Infinite Dendrogram Volume 2 Chapter 1 A

Volume 2
Chapter 1 – Pagi di Gideon Bagian 1

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

Paladin Ray Starling

Sebagian besar kota besar di Kerajaan Altar—termasuk ibukota kerajaan—dikelilingi oleh sebuah tembok besar. Struktur itu tidak hanya dibutuhkan untuk melindungi diri dari monster dan serangan dari negara lain, tembok itu juga memisahkan dunia luar dan dalam.

Duel City Gideon, dimana kami baru saja sampai, juga tidak berbeda.

“Whoa…” Aku hanya bisa mengungkapkan kekagumanku. Di balik dinding itu—yang mirip dengan yang ada di ibukota—menunggu sebuah pemandangan yang benar-benar berbeda.

Hal itu mengingatkanku dengan bagaimana perasaanku saat aku pertama kali memasuki Altea. Suasana kota fantasi super realistis itu menggerakkan hatiku, dan Gideon membuatku kembali mengalaminya.

Udara disini kental dengan semangat milik orang-orang. Aku merasa bahwa sebagian besar dari hal itu berasal dari pusat kota ini—Great Central Arena di duel city, yang menjulang tinggi di depan mataku. Colosseum milik Romawi Kuno memiliki diameter 200 m dan tinggi 50 m, tapi kebanggaan Gideon itu kelihatannya memiliki ukuran dua kali lebih besar dari tempat itu.

Berdasarkan penanda yang tergantung di gerbang Gideon, ada juga 12 arena kecil yang tersebar di sekitar kota, dan setiap tempat itu sangat ramai. Penanda itu juga mengatakan bahwa Great Central Arena sering digunakan untuk mengadakan berbagai macam acara.

Dengan semua hiruk-pikuk yang ada di Gideon itu, aku sulit mempercayai bahwa kota ini adalah bagian dari sebuah kerajaan yang baru saja mengalami kekalahan dalam perang dan berada di ambang kekalahan.

Aku menatap sekeliling dan melihat banyak ras humanoid yang tidak banyak kutemui di ibukota. Beberapa dari mereka memiliki telinga mirip hewan, yang lainnya memiliki tanduk mirip naga… Disini bahkan ada beberapa peri, yang begitu kecil dan hanya setinggi lutut. Kelihatannya mereka adalah Demi-human di dunia ini—sebuah hal yang wajib di setiap karya fantasi.

Saat aku melihat mereka, aku menyadari bahwa disini terdapat turis dan orang yang benar-benar tinggal disini dan bekerja disini. Figaro tidak berbohong saat dia mengatakan bahwa tempat ini ramai.

“Sungguh kota yang ramai,” kata Rook.

“Itu wajar, karena area ini jauh dari perbatasan kerajaan dengan Dryfe, yang terletak di utara,” kata Marie. Dia mulai menjelaskan alasannya. “Negara-negara yang dekat dengan Gideon adalah Caldina dan Legendaria. Yang pertama telah menandatangani perjanjian dagang dengan Alter, sementara yang terakhir adalah sekutu, jadi kota ini mendapatkan banyak turis dari kedua negara itu.

Dia menunjukkan sebuah peta pada kami untuk menggambarkan apa yang baru saja dia jelaskan. Di tengah-tengah peta itu adalah Gideon; di bagian timur, terdapat mountain belt, di ikuti oleh Caldina; dan di selatan, terdapat Legendaria. Di sebelah barat, terdapat sebuah wilayah kecil di ikuti oleh laut terbuka, sementara di sebelah utara, terdapat ibukota kerajaan.

“Bukan hanya Gideon terletak di tempat yang aman—kalian juga dapat menganggap semua gladiator yang bertarung di kota ini sebagai prajurit,” lanjut Marie. “Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Gideon adalah kota terkuat di kerajaan.”

Begitu, pikirku. Hal itu menjadikan tempat ini sebagai kota teraman di Kerajaan Altar.

Aku bisa berpendapat bahwa ada banyak orang yang melarikan diri dari ibukota memilih tempat ini sebagai tujuan mereka. Bagaimanapun, didalam katalog guild ibukota, ada banyak permintaan pengawalan dari orang-orang yang mencari tempat aman.

Namun, masih ada para pedagang seperti Alejandro, yang tetap akan pergi ke ibukota untuk membeli stok barang. Kami dan pedagang itu telah berpisah di pintu masuk Gideon, tapi karena dia ingin berterima kasih kepada kami dengan benar, dia mengundang kami untuk datang ke tokonya di saat kami punya kesempatan.

“Sekarang, ayo pergi ke Adventurer Guild,” kata Marie. “Kita harus menyelesaikan questnya dan melaporkan bahwa Gardranda telah dikalahkan.”

