Infinite Dendrogram Volume 1 Chapter 7 A

Volume 1
Chapter 7 – Cobaan Untuk Para Pemula Bagian 1

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

Ibukota Altea, di depan Adventurer Guild—Paladin Ray Starling.

Setelah kami mengambil quest di adventurer guild dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke Gideon, Rook berbicara dan mengangkat tangan kanannya.

“Kalian dapat menyerahkan urusan perjalanan kepadaku,” katanya. Di tangannya terdapat sebuah objek mirip permata berwarna pucat.

“Apa itu?” tanyaku.

“Ini adalah sebuah ‘Jewel’—sebuah item dimana kau dapat menyimpan monster,” jawabnya. “Ini adalah hadiah yang kudapat setelah menjadi model.”

Rook mulai menjelaskan. Selama proses, dia juga menjawab beberapa pertanyaan yang ku ajukan sambil melihat skill yang dia miliki.

Insert6

Menjadi seorang Pimp, dia memiliki skill yang dapat memperkuat bawahannya, dan melihatnya membuatku penasaran tentang apa yang terjadi kepada mereka diluar pertarungan.

Karena kami adalah player, kami akan kembali ke dunia nyata dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, aku penasaran apa yang akan dilakukan oleh minion kecilnya saat kami sedang tidak ada. Aku merasa sedih jika memikirkan ada seorang player yang berhenti bermain setelah meninggalkan beberapa monster atau budak didalam kandang atau sejenisnya.

Masalah seperti itu terselesaikan dengan Jewel, seperti yang ada di tangan Rook.

Jewel pada dasarnya sama seperti item box yang selalu kami gunakan, tetapi benda itu digunakan untuk menyimpan binatang. Benda itu bisa menyimpan semua bawahan yang kau miliki, dan kita juga dapat mengatur agar waktu didalam benda itu tidak berjalan sama sekali.

Penyimpanan itu akan tetap bekerja bahkan setelah player log out, dan jika mereka tidak log in selama dua bulan dalam waktu nyata atau setengah tahun dalam waktu game, Jewel itu akan secara otomatis melepaskan makhluk yang ada didalamnya.

Begitu, pikirku. Memiliki bawahan di dunia yang se realistis ini akan sangat merepotkan jika tanpa benda itu.

Yah, kau juga harus memberi mereka makan dan membiarkan mereka beristirahat di luar Jewel, tapi itu semua adalah kewajiban bagi seorang pemilik bawahan.

Kau juga dapat membuat waktu di dalam Jewel itu berjalan seperti biasa. Ada juga pilihan untuk log out sambil melepaskan para bawahanmu,. Namun, saat berada diluar, para bawahan akan selalu masuk kedalam masalah, jadi apakah itu akan dilakukan atau tidak semuanya tergantung kepada pemiliknya.

“Jadi, kau sudah memiliki monster disana, huh?” Aku bertanya sambil menunjuk Jewel yang ada ditangannya.

“Ya,” jawab Rook. “Mr.Grantzian mengatakan kepadaku untuk memilih satu dari beberapa hadiah, tapi karena aku memiliki skill yang dapat memperkuat monster, aku memilih yang satu ini.”

Pimp adalah job yang memiliki kemampuan bertarung yang rendah, tapi dengan dapat menggunakan monster sebagai gantinya, jadi itu adalah pilihan yang tepat.

“Biar kutunjukkan kepada kalian,” kata Rook. “’Call’—Marilyn.”

Mengikuti perkataannya dan sebuah raungan unik, Jewel itu mulai bersinar.

“MMHOOOOO!”

Dan, benar saja, seekor monster bernama “Marilyn” muncul di depan kami, tapi…

“… Marylin?” Aku mengangkat alisku.

… aku tidak yakin apakah “Marylin” adalah nama yang cocok untuknya.

Jika aku harus mendeskripsikan Marilyn secara singkat maka: seekor triceratops yang menarik sebuah kereta. Tubuhnya yang besar tertutupi oleh cangkang keras berwarna biru, sementara punggung dan bahunya dapat dengan mudah dibandingkan dengan armor berat. Tanduk yang ada di kepalanya sudah cukup mengintimidasi sampai-sampai aku berpikir itu dapat merobohkan dinding benteng.

