Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Arc 4 Chapter 4 A

Arc 4
Chapter 4 – Friedonia Self Defense Force (FDF) A

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English :
Yukkuri

Suatu hari di pertengahan Bulan Kedua tahun 1547 CE

“Oh! Yang Mulia, saya mengucapkan selamat datang kepada anda!” (Moltov)

Setelah melewati pintu menuju studio rekaman Siaran Kerajaan, yang dibangun di dalam istana, aku disambut oleh pose yang berlebihan dari seorang bangsawan paruh baya yang terlihat tampan. Dia adalah ayah Ivan Juniro—orang yang ada dibalik [Silvan], pahlawan Tokusatsu pertama Elfrieden—Moltov Juniro.

“Hai, Moltov. Bagaimana kemajuan pada produksi acara ini?” (Souma)

“Saya memproduksinya dengan mengikuti contoh dari Yang Mulia.” (Moltov)

Sebenarnya beberapa hari yang lalu, putranya Ivan, sebagai Silvan, telah menjadi populer, jadi aku mengambil keputusan untuk menunjuk Moltov sebagai direktur produksi dari acara siaran. Aku ingin menciptakan sebuah sistem dimana kami tetap dapat memproduksi acara itu bahkan ketika aku sedang sibuk dengan pekerjaan lain. Aku merasa bahwa karena Moltov sendiri memiliki kemampuan special effect seperti Ivan, bukankah dia akan sangat cocok dengan tugas ini? Moltov meletakkan tangannya di janggutnya sambil berbicara.

“Hm, memproduksi acara ini adalah pekerjaan yang sulit. Apa yang warga ingin lihat, apa yang mereka tidak ingin lihat, apa yang ingin kami tunjukkan ke publik, apa yang tidak ingin kami tunjukkan… menyeimbangkan aspek-aspek ini adalah tugas yang sangat sulit.” (Moltov)

Dia kelihatannya memikirkan hal ini dengan serius, jadi aku merasa lega.

“… Apakah kau ingin keluar?” (Souma)

“Tidak sama sekali! Ini adalah sesuatu yang layak dikerjakan!” (Moltov)

Moltov tersenyum cerah saat mengatakan hal itu. Entah kenapa aku merasa bahwa dia memiliki ekspresi yang lebih baik dibanding dengan saat dia memaksa putrinya Siena untuk menjadi selirku. Siena sendiri telah muncul di acara Tokusatsu itu bersama dengan kakaknya Ivan sebagai heroine pendukung milik Silvan (posisi yang mirip dengan Electro-Wave Human Tackle di Kamen Rider Stronger[1], atau Diana di Spielban[2]).

[Saya merasa bahwa hidup saya telah memanggil. Jalan kemajuan seorang bangsawan sangat terbatas. Jalan itu antara meningkatkan pencapaian di militer atau urusan dalam negeri, atau menjadi kerabat Keluarga Kerajaan. Karena tidak ada jalan lain selain kedua hal itu, pada akhirnya mereka mencoba melakukan yang terbaik untuk menempuh jalan tersebut. Tetapi Yang Mulia telah mengajarkan sebuah jalan baru kepada ayah saya. Sebuah kebahagiaan dalam memproduksi acara yang membuat warga merasa senang. Saya benar-benar berterima kasih kepada Yang Mulia.]

Dia mengatakan hal itu sambil tersenyum lembut. Geez, sungguh gadis yang baik. Aku tidak percaya bahwa dia memiliki darah yang sama dengan pasangan ayah dan anak yang berisik itu. Mari kembali ke topik sebelumnya. Sama seperti yang Siena katakan, Moltov melakukan pekerjaan produksi acara siaran dengan bersemangat. Aku mengulurkan tanganku ke arah Moltov.

