Fureimu Oukoku Koubouki Chapter 2 C

Volume 1
Chapter 2 Bagian 3

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Daikyun Translations

“Umm… [stasiun] yang kau maksud adalah sejenis tempat untuk bermalam, kan?”

“Ya, itu benar. Kuda adalah binatang, dan mereka harus beristirahat jika mereka lelah. Dalam beberapa kasus mereka harus benar-benar digantikan. Selain itu, tidak mungkin seorang kusir dapat mengendarai kereta seharian penuh tanpa kelelahan, dan hal yang sama juga berlaku untuk para penumpang, mereka pasti lelah setelah duduk di kereta sepanjang hari. Untuk menghilangkan kelelahan semua orang, ada banyak stasiun yang dibangun di sepanjang jalan raya.”

“Dengan kata lain, stasiun adalah tempat yang dilewati banyak manusia, kan? Aku bertanya-tanya apakah tempat seperti itu cukup berkembang, sampai pada titik mereka bisa dikatakan sebagai sebuah kota. Apakah aku salah?”

Mendengar pertanyaan Kouta, Noel tiba-tiba menyadari apa yang Kouta maksud dan menggelengkan kepalanya.

“Oh, jadi itu masalahnya. Umm…. Apakah saya salah jika berpikir bahwa anda mengira bahwa akan ada kota sebesar Rarkia yang didirikan di sepanjang Jalan Alex?”

“Ya, itu benar. Ada apa?”

“Meskipun saya tidak tahu dari mana Kouta-sama berasal…. Tapi dari apa yang saya tahu, tidak ada seorangpun di benua Orkena yang akan mendirikan kota di dekat jalan raya. Jika seperti itu, apakah anda bukan berasal dari benua Orkena? Apakah anda berasal dari benua Degas?”

“Umm, ya, bisa dibilang seperti itu…. Tidak ada seorangpun yang akan mendirikan kota di dekat jalan raya? Kenapa?”

Kouta tidak mengatakan bahwa dia berasal dari dunia lain dan memutuskan untuk menggunakan kalimat yang samar sebagai jawaban. Sebuah tempat yang dilalui banyak manusia akan menarik para pedagang yang menjual barang-barang penting di tempat seperti itu, yang kemudian akan memancing pembangunan restoran dan bar untuk mengisi perut para pedagang itu, dan kemudian akan ada lebih banyak pedagang yang datang untuk menjual daging, sayur-sayuran dan buah-buahan ditempat itu.

“Jika saya harus menjawab…. Ketika turis meningkat, maka akan mudah bagi [orang luar] untuk menyelinap, kan? Bukankah itu akan menjadi berita buruk?”

“…… Itu mungkin memang benar.”

“Tentu saja jika tempat itu memiliki penjaga sama seperti yang ada di Rarkia maka tidak akan ada masalah, tetapi kota kecil jarang bisa melakukan tindakan penjagaan seperti itu. Juga, mengesampingkan kereta cepat dan kereta pangkalan, kereta pribadi seperti yang digunakan oleh para pedagang… yah… mereka akan memakan [mereka]!”

“Memakan? Apa yang mereka makan?…. Tunggu, siapa yang memakan disini?”

“Sayuran di tanam di sepanjang jalan, oleh para pedagang, dan kuda.”

Noel meniru gerakan memakan dengan “om” yang tampak lucu.

“….. Itu pencurian.”

“Tepat. Selain itu, tidak mungkin para petani bisa terus mengawasi kereta yang mungkin atau tidak akan lewat. Jadi, itulah alasan kenapa penginapan yang berperan sebagai [tempat pemberhentian] di bangun di sepanjang jalan. Di Helun, paling banyak hanya ada beberapa penginapan, kandang kuda, dan bar….”

Pada saat itu, Noel memalingkan kepalanya untuk melihat Kouta dengan pipi memerah.

“Dan…. Itu saja, tidak ada hal yang perlu [dinantikan]. J-Jika memang begitu. Umm. L-Lalu, hal yang anda nantikan….. adalah…..”

“Hentikan, itu sudah cukup. Mari kita akhiri topik itu disini. Melanjutkan pembicaraan itu akan menjadi ide yang buruk.”

Kouta segera menggunakan tangannya untuk menghentikan Noel yang menjadi semerah lobster dan bahkan mengeluarkan suara “uwaauwaa”, dan kembali berbicara.

“Barusan kau menyebutkan kereta cepat….. dan [kereta pangkalan]? Karena kau menyebutkan mereka, apakah ada perbedaan diantara keduanya?”