Aku dan Rook segera setuju, dan kami semua berjalan menuju Adventurer Guild Gideon.

Langit-langit bangunan guild itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan guild yang ada di ibukota. Pintu masuknya juga lebih besar. Designer-nya mungkin telah mempertimbangkan banyaknya ras yang tinggal dan mengunjungi kota ini.

Bagaimanapun, kami menyelesaikan quest pengiriman itu tanpa satupun masalah. Hadiahnya adalah 30,000 lirs. Kami membaginya sama rata masing-masing 10,000 lirs. Itu adalah jumlah yang lumayan, tidak diragukan lagi. Namun, kami mendapat masalah saat mengklaim hadiah yang seharusnya kami dapat setelah berhasil menangani Gardranda.

Membuktikan bahwa kami benar-benar telah melakukannya tidaklah sulit. Kami hanya perlu pergi ke counter khusus dan menunjukkan hadiah khusus MVP kepada mereka: Miasmaflame Bracers, Gardranda.

Item seperti ini selalu dinamai berdasarkan nama UBM yang dikalahkan, memiliki kualitas yang sesuai dengan MVP, dan tidak dapat ditransfer dengan cara apapun. Oleh karenanya, fakta bahwa aku memiliki item dengan nama Gardranda padanya hanya dapat berarti bahwa aku adalah most valuable player dalam pertarungan dengan Great Miasmic Demon, Gardranda.

Tentu saja, kami juga dapat membuktikan hal itu dengan melakukan pemeriksaan mendalam. Itu wajar. Mengingat bahwa tidak semua bounty adalah UBM.

Dan dengan itu, meskipun kami mendapatkan hadiah uang tanpa satupun masalah, kami merasa bahwa jumlah uang tersebut agak merepotkan.

Uang itu berjumlah 1,000,000 lir. Yang setara dengan 10,000,000 yen, yang bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan. Hal itu membuat kami duduk di sekeliling meja yang ada di guild dan berdebat keras tentang bagaimana kami akan membaginya.

“Oh, ayolah!” Aku meninggikan suaraku. “Masing-masing dari kita akan mengambil sepertiga dan semuanya akan selesai!”

“Tidak!” kata Marie. “Aku sudah mengambil yang untuk potion yang telah kugunakan dalam pertarungan itu, jadi tidak ada alasan bagiku untuk mendapatkan lebih banyak uang! Aku sama sekali tidak berpartisipasi dalam pertarungan itu! Seharusnya kalian hanya harus membagi dua uang itu!”

“Aku juga tidak bertarung dengan Gardranda!” Teriak Rook. “Aku tidak akan pernah menerima jumlah yang sama dengan Ray! Sejujurnya, dia hanya harus mengambil semua uang itu!”

Kami bertiga berdebat hebat agar dapat mengurangi jumlah uang yang akan kami dapatkan.

Pertama, Marie telah diberikan 100,000 lirs dari hadiah itu untuk mengganti Elixir yang dia lemparkan kepadaku dan obat-obat lain yang telah dia gunakan pada orang-orang yang ada di kereta. Dia sebenarnya enggan menerima uang itu, dan mengatakan bahwa dia memutuskan untuk menggunakan item-item itu karena kemauannya sendiri, tapi aku bersikeras, dan dia akhirnya menyerah. Dengan itu sudah ditetapkan bahwa kami masih memiliki 900,000 lirs tersisa, dan saat itulah semuanya menjadi memanas.

Aku berpendapat bahwa itu adalah hasil yang kami dapat sebagai sebuah party, dan bersikeras bahwa kami harus membaginya secara rata.

Marie bersikeras bahwa dia tidak layak atau membutuhkan lebih banyak dari uang yang dia dapat untuk mengganti rugi obat-obatannya.

Rook menyatakan bahwa dia tidak layak mendapatkan sedikitpun uang karena dia tidak berpartisipasi dalam pertarungan melawan Gardranda.

Aku benar-benar percaya bahwa mereka berdua mengambil peran penting dalam pertarungan melawan Gardranda, jadi aku benar-benar ingin agar mereka mengambil apa yang sudah menjadi hak mereka.

“Sejujurnya, aku sudah mendapatkan hadiah khusus MVP, jadi mungkin seharusnya aku tidak menerima sedikitpun dari uang ini,” kataku.

“Itu akan membuatmu lebih buruk dari sekedar egois dan segera membuatmu terlihat seperti orang gila yang tidak masuk akal,” komentar Nemesis.

Aku sedang benar-benar serius, namun Nemesis melihatku seolah-olah aku adalah orang bodoh. Rook dan Marie juga terlihat sangat bingung mendengar saranku.