“Aku berharap banyak padamu, Moltov. Jika kau terus belajar dengan giat seperti ini, mungkin suatu hari aku dapat mempercayakan salah satu orb siaran kerajaan kepadamu.” (Souma)

“Apa! Sebuah orb siaran kerajaan!?” (Moltov)

“Ya. Dan kemudian, bukan hanya siaran publik, tetapi aku ingin agar kau membuka sebuah stasiun penyiaran swasta.” (Souma)

Dengan kata lain, aku ingin dirinya membangun sebuah [stasiun penyiaran komersial]. Jika kami hanya melakukan siaran publik, maka jumlah acara yang dapat kami produksi akan menjadi terbatas. Yah, dalam rangka untuk mengimplementasikan hal ini, kami harus menunggu sampai teknologi dan legislasi yang berhubungan dengan penyiaran menjadi lebih maju, jadi itu bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, aku menduga hal ini akan terjadi dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, jadi kami tetap harus bersiap-siap akan hal itu. Moltov tersenyum gembira.

“Jadi saya akan dipercaya untuk mendirikan sebuah stasiun penyiaran swasta?! Mimpi saya membentang semakin luas!” (Moltov)

“Ya, jadi tolong lakukan yang terbaik.” (Souma)

“Serahkan kepada saya!” (Moltov)

Moltov memukul dadanya.

“Ngomong-ngomong, Yang Mulia, kenapa anda kemari hari ini?” (Moltov)

“Oh, iya, itu benar. Kurasa Juna mungkin ada disini…” (Souma)

“Juna Dohma-dono, kan? Saat ini dia sedang berada di tengah siaran [Acara Edukasi].” (Moltov)

Moltov menunjuk ke arah studio. Saat ini adalah waktu untuk siaran langsung [Acara Edukasi] milik Juna. Lagu yang saat ini Juna nyanyi dan tari-kan adalah [West Breeze One After Another[3]]. Itu adalah lagu favoritku di dalam acara musik anak-anak di TV Edukasi NHK “Menyanyikan Odoronpa![4]”. Pemandangan Juna-san yang sedang menari dengan kibaran syal yang terpasang di lengan bajunya, benar-benar membuatnya terlihat seperti bidadari. Aku secara refleks langsung memikirkan sebuah pantun: “The pathways of cloud, seal up![5]

Saat acara itu akhirnya selesai, Juna-san berlari ke arahku sambil masih mengenakan kostumnya.

“Ada apa, Yang Mulia? Anda seharusnya tidak memiliki jadwal untuk berkunjung kemari hari ini, kan?” (Juna)[

“Tidak, aku tidak memilikinya. Hanya saja, ada sedikit sesuatu yang ingin kuminta dari Juna-san.” (Souma)

“Saya?” (Juna)

Juna-san bertanya dan aku menganggukkan kepalaku.

“Untuk tiga hari mulai dari besok, aku akan pergi dari ibukota untuk bertemu dengan seseorang tertentu, jadi aku ingin Juna-san datang bersamaku sebagai pengawal.” (Souma)

“Saya tidak keberatan, tapi… Itu artinya anda akan absen dari ibukota selama tiga hari?” (Juna)

Juna-san sedikit memiringkan kepalanya.

“Dengan segala hormat, tetapi bukankah urusan pemerintahan akan terhenti dengan absennya Yang Mulia?” (Juna)

“Ah, itu tidak masalah, karena hal yang kuminta Ginya buatkan telah selesai.” (Souma)

Aku meminta Ginya Maxwell, orang yang memproklamirkan diri sebagai [Over Scientist] dan juga tunangan Komandan Royal Knight Ludwin, untuk membuat “sebuah benda tertentu.”

Kemampuanku, [Living Poltergeist], adalah sebuah kemampuan untuk membagi kesadaranku dan memindahkannya ke objek lain untuk membuat mereka bisa melayang dan mengendalikan mereka melalui sudut pandang mata burung, tapi jarak efektif dari kemampuan ini hanya 100 meter. Oleh karenanya, ketika aku membuat pena bekerja di kantor, aku harus berada dalam radius 100 meter dari kantor tersebut sepanjang waktu. Karena alasan itu, aku begitu sibuk dengan pekerjaanku sampai-sampai tidak bisa pergi keluar Ibukota selama lebih dari satu hari kecuali sedang terjadi keadaan darurat.