“Y-ya! Umm, [kereta pangkalan] adalah kereta yang akan berhenti di setiap stasiun. Meskipun kuda itu lambat, mereka sangat murah. Disisi lain, kereta cepat adalah kereta yang berangkat pada saat fajar dan baru berhenti di malam hari. Mereka lebih cepat karena hanya akan berhenti jika dibutuhkan, tapi mereka lebih mahal karena mereka harus mengganti kuda yang lelah di jalan secara berkala. Kebetulan, ada juga [kereta ekspres]. Mereka tidak berhenti dimanapun disepanjang jalan.”

“Mereka tidak berhenti dimanapun? Bagaimana dengan istirahat?”

“Mereka memiliki dua orang kusir yang mengendalikan kereta, dan ada juga kandang kuda portabel yang terletak di belakang kereta. Saat kuda lelah di tengah jalan, kuda itu akan diganti oleh kuda lain yang ada di kandang. Kuda-kuda itu sering dibuat bekerja sampai mati.”

Pada saat itu, Noel menatap ke bawah dengan sedih.

“Kuda yang malang….”

“Nona Noel sungguh lembut…… Aku paham, mulai hari ini, aku tidak akan menggunakan kereta ekspres tidak peduli seberapa terburu-burunya aku.”

“I-Itu…. M-Meskipun saya merasa senang karena anda berkata demikian…. Umm, kereta ekspres benar-benar mahal. Seseorang mungkin tidak akan dapat menaikinya bahkan sekali seumur hidupnya, jadi….”

“….. Oh, jadi kau memintaku untuk tidak khawatir? Aku paham.”

Noel tidak berani mengatakan sesuatu seperti “Bagi orang miskin sepertimu, tidak mungkin kau dapat menaikinya seumur hidupmu!”, tapi apa yang dia katakan sudah jelas mengisyaratkan hal itu. Meskipun itu meninggalkan rasa masam dimulutnya, Kouta memutuskan untuk mengabaikannya. Jika dia mengambilnya kedalam hati, dia akan kalah.

“S-Saya tidak bermaksud… Yah, anda dapat mengatakannya demikian…. Ta-tapi bukan seperti itu! Umm… Ah! B-Benar juga! Kereta ekspres hanya ada di Jalan Alex! Jika seperti itu, maka jika Kouta-sama meninggalkan Jalan Alex… Aaaaah, kenapa penjelasan ini terasa salah?”

“….. Itu sudah cukup. Kau dapat berhenti sekarang. Katamu, kereta ekspres hanya ada di Jalan Alex?”

“Y-ya! Seperti yang saya katakan, kereta ekspres itu sedikit [spesial]. Jika jalannya tidak selebar Jalan Alex, maka kereta itu sendiri akan lebih besar dari pada jalannya. Ah, jalan disini biasanya memiliki lebar dua buah kereta.”

“Bagaimana dengan jalan yang lebih kecil dari pada itu?”

“Maka mereka akan disebut sebagai [gang]. Untuk mencapai Rond de Terra, kita harus berbelok di Stasiun Nario menuju Jalan Rond de Terra.”

“Jadi seperti itu… Umm…. Jika kau tidak keberatan, bolehkah aku bertanya Nona Noel, apakah kau pernah pergi ke Rond de Terra sebelumnya?”

“Eh? Rond de Terra? Umm… Saya benar-benar minta maaf, saya belum pernah pergi kesana sebelumnya…. Oleh karena itu, jika anda memiliki pertanyaan tentang tempat itu, saya tidak yakin bisa menjawabnya—“

“Ah, aku tidak bermaksud begitu…. Aku hanya berpikir bahwa kau cukup [terpelajar]. Kau berkata bahwa kau tidak memiliki pengetahuan, tetapi justru sebaliknya.”

“T-Terpelajar? Bukan seperti itu! Bagi Kouta-sama yang berani memakai pakaian aneh yang terlihat sepertinya berasal dari desa kumuh di tempat umum pada siang bolong, saya mungkin terlihat terpelajar, tapi sebenarnya tidak seperti itu!”

“Pakaian aneh…. Kenapa kau menghina orang lain begitu saja tanpa peringatan terlebih dahulu? Apakah kau melakukannya dengan sengaja?”

“M-Menghina? Apakah saya mengatakan sesuatu yang salah?”

“……. Kurasa tidak ada niat jahat dibalik hal itu. Hmm, seperti penjelasan tentang jalan dan gang, dan arah menuju Rond de Terra…. Orang biasa tidak akan mampu menjelaskannya dengan se detail itu, bukan?”

Dalam sudut pandang Kouta, perkataannya adalah sebuah pujian. Namun, Noel dengan canggung mengalihkan pandangannya.

“…… Ada apa?”

“Umm…. Meskipun saya mungkin terlihat familiar dengan topik ini….. tapi saya Cuma membaca tentang hal itu disaat-saat terakhir. Uh, dan ini juga pertama kalinya saya menaiki kereta cepat….”

