Fureimu Oukoku Koubouki Chapter 2 B

Volume 1
Chapter 2 Bagian 2

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Daikyun Translations

Jalan Alex – Kereta Kuda

Dikatakan bahwa “Jalan Alex” yang menghubungkan seluruh benua Orkena dibangun selama kurun waktu 30 tahun pada masa pemerintahan pendiri Flame, Raja Alex. Meskipun jalan raya itu telah selesai saat Raja Alex masih hidup, karena umurnya yang sudah tua, dia tidak memiliki kesempatan untuk menginjakkan kaki di jalan itu sebelum kematiannya. Namun, dapat menyelesaikan pembangunan luar biasa seperti itu hanya dalam satu generasi, dan dapat melihat penyelesaiannya dengan mata kepalanya sendiri, Raja Alex pasti benar-benar orang yang beruntung. Jalan ini yang memungkinkan warga Orkena untuk bepergian ke seluruh benua, juga menunjukkan kebesaran dan kebijaksanaan sang Pendiri itu.

Jalan Alex memang layak dijuluki sebagai [Jalan Besar]. Lebarnya dapat menampung empat kereta yang berdampingan disaat bersamaan. Ada infrastruktur seperti stasiun pada jarak tertentu di sepanjang jalan, memungkinkan para musafir untuk bermalam disana, untuk menyewa kuda, dan mendapatkan alkohol. Dengan begitu, bagi para musafir, itu adalah tempat untuk beristirahat dan bersantai setelah perjalanan panjang.

“Jadi….. Bolehkah aku mengetahui tempat pemberhentian selanjutnya, Nona Noel?”

“Y-y-y-y-y-y-y-ya! T-t-t-t-t-tempat pemberhentian selanjutnya disebut [Helun]!”

Bosan melihat pemandangan di luar jendela—yang merupakan ladang sejauh mata memandang tanpa satupun bangunan, Kouta mengalihkan pandangannya ke arah gadis yang duduk di depannya. Dia memiliki kuncir emas bergelombang yang mencapai bahunya, sepasang mata berwarna biru dan bibir yang seksi. Gadis yang sedikit lebih muda dari Kouta itu memakai gaun malam berwarna hitam yang menonjolkan dadanya. Kalimat [menggantungkan] mungkin akan lebih cocok dari pada [memakai] sih.

Meskipun gadis yang kurang memiliki daya tarik seorang wanita dewasa itu tidak termasuk dalam kategori [luar biasa cantik], penampilannya sendiri masih bisa memikat hati para pria.

“[Helun], huh. Ini adalah pertama kalinya aku mengunjungi stasiun, jadi aku tidak sabar menantikannya.”

“T-Tidak sabar! Ya! Anda mengatakan [tidak sabar] untuk itu!”

“…… Ya? Benar, aku tidak sabar untuk itu….. Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?”

“T-t-t-t-t-t-tidak! T-t-t-t-t-t-tidak ada yang salah! S-s-s-saya juga merasakan hal yang sama! Baguslah jika anda menantikan hal itu!”

Melihat dirinya berperilaku seolah-olah tidak ada yang salah, Kouta mendesah dalam hati. Gadis itu telah berperilaku seperti itu sejak mereka berangkat dari Rarkia beberapa jam yang lalu.

“Umm….. Nona Noel?”

“Y-y-y-y-y-ya! A-Apakah ada yang salah?”

“Bisakah kau berhenti berbicara seperti itu? Apakah wajahku terlihat menakutkan?”

“T-t-t-t-t-t-tidak! I-Itu—“

Tidak peduli seberapa bagus gadis itu mencoba menjelaskan tindakannya dengan ekspresi ketakutan, Kouta tidak dapat menerima semua itu. Dia tidak pernah menakuti orang sebelumnya. Sebaliknya, dia pernah ditanyai “Kouta, kau seorang vegan, bukan~”. Sejujurnya, tindakan benar-benar membuatnya depresi.