Sudah sangat jelas bahwa monster itu jauh lebih kuat dari kami. Dia bahkan dapat diadu dengan Demi-Dragon Worm.

Njir, bahkan aku tidak akan terkejut jika dia bisa mengalahkannya, pikirku.

“Ini adalah Marilyn—seekor Trihorn Demi-Dragon,” Rook memperkenalkan monster itu kepada kami. “Kereta naga itu adalah sebuah bonus.”

“Demi-Dragon?” Serius? Pikirku. Kalau begitu, dia benar-benar berada pada level yang sama dengan cacing itu. Nama itu memiliki kekuatan yang besar dibelakangnya.

Aku terkejut sesaat oleh fakta bahwa kau dapat mendapatkan hal seperti itu sebagai hadiah, tapi karena kesulitan questnya lebih tinggi dari pada quest yang ku ambil saat menyelamatkan Miliane, itu tidak terlalu aneh.

“Lalu, kenapa harus ‘Marilyn’?” tanyaku.

“Dia betina, jadi aku menamainya berdasarkan seorang aktris terkenal,” jawab Rook.

Begitu, dia betina, huh? Kalau begitu, kurasa itu tidak masalah, pikirku… Marilyn Monroe mungkin sedang menangis di kuburannya saat ini.

“Wow, sungguh menakjubkan!” komentar Marie. “Meskipun sesuatu sekuat ini mungkin melebihi Minion Capacity milikmu.”

“Minion Capacity?” aku dan Rook bertanya secara bersamaan.

“Oh, kalau begitu, biarkan aku menjelaskannya.” Marie merogoh kedalam item box nya, mengeluarkan sebuah item mirip buku sketsa, dan memulai penjelasannya sambil menggambar sesuatu di buku itu.

Sebuah buku sketsa? Pikirku. Kenapa dia bisa memiliki sesuatu seperti itu? Apakah itu karena dia adalah seorang Jurnalis?

“Pertama-tama, di Infinite Dendrogram, jumlah maksimal orang yang dapat kau masukkan kedalam party adalah enam.” Marie selesai menggambar dan menunjukkan hasilnya kepada kami—diriku, Rook, dan dirinya dalam versi chibi. Detail yang ada pada sketsa itu membuatnya tampak berkualitas tinggi.

“Dalam kasus kita, tiga slot sudah di ambil,” kata Marie. “Sekarang, tiga slot lainnya dapat diambil oleh monster peliharaan atau Embry tipe Guardian.” Marie menambahkan versi chibi milik Baby dan Marilyn.

“Kau mengatakan slot itu ‘dapat’ diambil…. Apakah itu berarti kita bisa membuat para monster bertarung tanpa melakukan hal itu?” Tanya Rook.

“Ya,” jawab Marie. ”Kita bisa tidak memasukkan mereka kedalam party dan memperlakukan mereka sebagai sebuah kekuatan milik pemiliknya. Di situlah Minion Capacity berperan.”

Dibawah gambar Rook, Marie menggambar sebuah pohon diagram kecil yang tersambung ke gambar Baby dan Marilyn.

“Dengan metode ini, mereka tidak akan menggunakan slot party, tapi ada batasan untuk hal itu,” katanya. “Minion Capacity pada dasarnya adalah nama dari batasan itu.”

“Begitu,” aku mengangguk.

“Buka status screen milik kalian dan lihat entri tambahannya.”

Aku melakukan sama seperti yang dia katakan dan melihat layar tambahan yang ada. Benar saja, aku melihat sebuah entri yang mengatakan “Minion Capacity 0/50”.

“Ini ya?” tanyaku.

“Benar, monster yang sesuai dengan Capacity itu akan digunakan sebagai bagian dari kekuatan kalian sendiri,” jelasnya. “Jumlah Capacity yang diambil sepenuhnya tergantung pada monster itu sendiri. Contohnya, seekor Goblin level 1 akan mengambil 1 point.”

Itu artinya aku dapat mengendalikan 50 goblin level 1. Jumlah yang bagus, tapi juga patut dipertanyakan. Aku hanya bisa membayangkan mereka semua dibantai oleh sebuah serangan area.

“Capacity milikku adalah 500, jadi aku dapat mengendalikan 500 goblin level 1,” kata Rook.