Noel tersenyum malu sambil menunjukkan wajah memerah. Penampilan manis yang cocok dengan umurnya itu membuat Kouta menjadi sedikit rileks.

“….. Membaca? Kau mempelajari hal itu dari buku?”

“Eh? Y-ya. Saya merasa bahwa tidak mengetahui apapun akan tampak memalukan, jadi saya membeli sebuah [Ekstrak Kereta Mingguan]……”

“Mari kita abaikan gaya penamaan majalah itu sekarang….. Eh? Nona Noel, kau bisa membaca?”

Setelah mendengar Kouta mengatakan hal itu dengan wajah tercengang, Noel mengernyitkan alisnya seolah-olah mengatakan “Aku marah!” dan berkata.

“Apakah anda menganggap saya seperti orang bodoh? Saya mungkin tidak terlihat seperti itu, tetapi saya adalah penduduk asli Rarkia! Ditambah lagi, saya juga belajar di sekolah swasta! Tentu saja saya dapat membaca!”

“Sekolah swasta? Kau belajar di sekolah swasta? L-Lalu…. Nona Noel, jangan bilang kalau sebenarnya kau adalah seorang nona muda dari sebuah keluarga kaya?”

“Untungnya keluarga saya memiliki gelar quasi-baron….. Tapi, sekolah swasta? Bahkan anak dari penjual sayuran saja dapat belajar disana, jangankan anak dari keluarga bangsawan?”

Perkataan Noel memberi isyarat kepada Kouta, “bukankah itu adalah hal umum?” dan Kouta tertegun. Ada sebuah ungkapan yang disebut [tingkat melek huruf]. Itu adalah persentase orang yang dapat menggunakan bahasa bawaan mereka dalam membaca dan menulis untuk keperluan sehari-hari—contohnya, Di Jepang itu akan menjadi Bahasa Jepang—di antara seluruh populasi yang ada. Sederhananya, itu adalah jumlah “orang berumur 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis dalam Bahasa jepang”. Beberapa orang mungkin sudah menduganya tapi tingkat melek huruf di Jepang memang mendekati 100%.

Tingkat melek huruf sebuah negara berhubungan erat dengan sistem pendidikan yang ada di negara tersebut, dan sering kali tingkat kepentingan hal ini dapat menyamai kekuatan militer sebuah negara. Meskipun mungkin ada beberapa pengecualian, tetapi jika kita membicarakannya secara sederhana, sebuah negara dimana bahkan anak kecil dapat membaca dan menulis dengan lancar adalah sebuah negara yang bisa dianggap sebagai negara maju.

“……… Maafkan ketidaktahuanku. Tapi, bahkan anak penjual sayuran dapat belajar disana, bukan? Mungkin aneh untuk menanyakan hal ini, tetapi apakah mereka bisa membayar uang sekolah?”

“Uang bulanan sekolah bisa dibayar menggunakan sebuah [hadiah kecil]. Di tempat saya belajar, anak-anak pedagang akan menggunakan produk dari toko orang tua mereka untuk membayar uang sekolah mereka.”

“Menukar barang dengan uang sekolah, kah? Meskipun itu adalah berita baik bagi para murid, tetapi bagaimana para guru bisa bertahan?”

“Sebagian besar guru adalah pertapa dengan latar belakang keluarga kaya. Guruku pada saat itu, contohnya, telah mewariskan toko bukunya, yang cukup besar di Rarkia kepada putranya dan hidup dengan cukup membosankan setelah pensiun. Dia lebih senang menerima sayuran sebagai pembayaran untuk ajarannya dari pada uang.”

Kouta memikirkan apa yang Noel katakan, dan mencapai kesimpulan bahwa itu seperti para pensiunan dengan hidup membosankan yang mencoba menghabiskan waktu luang mereka dengan menjadi guru sukarelawan.

“Itu semacam dedikasi untuk pelayanan publik…. Semua orang suka membantu orang lain, bukan?”

“Membantu orang lain memang…. Tapi, di Flame, kami memiliki sebuah gelar bangsawan yang disebut [Bangsawan Alex].”

“Bangsawan Alex? [Alex] yang kau maksud—“

“Sang Kaisar Pendiri Alex yang membangun Jalan Alex yang ada di bawah kaki kita ini. Kaisar Alex sangat mendukung pendirian sekolah dan bahkan menganugerahi para guru dengan gelar [bangsawan] tertentu. Mereka mungkin memang bangsawan, tetapi gelar mereka tidak dapat diwariskan, dan mereka juga tidak akan mendapatkan sedikitpun wilayah dan hadiah…. Namun, mereka yang memiliki gelar [Bangsawan Alex] akan di panggil sebagai [Master]. Bahkan bangsawan kelas atas akan membungkuk kepada [Master] mereka.”

“Mereka yang sukses mencari ketenaran, kan?”

