Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 6 Epilog

Arc 6
Epilog – Kehadiran yang Mulai Muncul

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English :
J-Novel Club

Dengan kesepakatan tiga sisi berakhir diselesaikan untuk membentuk aliansi medis antara kerajaan, republik, dan Kekaisaran, sebuah pesta perayaan diadakan pada malam itu di penginapan yang telah kami sewa untuk mengadakan pertemuan itu.

Sejak datang ke negara ini, pesta selalu diadakan setiap kali ada kesempatan, tapi kali ini, orang yang hadir jauh lebih banyak, jadi ini adalah pesta terbesar sampai saat ini.

Sangat disayangkan karena salah satu dari tiga pemimpin, Maria, yang hadir melalui Jewel Siaran Suara, tidak bisa hadir.

“Tolong, datanglah ke negara kami suatu hari nanti,” katanya sebelum mematikan komunikasi. “Saat anda melakukannya, ayo kita minum bersama-sama.”

“Ya, kapan-kapan.”

Meskipun mengingat seberapa jauhnya Kekaisaran, aku tidak tau apakah hari itu akan datang atau tidak. Jika situasi politik di dunia menjadi stabil, kami pada akhirnya akan bisa bepergian ke negara lain untuk melakukan pertemuan, tapi… tidak ada tanda-tanda kalau itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Saat aku memikirkan hal itu…

“Aniki! Apakah kau bersenang-senang?!” sela Kuu.

Kuu, yang sudah mabuk, tiba-tiba merangkulkan lengannya ke leherku. Dampak yang dia sebabkan hampir saja membuatku menjatuhkan minumanku.

“Whoa! Itu berbahaya… Maksudku, menjauhlah dariku. Aku bukan tipe orang yang suka bermesraan dengan pria lain.”

“Itu karena kau tampak murung, Aniki,” dia tertawa. “Kau harus bersenang-senang saat minum.”

Kuu menjauh dariku sambil tertawa.

“Aku menikmatinya,” kataku, merasa lega setelah dia menjauh dariku. “Setidaknya sama seperti yang lainnya.”

“Hm? Baiklah, ok kalau begitu.”

Karena pesta ini sudah berlangsung sangat lama, semua orang sedang melakukan apapun yang mereka mau saat ini. Juna sedang menuangkan minuman untuk Gouran-dono, yang sekarang merupakan teman baik kami, sementara Aisha dan Hal sedang melakukan kontes minum, dan Kaede sedang menonton dan menyemangati mereka.

Leporina sedang merawat Tomoe, yang pingsan setelah mencium bau alkohol, dan Roroa sedang berbicara dengan Taru, yang telah diundang oleh Kuu.

Situasinya berubah menjadi cukup kacau.

“Kau sendiri sepertinya sedang berada dalam mood yang sangat bagus, Kuu,” kataku.

“Benar sekali. Maksudku… Kau tau.” Kuu mengangkat jempolnya, dan melirik ke arah Taru yang sedang berbicara dengan Roroa.

Begitu. Dia berada dalam mood yang bagus karena itu…

 

“Itu” terjadi beberapa jam sebelumnya.

Saat pertemuan selesai, Kuu mengajak kami untuk mengunjungi lokakarya Taru di dekat tebing di Noblebeppu. Itu untuk memberitahu teman masa kecilnya Taru bahwa dia akan tinggal di Kerajaan Friedonia untuk sementara waktu.

Saat kami berada disana, kami juga mengungkapkan identitas kami, tapi dia tidak tampak terlalu terkejut. Bagi pengrajin seperti Taru, mungkin posisi yang dimiliki oleh klien-nya tidak berarti terlalu banyak.

“… Jadi, karena itu, sudah diputuskan kalau aku akan pergi ke kerajaan untuk belajar dari Aniki, dan aku hanya akan membawa Leporina bersamaku,” kata Kuu, menginjakkan kakinya pada sebuah ember yang tergeletak di lantai, dan berpose seperti pelaut.

Saat kami semua menatapnya dengan dingin, Kuu melanjutkan pidatonya. “Oh, jangan khawatir, Nona Taru. Perpisahan kita hanya sebentar. Aku akan tinggal bersama Aniki, melihat bagaimana dia memimpin, dan aku berjanji, suatu hari, aku akan kembali kepadamu sebagai pria sejati. Aku menantikan hari dimana aku kembali ke kampung halamanku.”