“I-Itu…. Lotte-sama memberi perintah kepada saya sebelum kita pergi, bahwa saya tidak boleh membuat Kouta-sama merasa tidak senang. S-Saya tidak bagus dalam bercakap-cakap, dan saya takut bahwa saya akan membuat Kouta-sama marah, jadis saya menggunakan gaya bicara yang aneh…”

Kouta sedikit menenangkan dirinya. Melihat ekspresi gadis yang ada di depannya—Noel yang hampir menangis, Kouta merasa sedikit bersalah. Saat mereka berangkat dari Rarkia, Lotte berkata “Ini akan menjadi perjalanan yang panjang, kenapa aku tidak menyuruh seseorang untuk menemani anda?”, dan pada saat itu Kouta menerima sarannya sebagai tanda niat baik. Namun, jika kau melihatnya dari sudut pandang Noel, diperintahkan untuk menemani orang asing dalam sebuah perjalanan ke pedesaan, terlebih lagi perdana menteri sendiri memerintahkannya untuk tidak membuat marah orang asing tersebut, tidak mungkin dia tidak merasa panik, bukan?

“Aku minta maaf, Aku tidak terlalu memahami apa yang kau katakan. Meskipun aku tidak tau apa yang Lotte katakan kepadamu, tapi kau tidak perlu se takut itu, tau?”

“T-Tapi….. I-Itu—“

“Tidak apa-apa. Selain itu, ini membuatku merasa bersalah. Tolong, tenanglah… jika itu terlalu sulit, cobalah untuk sedikit bersantai.”

Mendengar Kouta mengatakan hal itu sambil tersenyum. Noel tampak sedikit menenang. Sesaat setelah Kouta mulai rileks karena Noel berhasil sedikit tenang, melihatnya tiba-tiba merasa tegang lagi membuat Kouta kembali bertanya kepadanya.

“Ada apa?”

“I-Itu… Meski begitu, tolong izinkan saya menggunakan gaya bicara saya yang normal…. Dan tentang ‘pelayanan malam’ itu….”

“……………. Eh?”

“L-Lotte-sama memaksa saya! Dia mengatakan, [Dengar baik-baik, Noel. Jangan pernah biarkan Kouta-dono merasa bosan. Tidak peduli siang… atau malam, kau harus melayaninya dengan baik]!”

Kouta menatap kosong ke arahnya. Seakan-akan tidak menyadari reaksi Kouta, Noel membiarkan air mata merembes melalui pipinya dan jatuh ke lantai kereta.

“Uwuuu… Baru dua tahun setelah sampai ke ibukota dan ini terjadi kepada saya? Saya pikir suatu hari saya akan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang ksatria tampan kaya raya yang memakai armor berkilauan, menikah dan mencapai usia senja kami! Bagaimana saya bisa membayangkan hal seperti ini terjadi kepada saya? Ayah, ibu, Noel….. Noel—!”

“T-Tunggu! Tenanglah dulu! A-Apa yang kau bicarakan? Eh? Layanan malam? Maksudmu menghabiskan malam bersama?”

“Jangan bilang bahwa ketika anda mendengar [layanan malam] anda segera berpikir [Ah! Ayo bermain poker]! Apakah saya harus menjelaskannya kepada anda? Apa artinya menghabiskan malam bersama lawan jenis—“

“Cukup! Kau tidak perlu menjelaskannya! Siapa yang mengatakan hal itu kepadamu?”

“Lotte-sama!”

Mendengar Noel meneriakkan nama Lotte, Kouta mengerang. Gambaran Lotte mengatakan [Bagaimana menurutmu, Kouta-dono, Manteb, to?] sambil mengangkat jempolnya segera muncul di kepalanya. Kouta adalah seorang pria berumur 26 tahun. Berpikir bahwa dirinya, yang sedang berada pada masa matangnya, ingin melepaskan semua stress yang terkumpul di malam hari… tidak akan terlalu berlebihan. Tapi meski begitu—

“Menurutmu, manusia seperti apa aku ini? Aku tidak sebejat itu, Lotte-san!”