Setelahnya aku mengetahui bahwa jarak efektif dari kemampuanku dapat dihilangkan jika objek tempat kesadaranku dipindahkan adalah sebuah boneka, tapi sayangnya, aku tidak bisa menulis dengan baik menggunakan boneka. Meskipun aku dapat menulis dengan baik saat mengendalikan pena secara langsung, tapi sangat sulit untuk membuat boneka memegang pena dan menulis. Itu seolah-olah seperti saat kau menggunakan remote kontrol untuk menggerakkan sebuah tangan robotic untuk memegang sebuah pena. Bahkan saat aku berkonsentrasi sepenuhnya pada hal itu, aku hanya bisa menulis sebuah surat resep dari dokter.

Aku tidak boleh meninggalkan tulisan seburuk itu di dalam dokumen yang penting. Bagaimanapun, ada banyak dokumen dimana setiap kesalahan membaca bisa menjadi masalah serius. Kesimpulannya, meskipun menggunakan boneka dapat menghilangkan jarak efektifnya, itu tidak mengubah situasi saat ini dimana aku tidak bisa meninggalkan Kerajaan dalam waktu lama. Jadi aku berpikir seperti ini “Kuharap aku memiliki [sebuah boneka yang dapat menulis surat]”. Dengan begitu aku tetap dapat bekerja meskipun aku sedang berada di tempat yang jauh, dan dengan begitu aku dapat meninggalkan Ibukota dengan santai.

Kemudian, Ginya muncul di atas panggung. Dengan tulang nada sebagai dasarnya, digabungkan dengan berbagai material logam dan biological, dia dapat menciptakan naga mekanik [Mechadra]. Kemudian, aku menemukan bahwa kemampuanku dapat menggerakkannya sama seperti seekor naga asli. Aku memintanya untuk membuat benda itu, dan dia menyelesaikannya hanya beberapa hari yang lalu, benda itu bernama [Kobo Arm Mark I].

“Ini… Bagaimana saya harus mengatakannya…?” (Juna)

Setelah menunggu Juna-san berganti pakaian, kami pergi ke kantor urusan pemerintahan untuk menunjukkan objek yang kumaksud, dan Juna-san kehabisan kata-kata. Jarang bagi Juna-san untuk menunjukkan ekspresi seperti itu, tapi itu tidak terlalu mengejutkan, karena [Kobo Arm Mark I] adalah hal yang sangat ‘mengerikan’. Terdapat sebuah tangan mekanik yang sangat mirip dengan tangan asli terpasang di sebuah lengan berbentuk L. Sederhananya, itu sama seperti sebuah tangan penggerak buatan, tapi… Ginya… Kenapa kau membuatnya tampak begitu nyata?

Aku memasang [Kobo Arm Mark I] ke sebuah mannequin yang telah dipersiapkan dan mencoba untuk benar-benar menggerakkannya menggunakan [Living Poltergeist]. Lalu, [Kobo Arm Mark I], yang telah menjadi tangan boneka mannequin, mulai bergerak dengan lancar, memegang pena, dan menulis sebuah surat di atas kertas. Karena bentuk dari tubuhnya, perasaan mengerikan dari benda ini menjadi berlipat ganda. Mungkin, inilah yang disebut sebagai [uncanny valley[6]]?

“Para pejabat yang melihat benda ini bekerja selalu tertegun dalam sekejap. Para maid dan pelayan yang membawa teh keruangan ini juga sering berteriak dan pingsan.” (Souma)

“Apa yang mereka rasakan… Saya benar-benar memahaminya.” (Juna)

Seperti yang diduga, bahkan Juna-san menunjukkan sebuah senyum kaku. Karena ini terlihat seperti adegan menakutkan dalam film horor.

