Infinite Dendrogram Volume 2 Chapter 1 D

Volume 2
Chapter 1 – Pagi di Gideon Bagian 4

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

Mesin penjual gacha otomatis sudah ada sejak lama bahkan sebelum aku lahir.

Aku bisa mengingat ketika aku pergi ke mesin yang dibuat untuk anime dan game favoritku, memasukkan koin 100 yen, menarik tasnya, dan mendapatkan mainan yang berhubungan dengan seri tersebut. Itu menyenangkan karena kau tidak tau apa yang akan kau dapat, dan karena hal itu, ingatan itu sangat berharga bagiku.

Namun, mesin gacha dalam game benar-benar monster yang berbeda.

Beberapa waktu yang lalu, terdapat sebuah genre game yang disebut ‘game sosial’. Mereka dapat dimainkan di perangkat mobile dan browser PC, dan kau dapat mulai memainkannya tanpa mengeluarkan uang sama sekali.

Game sosial memiliki jumlah yang sangat banyak dan beragam. Ada yang merupakan game fantasi dengan sistem equipment, ada juga game yang berhubungan dengan merawat monster, pembuatan pasukan robot, atau game dimana kita bekerja sebagai produser idol. Game-gamer tersebut gratis, tapi jika player menginginkan senjata, armor, monster, robot, atau idol yang bagus, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.

Metode yang paling populer untuk mendistribusikan harta karun seperti itu adalah menggunakan mesin gacha. Dengan mengeluarkan sekitar 300 yen, player dapat menarik tuas virtual dan mendapatkan random item. Item-item tersebut memiliki tingkat kelangkaan, dan item paling langka memiliki kesempatan muncul yang paling kecil.

Kelangkaan juga sering dihubungkan dengan kualitas. Apakah untuk menang di dalam game, atau untuk pamer kepada plater lain, ataupun hanya untuk menikmati idol mereka, para player akan menarik tuas itu. Mereka akan melakukannya lagi dan lagi sampai mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Namun, semua itu hanyalah data. Perusahaan tidak akan pernah kehilangan apapun, tidak peduli seberapa tinggi kualitas maupun kelangkaan item yang didapatkan oleh player. Banyak player yang ingin mendapatkan barang bagus tetapi malah semakin banyak mendapatkan barang yang buruk, dan hal itu membuat mereka mengeluarkan semakin banyak uang pada game itu.

Akibatnya, ada para player yang bahkan harus menghabiskan 100,000 yen pada game tersebut setiap bulannya. Beberapa bahkan menghabiskan lebih banyak lagi dan menembus batas 1,000,000 yen.

Itu memang masa-masa yang sangat gelap…

*

Berdasarkan hal itu, gacha yang ada di depanku tidak menggunakan uang asli melainkan lir, sehingga tidak masalah jika aku sekali atau dua kali memainkannya, kan? Pikirku.

“… Aku tau bahwa pemikiran yang barusan hanyalah alasan untuk melakukan hal itu,” kata Nemesis.

“Nah, yah, bagaimanapun, aku ingin memainkannya,” kataku. Aku benar-benar menikmati kegembiraan saat membeli gacha dan random pack card.

Baiklah, kembali pada apa yang ada di depanku… Pikirku dan melihat ke arah mesin itu. Meskipun bentuknya mirip, ada beberapa perbedaan antara hal ini dan gacha yang aku tau.

Pertama, kau bisa menentukan jumlah uang yang ingin kau gunakan. Ada lubang tipis di depannya, dan aku menyadari bahwa kita bisa memasukkan satu koin 100 lir sampai 10,000 lir.

Menurut penjelasan yang ada pada mesin itu, item yang akan muncul memiliki kelangkaan dari S sampai F.

Rank C memiliki nilai yang sama dengan uang yang kau masukkan.

Rank F—rank terendah—merupakan item yang memiliki nilai 1% dari jumlah uang yang kau masukkan.

Rank S—rank tertinggi—merupakan item yang memiliki nilai 100 kali lipat dari jumlah uang yang kau masukkan.

Jumlah uang minimal yang bisa kau masukkan adalah 100 lir, sementara jumlah maksimalnya adalah 100,000 lir.

Seperti biasa, resiko yang renda memiliki hadiah yang rendah dan resiko yang tinggi memiliki hadiah yang tinggi.

