Fureimu Oukoku Koubouki Chapter 1 A

Volume 1
Chapter 1 Bagian 1

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Daikyun Translations

Ibukota Kerajaan RARKIA • Kantor Kerajaan

“…. Huft….”

Di sebuah kantor di Ibukota Kerajaan Flame. Ratu muda dari “Kerajaan Bersejarah” ini – Elizabeth Aurenfert Flame – sedang menyangga kepalanya dengan satu tangan di atas meja, sambil menghela nafas dalam-dalam. Dia memiliki rambut emas panjang yang mencapai pinggangnya dan kulit seputih salju, dan oleh karena itu, untuk melengkapi warna kulitnya, gaun yang dia pakai memiliki warna putih sebagai warna dasarnya, dengan garis berwarna ungu yang bisa digambarkan sebagai ‘warna bangsawan’. Sepasang mata biru langit, segera menjadi gelap. Helaan nafas dan ekspresinya itu benar-benar kontras dengan penampilan manis dari gadis berusia 16 tahun, dan hal itu secara tak sengaja membuat Perdana Menteri Lotte yang baru saja memberikan laporan kepadanya, mengernyitkan alisnya.

“… Yang Mulia, apa itu? Tolong tahan diri anda.”

“… Aku sangat mengerti bahwa penampilanku saat ini tidak sedap dipandang. Lanjutkan, Lotte.”

“… Kalau begitu saya akan melanjutkan memberi laporan. Serikat Pedagang Ibukota Kerajaan kemarin mengajukan petisi.”

“Petisi? Apa lagi yang mereka inginkan sampai harus membuat petisi?”

“Mereka mengatakan banyak hal yang terdengar cukup masuk akal secara sekilas… Namun, terus terang sebenarnya itu hanya untuk menurunkan atau dibebaskan dari membayar pajak.”

Mendengar orang yang memplokamirkan diri sendiri “Umur di atas 60 tahun hanyalah angka belaka” – Suara muda milik Lotte yang tidak cocok dengan umurnya, ratu yang terlihat sedih itu langsung membalasnya sambil menunjukkan ekspresi tidak senang.

“Ditolak. Sangat mustahil. Kita telah menurunkan pajaknya tahun lalu, kalau lebih dari ini maka negara kita akan binasa.”

“Itu mungkin benar, tapi…”

“Selain itu, dukungan yang kita berikan kepada mereka telah jauh melebihi dukungan yang kita berikan kepada serikat dagang lain. Tarif yang murah, mengawal anggota ketika pergi ke negara lain untuk melakukan perdagangan, hak prioritas ke kedutaan Kerajaan Flame…”

“Termasuk hak untuk mengeluarkan mata uang baru?”

“Itu benar. Peringatkan mereka, [Jangan pikir kalian akan mendapatkan apapun yang kalian inginkan hanya dengan membuka mulut kalian].”

Meskipun dia tidak berniat meniru tindakannya, melihat ratu muda cemberut sambil kembali menghela nafas, Lotte yang telah diangkat menjadi perdana menteri sejak masa kekuasaan raja sebelumnya juga menghela nafas didalam hatinya. Faktanya, Lotte memiliki pendapat yang sama. Itu bukan berarti mendapatkan uang adalah hal buruk, namun Lotte sendiri juga bermaksud untuk memberikan teguran pada serikat pedagang karena telah bertindak sesuka mereka di bawah perlindungan negara. Namun, melakukan hal itu kemungkinan besar hanya akan membuat serikat pedagang pergi, dan menyebabkan keuangan di seluruh negara runtuh. Itu tidak bisa dilakukan.

“… Katakan saja kepada Serikat Pedagang Ibukota Kerajaan, [Lakukan yang terbaik].”

“… Baiklah. Mari berdoa agar mereka mau menerima jawaban ini.”