“Yah bagaimanapun, berkat benda ini, aku dapat meninggalkan Ibukota. Kelihatannya benda ini menggunakan material berharga sehingga mungkin aku tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat, tapi mungkin aku bahkan sama sekali tidak perlu berada di istana ketika benda ini diproduksi secara massal.” (Souma)

“Saya tidak ingin melihat pemandangan dimana ada banyak tiruan benda ini yang bergerak disana-sini…” (Juna)

Juna-san berkata demikian, dan aku sangat menyetujuinya. Di sebuah ruangan dimana tidak ada seorangpun di dalamnya, sebuah boneka bertangan satu terus menulis surat… Hanya membayangkannya dapat menguras poin SAN milik seseorang. Juna-san menggelengkan kepalanya seolah-olah untuk menenangkan dirinya.

“Namun, Yang Mulia, kenapa kali ini anda memilih saya sebagai pendamping? Kenapa bukan Tuan Putri, Aisha-dono atau Roroa-san?” (Juna)

“Yah… itu karena orang yang akan kutemui adalah musuh yang tangguh. Aku ingin agar Juna-san membantuku. Jika aku memilih yang lain… aku merasa… bahwa mereka akan menghadapi musuh yang terlalu berat untuk mereka.” (Souma)

“… Dan orang yang akan anda temui adalah?” (Juna)

“Komandan Tertinggi Friedonia Self Defense Force (FDF) saat ini, Excel Walter.” (Souma)

“… Begitu. Jadi itu adalah Ibu Besar…” (Juna)

Saat aku menyebutkan nama orang yang dapat dianggap sebagai neneknya, Juna-san mengangguk seolah-olah memahami alasanku. Namun, dia segera memiringkan kepalanya.

“Tapi, Yang Mulia. Ibu Besar selalu menjadi sekutu Yang Mulia, kan? Dengan mengatakan seorang ‘lawan yang tangguh’, apakah ada sesuatu yang memerlukan tindakan konfrontasi seperti itu?” (Juna)

Juna-san menunjukkan wajah cemas, jadi aku menggelengkan kepalaku.

“Tidak, bukan itu. Alasanku meninggalkan Ibukota selama tiga hari adalah untuk memeriksa perkembangan proyek yang telah kukerjakan bersama Excel, tapi… selain hal itu… sebenarnya, tampaknya Hakuya dan Marx baru-baru ini melakukan kontak dengan Excel.” (Souma)

“Perdana Menteri dan Chamberlain? Kenapa… Apakah ada hal yang serius?” (Juna)

“Ah, tidak, ini bukan masalah besar. Ini juga bukan sebuah rahasia. Kelihatannya mereka berdua hanya berkonsultasi dengan Excel, tapi… topik dari konsultasi itu…” (Souma)

“…. Apa topik dari konsultasi itu?” (Juna)

“Itu… kelihatannya mereka berdua mendiskusikan tentang ‘menunjuk seorang wanita’ untukku…” (Souma)

Pada saat aku menyebutkan hal itu, mulut Juna-san sedikit berkedut. ‘Menunjuk seorang wanita’ adalah sebuah kebiasaan bagi masyarakat atas di negara ini (para bangsawan di atas gelar Ksatria), ketika seorang lelaki telah dianggap dewasa oleh Keluarga tersebut, seorang wanita ‘berpengalaman’ akan dipercayakan kepadanya. Agar dimasa depan, lelaki itu tidak akan malu saat menyambut istri barunya, wanita itu akan mengajarkan lelaki itu… ‘etiket malam’. Metode pengajarannya adalah melalui pelajaran kelas yang mirip dengan kelas pendidikan kesehatan dan fisik, tetapi… ada juga ‘pelajaran praktek’. Aku menggaruk kepalaku dengan keras.

“Aku juga merupakan seorang pria yang sehat dan Liscia, Aisha dan Juna-san selalu berada di sisiku. Bahkan jika mereka membiarkanku begitu saja, mereka berpikir bahwa aku akan meletakkan tanganku pada salah satu dari kalian, jadi masalah ini tidak pernah diperbincangkan… Tapi, karena aku tidak pernah meletakkan tanganku pada… siapapun tidak peduli sudah berapa lama waktu berlalu, kelihatannya Marx menjadi tidak sabar dan kemudian mengatakan bahwa harus ada sedikit pembelajaran untuk masalah ini. Hakuya kelihatannya juga setuju dengan pendapat itu.” (Souma)

“Begitu… Jadi seperti itu.” (Juna)

Juna-san mengangguk sambil menunjukkan ekspresi kaku. Aku melanjutkan ceritaku.

