Fureimu Oukoku Koubouki Chapter 2 D

Volume 1
Chapter 2 Bagian 4

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Daikyun Translations

  • Rond de Terra – Kantor

Di dalam ruangan yang tidak terlalu luas, terdapat kursi dan meja yang diletakkan di samping jendela. Furnitur yang ada di ruangan itu bukan hanya mewah dipandang, tetapi pengrajin yang mengerjakannya sangat ahli sampai-sampai siapapun yang melihatnya akan terkagum-kagum. Dan di atas meja yang indah itu terdapat sebuah lautan emas.

“Eri—Lagi?”

Gadis yang berjalan kedalam kantor itu membuka lebar matanya setelah melihat sebuah pemandangan yang akan membuat orang lain berteriak “Ah, sebuah pembunuhan!”, tapi segera menghela nafas lega setelah melihat gerakan tubuhnya yang naik dan turun yang menandakan bahwa dia masih bernafas.

“… Erica-sama… Erica-sama!”

“Uhh… Hmm… Hmm? Emily? Ada apa? Apakah sudah pagi?”

Gadis yang dipaksa bangun dengan guncangan yang kuat itu, membelai rambutnya yang ada di atas meja membentuk sebuah lautan emas dengan suara “pasha”, dan mengangkat kepalanya. Karena dia tidur tergeletak di atas meja, pola kayu yang ada di meja itu tercetak dengan jelas di dahinya. Melihat postur tidur milik tuannya yang tidak cocok untuk seorang Nona, Emily yang telah lama melayani Erica sebagai Kepala Keluarga Duke Rond de Terra menghela nafas berat, dan melirik ke arah tumpukan dokumen yang ada di samping Erica.

“… Apakah anda begadang lagi? Bangun sampai malam akan mempengaruhi kesehatan anda, kecantikan anda—“

“[Dan efisiensi kerjaku], kan? Kau sudah berkali-kali mengatakannya, Emily.”

P 074

Erica menguap, meletakkan tangan kirinya di atas siku kanannya, dan melakukan peregangan. Erica yang berumur 19 tahun itu membusungkan dadanya, yang untuk umurnya, terlihat tidak berkembang. Menyedihkan memang. Jika seseorang harus mendeskripsikannya dengan kata-kata, maka itu adalah “papan cucian”.

“… Awalnya aku hanya berniat menyelesaikan satu bagian, kemudian aku tidak sengaja… Kau mengerti, kan?”

“Tapi sepertinya saya juga mendengar alasan yang sama kemarin?”

“Kemarin adalah kemarin. Ditambah, pada saat itu aku sedang sibuk dengan reformasi pertanian—“

“Itu kemarin lusa.”

Erica mengalihkan pandangannya dari tatapan dingin Emily sambil tertawa canggung, “Hahaha”. Emily memelototinya untuk beberapa saat, dan akhirnya mendesah dalam-dalam.

“… Anda bekerja terlalu keras, Erica-sama. Tolong belajarlah untuk malas… Itu kurang tepat, tolong belajarlah untuk lebih menyayangi diri anda sendiri.”

“Aku akan mengingatnya.”

“Jangan hanya mengingatnya, lakukan itu. Orang yang dapat mengendalikan diri anda adalah diri anda sendiri.”

“Ya ya ya, Aku tau. Lain kali aku akan lebih berhati-hati.”

Erica bergumam “Emily benar-benar bertele-tele” dengan pelan, dan menatapnya sambil menggembungkan pipinya. Dia memiliki rambut dan mata berwarna hitam yang cukup langka di Flame, dan mengenakan seragam maid dengan rok panjang. Pakaian hitam dan tatapan dinginnya memberikan kesan menindas dan cantik. Gadis ini, Emily Notesfilt menyadari tatapan tuannya, dan bertanya dengan bingung.

“Ada apa?”

“Tidak, bukan apa-apa. Jadi? Kau datang kemari hanya untuk membangunkanku? Untuk mengatakan bahwa aku akan terkena flu jika tidur seperti itu?”

Mendengar perkataan Erica, Emily menepukkan tangannya, dengan sebuah ekspresi yang menunjukkan “Ah, aku lupa”. Reaksi manisnya yang kontras dengan penampilan luarnya membuat Erica tersenyum kecut.

“Bukan itu. Baru saja, Tuan [Matsushiro Kouta]-san dari Rarkia telah tiba.”

Senyum kecut itu menghilang saat wajahnya menjadi pucat.

“T-Tiba? A-Apakah aku sudah terlambat? Oh tidak! Aku harus segera menemuinya!”

“Anda tidak perlu tergesa-gesa. Dia saat ini sedang menurunkan barang bawaannya dari atas kereta.”

Melihat Emily mengatakan hal itu seolah-olah tidak ada yang salah. Wajah Erica kembali memucat.

“Kau membiarkannya menurunkan barang bawaannya sendiri? Emily, apa yang kau pikirkan? Bagaimana bisa kau membiarkan tamu kita—“

“Saya juga merasakan hal yang sama. Namun… ketika saya hendak menolongnya, dia berkata. [Aku dapat menanganinya sendiri] dan menolak semua bantuan. Dia bertindak sangat wajar terhadap hal itu, jadi saya tidak berani mengganggunya.”

Saat dia mendengarkan penjelasan Emily, wajah pucat milik Erica kembali menjadi normal, dan disaat bersamaan, sebuah ekspresi bingung muncul di wajahnya. Seseroang yang mengunjungi kediaman penguasa sebuah wilayah menurunkan sendiri barang bawaannya, itu adalah sesuatu yang belum pernah dia dengar sebelumnya.

“… Hal ini mungkin bisa menyebabkan masalah, tapi… seharusnya ini baik-baik saja. Mari kita anggap ini sebagai hal yang bagus.”

“Setidaknya ini lebih baik dari pada dia menjadi orang tak berguna yang hanya bisa mengacungkan jarinya dan memerintahkan orang yang ada disekitarnya.”

Erica menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Emily, dan meregangkan badannya. Meskipun tulangnya membuat suara gemeretak yang tidak cocok dengan umurnya, dia tidak memperdulikan hal itu, dan mengulurkan tangannya untuk mengambil topi yang ada di atas meja.

“… Meski begitu, bukankah tidak sopan jika kita membuat orang lain menunggu? Ayo.”

Dia meletakkan topi itu di atas kepalanya dengan hati-hati, dan sedikit memperbaiki posisinya. Melihat Erica menunjukkan wajah gembira setelah menemukan tempat yang sempurna di atas kepalanya, Emily terlihat agak enggan.

“Erica-sama, anda mau menggunakan itu lagi? Saya minta maaf karena menentang anda, tapi menurut saya itu tidak cocok dipakai di dalam ruangan… Ditambah, bukankah itu terlihat tidak sopan bagi tamu kita?”

“Ini bukan [lagi], sih. Topi ini harus dipakai selama kejadian penting. Bagaimana? Apakah ini cocok denganku?”

“Tentu saja itu cocok dengan anda… Tapi bukan itu yang sedang kita bicarakan.”

“Aku tau. Tapi sekali lagi, ini adalah satu hal yang tidak akan pernah kutinggalkan. Jadi, meskipun ini akan terlihat tidak sopan…”

—Tapi kau akan memaafkanku, kan?

Erica mengedipkan matanya. Melihat hal itu, Emily hanya bisa menghela nafas.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s