Bagaimanapun kau melihatnya, seorang perdana menteri tidak mengambil tindakan apapun dan hanya berdoa demi keberhasilan mereka dengan naif… itu tidak akan berhasil, bukan? — Lotte tertawa mencemooh kepada dirinya sendiri, sambil membalik halaman laporan yang ada ditangannya.

“Selanjutnya… laporan dari komandan di perbatasan dengan Westlia.”

“…. Apa lagi sekarang?”

“Dia mengatakan, [Jumlah prajurit tidak memadai, tolong kirimkan sedikit prajurit dari penjaga lokal terdekat].”

“Westlia… Bukankah itu adalah tempat dimana Jenderal Starke ditugaskan?”

“Menurutnya, [Ada beberapa keributan tidak biasa yang terjadi di Westlia], bagaimanapun perdana menteri yang baru diangkat disana adalah bagian dari Faksi Elang. Huft… itu bukan berarti keberadaan Faksi Elang adalah hal baru.”

“Kita beruntung karena perdana menteri sebelumnya berasal dari Faksi Merpati. Tetapi apakah itu adalah alasan untuk meningkatkan jumlah prajurit? Akan memberikan terlalu banyak provokasi yang tidak perlu kepada Westlia, jadi aku menolak permintaannya. Namun…”

“Saya mengerti apa yang sedang Yang Mulia pikirkan… bagaimanapun, itu adalah Jenderal Starke.

“Apakah karena itu adalah yang dikatakan oleh Jenderal Starke yang dijuluki [Peramal]?…. Aku paham. Kalau begitu kirim separuh prajurit dari penjaga lokal terdekat untuk membantunya.”

“Apakah anda mengatakan separuh? Kalau begitu, penjagaan di Ibukota akan…”

“Bagaimanapun, setelah menembus perbatasan Westlia, itu akan langsung menuju ke ibukota. Prajurit bukan hanya hiasan, membuat mereka sesekali melakukan tugas adalah hal yang bagus. Siapkan dokumen yang diperlukan secepat mungkin.”

“Sir Rosan akan marah, bukan?”

“…. Aku akan menyerahkan masalah itu kepadamu, Lotte. Kudengar kalian berdua memiliki hubungan yang cukup dekat satu sama lain.”

Melihat mata memelas milik ratu yang dia layani, Lotte menghela nafas dalam-dalam, dan menatapnya dengan putus asa.

“…. Bertemu dengannya adalah hal yang disayangkan. Dan juga, Yang Mulia, sebagai ratu dari Kerajaan Flame yang agung dengan sejarah dan budaya yang besar, tolong jangan meniru perilaku para gadis desa itu.”

“Bukankah jantungmu berhenti berdetak? Tidakkah kamu akan mendengarkan permintaan dari Elizabeth… Permintaan Liz yang manis ini?”

“Jika saya harus menjawab pertanyaan dari Elizabeth yang sudah pantas menjadi cucu saya… itu masih seperti rumput yang baru tumbuh, bagaimana mungkin hati saya berhenti berdetak? Apakah ini dihitung sebagai perbuatan tidak menghormati penguasa?”

“Aku bisa saja memenggal kepalamu dan menggantungnya di dinding kota untuk dilihat oleh umum. Apakah aku tidak cukup menarik?”

“Saya tidak akan berani melakukannya, tetapi ketika saya memikirkan tentang hal itu, siapa orang yang terus membereskan kekacauan yang dibuat oleh [Yang Mulia Elizabeth]?”

Dengan menggunakan nama panggilan Elizabeth sebelum dia menjadi ratu—[Liz]. Lotte menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkannya tentang hubungan mereka… Dia tidak menyangkal bahwa dia “manis”, ataupun dia akan menolak permintaannya, dia tidak berniat memberitahukan hal itu kepadanya sih, tentu saja. Alasan kenapa dia berbuat demikian bukan karena dia tidak takut berbuat tidak hormat kepadanya, tetapi untuk mencegah Liz terbawa suasana.