Itu sepuluh kali lebih banyak dari pada punyaku, pikirku.

“Pimp adalah sebuah job yang memiliki Capacity besar,” kata Marie. “Meskipun, Ray, karena job milikmu termasuk kedalam kelompok knight, kau akan menggunakan mount, jadi kupikir Capacity milikmu berada di atas rata-rata.”

Mount, huh? Pikirku. Suatu hari aku harus mendapatkannya.

“Bagaimanapun, sekarang aku paham bagaimana cara kerjanya…” kataku.

Jika monster tidak bisa dipanggil tanpa menggunakan slot party, maka job seperti Tamer atau Pimp—yang keduanya memiliki kemampuan bertarung yang rendah—akan kesulitan untuk mendapatkan party. Dengan menggunakan Capacity itu, mereka dapat menghitung monster mereka sebagai kekuatan mereka sendiri, membuat mereka tidak lebih buruk—jika tidak lebih baik—dari pada job lainnya.

“Apa yang terjadi jika kau melewati Capacity itu?” tanyaku.

“Kemampuanmu akan dibatasi dan kau tidak akan mendapatkan XP,” jawabnya.

Itu kerugian yang besar, pikirku.

“Nona Marilyn ini terlalu besar untuk Capacity mu, Rook,” kata Marie. “Demi-Dragon itu kuat dan memiliki harga yang sesuai dengannya.”

Jika aku harus memilih antara bertarung dengan 500 goblin kecil atau seekor Demi-Dragon Worm, aku akan mengambil pilihan pertama tanpa ragu sedikitpun, pikirku. Itulah seberapa lebih kuatnya pilihan kedua itu.

“Karena hal itu, ayo kita masukkan Marilyn kedalam party,” saran Marie. “Lagi pula kita tidak terlalu banyak, jadi kita masih memilki slot yang tersisa.”

“Hei, aku punya pertanyaan! Berapa hargaku?” tanya Baby.

“Harga sebuah Embryo selalu 0,” jawab Marie. “Jika tidak begitu, maka Master yang telah mengevolusikan Embryo tipe Guardian tidak akan bisa mengeluarkan potensi penuhnya.”

Itu benar.

“Yah, penjelasan tadi memakan cukup banyak waktu. Sekarang, mari kita kembali topik utama,” lanjut Marie. “Dengan menaiki kereta naga milik Marilyn, kita dapat mencapai Gideon salama sekitar tiga hari penuh.”

“Lalu kurasa kita harus menyerah untuk melakukannya sekarang dan berangkat besok pagi sebagai gantinya,” kataku. “Apakah kalian berdua mempunyai rencana?”

Yang kumaksud adalah hal-hal dunia nyata. Perjalanan kami ke Gideon akan menghabiskan waktu tiga hari penuh dalam waktu game, yang artinya kami harus menghabiskan sehari penuh dalam waktu dunia nyata untuk hal ini.

“Tidak juga,” kata Rook. “Aku akan bebas sepanjang waktu.”

“Aku juga sama,” kata Marie. “Aku pengangguran saat ini.”

….. Aku tidak tau apakah aku harus tertawa atau tidak setelah mendengar hal itu, pikirku.

*

Keesokan harinya, kami menaiki kereta naga milik Marilyn di jalan menuju Gideon.

Jalan itu cukup lebar untuk menampung dua kereta naga yang berjalan berdampingan dengan mudah. Ukuran Marilyn membuatku penasaran apakah dia akan menutupi jalan, tapi kekhawatiranku kelihatannya benar-benar tidak diperlukan.

Kecepatan Marilyn juga melewati apa yang kubayangkan. Dia dapat menarik kereta naga di jalan menanjak tanpa sedikitpun mengurangi kecepatannya, yang mengingatkanku pada mobil off road 4WD.

Kelihatannya perjalanan kami ke Gideon akan berjalan lancar, pikirku.

Meskipun kami sesekali harus menangani serangan para monster, jadi itu bukan berarti kami dapat pergi kesana tanpa berhenti. Namun, karena kami melalui tempat leveling pemula, para monster itu tidak pernah menyerang kami dalam kelompok besar. Jumlah terbesar yang harus kami tangani sampai saat ini hanya tiga.