“Dan kemudian, mereka berkonsultasi kepada Excel yang telah hidup selama 500 tahun dan sangat berpengalaman dalam hal percintaan. [Apakah anda mengetahui wanita yang cocok untuk hal ini?] dan kemudian…” (Souma)

“… Entah kenapa, aku memiliki firasat buruk.” (Juna)

“Excel mengajukan dirinya sendiri.” (Souma)

“TUA BANGKA ITU!” (Juna)

Juna-san berteriak, yang tampak benar-benar tidak seperti dirinya. Kelihatannya dia tidak dapat terus merasa tenang ketika membayangkan situasi dimana tunangannya (meskipun ini masih rahasia) dan neneknya memiliki sebuah ‘hubungan’. Rasanya ada campuran antara rasa kesal dan marah di wajahnya… Ini terlihat agak tidak nyata. Ngomong-ngomong, saat Excel ditanyai hal itu,

[Ara, bukankah akan lebih baik jika aku yang melakukannya? Aku sangat berpengalaman dalam hal ini dan karena aku berasal dari ras berumur panjang, aku tidak akan hamil, jika itu hanya beberapa kali. Ufufu.]

Tampaknya dia mengeluarkan tawa seperti itu. Namun, menurut Marx dan Hakuya yang berkonsultasi kepadanya, berkebalikan dengan penampilan mudanya yang cantik, matanya bersinar seperti [ular laut yang menemukan mangsanya]. Ya-Yah, seperti yang diharapkan dari seorang Ras Naga Laut. Juna-san benar-benar terganggu oleh hal ini.

“Ini adalah apa yang saya dengar dari Axela-obasama (Putri Excel, Ibu Carla). Ketika oba-sama masih gadis, Ibu Besar menggoda setiap pria yang jatuh cinta kepada oba-sama dan kemudian Ibu Besar menggoda oba-sama menggunakan hal itu.” (Juna)

“Woa… itu sangat buruk…” (Souma)

“Yah, kurang lebih, targetnya adalah orang-orang yang sama sekali tidak membuat oba-sama tertarik dan hal itu hanya dia lakukan untuk membuat mereka menyerah dengan cinta mereka kepada oba-sama… Oba-sama mengatakan hal ini dengan ekspresi lelah, [Aku tidak ingin melihat teman sekelasku yang benar-benar ditolak saat menyatakan cinta kepada ibuku sendiri.]” (Juna)

Itu… yah. Memang, saat aku pertama kali bertemu dengan Castor, dikatakan bahwa dia pernah jatuh cinta kepada Excel. Memang, dia adalah wanita yang sangat cantik dan jika aku tidak membangun penangkal berkat Liscia dan yang lain, aku mungkin juga akan jatuh cinta kepadanya.

“Ya-yah, itulah sebabnya aku ingin agar Juna-san menemaniku. Jadi?” (Souma)

“… Saya paham. Saya akan melindungi Yang Mulia menggunakan tubuh dan jiwa saya.” (Juna)

Juna-san membungkuk sambil menunjukkan wajah yang seolah-olah menyembunyikan tekadnya. Tentu saja, aku tidak akan menanyakan dia akan melindungiku dari apa. Kemudian Juna-san terlihat seolah-olah dia mengingat sesuatu, dan dia kemudian memalingkan wajahnya seolah-olah malu karena sesuatu. Penasaran dengan hal itu, aku menunggu Juna-san untuk mempersiapkan dirinya untuk berbicara.

Ano… Yang Mulia… Masalah kali ini… Umm… Bukanlah semuanya… akan selesai jika Yang Mulia meletakkan tangan anda? Kepada salah satu dari Tuan Putri, Aisha-dono, Roroa-san… atau… saya…” (Juna)

Dia mengatakan hal itu sambil menunduk sebelum melirik ke arahku dengan tatapan meminta. Hal itu menghantam hatiku dengan keras, namun, aku menahannya dengan kuat (meskipun Marx akan mengatakan bahwa aku seharusnya tidak melakukan hal itu).