“Tapi bukankah itu akan menyulitkan dalam memantau item yang ada di dalamnya dan mengelola kualitas item yang keluar?” aku bertanya kepada seorang pegawai, dan jawaban yang kudapat benar-benar tak terduga.

“Itu tidak bekerja seperti yang anda pikirkan,” katanya. “Memang benar bahwa kami lah yang mengelola item sihir itu, tetapi kami tidak berurusan dengan hadiah yang ada di dalamnya maupun uang yang masuk ke dalamnya.”

Menurutnya, mesin gacha ini awalnya adalah sebuah item langka yang ditemukan di Tomb Labyrinth.

Itu juga bukan merupakan penemuan satu-satunya. Ada catatan yang mengatakan bahwa ada orang lain yang mendapatkannya, dan beberapa dari mereka telah mencoba untuk menghancurkannya dan mengambil hadiah yang ada di dalamnya. Kelihatannya, mereka harus berusaha sangat keras, tapi mereka yang berhasil melakukannya menemukan bahwa bagian dalam mesin tersebut benar-benar kosong.

Oleh karenanya, semua orang mulai berpendapat bahwa uang yang dipersembahkan kepada mesin tersebut akan secara ajaib memanggil item yang sesuai. Dan karena uang yang dimasukkan kedalam mesin itu tidak bisa diambil, sudah jelas bahwa gacha ini bukanlah bagian dari model bisnis yang sukses.

“Namun, pemilik toko percaya bahwa ini dapat digunakan untuk menarik pelanggan, jadi kami menyimpannya disini demi kenyamanan semua orang,” kata pegawai itu. “Kami juga membuat peraturan bahwa hanya pembeli lah yang dapat menggunakannya.”

Itu sebuah keputusan yang bijak. Memang, itu diperlukan untuk menciptakan aliran uang dari mereka yang datang kemari hanya untuk menggunakan mesin itu. Aku sekarang yakin bahwa Alejandro memiliki kemampuan yang sangat tinggi sebagai manajer.

“Lagi pula, bagaimana dia bisa mendapatkan benda ini?” tanyaku.

“Saat pemilik sebelumnya kehabisan uang, dia harus menjual banyak barang,” kata pegawai itu. “Ini adalah salah satu barang-barang itu, dan pemilik toko membelinya.”

“… Dan alasan pemilik sebelumnya bangkrut adalah…?”

“… Sama seperti yang anda bayangkan,” kata pegawai itu.

Jadi dia bangkrut karena dia terlalu banyak menggunakan mesin itu, huh? Pikirku. Itu mungkin salah satu alasan kenapa Alejandro hanya menggunakan benda ini untuk menarik pelanggan.

Bagaimanapun, aku mulai tertarik dengan mesin gacha ini, jadi aku berterima kasih kepada pegawai yang memberitahuku tentang hal itu dan mulai mengantre di barisan paling belakang.

“Jadi, berapa banyak yang akan kau keluarkan?” tanya Nemesis.

“100,000 li—GUH!”

Pada saat aku menjawabnya, dia meninju perutku. Tinjuan itu berasal dari sudut yang sangat bagus, jadi itu benar-benar membuatku membungkuk ke depan.

“Bagaimana bisa kau membiarkan dirimu menggunakan uang sebanyak itu tepat setelah kau mendengar bahwa seseorang telah bangkrut karena hal ini?!” serunya.

“A-Aku tau bahwa 100,000 lir itu merupakan jumlah yang banyak, tapi aku mungkin akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar bagus jika aku beruntung…” kataku.

“Jika kau bertanya kepadaku, aku mencium skenario dimana kau mendapatkan sesuatu yang tak berharga.”

Nah, jika sesuatu seperti itu benar-benar terjadi, kita memiliki sesuatu untuk diingat dan menertawakannya di kemudian hari, pikirku.

Nemesis menghela nafas. “Kuharap kau tidak menyesali hal ini.”

“Aku yakin aku tidak akan melakukannya,” kataku.

Tak lama kemudian, giliranku tiba, jadi aku memasukkan sepuluh koin 10,000 lir kedalam gacha. Setelah melakukan hal itu, aku menarik tuas, dan membuat mesin itu mengeluarkan sebuah kapsul. Benda itu memiliki huruf C di atasnya. Menurut penjelasan yang ada, benda yang ada di dalamnya memiliki nilai yang sama dengan jumlah uang yang kumasukkan, jadi aku tidak rugi.