Faktanya, Aku, Rook, dan Baby sudah cukup untuk mengalahkan monster-monster itu. Sementara itu, Marie tetap duduk di atas kereta dan menyemangati kami sambil minum teh. Ada beberapa hal yang bisa dikeluhkan dengan hal itu. Namun, dia tidak melakukan hal itu tanpa alasan. Sejujurnya, ini salahku sendiri karena tidak menanyakannya terlebih dahulu.

“Jurnalis” sama sekali bukan job petarung. Namun, Jurnalis memiliki skill khusus yang disebut “The Pen is Mightier than the Sword”, yang meningkatkan XP yang didapat oleh seluruh anggota party dan sebagai gantinya, sang Jurnalis tidak akan bisa bertarung. Skill itu juga tidak bisa dimatikan. Karena hal itu, bisa dibilang kalau Jurnalis itu sama seperti hiasan yang sama sekali tidak berguna dalam pertarungan.

Memang, aku menghargai bonus XP-nya. Dan ya, kami sedang melalui tempat leveling pemula, jadi musuh yang muncul bukanlah sesuatu yang tidak bisa kami tangani sendiri. Dia juga lebih berpengetahuan dari pada kami. Arahan yang dia berikan benar-benar berguna, dan info monster yang dia berikan benar-benar akurat.

Namun, aku tidak punya pilihan lain selain berpikir…. Yah, apapun itu, pikirku.

“Skill itu disebut ‘The Pen is Mightier than the Sword,’ jadi aku menyangka itu akan menjadi sebuah skill yang dapat menyerang dengan menggunakan pena,” kata Nemesis.

“Perkataan itu bukan berarti secara fisik.” Kataku.

Meskipun aku tidak akan terkejut jika dunia ini memiliki sebuah pena yang lebih kuat dari pada pedang, pikirku.

Tidak ada hal lain yang terjadi, dan perjalanan kami berjalan dengan lancar. Karena bonus XP itu, Aku dan Rook telah naik beberapa level. Sekarang aku level 16, sementara Rook level 27.

Pertarungan itu datang dan pergi dengan memuaskan, dan kami sepertinya tidak memiliki kesulitan untuk melawan monster dengan kisaran level seperti ini.

Berbicara soal ‘tidak ada masalah’, jalan pegunungan yang ada didepan kami pernah di hadang oleh seekor monster mirip beruang. Hanya dilihat dari penampilannya saja, kelihatannya itu adalah boss monster di area ini. Namun, bahkan sebelum kami dapat memulai pertarungan dengannya, Marilyn—tampaknya marah karena monster itu menghadang jalannya—telah mengalahkan beruang itu seolah-olah itu sama sekali bukan masalah.

Rook mengambil drop-nya, yang berbentuk ‘box’, jadi ya, itu benar-benar seekor boss monster. Hadiah dari boss monster selalu bagus. Namun, sebagai gantinya, boss monster selalu merupakan makhluk terkuat yang dapat disediakan oleh sebuah area.

Dan monster itu benar-benar tidak tampak seperti itu ketika Marilyn menanganinya, pikirku.

Hal lain yang harus di catat adalah sebagian boss monster itu berkembang biak dan berperan dalam ekosistem, tetapi menurut Marie, ada beberapa mosnter yang berbeda dengan monster lainnya. Mereka disebut UBM—Unique Boss Monster.

Mereka semua—tanpa terkecuali—dilengkapi dengan kemampuan khusus, dan beberapa dari mereka bahkan cukup kuat untuk melibas party kelas atas dengan mudah. Namun, karena mereka adalah makhluk yang cuma satu, bertemu dengan mereka adalah hal yang langka.

Setelah keluar dari Sauda Mountain Pass yang bergelombang, kami memasuki area yang hanya berisi daratan luas. Area itu bernama “Nex Field,” dan jalan yang melewatinya seharusnya akan membawa kami ke Gideon.

Saat kami memikirkan betapa lancarnya perjalanan kami, sesuatu memasuki pandangan kami.

Di jalan di depan kami, ada beberapa kereta yang tampaknya milik para pedagang. Mereka semua sedang diserang oleh kerumunan goblin yang jumlahnya sudah pasti lebih dari seratus.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

2 Comments Add yours

  1. Manusia says:

    Lanjut min..

    Like

Leave a Reply to Manusia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s