Meskipun Taru tidak mengatakan apapun, Kuu terus memberikan pidato perpisahannya.

Sementara itu, Taru sama sekali tidak memperdulikan perkataannya, dan terus memukul logam panas.

Aku tidak tau… Itu adalah pemandangan yang membuatku merasa kasihan pada Kuu.

Kurangnya tanggapan dari Taru membuat Kuu terlihat marah. “Hei! Hei hei, Nona Taru! Aku sedang memberikan pidato perpisahan disini, jadi maukah kau memberikan sedikit tanggapan? Kau akan kesepian tanpa diriku, kan?”

“Tidak juga… saya tidak peduli kemana anda akan pergi, tuan bodoh.”

“Tidak peduli…? Bukankah itu agak kasar? Meskipun kau tidak peduli, teman masa kecil datang untuk mengucapkan selamat tinggal, jadi bersikap sedikit… baiklah kepadaku.”

“Mendengar anda ngoceh saat saya sedang menempa hanyalah sebuah gangguan.”

Kuu tidak bisa membalas perkataan itu, jadi dia menurunkan bahunya dengan kecewa.

… Yah, baik, jika gadis yang dia suka memperlakukannya seperti itu, tentu saja dia akan merasa sedih.

Kurasa aku akan mendengarkan keluh-kesahnya pada pesta malam ini… pikirku sambil mendesah.

Lalu kemudian aku mendengar Taru meletakkan logam yang telah dia tempa ke dalam air. Dia meletakkan beberapa produk logam di atas meja, termasuk yang baru saja dia kerjakan. Bentuknya dengan sebuah bilah kecil di bagian ujungnya tidak lain adalah sebuah pisau bedah.

“Saya mencoba membuat barang yang anda pesan dengan berbagai macam logam,” katanya. “Besi, perunggu, perak, dan beberapa alloy. Apakah anda tau logam mana yang paling cocok untuk ini?”

Taru memiringkan kepalanya.

Ohh, jadi dia sedang membuat contoh pisau bedah.

Meskipun dia bertanya kepadaku mana yang terbaik, aku bukanlah seorang dokter, jadi aku tidak tau. Ada juga alergi logam dan hal lain yang harus dipertimbangkan, jadi aku tidak bisa memutuskan kekuatan dan ketajamannya sendirian.

“Aku harus kembali ke negaraku dan bertanya kepada seseorang yang mengetahuinya…”

“Begitu… Baiklah, kalau begitu saya juga akan pergi ke kerajaan,” kata Taru dengan santainya.

Mata semua orang terbuka lebar. Yang paling terkejut diantara kami semua adalah Kuu, sih, karena dialah yang telah memberikan pidato perpisahan sampai beberapa saat yang lalu.

“Huh?! Kau juga akan ikut, Taru?!”

“Bukan karena saya mau bersama anda, tuan bodoh,” kata Taru dengan tegas. “Saya hanya datang ke kerajaan karena alasan pribadi.” Lalu dia menatap ke arahku dan berkata, “Saya mendengar bahwa raja memintanya, untuk jaga-jaga jika dia harus membuat perlengkapan medis sendiri, dia ingin agar republik mengirimkan seorang pengrajin untuk memberikan pengarahan. Saya akan mengajukan diri untuk menjadi pengrajin itu.”

“Kau datang untuk menjadi pengajar?” seru Taru.

“Saya juga tertarik dengan teknik milik Friedonia,” katanya dengan mata teguh. “Saya tidak hanya ingin mengajar; saya juga ingin belajar.”

“… Baiklah. Kami menyambutmu, Taru-dono.” Aku mengulurkan tanganku kepadanya. “Aku akan mempersiapkan lokakarya khusus untukmu di ibukota. Aku sangat menginginkan agar kamu datang ke negara kami sebagai seorang pengrajin.”

“Mohon bantuannya.” Taru menjabat tanganku dengan erat.

Sepertinya Kuu tercengang oleh perubahan situasi yang tiba-tiba ini, tapi dia segera menenangkan dirinya dan tertawa. “Oh, begitu! Jadi, kau juga akan ikut! Aku tidak peduli sebabnya. Aku senang karena kita bisa bersama-sama!” Lalu dia memukul punggung Taru dengan keras.

