Infinite Dendrogram Volume 1 chapter 6 A

Volume 1
Chapter 6 – Pesta Minum Teh dengan Si Kucing Bagian 1

Penerjemah: Zen Quarta
Editor:
Sumber English: J-Novel Club

Noz Forest—Paladin Ray Starling

Setelah aku dan Rook membeli informasi dari Marie dan berencana untuk bertemu kembali nanti, Nemesis dan aku pergi ke tempat yang dulunya adalah Noz Forest.

“Ini…..” Kataku.

Diluar gerbang utara, terdapat sebuah gurun besar sejauh mata memandang. Hutan itu benar-benar menghilang, hanya meninggalkan sisa-sisa pohon yang telah menjadi arang.

Noz Forest tidakd dapat lagi di gunakan sebagai tempat leveling, maupun layak disebut sebagai ‘hutan’. Dalam simulai pembangunan kota, gurun yang ada didepanku akan menjadi tempat yang bagus untuk membangun sesuatu.

Sayangnya, Infinite Dendrogram adalah sebuah RPG.

Tapi, sulit dipercayai bahwa seorang player dapat mengubah peta sebanyak ini, pikirku.

Aku melihat lubang peluru, bekas ledakan, dan bahkan dapat mencium bau sisa mesiu. Aku tidak memiliki petunjuk apakah Embryo milik King benar-benar sebuah kapal perang, tetapi ada sedikit keraguan bahwa—sama seperti Baldr milik kakak—itu adalah sebuah senjata berat atau sesuatu dalam kategori yang sama.

Hal lain yang perlu dicatat adalah—sementara ketiga pemain lain mengincar para PK secara langsung—King of Destruction telah, yah… menghancurkan peta. Memang, ini cocok dengan julukannya, tapi itu tidak mengurangi masalahnya. Itu sama seperti memotong seluruh lengan hanya karena ada sebuah jari yang sakit.

“….. Ini pasti akan menyebabkan efek samping yang buruk—tak diragukan lagi.” Kataku.

“Orang-orang sudah mulai meninggalkan tempat ini bahkan dengan kecepatan yang lebih tinggi.” Nemesis menambahkan.

Kami berbicara tentang tian lokal.

Pengeboman kemarin telah menyebabkan seluruh negara menjadi panik. Mengira bahwa pasukan Dryfe sedang melakukan serangan kejutan, para Ksatria telah di kerahkan ke gerbang utara. Namun, pada saat itu, pengeboman itu telah berakhir, dan hanya meninggalkan Noz Forest yang sudah terbakar.

Meskipun kelihatannya api itu tidak akan menjalar ke Ibukota, mereka tidak dapat membiarkan hutan itu begitu saja, jadi para Ksatria telah menghabiskan waktu semalaman untuk memadamkannya, dan saat ini masih menangani akibatnya.

Liliana telah mengatakan itu semua kepadaku.

Kami kebetulan bertemu beberapa saat yang lalu, dan dia memiliki kantung berwarna hitam di bawah matanya. Dia bahkan berkata, “Jika kau menjadi seorang Paladin, maka datang dan bantulah kami…” dengan sikap yang agak cengeng.

“Aku tau bahwa kita sedang berada di bawah tanah pada saat pengeboman ini terjadi, tapi aku terkejut karena kita tidak menyadarinya.” Komentarku.

“Aku memiliki hal lain yang perlu di khawatirkan pada saat itu,” kata Nemesis. “Kau, disisi lain, hanya kelelahan dan inderamu menjadi tumpul karena rasa lelah.”

Bagaimanapun, kejadian yang telah mengubah Noz Forest—sebuah tempat yang menjadi berkah bagi para penduduk ibukota—menjadi sudah cukup untuk membuat warga yang sudah tegang, masuk kedalam mode panik. Sejak pagi, jumlah orang yang meninggalkan Ibukota telah meningkat dari waktu ke waktu.

Alasan lain dari meningkatnya jumlah itu adalah karena fakta bahwa keempat grup PK itu telah ditangani. Meskipun para PK khususnya hanya mengincar para Master, para tian juga mungkin akan diserang jika mereka sedang sial, yang membuat arus lalu lintas di ibukota benar-benar terhenti. Hari ini, jalanan sudah dibuka kembali, dam membuat para penduduk bisa keluar dari kota.

