Fureimu Oukoku Koubouki Prolog

Volume 1
Prolog – Disummon Saat Ngopi

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Daikyun Translations

Matsushiro Kouta selalu menganggap dirinya sebagai seorang “manusia normal”.

Kouta sendiri – yang harus kita ketahui – mencita-citakan hal yang biasa pada saat dia masih belia. “Aku mau jadi pilot!” “Aku mau jadi aktris!” “Aku mau… aku tidak tau sekarang, tapi aku akan menjadi orang yang terkenal!”. Itu adalah kalimat yang dikatakan oleh anak-anak, dan Kouta pada saat dia masih belia. Oleh karena itu dia berprinsip bahwa dia harus menjadi manusia normal.

Ayahnya memiliki sebuah perusahaan dagang berukuran sedang, dan dia terlahir dari ibunya, yang bekerja paruh waktu sebagai kasir di super market dekat rumahnya. Dia memiliki tubuh yang biasa saja, bahu yang biasa saja, dan kulit yang agak kecokelatan.

Dia tidak hebat dalam olahraga dan kelihatannya dia tidak memiliki bakat yang patut dibanggakan. Dia tidak pernah mengatakan sesuatu seperti “Hahaha… mungkin ini adalah cobaan bagiku” karena biasanya dia tidak pernah sakit.

Tidak… mungkin orang biasa hanya terlalu mudah terserang penyakit.

Bagaimanapun, Kouta tidak pernah mengalami satupun cobaan itu.

Dia lebih unggul dari pada kebanyakan temannya dalam hal belajar, tapi itu bukan berarti dia memiliki otak yang lebih baik dari pada mereka, atau dia memiliki teknik rahasia untuk melewati mereka, tetapi dia hanya mengatakan bahwa usaha akan terbayar pada akhirnya.

Teman sekelasnya selalu berkata kepadanya “Kau bahkan tidak perlu belajar”, tapi Kouta hanya akan tertawa dan disisi lain, dia menjadi lebih giat untuk belajar.

Pemikiran seperti

Ini agar aku bisa masuk ke universitas…

Tidak pernah memasuki kepalanya. Dia melakukan hal itu hanya karena tau bahwa mereka tidak akan dapat mengejarnya jika dia berusaha lebih giat dari pada mereka.

“Usaha tidak akan pernah mengkhianatimu”

Kouta selalu menjaga prinsip ini, dan dengan ini, dia berhasil lulus pada semua subjeknya di sebuah universitas terkenal.

Teman-temannya dari SMA selalu mengundangnya “Hei, mau mampir ke game center?”, tapi dia hanya menjawabnya dengan sebuah tawa dan terus memberikan banyak usaha dalam belajar.

Hal seperti…

Ini semua agar aku mendapat masa depan yang baik

Tidak pernah memasuki kepalanya.

Rata-rata harian selalu diperbarui secara rutin, jadi perusahan besar seperti Bursa Saham Tokyo, selalu mencari tenaga kerja baru. Sepertinya dia bisa melamar dengan mudah melihat kondisi ekonomi negara saat ini. Dengan itu dia lulus kuliah dan diterima di perusahaan ternama.

Perusahaan itu lebih menekankan pada performa pegawainya. Meskipun mereka ketat dalam hal norma, mereka mengatakan bahwa pengetahuan dan sikap yang diperoleh oleh pegawai selama mereka bersekolah juga merupakan hal penting dalam “industri” mereka. Alih-alih memperlakukan kejujuran dan kerendahan hati sebagai hal yang “bodoh”, perusahaan itu malah mengaguminya dan mengatakan bahwa itu adalah hal yang sempurna untuk mendapatkan kepercayaan dari klien mereka.

Kouta meningkatkan performa penjualannya dengan perkataan kliennya “Jika Matsushiro-san bilang begitu…”. Pada akhirnya dia berhasil mendapatkan kepercayaan bossnya. Panggilannya berubah dari “Aku” menjadi “Saya”, setelah mendapat kepercayaan dan harapan dari perusahaan, dan setelah tiga tahun bekerja, akhirnya dipindahkan ke kantor utama.

Matsuda Kouta adalah manusia biasa.

Orang lain menilainya sebagai “Kecil tetapi kompeten”, dan “Penilaiannya terhadap diri sendiri terlalu rendah”.

Dia sangat percaya bahwa dia masih masuk kedalam jajaran orang “biasa” didalam masyarakat

…… Dia sangat mempercayainya… seharusnya.

“… Aku akan bertanya sekali lagi.”

Memiliki sebuah gaya Eropa, ruangan itu terlihat seperti berasal dari sekolah sihir. Lantainya dipenuhi lingkaran sihir. Seorang gadis dengan rambut pirang panjang yang mencapai pinggangnya, berdiri disana sambil bertanya kepadanya.

“…….”

Di satu tangan, Kouta memegang sebuah kantong kertas dan ditangan lainnya, dia memegang cangkir kertas yang berisi kopi dari sebuah toko kopi terkenal dengan lambang putri duyung yang berada didekat tempat kerjanya. Gadis kecil yang cantik itu berjalan ke arah Kouta (yang sedang mengenakan jas dan dasi) dengan sikap megah.

“Apakah kau… sang ‘Pahlawan’?”

Kaget mendengar perkataan gadis itu, Kouta menyeruput kopinya.

Ahh… ini hangat dan memiliki perpaduan yang sempurna….

Dia bertanya kepada dirinya sendiri apakah ini hanyalah sebuah mimpi.

“Umm…. Aku tidak tau tentang hal itu….”

Menanggapi Kouta yang terus meminum kopinya, gadis itu membalas.

“… Tidak.”

Mendengar perkataannya, Kouta berpikir bahwa dia harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.

“Saya Matsushiro Kouta dari Bank Joetsu. Aku tidak banyak tau tentang pahlawan, dan ku pikir akan terlalu berlebihan untuk menganggapku sebagai seorang pahlawan…”

Pada saat itu, dia berhenti berbicara.

P 015

“…. Setidaknya, aku hanyalah seorang pegawai bank [Biasa],”

Ini adalah sebuah cerita dari seorang pegawai bank ‘Biasa’ yang dipanggil ke dunia lain, ke Kerajaan Flame. Dengan keberuntungannya yang dapat memenangkan lotre, kepribadiannya yang tulus dan kerendahan hati, Sejarawan masa depan akan bertanya “Bagian mana dari orang ini yang biasa?”

Cerita tentang Matsushiro Kouta, 26 tahun akan segera dimulai!

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. Dark Knight says:

    Hahaha.. Anjay ternyata ada cara lain masuk ke isekai selain dari truck-san. Ngopi aja ngopi.

    Like

  2. Fayori Akbar says:

    saya turut berduka dengan MC mimpi menjadi “biasa” sudah pupus..

    Like

  3. prolognya mantep banget, dan yg “biasa” emang yg terbaik 👍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s