong dengan salah satu bos tertinggi di Gouz-Maise Gang — Strong Gladiator Gouz.”

***

“Hugo, apakah kau tau tentang analisis kepribadian berbasis kategori?” Pemimpin klan menanyakan hal itu sesaat setelah aku bergabung dengan klan. Itu terjadi sekitar satu bulan yang lalu dalam waktu dunia nyata.

Klan sudah menjadi yang terbesar di Dryfe. Klan itu terkenal karena sudah memainkan peran besar dalam perang dan memiliki perkembangan yang baik dalam segi dana dan sumber daya manusia. Jumlah Master yang ingin bergabung hampir tidak ada habisnya, dan total jumlah anggotanya dengan cepat hampir mencapai 1000 orang.

Pada saat itu, aku masih merupakan seorang pemula dengan total waktu yang kuhabiskan untuk bermain infinite Dendrogram masih kurang dari satu bulan — seorang Master yang kebetulan mulai bermain pada saat itu. Namun, karena beberapa hal di dunia nyata, pemimpin menjadi tertarik padaku dan mengundangku untuk bergabung dengan klan-nya. Karena hal tersebut, aku dan dirinya sering melakukan percakapan seperti itu.

“Apakah itu sama seperti analisis kepribadian berbasis golongan darah?” tanyaku. “Itu memang terdengar mirip.”

Aku tidak terlalu menyukai pemikiran dibalik analisis kepribadian berbasis golongan darah. Daripada mencoba meneliti karakterku dengan memeriksa ciri-ciri yang sudah ada sejak aku lahir, aku lebih suka berusaha untuk menjadi seseorang yang kuinginkan. Seseorang sebaiknya dibiarkan untuk memutuskan karakter seperti apa yang dia inginkan. Baik itu disini ataupun di dunia nyata. Aku benar-benar mempercayai hal itu.

“Golongan darah, eh?” kata pemimpin. “Aku tidak menyukai analisis kepribadian berbasis pada hal itu karena dasarnya terlalu lemah. Aku masih berpikir bahwa otak — bukan darah — seharusnya menjadi hal pertama yang dilihat jika kau ingin mengetahui kepribadian seseorang. Yah, kesampingkan itu…”

Dia merogoh inventory-nya dan mengeluarkan sebuah papan tulis putih. Dan kemudian dia mulai menulis sesuatu di atasnya menggunakan spidol. Dia senang menjelaskan sesuatu, jadi dia selalu membawa benda seperti itu bersamanya.

Dia juga senang membuat rencana, jadi dia sering menggunakan mereka untuk menggambarkan rencana yang masuk kedalam pikirannya. Itu tidak akan terlalu buruk jika itu adalah rencana yang bisa ditertawakan, tapi dia sering membuat rencana yang — meskipun terkesan lucu bagi kami — memberikan akhir tragis bagi mereka yang terkena dampaknya.

Sebagian dari diriku sering terganggu dengan rencana seperti itu, tapi tidak ada sama sekali bagian dari diriku yang ingin menghentikannya.

… Kembali ke masalah sebelumnya.

Di papan tulis itu, pemimpin menggambar sebuah bentuk humanoid yang mewakili seorang Master dan menulis beberapa kategori Embryo di sampingnya.

“Kau tau bahwa dalam bentuk ke-nol, sebuah Embryo akan mengamati tindakan, karakter, dan hal-hal pribadi lainnya milik Master-nya sebelum menggunakan hasilnya untuk berubah ke bentuk pertama, kan? Nah, beberapa orang memutuskan untuk menelitinya, dan menciptakan ide ini agar kau dapat mengetahui kepribadian seperti apa yang dimiliki oleh seorang Master hanya dengan melihat tipe Embryo mereka.”

Itu masuk akal. Karena Embryo lahir dari hati seorang Master, mereka jauh lebih bisa diandalkan dari pada golongan darah.