Sekarang kalau dipikir-pikir, tian tidak bisa membedakan antara Master dan tian lainnya, pikirku. Meskipun kami para Master menggunakan Embryo dan pada dasarnya abadi, tian dan Master sama-sama manusia. Oleh karena itu, bagi tian, PK tidak lain hanyalah para pembunuh. Itu berlaku ganda untuk PK yang juga mengincar para tian.

“Huft, menangani bisnis PK ini benar-benar memerlukan bayaran,” kataku.

“Bagaimanapun, salah satu tempat leveling tidak dapat digunakan,” Nemesis menyetujui. “Juga, pengalaman horor pada saat di Tomb Labyrinth itu menjadi sia-sia.”

Meskipun kami telah menghabiskan banyak uang untuk hal itu, keuntungan yang kami dapat hanya berlaku selama satu malam. Meskipun aku merasa beruntung karena telah bertemu dengan Figaro.

“Meskipun aku harus mengatakan…” kataku. “Si ‘Superior Killer’ ini berhasil melarikan diri dari serangan yang menghancurkan seluruh hutan.”

Dari apa yang telah Marie katakan kepadaku tentang PK yang ada di Noz Forest, sumber informasi DIN tentang PK tersebut berasal dari Marie sendiri. Muskipun sedikit terlambat, dia pergi untuk mengumpulkan bahan tentang kejadian kemarin tepat pada saat itu terjadi. Saat melakukan hal itu, dia kebetulan melihat si Superior Killer lolos dari serangan yang mengubah hutan menjadi abu itu dan lari menjauh.

Dia mengatakan sendiri bahwa, “Dia menggunakan sebuah skill dengan efek penyembunyian yang menyembuyikan identitasnya, tetapi dari ciri-ciri Embryo yang dia gunakan, aku sangat yakin bahwa itu adalah dia!”

Saat aku menanyakan ciri-ciri itu, dia mengatakan bahwa itu adalah sebuah Embryo berbentuk pistol yang menembakkan peluru berbentuk mirip binatang. Deskripsi itu cocok dengan orang yang telah membunuhku.

Kelihatannya, Superior Killer itu telah menggunakan peluru-peluru itu untuk menangkis semua serangan yang menuju ke arahnya. Dengan melakukan itu, dia dapat mencapai ibukota dengan selamat. Meskipun dia telah bertindak sampai sejauh itu, King of Destruction tidak dapat menyerang ibukota, dan menyerah untuk mengejar Superior Killer.

Ketika semua itu dipertimbangkan, dia telah berhasil melakukan apa yang tidak dapat kulakukan—dalam pertempuran dengan tujuan hanya untuk lari dari musuh yang lebih kuat.

Aku bersyukur karena target balas dendamku tidak di ambil oleh King of Destruction, tapi pemikiran itu membuatku sedikit jengkel.

“…. Kalau begitu, ayo kita kembali,” kataku. “Bagaimanapun, kita memiliki janji dengan Rook.”

“Benar… hm?” Kata Nemesis.

Saat kami hendak kembali ke ibukota, Nemesis menatap ke arah tertentu seolah-olah dia baru saja menyadari sesuatu.

“Ada apa?” tanyaku.

“Menurutmu apa itu?” Nemesis menunjuk ke arah sesuatu, tapi aku tidak dapat melihat apapun disana.

“Apa yang kau lihat?” Tanyaku.

“Disana ada sebuah sumber panas meskipun itu tidak panas.” Katanya. “Tunggu, apakah itu…. distorsi ruang?”

Nemesis berjalan ke arah dimana dia baru saja menunjuk… dan kemudian menghilang.

“…. Huh?! Nemesis!” Aku memanggilnya, berlari ke arah dia baru saja menghilang, dan melewati sebuah tirai tak terlihat.

Aku mendeskripsikannya sebagai tirai karena—meskipun ada semacam penghalang—itu benar-benar lemah. Setelah aku berjalan melalui tirai tak terlihat itu….

“…. Huh?!”

Aku berada di sebuah tempat yang tidak gelap maupun terang, dan kelihatannya tidak memiliki konsep atas dan bawah.

Tempat itu dihiasi windows biru tembus pandang yang tak terhitung jumlahnya dan disana sudah ada dua wajah yang familiar,

Salah satu dari mereka adalah Nemesis, yang menatap balik ke arahku saat aku mengonfirmasi bahwa dia benar-benar tidak terluka. “Master, tempat ini….”