Kouta mendesah keras. Dia telah merasa ada sesuatu yang aneh sejak beberapa saat yang lalu. Alasan kenapa Noel memakai pakaian yang membuatnya terlihat lebih dewasa. Selain itu, tingkat keseksian yang akan membuat semua pria dewasa bertanya dari mana dia berasal bahkan di siang bolong. Kouta ingin memukul dirinya dimasa lalu yang berpikir, “Oh, jadi konsep kesucian di dunia ini sangat berbeda.”

“J-Jadi sekarang Kouta-sama pasti benar-benar menantikan [malam] ini, kan? Anda berencana untuk mengotori tubuh saya yang belum dewasa dari kepala sampai kaki—“

“Itulah sebabnya aku memintamu untuk tenang! Aku tidak berencana melakukan apapun! Aku tidak menantikan apapun!”

“Tapi bukankah anda barusan mengatakan [Aku tidak sabar sampai ke stasiun, heh heh heh]?”

“Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu! Dan, apa maksudmu dengan, [heh heh heh]? Aku tidak serendah itu!”

Kouta mengeluh. Dia segera menyingkirkan gambar Lotte yang sedang berpose seperti maskot perusahan permen di Jepang dengan lidah terjulur dan mengatakan, “Apakah aku salah? Maaf~” yang muncul di kepalanya[1].

“…… Maksudku bukan seperti itu. Huft…. Aku tidak bermaksud bahwa aku tidak sabar menantikan tindakan [malam] mu. Kau juga tidak memiliki alasan untuk melakukan itu. Pekerjaanmu adalah menemaniku, kan? Maka tidak masalah jika kau hanya berbincang-bincang denganku.”

Mendengar Kouta mengatakan hal itu sambil menghela nafas, kali ini giliran Noel yang tercengang. Setelah beberapa saat, Noel menggelengkan kepalanya dengan perlahan seolah-olah untuk menghilangkan keterkejutan itu dan menjawab dengan hati-hati.

“…… A-Apakah…… A-Apakah itu benar-benar tidak masalah?”

“Ya.”

“…… A-Apakah…… A-Apakah itu sungguh benar-benar tidak masalah?”

“Itulah yang kukatakan. Aku tidak berencana untuk—“

“Apakah anda sungguh benar-benar sangat serius—“

“— Atau apakah sebenarnya kau ingin tidur bersamaku?”

Kouta memalingkan pandangannya ke arah Noel dengan merajuk, dan Noel buru-buru menggelengkan kepalanya. Melihat reaksi lucunya itu, Kouta tersenyum pahit.

“…… Ya!…… Itu bagus!~ Syukurlah! Saya benar-benar tidak harus memberikan saat pertama yang sudah saya jaga begitu lama untuk seorang ksatria yang memakai armor berkilauan, kepada seroang pria asing, lemah, dan tampak miskin! Terima kasih ba—“

“Bisakah setidaknya kau tidak mengatakan hal itu dengan keras. Itu membuatku sedih, tau?”

Noel segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Kouta kembali menatap Noel dengan merajuk dan menghela nafas.

“Aku hanya mengatakan bahwa aku tidak sabar sampai ke [stasiun]. Bagaimana bisa topik itu berujung pada [layanan malam]?”

“…… Eh? Itu karena Kouta-sama mengatakan [Stasiun]? Apalagi maksudnya kalau bukan hal itu?”

Duo itu saling menatap satu sama lain, dan memalingkan tatapannya kesamping secara bersamaan. Tampaknya pemahaman kata yang mereka miliki sedikit berbeda.


Catatan Penerjemah

[1] Fujiya Co.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

 

3 Comments Add yours

  1. farid says:

    Di tunggu kelanjutannya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s