“Ide ini terkenal sekitar satu tahun yang lalu dalam waktu dunia nyata,” kata pemimpin. “Aku juga mencoba meneliti hal itu. High-Rank Embryo dan di atasnya memiliki begitu banyak keanehan sampai-sampai aku tidak bisa memahami mereka semua. Bahkan ada beberapa Embryo seperti milikku — benar-benar unik dalam hal tipe-nya. Pada akhirnya, satu-satunya hasil yang agak bisa diandalkan adalah yang kudapatkan dari empat tipe dasar Embryo dan sebuah Embryo extra.”

Kategori yang dia tulis adalah Arms, Guardian, Castle, Territory, dan “extra”.

“Boss,’ kataku. “Aku tidak melihat Chariot di antara kelima kategori dasar.”

“Chariot, eh?” Ulangnya. “Aku sebenarnya tidak menyadari hal-hal khusus di antara Master yang memiliki Embryo itu. Itulah sebabnya tipe itu tidak masuk kedalam hasilku.”

Sayang sekali, pikirku. Aku sebenarnya sangat penasaran dengan kategori itu.

“Sekarang, biarkan aku menjelaskan mereka kepadamu,” kata pemimpin. “Arms sering dimiliki oleh mereka yang pemberani dan tidak takut terluka. Ceroboh, bodoh, emosional, berdarah panas. Ada banyak hal untuk mendeskripsikan mereka. Master Guardian adalah kebalikannya — mereka pengecut, takut terluka, penyendiri, atau hanya ingin seseorang melindungi mereka. Keduanya cocok dengan gambaran umumnya, bukan?”

Senjata dan pertahanan. Saat sifat dari kedua Embryo itu diperhitungkan, penilaian itu kelihatannya cukup tepat. Meskipun aku hanya bisa bertanya-tanya dimana letak Arms yang tidak berbentuk senjata dalam hal ini.

“Master Castle adalah introvert, lembut, hati-hati, mau bekerja sama, dan memiliki temperamen seorang seniman. Terdengar tepat, bukan?” katanya. “Master Territory memiliki nafsu untuk mengendalikan, ingin melampiaskan stress mereka, membuat peraturan untuk dirinya sendiri, dan merupakan orang yang merasa benar sendiri dan solo player. Ngomong-ngomong, kategori Embryo pertamaku adalah Castle.”

Begitu, pikirku. Jadi, tergantung pada masing-masing orang, masih tetap ada pengecualian. Terutama ketika kau mempertimbangkan kepribadian pemimpin dan mencocokkannya dengan deskripsi tentang Master Castle.

“Ada juga beberapa hybrid yang mencampurkan beberapa kategori sekaligus, jadi sulit untuk benar-benar memastikannya,” tambahnya. “Tapi bagaimanapun, itulah penjelasan tentang keempat kategori dasar.”

“Jadi, boss,” kataku. “Bagaimana dengan kategori extra?”

“Maiden.”

Jawabannya membuat mataku terbuka lebar, meskipun hanya sedikit.

“Type Maiden,” kata pemimpin. “Sebuah kategori langka yang akan kau temui dari waktu ke waktu. Embryo ini memiliki dua ciri khas. Pertama, mereka selalu hybrid yang diikuti oleh kategori lain. Dan kedua, mereka selalu memiliki bentuk dasar manusia. Tentu saja, ada beberapa Guardian yang berbentuk monster humanoid, tapi Maiden selalu berbentuk manusia, dari dulu sampai sekarang.”

Aku sepenuhnya sadar dengan ciri itu.

“Perlu diketahui, istilah ‘Maiden’ hanya digunakan jika bentuk manusia mereka berjenis kelamin perempuan,” lanjutnya. “Beda ceritanya jika mereka laki-laki, tapi hal itu benar-benar sangat langka.”

“Jadi, boss… seperti apa Master Maiden itu?” tanyaku.

“Mereka tidak menganggap dunia ini hanya sebatas game. Bagi mereka, beratnya nilai kehidupan disini sama besarnya dengan di dunia nyata.”