Orang satunya—tidak, kata ‘orang’ tidak cocok untuknya.

“… Ohh? Kenapa kalian ada disiniii?”

Makhluk yang mengoperasikan beberapa window dengan terampil itu adalah Chesire—control AI yang telah kutemui pada saat aku baru mulai memainkan Infinite Dendrogram.

*

Beberapa menit telah berlalu sejak kami mendapati diri kami berada di tempat misterius di balik sebuah tirai tak terlihat.

Aku dan Nemesis sedang duduk di kursi dan meminum teh yang telah disajikan oleh Chesire untuk kami.

Saat kami mulai kebingungan, Chesire berkata, “Aku akan menjelaskan semuanya, tapi hanya berdiri disana saat aku melakukannya tidak akan menyenangkan, kan?” dan membuatkan teh untuk kami.

Awalnya, tempat ini tidak memiliki apapun selain windows—disini bahkan tidak ada lantai—tapi Chesire merogoh kedalam saku-nya dan mengeluarkan kursi dan meja seolah-olah itu adalah hal biasa.

Itu mengingatkanku dengan kartun yang menceritakan tentang robot kucing yang telah aku tonton sejak kecil. Meskipun, tidak seperti robot kucing itu, Chesire memiliki sepasang telinga.

“Jadi, apa yang dilakukan control AI disini?” Tanyaku.

“Pengaturan awal untuk perbaikan lingkungaaan,” jawabnya. “Pekerjaan yang sesungguhnya akan dilakukan oleh control Ai nomor 3 dan 5—Ai yang bertanggung jawab mengelola monster dan lingkungan. Tempat ini pada dasarnya adalah sebuah ruang operasi dadakaaaan.”

Sama seperti gubuk dalam proyek konstruksi, huh? Pikirku.

“Meskipun, hanya kami yang dapat melihat dan memasuki tempat ini,” kata Chesire. “Tapi gadis Embryo disebelah sana sepertinya adalah sebuah Tipe Maiden, dan kurasa hal seperti ini bisa terjadi pada merekaaa. Pada dasarnya dia menyeretmu kemari, bukan, Raay?”

“Apa yang berbeda dari Maiden?” Tanyaku.

“Mereka lebih mirip dengan kami dalam beberapa haaal,” jawab Chesire. “Mereka bahkan tetap memiliki fungsi ****.”

Hm?

“Apa yang baru saja kau katakan?” Aku kebingungan.

“Oh, maaaaf,” Dia minta maaf. “Itu adalah informasi yang tidak dapat kukatakan. Itu bukan hal yang besar, sih, jadi jangan terlalu dipikirkaaan.”

Jawaban itu hanya membuatku semakin bertanya-tanya, tapi Ai mungkin memiliki beberapa kerahasiaan kerja yang harus dia lindungi. Bagaimanapun, kami sudah berada di belakang layar.

Aku juga memiliki hal lain yang ingin kutanyakan, jadi aku memutuskan untuk mengesampingkan hal itu.

“Jadi kau akan memperbaiki area ini?” Tanyaku.

Infinite Dendrogram memprioritaskan realistisme. Itulah alasan kenapa tempat seperti Old Orchad itu bisa diserang oleh serangga, tetapi tempat leveling untuk para pemula seperti Noz Forest seharusnya menjadi pengecualian.

Namun, Chesire menggelengkan kepalanya.

“Tidaaak. Kami tidak akan secara langsung membuat ulang Noz Forest yang saat ini sudah hilang. Namun, kami dapat menyusun beberapa faktor yang bisa memungkinkan tempat ini membentuk lingkungan yang sama. Pekerjaanku adalah mempersiapkan hal ituuu.”

Chesire berhenti berbicara untuk sesaat dan menyeruput teh hitamnya sebelum kembali berbicara.

Bukan itu masalahnya, tapi seekor kucing tidak dapat meminum minuman sepanas itu, pikirku.

“Bagaimanapun, ini adalah dunia bebaaas. Kami—para control AI—tidak akan pernah membatalkan efek dari tindakan makhluk yang ada di dunia ini—tidak peduli apakah mereka player, tian, atau monsteeer. Hasil dari kebebasan itu tidak ada hubungannya dengan kamiii. Namun, ada beberapa pengecualiaaan. Bagaimanapun, kami memiliki sebuah control AI yang bertugas memberi hukumaaan.”

