Infinite Dendrogram Volume 1 chapter 6 B

Volume 1
Chapter 6 – Pesta Minum Teh dengan Si Kucing Bagian 2

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

Infinite Dendrogram memiliki tiga jenis quest yang dapat diambil oleh seorang player.

Jenis pertama sama dengan quest yang pertama kali kuterima—“random event quest”.

Jenis kedua sama dengan yang Rook lakukan untuk job-nya—“job quest”.

Jenis ketiga adalah “guild quest”. Dengan kata lain, quest yang diterima di fasilitas yang dikenal sebagai “Adventurer Guild.”

Karena kata “guild”, beberapa orang mungkin akan kesulitan membedakannya dengan job guild, tetapi pada dasarnya quest dari kedua guild itu berbeda. Adventurer Guild adalah sebuah layanan yang mengurusi banyak permintaan, seperti pemberantasan, pengawalan, pengumpulan, atau hal-hal lainnya. Setelah terdaftar, siapapun dapat menerima quest, tidak peduli job seperti apa yang mereka miliki atau bahkan apakah mereka Master atau tian.

Tentu saja, aku bukan pengecualian.

Lavelku masih rendah jadi aku memutuskan untuk terus memainkan game ini sambil mencari uang dari permintaan yang ada di sini.

Dan juga, sejak kami bertemu, Aku dan Rook telah membicarakan tentang betapa kerennya jika kami dapat membuat party, jadi kami memutuskan untuk melakukan hal itu sambil mengambil quest yang sama.

Dan dengan demikian…

“… Ada terlalu banyak permintaan sampai-sampai aku tidak tau harus memilih yang mana,” gumamku.

“Benar….” Balas Rook.

Didalam Adventurer Guild, Aku dan Rook sedang membaringkan kepala kami di atas sebuah meja bundar saat kami berdua memeriksa sebuah buku tebal… dan sejujurnya, aku benar-benar lelah.

Buku yang kami periksa adalah katalog quest yang menampilkan semua permintaan yang ada di guild ini.

Buku ini adalah secara ajaib menambahkan permintaan baru dan menghapus permintaan yang sudah diambil, membuat jumlah quest yang ditampilkan bertambah dan berkuran tanpa henti. Juga, itu tidak menampilkan quest sulit yang tidak dapat diambil oleh seorang player.

Bagi kami, itu menampilkan semua quest dengan level kesulitan dari tiga kebawah, dan tampaknya, akses untuk level empat ke atas di dasarkan pada jumlah quest level lebih rendah yang berhasil diselesaikan.

Meskipun ada banyak permintaan yang tidak dapat kami lihat, katalog ini masih terlalu tebal. Kira-kira tebalnya mencapai seribu halaman.

Ketebalan katalog ini, juga, telah disebabkan oleh King of Destruction dan Superior lainnya. Karena King of Destruction menghancurkan Noz Forest, jumlah orang yang ingin melarikan diri dari ibukota meningkat drastis. Ditambah lagi jalan menuju kota lain telah di gunakan sebagai jalur perdagangan. Akibatnya, ada lonjakan besar dalam permintaan untuk mengawal para musafir itu.

Namun, masalah yang kami hadapi adalah…

“… Hadiah dan kesulitan untuk permintaan dari orang-orang yang akan pergi ke Gideon memenuhi katalog ini sampai-sampai aku tidak bisa memilihnya,” kataku.

“Benar…” Kata Rook.

Ada banyak quest pengawalan dengan tujuan City of Duels—tempat dimana kami dapat bertemu dengan Figaro. Namun, itu adalah quest yang memiliki hadiah berbeda meskipun memiliki kesulitan yang sama, dan sebaliknya.

Karena kami tidak dapat menerima quest tanpa memikirkannya dengan matang, quest dengan persyaratan yang mudah sering diambil duluan oleh orang lain dan menghilang dari katalog tepat saat kami sedang mempertimbangkan mereka.

“Juga, quest pengawalan bahkan tidak terlalu menarik,” kataku.

“Benar…” Kata Rook.