Jawabannya membuatku sedikit tercengang.

“Jadi, ada tanggapan tentang penjelasanku, Hugo?”

Aku kesulitan menemukan jawaban untuk pertanyaan itu.

***

Akhirnya, salah satu pemimpin kelompok bandit itu meninggalkan benteng dan memperkenalkan dirinya sebagai Strong Gladiator, Gouz.

“Strong Gladiator” adalah salah satu High-rank Job dari kelompok gladiator. Aku mendengar bahwa job itu berfokus pada pertarungan tangan kosong. Namun, yang lebih bermasalah dari job itu sendiri adalah fakta bahwa dia bahkan memiliki sebuah job, yang artinya — meskipun memiliki penampilan seperti monster — dia sebenarnya adalah seorang Demi-Human. Kenyataan itu juga didukung oleh fakta bahwa dia dapat melakukan percakapan.

“Hadeh, bukannya kau mengacaukan tempat ini,” katanya. “Rekan-rekanku adalah sekelompok orang yang baik, dan kau membunuh mereka semua.”

“Kau memang mengatakan hal itu,” jawabku. “tapi aku tidak melihat sedikitpun kemarahan ataupun kesedihan dimatamu.”

“Well, yah, itu artinya aku mendapatkan banyak daging gratis, kan?”

… Bajingan ini, pikirku.

“Daging anak-anak memang manis dan lembut,” lanjutnya. “Tapi dari waktu ke waktu, aku merasa ingin menenggelamkan gigiku kedalam daging orang dewasa yang pahit. Apakah kau tau bahwa sebenarnya daging orang dewasa menjadi semakin pahir dan enak semakin kau mengunyahnya?”

“Maaf, aku seorang vegetarian.” Bentakku.

“Benarkah?” Aku terkejut karena kau bisa tetap sehat seperti itu. Kurasa keabadian yang para Master sepertimu memiliki datang bersama tubuh yang kuat, eh?”

Jadi dia tau kalau aku adalah seorang Master.

“Aku melihat seluruh pertarungan dari dalam benteng.” Dia kembali berbicara. “Pergerakanmu terlalu bagus. Tidak perlu menjadi orang pintar untuk mengetahui bahwa kau bukan prajurit biasa.”

“Heh,” aku tersenyum. “Kalau begitu, kau seharusnya datang sebelum aku membunuh semua bawahanmu.”

“Oh, tapi mendapati dirimu menangani mereka semua benar-benar menghemat waktu kami,” katanya.

“… Apa?”

“Yah, sebenarnya kami berencana untuk pindah dari sini,” jelasnya. “Tentu saja, yang kumaksud dengan ‘kami’ adalah aku dan pemimpin satunya. Para bawahan dan bocah itu hanya akan menghalangi, kau tau? Kami berencana untuk membunuh dan memakan mereka semua.”

Para pemimpin meninggalkan tempat persembunyiannya dan menyingkirkan para bawahannya? Pikirku. Apa yang membuat mereka melakukan hal itu?

“Jadi apa alasan dari hal itu?” tanyaku.

“Tidak tau,” katanya. “Yah, sebenarnya aku tidak memerlukan satupun alasan. Dia bilang kami akan melakukannya, jadi aku hanya mengikutinya.”

Jadi pemimpin satunya memiliki posisi yang lebih tinggi, sementara yang satunya hanya bertindak sebagai tangan kanan.

… Hubungan itu mengingatkanku dengan orang tertentu.

“Berkat dirimu yang membunuh semua bawahan kami, kami hanya tinggal memakan mereka,” tambahnya. “Kemudian kami tinggal menangani para bocah yang ada di ruang bawah tanah… dan yang baru saja orang-orang itu bawa.”

Dia mengalihkan pandangannya ke arah kereta yang ada di belakangku… lebih tepatnya, ke arah anak-anak yang ada di dalamnya.