“Serahkan masalah dengan Sir Rosan kepada saya. Bagaimanapun, dia adalah seseorang yang akan menyetujui apapun setelah beberapa gelas wine mahal.”

“Itu sedikit membuatku khawatir. Apakah tidak masalah bagi seorang pemimpin untuk memiliki sikap kerja seperti itu?”

“[Sikap Kerja] miliknya itu akan berubah menjadi sekuat beruang dan melindungi Yang Mulia dari bahaya selama keadaan darurat. Apakah itu tidak masalah?”

“… Itu mungkin memang benar. Lagi pula, kita akan selesai setelah musuh berhasil menyerang ibukota.”

“Mungkin memang begitu. Selanjutnya, masalah yang akan saya laporkan adalah…”

Lotte membalik dokumen yang dia bawa, dan membeku dalam keterkejutan setelah sekilas membacanya. Melihat Lotte menunjukkan ekspresi yang jarang dia buat itu, Wajah Elizabeth—wajah Liz dipenuhi oleh keterkejutan dan rasa penasaran.

“….. Ada apa?”

“Ini dari Akademi Kerajaan. Dokumen ini mengatakan bahwa mereka berhasil menguraikan bagian tentang [Pemanggilan Pahlawan] dari buku kuno.”

“…. Pemanggilan…. Pahlawan…?”

Mendengar perkataan Lotte, Liz melihatnya dengan penuh keraguan.

“Apakah hal seperti itu benar-benar ada? Ini pertama kalinya aku mendengar hal itu.”

“Ini juga pertama kalinya saya mendengar hak seperti ini. [Pemanggilan Pahlawan] hanyalah hal yang akan anda temukan di buku cerita atau dongeng.”

“…. Sihir sendiri sudah memberikan kesan [Dongeng], tetapi bahkan [Pahlawan] juga…”

Liz memegangi kepalanya dengan tangannya, dan menggelengkannya dengan putus asa, rambut emasnya yang lembut juga berayun dengan malas. Lotte benar-benar memahami perasaannya.

“Akademi Kerajaan mungkin memang menakjubkan, tapi sepertinya beberapa dari mereka benar-benar melakukan hal yang sedikit mengejutkan.”

“Saya tidak berpikir ini hanya [sedikit]. Selain itu, orang-orang dari Akademi membuat sebuah proposal, [Kami benar-benar berharap bahwa Yang Mulia bisa hadir unruk melihat ritual pemanggilan itu].”

“Aku?…. Mungkin aneh bagiku untuk mengatakan hal ini, tapi bukankah proposal itu sedikit terlalu ceroboh dan beresiko? Atau mungkin ini hanya perasaanku saja? Apakah itu benar-benar tidak masalah?”

“Itu tidak seperti mereka akan kehilangan apapun. Mereka tidak menginginkan uang, posisi, kekuasaan, atau reputasi. Apa yang mereka inginkan hanyalah tempat dimana mereka bisa berkonsentrasi melakukan penelitian mereka dan juga peneliti lain yang dapat mereka ajak kerja sama.”

“Kurangnya keserakahan yang mereka miliki benar-benar mengagumkan…. Setidaknya di situasi saat ini.”

Mendengar perkataan Liz, Lotte menganggukkan kepalanya dalam persetujuan. Mereka mendiskusikan masalah keuangan beberapa saat yang lalu, dan topik ini menjadi lebih berharga jika dibandingkan dengan hal itu. Yah, mau bagaimana lagi.

“…. Aku paham. Aku akan menyerahkan penentuan waktu dan tanggalnya kepadamu.”

“Sesuai keinginan anda.” Kata Lotte sambil membungkukkan kepalanya.

“Meskipun kemungkinan besar pemanggilan pahlawan ini akan gagal, jika ini bisa meringankan beban di bahu Liz, seseorang dapat menyebutnya sukses pada bagian itu,” itulah yang dipikirkan Lotte.

 

…. Sampai pada saat itu….

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

 

Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s