Orang yang mengambil quest pengawalan harus melindungi orang yang melakukan permintaan sampai ketempat tujuan. Namun, aku dan Rook adalah player. Kami harus log out beberapa saat sekali, dan kami tidak dapat melakukan satupun perlindungan ketika kami tidak sedang berada didalam game.

Dalam latar game, kami para Master “dikirim kedunia lain beberapa saat sekali”, dan para tian benar-benar memahami hal itu. Oleh karenanya, kami para player tidak cocok melakukan quest pengawalan, jadi sebagian besar dari mereka diambil oleh para tian. Meskipun, ada beberapa pengecualian yang dibuat untuk Master dengan level yang cukup tinggi.

“Mungkin kita harus mencari quest dimana kita harus membunuh atau mengirimkan sesuatu,” saranku. “Meskipun hadiahnya akan lebih kecil.”

“Benar…” Kata Rook.

“… Rook, sampai saat ini kau hanya mengatakan hal itu,” kataku.

“Oh, maaf,” katanya, akhirnya mengatakan hal yang berbeda. “Membaca buku ini membuatku mengingat beberapa hal….”

Dari fakta bahwa dia terlihat seperti seorang anak SMP, aku hanya dapat mengira bahwa dia mengingat waktu ketika dia harus belajar untuk ujian.

“Buku buatan ayah bahkan lebih tebal dari ini…” dia bergumam saat dia terus membalik halaman buku itu dengan tatapan kosong.

Jika wajah Rook yang sebenarnya benar-benar sama seperti di game ini, dia pasti adalah keturunan orang barat.

Kurasa perjuangan untuk menghadapi ujian sama saja di seluruh dunia, pikirku. Ujian masuk universitas yang telah kujalani juga sangat sulit…

“Hmm…”

“Mmm…”

Nemesis dan Baby juga sedang memeriksa buku dengan serius. Namun, itu bukan katalog quest.

Nemesis memeriksa daftar bounty, sementara Baby menatap menu makanan dan minuman yang ada di guild ini.

“Master,” Nemesis berbicara, “Disini dikatakan bahwa orang-orang yang melakukan perjalanan menuju Gideon kadang-kadang bertemu dengan dua boss monster yang memiliki bounty—King of Wolf Pack, Lobohta dan Great Miasmic Demon, Gardranda. Kuharap kita bertemu dengan mereka.”

“Aku tidak yakin apakah aku mau mengalami sesuatu yang sangat jelas berbahaya seperti itu…” kataku.

“Hei, Rook,” kata Baby. “Bukankah menurutmu Special Pudding a la Mode ini akan sangat cocok jika dicampur dengan Death Sauce? Mau memesannya?”

“Kurasa aku tidak mau mengalami sesuatu yang sangat jelas berbahaya seperti itu…” jawab Rook.

Kami mengalihkan perhatian kami dari saran mereka…. yang berbahaya itu dan berkonsentrasi pada katalog quest kami.

Pertama-tama, kami sudah memutuskan hanya akan mengambil quest yang dapat kami lakukan dalam perjalanan menuju Gideon. Rook ingin pergi kesana karena City of Duel memiliki pasar hewan buas.

Dalam kasus Rook… dalam pertukaran informasi kecil kami, aku mengetahui bahwa—meskipun memiliki level dua kali lipat dariku—dia memiliki stats yang rendah. Meskipun MP dan SP miliknya lebih tinggi dari pada milikku, dalam stats lain, aku memiliki dua kali lipat atau lebih dari miliknya.

Kemungkinan kecil itu karena aku menjadi seorang Paladin—sebuah high-rank job—dan kemungkinan besar karena Pimp yang merupakan job milik Rook adalah sebuah job dengan stats rendah. Gaya bermain seorang Pimp tampakntya berfokus pada perjudian—apakah kau memberikan debuff Charm kepada musuh atau mati.

Saat ini, aku benar-benar yakin bahwa itu adalah jati diri Rook. Jika bukan “Pimp,” hal lain yang mungkin dia miliki hanyalah “Angel.”