“Aku tidak akan membiarkan hal itu,” kataku dengan dingin. Aku membuat Marshall II-ku mengacungkan Battle Knife dan mengarahkan Hand Cannon ke arahnya.

“Ha ha ha!” dia tertawa. “Kau cukup sombong. Tapi…”

Gouz merendahkan pusat gravitasinya, dan…

“KAU TIDAK AKAN BISA MENGALAHKANKU DENGAN TUMPUKAN SAMPANG YANG RUSAK ITU, DASAR BODOH!”

… dengan sebuah raungan yang tampak mengguncang benteng — tidak, seluruh tanah yang ada di sekitarnya — dia menyerbu ke arahku sambil merendahkan bahunya.

Menanggapi serangan ceroboh — yang hampir seperti bunuh diri — itu, aku mengayunkan Battle Knife ke arahnya. Karena tembakan peledak dari Hand Cannon tidak mempan, aku memilih untuk menggunakan senjata jarak dekat — yang ditujukan untuk serangan yang lebih berfokus pada tipe damage — untuk menyerang titik lemahnya. Aku mengarahkan Battle Knife ke arteri karotis-nya, yang sudah pasti akan memberikan luka parah jika berhasil.

Namun, hasilnya jauh dari yang kubayangkan.

“TIDAK AKAN MEMPAN!”

Battle Knife-ku benar-benar hancur — bukan karena tanduk atau cakarnya, tapi karena kulit yang menutupi arteri karotis-nya.

“Huh?!” seruku.

Sesaat kemudian, tubuh besar milik Gouz menghantam Marshall II-ku dan mengakibatkan guncangan hebat di dalam kokpit.

“MGHHHOOOO!”

Meskipun robot ini beberapa kali lebih berat dari dirinya, kekuatannya cukup besar untuk menutupi perbedaan berat itu. Setelah mendorong Marshall II sejauh lebih dari 10 meter, Gouz memegang tubuh Marshall II dan melemparkannya ke sembarang arah. Setelah sensasi mengambang untuk sesaat, Marshall II menabrak tanah dengan keras.

“Ghh! Ahhh!” Meskipun sabuk yang menghubungkanku dengan mesin ini sama sekali tidak menunjukkan kerusakan, kekuatan dari dampak yang ada membuat udara keluar dari paru-paru-ku. Aku segera berusaha mengambil nafas, tapi sistem pernafasanku sepertinya tidak bekerja dengan benar.

Aku kemudian mencoba menggerakkan tuas untuk membuat Magingear kembali ke posisi yang benar, tapi itu tidak berjalan baik. Marshall II atau diriku sendiri — aku tidak bisa mengatakan mana yang sudah rusak.

“Hugo!” kata Cyco.

“Heh… ha ha ha,” aku tertawa. “aku meremehkannya. Monster berkepala sapi ini tangguh. Sudah jelas dia berada diantara pemegang high-rank job terbaik. Dia bahkan dapat mengincar sebuah Superior Job jika kondisinya terpenuhi.”

Namun, itu tidak akan pernah terjadi karena Superior Job dari kelompok gladiator — Over Gladiator — telah diambil oleh “Figaro”.

Tapi, masih tidak bisa disangkal bahwa Gouz itu kuat. Dia dapat dengan mudah mengalahkan high-rank Master seperti diriku. Sejujurnya, aku tidak yakin apakah bisa menang melawannya bahkan jika Marshall II berada dalam keadaan sempurna.

Kemampuan robot ini setara dengan Demi-Dragon. Skill Piloting milikku berada pada level 7 dan meningkatkan kekuatannya sampai 140%, tapi itu masih tidak cukup untuk menandingi pria ini.

“Hugo.” Cyco kembali berbicara.

“Ya, Aku dapat mendengarmu, Cyco,” jawabku.

“Apakah kau akan menggunakan skill itu?” tanyanya.

Aku terdiam, aku masih tidak tau apakah itu adalah ide yang bagus.

