Japan Summons Prolog D

Volume 1
Prolog – Kontak Bagian 4

Penerjemah : Zen Quarta
Editor : –
Sumber English : Yukkuri

Konferensi Pemerintahan Kadipaten Qua-Toyne.

Perdana Menteri Kanata merasa khawatir dalam konferensi ini dimana perwakilan dari negara tersebut sedang berkumpul

Itu tentang laporan yang diberikan oleh Menteri Militer yang mengelola urusan pertahanan dan militer Kadipaten Qua-Toyne kepadanya tiga hari yang lalu. Sebuah objek terbang asing telah memasuki wilayah udara di atas Maihark dan kemudian setelah mungkin melakukan pengintaian, objek itu berbalik dan pergi.

Objek itu datang dengan kecepatan dan ketinggian yang tidak dapat ditandingi oleh naga terbang. Afiliasi negaranya tidak diketahui dan badan pesawatnya berwarna putih dengan lingkaran merah di tengahnya, tetapi tidak ada negara dengan lingkaran merah pada bendera mereka di dunia ini.

Kanata membuka konferensi.

“Tuan-tuan. Bagaimana menurut kalian tentang laporan ini? Bagaimana kalian menjelaskannya?”

Kepala Analisis Informasi mengangkat tangannya dan membuat sebuah pernyataan.

“Berdasarkan kelompok analisis kami, objek itu mirip dengan mesin terbang yang dikembangkan di Negara Besar Wilayah Peradaban Kedua, [Mu]. Namun, bahkan mesin terbang terbaru milik Mu hanya memiliki kecepatan maksimal 350km/jam. Objek terbang itu jelas memiliki kecepatan yang melebihi 600km/jam. Hanya saja…”

“Hanya saja?…. ada apa?”

“Ya. Ada laporan yang mengkhawatirkan bahwa jauh di sebelah barat Mu, di ujung barat dari Wilayah Peradaban, muncul sebuah negara baru yang menyebut diri mereka [Kekaisaran Eight], yang menyerang negara di sekitarnya dengan kekuatan yang luar biasa. Kemarin ada laporan dari bagian intelijen, bahwa Kekaisaran Eight mendeklarasikan perang terhadap Aliansi Negara di Wilayah Peradaban Kedua, tetapi senjata yang mereka gunakan benar-benar tidak diketahui.”

Ada sedikit gelak tawa yang terdengar di ruang konferensi. Sebuah negara yang baru terbentuk dan terletak jauh dari Wilayah Peradaban, mendeklarasikan perang terhadap seluruh Wilayah Peradaban Kedua dimana terdapat negara terkuat kedua dari Lima Kekuatan Besar di Wilayah Tiga Peradaban. Bahkan kecerobohan juga ada batasnya.

“Namun, Kekaisaran Eight terletak jauh disebelah barat Mu. Bahkan jarak negara kita dari Mu sudah lebih dari 20000 km. Tidak peduli seberapa luar biasa militer yang mereka miliki, sulit untuk membayangkan bahwa objek kali ini memiliki hubungan dengan mereka.”

Konferensi itu kembali ke titik awal mereka.

Pada akhirnya, fakta bahwa mereka tidak mengetahui apapun tetap tidak berubah. Selain itu, dalam situasi setengah-darurat ini karena keadaan yang terus memanas dengan Kerajaan Louria, ada terlalu banyak laporan dengan rincian yang tidak diketahui, “Ini yang belum terkonfirmasi. Itu yang belum teridentifikasi”, itulah yang menyebabkan para menteri benar-benar kesulitan.

Jika pihak lain bersikap ramah maka kemungkinan mereka akan melakukan kontak. Tapi karena pihak lain dengan sengaja melakukan tindakan permusuhan dengan pelanggaran wilayah udara, Kadipaten hanya bisa terus waspada.

Hanya saja, pada saat suasana di ruang konferensi itu semakin kaku karena kebuntuan, seorang staf muda dari bagian diplomasi tiba-tiba masuk kedalam konferensi pemerintah sambil terengah-engah.

“Apa yang terjadi!?”

Menteri Luar Negeri berteriak.

“Lapor!!”