“Master, sadarlah.” Kata Nemesis. “Kau berperilaku seolah-olah kau terkena debuff Charm.”

“W-Whoa,” kataku, dan tersentak karena hal itu.

Tentu saja, Rook tidak menggunakan skill Charm miliknya kepadaku. Dia bahkan tidak dapat menggunakannya meskipun dia mau, karena itu hanya bekerja pada wanita. Namun, dia begitu tampan sampai-sampai membuat pikiranku melayang dari waktu ke waktu. Bahkan petualang lain yang ada di guild sedang memandang ke arah kami. Sial, bahkan ada beberapa yang menatap tajam kesini.

Rook bukan satu-satunya alasan untuk hal itu, sih—Nemesis dan Baby juga sama-sama cantik. Dengan tiga, dari kami berlima memiliki penampilan yang begitu atraktif, sudah wajar jika kami menjadi pusat perhatian.

….Lima? Pikirku.

“Wew, sudah lama sejak terakhir kali aku mengunjungi Adventurer Guild. Ada sangat banyak quest untuk hari ini, huh?” Marie—Jurnalis yang menjual informasi tentang insiden PK itu—sedang duduk di meja kami.

…..Ok, sudah berapa lama kau ada disini? Pikirku. Aku bersumpah bahwa kami memulai pembicaraan hanya dengan Aku, Rook, Nemesis, dan Baby. Apakah kalian para Jurnalis memiliki beberapa skill yang memungkinkan kalian duduk di meja orang tanpa diketahui?

“Oh? Kenapa kau ada disini, Marie-san?” tanya Rook.

“Aku ada kerjaan yang mengharuskanku pergi ke Gideon, jadi aku memutuskan untuk mengambil quest yang dapat kulakukan sambil pergi ke sana dan aku melihat kalian berdua juga sedang berbicara tentang pergi ke duel city,” jawab Marie. “Aku berpikir bahwa aku hanya tinggal bergabung. Bolehkah aku bergabung dengan kalian?”

Tinggal bergabung, huh…? Pikirku.

“…. Yah, aku tidak keberatan,” kataku. “Bagaimana denganmu, Rook?”

“Sama,” jawabnya. “Faktanya, akan lebih menenangkan jika dia bergabung dengan kita.”

“… Itu benar,” kataku.

Ini akan menjadi pertama kalinya bagiku dan Rook pergi ke kota lain. Marie, disisi lain, telah pergi jauh ke Huang He, jadi tidak diragukan lagi bahwa dia sudah terbiasa bepergian jauh. Itu saja sudah cukup untuk membuat kehadirannya menjadi menenangkan.

Marie bergabung dengan kami untuk memeriksa katalog quest. “Aku menemukan satu dengan judul ‘Permintaan Pemberantasan—Sauda Phantom Sheep,” kata Rook. “Hadiahnya juga tinggi.”

“Oh, yang itu tidak bagus,” kata Marie. “Meskipun lemah, Sauda Phantom Sheep sangat sulit untuk ditemukan. Akan membutuhkan waktu tiga hari untuk mencarinya.”

“Permintaan Pemberantasan—Blue Lemmings. Yang ini juga memiliki hadiah yang bagus,” kataku. “Kita harus membunuh 50 dari mereka, sih.”

“Mereka lemah, monster mirip tikus yang lemah dan mudah ditemukan dan sering datang bergerombol,” jelas Marie. “Seharusnya itu akan mud—“

“Jangan tikus,” kata Rook.

“Rook?” aku menatap ke arahnya.

“Jangan tikus,” dia mengulangi perkataannya.

“O-Ok….”

Sekitar 10 menit berlalu saat kami terus memandangi katalog itu, ketika tiba-tiba…

“Oh! Bagaimana dengan yang ini?” Marie menunjuk ke arah halaman tertentu.

Tingkat Kesulitan Dua, Permintaan Pengiriman—Guild di Gideon, City of Duels.

Hadiah: 30,000 lir.

Tolong selesaikan pengiriman dari Adventure Guild di Ibukota menuju Guild di Gideon.