Kekuatanku berada dibawah Gouz. Jarak diantara kami semakin besar karena damage yang sudah kuterima sejak pertempuran sebelumnya.

Aku dan Marshall II tidak memiliki harapan menang melawan pemakan manusia yang tangguh ini, pikirku. Namun, jika aku menggunakan skill itu — skill milik Embryo-ku — hasilnya akan berubah drastis. Kemenanganku akan menjadi pasti karena fakta bahwa dia adalah pemakan manusia.

Namun, aku sudah menyebutkan bahwa aku tidak akan menggunakan Embryo-ku sampai rencana itu berjalan, dan…

“Hadeh, aku benar-benar menjadi lapar disini,” dia memotong pikiran singkatku dengan perkataannya.

Mendengar Gouz mengatakan hal itu, aku melihatnya melalui mata kamera milik Marshall II yang sudah retak. Meskipun sedang bertarung denganku, dia menghadap ke arah lain. Mempertimbangkan kondisiku saat ini, dia mungkin berpikir bahwa pertarungan sudah berakhir.

Gouz sedang membersihkan salah satu mayat bawahannya. Dia membuang armor, melepaskan bajunya… dan menenggelamkan taringnya pada daging mayat tersebut.

“Mm, ini lumayan juga,” kata sambil memakan mayat itu, tanpa memperdulikan kesopanan. “Ini hanya begitu… lengkap. Seperti yang diharapkan dari bawahanku.”

Dengan perkataan itu, segigit demi segigit, dia melahap seluruh bawahannya. Saat pemandangan itu membuatku ingin muntah, aku melihat ke arah equipment window-ku dan mengetes tuas untuk memastikan kondisi Marshall II.

Lebih dari 70% armornya telah hancur, sementara damage yang diterima armor yang masih tersisa benar-benar parah. Tangan kirinya tidak dapat digerakkan sama sekali. Pergerakan tangan kanan sudah menumpul. Namun, kakinya masih bisa digerakkan.

Sementara untuk senjata… Hand Cannon sudah rusak bersama dengan tangan kiri. Battle Knife sudah benar-benar hancur. Marshall II sudah benar-benar tidak bisa bertempur lagi.

“Pilihanku adalah…”
… menggunakan skill itu atau mundur tanpa menggunakannya, pikirku.

Aku tidak dapat menggunakan skill itu karena rencana yang ada.

Aku tidak bisa membiarkan diriku menerima death penalty disini karena rencana itu akan dimulai besok.

Oleh karenanya, aku harus melarikan diri…

Tapi jika aku melarikan diri, Ray masih disini. Ada kemungkinan bahwa dia bisa mengalahkan Gouz. Oleh karena itu, bahkan jika aku mundur…

“Tugas utama selesai — kurasa sekarang waktunya hidangan penutup!” Gouz kembali memotong pikiran singkatku dan mengeluarkan sesuatu dari tas yang tergantung di pinggangnya.

Setelah aku menyadari apa itu… pikiranku hampir benar-benar blank.

Benda yang ada di tangan Gouz berukuran sebesar bola. Mata kecil — terbuka lebar dan dipenuhi ketakutan — rambut panjang yang tergerai dan bersimbah darah… Tidak salah lagi itu adalah kepala manusia. Kepala seorang gadis kecil.

Gouz melemparkannya begitu saja kedalam mulutnya seolah-olah dia sedang memakan permen. Taring iblis yang berjajar di mulutnya menutup, dan menghancurkan tengkorak anak itu dengan mudah.

“Ahh, ini benar-benar enak,” katanya. “Daging anak kecil terasa lebih enak ketika mereka mengetahui bahwa mereka akan mati, kau tau? Tapi rasa laparku belum terpuaskan saat ini.”

Setelah mengatakan hal itu, Gouz mulai berjalan mendekati kereta, dan niatannya segera menjadi jelas.