Staf muda itu memulai laporannya. Singkatnya, isi dari laporan itu adalah:

Pagi ini, di perairan sebelah timur Kadipaten Qua-Toyne, muncul sebuah kapal besar, dengan panjang 250m.
Ketika angkatan laut melakukan pemeriksaan, mereka melakukan kontak dengan diplomat dari sebuah negara yang disebut Jepang, yang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki niat bermusuhan.
Sebagai hasil dari penyelidikan itu, ada beberapa fakta yang sudah dipastikan. Selain itu, inilah yang dikatakan oleh mereka sendiri.

Negara Jepang, tiba-tiba dipindahkan ke dunia ini.

Karena negara itu benar-benar terputus dari dunia mereka sebelumnya, mereka mengirimkan unit patroli untuk memeriksa sekeliling mereka. Selama patroli itu, mereka menemukan Benua Rodenius dimana negara kita berada. Mereka benar-benar meminta maaf karena telah memasuki wilayah udara kita saat mereka sedang melakukan patroli.

Mereka ingin melakukan konferensi diplomatik dengan Kadipaten Qua-Toyne.

Itu adalah sebuah cerita yang sangat gila, yang tidak dapat dipercayai oleh satupun orang yang ada di konferensi pemerintah.
Seluruh negara dipindahkan ke dunia ini? Bahkan jika itu muncul didalam legenda, itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Namun, negara yang dipanggil Jepang itu memahami sopan santun, dan jika itu benar, maka masuk akal jika mereka meminta maaf dan mengajukan sebuah konferensi diplomatik.
Untuk saat ini, sudah diputuskan bahwa mereka akan mengundang sang diplomat itu ke kediaman resmi Perdana Menteri.

***

Kadipaten Qua-Toyne, Ibukota Qua-Toyne, Kediaman Resmi Perdana Menteri

Perdana Menteri Kanata merasa gugup saat berada didepan ruang tamu dimana orang asing yang akan dia temui sedang menunggu.

Biasanya, orang dari Kementerian Luar Negeri akan mengadakan perundingan atau konferensi persiapan terlebih dahulu, lalu Menteri Luar Negeri akan menjalin hubungan diplomatik, dan untuk sementara mereka akan mengawasinya dengan seksama, selain menciptakan banyak pondasi, sampai pada akhirnya, kepala pemerintahan Kadipaten Qua-Toyne, sang Perdana Menteri, akan mengumumkan perjanjian tersebut dengan penguasa negara yang bersangkutan.

Namun, dibawah kondisi semi-berbahaya saat ini karena keadaan yang terus memanas dengan Kerajaan Louria, niat asli mereka adalah menjalin sebuah hubungan dengan sebuah negara kuat, bahkan jika hanya sedikit. Selanjutnya, jika saja negara yang disebut Jepang itu adalah negara hegemonik, maka mereka harus menolak permintaan yang berlebihan sampai akhir. Jika mereka terus mendesak perjanjian yang tidak setara, maka dia tidak punya pilihan lain selain patuh.

Memang menyedihkan bagi seorang kepala negara untuk merasa gugup seperti ini, tapi unit asing dan kapal berukuran besar, keduanya menunjukkan kekuatan teknologi yang besar, jadi kekuatan nasional Jepang tidak bisa diremehkan. Bahkan jika lawannya hanyalah seorang agen pemerintahan, dia tidak bisa menghentikan kegugupannya.

(….. Kalau begitu, bisakah aku masuk?)

Beberapa waktu yang lalu, utusan Jepang—sang diplomat, dipandu ke ruangan tersebut. Begitu Kanata membuka pintu dan masuk kedalam, mereka semua berdiri dan membungkuk kepadanya.

“Bagaimana kabar anda? Saya adalah Tanaka, seorang diplomat dari Jepang. Terlepas dari kunjungan kami hari ini yang tiba-tiba, Saya senang mendengar bahwa perwakilan negara ini akan bertemu dengan kami. Ini adalah suatu kehormatan bagi kami, tolong izinkan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.”

Perwakilan dari sisi Jepang adalah Tanaka, yang mengucapkan salam, sementara 2 pria lain hanya menemaninya.

“Ya, dengan senang hati.”