“… Aduh. Jangan memukul punggung saya.” Taru menunjukkan tatapan terganggu di wajahnya.

Akan tetapi, karena dia hanya diam saja dan menerimanya, mungkin tidak tidak terlalu membencinya? Mungkin dia ingin ikut agar bisa bersama dengan Kuu?

“Bagaimana aku harus mengatakannya…? Dia memiliki kepribadian yang rumit,” kata Juna sambil tersenyum kecut.

“Mungkin sebenarnya itu hanya untuk alasan yang sederhana, kau tau?” kata Roroa sambil tersenyum bahagia.

Dan kesimpulannya, sepertinya hati seorang wanita adalah sebuah misteri, yang rumit tetapi sederhana.

 

Jadi, setelah diputuskan kalau Taru akan ikut dengan kami, Kuu sedang sangat bersemangat.

Dia meminum susu fermentasi-nya dengan cepat sejak pesta ini dimulai.

Kuu pergi ke tempat Taru berada, dan Roroa datang ke arahku.

“Nyahaha,” dia menyeringai. “Sejak pertama kali datang ke negara ini, kita selalu mengadakan pesta.”

“Kau benar… Hei, tunggu!”

Roroa berbaring dan menggunakan pahaku sebagai bantal. Ya ampun.

Aku meletakkan tanganku di kepala Roroa, dan mulai mengelusnya. “Tiba-tiba berbaring seperti itu adalah hal yang tidak pantas, tau.”

“Aku nggak mabuk. Kau harus tetap santuy saat pesta minum sedang berlangsung,” kata Roroa sambil tersenyum puas saat aku menggulingkan kepalanya kesana-kemari. “Jadi, darling, selanjutnya apa? Bepergian lagi?”

“Selanjutnya apa” … huh?

“Sekarang kita juga harus memikirkan Kuu, jadi kupikir kita akan pulang ke kerajaan untuk sementara,” kataku. “Aku yakin ada pekerjaan menumpuk yang memerlukan perhatianku, dan aku juga khawatir tentang Liscia. Selain itu…”

“Selain itu?”

“Tidak, bukan apa-apa.”

“???”

Ada tanda tanya yang melayang di atas kepala Roroa saat aku terus menepuk kepalanya.

Setidaknya, Roroa tersenyum dengan puas, dan tak lama setelah itu, dia sudah mendengkur. Saat Roroa yang biasanya sangat bersemangat tertidur, dia terlihat seperti gadis muda yang manis. Sambil melihat wajah tidurnya, aku memikirkan apa yang hampir saja kukatakan sebelumnya.

Selain itu… Apa yang Maria katakan membuatku kepikiran.

Itu terjadi setelah pertemuan, saat aku mengucapkan perpisahan kepada Maria. Ekspresi nya yang sebelumnya santai tiba-tiba berubah menjadi serius.

Pada saat aku bertanya-tanya apa yang terjadi, dia memberitahuku dengan suara pelan. “Akhir-akhir ini, monster-monster di wilayah utara telah menjadi semakin aktif.”

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. Zeroyu 88 says:

    LANJUTINN MINNNN!!!! SEMANGAT

    Like

  2. Anonymous says:

    Lanjut

    Like

  3. febrian001 says:

    Mantap lanjut min

    Like

  4. Yadi ryan pratama says:

    Thanks min.. di lanjutkan lagi dong.. seru nih..

    Like

  5. Matamu says:

    Lanjutkeun min….. Semangat!1!1!1!

    Like

  6. Oppai doragon says:

    Thanks min
    Maou-sama akhirnya bergerak

    Like

  7. Zeth Arkhyr says:

    Sangat santuy~

    Like

  8. Kyuiiiiii says:

    Mantul, lanjutkan perjuangan mu hehehehe

    Like

  9. roshamee says:

    Nggak mabok nggak santuy ah ..

    Like

  10. Upil says:

    Mantabs min, lanjut

    Like

  11. Sheard says:

    Karena santuy itu penting XD

    Like

  12. Mitra says:

    Kelar nih min? Enggak ada epilog 2 atau 3 kan? XD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s