“Gh…” Hal yang baru saja kulihat dan hal apa yang akan dia lakukan membuat semua keraguan di dalam pikiranku menghilang dalam sekejap seolah-olah itu tidak pernah ada sebelumnya. Apa yang menggantikannya adalah kemarahan murni yang tidak bisa ditahan lagi.

“Hugo!” Cyco kembali memanggilku.

“Cyco,” jawabku.

“Apakah kau akan menggunakan skill itu?”

Kau sudah tau jawabannya.”

Meskipun masih menderita kerusakan parah, aku membuat Marshall II berdiri tegak.

“Gouz!” teriakku.

Monster berkepala sapi itu berbalik saat mendengar namanya dipanggil.

“Huhh? Kau masih bangun, dasar Master bodoh?” tanyanya.

Bangun? Aku mengulangi perkataan itu di kepalaku. Tepat sekali.

Benar — aku sedang setengah tertidur sampai beberapa saat yang lalu. Aku tidak menggunakan skill itu karena rencana itu. Dan karena rencana itu juga, aku memutuskan untuk menghindari death penalty dan melarikan diri.

Sungguh tidak masuk akal. Itu benar-benar tidak seperti diriku.

Hugo Lesseps yang kuinginkan bukanlah orang yang seperti ini.

Jadi, aku menunjukkan kemarahanku.

“Aku menyatakan bahwa aku tidak akan lagi mentolerir perbuatanmu!”

Perkataanku membuat Gouz tertawa. “Ha ha ha! Bacot, datang dari seorang Master yang memperlakukan seluruh duniaku seperti sebuah game kecil! Kau bukanlah orang pertama yang datang kemari, dan biar kuberitahu kepadamu — tidak ada dari mereka yang benar-benar serius dengan apapun yang mereka lakukan. Kalian para sialan tidak bisa mati di dunia ini, jadi apa masalahnya bagimu? Kau tidak akan pernah mengetahui rasa takut akan kematian seperti yang kami ketahui!”

“Memang benar,” kataku. “Kami para Master masuk ke dunia ini dengan tujuan untuk bermain. Namun, ada beberapa yang mendengarkan perkataan dari mereka yang memanggil dunia ini sebagai rumah mereka. Beberapa yang berduka ketika mendengarkan teriakan sekarat milik orang lemah. Dan beberapa yang menggunakan hal itu untuk menentukan siapa mereka sebenarnya.”

Dengan demikian, aku sudah memutuskan peranku di dunia ini.

Aku adalah duri mawar. Duri yang bertujuan untuk menusuk setiap dan semua bajingan yang mencoba merusak bunga yang indah dan kehidupan yang berharga.

Itulah Hugo Lesseps yang sebenarnya. Peran yang ingin kuberikan kepada diriku sendiri.

“Bersiaplah,” kataku. “Untuk dosa karena sudah mengakhiri hidup begitu banyak orang, aku akan mengirimmu ke dalam perut neraka.”

Mengikuti peran yang kumainkan, aku menatap bajingan itu — Gouz — dan menyatakan. “Neraka-ku akan menghancurkanmu.” Dia akan membayar semua dosa yang telah dia lakukan.

“COBA SAJA, DASAR SIALAN!” Gouz berteriak dengan marah, dan kembali menyerbu ke arahku.

Satu serangan lagi dari dirinya akan benar-benar menghancurkan Marshall II dan membunuhku secara bersamaan. Namun, saat ini hal itu tidak mungkin terjadi.

“Cyco!”

Cyco berdiri di bahu Marshall II.

“Crest Disguise… Disable,” kata Cyco. Melalui mata kamera, aku dapat melihat wajah Gouz yang dipenuhi keterkejutan. Itu sudah wajar, mengingat apa yang baru saja dia lihat.

Cyco tiba-tiba muncul di bahu Marshall II dan membuat tato yang ada di tangan kirinya — bukti bahwa dia adalah seorang Master — menghilang.