“Hei, ini sudah benar-benar gila,” kataku. “Aku benar-benar tidak bisa mengizinkan diriku mendapatkan lebih banyak lagi setelah mendapatkan sesuatu yang sebagus ini.”

Aku mengangkat tanganku untuk menunjukkan hal itu kepada mereka. Pelindung tangan yang memiliki dua warna berbeda—satu merah, satunya lagi ungu—ini berada didalam inventory-ku setelah kami mengalahkan Gardranda.

Penjelasan yang ada di equipment window adalah seperti ini:

Miasmaflame Bracers, Gardranda

Legendary item

Sebuah legendary item yang mewujudkan konsep seputar iblis api dan miasma berwajah tiga.

Selain sangat keras, juga meningkatkan kekuatan fisik pemakainya.

Item ini tidak dapat ditransfer atau dijual.

Tidak ada batasan level.

Item ini benar-benar memberiku bonus STR 100%, dan memiliki defense lebih besar jika dibandingkan dengan jumlah defense dari semua armorku. Bukan hanya itu, tapi item itu juga memungkinkanku untuk menggunakan skill “Purgatorial Flame” dan “Hellish Miasma”, yang mungkin hampir sama dengan serangan yang digunakan oleh UBM itu sendiri. Ada juga sebuah skill yang tidak bisa kubaca karena suatu alasan, dan hanya bertuliskan “???”.

Mereka benar-benar bagus, tak diragukan lagi.

Tidak hanya kelihatan lebih berharga dari pada 300,000 lir—item itu mungkin jauh lebih berharga dari pada seluruh hadiah yang didapatkan setelah mengalahkan Gardranda.

Maksudku, Itu adalah sebuah “legendary” item, pikirku.

Kami mungkin akan kalah dalam pertarungan melawan Gardranda jika Marie tidak memberikan dukungan dengan item-itemnya. Rook, juga, telah melakukan kerja bagus setelah menahan Audrey—yang awalnya adalah mount milik iblis itu.

Kami tidak akan mendapatkan kemenangan jika bukan karena mereka, jadi menurutku sudah adil jika aku bersikeras bahwa kontribusiku hanya bernilai sepertiga dari hadiah itu.

“… Aku paham,” kata Marie. “Tapi kupikir aku memiliki ide yang lebih bagus.” Dia memukul meja dengan ringan. “Pertama, Ray, kau akan menerima 300,000 dan itulah keputusan akhirnya. Jika kau tidak menerima uang itu, tidak ada satupun orang disini yang berhak memilikinya. Selanjutnya, Rook, aku tau kau tidak mau menerima uang dengan jumlah yang sama dengan Ray, jadi mari kita potong separuh dan memberimu setidaknya 150,000. Dan sebelum orang lain berkata apakah aku tidak mengambil apapun, aku sudah puas hanya dengan menerima 50,000 lir, terima kasih banyak.”

Aku dan Rook tidak menentang pembagian itu, jadi dengan begitu 500,000 lir sudah di tangani. Namun, masih ada 400,000 lir yang tersisa.

“Kita bisa menggunakan sisanya untuk berpesta,” kata Marie.

“Maksudmu…?” Aku mengangkat alisku.

“kalian dapat menyebut ini sebagai sedikit pelajaran untuk referensi masa depan,” jawabnya.

Apa yang dia bicarakan? Pikirku.

“Untuk sekarang, serahkan saja semuanya kepadaku,” lanjutnya. “Aku ingin agar kalian berkumpul disini, sore hari setelah tiga hari dalam waktu game. Apakah itu tidak masalah bagi kalian berdua?”

Tiga hari dalam waktu game hanya sama dengan satu hari di dunia nyata.

“Tidak masalah,” kata Rook.

“Aku juga tidak mempunyai rencana untuk besok, tapi apa yang sedang kau rencanakan?” Tanyaku.

“Mari kita jadikan itu sebagai sebuah rahasia kecil untuk menciptakan kejutan,” kata Marie. “Oh, tapi jika kalian tidak suka dengan ideku, katakan saja, aku akan langsung mengembalikan uang kalian.”

“Tidak, itu tidak masalah bagiku,” kataku. Aku benar-benar tidak memiliki niat untuk mengambil lebih banyak lagi, jadi aku akan membiarkan Marie melakukan idenya.

“Lalu dengan itu, kita telah selesai membagi uangnya,” kata Marie. “Kerja bagus karena telah menyelesaikan quest, kalian berdua.”

“Ya, terima kasih atas bantuannya.” Kataku.

“Terima kasih banyak,” kata Rook.

Dan dengan itu quest pertama yang kami ambil sebagai sebuah party telah berakhir.

Kami melakukan sebuah perayaan kecil, dan pada akhirnya, aku begitu lelah dan segera log out.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. Manusia says:

    Lanjut min..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s