“Aku percaya bahwa… melakukan… hal itu, akan lebih baik ketika aku sudah benar-benar tenang. Karena ini adalah sebuah tindakan untuk membangun sebuah ‘keluarga baru’, sebelum itu, aku ingin membangun sebuah ‘rumah yang kokoh’. Itulah sebabnya, setelah upacara pernikahan selesai dan kita menjadi pasangan yang sebenarnya, maka…” (Souma)

“Begitu…” (Juna)

Juna-san terlihat sedikit kecewa, tapi dia segera tersenyum lembut.

“Saya pikir ini benar-benar seperti Yang Mulia. Saya merasa bahwa anda benar-benar menyayangi kami.” (Juna)

“Tentu saja!” (Souma)

“Kalau begitu, saya akan menantikan ‘saat itu’.” (Juna)

Senyum itu sangat manis sampai-sampai aku menarik tubuh Juna-san ke arahku. Saat memeluknya, dia terasa lembut dan harum.

Aku masih belum membangun sebuah rumah yang kokoh saat ini… tapi kurasa hal seperti ini masih bisa dimaafkan.


Catatan Penerjemah

[1] Kamen Raider Stronger, tayang 5 April 1975 sampai 27 Desember 1975.

[2] Jikuu Senshi Spielban, tayang 7 April 1986 sampai 9 Maret 1987.

[3] Nishikaze rairai

[4] Utatte Odoronpa! Sebuah acara televisi anak-anak yang tayang dari tahun 1995 sampai 2006

[5] Ini adalah sebuah pantun tanka waka dari Kokinshu (KKS XVII: 872) yang ditulis oleh Yoshimine no Munesada (Soujou Henjou) salah satu dari enam pantun Waka terbaik dan salah satu dari tiga puluh enam pantun abadi. Sajaknya adalah:

天津風O, Heaven’s winds,

雲の通ひ路The pathways of the clouds

吹き閉ぢよSeal up!

をとめの姿Let these maiden forms

しばしとどめむBe held here a little while!

Ngomong-ngomong, bidadari (maiden) yang ada pada sajak tersebut mengacu pada penari Gosechi yang diri mereka sendiri merepresentasikan tarian Tennyo (Tarian Bidadari).

[6] Uncanny Valley adalah hubungan hipotesis antara objek yang mirip bagian tubuh manusia dan tanggapan emosional terhadap objek tersebut. Hal ini dapat menyebabkan rasa ketakutan kepada orang yang mengalaminya

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

12 Comments Add yours

  1. Postman says:

    “… Begitu. Jadi itu adalah Ibu Besar…” (Juna)
    Bukannya kata yg lbh tepat itu nenek y?
    Ato itu memang aslinya?

    Like

  2. poncho says:

    Haha..salut ama penulisnya kg tergesa-gesa dalam membuat masalah asmara souma

    Like

  3. Rais says:

    Akhirnya ada pelukan, wkwkk…. Ah dasar laki2 ga peka

    Like

  4. Hellion says:

    Curiga adenya si souma gk bisa bangkit kayanya. Nolak terus meskipun udh dpt boarding pass. Padahal tinggal take off tuh

    Like

  5. acang says:

    Ty. Akhirnya cerita comedy romacenya berlajut. Apakah yg terjadi selanjutnya. Matabz.

    Like

  6. Sukebe_Noise says:

    Makasi min,,, reason to live +1
    Hahaha

    Like

  7. Sathreeo says:

    anjir… neneknya juna nakal:v

    Like

  8. zaraka says:

    kalimat langka dari juna san

    Like

  9. WebIndo says:

    Ntaps min… Terbaiklah

    Like

  10. Homo Sapiens says:

    Yey… juna-san dapet scene lagi… ngship banget ama shoma x juna… anyway.. thanks min..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s