Jadi seperti itu. Itu tampaknya bukan ide yang buruk. Namun, apakah itu adalah ide yang bijak atau tidak adalah masalah yang benar-benar berbeda.

“Kaisar Alex cukup mengagumkan, bukan? Dia tidak hanya membangun Kekaisaran yang mendominasi seluruh benua Orkena, dia juga memulai pembangunan jalan, dan bahkan memperkaya sistem pendidikan dasar di negaranya, kan?”

“Bukan hanya itu! Contohnya, metode percetakan buku yang digunakan oleh sekolah-sekolah juga ditemukan oleh Kaisar Alex. Dia juga menciptakan drama [Gaya Alex], dan juga sejenis instrumen yang meniru suara nyanyian seseorang berdasarkan irama, atau disebut juga [Alex]! Dan juga banyak pencapaian lainnya! Dia adalah Kaisar besar yang mendirikan Kekaisaran terbesar di benua Orkena!”

“T-Terlalu dekat! Nona Noel! Kau sedikit terlalu bersemangat tentang hal ini!”

Kouta menggunakan tangannya untuk melindungi dirinya dari Noel yang tiba-tiba melompat dari tempat duduknya ke arah Kouta sambil berteriak dengan bersemangat.

“……. Dia tampaknya cukup mirip dengan Leonardo da Vinci, huh. Superhuman versi Orkena?”

Karena Alex adalah manusia yang hidup seribu tahun yang lalu, pasti ada cerita tentang dirinya yang dilebih-lebihkan. Meski begitu, kontribusinya sangat luar biasa.

“Yo! Yo!”

Tiba-tiba, Noel mulai berteriak dengan keras. Sejujurnya, itu terdengar aneh tidak peduli bagaimanapun kau mendengarnya.

“…….. Apa itu?”

“Lahir di Flame, besar di Rarkia———!”

“………”

“Kekaisaran jahat! Dia mengirimkan peringatan! Bangunlah semuanya! Sekaranglah waktunya!
Sebuah pikiran yang cerah! Sebuah tubuh yang tidak akan pecah! Bersama kita mengambil senjata!
Dunia! Ada di tangan kita! Wahai saudara seperjuangan!
Raih kemenangan! Raih kemuliaan! Tahan dan Lawan! Untuk esok yang cerah!
Ungkapkan perasaan! Ungkapkan ketekunan! Era baru di Kekaisaran! Akan Datang!”

Noel menyilangkan tangan didepan dadanya, jarinya membuat simbol seperti [fleming rule] yang terkenal, dengan ekspresi senang di wajahnya. Kouta, yang duduk di Noel, tercengang.

“…….. Apa itu?”

“[Alex], lagu terkenal yang dinyanyikan oleh seluruh warga Flame selama festival, tanpa memperdulikan umur dan jenis kelamin.”

“…… Itu pasti sangat meriah.”

“Ya, tentu saja! Ada juga gerakan yang mengiringi lagu ini! Kouta-sama, apakah anda mau mempelajarinya? Seperti ini! Regangkan jempol, jari telunjuk, dan jari tengah anda dan kemudian, buat lingkaran menggunakan tanganmu dari dadamu! Yo! Yo!”

Kouta mengalihkan pandangannya dari Noel yang melakukan hal itu sambil tersenyum cerah. Sambil memikirkan bagaimana jika semua orang melakukan hal itu, mata Kouta mulai berair. Bahkan para orang tua akan berteriak “Yo! Yo!” sambil menggoyangkan tubuh mereka?

“……. Kita bisa membicarakan hal ini di lain hari jika kita punya kesempatan. Sejujurnya, aku yakin bahkan Terra juga akan menjadi lebih meriah.”

Melihat Kouta menolak ajakannya dengan jelas, Noel menggembungkan pipinya karena marah.

“Ngomong-ngomong, Kouta-sama.”

“Ada apa?”

“Umm…. Rond de Terra tidak memiliki satupun bangunan bersejarah, tidak memiliki tempat wisata, ataupun wilayah perdagangan. Sederhananya, itu hanya sebuah pedesaan….. Kouta-sama, kenapa anda ingin pergi ke Terra?”

Meskipun awalnya Noel ragu-ragu, dia menanyakan hal itu kepada Kouta dengan bersemangat.

“Hmm… Jika aku harus jujur tentang hal itu, maka bisa dikatakan itu ini adalah [sebuah penempatan kerja]?”

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

 

2 Comments Add yours

  1. swarakula says:

    Sepertinya tidak ada yang bisa memuaskan para ilmuwan selain hasil risetnya yang berhasil 😁😁. Negaranya aja udah maju tapi tetep summon Pahlawan gara2 berhasil memecahkan kode kuno wkwkwk. Lanjut Bang Zen.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s