Benar — Cyco bukanlah seorang Master.

Master dengan nama seperti itu tidak pernah ada.

Identitas Cyco yang sebenarnya adalah…

“Cocytus, inilah saatnya.”

“Baik, Master.”

Cyco — Cocytus — tersebar menjadi partikel berwarna putih dan biru yang menghujani Marshall II, menyatu dengannya, dan mengubah penampilannya secara drastis.

Wilayah sekitarnya dilanda badai salju untuk sementara, diikuti oleh munculnya sinar putih yang membutakan untuk sesaat.

Di tengah itu semua berdiri Aku dan Cocytus — mengambil bentuk Marshall II yang sudah benar-benar dibangun ulang.

Robot itu saat ini dilengkapi oleh armor baru yang mengingatkanmu pada es berwarna putih transparan. Di tangan dan kepalanya terdapat pedang mirip salip yang terbuat dari es berwarna biru.

Karena sihirnya telah diperbarui, output Marshall II sekarang jauh lebih besar dari pada ketika dia masih dalam keadaan sempurna. Penampilannya mengingatkanmu pada gereja antropomorpis yang terbuat dari es.

Ini adalah Embryo-ku.

Bentuk sebenarnya dari Cocytus — sebuah Type Maiden with Chariot.

“GRRROOAAAAGGHHHHH!”

Meskipun melihat apa yang baru saja terjadi, Gouz tidak menghentikan serbuannya.

Itu adalah reaksi yang tepat. Tidak mengenal keraguan atau ketakutan, Gouz adalah contoh pejuang sejati.

Dia memang kuat.

Tapi ini adalah akhir baginya. Pada saat aku memutuskan untuk menggunakan kekuatan Cocytus, Gouz telah kehilangan seluruh kesempatan untuk menggapai kemenangan. Tidak peduli seberapa kuat dirinya sebagai pemakan manusia.

Panggungnya sudah diatur.

Gerbang neraka telah dibuka untuk menyambut pendosa lainnya.

“Omnes relinquite spes, o vos intrantes.”

Setelah merapalkan kalimat yang terukir pada pintu masuk neraka — “Buanglah semua harapan, wahai engkau yang masuk kemari” — Aku mengaktifkan skill itu.

“La porte de l’Enfer.” (Pintu Neraka)

Sesaat kemudian, hidup Gouz mencapai akhir yang pahit.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. alone698 says:

    tipe maiden chariot berasa overpower

    Like

    1. alone698 says:

      ya jd kg berasa bertarung lngsng menang.

      Like

  2. yuu shion says:

    Jadi masih ada tipe maiden yang lebih kuat (Menanti hingga semua tipe embrio keluar nih).
    Berarti kelangkaan embrio ga jadi pedoman utama ya, harus barengan ama kecocokannya ama master.

    Like

    1. Zen Quarta says:

      Sama seperti nama gamenya (Infinite Dendrogram), type Embryo yang ada di game ini tidak terbatas, karena ada juga type Embryo unik yang hanya dimiliki oleh satu orang (contohnya: Maiden with World Invasion)…
      Belum lagi Embryo hybrid dengan pola penggabungan yang sangat bervariasi…

      Tapi sampai saat ini, type dasar Embryo yang sudah muncul adalah…
      Arms, Chariot, Guardian, Teritory, Legion, Castle, Maiden, Apostle, Body, Elder, dan Angel…
      (bayangin aja sendiri berapa kombinasi yang bisa terbentuk dari semua type itu :v)

      Like

  3. Zen Quarta says:

    Ngk juga, karena ada juga type maiden lain yg benar2 kuat (saking kuatnya sampai-sampai player lain akan menganggap mereka sebagai cheater)…
    Sebenarnya, kekuatan sebuah embryo ngk ditentukan oleh type nya, tetapi kecocokannya dengan sang Master…

    Liked by 1 person

  4. yuu shion says:

    Apakah chariot tipe terkuat maiden?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s