Bagi sisi Kadipaten Qua-Toyne, dengan Perdana Menteri Kanata berada di tengah, Menteri Luar Negeri Rinsui dan 5 orang staf Kementerian Luar Negeri duduk di tempat mereka masing-masing.

“Saya akan bertindak sebagai ketua konferensi, Menteri Luar Negeri Kadipaten Qua-Toyne Rinsui. Senang bertemu dengan anda… Ini mungkin tiba-tiba, tetapi Bapak Terhormat dari Jepang, bolehkah saya menanyakan tujuan negara anda untuk kunjungan ini?”

Rinsui membuat sebuah sapaan cepat dan segera masuk ke topik utama.

“Ya, pertama biarkan saya membagikan dokumen ini.”

Salah satu diplomat dari Jepang itu membagikan dokumen yang dia bawa. Menteri luar negeri mengerutkan dahinya ketika dia melihat dokumen itu.

“Saya minta maaf, tapi saya benar-benar tidak bisa membaca apa yang tertulis di sini…”

“Sungguh mengejutkan!! Karena anda berbicara dalam bahasa Jepang, saya pikir anda juga dapat membacanya. Ini mengingatkan saya, kami juga sama sekali tidak dapat membaca papan nama yang ada di kota. Namun, kenapa kalian menggunakan bahasa Jepang?”

“Tidak, dari sudut pandang kami, kami mendengar kalian berbicara menggunakan Bahasa Umum di Benua ini.”

Kanata yang bertukar tatapan dengan Menteri Luar Negeri, menjawab Tanaka.

“Itu mungkin benar. Fenomena misterius seperti ini bisa saja terjadi…. Lalu, izinkan saya menjelaskan isi dokumen itu secara lisan. Kami datang dari negara yang disebut Jepang yang terletak sekitar 1000 km disebelah utara negara ini… Apakah kalian memahami satuan pengukuran itu?”

“Tentu saja. Tapi tunggu sebentar. Seharusnya tidak ada satupun negara yang berada ditempat itu. Memang, wilayah perairan itu memiliki sekelompok pulau dan arus laut yang ganas. Beberapa pulai memang memiliki pedesaan, jadi apakah desa-desa itu berkumpul dan membentuk sebuah negara?”

“Tidak, negara kami adalah sebuah negara kepulauan dengan total luas daratan sekitar 378,000 meter persegi, jadi itu tidak bisa disebut desa.”

Rinsui kebingungan dengan ukuran daratan yang disebutkan oleh Tanaka. Memang, itu cukup luas bagi sebuah negara, tapi dia tidak pernah mendengar tentang penemuan pulau sebesar itu. Kanata dan yang lain juga sama bingungnya dengannya.

“Meskipun ini mungkin sulit untuk dijelaskan, tapi kami datang dari sebuah planet yang disebut Bumi dan dipindahkan kedunia ini dengan suatu cara. Penyebabnya masih belum bisa dipastikan.”

Rinsui menggunakan kesempatan itu untuk mengejar perkataan Tanaka.

“Memang, kami telah menerima laporan seperti itu selama konferensi pemerintahan. Tapi, tapi untuk memindahkan seluruh negara…. Saya tidak bisa membayangkan seberapa banyak yang diperlukan untuk melakukan hal itu. Saya minta maaf tetapi dari pada sebuah dongeng, saya hanya bisa menganggap cerita anda sebagai sebuah bualan.”

“Sudah wajar jika anda tidak mempercayai sebuah fenomena dimana sebuah negara dipindahkan ke dunia ini. Bagi sisi kami juga, kami tidak akan mempercayainya tanpa satupun bukti yang kuat. Mungkin, jika di Bumi, ada orang yang muncul dan mengatakan [Negara kami di pindahkan ke sebuah tempat yang terletak 1000 km dari tempat ini], kami tidak akan menanggapinya dengan serius. Mungkin, untuk membuat hubungan masing-masing negara menjadi lebih baik, bagaimana jika negara kalian mengirimkan delegasi ke negara kami? Jika mereka melaporkan pengamatan langsung yang mereka lakukan, maka negara anda akan mempercayainya, bukankah anda setuju?”

“Namun….”