Aku membuka kapsul itu dengan bersemangat dan membuat item yang ada di dalamnya muncul.

Tomb Labyrinth Exploration Permit.

Melihat item yang familiar itu membuatku jatuh berlutut.

“Ohh… tidaaaaaak…” Aku mengerang. Aku hampir dapat mendengar benda itu menyapaku “Halo gan, lama tak jumpa!” dengan nada sombong.

“Ya ampun, barang yang sama,” kata Nemesis.

Yah, itu bernilai 100,000 lir, tapi… tapi aku… aku mengerang dalam diam.

“Rook… ambil ini,” kataku, memberikan kertas itu kepadanya.

“Apakah kau yakin? Bukankah ini hadiah yang lumayan?” tanyanya.

“Memang, tapi aku sudah punya satu, dan aku tidak membutuhkannya lebih dari satu…”

Njir, karena menjadi seorang Paladin, bahkan aku sama sekali tidak membutuhkannya… pikirku.

“Te-Terima kasih,” kata Rook dengan penuh syukur. “Umm, mungkin kapan-kapan kita bisa menjelajahinya?”

“Itu ide yang bagus…” aku menjawabnya dengan sedikit bersemangat. Itu benar-benar ide yang bagus, sih, karena aku baru menjelajahi lantai pertama disana.

Baiklah, waktunya menyemangati diriku, dan…

“Sekali lagi,” kataku.

“Apakah kau tidak kapok?!” Seru Nemesis.

“Ayolah! Tidak mungkin aku akan mendapatkan Permit itu lagi! Aku yakin bahwa aku akan mendapatkan sesuatu yang bagus kali ini!” kataku.

“Itulah yang dikatakan para penjudi sebelum mereka bangkrut!”

Meskipun Nemesis tidak setuju, aku kembali berdiri di antrian dan bersiap untuk percobaan kedua.

Sama seperti sebelumnya, aku memasukkan 100,000 lir. Mengingat jumlah harga dari equipment yang kubeli, ini adalah kesempatan terakhirku.

Aku menarik tuas sambil berdua kepada Dewa, Budha, atau apapun yang mendengarkanku.

Dan hasilnya adalah…

“… Apa?” aku mengangkat alisku.

Kapsul itu keluar seperti biasa, tapi kelangkaan yang tertulis diatasnya bahkan tidak berada diantara S sampai F.

Kapsul itu hanya bertuliskan huruf “X”.

Apakah ini di atas S? Atau apakah X sebenarnya adalah tanda silang yang membuatnya jauh lebih buruk dari F? Aku benar-benar kebingungan. Ada peringatan kecil di atasnya, yang mengatakan, “Bukalah ditempat yang luas”. Aku bertanya kepada pegawai tentang hal ini, dan dia berkata bahwa peringatan itu muncul pada setiap kapsul yang memiliki sesuatu yang besar, seperti kereta, di dalamnya. Itu berarti bahwa kapsul ini memiliki sesuatu yang cukup besar di dalamnya.

Dan juga, pegawai itu mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dia melihat kapsul dengan kelangkaan X.

Aku tidak tau bagaimana harus menanggapi hal itu, pikirku.

Apapun itu, karena aku hanya bisa membukanya ditempat yang luas, aku memutuskan untuk tidak membukanya di dalam toko. Aku tetap membuatnya berada dalam bentuk kapsul dan memasukkannya kedalam inventory-ku.

Baiklah, sekarang setelah aku menenang, ada sesuatu yang harus kuperhitungkan, pikirku.

Sekali tarik membuatku menghabiskan 100,000 lir.

Equipment baruku memiliki harga total 110,000 lir.

… Perbandingan itu membuatku sadar seberapa mahalnya tarikan yang kulakukan. Dalam hal kelangkaan, aku tidak benar-benar menderita kerugian, tapi aku hanya bisa merasa murung.

“Itulah yang kau dapatkan setelah menjudikan uang 200,000 lir,” kata Nemesis.

Aku tidak berada pada posisi untuk membantah hal itu.

Setelah aku selesai membayar equipment-ku, Rook mencoba keberuntungannya pada gacha itu.

Sepertinya, melihatku mencobanya juga membuat Rook menjadi tertarik.