“Hukuman?” Tanyaku. “Jika PK adalah hal yang diperbolehkan, lalu apa yang layak mendapatkan hukuman itu?”

“Hmm… Masuk kedalam daftar buronan sebuah negara, kurasa,” jawab Cheshire. “Kau tau bahwa negara ini memiliki hukum, kan? Namun, ketika ditahan, para player dapat dengan mudah melarikan diri hanya dengan cara logging out atau membunuh diri mereka sendiriii. Tidak ada polisi ataupun ksatria yang dapat mencegah hal ituuu. Itulah sebabnya kami memiliki sebuah control AI yang mengoperasikan penjara untuk para player, dengan nama ‘gaol’. AI itu juga memproses ketidak mampuan player untuk menggunakan save point ketika mereka berada di daftar buroon.”

Itu masuk akal, pikirku. Jika dipenjara dan mendapatkan penalti kematian hanyalah kerugian dalam melakukan kejahatan, beberapa orang mungkin akan terus mengulanginya.

“Itu juga merupakan bagian dari pengaturaaan.” Cheshire melanjutkan. “Seorang Master yang bersalah dan tidak dapat kembali ke save point akan di pindahkan menuju ‘gaol’, dan selesai. Itulah sebabnya kau harus mendaftar di save point di sebanyak mungkin negara yang kau bisaaa.”

“…. Aku sama sekali tidak berniat melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan diriku masuk kedalam daftar buronan, sih,” kataku.

“Itu juga baguuus,” kata Chesire. “Yah, bahkan jika kau masuk kedalam daftar buronan, kau tidak akan di kirim ke ‘gaol’ selama kau tidak mati.”

…… Sistem ini pasti menguntungkan bagi para penjahat yang kuat, pikirku.

“Hmm… Jika ada control AI yang bertanggung jawab melakukan hukuman… apa tanggung jawab yang kau miliki, kucing?” tanya Nemesis.

“Aku adalah control AI yang menangani pekerjaan rumah,” jawab Cheshire.

Pekerjaan rumah? Pikirku.

“Kami para AI juga memiliki kelebihan dan kekurangaan,” jelas Cheshire. “Contohnya, aku buruk dalam hal pengelolaan fungsi. Khususnya ketika berhubungan dengan pengelolaan lingkungaaan.”

“Bukankah itu yang sedang kau lakukan saat ini?” Tanyaku.

“Ini hanyalah pengaturan awal,” jawabnya. “Simulasi lingkungan yang sebenarnya juga akan mencakup pengelolaan entropi partikel awaaan.”

Aku terdiam. Hanya memikirkan tentang skala hal itu sudah membuat kepalaku sakit.

Meskipun kurasa dapat melakukan hal itu adalah salah satu syarat menjadi control AI, pikirku. Yah, Cheshire mengatakan bahwa dia tidak dapat melakukan hal itu, sih.

“Pekerjaan utamaku adalah menjadi pemandu tutorial,” dia melanjutkan. “Pekerjaan itu diberikan kepada control AI dengan sumber sumber daya perhitungan yang belum di alokasikan. Aku menyambut separuh dari seluruh player yang datang kemariii.”

Itu terdengar seperti jumlah yang sangat banyak.

“Faktannya, aku sedang melakukan pekerjaan turorial saat iniii. Seperti iniii.” Setelah mengatakan hal itu, Cheshire membelah menjadi lima.

Lima, kucing dengan warna berbeda berbicara sambil menangani windows yang ada di sekitar mereka.

“Seperti inii,” kata kucing pertama.

“Tapi tidak ada alasan untuk membelah disiniii,” kata kucing kedua.

“Bahkan jika ada lima diriku disini, itu tidak akan mempengaruhi kecepatan kerjaku,” kata kucing ketiga.

“Bagaimanapun, volume perhitungan yang kugunakan sama sekali tidak berubah,” kata kucing keempat.

“Faktanya, ini sedikit meningkatkan waktu perhitungan dan memperlambatku,” kata kucing kelima. Dan dengan demikian, kelima kucing itu kembali menjadi satu.

Aku kembali terdiam. Semua pembicaraan tentang perhitungan ini telah mengingatkanku bahwa saat ini kami sedang berada didalam server game. Ini mungkin pertama kalinya aku melihat penampila teknologi cyber seperti ini.