Ada banyak yang harus dikirim, jadi disarankan hanya mereka yang memiliki storage bag yang menerima quest ini.

Kalian memiliki waktu tiga hari untuk menyelesaikannya.

Catatan. jika kalian mengambil bahan yang dikirim dan lari, kami akan mengirim pembunuh untuk mengejar kalian.

“Request ini berasal dari guild ini sendiri,” jelas Marie. “Kita hanya harus membawa barang dan mengirimkannya ke guild lain, jadi ini bukan hal yang rumit. Hadiahnya juga bagus, jadi secara keseluruhan ini layak untuk diambil.”

….Catatannya sedikit patut dipertanyakan, tapi kurasa itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan jika kami bermain jujur, pikirku.

“Aku setuju dengan quest ini. Bagaimana denganmu, Rook?” Tanyaku.

“Ya, tampaknya itu layak,” jawabnya.

“Sudah diputuskan kalau begitu,” kata Nemesis.

“Sudah? Aku belum sempat makan puddingku saat ini,” keluh Baby.

Semuanya menjawab dengan caranya sendiri.

Apapun itu, kami telah memilih quest pertama yang akan kami lakukan sebagai party.

“Jika sudah ditentukan, kau pergi dan ambil quest ini, Ray.” Kata Marie.

“Hm? Tapi kau adalah orang yang menemukannya, jadi bukankah kaulah yang seharusnya melakukannya?” tanyaku.

“Saat beberapa orang menerima quest yang sama, prosedur yang benar adalah membuat sebuah party dan menyuruh seorang perwakilan untuk melakukan proses pengambilan quest,” jelasnya. “Sang perwakilan juga harus menuliskan job utama miliknya.”

“Yang artinya…?” aku mengangkat alisku.

“Resepsionis guild tidak akan terlalu suka memberikan quest kepada seorang Jurnalis atau seorang Pimp, kan?” Jelas Marie.

Dia tidak salah. Permintaan ini datang langsung dari guild, jadi ada kemungkinan bahwa mereka tidak akan memberikannya kepada orang yang dipertanyakan dalam hal kemampuan. Namun, itu tidak akan pernah berlaku untuk Paladin seperti diriku.

…. Tapi tunggu, diantara kami bertiga, levelku adalah yang terendah. Bukankah itu akan menjadi masalah? Pikirku.

“Bagaimanapun, hal pertama yang akan dilihat adalah labelmu,” kata Rook. “Aku juga berpikir bahwa kaulah yang harus melakukannya, Ray.”

Pertama Marie, sekarang Rook. Mereka setuju dengan hal itu, jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak melakukannya.

Aku membawa katalog itu ke resepsionis guild dan menunjukkan halaman permintaan yang kami pilih barusan.

“Baiklah,” katanya. “Tolong berikan kartu anda dan isi formulir ini.”

Aku memberikan kartu anggita Adventurer Guild yang baru saja kubuat kepadanya dan mengisi semua kolom yang harus ku isi.

“Kami telah memproses penerimaan anda terhadap quest ini,” kata si resepsionis. “Silahkan pergi ke meja itu dan terima barangnya.”

Melakukan seperti apa yang dia suruh, Aku pergi untuk mengambil barang yang harus dikirim dan meletakkannya kedalam storage bag milikku.

Dengan itu, persiapan telah selesai dan kami secara resmi telah mendapatkan sebuah guild quest—sebuah langkah baru dalam karir Dendro kami.

Tingkat Kesulitan Dua, Permintaan Pengiriman—Guild di Gideon, City of Duels.

Tujuan kami sudah jelas.

Dan dengan begitu, kami memulai quest itu.

***

Kerajaan Altar, ???

Sorakan.

Sorakan sejauh apa yang bisa kau dengar.

Itu tidak mewakili apapun selain kesenangan.

Goblin yang tak terhitung jumlahnya sedang mengungkapkan kegembiraan mereka yang luar biasa.

Itu semua karena mereka telah melihat beberapa makhluk. Meskipun memiliki dua kaki dan dua tangan—sama seperti goblin—mereka berbeda dengan mereka… karena mereka adalah manusia.