“… Kau tidak harus memasukkan jumlah uang yang sama denganku, sih,” gumamku. Berharap agar 100,000 lir itu tidak terbuang sia-sia, aku melihat apa yang dia dapatkan, dan…

Dan, uh… huh?

Kesunyian memenuhi seluruh toko. Keterkejutan itu dirasakan oleh semua orang yang ada di dalamnya, kecuali Rook.

Aku, Nemesis, pegawai, dan pelanggan lainnya benar-benar kehilangan kata-kata.

Kapsul yang ada di tangan Rook memiliki pola pelangi.

Kelihatannya itu terbuat dari mineral yang sangat indah sampai-sampai kapsul itu sendiri terlihat seperti item langka.

Dipermukaannya tertulis huruf S berukuran besar.

Rook benar-benar menarik sesuatu yang sangat bagus hanya dengan sekali coba.

“Ah, Ray! Kurasa aku mendapatkan sesuatu yang bagus!” kata Rook.

“S-Selamat!” Keterkejutanku membuatku mengatakan hal itu secara tak sadar.

“Rook, ayo cepat dan buka hal itu!” teriak Baby.

“Y-Ya! Ayo kita lihat apa yang kau dapatkan!” kata Nemesis.

Karena dia menggunakan 100,000 lir, dan nilai dari hadiah dengan kelangkaan S adalah 100 kali lipat lebih besar dari jumlah uang yang digunakan, item yang ada di dalamnya seharusnya senilai dengan 100,000,000 lir.

Sudah sewajarnya, sesuatu semenakjubkan itu tidak hanya menarik perhatian kami, tetapi juga pegawai dan pelanggan toko yang lain.

Kapsul milik Rook tidak memiliki satupun peringatan di atasnya, jadi dia langsung membukanya ditempat.

Apa yang keluar adalah sepasang sarung tangan, yang cukup panjang untuk menutupi siku. Terbuat dari material mirip kulit berwarna biru, mereka dihiasi oleh pola rumit yang terbuat dari logam emas.

“’Touch of the Silencer, Veltboule’?” Gumam Rook sambil memiringkan kepalanya.

Gaya penamaannya mirip dengan satu-satunya hadiah khusus milikku—“Miasmaflame Bracers, Gardranda.” Hadiah khusus seperti itu seharusnya tidak mungkin didapatkan tanpa mengalahkan seekor UBM, dan juga tidak mungkin untuk mentransfer hal itu ke pemain lain.

“… Whoa.” Kata Rook. Dia melihat deskripsi dari item itu—Touch of the Silencer, Veltboule—dan tidak dapat menyembunyikan ketakjubannya. Wajahnya menjadi benar-benar kaku, dan itu mungkin adalah pertama kalinya aku melihatnya menunjukkan wajah seperti itu.

“Jadi, item macam apa itu, Rook?” tanyaku.

Melihat sekeliling, aku menyadari bahwa beberapa pelanggan—yang sepertinya adalah para master dan tian dengan identification skill level tinggi—terlihat sama terkejutnya dengan Rook.

Ok, sekarang aku benar-benar penasaran dengan hal itu, pikirku.

“Pada dasarnya, ini adalah hadiah khusus MVP setelah mengalahkan UBM,” kata Rook.

“Kau serius?” tanyaku tak percaya.

“Ya,” jawabnya. “Biarkan aku menjelaskan detailnya di tempat lain.”

Setelah dia mengatakan hal itu, aku dan Rook meninggalkan toko Alejandro. Saat aku berjalan, aku melirik kedalam toko dan melihat bahwa antrean gacha itu menjadi semakin panjang dan hampir semua orang mempersiapkan uang 100,000 lir.

Kelihatannya, mereka menjadi bersemangat setelah mengetahui bahwa hadiah khusus UBM bisa didapatkan dari mesin itu.

… Kuharap tidak ada orang yang bangkrut, pikirku.

*

Rook mengajakku ke sebuah kamar yang telah dia sewa di penginapan. Rook sudah jelas telah mengetahui sesuatu yang tidak boleh didengar oleh orang lain.

“Pada dasarnya, ini adalah hadiah khusus yang sudah tidak memiliki pemilik,” kata Rook.

“Maksudmu?” tanyaku.

Kemudian dia menjelaskan.

Pertama, biasanya hadiah khusus hanya bisa digunakan oleh sang pemilik dan tidak bisa ditransfer ke pemain lain dengan cara apapun.