“Aku ditugaskan menangani pekerjaan rumah karena aku bagus dalam memproses diriku yang lain seperti yang baru saja kutunjukkaaan,” kata Cheshire.

“Begitu,” aku mengangguk. “Jadi, jika kau menyambut separuh player baru, berarti sisanya diambil oleh AI lain, kan?”

“Yaa,” jawabnya. “Bahkan ada AI yang tidak memperbolehkan dirimu untuk membatalkan desain karaktermu setelah kau mengaturnya.”

“…. Ya, aku benar-benar merasa bahwa dia seharusnya mengizinkan hal itu,” kataku.

*

Setelah sekitar 20 menit mengobrol dengan Cheshire , kami memilih untuk permisi.

“Jika penyambutan player baru tidak dihitung, sudah sangat lama sejak terakhir kali aku bertemu seseorang dalam bentuk iniii,” kata Cheshire. “Aku akan memberikan beberapa oleh-oleh untukmuuu….. tapi karena aku adalah bagian dari pengembang, itu akan terkesan pilih kasih—hal yang sangat tabuuu.”

“Aku tidak membutuhkannya,” kataku. “Teh dan kue itu sudah lebih dari cukup. Terima kasih.”

“Benar,” kata Nemesis. “Mereka sangat enak.”

…. Dengan jumlah kue yang dia makan, sebagian dari diriku merasa bahwa kami sudah berada dalam wilayah ‘tabu’, pikirku.

“Oh, ya ampun. Mendengarmu mengatakan hal itu membuatku merasa senang karena telah membuat kue-kue itu,” kata Cheshire.

Kue-kue itu adalah buatan tangan? Pikirku. Itu mengejutkan…. Ok, tunggu dulu. Bagaimana bisa tangan kucing itu membuat kue?

“Kau harus mempertimbangkan untuk menjual mereka di pasar.” Kata Nemesis.

“Aku akan memikirkan hal ituuu,” jawab Cheshire. “Oh, iya. Kau sebentar lagi akan pergi ke Gideon, bukan, Ray?”

Aku sedikit membicarakan hal itu saat pesta minum teh barusan.

“Ya, benar,” kataku.

“…. Kalau begitu berhati-hatilah.” Perkataan Cheshire terdengar tidak menyenangkan.

“Apakah ada hal yang harus kuketahui?” tanyaku.

“Ada, tapiiii….” Dia tampaknya ragu untuk mengatakannya.

Apakah itu adalah sesuatu yang tidak boleh dibocorkan? Pikirku.

“Kalau begitu aku akan membuatnya tetap berada dalam batas aman: ‘Jantung sang iblis terletak di perutnya.”

“Hm?” Aku mengangkat alisku.

“Itu saja,” kata Cheshire. “Meskipun, aku tidak menjamin kalian akan bertemu dengannyaaa.”

Cheshire telah memberiku teka-teki…. Atau petunjuk yang biasanya akan kau temukan di novel misteri. Aku tidak tau.

…. Yah, kurasa aku akan mencatatnya di window memo-ku, pikirku dan langsung melakukannya.

“Aku tidak tau apakah kita akan bertemu lagi, tapi jika kita melakukannya, lalu sampai jumpa lagi,” Cheshire melambaikan tangan.

“Ya, sampai jumpa,” aku membalasnya.

Kami melewati pintu keluar yang telah kucing itu buat dan kembali ke peta sebelumnya. Itu adalah gurun yang sama dengan sebelumnya. Saat aku menanyakan hal itu kepada Nemesis, dia mengatakan bahwa dia tidak dapat lagi melihat pintu masuk menuju tempat kerja Cheshire.

Aku melihat jam dan mengetahui bahwa sekarang sudah pukul tiga lewat di sore hari. Kami telah berencana untuk bertemu dengan Rook pada pukul empat, jadi kami masih punya cukup waktu.

Aku dan Nemesis berjalan menuju tempat pertemuan—sebuah bangunan yang disebut Guild Petualang.

PREV | Table of Content | NEXT


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

4 Comments Add yours

  1. ilo says:

    kucing itu sangat lucuuuuu nyaaw :3

    Like

  2. alone698 says:

    untuk kalimat “aku bertanya-tanya” lebih enak jika di baca “aku ingin tahu”

    Like

  3. Manusia says:

    Lanjut min..

    Like

  4. Manusia says:

    Lanjut min..

    Like

Leave a Reply to alone698 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s