Para goblin itu kelaparan. Beberapa hari belakangan ini, tidak ada manusia yang melewati wilayah mereka.

Oleh karenanya, para goblin itu—dengan rasa cinta mereka pada daging manusia dan hal-hal yang mereka bawa—telah menjadi sangat kelaparan.

Mereka bertahan dengan memakan monster lain, tetapi dibandingkan dengan rasa manusia dan makanan mereka, hal itu sama sekali tidak memuaskan.

Oleh karenanya, para goblin itu sangat gembira.

Jalur lalu lintas manusia melalui area ini telah terhenti karena sesuatu di pegunungan, dan mereka tidak bisa merasa lebih senang lagi ketika itu berakhir. Karena, sekali lagi, mereka bisa mendapatkan makanan yang mereka sukai.

Manusia berpakaian aneh yang akhir-akhir ini melewati wilayah mereka terlalu menakutkan bagi mereka, jadi mereka hanya bisa menunggunya untuk lewat. Namun, para manusia yang lewat didepan mereka saat ini sama sekali tidak menakutkan.

Oleh karenanya, para manusian itu sendiri dan makanan yang mereka bawa tidak lain hanyalah sebuah pesta bagi mereka.

“Ghgeeeee!”

“Geghyaaaaahhh!”

Mengeluarkan teriakan perang mereka, para goblin itu mulai berlari menuju kereta yang ada di depan mereka.

“Goblin?! Kenapa mereka ada sebanyak itu…?!” Teriak salah seorang manusia.

“Pak, ini terlalu berat untuk kita tangani! Buat para kuda berlari secepat yang mereka bisa!” Teriak manusia lainnya.

“B-Baiklah!”

“Kita juga harus lari!”

Pedagang itu meningkatkan kecepatan keretanya sementara para petualang tian yang bertanggung jawab untuk melindunginya dan barangnya berlari dibelakangnya, mencoba untuk tidak tertinggal.

Para goblin itu hanya berjalan kaki, jadi sudah pasti mereka tidak akan bisa mengejar.

Oleh karenanya, para goblin itu berteriak. Mereka meneriakkan sorak-sorai dan kegembiraan mereka.

“Apa yang mereka lakukan?! Apakah mereka mencoba mengancam kita?!” tanya seorang manusia.

“Abaikan mereka! Tetaplah berlari!” teriak manusia lainnya.

Para goblin itu tidak mengancam mereka. Mereka mungkin melakukan hal itu didepan musuh, tapi ketika berhadapan dengan makanan, tindakan seperti itu tidak ada gunanya. Mereka hanya sedang memanggil.

“Ha ha, sepertinya kita berhasil lolos… Huh?”

Sesaat kemudian, pedagang—bersama dengan keretanya—dihancurkan oleh sesuatu yang jatuh dari langit.

Saat sesuatu itu menginjak-injak mayat—yang sekarang sudah menjadi seperti jus buah—dia berbalik ke arah para petualang.

“Wh-Wha?!”

“A-Apakah itu benar-benar… UBM… Gar—“

Mereka tidak punya waktu untuk mengatakan sesuatu yang bisa dimengerti.

Sesuatu yang ada didepan mereka dan para goblin yang segera mengejar mereka, membuat mereka semua kewalahan.

“GOOOAAAAHHHHH!”

Dan dengan demikian, setelah pesta yang memuaskan, sesuatu itu dan segerombolan goblin itu kembali ke saran mereka.

Mereka semua dipenuhi kegembiraan untuk saat selanjutnya mereka merasa lapar dan melihat pesta lain yang melewati wilayah mereka.

*

Nama area itu adalah “Nex Plains.”

Tempat itu terletak di sebelah selatan Sauda Mountain Pass dan di sebelah utara Gideon, city of duel.

… Dan siapapun yang hendak pergi ke Gideon pasti akan melewati tempat itu.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

 

One Comment Add yours

  1. Manusia says:

    Lanjut min..

    Like

Leave a Reply to Manusia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s