Namun, ada satu pengecualian dalam peraturan itu… dan itu terjadi saat pemilik item tersebut yang merupakan seorang tian telah mati.

Dalam kasus seperti itu, hadiah khusus itu akan secara otomatis akan dipisahkan dari tubuh dan entah akan menjadi hadiah super langka di kedalaman dungeon buatan atau—seperti yang baru saja terjadi—menjadi sebuah hadiah gacha beresiko tinggi.

Dari hal itu, aku dapat dengan mudah memahami kenapa dia ingin menyembunyikan hal ini.

“Menurutmu pembunuhan tian akan semakin meningkat jika orang-orang mengetahui hal ini, huh?” tanyaku.

“Ya,” jawabnya.

Aku tidak tau ada berapa banyak tian yang memiliki hadiah khusus, tapi aku tidak yakin bahwa tidak akan ada Master yang akan membunuh mereka hanya untuk meningkatkan kesempatan mereka dalam mendapatkan item seperti itu. Setidaknya, kami benar-benar tidak ingin menjadi akar yang menyebabkan adegan pembunuhan seperti itu. Itulah alasan kenapa Rook tidak mengatakannya di depan umum.

“Apakah kau yakin hal ini tidak bocor?” tanyaku. “Bagaimana jika seseorang dengan identification skill level tinggi melihat sebagian dari deskripsi itu?”

“Itu bukan bagian dari deskripsi item, tapi sebuah pesan pribadi,” jelasnya. “Aku yakin, tidak ada seorangpun yang mengetahui hal ini.”

“Baguslah kalau begitu,” kataku.

Meskipun, jika kupikir-pikir, aku ragu akan ada banyak Master yang mau mengambil resiko seperti itu, pikirku. Membunuh tian dapat membuatmu masuk ke daftar pencarian, dan tidak ada jaminan bahwa item tersebut akan jatuh ke tanganmu.

“Ini adalah deskripsi dari item ini.” Rook menunjukkan sebuah window yang mendeskripsikan Touch of the Silencer kepadaku.

 

Touch of the Silencer, Veltboule.

Ancient Legendary Item

Sebuah harta yang mengandung konsep dari sphinx yang terkenal sebagai “pembunuh penyihir.”

Selain meningkatkan sihir dan kekuatan khusus milik pemakainya, item ini juga memberikan daya tahan yang besar terhadap mental status effect dan serangan.


Sama seperti yang tertulis pada deskripsi itu, sarung tangan ini benar-benar meningkatkan daya tahan pemakainya dari mental debuff dan serangan dan juga memberikan bonus SP dan MP dalam jumlah besar.

“Jadi, apa efek skill yang ada padanya?” tanyaku.

“Itu sangat menarik,” kata Rook. “Ada dua buah skill padanya. Saat ini aku tidak membaca satunya, tapi skill yang bisa kubaca saat ini bernama “Silence”, dan itu membatalkan semua skill berjenis sihir yang sedang berada dalam tahap persiapan.”

“Oh?” tanyaku.

Tahap persiapan? Apa maksud dari hal itu? pikirku.

“Tampaknya, jika seorang musuh sedang melantunkan atau bersiap untuk mengeluarkan mantra sihir, skill ini akan meniadakan hal itu,” dia melanjutkan. “Tapi ini tidak akan berpengaruh pada skill instant atau sihir yang telah selesai dikeluarkan.”

Jadi itu adalah mimpi buruk bagi semua penyihir, huh? Kelihatannya itu akan berguna pada banyak skenario, pikirku.

Bagaimanapun, skill itu akan membatalkan semua mantra yang belum selesai dilantunkan. Job bertipe sihir akan menjadi tak berdaya jika melawannya secara langsung.

“Jika itu awalnya dimiliki oleh seorang tian, maka… aku paham dengan hal itu,” aku mengangguk.

Asal dari Touch of the Silencer ini—UBM bernama Veltboule—sudah jelas merupakan makhluk spesialis pembunuh penyihir. Mungkin dia telah dikalahkan oleh seorang tian yang sudah kuat tanpa harus bergantung pada sihir. Kemudian, tian tersebut mati karena suatu hal, dan hadiah khusus ini berakhir di tangan Rook.