Sudah wajar bagi Rinsui untuk menunjukkan ketidaksetujuannya. Meskipun staf Kementerian Luar Negeri adalah pejabat publik, mereka masih merupakan warga negara. Jika sesuatu terjadi ketika mereka dikirim ke wilayah musuh yang mencurigakan dan mereka mati, sudah jelas siapa yang akan bertanggung jawab atas hal itu.

“Menteri Luar Negeri.”

Tidak dapat melihat Rinsui bimbang dengan jawabannya, Kanata memaksa masuk kedalam percakapan.

“Saya paham kekhawatiran pak menteri. Namun, mereka benar-benar menerbangkan unit mereka di atas Maihark dan berkunjung dengan menggunakan sebuah kapal besar. Bahkan jika desa-desa di pulau itu membentuk sebuah negara, mereka seharusnya tidak bisa tiba-tiba membangun kapal sebesar itu. Mereka memiliki kemampuan yang tidak kita miliki, tapi mereka telah mengusulkan kepada kita untuk mengirimkan seorang delegasi untuk melihatnya dengan mata kepala kita sendiri. Di atas itu semua, mereka memahami sopan santun. Tergantung kondisinya, akan lebih menguntungkan jika kita menjalin hubungan diplomatik, bukankah anda setuju?”

Kanata menilai situasi itu dengan tenang. Lalu dia menghadap ke arah Tanaka dan melanjutkan.

“Tuan dari Jepang, apa yang anda inginkan dari memulai hubungan diplomatik dengan negara kami? Tentu saja itu bukan sekedar untuk berwisata.”

Setelah sunyi sejenak, Tanaka mulai berbicara dengan perlahan.

“Yang paling utama adalah makanan. Kemudian, sumber daya alam. Selanjutnya, kami benar-benar tidak mengetahui apapun tentang dunia ini. Jadi kami berharap bisa mendapatkan informasi sebanyak mungkin tentang dunia ini.”

“Hohoho! Jadi, itu adalah makanan!”

“Ya, kami ingin agar anda menyediakan makanan sebanyak mungkin. Kebutuhan makanan di negara kami sangat besar. Tentu saja, kami tidak berpikir bahwa itu bisa dipenuhi oleh negara anda sendirian, jadi kami juga akan melakukan negosiasi pengadaan pangan dengan negara lain.”

“Begitu. Seberapa besar tingkat ketersediaan pangan di negara anda?”

“….. Saya minta maaf, tapi saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.”

Jawabannya tidak bisa di baca dari ekspresi Tanaka. Untuk orang yang berada di posisi lebih rendah, dia adalah pria yang cukup terampil. Rinsui diam-diam mengaguminya dan memutuskan untuk memberikan sebuah informasi tentang negaranya sendiri.

“Anda mengatakan bahwa negara kami adalah yang pertama kali kalian hubungi sejak negara kalian dipindahkan?”

“Ya. Kunjungan ini adalah aktivitas diplomatik pertama kami sejak pemindahan itu.”

“Kalau begitu negara kalian beruntung. Tidak, mungkin ini adalah berkah dari tuhan. Negara kami menerima berkah dari Dewi Tanah. Semua jenis tanaman dan sayuran tumbuh bahkan tanpa perawatan khusus. Tidak peduli seberapa besar kebutuhan pangan di negara anda, saya percaya bahwa negara kami dapat memenuhi sebagian besar dari hal itu.”

Wajah delegasi Jepang menjadi cerah. Bahkan Tanaka sedikit menurunkan bahunya.

“Kalau begitu, Jepang akan segera melakukan persiapan untuk delegasi itu. Kita akan bertemu lagi di tanggal yang telah ditentukan.”

“Saya paham. Menteri Luar Negeri, tolong lakukan persiapan secepat mungkin. Delegasi itu akan diberikan kekuasaan sampai batas tertentu sebagai seorang duta besar.”

“Pasti, Perdana Menteri.”

Kadipaten Qua-Toyne memutuskan untuk mengirim seorang delegasi untuk memeriksa Jepang terlebih dahulu.

← PREV | Table of ContentsNEXT →


Jika kalian menemukan kesalahan pengetikan atau kesalahan penerjemahan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah postingan ini atau di FP Facebook.

 

2 Comments Add yours

  1. Isekai rasa baru :v mantap :v

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s