“Aku harus mengatakan ini, Rook,” kata Nemesis. “kau benar-benar orang yang beruntung.”

Aku hanya bisa menyetujui hal itu.

Pertama Marilyn, kemudian Audrey, sekarang hadiah gacha yang luar biasa ini… Rook benar-benar orang yang sangat beruntung.

Aku penasaran apakah itu ada hubungannya dengan kepribadian baiknya, pikirku.

“Tapi kau juga mendapatkan sesuatu yang bagus, kan, Ray?” kata Rook.

“Oh ya, aku mendapatkan hal ini.”

Sambil mengatakan hal itu, aku mengeluarkan kapsul dengan huruf X di atasnya. Aku tidak bisa membukanya disini karena hal yang ada di dalamnya mungkin adalah sebuah kereta atau sejenisnya, jadi aku memutuskan untuk melakukannya setelah berada di luar gerbang utara lagi.

“Aku mau membukanya. Kau mau ikut?” tanyaku kepada Rook.

“Tidak bisa. Aku mendapat pesan bahwa aku harus kembali ke dunia nyata,” jawabnya.

“Hm? ‘Tamu’, kah?” tanyaku.

“Sebenarnya, ’Lapar’ dan ‘Kurang Tidur’,” kata Rook. “Aku sudah online sejak kemarin, berburu monster dan leveling. Aku hanya memakan makanan dalam game, dan aku sama sekali belum tidur.”

“Anjay!” seruku. “Cepat makan, mandi, dan pergi tidur sana!”

“Ahaha,” dia tertawa dengan canggung. “Aku akan melakukannya. Aku pasti akan bangun tepat waktu untuk rencana Marie.”

“Jaga dirimu, gan.”

Setelah aku mengatakan hal itu, Rook log out, jadi hanya aku yang tersisa di kamarnya.

Aku tidak menyangka Rook adalah seorang no-lifer sampai-sampai melupakan kebutuhan dasarnya sendiri.

Kurasa dia hanyalah seorang siswa yang menggunakan libur musim semi-nya untuk bermain game dengan berlebihan, pikirku.

Dan kemudian, aku meninggalkan penginapan itu. “Area luas” yang paling kukenal adalah Nex Plain di sebelah utara Gideon, jadi aku berjalan menuju gerbang utara kota.

“Master,” kata Nemesis, “Bukankah sekarang saatnya makan siang?”

“Oh ya, kurasa begitu,” kataku. “Kalau begitu, aku akan membuka kapsul ini setelah makan siang.”

Aku mungkin akan berburu di Nex Plain setelah melihat apa isi dari kapsul ini, jadi makan sebelum melakukan hal itu adalah ide yang bagus.

Karena sekarang siang hari, sebagian besar restoran terdekat sudah penuh, jadi aku memilih sebuah restoran yang terlihat lebih sepi.

“… Huh?” kataku dengan terkejut.

Di dalam restoran yang kupilih, aku melihat penjaga toko sedang di tanyai oleh kelompok tertentu. Mengenakan full plate mail armor dan jubah yang memiliki lambang Kerajaan Altar di atasnya, mereka menanyakan sesuatu kepada penjaga toko sambil menunjukkan objek mirip foto.

Menyadari bahwa itulah sebabnya toko ini terlihat sepi, aku memutuskan untuk mengamati mereka.

Dari suaranya yang tergagap, aku bisa menyimpulkan bahwa orang yang mengajukan pertanyaan itu sedang panik dan itu adalah masalah serius. Namun, terlihat bingung, penjaga toko itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanggapan, membuatnya jelas bahwa dia benar-benar tidak bisa membantu mereka.

Setelah itu, seorang wanita dari kelompok itu mencoba menenangkan rekannya yang panik. Dia adalah orang yang tidak asing.

“Liliana?” tanyaku.

“Oh? Ah, Ray,” jawabnya.

Itu adalah Wakil Komandan, Ksatria Royal Guard Kerajaan Altar, Paladin Liliana Grandria. Aku belum pernah melihatnya lagi sejak di ibukota, dan karena semacam takdir, kami kebetulan bertemu lagi disini di city of duel.

Saat aku sedang terkejut dengan pertemuan itu, Nemesis mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan kepadaku melalui telepati.

“Aku merasakan sebuah masalah.”

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. zaraka says:

    Itulah dunia pergacha-an dunia yang sangat gelap

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s